Shin Je Wo

Welcome In My Blog

[FF Project] Second Chance For You

217 Komentar

 

 

Je Wo Pov

 

Aku menggeliat pelan saat merasakan kecupan manis dibibirku, disusul dengan sentuhan ringan di bagian atas tubuhku. Ya, hanya sentuhan ringan. Namun sangat memabukan, hanya dengan sentuhannya seluruh sendi-sendi dalam tubuhku tidak dapat berfungsi dengan normal. Aku masih terdiam merasakan sentuhannya, bibirnya semakin intens melumat bibirku. Sepertinya namja evil ini tau aku sudah bangun.

Sentuhannya. Sialan, aku tau ini tidak akan sebentar jika terus kubiarkan. Aku membuka mataku, tepat saat ia ingin melancarkan aksi selanjutnya.

“Euungghhh… hentikan Cho Kyuhyun !!!” aku berusaha mendorong tubuhnya yang mulai menindihku.

Tapi sial, tubuhnya terlalu menggoda untuk ku lewatkan. Aish. Sadar Shin Je wo, hari ini kau ada  meeting penting dengan klien barumu. Dan itu semua akan berantakan, jika kau terus meladeni keinginan suamimu yang tidak akan ada habisnya ini.

Bukannya menghentikan aksinya, dia malah semakin menjadi. Kini giliran leherku yang menjadi sasaran bibir manisnya. Astaga, belum cukupkah apa yang sudah kuberikan tadi malam ? Kini ia mulai menghisap leherku dengan lembut, berusaha mengalihkan penolakanku. Aku terbuai sesaat, menikmati sentuhannya. Tapi aku segera tersadar. Dengan cepat aku menarik wajahnya, menjauhkannya dari leherku. Ia memberengut kesal “Hari ini aku ada meeting dengan klienku bodoh, jika kau melakukan kebiasaanmu meninggalkan jejak seperti itu. Sama saja kau ingin membuat istrimu malu. Cepat  bangun, aku tidak mau terlambat. Ini klien penting, kau tau” ujarku kembali menarik selimut yang tadi sempat ditarik Kyuhyun hingga sebatas pinggaang, menampilkan tubuh bagian atasku yang tanpa penutup. Ia masih memandangi tubuhku. Buru-buru aku menarik selimutku hingga sebatas leher.

“Hufhhh” ia mendengus kesal “Bisa-bisanya kau lebih mementingkan pekerjaanmu di saat seperti ini. Menyebalkan !” protesnya sambil membalikan badan dan kembali melanjutkan tidurnya. Haishhh… orang ini. Kekanakan sekali, tidak sadarkah ia jika kelakuannya bahkan lebih kekanakan dibanding putranya yang baru berusia  6 tahun ?

Aku menendang pelan bokong polosnya yang masih tertutup selimut, “Yak. Bangun, kenapa kau malah tidur lagi. Cepat sana mandi !”

Shireo. Aku tidak mau bangun jika tidak ada yang bisa kulakukan.” Tolaknya tanpa melihatku.

“Memangnya kau tidak bekerja ? Ck, kekanakan sekali. Arraseo, nanti malam kau akan mendapatkan apa yang kau mau. Sekarang bangun dan cepat mandi” aku menggungcang bahunya kuat-kuat , agar ia segera bangun. Ia bangkit dari tidurnya, membalikan badan dan memamerkan senyum bocahnya.

Jinja ? kau tidak akan berbohong kan ?” ia berusaha memastikan

Aku mengangguk malas “Ne, jika aku berminat” ucapku asal.

Ia tersenyum, senyum mesum lebih tepatnya “Bisa ku pastikan kau akan sangat berminat Ny. Cho” ujarnya pelan, kembali mendekatkan wajahnya ke wajahku. Tapi belum sempat ia menjalankan niatnya. Suara gedoran pintu  sudah mengagetkan kami. Disusul suara teriakan bocah yang sangat nyaring.

OEMMA… APPA… IREONA..!!!!!! AISH…  sebenarnya apa yang kalian lakukan ? Kenapa belum juga bangun ? Tidak cukupkah semalaman kalian mengganggu tidurku dengan suara-suara aneh itu ?” Omel Hyunje panjang lebar.

Aish bocah ini, kurasa dia sudah dewasa sebelum waktunya. Menyebalkan. Sama seperti appanya. Aku turun dari tempat tidur, memunguti pakaianku yang tersebar dilantai. Memakainya cepat, aku tahu bocah itu pasti kelaparan saat bangun tidur. Ia memang paling kesal jika dia bangun dan sarapannya belum tersedia. Sikap Bossy yang diturunkan dengan sangat baik dari appa-nya.

“Cepat mandi Kyu, aku akan membuat sarapan dulu. Anakmu itu tidak akan berhenti mengomel selama perutnya kosong”

Dengan malas-malasan Kyuhyun bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi. Tanpa mau bersusah-susah menutupi tubuh polosnya.

Aku tidak mempedulikannya, dan segera keluar kamar menuju dapur.

Kulihat Hyunje sedang duduk di depan Tv, sambil menonton kartun kesayangannya. Wajahnya masih terlihat kesal. Ck, bocah itu tidak sabaran sekali. Oh ya, aku sekarang sudah ada kemajuan. Jika sebelumnya aku hanya bisa menyiapkan Roti bakar plus selai. Maka sekarang aku sudah bisa membuat sandwich. Hahahah. Kemajuan bagus bukan ? Ternyata  tidak sesulit yang ku bayangkan. Tentu saja, semua bahannya tidak perlu di olah hanya daging asapnya saja yang perlu dipanaskan. Aku mengeluarkan semua bahan dari dalam kulkas.

15 menit kemudian, 1 sandwich lengkap , 2 sandwich tanpa sayuran, dan 3 gelas susu coklat sudah tersedia di meja makan. Yeah, lumayanlah bisa memberi tenaga untuk memulai hari. Aku segera memanggil kedua namja-ku yang sama-sama menyebalkan, namun sangat berarti dalam hidupku itu.

 

Kyuhyun pov

 

Je Wo sudah berangkat lebih dulu dengan mobilnya, sepertinya ia memang buru-buru sekali. Setelah mengantar Hyunje ke sekolahnya, aku segera melajukan mobilku ke kantor. Tugas yang menumpuk sudah menungguku. Menggantikan posisi appa, sebagai CEO perusahaan periklanan milik keluarga kami. Apalagi kini aku sedang mencoba lahan baru dunia periklanan, mobile advertising. Periklanan dalam dunia maya, dimana masih belum banyak dilirik para pesaing. Prospek yang sangat menggiurkan, mengingat banyaknya investor kelas kakap yang bisa di ajak bekerja sama dalam lahan ini. Sehingga membuatku bersemangat menyambut tantangan yang pasti akan sering kutemui.

Ku parkirkan mobilku di basement, berjalan menuju lift yang akan membawaku ke ruanganku di lantai 16. Beberapa karyawan memberi salam sepanjang perjalanan menuju ruanganku. Kuhentikan langkahku tepat didepan meja sekertarisku. Jung Ha Won, sekertaris idaman setiap atasan. Cantik, baik, rajin, cekatan, sangat disiplin, dan yah, lumayan cerewet.

Sayang aku sudah terlanjur mencintai istriku. Mungkin jika tidak, bisa kupastikan dia akan  masuk calon potensial menyandang margaku di depan namanya. Hahahahahaa.. bodoh, apa yang kau pikirkan Cho Kyuhyun. Dia bahkan sudah bertunangan dengan putra walikota seoul. Fantastik bukan ? tentu saja. Ia pantas mendapatkannya.

Aku tersenyum melihatnya yang sedang berkonsentrasi dengan pekerjaannya, hingga tidak menyadari kedatanganku. Kebiasaan buruknya jika sudah tenggelam dengan pekerjaan.

“Pagi “ sapaku saat ia tak juga mengindahkan kehadiranku.

Ia sedikit tersentak mendengar sapaanku “Eh, pagi” balasnya sedikit terkejut “Mian Tn. Cho , aku tidak menyadari kedatanganmu” ujarnya tak enak hati.

Aku tersenyum menanggapi keterkejutannya “Gwaenchana nona Jung. Hari ini kau seksi sekali’ ujarku menggodanya. Hahahah, aku tahu ia paling benci jika ada yang menggodanya seperti itu. Dan aku sudah sering melakukannya, segaja membuatnya marah bisa sedikit menjadi hiburan buatku. Dan bisa kupastikan sebentar lagi serentetan omelan akan keluar dari bibir tipisnya itu.

“Ish… ini masih pagi Tn. Cho. Tunda dulu sikap usilmu itu” protesnya sebal. Hahahaha… kami memang tidak terlalu formal seperti atasan dan bawahan pada umumnya. Tapi masih saling mengghormati posisi masing-masing.

Arraseo. Tapi sepertinya enak jika pagi ini di mulai dengan secangkir espresso hangat. Bukan begitu nona Jung ?” ujarku dengan maksud menyuruhnya.

Ia mengangguk patuh “Espresso-mu akan siap sebentar lagi Tn. Cho. Kau bisa menunggunya diruanganmu selagi espresso-mu dibuat.” Aku mengangguk sambil tersenyum, lalu berjalan memasuki ruanganku. Memulai semua kesibukanku.

 

Author POV.

 

Shin Je Wo berjalan menuju sebuah restoran elite yang terletak di daerah Samsoeng. Rekannya bilang ada klien besar yang tertarik memakai jasanya untuk mendesign interior sebuah rumah mewah yang baru dibangun di kawasan Gangnam.

Proyek yang menjanjikan, jika ia berhasil meyakinkan klien ini untuk mau bekerja sama dengan perusahaan tempatnya bernaung saat ini. Menjadi seorang design interior membuatnya selalu menangani proyek-proyek yang tak bisa dibilang mudah. Kesulitan sering  ia temui, jika klien yang bersangkutan mempunyai keinginan yang tidak sesuai dengan design yang dia ajukan. Sehingga membuatnya harus memutar otak, untuk bisa mengetahui konsep seperti apa yang mereka mau.

Masih terlalu pagi untuk memulai meeting sebenarnya, puluk 09.00 KST. Tapi  ia dengar dari rekannya, kliennya kini merupakan orang yang lumayan sibuk. Sehingga kita yang harus menyesuaikan dengan jadwalnya. Je Wo memasuki privat room yang tadi di tunjukan seorang pelayan. Posisi duduk kliennya yang membelakangi pintu, membuatnya tak langsung menyadari kehadiran Je Wo.

Je Wo menatap punggung bakal calon kliennya itu. Pungung itu. Kenapa ia merasa tidak asing dengan punggung lebar itu. Punggung yang terlihat kokoh, yang menggambarkan dengan jelas bagaimana sosok tersebut menjaga kebugaran tubuhnya. Punggung itu, sepertinya…

Tiba-tiba orang tersebut membalikan badannya. Je Wo merasakan tubuhnya membeku seketika, darah seperti berhenti mengaliri wajahnya. Jantungnya, kini jantung itu berdetak beribu kali lebih kencang dari biasanya.

Namja ini, bagaimana mungkin dia bisa melupakannya. Wajah itu, mata, hidung, dan rahang yang begitu tegas. Seolah Tuhan memang sengaja memahatnya dengan begitu sempurna. Memberinya keistimewaan untuk memiliki wajah sesempurna itu. Wajah itu,  yang dulu selalu dilihatnya selama 2 tahun. Sebelum perpisahan pahit itu harus mereka ambil.

Je Wo berusaha menguasai tubuhnya dari rasa keterkejutan yang sangat nampak. Namun namja ini, sepertinya pintar sekali menyembunyikan rasa terkejutnya. Karena bisa terlihat dari wajahnya yang nampak datar-datar saja. Atau mungkin hanya Je Wo yang terlalu berlebihan dengan rasa terkejunya ?

Ia tersenyum saat melihat Je Wo sudah mulai bisa menguasai diri dari rasa terkejutnya. “Annyeonghaseonamja itu membukkukan badannya.

Annyeonghaseo” balas Je Wo membeo ucapannya.

“Apa kabar Shin Je wo  ?” lanjutnya sambil mengulurkan tangan kearah Je Wo, diikuti senyum menawan yang tak ingin di lihat Je Wo. Karena dia tahu apa efek senyuman itu bagi dirinya  “ Sungguh tidak menyangka jika nona Shin yang dimaksud Ny. Kim adalah kau”

Je Wo menjulurkan tangannya menyambut uluran tangann namja itu. Kembali, ia dapat merasakan kehangatan genggaman tangan itu. “Baik”  jawab Je Wo singkat. Ya, di kantor ia memang lebih senang dipanggil nona shin. Bukan, bukannya dia tak menyukai marga suaminya. Hanya saja… ia masih merasa muda dengan usianya saat ini. Dan tidakkah panggilan Ny. Cho itu terlihat tua ? pikirnya. Ia merasa seperti mereka memanggil mertuanya. Tidak salahkan, jika ia masih ingin dipanggil nona ?

“Kau sendiri ? Bagaimana kabarmu… Kris ?” tanya Je Wo, bibirnya terasa kelu saat menyebut nama yang sudah hampir 8 tahun ini seolah hilang dari ingatannya. Namun, hanya dalam hitungan detik sudah mampu sedikit mengguncang dirinya kembali.

Kris tersenyum melihat kecanggungan dalam nada suara Je Wo “Seperti yang kau lihat, aku masih baik-baik saja”

“Syukurlah” balas Je Wo singkat. Entah kenapa ia merasa seperti mati kamus bertemu dengan namja ini. Seolah semua kata-kata terasa sulit untuk di ucapkan.

“Silahkan duduk, kenapa kau terlihat tegang sekali ? Sebegitu mengejutkankah bertemu denganku ?” tanya Kris menggoda, sedikit berusaha mencairkan keadaan.

Je Wo berusaha menarik masing-masing sudut bibirnya, untuk sekedar menyunggingkan senyum. Meski terasa sulit. Ia duduk tepat berhadapan dengan Kris. Namja itu terlihat berusaha bersikap santai. Meski didalam hatinya juga sedang bergemuruh.

“Kau sudah sarapan ? biar sekalian kupesankan ?”Tawar Kris

Je Wo menggelengkan kepalanya “Tidak, terima kasih. Tadi aku sudah sarapan dirumah.”

Arraseo, aku akan memesan untukku sendiri kalau begitu. Minuman ?”tawar Kris lagi.

Kali ini Je Wo mengangguk “Hot Green tea.” sebut Je Wo. Kris mengangguk, ia memanggil pelayan yang sejak tadi sudah standby di ruangan itu.

Je wo kembali memandangi wajah yang kini tengah sibuk menyebutkan berbagai pesanan kepada si pelayan. Ia terus memuaskan diri memandangi wajah yang sungguh tak ia duga bisa ia lihat kembali. Jika ketampanan Cho Kyuhyun dapat di gambarkan bak setan penggoda, yang mampu meluluhkan yeoja hanya dengan senyum evil-nya. Maka lain halnya dengan Kris, wajahnya merupakan penggambaran sosok nyata dewa Yunani dengan senyum yang sungguh mempesona. Senyum yang mampu memaku pandangan lawan jenisnya, hingga bisa terlihat bodoh hanya dengan menatap senyumannya.

Sosok itu kini telah banyak berubah, garis kedewasaan terlihat jelas dari pembawaannya. Tak ada lagi sifat manja dan kekanakan yang dulu sangat melekat padanya. Je Wo masih betah memandangi wajah itu. Menghitung berapa lama waktu yang sudah ia lalui tanpa namja ini, hingga begitu banyak menampakan perubahan.

Kris tahu Je Wo tengah serius memandangi dirinya. Ia juga tak ingin terburu-buru menghabiskan momen ini. Sungguh, ia benar-benar terkejut saat melihat siapa yang akan berkerjasama dengannya. Yeoja ini, yeoja yang pernah ia sia-siakan beberapa tahun lalu disaat emosinya masih sangat labil. Kini sosok yeoja itu telah berubah sebegitu drastisnya. Yeoja cuek yang tak pernah mau memperdulikan penampilannya, kini berubah menjadi wanita dewasa. Feminim, tenang, dan matang. Kematangan terlihat jelas dari pembawaannya.

Mungkinkah ia masih bisa merengkuh yeoja ini lagi ? mengingat beberapa tahun lalu, Ia mendapat kabar bahwa yeoja ini sudah menemukan pendamping hidupnya. Tapi, melihat bagaimana yeoja ini menatapnya sejak pertama bertemu tadi. Sepertinya harapan itu tidak akan kosong. Senyum kembali tersungging di bibir indahnya.

“Aku dengar kau sudah menikah ?”Kris memulai obrolan “Selamat.” ucapnya lagi.

Je Wo mengangguk mantap “Ne, gomawo” balasnya singkat.

Suasana kembali hening, keduanya sibuk mencari topik menarik yang bisa dibahas. Sampai lupa dengan tujuan awal yang bisa mempertemukan mereka kembali.

“Kau sendiri ? apa sudah menemukan pendamping hidup ?” tanya  Je Wo, mencoba mencari tahu. Sejak memutuskan akan melupakan namja ini 8 tahun lalu. Ia benar-benar memutus semua akses yang berhubungan dengan namja ini. Sehingga ia benar-benar tidak tahu tentang perkembangan apa yang sudah terjadi pada namja dihadapannya ini.

Kris menarik nafas dalam, seolah pertanyaan Je Wo begitu sulit untuk dijawab “Belum. Setelah melakukan kesalahan yang hingga kini masih kusesali. Aku belum bisa menemukan penggantinya.”

Je Wo tahu akan kemana arah pembicaraan ini. Dan ia tak ingin kembali termakan kelemahan masa lalunya. Beruntung ia segera teringat dengan tujuan utamanya datang kemari “Kris, mengenai proyek ini. Konsep seperti apa yang kau inginkan ?”

