Shin Je Wo

Welcome In My Blog

Scandal

142 Komentar

Shin je wo berjalan lesu, berjalan-jalan santai di daerah Gangnam. Ia bosan, sangat bosan dengan segala aktivitasnya akhir-akhir ini, merasa jenuh dan butuh sesuatu untuk sekedar merefresh otaknya yang mulai lelah untuk berpikir. Hari ini, di saat ia sedang memiliki waktu senggangnya dan sedang ingin berkencan dengan kekasihnya, pria itu malah sedang sibuk-sibuknya menjalani segala jadwal padatnya. Kecewa? Tentu saja, sudah hampir berminggu-minggu mereka tidak bertemu, walaupun masih berhubungan melaui ponsel dan dapat mendengar suara pria itu dari sana, tetap saja ia tidak merasa puas. Bahkan ia sering kali tidak menjawab panggilan Kyuhyun hanya karena merasa kesal karena pria itu belum juga bisa menemuinya. Terkadang, disaat-saat seperti ini ia merasa kesal pada pekerjaan pria itu. Mulai membanding-bandingkan dirinya dengan pasangan lainnya, dapat bergandengan tangan di depan semua orang, berkencan kapan saja tanpa harus bersembunyi.

“Percuma saja hari ini aku memiliki waktu luang, cih.. dasar namja bodoh!” makinya kesal.

 

TIN TIN TIN

Shin je wo terlonjak kaget saat mendengar suara klakson yang hampir memekakan telinganya dari arah belakang, ia memutar tubuhnya menghadap sebuah mobil berwarna putih yang telah berhenti tepat di belakangnya, matanya menatap garang mobil bertipe Audi A6 itu. ‘siapa orang gila yang berani sekali menekan klakson di belakangku seperti orang kesetanan?’ batinnya kesal.

Seorang pria dengan senyuman lebar menyembulkan kepalanya dari balik kaca mobil, senyuman lebar yang hampir saja menampakkan seluruh gusi-gusinya itu membuat Je wo mengangakan mulutnya lebar.

“Annyeong!” sapa pria itu girang.

“Eunhyuk, Oppa?” gumam Je wo tidak percaya.

****

“Apa yang sedang kau lakukan di daerah ini?” tanya Eunhyuk yang masih memfokuskan pandangannya pada jalanan yang ada di depannya, Je wo sudah berada di dalam mobil Eunhyuk karena pria itu memaksanya untuk masuk. Awalnya yeoja itu menolak, namun setelah ia pikir-pikir lagi, tidak ada salahnya jika ia menuruti ajakan pria itu. Toh saat ini, ia juga sedang tidak memiliki teman bermain.

“Eobseo” jawab Je wo setengah menggumam.

Eunhyuk melirik Je wo dari ekor matanya, wajah kusut yeoja itu membuatnya yakin jika Shin je wo sedang merasa bosan. Yeoja itu sedari tadi hanya mengeluarkan helaan nafas malasnya sembari menyandarkan kepalanya pada jendela mobil.

“Kyuhyun dimana?” tanya Eunhyuk membuka percakapan.

“Mana ku tau, memangnya aku managernya yang tau dimana saja namja menyebalkan itu berada?!” sembur Je wo, mendengar nama namja itu saja sudah berhasil membuat emosinya tersulut.

“Yah! Aku hanya bertanya kenapa kau jadi marah-marah?!”

“Karena aku sedang tidak ingin mendengar namanya! Aku sedang membencinya saat ini, jadi jangan menyebut namanya di hadapan ku, monyet gunung!”

“Mo-monyet gunung mwoya?!” pekik Eunhyuk tak terima, ia menggigit bibir bawahnya menahan kesal, mulai tak fokus pada kegiatan menyetirnya. Mengajak yeoja itu bergabung dengannya ternyata adalah keputusan yang salah. “Ah.. aku tau! kau sedang betengkar dengan Kyuhyun kan? Eo? Pantas saja kau sensitif sekali hari ini” tebak Eunhyuk dengan sebuah sindiran kecil.

“Tidak”

“Cih, apanya yang tidak? Wajahmu sudah kusut seperti itu, kau masih ingin menyangkal, eo?”