Kris memandang Je Wo takjub, yeoja ini suah pintar menghindar sekarang. Ia tahu bagaimana mengalihkan topik dengan cermat. Kris tersenyum mengagumi ketepatan Je Wo dalam menghindari topik yang  ingin ia bahas. “Sedang aku pikirkan. Mungkin jika aku sudah menemukannya, aku akan memberitahumu.” Kris menyodorkan ponselnya hingga menyentuh tangan Je Wo.

Je Wo mengerutkan kening tak mengerti “Masukan nomor ponselmu. Aku tidak mungkin harus menghubungi kantormu dulu jika ingin menghubungimu” Je Wo menatapnya curiga “Untuk membahas proyek ini tentunya. Memangnya untuk apa lagi ?” jelas Kris seolah menjawab pertanyaan yang tersirat dari wajah Je Wo.

Sedikit ragu, tapi Je Wo tetap mengetikan nomor ponselnya ke ponsel Kris. Kris tersenyum puas, meraih ponselnya kembali.

 

Je Wo pov

 

“Senang bertemu kembali denganmu Je” bisik Kris, tepat sebelum kami keluar dari private room tadi.

Sejak pertemuan dengan Kris tadi, aku benar-benar tak bisa mengalihkan pikiranku dari namja itu. Suaranya terus terngiang ditelingaku. Kenapa ? Kenapa disaat aku sudah menemukan kebahagianku, namja itu harus kembali ke hadapanku. Dan bodohnya, kenapa hatiku masih bergetar melihatnya. Getaran yang sama seperti yang aku rasakan beberapa tahun lalu. Aku rasa aku memang bodoh. Tak mampu menguasai diri bahkan dihadapan namja yang jelas-jelas sudah mencampakanku. Ingatanku menerawang pada kejadian pahit beberapa tahun lalu.

 

FLASH BACK ON

Tidak, dia tidak boleh meninggalkanku. Aku tak akan bisa hidup tanpanya. Aku rela meskipun aku harus menjadi yang kedua, asal aku bisa selalu berada didekatnya.

“Aku mohon Kris, jangan seperti ini” pintaku saat Kris memutuskan akan menyusul yeojachingu pertamanya yang akan meneruskan kuliahnya di Kanada, yang tak lain adalah kampung halaman Kris.

Bagaimana mungkin namja ini tega meninggalkanku, setelah ia berhasil merubahku menjadi yeoja bodoh yang rela dijadikan yang kedua. Aku bahkan rela menghilangkan sikap cuek dan mulai merubah penampilanku hanya demi bisa berada disisinya meski aku tahu dia sudah tidak sendiri. Tapi namja ini sendiri yang terang-terangan memberiku harapan, mendekatiku hingga membuatku takluk dalam pesonanya.

Dan kini, setelah dua tahun menjalin hubungan yang mungkin bisa dibilang terlarang. Karena dia sudah mempunyai yeojachingu. Kini dengan kejamnya namja ini akan meninggalkanku demi yeoja yang juga dia cintai itu. Lalu aku ? Bagaimana denganku ? Mana kata-kata cinta yang dulu sering ia ucapkan. Kata-kata yang membuatku rela dijadikan yang kedua. Aku benar-benar sudah tidak punya harga diri karena namja ini. Tapi sungguh aku tidak perduli, asal ia tetap disisiku.

Kris menarikku kedalam pelukannya, ia memelukku erat. Mataku memanas. Aku membalasnya dan menikmati pelukan ini, pelukan yang tidak ingin kuyakini akan bisa kurasakan lagi. “Aku mohon Je, lepaskan aku. Aku tidak bisa menyakiti hatinya, dua tahun ia membiarkanku menduakannya. Aku tidak bisa menyakitinya lebih banyak lagi Je.” Ujar Kris dengan lembut. Kelembutan yang sangat mengiris perasaanku.

“Tapi kau menyakitiku Kris” bisikku lirih. Aku semakin mempererat pelukanku. Aku benar-benar tidak ingin melepaskannya.

Mianhae Je, aku terpaksa harus melakukan ini. Aku tidak ingin menyakiti kalian lebih banyak lagi. Aku harus memilih…”

“Dan kau memilihnya kan ?” semburku emosi, melepaskan pelukannya meski aku tak rela. Sialan, aku benci harus mengemis cinta seperti ini. Aku begitu hina, harga diriku sudah tergerus habis demi memintanya tetap disini, disisiku.

Kris menunduk dalam, ia tak berani menatapku “Maafkan aku Je”

“Aku membencimu Kris” ucapku getir. Air mataku dengan tidak tahu malunya terus mengalir tanpa henti. Menangisi kebodohanku.

“Aku mengerti, kau memang harus membenciku Je.” Aku mengangkat wajahku, melihat matanya yang sedang menatapku sendu. Entah pandangan iba atau rasa bersalah. Aku sudah tidak bisa membedakannya lagi “Aku pergi” ucap pelan. Kata terakhir yang aku dengar dari bibirnya sebelum ia benar-benar pergi meninggalkanku dengan hati yang telah hancur tak bersisa.

 

FLASH BACK OFF

 

“Kau melamun ?” ucap Kyuhyun yang tiba-tiba sudah berada di sampingku, menyadarkanku dari lamunan kelam  masa laluku.

Aku memandangnya terkejut “Ah. Eh…eee. T-tidak. aku tidak melamun.” Kilahku, membenarkan posisiku untuk tidur. Ia merebahkan badannya disampingku. Aku membalikan badan membelakanginya.

 

Kyuhyun Pov

 

Aku mendapatinya sedang melamun, tidak biasanya ia melamun seperti itu. Apa kira-kira yang sedang dilamunkannya. Aku mendekatinya.

“Kau melamun ?” tanyaku pelan

Ia sedikit tersentak, sepertinya terkejut melihatku tiba-tiba ada di sampingnya. “Ah. Eh…eee. T-tidak. Aku tidak melamun.” Kilahnya, aku tau ia berbohong. Terlihat jelas dari jawabannya yang terkesan gugup. Apa sebenarnya yang sedang mengganggu pikirannya.

Istriku bukanlah tipe yeoja yang terbuka dengan perasaannya, ia selalu pintar menyembunyikan perasaannya. Berusaha terlihat baik-baik saja, padahal aku tahu tidak demikian dengan hatinya. 6 tahun menikah, bahkan masih belum bisa membuatnya selalu terbuka kepadaku. Ia membenarkan posisi tidurnya, lalu membalikan badannya membelakangiku. Aku yakin ada yang sedang tidak beres dengannya, sikapnya aneh sejak pulang kantor tadi. Apa terjadi sesuatu dengan pekerjaannya ? apa meeting-nya tidak berjalan dengan baik ?

Shin Je Wo. Sebenarnya ada apa denganmu ?

Aku membaringkan badanku disampingnya. Memeluknya dari belakang “Ada apa ?” bisikku ditelinganya. Ia menarik nafas pelan, tanpa menjawab pertanyaanku “Apa terjadi sesuatu ?” tanyaku lagi.

Kali ini dia menggeleng “Tidak ada, aku… hanya kelelahan” jawabnya pelan. Aku tahu dia berbohong. Pasti ada yang disembunyikannya dariku, sesuatu yang sudah mengganggu pikirannya. Aku mengeratkan pelukanku, memasukan tanganku kedalam baju tidurnya. Aku ingin melanjutkan kegiatan yang sempat tertunda tadi pagi. Tapi ia segera menahan tanganku. Apa ia akan menolakku ?

“Jangan sekarang Kyu. Aku benar-benar lelah” tolaknya pelan. Benar, ia menolakku. Aku menarik keluar tanganku dari balik baju tidurnya. Berusaha menerima penolakannya.

“Aku tahu ada yang sedang tidak beres denganmu. Benarkan ?” tanyaku padanya.

Ia terdiam sesaat, sebelum menjawab pelan “Tidak ada, aku baik-baik saja. Aku hanya merasa lelah. Hari ini, terlalu banyak yang harus ku urus”

“Jangan bohong Ny. Cho. Aku bukan baru mengenalmu satu atau dua bulan. Aku tahu ada yang sedang kau pikirkan. Tidakkah kau ingin berbagi masalahmu denganku ?” ucapku pelan. Sedikit berusaha membujuknya membagi masalah yang mungkin bisa kubantu.

“Tidak ada Kyu. Berapa kali harus kubilang aku baik-baik saja. Kenapa kau terus mendebatku ?” Balasnya sedikit berteriak. Ada apa dengannya ? Kalau ia memang baik-baik saja kenapa harus berteriak ?

“Mendebat ?” tanyaku tak percaya “Aku hanya bertanya Je, bukan mendebat. Apa aku salah jika bertanya pada istriku, apa yang sedang mengganggu pikirannya ?” lanjutku berusaha merendahkan suaraku. Aku tidak ingin mengganggu tidur Hyunje dengan teriakanku. Ia terdiam, mungkin tak lagi menemukan kata yang bisa digunakannya untuk membantahku.

Kali ini aku mengalah, membiarkannya berkutat dengan pemikiran dan masalahnya sendiri. Aku hanya berusaha membantu, tapi jika ia sama sekali tak mau dibantu. Yah, apa mau dikata. Biarkan saja ia mengurus masalahnya sendiri. Aku tidak ingin menjadi emosi, karena memaksanya bercerita.

“Terserah apa maumu, jika memang kau tak ingin berbagi. Ya sudah, urus saja masalahmu sendiri”

Malam ini kami tidur saling membelakangi.

 

1 month later

Author POV

Kyuhyun memandangi istrinya yang sedang menyiapkan sarapan. Satu bulan ini, ia melihat ada yang berubah dari istrinya. Sekarang Je Wo terlihat begitu bersemangat jika akan berangkat kerja. Lebih suka berdandan. Tingkahnya  seperti orang sedang jatuh cinta saja. Je Wo memang terlihat lebih riang, tapi itu hanya jika didepan Hyunje dan orang lain.

Tapi jika didekat Kyuhyun, sikapnya semakin berubah. Ia terkesan lebih dingin. Sejak kejadian penolakannya waktu itu, mereka belum pernah melakukannya lagi. Je Wo selalu menghindar jika Kyuhyun ingin menyentuhnya. Selalu berdalih dengan alasan lelah. Kyuhyun yang berusaha mengerti keadaan istrinya, mencoba mengalah. Ia semakin yakin ada yang tidak beres dengan istrinya.

Tapi Je Wo selalu menghindar jika ia mencoba bertanya. Pertanyaan kecil yang selalu berujung dengan pertengkaran. Pertengkaran yang Kyuhyun sendiri tidak tahu apa penyebabnya selain karena pertanyaannya.

Ini tidak bisa dibiarkan pikir Kyuhyun. Ia benar-benar harus mencari tahu apa yang sebenarnnya terjadi dengan istrinya. Apa yang selama ini Je Wo sembunyikan darinya. Ia harus mencari tahu masalah itu. Atau keadaan seperti ini akan terus berlanjut, dan ia tidak ingin masalah ini berdampak pada Hyunje. Bocah itu meski baru berumur 6 tahun. Tapi perasaannya begitu peka, ia bisa merasakan jika ada yang tidak beres disekitarnya. Termasuk dengan orang tuanya.

Pernah suatu ketika bocah itu bertanya pada Appa-nya “Appa. Ada apa dengan oemma ? sepertinya oemma sedikit berubah, tidak biasanya oemma begitu bersemangat pergi bekerja, bahkan sekarang oemma sering pulang malam” tanyanya polos.

Kyuhyun tersenyum menanggapi pertanyaan purtanya. Bahkan anaknya sendiri menyadari ada yang tidak beres dengan oemma-nya. Kyuhyun mengelus kepala Hyunje pelan “Gwaenchana, mungkin oemma-mu sedang banyak pekerjaan. Kau kan tahu jika oemma-mu sedang ada proyek baru. Dan sepertinya proyek ini begitu menyita waktunya.”

Hyunje mengangguk maklum “Ne Appa. Tapi sekarang oemma jarang menemaniku” ucapnya lirih.

Kyuhyun memandang anaknya sendu, ia bisa merasakan kesedihan yang Hyunje rasakan. Sosok oemma yang selama ini selalu siap sedia untuknya sedikit menghilang. Ini benar-benar tidak bisa dibiarkan. Pikir Kyuhyun kesal. Ia masih bisa mentolerir jika Je Wo mengacuhkannya. Tapi tidak bisa, jika anaknya juga di acuhkan.

 

Kyuhyun POV

Saat ini aku sedang berdiam diri dimobil sambil menunggu Je Wo keluar dari kantornya. Hari ini tekatku sudah bulat untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Lagi-lagi siang ini dia menolak ajakanku untuk makan siang bersama, dengan alasan masih ada urusan urgen yang tidak bisa ia tinggal.

Sepenting apa urusannya hingga makan siang denganku saja tidak sempat. Tiba-tiba mataku menangkap sosoknya yang baru keluar dari kantor, berjalan menuju parkiran dan segera memasuki mobilnya. Aku terus mengawasinya, hingga kurasa aku sudah bisa mengikuti mobilnya dengan jarak yang tidak terlalu kentara. Mau kemana sebenarnya yeoja ini, kenapa ia terlihat senang sekali saat keluar kantor tadi. Benar-benaar mencurigakan.

Aku terus mengikutinya, mobilnya berjalan menuju sebuah kawasan elite. Di mana banyak terdapat restoran, hotel, dan pusat perbelanjaan mewah. Untuk apa dia kesini ? Bukannya ini masih jam kerja. Apa dia ada meeting dengan kliennya ? Aish, aku benar-benar sudah tidak sabar menguntitnya seperti ini. Sepertinya aku memang sudah gila menguntit istriku sendiri. Ck, biarlah. Asalkan aku bisa segera mencari tahu penyebab keanehannya akhir-akhir ini.

Tak lama mobil Je Wo berhenti di salah satu restoran mewah dikawasan itu. Aku juga menghentikan mobilku tak jauh dari tempatnya parkir. Ia terlihat keluar dari mobilnya, menatap sebentar sekelilingnya. Seperti sedang mencari sesuatu, kemudian kulihat ia melambaikan tangan. Aku menoleh mencari siapa yang ia lambaikan.

Mataku membulat saat tahu, ia melambaikan tangan kepada seorang namja yang sedang berjalan kearahnya sambil tersenyum. Jika tadi mataku hanya membulat. Maka kali ini aku merasa mataku hampir copot demi melihat pemandangan didepanku. Aku mencengkram stirku kuat hingga buku-buku jariku memutih, menahan amarah. Berani-beraninya namja itu mencium pipi istriku didepan umum. Dan yang lebih mencengangkan lagi, Shin Je Wo sama sekali tidak menolak ciuman itu. Ia justru terlihat sumringah diperlakukan seperti itu.

SHIN JE WO !!!! Rahangku mengeras saat menyebutkan namanya. Jadi ternyata ini yang menjadi alasan perubahan sikapmu selama ini. Aku tersenyum kecut melihat mereka bergandengan tangan memasuki restoran itu. Hebat kau Ny. Cho, sudah berani selingkuh di belakangku huh? Kau benar-benar sedang bermain api denganku. Ku pastikan kau akan menyesal setelah ini.

Aku membanting stir mobilku, bergerak pergi meninggalkan tempat itu.

 

 

Je Wo Pov

 

Aku terpaksa menolak ajakan makan siang Kyuhyun, karena aku sudah terlanjur berjanji akan makan siang dengan Kris. Sejak pertemuan kami sebulan lalu, aku benar-benar kembali menjadi yeoja bodoh. Kenapa? Karena dengan bodohnya aku kembali memberikan sedikit ruang dihatiku untuk namja tampan yang sedang duduk dihadapanku ini. Aku tau yang aku lakukan ini salah, aku tau aku sudah gila karena berani bermain api dibelakang suamiku.

Tapi sungguh, aku benar-benar tidak bisa menolak pesonanya yang kembali menawan hatiku. Kris sudah meminta maaf atas apa yang telah ia lakukan dulu, ia benar-benar menyesal telah meninggalkanku. Menurut pengakuan Kris, setalah di Kanada akhirnya hubungannya dengan yeojachingu-nya saat itupun harus kandas. Karena Kris masih tidak bisa melupakan diriku. Apa benar dia jujur padaku ? Entahlah, sekalipun dia berbohong aku pasti akan tetap mempercayainya.

Kyuhyun dan Kris merupakan dua pribadi yang sangat bertolak belakang. Jika Kyuhyun menutupi perhatian dan rasa cintanya dibalik sikap cueknya, maka tidak demikian dengan Kris. Kris sangat memuja yeoja yang dicintainya, ia rela melakukan apa saja untuk menyenangkan yeoja-nya. Bagaimana aku bisa tahu ? Karena seperti itulah yang dia lakukan kepadaku ? Apa aku terhanyut ? Tentu saja. Siapa yang tidak terhanyut dengan perhatian yang dicurahkan seorang namja hanya untuknya.

“Kau ingin pesan yang lain lagi Chagia ?”tanyanya, tersenyum saat mendapatiku sedang memandangnya. Chagia?  Kata yang terdengar menjijikan jika terucap dari bibir seorang Cho Kyuhyun, tapi akan sangat berbeda jika Kris yang mengucapkannya. Kata itu akan menjadi kata  terindah yang masuk ketelingaku jika terucap dari bibir indah namja yang kini telah kembali memasuki hidupku ini.

“Tidak Kris, itu saja sudah cukup” tolakku halus. Ia menyerahkan pesanan itu kepada pelayan, yang segera pergi setelahnya.