Je wo lebih memilih bungkam dari pada menjawab pertanyaan pria yang sedari tadi mengoceh tak henti di sampingnya, karena sejujurnya ia dan Kyuhyun memang sedang tidak bertengkar. Hanya saja, dia terlalu malas jika mendengar nama pria itu. Eunhyuk yang melihat wajah Je wo kembali tertekuk hanya menghela nafas panjang.

‘Dia pasti sedang kesal sekarang’ batin Eunhyuk.

“Baiklah, aku tidak akan menanyakan apapun lagi mengenai Kyuhyun” ucapnya ringan dan mengalah. “Sekarang kau ingin kemana?” sambungnya lagi.

Je wo menoleh padanya dan menggeleng polos seperti anak kucing yang butuh di kasihani, “Tidak tau, aku sedang tidak memiliki kegiatan apapun Oppa. Taraf kebosanan ku sudah mencapai stadium akhir” adunya kesal.

‘Ah.. aku mengerti sekarang, Cho kyuhyun pasti sedang tidak bisa menemaninya. Pantas saja dia sangat membenci namja itu sekarang. Hahaha kekanakan sekali yeoja ini’

 

“Oppa!”

“Hem?”

“Kau ada jadwal hari ini?”

“Ne, aku ada jadwal Syuting pembuatan MV YOUNIQUE UNIT MAXSTEP bersama yang lain. Waeo?”

Je wo menatap Eunhyuk dengan kening berkerut. “YOUNIQUE UNITMAXSTEP? Kau masuk dalam sub Group lainnya lagi?” tanya Je wo, yeoja itu menaikkan kedua kakinya keatas dan menekuknya disana, tubuhnya miring menghadap ke arah Eunhyuk, posisi paling menyenangkan baginya jika sedang berada di dalam mobil.

“Eum” jawab Eunhyuk ringan.

“Kali ini siapa saja membernya? Sungmin Oppa? Shindong Oppa? Ryeowook Oppa atau_”

“Yah! Bukan mereka, kali ini aku bukan masuk dalam sub group Super Junior”

“Lalu?”

“Eum.. bisa di katakan dengan sub groubnya SM”

“SM? Lalu membernya siapa-siapa saja?”

“Aku, Henri, Taemin, Hyoyeon, Luhan dan Kai”

“MWO?!”

Mobil Eunhyuk oleng seketika, hampir saja ia menabrak mobil yang berjalan di sampingnya. “Yah! Kau hampir saja membuat kita celaka!” teriak Eunhyuk frustasi, sementara yang di teriaki masih menunjukkan wajah shocknya. Eunhyuk mengelus dadanya pelan, menetralisir detak jantungnya karena hampir saja kehilangan nyawanya.

“Oppa, kau tidak bercanda kan? Bagaimana bisa SM memasukkan namja-namja sempurna seperti itu dalam sebuah group? Kyaaaa ini hebat!” teriak Je wo histeris, bagaimana tidak? Pria-pria yang baru saja di sebutkan oleh Eunhyuk adalah pria-pria yang sering membuatnya berteriak-teriak saat melihat mereka di atas panggung. Je wo menjentikkan jarinya dan menatap Eunhyuk antusias. “Biar ku tebak, keunggulan dari group itu pasti karena dancenya, iya kan?”

Eunhyuk tersenyum kecil dan mengangguk bangga. “Tentu saja, itu karena aku ada disana” jawabnya bangga. Meskipun yeoja yang duduk di sampingnya hampir saja muntah karena mendengar ucapannya.

“Oppa..” panggil Je wo manja dan membuat Eunhyuk bergedik ngeri.

“Heish, kau tidak cocok menggunakan nada manja seperti itu”

“Hahaha, benar! Terlalu menjijikkan” sahut Je wo. “Tapi.. kau tau kan kalau hari ini aku sedang saaaaangat bosan, jadi… bisakah kau membawaku melihat pembuatan MV barumu? Jebal~” rengeknya, ia menyatukan kedua telapak tangannya di depan dada, menatap Eunhyuk dengan tatapan memohon.