Ia kembali tersenyum menatapku, senyum yang selalu membuatku gila dan kehilangan akal sehatku. Dan sepertinya ia menyadari akan hal itu, terlihat dari bagaimana ia selalu memamerkan senyumnya itu didepanku. Ia meraih kedua tanganku dan menariknya masuk kedalam genggaman tangannya, kedua ibu jarinya mengelus lembut masing-masing punggung tanganku.

Membuatku ingin berteriak, mendapatkan perlakuan romantis seperti ini. Benar kan, aku memang selalu terlihat bodoh jika sudah berhadapan dengan namja ini. Bahkan aku tidak lagi memperdulikan dimana keberadaan kami saat ini. Dimana setiap orang bisa melihat apa yang tengah kami lakukan. Yang aku pikirkan saat ini adalah, aku bisa kembali bersamanya. Bersama namja yang 8 tahun lalu begitu kugilai, yang pernah melakukan kesalahan karena mencampakanku. Dan kini dengan mudahnya aku memaafkan kesalahannya. Yah. Benar atau salah, itu urusan nanti. Yang terpenting saat ini aku bisa kembali bersamanya, bersama namja-ku. Kris.

 

 

 

Author Pov

 

Jam menunjukan pukul 21.00 KST. Dan sudah semalam ini Je Wo masih belum kembali kerumahnya. Kyuhyun duduk sambil menatap kosong kearah TV, yang sedang menyiarkan acara talkshow. Ia baru saja berhasil menidurkan Hyunje yang sedikit rewel, karena ingin menunggu oemma-nya pulang. Bocah itu, kini semakin sering protes akan perhatian oemma-nya yang ia rasa mulai berkurang.

Mata Kyuhyun memang tertuju kepada layar TV, tapi tidak dengan pikirannya. Kejadian yang ia lihat siang tadi, masih terekam jelas dalam ingatannya. Bagaimana dengan kurang ajarnya, namja yang ia tidak tahu siapa itu berani mencium istrinya didepan umum. Meski hanya dipipi, tapi tetap saja itu merupakan kelancangan. Kyuhyun tidak akan semurka ini jika yeoja lain yang diperlakukan seperti itu. Tapi ini istrinya, mana mungkin ia bisa baik-baik saja. Dan yang lebih menyesakkannya adalah istrinya, Je Wo terlihat biasa saja dan justru nampak senang dengan perlakuan namja itu.

Ini benar-benar harus segera diselesaikan.

Tak lama terdengar suara pintu dibuka. Je Wo segera masuk setelah sebelumnya sempat mengganti sepatunya dengan sandal rumah.

“Dari mana jam segini baru pulang ? Sesibuk itukah hingga memberi kabar saja tak sempat?” tanya Kyuhyun dingin.

Je Wo terkejut saat mendengar suara Kyuhyun, ia tak menyangka jika Kyuhyun akan menunggunya. Ia menunduk merasa bersalah, kebersamaannya dengan Kris membuatnya lupa waktu dan melupakan segalanya. “Eh. Emmm….eeee…. Mian Kyu, tadi aku ada urusan mendesak hingga aku lupa mengabarimu jika akan pulang terlambat” ujarnya beralasan.

Kyuhyun tersenyum sinis mendengar alasan Je Wo, bahkan kini istrinya sudah berani berbohong. “Urusan penting?” tanyanya sarkastis “Urusan dengan namja tampan di sebuah restoran mewah maksudmu?” sindir Kyuhyun tajam.

Langkah Je Wo menuju kamarnya terhenti seketika, tubuhnya mendadak kaku demi mendengar apa yang baru saja suaminya ucapkan. “K-kau… kau menguntitku ?” tanyanya tidak percaya.

Wajahnya kian memucat. Apa benar Kyuhyun telah mengikutinya? Hingga sejauh mana? Apa Kyuhyun juga mengikutinya hingga kedalam restoran tadi. Pikirannya terasa gelap memikirkan jika tadi Kyuhyun sempat meliat apa saja yang dilakukannya didalam restoran.

Kyuhyun memandang Je Wo tajam. “Aku hanya ingin mencari tahu, apa yang selama ini kau sembunyikan dariku. Dan ternyata ? Siapa sangka ternyata kau bermain gila dibelakangku”

Je Wo ingin menghindari tatapan Kyuhyun, tapi ia tidak bisa. Tatapan tajam Kyuhyun seolah menahan pandangannya. Ia menelan ludah dengan susah payah. Sepintar apapun menyembunyikan bangkai, baunya akan tercium juga. Dan inilah yang tengah dialaminya. Perbuatan yang selama sebulan ini berhasil ia sembunyikan, kini mulai tercium oleh suaminya. Je Wo masih membungkam mulutnya, bingung harus menjawab bagaimana.

“Siapa dia?” tanya Kyuhyun dengan emosi tertahan. “Apa kelebihannya dibanding aku hingga kau berani bermain dengannya dibelakangku. Apa dia lebih kaya dariku? Lebih tampan dariku ? Ouh, atau mungkin… dia lebih memuaskanmu diranjang huh?”

Je Wo membelalakan matanya demi mendengar ucapan yang keluar dari mulut suaminya “Serendah itukah aku dimatamu Cho Kyuhyun?” ia benar-benar merasa terhina dengan tuduhan suaminya.

Kyuhyun menyunggingkan senyum sinisnya “Kau sendiri yang membuat dirimu rendah dimataku Shin Je Wo.” balas Kyuhyun, kejam memang tapi ia tidak perduli. Emosinya sudah tak dapat dibendung lagi. “Siapa dia ?” tanya Kyuhyun lagi. Ia benar-benar ingin tahu siapa namja sialan itu. Tapi Je Wo kembali mengunci mulutnya. Kebisuan Je Wo semakin membenarkan dugaannya, jika istrinya benar-benar sedang bermain gila dibelakangnya. Je Wo masih tak mampu mengeluarkan suaranya.

Dengan sisa kesabaran yang hampir tergerus habis, Kyuhyun melangkah menghampiri Je Wo. Dengan kasar ia mengcengkram bahu istrinya “Jawab aku! siapa dia? apa dia yang membuatmu berubah belakangan ini?” tanya Kyuhyun dengan suara yang lebih mirip sebuah geraman “JAWAB AKU SHIN JE WO !!! SIAPA DIA DAN ADA HUBUNGAN APA KAU DENGANNYA ???” bentaknya dengan nada lebih tinggi. Habis sudah kesabaran Kyuhyun melihat istrinya yang hanya diam membisu.

“Apa benar kau sedang bermain gila dibelangku?” tanyanya lagi, kini suaranya sudah lebih pelan. Je Wo masih tahan mengunci mulutnya.

Jika saja tidak memikirkan anaknya yang kini sedang tertidur, ingin sekali rasanya ia meneriaki istrinya dengan segala sumpah serapah yang sudah berada diujung lidahnya.

Je Wo masih terdiam, tidak membantah ataupun membenarkan tuduhan Kyuhyun yang ditujukan padanya. Ia sendiri bingung harus menjawab apa, pasalnya ia tidak mengira Kyuhyun akan mengetahuinya secepat ini. Sehingga ia belum menyiapkan jawaban apa yang akan ia berikan pada suaminya.

Sepertinya Kyuhyun sudah bisa mendapatkan jawaban dari sikap diam istrinya “Diam berarti Ya.” Ucap Kyuhyun pelan, tak percaya jika istrinya berani mengkhianatinya. Ia melepaskan cengkramannya dari bahu Je Wo. Ia tidak akan meminta penjelasan lagi, karena sepertinya istrinya masih betah bermain tebak-tebakan.

Kyuhyun menarik nafas dalam, berusaha meredakan emosi yang sudah mencapai puncaknya. Membuat kepalanya serasa ingin meledak detik ini juga. “Baiklah Shin Je Wo, jika kau tidak ingin menjelaskan semuanya . Aku tidak akan memaksamu. Aku hanya ingin tahu, siapa dia?”

Je Wo membasahi bibirnya yang terasa kering, sebelum menjawab pelan “Kris…” suaranya terdengar seperti orang tercekik, ia bahkan tak yakin jika suara itu berasal dari dirinya. Kyuhyun mengangguk, masih berusaha mengatur nafasnya yang sempat memburu. Membiarkan istrinya melanjutkan ucapannya “Dia… dia… dia klienku” jelas Je Wo dengan susah payah, berusaha mengeluarkan suaranya yang seolah bersembunyi di bagian lain tubuhnya.

“Hanya itu ?” tanya Kyuhun tak yakin. Je Wo mengangguk takut-takut.

Kyuhyun memundurkan langkahnya sedikit menjauhi Je Wo.” Baiklah, jika hanya itu yang sanggup kau katakan padaku. Sisanya biar aku yang akan mencari tahu sendiri.” Kyuhyun membalikan badannya berjalan menuju kamar. Tapi baru berapa langkah ia segera berbalik  “Jika kau memang sedang bermain api dibelakangku Je Wo- ya. Hanya satu pesanku” ujar Kyuhyun dengan nada yang sarat akan ancaman, ia kembali mendekati Je Wo “Jangan sampai aku dan Hyunje melihat kalian berkencan dihadapan kami. Karena jika sampai itu terjadi.”Kyuhyun menarik nafas dalam dan menghembuskannya dengan sisa kesabaran yang dipaksakan “Aku sendiri yang akan membunuh namja itu, saat itu juga. Camkan itu Shin Je Wo !” bisik Kyuhun tepat ditelinganya. “Dan satu lagi, selamat bersenang-senang dengan mainan barumu” kali ini Kyuhyun benar-benar melanjutkan langkahnya memasuki kamar tanpa menoleh kembali.

Tubuh Je Wo merosot seketika. Tulangnya serasa ditarik paksa dari tubuhnya, hingga tak mampu lagi menahan bobot tubuhnya. Ia ingin menangis, tapi hatinya tak mengijinkan ia menangis. Ia menatap nanar ruangan disekitarnya. Merasa asing dengan perasaanya sendiri.

Kenapa? Kenapa ia bisa melangkah sejauh ini. Apa rasa cintanya kepada Kyuhyun, namja yang selama 6 tahun ini hidup bersamanya telah memudar ? Hati kecilnya menjawab tidak. Tapi sebagian hatinya berkata lain. Sepertinya rasa itu kini sudah tak sekuat dulu, karena yang ia rasakan sekarang benar-benar berbeda. Senyum Kyuhyun, tatapannya, suaranya, bahkan sentuhannyapun sudah tak mampu menggetarkan hatinya lagi.

Berbeda dengan perasaan yang ia rasakan saat berasama Kris. Namja itu seperti udara baru baginya, membawa kesegaran dalam hatinya.

 

 

 

Je Wo Pov

 

Pikiranku benar-benar suntuk memikirkan memikirkan kejadian semalam. Itu merupakan pertengkaran terbesar kami yang kedua, setelah dulu aku pernah bertengkar hebat dengan Kyuhyun karena kesalah pahaman. Saat itu aku mengira Kyuhyun ada main dengan sekertarisnya waktu itu, Song Victoria. Yeoja yang secara terang-terangan menyatakan ketertarikannya pada Kyuhyun. Tapi itu hanya kesalah pahaman, karena Kyuhyun dengan jelas menampik godaan Victoria dan segera memecat yeoja itu.

Sangat berbeda dengan alasan pertengkaan kami sekarang. Kali ini sudah sangat jelas jika aku yang berada pada posisi yang bersalah. Apapun alasanku, aku tau aku salah. Dan tak akan ada pembenaran atas apa yang telah kulakukan. Tapi hatiku benar-benar tidak bisa di kendalikan. Dengan egoisnya ia mencoba berpaling dengan hati yang lain. Membuatku bingung dengan perasaanku sendiri.

ARRRRRGGGGGHHHHH…. aku mengerang dalam hati. Mengacak rambutku, frustasi memikirkan masalah yang sudah kutimbulkan dalam rumah tanggaku.

“Kau kenapa?” tanya Jaera eonni heran melihat sikap anehku hari ini. Jeara eonni, dia adalah staff bagian Arsip di kantorku. Mejanya tepat disamping meja kerjaku. Aku menoleh ke arahnya yang tengah menatapku heran. Apa aku bisa bertanya padanya tentang kegundahan hatiku ?

Eonni-ya” panggilku saat melihatnya kembali sibuk dengan pekerjaannya memasukan Arsip data-data Klien ke dalam sebuah file.

Ia menghentikan pekerjaannya dan menoleh ke arahku “Wae ?” tanyanya

“Emmm…. aku…sepertinya aku sedang dilema” jawabku sambil mencoret-coret kertas kosong di mejaku.

Ia mengerutkan kening “Dilema karena apa ?” tanyanya lagi.

“Aku… sepertinya aku mulai menyukai namja lain”

Ia menaikkan kedua alisnya tak yakin dengan ucapanku “Mwonamja lain ?” aku mengangguk “Nugu ?”

“Kau tau dengan Tn. Wu ?” tanyaku, menyebutkan marga Kris

Ia menggerakan bola matanya berusaha mengingat nama yang kusebutkan. Tiba-tiba ia mencari sesuatu di dalam laci mejanya, lalu mengeluarkan sebuah form yang sudah diisi. Ia menarik foto yang tersemat pada form tersebut.

“Apa Tn. Wu ini yang kau maksud?” tanyanya menunjukan foto Kris ukuran post card.

Aku mengangguk sambil tersenyum sumringah “Ne “ jawabku bersemangat.

Jaera mengangguk-anggukan kepala “Lalu apa hubungannya dilemamu dengan namja tampan ini?”

Senyumku hilang seketika. Aish, kupikir dia sudah mengerti. “Ck, eonni-ya. Tentu saja ada hubungannya. Karena namja yang ada difoto inilah yang sedang aku sukai.”

Jinja???” tanyanya tak percaya. Aku mengangguk pelan. Jaera eonni mengetuk-ngetukan jari kedagunya sambil mengamati foto Kris yang ada ditangannya. “Sepertinya dia memang lebih tampan dari suamimu.”

Aku mengangguk lagi. “Lalu? apa kau akan meninggalkan suamimu demi namja ini?” tanyanya santai.

Aku membulatkan mata, terkejut mendengar pertanyaannya “Mwo? Meninggalkan suamiku? Apa kau sudah gila eonni-ya?” tanyaku kesal. Aku memang sudah kembali menyukai Kris, tapi aku belum sampai berpikiran akan meninggalkan Cho Kyuhyun.

“Lantas apa yang akan kau lakukan dengan kedua namja itu?”

Aku menggeleng pelan “Aku juga tidak tahu eonni-ya, itu sebabnya kenapa aku dilema”

Ia kembali menganggukan kepalanya seolah mengerti, aku bahkan sangsi jika ia bisa mengerti apa yang sedang kurasakan. Ia meraih ponselku, lalu mengutak-atiknya. Aku memandangnya tak mengerti. Mau apa dia dengan ponselku?

“Nah, sekarang kau lihat foto ini” ia menunjukan foto Kyuhyun yang ada di ponselku. “Apa yang kau rasakan?”

Aku mengikuti arahannya, melihat foto Kyuhyun saat kami sedang berlibur di pulau Jeju “Biasa saja” jawabku saat aku tak merasakan apa-apa.

Jaera eonni meletakan ponselku, dan kali ini menunjukan foto post card Kris “Kalau yang ini?”

Bibirku tersenyum saat melihat wajah Kris yang terlihat cool di foto itu “Senang” jawabku, karena hatiku memang merasa senang melihat fotonya.

Ia kembali menyodorkan foto Kyuhyun “Biasa… Senang… Biasa… Senang….Biasa… Se-… Yak. Eonni-ya sebenarnya apa yang kau lakukan ? Kau membuatku semakin pusing saja” omelku kesal saat melihatnya menyodorkan foto Kyuhyun dan Kris secara bergantian.

Ia cemberut mendengar omelanku, lalu meletakan ponselku dan foto Kris ke meja.

“Aku kan hanya ingin tau bagaimana perasaanmu saat memandang foto mereka” Jelasnya. Ouh, jadi maksudnya itu. Aish, tapi tetap saja itu membuatku semakin pusing “Dan dari jawabanmu. Sepertinya kau positif jatuh cinta pada namja itu” ujarnya mengambil kesimpulan. Eh, benarkah? apa aku benar-benar sudah kembali jatuh cinta dengan Kris? dan bukan hanya rasa terpesona dan senang akan kehadirannya kembali dihidupku ?

Aigooo… ini semakin memusingkanku saja “Eonni-ya, justru itu kenapa aku merasa dilema. Aku bingung dengan perasaanku sendiri. Menurutmu apa yang harus kulakukan ?” tanyaku padanya. Saat ini aku benar-benar sedang butuh saran.

“Mana aku tau” jawabnya cuek.

Mwo? Jadi dari tadi aku cerita padamu kau tidak tau harus memberiku saran apa? Aish…” tanyaku kesal.

Ia juga membalasku tak kalah kesal “Kau saja yang bodoh menanyakan masalah seperti ini kepadaku. Jangankan mengurusi dua namja, satu namja saja aku belum pernah. Kau kan tau jika aku….. belum pernah berpacaran” lanjutnya pelan di akhir kalimat.

Ups. Aku lupa. Aigooo.. babo Je Wo-ya. Bagaimana mungkin aku bisa bertanya pada yeoja polos yang bahkan didekati namja saja sudah takut. Ck, benar-benar salah orang.

 

Kris Pov

Aku memandangi yeoja yang sudah satu bulan ini kembali kesisiku. Ia terlihat sibuk mengarahkan beberapa pekerja untuk mengatur barang-barang agar sesuai dengan tempat yang sudah ia atur. Aku benar-benar beruntung bisa mendapatkannya kembali. Ya, meski belum seutuhnya, mengingat statusnya yang kini masih bersuami. Tapi apa peduliku ? selama ia masih mau bersamaku. Aku tidak akan pernah perduli dengan statusnya.

Yang terpenting ia selalu menyediakan waktunya untukku, masalah tentang suami atau anaknya. Itu urusannya sendiri, yang aku inginkan dia tetap disisiku. Aku terus saja memandanginya yang dengan cekatan ikut turun tangan mengangkat barang yang tidak terlalu berat, lalu meletakan di tempat yang menurutnya sesuai.

Bodoh, bagaimana mungkin dulu aku bisa melepaskan yeoja ini. Padahal sudah sangat jelas ia begitu memujaku, hingga rela ku jadikan yang kedua. Ku akui, awalnya dulu aku hanya ingin bermain-main dengannya. Tapi ternyata, ia mampu memberikanku rasa nyaman, yang tak pernah kudapatkan dari yeoja-ku saat itu. Yeoja-ku dulu adalah seorang model, sangat jauh berbeda dengan seorang Shin Je Wo. Yang dulu sangat terkenal cuek dan sedikit tomboy. Mereka seperti dua sisi mata pisau yang sangat berbeda, namun mempunyai ketajaman yang sama. Ya, sama-sama tajam dalam menilik hatiku.

Meski ku tahu yeoja-ku saat itu amat mencintaiku, tapi ambisinya untuk menjadi model internasional membuatnya tidak mempunyai waktu untuk memperhatikanku bahkan dengan kuliahnya sendiri. Hingga akhirnya ia rela untuk kuduakan, dengan alasan karena dia sadar dia tidak selalu ada untukku. Ia mengijinkanku menduakannya meski sedikit tak rela, namun dengan satu syarat. Jika ia sudah memutuskan akan kembali melanjutkan kuliahnya, dimanapun itu. Maka aku harus rela meninggalkan yeoja keduaku, yakni Shin Je Wo dan kembali hanya bersamanya lagi.

Dan syarat itu ia tagih, tepat saat dua tahun aku menjalin hubungan dengan Je Wo. Aku benar-benar sangat labil saat itu, aku mencintai keduanya. Tapi aku juga sadar aku harus memilih salah satu dari mereka. Dan dengan berat hati aku harus memilih yeoja-ku, dan meninggalkan selingkuhanku saat itu. Shin Je Wo. Hah, seandainya aku tahu jika hubunganku saat di Kanadapun harus kandas. Lebih baik aku memilih tetap mempertahankan selingkuhanku.

Dan sepertinya kini Tuhan sedang ingin membalas perbuatanku. Karena sangat jelas sekali kebalikan dari posisi kami saat itu. Jika dulu aku menjadikannya yang kedua, maka kini aku yang dijadikan yang kedua. Kebetulan yang hebat bukan ? Hukum karma memang berlaku sepanjang masa. Semoga saja kali ini nasibku tidak seperti dirinya saat itu, yang harus ditinggalkan ketika ia sangat mencintaiku.

Meski kuakui hubungan kami kini lebih terlarang dibandingkan saat itu, tapi aku sungguh amat tidak perduli. Yang aku inginkan saat ini hanya dirinya, dan sepertinya perasaanku tidak bertepuk sebelah tangan. Karena dapat kulihat dari bagaimana ia masih begitu terpesonanya denganku, sejak pertama kami kembali bertemu satu bulan lalu. Aku mencintainya, masih mencintainya. Dan aku yakin begitupun dengannya, aku tahu pasti sedalam apa perasaannya padaku saat kutinggal dulu. Dan aku harap rasa itu masih terpelihara hingga kini.

Aku berjalan mendekatinya saat semua pekerja sudah mulai pulang setelah menyelesaikan pekerjaannya untuk hari ini. Ia sedang mencuci tangan pada wastafle yang terletak di sisi kanan sebelum kamar mandi. Aku memeluknya dari belakang, meletakkan daguku dibahunya, berusaha menghirup aroma tubuhnya. Ia sedikit terkejut dengan perlakuanku, tapi segera dapat menguasai dirinya. Ia kembali melanjutkan kegiatan mencuci tangannya.

“Kau tidak lelah chagia ?” bisikku ditelinganya.

Ia sedikit mengedikan bahunya, mungkin merasa sedikit geli. Tapi ia tidak menghindar. Ah, yeoja ini, sikap malu-malunya semakin membuatku gemas saja.

“Ah, iya sebentar lagi aku pulang” ujarnya sedikit gugup.

Aku mengerutkan kening mendengarnya. Segera kubalikan badannya menghadap kearahku, ia masih menunduk malu. Aku menyentuh dagunya, sedikit mendongakan wajahnya agar menatapku “Chagia, aku bertanya apa kau tidak lelah ? Tapi kenapa kau menjawab akan pulang ?” tanyaku memandang matanya yang sering kudapati tengah memperhatikanku diam-diam. “Apa kau tidak ingin menemaniku dulu, apakah begitu membosankannya berada didekatku ? eummm ??” tanyaku sambil menyampirkan anak rambut Je Wo yang menjuntai menutupi sebagian wajahnya dan menyelipkannya dibalik telinga. Agar aku bisa leluasa untuk memandangi wajah yeoja yang sudah berhasil masuk kembali kekehidupanku ini.

Ia telihat sedikit canggung menjawab pertanyaanku, “ Eee…. bukan begitu Kris. Kau tahu dengan pasti jika aku sangat senang bisa berada didekatmu. Tapi ini sudah hampir malam.” Kilahnya. mungkinkah ia sedang memikirkan keluarganya ? Tidak, aku tidak ingin dia pulang sekarang. Aku masih ingin berduaan dengannya. Biarlah aku egois. Toh aku juga belum memilikinya secara utuh.

Aku menatap matanya intens, ia terlihat salah tingkah kupandangi seperti ini. Tapi kemudian tatapannya berubah menjadi tatapan memelas, seolah menintaku mengijinkannya pulang. Aish, aku benci melihat tatapan itu. Tapi baiklah, untuk kali ini aku akan membiarkannya pulang. Mungkin sekarang belum waktunya untuk melakukan hal lain.

Aku tersenyum sebelum mendaratkan bibirku dikeningnya. Mengecupnya lama, seolah ingin menyatakan sebesar apa rasaku padanya. Semoga ia mengerti.

“Baiklah, kali ini kau boleh pulang. Tapi kau harus ingat, bahwa aku juga membutuhkanmu sama seperti mereka” rajukku pelan.

Ia tersenyum sebelum melancarkan pelukannya. Hah, yeoja ini selalu membuatku bingung.

 

 

Authro Pov.

 

Sejak pertengkaran Kyuhyun dan Je Wo beberapa waktu lalu. Hubungan keduanya semakin terlihat renggang, Je Wo semakin hari semakin sering pulang malam. Seolah ia sudah lupa dengan tanggung jawabnya dalam keluarga itu. Pulang saat suami dan anaknya sudah tidur, dan sudah pergi sebelum kedua jagoan yang dulu menjadi prioritasnya itu bangun.

Kyuhyun berusaha sebisa mungkin menekan perasaannya yang benar-benar sudah hancur melihat istrinya semakin hari semakin menggila dengan selingkuhannya. Hingga ia dan anaknya benar-benar ditelantarkan. Tapi Kyuhyun berusaha bersabar demi malaikat kecilnya. Ia tak ingin sang istri terlihat rendah dimata anaknya. Betapapun ia marah kepada Je Wo, tapi ia tahu jika anaknya sangat memuja istrinya.

Bocah enam tahun, biasanya  belum mengerti apa-apa tentang masalah orang dewasa. Tapi tidak begitu halnya dengan Hyunje, ia tahu ada yang tidak beres dengan orang tuanya. Terlebih melihat sikap oemma-nya yang kini sangat berubah. Tak pernah lagi ia rasakan kecupan sebelum tidur, atau kelitikan dipagi hari saat sang oemma berusaha membangunkannya. Terkadang secara diam-diam ia mengintip dari balik pintu kamarnya, demi melihat oemma-nya yang akan berangkat bekerja pagi-pagi sekali. Ia begitu merindukan sosok itu. Dada kecilnya sesak dan matanya memanas karena menahan tangis. Tapi ia teringat Oemma-nya selalu berkata jika seorang namja tidak boleh menangis. Dan ia tidak akan menangis. “Apa oemma sudah tidak menyayangiku lagi Chico-ya ?” tanyanya pada hamster kecil, hewan peliharaan yang dibelikan Kyuhyun 3 bulan lalu karena ia berhasil menghafal 5 lagu anak-anak yang ditugaskan gurunya. “Kenapa sekarang oemma berubah ? Apa aku melakukan kesalahan ? Apa aku terlalu nakal ? Aku rindu oemma-ku Chico-ya ? Aku ingin dipeluk oemma” celotehan kecil yang begitu memilukan. Sayang tak ada yang mendengarkan keluh kesahnya, selain hewan kecil yang tengah bermain dengan roda putarnya.

Kyuhyun tahu anaknya adalah anak yang luar biasa. Dapat dilihat dari bagaimana Hyunje berusaha mengerti keadaan orang tuanya “Appa..” ujarnya suatu hari “ Oemma-ku hebat ya, bisa membuat ruangan seindah ini” celotehnya saat membuka-buka katalog ruangan-ruangan hasil design Je Wo. Ia tahu anak itu sangat merindukan Oemma-nya, bisa dibilang ini hanya alibinya untuk menutupi rasa rindunya. Untuk urusan gengsi anak ini persis seperti oemma-nya.  “Aku juga ingin seperti Oemma, Appa. Aku ingin bisa mendesign ruangan seindah ini . Apa oemma akan mengajariku ? Aku janji aku akan jadi anak baik dan tidak akan membantah oemma lagi. Aku ingin di ajari oemma, aku hanya ingin oemima yang mengajariku. Aku ingin…” Kyuhyun segera mendekap anaknya, menghentikan celotehannya yang begitu mengiris hati. Tak ingin hatinya semakin sakit mendengar kegundahan anaknya. Istrinya sudah benar –benar amat sangat keterlaluan. Sebegitu tidak perdulinyakah ia dengan keluarga ini lagi ? Kyuhyun tidak perduli jika dirinya harus merasakan sakit hati akibat perbuatan istrinya. Tapi demi Tuhan, ia sungguh tak rela jika anaknya juga harus menjadi korban.

Ia harus segera mencari solusi atas masalah ini secepatnya. Ia tidak ingin terlarut kedalam ketidak jelasan seperti ini. Terlebih membayangkan nasib anaknya kelak. Ia memutuskan besok akan menemui seseorang yang ia harap dapat membantunya mencari solusi yang tepat. Orang terdekat istrinya. Ia yakin orang itu bisa membantunya.

 

 

Shin Je Wo Pov

Aku sedang dalam perjalanan menuju rumah sepupuku, tadi pagi ia menelponku dan memintaku untuk datang kerumahnya siang ini. Ah sudah berapa bulan aku tidak kerumahnya. Aku jadi rindu pada mulut bawelnya itu. Shin Hyo Rim, satu-satunya sepupu yang kupunya. Yah, walau kuakui mulutnya agak sedikit pedas jika berbicara. Tapi sebenarnya dia orang yang baik dan perhatian.

Sebenarnya tadi Kris berkeras memaksa untuk mengantarku, tapi aku segera mencegahnya. Membawa Kris ke hadapan Hyo Rim, sama saja menyerahkan nyawa Kris. Karena Hyo Rim adalah orang yang paling sakit hati saat melihatku dicampakan oleh Kris. Dari awal bahkan ia sudah menunjukan ketidak sukaannya pada namja itu secara gamblang. Alasannya jelas karena Kris dengan kurang ajarnya berani menjadikanku selingkuhannya.

Tak tahu bagaimana jadinya kalau sampai Hyo Rim tahu saat ini aku kembali menjalin hubungan dengan Kris. Mungkin ia bisa mengulitiku hidup-hidup. Aku bergidik ngeri membayangkan amukannya.

Aku memarkirkan mobilku di halaman rumahnya. Sepi sekali, apa ahjussi dan ahjuma sedang pergi ? aku segera berjalan meuju rumahnya, kutekan bel beberapa kali. Tak lama terdengar suara orang berjalan menuju pintu, pasti itu Hyo Rim. Benar dugaanku, aku tersenyum saat mendapati sosoknya dari balik pintu. “Hyo Rim-ah…..” teriakku senang. Aku segera memeluknya, menumpahkan rasa rinduku yang lama tak berjumpa dengannya “Bogoshippoooo” lanjutku masih memeluknya.

Nado eonni-ya” balasnya. Kami berjalan memasuki rumah masih saling berangkulan. Aku benar-benar merindukan dongsaengku yang cerewet ini.

“Kau ingin minum apa ?” tanyanya saat kami sudah sampai di ruang TV rumahnya. Aku melepas rangkulanku, lalu menghempaska diriku kesofa kemudian segera menyalakan TV saat melihat remote tergeletak disampingku. Hyo Rim segera berjalan kearah dapur

“Terserah, yang segar-segar kalau ada” jawabku saat melihatnya membuka pintu kulkas.

Tak lama, ia sudah kembali dengan dua gelas orange juice. Aku segera menyambutnya karena jujur aku juga sangat haus. Ku teguk juice dalam gelas ditanganku ini hingga setengahnya.

“Bagaimana kabarmu ?” tanya Hyo Rim, setelah aku meletakan gelas itu di meja kecil disamping sofa yang sedang kududuki.

“Baik” jawabku singkat.

“Keluargamu ?” lanjutnya lagi.

Aku terdiam sesaat, sebelum akhirnya menjawab pelan “Baik”

Kenapa aku merasa ada yang aneh dengan Hyo Rim kali ini, apa dia sedang ada masalah ?

“Lalu, apa kabarnya dengan… Kris ?” pertanyaannya membuat tanganku yang sedang memencet tombol pada remote berhenti seketika. Aku menoleh kearahnya, matanya menatapku tajam. Tubuhku menegang seketika, apa ini yang membuatnya terlihat aneh hari ini ? Apa ia sudah tau tentang masalahku ?

“K-kenapa kau menanyakan kabarnya ? Mana aku tahu tentang kabarnya. Kau kan tahu jika aku…”

“Kembali berhubungan lagi dengannya ?”potongnya langsung.

Aku terbelalak mendengar ucapannya. Benar, dia sudah tahu masalahku. Tapi bagaimana bisa ? Apa…

“Kyuhyun oppa kemarin kemari” jelasnya seolah bisa membaca pikiranku. Aku membuang pandanganku kearah TV, meski aku tak memperhatikan acaranya. Kyuhyun. Ternyata dia benar-benar membuktikan ucapannya untuk mencari tahu tentang hubunganku. Tapi bagaimana mungkin ia bisa berpikiran untuk bertanya kepada Hyo Rim ?

Aku bisa merasakan aura Hyo Rim mulai berubah, nafasnya mulai terdengar lebih cepat dari yang tadi. Aku tahu sebentar lagi akan ada kata omelan yang keluar dari mulutnya.

“Astaga… apa sebenarnya yang ada di pikiranmu eonni-ya ? Kau itu bodoh-tolol- atau apa ? keledai saja tidak akan terjatuh dua kali di lubang yang sama. Tapi kau ! Kau bahkan dengan bodohnya sengaja menjatuhkan dirimu dilubang yang sama dua kali. Dua kali eonni-ya !” teriaknya kesal. Aku tahu ia benar – benar murka kali ini. Dan aku tidak bisa menemukan kata untuk menentangnya.

“Apa yang kini kau rasakan ? Apa kau merasa jatuh cinta lagi ? begitu ?’ sindirnya, aku masih membiarkanya mencecarku “Kau sadar tidak kau itu sekarang siapa ? Kau itu sudah menikah eonni-ya, bukan remaja bodoh lagi. Kau sudah menjadi seorang istri, seorang ibu. Dimana akalmu ? Hingga bisa berpikiran untuk bermain dengan namja lain. Terlebih  dengan namja yang jelas-jelas telah membuangmu seperti sampah !”

“Jaga ucapakanmu Shin Hyo Rim, aku ini eonni-mu !” bentakku saat kata-katanya sudah mulai keterlaluan.

“huhhh” dia mengdengus kesal “Aku bahkan malu mengakuimu sebagi eonni-ku jika melihat sikapmu saat ini” balasnya tanpa sopan santun.

Aku ikut emosi mendengar kata-katanya yang semain pedas saja “Lalu kau mau apa Hyo Rim-ah ? Ini masalahku, perasaanku, rumah tanggaku. Apa hakmu ikut campur dalam masalahku ?”

“Ooh, tentu saja aku harus ikut campur karena perbuatanmu ini akan berdampak buruk untuk kakak ipar dan keponakanku. Aku tidak perduli dengan selingkuhanmu itu. Yang aku pikirkan disini adalah keluargaku. Apa aku harus diam saja melihat rumah tangga eonni-ku hancur hanya karena ketololannya yang bisa terjerat cinta masa lalu, yang bahkan tidak memberikan kenangan indah sama sekali.” Hyo Rim berusaha mengatur emosinya yang mulai tak terkendali, tapi sepertinya terasa sulit.

“Sebenarnya apa yang ingin kau cari eonni, kurang baik apalagi Kyuhyun oppa padamu ? Apa dia pernah mempermasalahkan kemampuan memasakmu ? Tidak kan ? Apa dia pernah melarangmu bekerja ? Tidak. Dia bahkan memberikanmu kebebasan untuk melanjutkan karirmu meski sebenarnya dia lebih suka kau dirumah untuk merawat Hyunje. Dia juga tidak pernah protes meski kau selalu cuek dan tidak begitu memperhatikannya. Kehadiranmu saja sudah cukup baginya eonni.” Kali ini nada bicaranya sedikit melunak.

“Ku mohon pikirkan kembali perbuatanmu ini eonni, aku yakin itu hanya obsesi masalalumu. Kau hanya ingin membuktikan diri bagaimana perasaan Kris padamu. Kau tidak benar-benar mencintainya eonni, kau hanya terobsesi untuk memilikinya karena kau pernah gagal memilikinya untukmu sendiri.”