Namja itu mendengus malas dan meliriknya. “Agar kau bisa sepuasnya menatap wajah Kai. Begitu?” sindir Eunhyuk. Je wo tersenyum lebar dan mengangguk pasti, ‘Kapan lagi aku bisa berlama-lama menatap wajah tampan Kai selagi namja menyebalkan itu sedang tidak ada’ batinnya girang.

“Asalkan kau bisa menjamin Kyuhyun tidak akan membunuh ku hidup-hidup karena tau aku akan memepertemukan mu dengan Kai, akan aku kabulkan”

“Jinja?! Huwaaa”

Tanpa aba-aba, Je wo segera memeluk sebelah lengan Eunhyuk yang sedang tidak memegang stir kemudi. Awalnya pria itu terkejut dengan sikap Je wo, namun setelah itu ia hanya tersenyum kecil dan mengangkat tangannya untuk mengusap kepala Je wo yang masih berada di sekitar bahunya.

****

“Annyeong!” sapa Eunhyuk pada beberapa orang yang sudah berada di ruangan ganti, sudah ada Henry dan Taemin disana. Pria itu menoleh ke belakang dan terkekeh pelan saat mendapati wajah Je wo yang tampak tercengang. Ini pertama kalinya ia bertatap muka dengan Lee taemin, cukup shock dengan apa yang ia lihat, ternyata Lee taemin lebih tampan dari perkiraannya. “Hei, kenapa diam saja? Ayo masuk” ucap Eunhyuk sembari menarik tangan Je wo.

“Eo? Bukankah ini Shin je wo?” tanya Henry, telunjuk pria bermata sipit itu mengarah pada Je wo. Yeoja itu tersenyum kecil dan mengangguk ringan.

“Ne, dia sedang tidak memiliki teman bermain saat ini. Karena kasihan aku bawa saja kesini” ujar Eunhyuk menggoda Je wo.

“Akh! Yah!” pekik Eunhyuk saat Je wo menendang sebelah kakinya.

“Sembarangan saja kalau bicara” sungut Je wo.

Taemin yang sedang duduk manis di sofa, menatap ke duanya dengan bingung. “Cheogio, eum.. apa dia kekasih mu Hyung?” tanya Taemin polos.

Eunhyuk dan Je wo melebarkan ke dua matanya masing-masing. Namja imut itu memang belum pernah bertemu dengan Je wo sebelumnya, jadi merasa sedikit tidak mengerti dengan kedekatan Eunhyuk dan Je wo. Sementara itu Henry yang mendengarnya hanya terkekeh pelan.

“Kekasih? Kau bercanda Lee taemin? Mana mungkin ak_”

“Ne” potong Je wo cepat, dia melirik Hyukjae jahil dan mengerling nakal. “Kami memang sepasang kekasih” Je wo mengamit lengan Eunhyuk mesra, membuat pria itu mendelik tajam padanya. Je wo mengulum senyum saat melihat wajah tercengang milik Taemin. “Bukankah kami terlihat serasi?” tanya Je wo menggoda.

“Eo? Eum.. itu..” gumam Taemin bingung, ia menatap wajah Je wo dan Eunhyuk bergantian, kemudian menatap Henry. “Benar mereka pasangan kekasih Hyung?” tanya-nya memastikan, bagaimanapun pria yang masih terlihat bocah itu belum dapat mempercayai ucapan Je wo begitu saja.

Je wo memberikan isyarat pada Henry agar pria itu mengatakan Iya, Henry memang sudah tau mengenai hubungan Je wo dan Kyuhyun, jadi dia sudah tau pasti jika Je wo hanya ingin  mengerjai Taemin saja.

“Ne, mereka memang sepasang kekasih, Taemin-ah..” jawab Henry di selingi kekehan ringannya.

Eunhyuk kembali menatap Henry dengan tatapan tak percaya, sementara itu Taemin hanya mengangguk-angguk kecil sembari berjalan ke luar dari ruangan itu. “Hahaha sepertinya Taemin masih terlihat bingung, ah.. lebih baik aku menyusulnya dan membuat ia semakin percaya pada kita” ucap Henry semangat dan segera menyusul Taemin.

“Yah yah yah! Mochi mau kemana kau?!” teriak Eunhyuk.

“Muahahahaha” Je wo tertawa terpingkal-pingkal setelah Henry keluar dari sana, ia memegangi perutnya menahan rasa kram akibat tawa puasnya. Tidak menyangka dapat mengerjai Taemin dengan begitu mudahnya.

“Ne.. tertawalah sepuas hatimu, Shin je wo. Jika nanti dia akan mengatakannya pada kekasih mu, matilah kau” ucap Eunhyuk frustasi, seharian ini Je wo berhasil membuat ia berkali-kali Shock dengan segala sikap yeoja itu.

Je wo menyeka kedua sudut matanya yang tampak mengeluarkan air mata, ia masih sesekali terkekeh pelan. “Kenapa kau secemas itu, Oppa? Biar saja dia tau. Lagi pula… sepertinya kita terlihat sangat serasi, Chagia… hahaha” Je wo kembali tertawa geli setelah mengatakan kalimat yang selama ini terasa sangat menjijikkan jika di tujukan untuk Cho kyuhyun, namun kali ini? Entah kenapa ia merasa sangat senang mengatakannya.

Enhyuk mendengus kesal dan segera keluar dari sana, membiarkan Je wo memuaskan dirinya untuk tertawa.

****

Je wo menatap serius wajah Eunhyuk saat seorang yeoja tengah memberikan polesan-polesan Make-up pada wajah pria tampan itu, pria itu masih menutup ke dua matanya, tidak menyadari tatapan kagum dari seorag yeoja yang duduk tak jauh dari sampingnya.

“Ja! Sudah selesai” ucap yeoja yang meriasnya.

Perlahan mata Eunhyuk terbuka, ia menatap yeoja itu dan tersenyum kecil namun sangat manis. Shin je wo, untuk pertama kalinya terperangah melihat senyuman pria itu. Ia bahkan tidak menyadari kedua mulutnya yang ternganga saat melihat Eunhyuk tersenyum.

Pria itu bangkit dari duduknya, berjalan ke arah cermin besar dan memeriksa wajahnya. “Sempurna” gumamnya. Setelah itu ia melirik Je wo dari cermin besar itu. “Apa aku terlihat tampan?” tanya-nya degan seyuman lebar.

Je wo tersenyum kecil dan bangkit dari tempatnya, menghampiri Eunhyuk yang juga tengah menunggunya. “Eo! Kau sangat tampan Oppa” ucapnya jujur. Ia menatap tubuh Eunhyuk dari ujung kaki hingga ujung kepala, merasa tajkub dengan penampilan pria itu, pakaian yang membalut tubuh Eunhyuk terasa sangat pas di tubuh kecilnya, pakaian yang mendominasi dengan warna putih dan sebagian rambut Eunhyuk yang di cat dengan warna yang sama. Semakin menambah ketampanan pria itu saja.

Eunhyuk tertawa bangga, “Tentu saja” ucapnya membenarkan.

“Ne, tentu saja. Kekasih ku mana mungkin tidak setampan ini” sambung Je wo kembali menggoda. Entah kenapa ia sangat senang menggoda pria itu dengan sebutan ‘kekasih’.

“Yah! Berhenti menggoda ku” sungut Eunhyuk, ia mendelik ngeri pada Je wo yang tersenyum manis padanya. Entah kenapa saat ia mendapati senyuman manis dan polos Je wo, perasaan kesalnya menguap. Tatapannya mendadak sayu menatap wajah Je wo.

“Wae…? Kau memang terlihat saaaangat tampan, Chagia” goda Je wo sembari mengerling nakal.

Eunhyuk menghela nafas kasar dan memalingkan wajahnya ke arah lain, wajahnya mendadak memerah dan detak jantungnya mulai tak berdetak normal. Ia tau Je wo hanya menggodanya saja, namun sialnya ia seakan senang dengan godaan itu dan bahkan mengharapkannya.

****

Eunhyuk  dan yang lainnya mendengarkan arahan dari Sutradara yang menggarap MV mereka, sesekali ia mengangguk mengerti dengan ucapan Sutradara itu. Ia melirik kesamping, ke arah dimana Shin je wo sedang duduk manis untuk melihat penggarapan MV YOUNIQUE UNIT MAXSTEP. Yeoja itu tersenyum manis padanya dan tanpa ia sadari, ia telah membalas senyuman manis yeoja itu.