Aku menggelangkan kepalaku mendengar penuturannya “Tidak Hyo Rim, aku mencintainya. Aku masih mencintainya, sama seperti dulu. Dia sudah mengakui kesalahannya, dia menyesal telah meninggalkanku dulu. Dia masih mencintaiku Hyo Rim, dia mencintaiku !” kataku keras kepala.

Hyo Rim menggertakan giginya menahan kesal “Apa kau sadar dengan apa yang kau katakan eonni ? Kau itu sudah bersuami. Bagaimana mungkin kau bisa mencintai namja lain. Terlebih namja yang jelas-jelas pernah menyakitimu. Apa yang membuatmu yakin jika dia tidak akan mengulangi perbuatannya dulu ? Apa kau bisa menjaminnya ?”

Aku terdiam, aku tidak tahu harus menjawab apa. Apakah Kris akan kembali meninggalkanku seperti dulu ? Jujur saja selama ini aku tidak pernah berpikiran tentang hal itu, lebih tepatnya tidak ingin memikirkannya. Aku terlalu bahagia dapat kembali bersama Kris, hingga aku tidak ingin memikirkan kemungkinan-kemungkinan buruk apa yang akan terjadi nantinya.

“Tidakkah kau sadar eonni, bahkan Tuhan saja tidak pernah mentakdirkan kalian untuk bersama” lanjut Hyo Rim, kali ini suaranya lebih terkesan membujuk.

“Apa maksudmu ?” tanyaku tak mengerti, kenapa ia bisa berbicara seperti itu ?

“Apa kau tidak pernah menyadari hubungan kalian ? Tidak dulu ataupun sekarang, kalian selalu terjebak dalam hubungan cinta terlarang. Hanya saja kali ini posisinya yang terbalik. Jika dulu kau yang berada diposisi kedua, kini Kris yang merasakan posisi itu, menjadi yang kedua. Tidakkah kau sadari itu ? Akan selalu ada hati yang tersakiti dengan hubungan ini eonni. Dan tidak akan pernah ada pembenaran untuk itu.” jelasnya menatap mataku lembut. Aku tahu ia berusaha menjelaskan posisi hubunganku dengan Kris.

Lagi-lagi aku tidak pernah memikirkan hal ini. Sudah kubilang aku selalu menjadi orang bodoh jika sudah menyangkut namja tampan itu. Saat bersama Kris yang ada dipikiranku hanya ada aku dan dia, tanpa pernah memikirkan orang-orang disekitar kami yang mungkin seperti kata Hyo Rim tadi, merasa tersakiti karena hubungan kami.

“ Sadarlah eonni, ada suami dan anak yang masih membutuhkan perhatianmu. Buang semua obsesi yang masih bersarang dihatimu, itu bukan cinta eonni. Itu obsesi. Obsesi masalalu yang belum tersampaikan, kau hanya penasaran saja.”

Aku kembali menggelengkan kepalaku tidak setuju dengan  ucapan sepupuku ini. Hyo Rim menarik nafas kesal melihatku yang selalu menyangkal ucapaannya. Aku tahu apa yang dia katakan semuanya benar. Tapi aku tidak ingin mempercayainya. Aku yakin dengan hatiku, aku mencintai Kris.

“Baiklah, sekarang aku tanya padamu. Bagaimana perasaanmu terhadap Kyuhyun oppa ? Apa kau masih mencintainya ?”

Molla” jawabku pelan. Sungguh, aku benar-benar tidak tahu bagaimana perasaanku kini terhadap Kyuhyun. Aku sendiri tidak tahu apa aku masih mencintainya atau tidak.

Hyo Rim terlihat putus asa mendengar jawabanku “ Lalu, sekarang apa yang akan kau lakukan ? bercerai ?”

Aku membulatkan mataku, tak percaya mendengar kalimat itu. Aku tahu aku gila karena sudah berselingkuh, tapi aku juga tidak pernah berpikir untuk bercerai dengan Kyuhyun. “Apa kau gila ? Aku bahkan tidak pernah memikirkan hal itu” bantahku tak terima.

Ia mengerutkan kening mendengar bantahanku “Lalu kau ingin bagaimana ? Kau ingin tetap berselingkuh, sementara kau juga tidak ingin kehilangan keluargamu ? Kau egois eonni-ya ! Aniyo, kau gila ! Apa kau pikir Kyuhyun oppa akan diam saja membiarkan dirinya dikhianati sedemikian jelas ? Hanya orang tolol yang akan bertahan dengan pernikahan seperti itu, dan aku yakin Kyuhyun oppa masih cukup pintar untuk mengambil keputusan yang benar.”

“Sudahlah, sekarang terserah padamu. Aku tidak akan mencampuri urusanmu lagi. Aku hanya menyayangkan saja jika harus kehilangan kakak ipar sebaik Kyuhyun oppa, dan keponakan sepintar Hyunje.” Aku menunduk, berusaha mencerna semua ucapan Hyo Rim. Tapi dari tadi pikiran dan hatiku tidak mau sejalan, mereka memilih jalannya masing-masing.

“Hanya kau yang tahu apa yang terbaik untuk hidupmu eonni. Mungkin saat ini kau bisa berpikir untuk meninggalkan Kyuhyun oppa. Karena kau merasa kau mencintai Kirs. Tapi coba tanyakan pada hati kecilmu, apa kau akan sanggup jika kehilangan Kyuhyun oppa yang sudah 6 tahun menemani dan memberimu malaikat kecil ? Meninggalkan dan kehilangan adalah dua hal yang berbeda eonni. Kini, kuerahkan semuanya kepadamu eonni-ya” ujarnya pelan, mengelus punggungku sebentar. Sebelum berlalu pergi kekamarnya. Aku tahu sejak tadi ia menahan tangisannya, ia paling tidak bisa melihat keluarganya dalam masalah. Terlebih jika ia tidak bisa membantu mengatasi masalah itu. Ia akan merasa tidak berguna. Maafkan aku Hyo Rim, aku tahu kau menyayangiku. Tapi ku mohon biarkan kali ini saja aku melakukan kesalahan.

 

 

Author Pov

Setelah berusaha meyakinkan Hyunje jika oemma-nya sedang sibuk, hingga tidak bisa menemani mereka makan siang. Akhirnya kini Kyuhyun, Hyunje dan Ha Won tengah duduk disebuah restoran untuk menikmati makan siang. Ha Won terus mengajak Hyunje bercanda untuk mengalihkan kesedihan bocah itu karena tidak bisa makan siang bersam oemma-nya. Terkadang Kyuhyun juga menimpali gurauan mereka.

Saat tengah asyiknya mereka menyantap makan siang sambil sesekali masih diselingi gurauan atau celotehan lucu Hyunje. Tatapan anak itu berhenti pada sepasang yeoja dan namja yang sedang tertawa ceria dengan tangan saling bertaut mesra. Meski ia tidak tahu siapa namja itu, tapi ia sangat mengenali yeoja yang kini tangannya berada dalam genggamman namja itu.

Appa.” Panggilnya pada Kyuhyun yang duduk di seberangnya “Bukankah itu oemma” tunjuk Hyunje pada pasangan yang dilihatnya.

Kyuhyun menghentikan makannya dan menoleh cepat kearah yang ditunjuk Hyunje. Rahangnya menegang seketika, cengkramannya pada gagang garpunya kian menguat. Seiring naiknya emosi dalam dirinya. Dengan kasar ia bangkit dari duduknya, hingga menimbulkan suara derit kursi yang sangat keras. Membuat sebagian pengunjung menoleh kearahnya. Tapi ia tak perduli. Ia segera melangkah menuju meja tempat pasangan yang ditunjuk Hyunje tadi berada. Ha Won yang merasakan ketegangan disekitarnya, segera meraih Hyunje kepangkuannya. Bocah itu menurut sambil matanya terus mengikuti gerakan Appa-nya, yang kini tengah menghampiri oemma-nya.

Pasangan itu masih belum menyadari bahaya apa yang tengah mengancam mereka. Tanpa permisi Kyuhyun segera melayangkan pukulannya kewajah namja yang tak lain adalah Kris, kekasih gelap istrinya.

“Kyu !” teriak Je Wo terkejut saat melihat Kyuhyun tiba-tiba melayangkan tangannya kewajah Kris. Ia sampai lupa berpikir bagaimana suaminya bisa ada disini. Kyuhyun tidak menanggapi teriakan istrinya dan tatapan ingin tahu orang-orang disekitarnya. Suasana restoran yang sedang ramai membuat mereka menjadi pusat perhatian.

Secara membabi buta Kyuhyun terus melayangkan bogem mentahnya kewajah namja yang sudah merusak rumah tangganya itu. Tanpa mempedulikan erangan kesakitan dari korbannya, Kyuhyun terus saja melayangkan pukulannya. Ia sama sekali tidak memberi kesempatan kepada lawannya itu, untuk membalas atau bergerak sedikitpun. Satu pukulan mendarat dan disusul dengan pukulan berikutnya.

“HENTIKAAAN !!!” teriak Je Wo lantang, teriakan itu sontak membuat Kyuhyun menghentikan gerakannya.

Ia kembali menegakkan badannya, kini matanya menatap istrinya dengan pandangan membunuh yang sangat kentara “Kau gila ! Kau bisa membunuhnya Kyu” bentak Je Wo, berusaha membantu Kris untuk berdiri. Keadaannya sungguh mengenaskan, darah terus keluar dari bibirnya yang robek, dan sebagian wajahnya kini sudah lebam-lebam.

Melihat itu emosi Kyuhyun kembali naik, digerakannya kakinya untuk menendang perut Kris hingga terjatuh kembali dari papahan Je Wo. “KYU !!! CUKUP !!!” teriak Je Wo lagi.  Ia benar- benar ngeri melihat keadaan Kris kini. Kris akan benar-benar mati jika Kyuhyun terus melancarkan serangannya.

“Bukankah sudah kuperingatkan untuk jangan pernah menampakan kemesraan kalian dihadapanku dan Hyunje. Aku akan membunuhnya jika itu sampai terjadi. Dan nyatanya kau meremehkan peringatanku Shin Je Wo. Jadi jangan salahkan aku jika aku akan benar-benar membunuhnya.”

Oemma” ucap suara kecil di belakang Kyuhyun. Je Wo menoleh kearah suara itu, ia terkejut melihat Hyunje ternyata ada disini. Pantas Kyuhyun begitu marah padanya dan Kris. Hatinya miris mendapati anaknya melihatnya dengan keadaan seperti ini,

“Hyunje” Je Wo ingin menghampiri Hyunje, tapi Kyuhyun segera mencegahnya.

“Tolong bawa Hyunje ke mobil nona Jung” pintanya pada sang sekertaris. Ha Won segera menggendong Hyunje menjauhi tempat itu. Bocah itu sama sekali tidak memberontak, matanya terus menatap oemmanya dengan pandangan yang sarat akan kekecewaan.

“Kau tidak perlu mengurusi anakku lagi nona Shin. Lebih baik sekarang kau urus saja kekasihmu ini, sebelum dia benar-benar mati ditanganku.” Geram Kyuhyun, ia kembali melayangkan tendangannya kebadan Kris. Sebelum benar-benar pergi meninggalkan restoran itu.

 

***

Kyuhyun terkejut saat sore hari ia pulang kerumah mendapati Je Wo tengah duduk di sofa, matanya menatap layar TV yang gelap karena tidak dinyalakan.

“Kenapa kau ada disini ? Kau tidak merawat kekasihmu ? eoh ?” tanya Kyuhyun skeptis.

“Aku sudah membawanya kerumah sakit, dan meminta suster untuk menjaganya” jawab Je Wo dengan keberanian yang tersisa dalam dirinya. Ia tahu ia seperti menggali kuburannya sendiri karena berani menemui Kyuhyun disaat emosi suaminya ini masih bergejolak.

“Benarkah ? Kenapa bukan kau saja yang merawatnya ? Apa kau tidak khawatir ? Mungkin saja tiba-tiba dia mati sementara kau tidak ada disampingnya ?” sindir Kyuhyun tajam. Ia sedang menikmati perubahan raut wajah istrinya yang kini kian memucat.

“Dimana Hyunje ?” tanya Je Wo, saat melihat Kyuhyun pulang seorang diri.

“Dirumah oemma, tadi ia memaksa ingin menginap disana” jelas Kyuhyun. Je Wo menatapnya curiga “Tenang saja bukan aku yang ingin menyembunyikannya darimu, itu bukan gayaku. Tapi dia sendiri yang memaksanya” jelas Kyuhyun, tak ingin dituduh menjauhkan sang anak dari oemma-nya.

Je Wo berjalan pelan kearah Kyuhyun, “Kyu, aku ingin menjelaskan semuanya. Aku…”

Ucapan Je Wo terhenti saat Kyuhyun mengangkat tangannya, tanda agar Je Wo tidak meneruskan ucapannya “Aku sudah tahu semuanya. Tenang saja, aku tidak akan mempersulitmu nona Shin.” Ucap Kyuhyun. Kini tak adalagi panggilan Ny. Cho yang keluar dari bibir suaminya. Dan Je Wo sadar betul apa kesalahannya. “Apa kau mencintainya ?” tanya Kyuhyun pelan, berusaha menyembunyikan rasa nyeri yang kian menusuk hatinya.

Je Wo mengangguk pelan, sebelum menjawab cepat“Tapi aku juga mencintaimu”

Kyuhyun tersenyum kecut, mengejek ucapan Je Wo. Terlalu cepat bagi Je Wo mengucapkan kata itu, hingga Kyuhyun yakin betul itu tidak sungguh-sungguh dari hatinya.

“Sudahlah, jangan memaksakan hatimu nona Shin. Pergilah, aku tidak akan menahanmu”

“Tapi Kyu…”

“Aku bukan pilihan Je Wo-ya, aku tidak akan merendahkan diriku dengan membiarkanmu memilih antara aku atau dia ! Dan aku tidak memerlukan raga, yang bahkan dihatinya sudah tidak ada ruang untukku” jelas Kyuhyun mencoba bersikap tenang. Ia merasa emosinya sudah terkuras habis hari ini. Terlalu banyak yang terjadi hingga ia tidak bisa memikirkan harus melakukan apa terhadap istri yang kini sudah tak bisa diraihnya lagi.

“Kyu aku mohon…”

“Pergilah Je Wo-ya. Jika kau memang masih mencintaiku. Aku memberikanmu waktu untuk menata hati, agar kau bisa memantapkan hatimu. Dan kau boleh kembali, jika kau sudah mengetahui hasilnya. Aku akan menerimanya apapun hasilnya. Aku sudah bilang tidak akan mempersulitmu. Jadi kau tenang saja, kau bisa berpikir dengan tenang”

“Lalu Hyunje, bagaimana dengannya ?” tanya Je Wo ragu.

“Hyunje akan baik-baik saja. Kau bisa menemuinya kapanpun kau mau. Aku tidak akan menjauhkan kalian. Aku sadar walau bagaimanapun kau tetap ibunya.” Ujar Kyuhyun saat ia menangkap raut khawatir diwajah istrinya. Istri yang mungkin tak lama lagi akan segera dilepasnya.

“Pergilah Je Wo- ya. Jangan sampai aku berubah pikiran.”

 

 

Je Wo Pov

Sudah 4 hari aku menginap dihotel. Mencari ketenangan untuk menjernihkan pikiranku yang kian keruh, karena memikirkan masalah rumah tanggaku. Kyuhyun kembali membuktikan ucapannya, ia benar-benar tidak ingin menggangguku, terbukti hingga saat ini ia tidak menghubungiku sama sekali. Jujur dari hati kecilku aku merindukannya, terutama Hyunje. Entah bagaiman kabar anakku itu, aku belum berani menghubunginya. Selama 4 hari ini aku terus memikirkan apa yang harus kulakukan untuk menyelamatkan keutuhan rumah tanggaku.

Saat sedang sendiri, aku terkadang berpikir untuk kembali pada Kyuhyun. Tapi saat berada di dekat Kris, pikiran itu entah menguap kemana. Kris seolah telah menyedot seluruh perhatianku. Seperti saat ini. Sekarang aku sedang berada di rumah Kris yang baru sebagian selesai kudesign, masih ada beberapa ruangan lagi yang masih dalam tahap penyelesaian.

Sejak inseden pemukulan yang dilakukan Kyuhyun pada Kris tempo hari. Aku semakin sering berlama-lama dirumah Kris, untuk merawat luka yang diakibatkan suamiku itu. Lukanya memang sudah tak separah beberapa hari yang lalu, kini lebamnya sudah mulai memudar. Tak begitu mengerikan lagi. Sebenarnya Kris memintaku untuk tinggal dirumahnya, daripada dihotel. Tapi aku masih tahu dengan statusku. Aku tidak ingin membuat masalah semakin runyam.

Aku sedang berkutat dengan ponselku untuk mem-browsing internet, mencari cara membuat bubur. Kris memintaku membuatkannya bubur. Astaga, bubur ? Memasak nasi saja terkadang tidak matang apalagi bubur. Kris, tidak tahukah kau jika aku sangat antipati dengan yang namanya memasak. Hishikshiks,,,, rasanya aku ingin menangis saja. Sudah setengah jam aku didapur tapi belum ada yang kulakukan. Dari tadi aku sibuk mencari resep cara termudah membuat bubur. Sebenarnya aku sudah menawarkan untuk membeli saja, tapi Kris berkeras ingin mencoba masakanku. Aigooo… dia ingin mati muda karena masakanku ya ?

“Bagaimana ? Apa sudah jadi ?” tiba-tiba ia sudah berada di belakangku. Astaga… Apa dia ingin membuatku jantungan ? Mengagetkan saja.

Apa tadi katanya ? Sudah jadi ? Mulai saja belum apanya yang sudah jadi ? “Eh, mmm,,, mian  Kris. Aku sedang mencari resepnya dulu” jawabku, sedikit salah tingkah saat ia menatapku datar atau sedikit… bingung ?

“Resep ? Hanya untuk membuat bubur kau butuh resep ?” tanyanya tak percaya “Kau ini yeoja  atau bukan ? Membuat bubur saja tidak bisa. Aku sudah kelaparan sejak tadi, tapi kau malah hanya berdiam diri disini,” bentaknya saat melihatku tak melakukan apapun didapurnya.

Aku terdiam ditempatku. Sadar akan satu hal. Kris membentakku hanya karena aku tidak bisa memasak. Tiba-tiba ucapan Hyo Rim, terngiang ditelingaku. Kyuhyun tidak pernah mempermasalahkan kemampuan memasakku. 6 tahun aku hidup dengannya belum pernah dia membentakku hanya karena aku tidak bisa memasak. Aku mengernyit merasakan sedikit rasa nyeri yang menilik hatiku, melihat kenyataan ini. Apa aku telah keliru ?

Kris yang melihatku terdiam kaku, seperti menyadari sesuatu. Wajahnya langsung memucat saat sadar apa yang telah ia lakukan “Mi-mian chagia. Aku.. aku… aku tidak bermaksud membentakmu. Aku hanya… aku…” ia terlihat bingung mencari alasan.

Aku tersenyum melihatnya kegugupannya. Menarik nafas dalam, sekedar menetralkan hatiku yang tadi sempat sedikit terasa nyeri. Tapi hanya sedikit, tentu saja. Mana mungkin aku bisa marah dengan namja tampan ini. aku mengelus pipinya pelan, mencoba menghilangkan kegugupannya “Gwaenchana Kris, aku tau kau tidak bermaksud membentakku. Aku juga minta maaf, karena aku tidak bisa memasakan apa yang kau mau” ucapku pelan.

Ia menggelengkan kepalanya, meraih tanganku yang masih mengelus pipinya. Mendekatkan tanganku kebibirnya, lalu mengecupi telapak tanganku berkali-kali sambil terus menggumamkan kata maaf. Benarkan ? Aku tidak akan tahan marah dengannya. Lihat saja bagaimana caranya meminta maaf. Rasanya membuatku hampir meleleh.

Kini aku sedang membantu Kris mengoleskan lotion penghilang bekas luka, pada wajah Kris yang sedang berbaring di tempat tidur. Aku memiringkan badanku kearahnya untuk mempermudah pekerjaanku. Matanya terus menatapku saat aku mengolesi wajahnya.

Chagia..”panggilnya pelan.

“Hmm…” sahutku masih serius mengolesi lotion ini kewajahnya.

“Kau tidak akan meninggalkankukan?” aku menghentikan kegiatanku saat mendengar pertanyaannya. Aku tidak tahu harus menjawab apa, karena sampai saat ini aku juga masih belum bisa memantapkan hatiku. Aku tak menjawab pertanyaannya, dan kembali melanjutkan kegiatanku mengobati lukanya. Tapi kedua tangannya segera menangkap tanganku. “Jawab aku chagia, kau tidak akan meninggalkanku kan ?” tanyanya lagi. aku masih terdiam. Ia semakin mendekat kearahku “Aku mohon jangan tinggalkan aku. Aku mencintaimu, sangat mencintaimu” ucapnya pelan sebelum mendaratkan bibirnya dibibirku.

Tubuhku menegang saat merasakan bibirnya menempel dibibirku. DEG. Apa yang aku lakukan ? Aku… aku mengijinkan pria selain suamiku, menciumku ? Aku ingin menghentikan ini, tapi Kris yang menyadari penolakanku tak hilang akal. Ia segera melumat bibirku, menghisapnya pelan. Tubuhku yang tadinya menolak, kini mulai bisa menikmati kelembutan bibir Kris yang melumat bibirku. Sepertinya otakku sudah tidak berfungsi dengan benar.

Kris semakin memperdalam ciumannya, kini secara perlahan ia mulai membalikan posisi kami. Sekarang tubuhku sudah berada dibawahnya, dengan posisi bibir kami masih saling bertautan. Ciumannya membuat saraf-saraf dalam tubuhku melemas seketika, menyerah pada godaan yang diciptakannya. Semakin lama ciuman Kris semakin intens, seolah ia ingin memuaskan diri menikmati bibirku. Wajahku mulai memerah karena kehabisan nafas. Aku menggerak-gerakan tanganku yang berada dalam genggamannya, mencoba memberitahunya jika aku butuh bernafas.

Kris yang mengerti maksudku segera mengalihkan ciumannya. Aku memalingkan wajahku untuk mengambil nafas sebanyak-banyaknya. Berusaha mengisi kembali oksigen  kedalam paru-paruku yang tadi sempat berkurang banyak. Kini kurasakan bibir Kris mulai menciumi rahangku, bergerak pelan menuju leherku. Sial, ini gila. Bagaimana mungkin aku bisa membiarkan pria lain menyentuhku seperti ini. Tapi aku juga tidak munafik, jika aku menikmati sentuhan Kris.

Kris semakin berani melakukan aksinya. Ia terus mencumbui leherku, kini tangannya berusaha membuka kancing kemejaku. Ouh, Kris kau membuatku gila. Aku bergerak-gerak gelisah merasakan kecupannya dileherku. Aku memang menikmati sentuhannya, tapi sebagian hatiku seperti berteriak mengatakan jika ini salah, ini tidak benar, dan ini tidak boleh terjadi. Tapi tubuhku menampik itu semua, tubuhku dengan egoisnya terus menikmati sentuhan namja ini di tubuhku.

Tapi tepat saat Kris akan membuka kancing ketigaku, tiba-tiba bayangan wajah Hyunje yang menatapku dengan pandangan kecewa terlintas dipikiranku. Dan detik itu juga, aku merasa tertampar. Aku sadar yang aku lakukan ini tidak benar, dan aku harus segera menghentikannya. Harus.

Aku mencoba mendorong tubuh Kris yang kini sudah menurunkan cumbuannya. Aku menggelengkan kepalaku menolak perlakuannya. Ini salah. “Kris… ngghhhh… Kris… hen…ti..kan…” aku berusaha mendorong tubuhnya ditengah godaan yang kian melandaku. Namun aku tak mau kembali terbuai, aku kembali mendorong tubuhnya yang semakin menindihku. “Kris… Hentikan !” tapi Kris tak mempedulikan kata-kataku, ia terus melancarkan aksinya. Dengan sisa kesadaran yang kupunya, sekuat tenaga aku mendorong tubuhnya dari tubuhku. “KRIS !!!” teriakku sambil mendorong tubuhnya kuat, hingga tanpa sengaja tanganku mengenai gelas yang ada dimeja samping tempat tidur ini dan….

PRANKKK….

Ia seperti tersadar saat mendengar pecahan gelas itu. “Ehm… mian chagia. Aku.. aku… sedikit lepas kendali. Sungguh, aku… aku…” ia terlihat bingung saat menyadari penolakanku. Aku tak menanggapi ucapannya, dan buru-buru merapihkan pakaianku yang sudah terbuka sebagian. Melihatku diam saja, ia segera meraih bahuku “Mian chagia, apa… apa… aku telah menyakitimu ? Apa aku berlebihan. Aku mohon maafkan aku, aku tidak bermaksud seperti itu. aku…”

“Sudahlah Kris, kau tidak salah. Aku yang salah, seharusnya aku tidak membiarkanmu melakukan sejauh itu.” aku menampik permintaan maafnya. Menurunkan tangannya dari bahuku. Ini memang bukan hanya kesalahan Kris. Tapi aku, jika aku tidak terbuai dengan sentuhannya. Ia tidak akan melakukan hal tadi.

Ponselku berbunyi, tepat saat Kris akan mengatakan sesuatu. Aku memandang layar ponselku. Ha Won eonni ? ada apa Ha Won eonni menghubungiku. Tanpa berpikir lama, aku segera menekan tombol answer. Belum sempat aku berkata, Ha Won eonni sudah lebih dulu mengabarkan berita yang membuat tubuhku membeku seketika.

M-mwoya ???” tanyaku tak percaya.

 

Author POV

Je Wo segera menuju rumah sakit yang tadi disebutkan Ha Won. Tubuhnya serasa lumpuh saat mendengar bahwa suaminya kecelekaan. Ia bahkan langsung meninggalkan Kris setelah mendapat kabar tersebut dari Ha Won. Aku benar-benar hina, bagiamana mungkin aku bisa bermesraan dengan pria lain sementara suamiku sedang mengalami musibah. Je Wo memaki dirinya dalam hati. Menyadari kesalahan fatal yang sudah ia lakukan.

Ia terus berlari sepanjang koridor rumah sakit, mencari-cari ruangan tempat suaminya dirawat yang tadi disebutkan Ha Won. Saat menemukan ruangan yang dicarinya Je Wo segera menyeruak masuk kedalam ruangan itu. Ia mendapati sesosok tubuh tengah terbaring lemah di sebuah ranjang. Lengkap dengan perban disebagian besar tubuhnya, ditambah dengan infus yang tersambung ke tangan namja yang telah ia sakiti ini.

Hatinya mencelos menatap pemandangan menyakitkan dihadapannya. Kakinya serasa lemas. Tuhan. Inikah hukumanmu untuk kekhilafan yangku buat ? batinnya menangis. Ha Won yang saat itu sedang menunggui Kyuhyun. Segera menghampiri Je Wo, saat melihat tubuh itu mulai melemas karena shock.

“Tenangkan dirimu Je Wo-ya. Tn. Cho  akan baik-baik saja, ia hanya menderita luka ringan. Tidak ada yang serius, hanya memar di beberapa tempat akibat benturan yang lumayan keras. Saat ini ia hanya pingsan saja, mungkin sebentar lagi akan siuman” ujar Ha Won berusaha menenangkan.

Je Wo menggelengkan kepalanya. Airmatanya turun, seiring rasa sesal yang menumpuk didadanya. Seolah mengejek kebodohan yang telah ia lakukan “Bagaimana bisa seperti ini eonni-ya ?” tanya Je Wo disela isak-tangisnya.

“Aku juga tidak tahu pasti bagaimana kejadian sebenarnya. Tapi yang aku tahu, tadi saat di kantor Tn. Cho mendapat telpon dari sekolah Hyunje, mengabarkan jika Hyunje terjatuh saat sedang berolahraga. Tn. Cho yang panik, segera menuju sekolah Hyunje. Dan… mungkin saking terburu-buru, Tn. Cho kurang memperhatikan jalan sehingga menyebabkannya kecelakaan ini” jelas Ha Won.

Tubuh Je Wo semakin bergetar karena tangisan. Ia benar-benar mengutuki kebodohan dan keegoisannya, hingga menyebabkan keluarganya menderita seperti ini. Seandainya saja ia tidak menuruti hasratnya akan kegilaan masalalu. Pasti kejadian ini tidak akan terjadi. “Hyunje. Bagaimana keadaannya ? Dimana dia sekarang ? Kenapa tidak ada disini ?” tanya Je Wo panik saat ingat penjelasan Ha Won tentang Hyunje yang terjatuh. Bocah itu walaupun sering bersikap sok dewasa, tapi dia paling tidak bisa tahan jika tubuhnya terluka sedikit saja. Dia pasti akan menangis kesakitan. Apalagi kini bocah itu terjatuh saat berolah raga, terbayang bagaimana tersiksanya anak itu, merasakan sakit tanpa sang ibu yang biasanya akan selalu merawatnya dengan begitu perhatian. Kini anak itu harus ikut merasakan keegoisan sang ibu.

Ha Won menuntun Je Wo duduk disofa yang ada di ruangan itu “Hyunje baik-baik saja Je Wo-ya. Lukanya tidak parah, hanya sedikit tergores dibagian lututnya. Gurunya bilang Hyunje juga sudah baik-baik saja, hanya Tn. Cho saja yang begitu khawatir. Dan sekarang Hyunje ada dirumah mertuamu. Tadi Ny. Cho yang menjaga suamimu, tapi setelah aku datang aku memintanya untuk beristirahat dan membawa Hyunje pulang. Meski anak itu menolak, dan ingin terus menemani appa-nya. Tapi akhirnya ia menyerah juga, setelah dijanjikan besok akan datang kemari lagi” jelas Ha Won sambil mengelus pelan punggung Je Wo . Tiba-tiba ponsel Ha Won berbunyi. Ha Won segera mengangkatnya, dan tak lama kemudian ia berpamitan pulang. Karena kini sudah ada Je Wo yang akan menjaga Kyuhyun.

Gomawo eonni-ya. Maaf aku terlalu sering merepotkanmu” ucap Je Wo.

Ha Won tersenyum manis sambil mengelus lengan yeoja yang sudah ia anggap adiknya ini. “Gwaenchana Je Wo-ya, itu gunanya teman kan ?” Je Wo mengangguk mengiyakan. Ha Won segera meninggalkan ruangan itu.

Kini hanya ada dirinya dan Kyuhyun yang sedang berbaring tak berdaya. Je Wo tak bisa menghentikan air matanya yang terus mengalir. Rasa sesal itu datang juga. Penyesalan yang sudah terlambat. Ia duduk disamping suaminya, menggenggam tangan yang kini terasa dingin. Tangan yang sempat ia lepaskan, hanya karena kebodohannya. Kini ia sadar, jika semua yang ia rasakan pada Kris itu bukan cinta. Benar kata Hyo Rim, itu hanya obsesi masalalunya. Obsesinya untuk memiliki Kris seorang diri tanpa ada wanita lain seperti dulu. Tapi sebenarnya itu bukan cinta. Ia tahu itu. Ia tahu siapa yang sebenarnya ia cintai, kini hatinya telah mantap. Ia yakin jika ia mencintai namja ini, namja yang kini sedang terbaring dihadapannya. Ia yakin akan cintanya, karena ia sangat merasakan sakit saat melihat suaminya terbaring tak berdaya seperti ini.

Ia tidak bisa jika harus kehilangan namja ini. Ia tidak sanggup. Ia bahkan tidak ingin membayangkan kemungkinan apa yang akan terjadi. Ia menarik tangan Kyuhyun kebibirnya. Mengecupi punggung tangan itu, seolah dengan begitu Kyuhyun akan memaafkan kesalahannya “Kyu, bangunlah aku mohon. Maafkan aku Kyu, aku bodoh, aku tolol. Aku adalah yeoja paling egois didunia, maafkan aku karena telah menyakitimu begitu dalam Kyu. Aku mohon sadarlah. Aku berjanji tidak akan mengulangi kesalahanku lagi. Kau boleh marah padaku, kau boleh menghukumku. Tapi kumohon sadarlah. Aku membutuhkanmu Kyu, masih membutuhkanmu, dan akan selalu membutuhkanmu. Aku tidak bisa hidup tanpamu Kyu. Aku mohon sadarlah” ujar Je Wo parau, air matanya membasahi tangan Kyuhyun. Sebenarnya ia sudah merasa tak pantas meminta maaf kepada Kyuhyun. Kesalahannya terlalu fatal. Ia sudah begitu banyak menyakiti hati suaminya, bahkan anaknya. Belakangan ini ia begitu asyik dengan dunianya hingga melupakan kedua jagoannya yang juga membutuhkan perhatiannya. Seandainya ia tidak begitu bodoh, yang dengan  mudahnya bisa terpesona dengan namja lain. Pasti ini semua tidak akan terjadi. Ia terus memeluk tangan Kyuhyun didadanya, dan terus menciumi punggung tangan suaminya. Berharap Kyuhyun segera tersadar.

Dan sepertinya doanya terkabul, mungkin Tuhan sedang berbaik hati padanya. Kyuhyun mulai siuman “Euugghh…” erang Kyuhyun merasakan sakit saat berusaha menggerakan badannya.

“Kyu, jangan bergerak dulu Kyu. Tenanglah, aku akan menjagamu disini” ujar Je Wo saat melihat Kyuhyun ingin menggerakan tangannya.

Kyuhyun membuka matanya perlahan, melihat siapa orang yang berada disampingnya. Ia mengerjapkan matanya beberapa kali untuk memfokuskan pandangannya. Lalu senyum kecut tersungging dibibir pucatnya “Kau disini rupanya ? Ada apa ? Apa kau ingin memastikan aku mati atau tidak ? Sebegitu inginnyakah kau menyaksikan kematianku ? Hingga kau harus menungguiku ?” sindir Kyuhyun, dengan suara yang masih lemah.

Je Wo menggelengkan kepalanya “Tidak Kyu, tidak seperti itu. Aku disini untuk menjagamu, aku akan merawatmu” jelas jewo menampik tuduhan Kyuhyun.

Tapi Kyuhyun tak menggubrisnya, ia masih ingat bagaimana terakhir kali melihat istrinya. Terlihat jelas jika istrinya itu ingin segera lepas darinya. Jadi ia masih tidak yakin jika kini istrinya bilang akan merawatnya “Lalu bagaimana dengan kekasihmu ?”

“Aku akan meninggalkannya” jawab Je Wo Cepat “Aku sadar aku telah melakukan sesuatu yang amat sangat bodoh. Aku tau aku salah, dan aku tidak akan memaksamu untuk memaafkanku. Tapi aku mohon biarkan aku tetap berada disampingmu Kyu. Aku ingin merawatmu, aku tidak ingin jauh darimu. Aku membutuhkanmu Kyu” sepertinya stock air mata Je Wo sedang bertambah, karena dari tadi matanya tiada henti membasahi pipinya dengan air mata penyesalan.