Keduanya saling melemparkan tatapan yang berbeda dari biasanya.

“Hyung, berhentilah menatap kekasih mu seperti itu” sindir Taemin pada Eunhyuk. Pria itu menatap Taemin kesal namun sejujurnya, ada sebuah perasaan senang saatTaemin menyebut Je wo sebagai kekasihnya.

Suara dentuman musik mulai menggema di studio itu, Je wo memfokuskan matanya pada sosok pria yang paling tertua disana. Padahal, niat awalnya ikut ke sana adalah untuk melihat Kai yang selama ini ia gilai, namun pada akhirnya niat itu berubah ketika perasaan nyaman mulai menggelutinya di saat ia berdekatan dengan Eunhyuk. Kedua matanya tak lepas dari gerak-gerik pria itu, apapun yang di lakukan oleh Eunhyuk selalu menimbulkan decak kagum di bibirnya.

‘Dia terlihat sangat serius ketika menari, dan itu membuatnya terlihat lebih tampan dari biasanya’

“Woah…” gumamnya melihat power tarian dari kelima pria yang tampak serius dengan gerakan dance mereka. Kepalanya mulai mengangguk-angguk seirama dengan lagu yang tidak terlalu asing baginya. Kedua sudut bibirnya tertarik sempurna ketika melihat pria itu menari dengan serius, ia merasa ada yang berbeda kali ini. Jika biasanya ia selalu mengolok-olok pria itu dengan segala godaannya, kali ini entah mengapa semua yang ia ucapkan murni dari dalam hatinya.

“CUT”

Musik berhenti seiring teriakan sang Sutradara, beberapa staff mulai sibuk menyiapkan keperluan-keperluan penting lain untuk syuting selanjutnya. Je wo memperhatikan Eunhyuk yang tampak berbincang dengan seorang staff, setelah itu pria itu mengedarkan pandangannya ke arah dimana Je wo duduk. Eunhyuk berjalan ringan kesana sembari menyeka peluh yang mulai membasahi wajahnya.

Ia menempatkan dirinya di samping Je wo, “Hah…” helanya.

“Lelah?” tanya Je wo yang di jawab anggukan ringan olehnya.

Je wo melirik ke sekelilingnya, tersenyum kecil saat menemukan sebotol minuman yang tadi sempat ia ambil dari ruang ganti. “Igeo, minumlah” ucapnya sembari menyodorkan botol minuman itu pada Eunhyuk. Pria itu tersenyum kecil dan segera mengambilnya.

“Gomawo”

“Cheonma, kekasihku kan tidak boleh kelihatan lelah” ucap Je wo di selingi tawa kecilnya. Eunhyuk hanya mendengus malas, ia sudah mulai terbiasa dengan lelucon kecil yang di mainkan oleh yeoja itu. “Kalian hebat sekali Oppa, aku menyukai gerakan dancenya” ujar Je wo antusias.

Belum sempat Eunhyuk menjawabnya, kini seorang namja dan seorang yeoja telah bergabung bersama mereka.

“Aku masih belum terlambatkan?” tanya Hyoyeon sembari menghempaskan dirinya di samping Eunhyuk, yeoja itu baru saja datang dari ruang ganti. Karena bagiannya tidak terlalu banyak, ia dapat datang lebih lama dari yang lainnya. “Oppa, ini masih giliran mereka bertiga?” tanya Hyeohyeon menunjuk ketiga namja yang sedang bersiap-siap melakukan proses syuting untuk bagian masing-masing.

“Eum, kau kenapa lama sekali?”

“Hahaha ada jadwal lain sebelum ini”

“Oh..” gumam Eunhyuk tak tertarik, ia kembali melirik ke sebelah kirinya dan mengumpat kesal saat melihat Je wo tengah berbincang ramah bersama Kai.

“Eo? Dia siapa? Oppa?” tanya Hyoyeon yang menyadari keberadaan Je wo disamping Eunhyuk. Pria itu memusatkan tatapannya pada Je wo yang tampak semakin menikmati perbincangannya bersama Kai.