Kyuhyun menarik tangannya dari dekapan Je Wo dengan kekuatan yang seadanya. Je Wo ingin meraih tangan itu lagi, tapi Kyuhyun segera menepisnya. Ia mengoyangkan tangannya pelan, menyuruh Je Wo menyingkir dari hadapannya “Pergilah” ucapnya pelan.

Je Wo kembali menggelengkan kepalanya “Tidak Kyu, aku tidak akan pergi. Aku akan teus disini untuk menjagamu. Ku mohon Kyu” pinta Je Wo memelas.

Kyuhyun kembali menggerakkan tangannya “Pergilah Je, keadaanku saat ini tidak memungkinkan untuk bertengkar. Jadi biarkan tubuhku pulih kembali. Arra ? sekarang pergilah.” Usir Kyuhyun lemah.

Kali ini Je Wo menurut, ia tidak ingin semakin memperburuk keadaan suaminya.

Ia keluar dari ruangan itu, tapi tidak pergi kemanapun. Ia akan tetap menjaga suaminya dari luar ruangan, duduk dikursi yang disediakan untuk pengunjung. Ia sudah cukup puas, walau hanya bisa menunggui suaminya dari luar. Besok pagi ia akan menyelesaikan masalahnya dengan Kris. Ia sudah mengambil keputusan. Ia tidak akan pernah meninggalkan keluarganya. Tidak akan.

 

Je Wo Pov

“Tidak. Kau tidak bisa melakukan ini padaku chagia.” Sembur Kris, tidak terima saat aku memutuskan akan meninggalkannya.

“Aku mohon mengertilah posisiku Kris, kita tidak bisa melanjutkan hubungan ini. Ini salah, sejak awal kita memang tidak pernah ditakdirkan untuk bersama Kris. Tidak dulu ataupun sekarang, kita selalu terlibat cinta terlarang.” jelas Je Wo, mengutip ucapan yang pernah dikatakan  Hyo Rim padanya.

“Omong Kosong” bantah Kris tidak terima “Kau pikir aku perduli dengan terlarang atau tidaknya hubungan ini. Aku tidak perduli apapun yang aku perdulikan hanya kau dan aku.” Ujar Kris keras kepala.

Aku berpikir keras berusaha mencari cara agar Kris bisa mengerti akan posisinya saat ini “Aku mohon Kris, biarkan aku kembali pada keluargaku. Mereka membutuhkanku Kris.”

“Dan kau pikir aku tidak ?” teriaknya marah.

“Aku tidak bisa terus seperti ini Kris. Kita harus segera mengakhiri hubungan ini. aku tersiksa menjalani semua ini. Hatiku menangis Kris. Aku mohon mengertilah”

“Apa kau pikir aku tidak tersiksa ? Apa kau pikir aku tidak menderita ? Selama ini kau menyembunyikan hubungan kita, seolah-olah itu adalah penyakit yang mematikan”

“Oh Ya. Hubungan ini memang seperti penyakit yang mematikan. Sangat mematikan. Karena hubungan inilah, yang sudah menghancurkan keluargaku.” Bentakku membenarkan kata-kata Kris.

Kris menatapku tajam  “Aku tidak akan melepaskanmu chagia” geramnya.

Aku menarik nafas dalam untuk meredakan emosiku. “Terserah apa katamu. Yang pasti mulai sekarang hubungan kita berakhir. Aku tidak ingin kau menggangguku lagi Kris. Jauhi aku seperti dulu kau meninggalkanku. Berusahalah untuk melupakanku, anggap saja kemarin hanya sekilas nostalgia kita.”

“Lalu bagaimana dengan kerjasama kita. Apa kita akan terus bertemu, tapi hanya bersikap profesional ?”

“Tidak. Aku tahu kau tidak akan pernah bisa bersikap profesional terhadapku. Aku sudah meminta rekanku untuk menggantikanku menangani proyek ini. Ia sangat direkomendasikan diperusaahanku.”

Matanya masih menatapku tajam, tapi aku tak memperdulikannya. Aku benar-benar harus menguatkan hatiku agar tidak tergoyah lagi. “Jadi kita benar-benar sudah berakhir ?”

“Ya”

“Tidakkah kita masih bisa berteman Je Wo-ya” tanyanya, memandangi wajahku yang terlihat datar. Baguslah, kini ia sudah tidak menggunakan panggilan sayangnya lagi. Semoga itu pertanda ia sudah bisa melepaskanku.

“Tidak” jawabku tegas “Kita tahu hubungan pertemanan tidak akan pernah terjadi diantara kita. Karena kita berdua sudah tahu dengan pasti, jika kita tidak bisa berdekatan tanpa melibatkan perasaan”

“Apa kau tidak mempercayaiku ?”

Ani, aku tidak mempercayai diriku sendiri” ia tercengang mendengar jawabanku. Sebelum ia menyadari apa yang aku maksud. Aku harus segera pergi. “Selamat tinggal Kris. Maaf karena aku tidak bisa bersamamu. Permisi” aku segera pergi dari rumahnya. Sebelum aku kembali melakukan kesalahan, jika dia berhasil menahanku.

 

***

Aku kembali kerumah sakit, ternyata Kyuhyun masih tertidur saat aku datang. Aku merapihkan selimutnya yang sedikit berantakan, karena gerakan tidurnya. Aku mengecup keningnya sejenak. Sebelum menjatuhkan tubuhku disofa. Baru aku ingin memejamkan mataku saat aku mendengar suara pintu dibuka. Aku segera menoleh kearah pintu.

Kudapati eomonim masuk sambil menuntun Hyunje disampingnya. aku terenyak melihat anakku. Berapa hari aku tak melihatnya. Berapa waktu yang telah kusia-siakan, tanpa memperhatikannya. Hyunje mengerutkan keninganya saat melihatku. Wajahnya berubah dingin. Ada apa dengan putraku, kenapa dia bersikap seperti itu.

“Je Wo-ya ? kau sudah kembali ? kudengar dari Kyuhyun kau ada tugas di Busan ? apa sudah selesai ?” tanyanya. Tugas ? di Busan ? Ah, aku mengerti, itu pasti alasan yang Kyuhyun ucapkan saat eomonim menanyakan keberadaanku. Kyu, disaat tersakitipun kau masih melindungiku.

Ne eomonim, mian aku baru kembali”

Gwaenchana” ucapnya sambil tersenyum. Aku berjalan mendekati Hyunje. Tapi bocah itu dengan cepat menyembunyikan diri dibalik tubuh eomonim. Eh, ada apa dengannya ? Kenapa ia seperti menghindariku.

“Hyunje-ah” panggilku pelan. Ia semakin mengeratkan pegangannya dibaju eomonim. Aku semakin tidak mengerti dengan sikapnya.

“Hyunje-ah, ada apa ? kenapa kau bersembunyi ? apa kau tidak merindukan oemma-mu ? eoh ?’ tanya eomonim.

Hyunje segera menggelangkan kepalanya, dan meminta eomonim mengendongnya. Aku semakin mendekatinya. “Hyunje-ah, sama oemma saja ? ne ?” bujukku sambil menyentuh lengannya.

Tapi ia segera menepis tanganku “Shireo. Aku tidak ingin bersama oemma. Aku tidak mau halmeoni. Aku tidak mau” kini ia menangis sambil memeluk leher eomonim.

Hatiku sakit menerima penolakan anakku sendiri. Apa dia juga sedang menghukumku karena selama ini aku sempat mengabaikannya. Ya Tuhan, separah ini kah kesalahan yang telahku buat. Hingga anakku sendiri tidak mau kudekati. Aku masih berusaha menyentuhnya. Aku merindukannya, sungguh. Tapi ia semakin kencang memeluk eomonim, kini badannya meronta-ronta tak ingin kusentuh.

“Aku mau pulang halmeoni, aku mau pulang. Aku tidak ingin bertemu oemma. Hikshikshiks…” kini ia menangis kencang.

Ya Tuhan. Bahkan kini anakku tidak ingin bertemu denganku. Hati ibu mana yang tidak sakit mendapat penolakan dari anak yang telah dilahirkannya. Tapi aku berusaha mengerti, mungkin Hyunje masih kesal karena sikapku belakangan ini. Ku akui aku memang salah. Secara tak langsung, Hyunje juga menjadi korban keegoisanku.

Arra. Arra. Kita pulang. Tapi hentikan dulu tangisanmu” bujuk eomonim. “Je Wo-ya, mungkin Hyunje masih kesal karena beberapa hari ini kau tinggalkan. Tenang saja, besok pasti dia akan baik lagi, jika perasaan kesalnya sudah hilang. Tolong jaga suamimu. Karena sepertinya anakmu sedang tidak bisa diajak berkompromi” ujar eomonim.

Aku mengangguk “Ne eomonim, aku titip Hyunje. Maaf merepotkanmu” ujarku tak enak.

Eomonim tersenyum sambil memeluk Hyunje yang kini menyembunyikan wajahnya di balik punggung eomonim.

Aku menghempaskan tubuhku kesofa setelah eomonim pergi. Aku memeluk kedua lututku dan menyembunyikan wajahku disana. Lagi-lagi aku menangis. Mataku kembali mengeluarkan air mata penyesalan. Penyesalan yang selalu datang terlambat.

 

***

Aku kembali lagi kerumah sakit, setelah tadi pagi sempat pulang sebentar untuk berganti baju. Saat aku memasuki ruang perawatan Kyuhyun, aku melihat anakku sedang duduk bersandar disofa seorang diri. Kyuhyun masih tertidur diranjangnya. Setelah kemarin ia juga mendiamkanku seharian, seolah tak menganggap kehadiranku didekatnya.

Aku berjalan mendekati Hyunje yang tengah serius bermain PSPnya. Ia terkejut saat mendapatiku berada dihadapannya. Tapi kemudian tubuhnya kembali menegang seperti kemarin. Apa dia akan menolakku lagi ? Aku mohon kali ini jangan. Jangan memolak oemma nak.

“Hyunje-ah” panggilku, aku berlutut dihadapannya untuk mensejajarkan tubuhku dengannya yang sedang duduk disofa. “Kau dengan siapa kemari ?” tanyaku pelan.

Ia tidak menjawabku, wajah dinginnya kembali ia tunjukan. Aku berusaha menahan airmataku yang ingin kembali eksis, meramaikan suasana ini. “Hyunje-ah. Maafkan oemma ne ?” ujarku sambil berusaha menyentuh tangannya yang mencengkram PSPnya kuat.

Oemma tahu, oemma salah. Tapi oemma mohon maafkan oemma, ne ? Oemma sangat menyayangimu Hyunje-ah.”

“Kau bohong oemma, kau tidak menyayangiku” ucapnya dingin. Ia bahkan tidak melihat kearahku. Semarah itukah kau pada oemma ?

Ani, aku menyayangimu. Sangat. Jangan pernah berkata seperti itu lagi ne ? Kau harus tahu oemma selalu menyayangimu” bujukku berusaha memeluknya.

Tapi ia mencegahku “Sudahlah oemma, untuk apa kau ada disini. Bukankah biasanya kau juga selalu meninggalkan kami ?” sindirnya tepat sasaran. Aku serasa ditampar mendengar pernyataan itu keluar dari mulut anakku.

Oemma minta maaf, oemma janji tidak akan mengulanginya lagi. Oemma mohon maaafkan oemma” aku berusaha memeluknya kembali. Tapi lagi-lagi  ia menolakku.

“Tidak oemma, aku tidak mau bertemu denganmu. Pergilah, kau hanya mengganggu waktu istirahat appa-ku saja. Appa-ku itu sedang sakit, ia butuh istirahat. Kenapa kau selalu menganggunya”

Kini aku benar-benar menangis, anakku mengusirku ? Tidak, kali ini aku tidak akan meninggalkan mereka lagi. Seperti apapun mereka mengusirku aku tidak akan pergi.

Aku berusaha memeluk Hyunje, meski ia tidak mau. Aku telus memeluk tubuh kecilnya yang terus meronta-ronta dalam dekapanku. “Lepaskan oemma. Lepaskan… aku tidak mau kau peluk. Aku benci padamu. Aku benci… Lepaskan aku…”teriaknya. Aku tidak memperdulikannya dan tetap memeluknya. Hingga aku mendengar suara berat seorang namja “Ada apa ini ?” tanya Kyuhyun , ia menaikan bagian atas tempat tidurnya, agar posisi badannya lebih tinggi.

Hyunje segera melepaskan diri dari pelukanku, dan berlari menaiki ranjang appa-nya, lalu mengambil posisi duduk disamping Kyuhyun. Ia langsung memeluk appanya.

“Apa yang kau lakukan padanya Je ?” Tanya Kyuhyun menatapku tajam. Ia mengelus punggung Hyunje yang tengah terisak dipelukannya.

“Aku hanya memeluk anakku Kyu, aku merindukannya.” Jawabku parau. Dadaku masih nyeri menerima penolakan anakku. Dan kini suamikupun sepertinya akan melakukan hal yang sama.

“Untuk apa lagi kau masih disini ? Bukankah sudah kubilang untuk tidak usah mengusik kami lagi”

Aku berjalan mendekati ranjang Kyuhyun, berdiri diujung ranjang tempat kakinya berada. Aku bersimpuh sambil mendekap kakinya. Mataku kini semakin bengkak karena terus memproduksi air mata. “Mungkin kalian sudah bosan mendengarkan permintaan maafku, tapi aku tidak akan pernah berhenti mengucapkannya, sebelum kalian memaafkanku. Aku tau kesalahanku tidak mudah dimaafkan. Aku sudah menelantarkan kalian demi keegoisanku. Aku rela jika kalian akan menghukumku, apapun itu. Tapi aku mohon, jangan menyuruhku pergi. Aku tidak bisa meninggalkan kalian, aku tidak bisa hidup tanpa kalian. Kalian segalanya bagiku. Aku mohon biarkan aku disini. Jangan mengusirku lagi” aku menundukan kepalaku, mengeratkan dekapanku pada telapak kaki Kyuhyun.

Hening.

Tidak ada yang bersuara.

Lama kami terdiam, hingga aku dikejutkan dengan suara tawa Hyunje.

“HUAHAHAHHAHAA…..” aku mendongak, menatapnya bingung. Ada apa dengan bocah ini, tadi ia menangis saat kupeluk dan kini ia tertawa keras. Apa ia mulai tidak waras setelah beberapa hari kutinggal ? Aigoo… anakku tidak boleh gila.

Wae ? kenapa kau tertawa ?” tanya Kyuhyun heran. Hyunje menunjuk-nujuk kearahku, tawanya masih menggema diruangan ini.

“Lihatlah appa, wajah oemma ketika ia menangis. Tidakkah terlihat bodoh ?” katanya asal. Ia menutupi mulutnya yang masih mengeluarkan tawa keras.

Kyuhyun mengamatiku sejenak, lalu sejurus kemudian… “HUAHAHAHHAA….. ne Hyunje-ah, kau benar. Tampang oemma-mu itu bodoh sekali. Lihatlah bagaimana penampilannya kini, rambut acak-acakan, mata yang bengkak seperti panda. Huahahhaa…. menyedihkan sekali oemma-mu” ejek Kyuhyun menimpali perkataan Hyunje. Tawa mereka berdua membahana didalam ruangan VVIP ini.

Tertawa ? Mereka tertawa ? Apa maksud semua ini ? Aku menatap mereka tak percaya. Jadi mereka mempermainkanku ? Jadi sebenarnya Kyuhyun baik-baik saja ? Dia tidak kecelakaan begitu ?

“Kalian mempermainkanku ? eoh ?” tanyaku tajam. Kini airmataku berhenti seketika, melihat situasi saat ini. Kedua namja menyebalkan ini masih asyik menertawaiku.

Berhari-hari aku menangisi mereka, bahkan beribu kali mulutku mengucapkan kata maaf. Tapi nyatanya mereka hanya mempermainkanku. Aku bangkit dari posisiku, mencengkram kedua kaki Kyuhyun yang tadi ku dekap “Yak. Yak. Yak. Sakit babo. Kau ini ingin meminta maaf atau ingin mencari masalah baru huh ?” tanya Kyuhyun kesal, saat aku mengcengkramnya terlalu kuat.

Aku melepaskan kedua tanganku. Menatap mereka berdua tajam, Kyuhyun dan Hyunje sudah mulai menghentikan tawa mereka. “Wae ? kau mau marah ?” tanya Kyuhyun. Kini suaranya sudah normal kembali, tidak diserak-serakkan seperti kemarin-kemarin. “Bagaimana rasanya diabaikan ? Tidak enak ? Sakit ? Tersiksa ?” tanyanya lagi. Aku terdiam, tidak menjawab apa-apa “Seperti itulah yang belakangan ini aku dan Hyunje rasakan saat kau mulai berubah. Kami bahkan sudah tidak mengenalimu lagi, kau benar-benar berbeda. Kau berubah.”

Aku kembali menundukan kepalaku, menyadari apa yang Kyuhyun katakan semuanya benar. Aku tidak akan berusaha menyangkalnya.

“Aku mengerti, aku tidak akan menyalahkan kalian jika kalian marah padaku. Tapi sungguh, aku tidak bisa meninggalkan kalian. Maafkan aku” ucapku parau. Menatap wajah mereka bergantian.

“Baiklah, aku akan memaafkanmu oemma” ucap Hyunje. Aku segera menatapnya. Ia seperti sedang memikirkan sesuatu “Tapi ada syaratnya” benarkan ? Ada yang dia pikirkan. Bocah licik ini, tidak akan mau melakukan sesuatu secara cuma-cuma.

Mwoya ?” tanyaku

Ia tersenyum sebelum menjawab “Berikan aku dongsaeng” jawabnya riang.

Mwo ???” mataku membulat sempurna mendengar syarat darinya. Syarat macam apa itu ? aku melirik suamiku. Pasti namja mesum itu dalang semuanya. Karena yang aku tahu Hyunje tidak pernah mau jika ditanyakan masalah adik. Aku menyipitkan mataku melirik Kyuhyun curiga.

Mwoya ? Kenapa kau menatapku seperti itu ?” tanya Kyuhyun

Aku semakin menatapnya tajam “Hyunje tidak pernah mau memiliki dongsaeng, dan jika ia sampai mempunyai permintaan seperti itu, pasti ada yang menghasutnya kan ?”

“Heiii.. kau menuduhku menghasut Hyunje ? begitu ?” tanyanya tak terima atas tuduhanku.

“Mana aku tahu apa yang kalian rencanakan dibelakangku”

“Hyunje-ah, apa appa yang menyuruhmu meminta dongsaeng kepada oemma-mu ?” tanya Kyuhyun pada Hyunje yang tengah memperhatikan perdebatan kami.

Anak itu menggeleng tegas “Tidak”

“Lalu kenapa tiba-tiba kau bisa meminta dongsaeng ? Bukankah dulu kau tidak ingin memiliki dongsaeng ?” tanyaku panasaran.

“Karena teman-teman sekolahku semuanya memiliki dongsaeng, hanya aku yang tidak. Dan sepertinya memilik dongsaeng tidak seburuk yang kukira. Benarkan appa ?” tanyanya pada Kyuhyun, yang tersenyum mendengar jawabannya.

“Benar sekali”

“Jadi bagaimana ? Apa kau akan memberikannya oemma ?” tanya Hyunje memastikan.

Aku terdiam menatap pasangan appa adan anak ini bergantian. Meskipun aku kesal karena mereka sudah mengerjaiku, tapi aku senang karena keluargaku sudah kembali lagi seperti dulu. Mereka mau memaafkanku saja itu sudah cukup, dan aku akan mentolerir kejahilan mereka kali ini.

Mereka masih menunggu jawabanku. Aku menarik nafas pelan, sebelum menjawab malas “Baiklah, kali ini sepertinya aku bersedia untuk negosiasi”

Jinja ??? hoaaahhh,,, aku mencintaimu oemma” ujar Hyunje girang sembari menghambur kepelukanku. Aku menyambutnya dengan senang hati. Akhirnya aku bisa memeluk anakku kembali. Kukira ia akan benar-benar membenciku.

“Hyunje, panggil Hyo Rim ahjuma kemari” ujar Kyuhyun

Aku melepaskan pelukan Hyunje “Hyo Rim ?” tanyaku tak mengerti.

Ne dia sutradara ini semua” jelas Kyuhyun.

Hyunje segera, meloncat dari ranjang dan berlari keluar ruangan.

“Siapa saja yang terlibat ?” tanyaku penasaran. Aku yakin, ini semua sudah direncanakan dengan sangat matang. Hingga terkesan sungguhan.

“Rahasia” jawab Kyuhyun singkat.

“Aku hanya ingin tahu, ayolah.” bujukku

Ia tetap menggeleng “Tidak sebelum kau berjanji, tidak akam membunuh mereka satu persatu”

Sudut bibirku sedikit tertarik menahan senyum ragu mendengar jawaban Kyuhyun “Ani, aku hanya akan menguliti mereka saja” kilahku. Ia tersenyum mendengar ucapanku.

Aku segera mendekati Kyuhyun saat mata kami saling bertemu “Kyu, maafkan aku. Aku…”

“Ssssstttt…. tidak usah dibahas.” Ujarnya mengangkat tangan, menyuruhku berhenti bicara “Aku tidak ingin tahu tentang namja itu, aku tidak perduli padanya.” Lanjutnya lagi. Kemudian seulas senyum tersungging dibibirnya “Tapi Aku senang kau kembali. Saat kau bilang kau mencintaiku. Aku tahu kau bersungguh-sungguh dengan ucapanmu. Itu sebabnya kenapa aku berani membiarkanmu pergi. Karena aku yakin kau akan kembali. Kau kan tidak bisa jauh-jauh dari pria tampan sepertiku” ujarnya percaya diri.

Aku mencibirnya sebal “Tidakkah kau terlalu percaya diri Tn. Cho ?”

“Tidak. Karena aku tahu kau sangat mencintaiku. Benarkan ?”

Meskipun aku tidak pernah mau mengakui didepannya. Tapi kali ini dia benar “Ne, aku memang mencintaimu,sangat.” Ia menarikku kedalam pelukannya. “Terima kasih telah memaafkanku Kyu. Dan terima kasih masih mau menerimaku kembali.”

“Siapa yang bilang aku sudah memaafkanmu ?”

Aku mendongakan wajahku menatapnya “Maksudmu ?” tanyaku tak mengerti, apa dia masih marah padaku ?

“Aku akan memaafkanmu, setelah kau memenuhi janjimu pada Hyunje untuk memberinya dongsaeng” jawabnya sambil tersenyum evil. Ia semakin mengeratkan pelukannya. “Ayo kita buat sekarang” ujarnya bersemangat.

Mwo ? Yak . kau gila. Ini dirumah sakit babo

“Memangnya aku peduli.” Ujarnya santai. Dan menarikku masuk kedalam selimutnya.

Dan aku ? Lagi-lagi aku kembali takluk dalam sentuhannya. Ternyata sentuhan Cho Kyuhyun masih berpengaruh besar pada diriku, terutama tubuhku. Tidak ada tempat yang paling indah selain berada dalam dekapan suamiku.

Saranghae Cho Kyuhyun. Aku akan selalu menjaga rasa itu dalam hatiku. Aku berjanji.

 

 

 

FIN

Missing scene

 

“Apa kau yakin Hyo-ya ?” tanya Kyuhyun saat Hyo Rim menyatakan idenya untuk membuat Je Wo kembali.

“Tentu saja, istrimu itu kan bodoh, dia pasti akan segera menyesali perbuatannya. Percayalah” jawab Hyo Rim meyakinkan. “Kau hanya tinggal meminta bantuan dokter. Park. Setelah itu kita bisa melanjutkan rencana selanjutnya.” Ujar Hyo Rim, menyarankan Kyuhyun meminta bantuan dokter keluarga mereka itu untuk melancarkan rencananya.

“Ne appa, kau itu seperti tidak kenal istrimu saja. Ny. Cho itu paling tidak bisa melihat namja tampan. Matanya seperti mempunyai radar tersendiri untuk melacak namja-namja tampan disekelilingnya” ujar Hyunje asal. Beruntung sang oemma tidak mendengarnya, bisa dipastikan ia kan habis jika oemma-nya tahu ia mengejeknya.

“Setuju Hyunje-ah, kajja kita latihan. Kau ingatkan apa yang sudah ku ajarkan kemarin ?” tanya Hyo Rim. Hyunje mengangguk pasti. “Baiklah, ayo kita praktekan. Coba sekarang kau peragakan bagaimana kau menangis jika nanti oemma-mu ingin menyentuhmu”

Hyunje, menyiapkan dirinya menghitung dalam hati. Satu.. dua.. tiga “HUAAAAAA,…. SHIREOOO, AKU TIDAK MAU BERSAMA OEMMAAAA… LEPASKAAAANNNN!!!!!!!!!” teriaknya lantang,

Hyo Rim segera menutup telinganya. Beruntung Kyuhyun tadi segera pergi menemui dokter Park, jika tidak maka ia akan mendengarkan teriakan anaknya yang begitu memekakan telinga.

“Yak. Yak. Yak. Hentikan, hentikan, hentikan.” Teriak Hyo Rim tak kalah kuat “Kau ingin membuatku tuli ? eoh ? Kau itu hanya tidak mau didekati oemma-mu babo. Bukannya mau diculik.  Kenapa teriakanmu kencang sekali. Berlebihan. Ayo ulangi.”

Hyunje hanya menyengir bocah, mendengar omelan ahjuma-nya “Ingat, jangan berlebihan.” Tegas Hyo Rim. Hyunje mengangguk patuh.

“Nah, nanti saat oemma-mu mencoba mendekatimu, kau segera minta gendong halmeoni ne ? peluk lehernya, agar oemma-mu tidak bisa memelukmu. Arraseo?”

Ne” Hyunje mengangguk mantap

“Ayo kita coba.” Hyo Rim menggendong bocah yang kini semakin berat itu. “Sekarang kau peluk leherku.” Hyunje segera memeluk leher Hyo Rim dengan kencang. Membuatnya susah bernafas. Sebenarnya ia sudah mengerti semua yang telah diajarkan ahjuma-nya. Hanya saja ia masih ingin mengerjai ahjuma-nya yang cerewet ini. Hahahahah…. tawanya dalam hati.

“hogh,hogh,hogh. Hyun…Je… Lep… pas” ucap Hyo Rim susah payah karena Hyunje memeluk lehernya begitu kuat. Ia mencoba menyingkirkan tangan Hyunje.

Hyunje yang melihat ahjuma-nya sudah merasa kewalahan segera melepaskan pelukannya. Hyo Rim segera menurunkan bocah itu dari gendongannya. Ia langsung memegangi lehernya.

“Yak. Dasar babo. Halmeoni-mu akan mati jika kau memeluknya seperti tadi.” omel Hyo Rim sambil melayangkan jitakan kekepala keponakannya itu.

“Aish, kau ini kejam sekali ahjuma. Aku kan hanya mengikuti ajaranmu. Dasar yeoja cerewet.”gerutu Hyunje kesal sambil mengusap kepalanya yang berdenyut akibat jitakan ahjuma-nya,

“Apa kau bilang ?” tanya Hyo Rim kesal.

Aniyo. Kau cantik ahjuma

Jinja ?”

Ne, coba saja kau bercermin di gelas” ujar Hyunje bersiap untuk lari menghindari ahjuma-nya.

Mwo ? Yak. Mana bisa terlihat bercemin digelas. Kau mengerjaiku ? eoh ? Dasar bocah evil. Jangan lari kau !” teriak Hyo Rim saat melihat Hyunje sudah berlari menghindarinya.

“Karena kecantikanmu memang tidak terlihat ahjuma. Huahahahhahahah….” ujarnya sambil berlari menghindari kejaran sang ahjuma yang sedang mengamuk.

 

FIN. FIN.FIN

HUAAAAHHHH… Ny. Cho ntahlah seperti apa ini hasilnya, saiia memang paling susah kalo disuruh bikin konflik.

Dan lagi ini diburu mau tutup buku. Jadi mahap ye, jika hasilnya tidak memuaskan.

Hehehehee…

Tapi semoga bisa membantu kegalauan hatimu ne ?

Aish, sebenarnya saiia sedikit tidak rella melihat anda di puja dua namja tampan itu. tapi apa mau dikata. Nasi sudah menjadi lontong. Yah, tinggal dinikmati sadjha.

Saiia masih dalam proses belajar. Jadi kalau ada yang kurang-kurang harap maklum ea….

Oceyyy…

Byebyebye…..

Ps : Sesuai g judulnya ? kebodohan saiia yg lainnya, yakni susah untuk menentukan judul. Dirimu bisa ganti dengan judul yg menurutmu sesuai koq.

 

 

 

 

Shin je wo note:

 

Huwaaaaaa demi apa?? Saya sukaaaaaaaaaaa sumpah deh, aku deg2an bacanya eonnie… perasaan galaunya kece badaiiiii. Aku aja sampek bingung klo disuruh milih antara Kris sama Kyuhyun *alibi* Cuma aku rada kagak ikhlas nganggurin si Kris. Muahahha

 

Si kyu kata-katanya bener2 tajam n menyakitkan! Rasanya pas ngena dihati. Kyaaa love you so much eonnie. Kau telah membuat adegan kissing yang sangat HOT antara aku sama Kris. Muahahahha.kenapa gk dibiarin ajah si kris buka baju saya sampek tuntas? *ditendang kyuhyun* Situ bahkan lebih profesional nulis FF ketimbang saya. *nyengir kuda* tapi aku kagak rela sama scean yg meluk kaki si kyuhyun. apaan? Kagak sudi! *bini durhaka* aku kesel sendiri ya bacanya, masa di kerjai sama itu bocah abnormal. Pan biasanya saya yang ngerjain…

 

Terusss, setuju banget sama yg Hyunje bilang Ne appa, kau itu seperti tidak kenal istrimu saja. Ny. Cho itu paling tidak bisa melihat namja tampan. Matanya seperti mempunyai radar tersendiri untuk melacak namja-namja tampan disekelilingnyamuahahah anak yang pengertian….

 

And last message! Sebelumnya aku kagak pernah maksa buat kalian yang baca ninggalin komen di FF aku. But, for this time! Aku mintaaaaaa banget komentarnya! Yahhh aku minta kalian buat hargain tiap FF temen yang aku publish di FF aku, klo FF aku gk di komen sih kagak masalah. Tapi ini kan punya temen ku, iya kagak Nur mania eonnie? *kedip2 mata*

 

Abis ini tinggal nunggu FF dari eonnie ku yang sebiji lagi… Aila Gyu eonnie!! Kirimin ff nya ne? palliwa!!!!!

 

Okeh! Saatnya saya kembali menghilang *tringggg*

 

Shin je wo

About these ads

Penulis: Shin Je Wo

this is my WORLD

217 gagasan untuk “[FF Project] Second Chance For You

  1. huft menguras emosi!!!
    bnr2h dah klo tu nyata abiz tu ce ma elf brani2 dy 2in kyu gemez!!!

    keren2 crtany nyesek abiz tp blkangny tetep kocak!!

  2. nyesek bacanya tapi ff nya keren bgt ! ! !

  3. Woalahhhh baca ini bikirn pikiran ma hati mendidih thor (?)
    Bete bgt sm je wo, aduh khilafnya kelewat parah, tp untung bisa balik ke jln yg bnr wkakaka
    Walaupun dengan cara yg agak sedikit ajaib

  4. demi ap??? nie bnar2 mnguras emosi… yaa ampunn konflik perslingkuhanx ngena bgtz. kyu oppa bnar2 dewsa bgtz dsni.. klw ituw qu udh ta bejek2 siapa pun yg jdi posisi k 2.. hahhhaa
    ituw hyun jae,, bnar2 ttisan kyu oppa ya,, evilx gag klah sma babex

  5. Waaaaaaaa, sifatnya je wo disini bener2 bikin gemesss, labil ah, jadi gregetan sendiri bacanyaaa
    Dan akhirnya teng teng… Si je wo dikerjain, tapi baca ini cukup menguras emosi eonn, terutama sama sifatnya je wo yg labil huaaaaaah
    Dan akhirnya berhasil mengocok perut saya -_-
    Eonni memang daebakk!
    Oh iya eonn, war for love nya dilanjutin dong eonn ;;) *tingtingting

  6. Waaaaaaaa, sifatnya je wo disini bener2 bikin gemesss, labil ah, jadi gregetan sendiri bacanyaaa
    Dan akhirnya teng teng… Si je wo dikerjain, tapi baca ini cukup menguras emosi eonn, terutama sama sifatnya je wo yg labil huaaaaaah
    Dan akhirnya berhasil mengocok perut saya -_-
    Eonni memang daebakk!
    Oh iya eonn, war for love nya dilanjutin dong eonn ;;) *tingtingting
    Nyobain pakek e-mail lain punyaku hehe, maaf kalau ada 2 komen yg sama tapi beda e-mail ya eonn :D

  7. demi apa.. konfliknya sungguh menguras emosi.. kena banget feel nya.
    awalnya greget banget.. ehh belakangnya nyengir gaje :D

  8. Sebelumnya aku bc kyu yang pernh slingkuh, dan sekarang giliran jae wo :D
    Sungguh ini seru bnget, ap lg pasmrka acting mengerjai jae wob:D

  9. salut sm akting hyun je dan kyu, hahaha :D
    ternyata je wo juga pernah berselingkuuh? woaaahh, ckckckc
    tapi wtv lah , yg penting ending nya tetep je wo itu takdirnya kyu, begitupula sebaliknya. hahaha love love~ya sm couple ini :)

  10. oaaaaaa ff ni keren bgt lowpun bkin aq bete sma nyonya cho bza2x selingkuh ma uri kris yg super duper kece hehehe

    aigooo knp d cni aq sbel bgt ma nyonya cho….sdkit sbel juga c sma uri kris yg udh hmpir ngancurin rmh tangga org lain..
    untung za kyupa g minta cerai…aigoo g k byang dech….

    hyunjaeya…ni bocah msh kecil v udh kya org dewasa za…anak ajaib ni ma v sedih juga wktu dy ngintip diem2 ommax….

  11. keren banget nihh ff
    cerita ny menguras emosi sering2 ne buat ff kayak gini lagi

  12. baca ff ini bawanya pngen nyeramahin je wo. gilaa dia main serong d blakang kyuhyun, apa kurangnya kyuhyun sungguh tegaaa T.T untung kyu’nya sabar untung kyu gg minta cerai, hahahahaaa
    god job buat hyo rim ahjumma bisa buat je wo sadar ama kesalahannya, kekekekee. bner2 gg nyangka itu semua uwda d set cuma skenaria ajj, topp deh buat ff’nya,

  13. Ini apa……. Sumpah dari awal je wo sama kris aku ga rela dan malah nangis hahahaha. Apalagi ngebayangin kyu terlukanya gmn wkwk…. Dan aku ga nyangka ternyata itu dikerjain. Hahaha. Keren!!!!!

  14. Uuuhhff!!!! Klu q jdi kyu dh aq ceraikn tuhh !!! Gilaa!!! Maen Dobel,gtu??? Ckckckc !!!Msh bnyak yg mau sma kyu tuh!!! Buat autor bener2 krtrn bkn FF nye,

  15. ohh noooo. je wo selingkuh ???? ckckck… kecewa saya…

    tpi toh akhirnya tahkluk sama kyu juga,hee

    untuk hyunje,bnr2 anak yg ngegemesin !!!! :-p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 763 pengikut lainnya.