“Kau tampan sekali” puji Je wo pada Kai.

Pria yang baru di pujinya itu tersenyum ramah padanya, “Gomawo, eum..”

“Shin je wo” potong Je wo cepat. Yeoja itu tak henti-hentinya tersenyum sumringah di hadapan Kai.

“Kai imnida, kau bersama Eunhyuk Hyung?” tanya Kai sembari melirik ke arah belakang Je wo. Yeoja itu memutar kepalanya kebelakang dan menemukan Eunhyuk menatapnya garang.

“Ne, aku bersama Eunhyuk Oppa” jawab Je wo.

“Woah.. Hyung, jadi ini kekasih mu? Cantik sekali, kau beruntung mendapatkannya” puji Kai.

Je wo mengulum senyumnya menatap Eunhyuk, sedangkan pria itu hanya terkekeh dan menggeleng ringan. ‘Kenapa semua orang beranggapan dia adalah kekasih ku?’ batin Eunhyuk.

Je wo menggeser duduknya lebih merapat pada Eunhyuk. “Lihatkan Oppa, banyak sekali yang mengatakan aku adalah kekasih mu. Hahaha ternyata kita memang serasi” bisik Je wo pelan. Kali ini Eunhyuk tidak dapat menahan senyumannya pada Je wo, namja itu mulai larut dalam sebuah permainan konyol namun cukup membawa perasaan keduanya menjadi lebih tak terkontrol.

“Sepertinya kau memang berniat sekali melakukan permainan bodoh ini” ujar Eunhyuk. “Baiklah.. sekarang aku ikuti permainan mu itu, Chagi” Je wo dan Eunhyuk saling tertawa satu sama lain, menertawakan keanehan yang baru saja mereka lakukan. Tapi sejujurnya, mereka cukup senang dengan permainan itu, permainan yang tanpa mereka sadari akan menjadi sebuah masalah jika saja tidak lagi hanya sebagai permainan.

“Eunhyukie! Giliranmu” teriak sutradara dari sana.

Eunhyuk mengangguk singkat, setelah itu meneguk kembali minumannya. “Aku kesana dulu, kau tunggu aku disini dan jangan bergerak. Kau harus melihat tanpa melewatkan sedetikpun saat kekasih mu menari, arrachi?” perintahnya seakan dirinya telah menjadi kekasih Je wo sesungguhnya.

“Eum, tenang saja Oppa, aku tidak akan melewatkan mataku untuk menatapmu sedetikpun” jawab Je wo antusias, keduanya saling melempar senyum hangat satu salam lain. Eunhyuk menarik ujung hidung Je wo pelan sebelum beranjak dari sana, tidak menyadari akibat apa yang baru saja ia lakukan.

Je wo menatap punggung itu dengan tatapan shock, hanya sentuhan sekecil itu saja tapi kenapa berefek terlalu besar padanya. Ia bahkan merasa jantungnya berdetak dua kali lipat dari biasanya, wajahnya memanas dan seperti ada ribuan kupu-kupu yang menggelitiki perutnya.

****

“Makan siang!!!”

Teriak Taemin dan Henry bersamaan, kedua namja itu terlihat sangat lapar dan tanpa menunggu lama segera menyerbu kotak makanan yang telah di sediakan oleh beberapa Staff sebelumnya. Bahkan Kai dan Luhan pun turut menyerbu makan siang mereka, hanya Hyoyeon yang tampak tak terlalu berminat pada makan siangnya. Proses syuting tinggal beberapa kali lagi dan setelah itu akan segera selesai, keenam orang itu terlihat sulit bergerak karena sudah menggunakan pakaian yang cukup membuat sulit untuk bergerak.

Eunhyuk yang kini sudah mengubah warna sebagian rambutnya menjadi warna merah, telah mengambil posisi di sudut ruangan bersama Je wo, ia memberikan sekotak nasi pada yeoja itu dan mulai bersiap-siap melahap makanannya.

“Oppa, sebaikanya jaket besar berbulu dan kalung sarung tinjumu itu di lepas dulu sebelum kau makan. Memangnya kau tidak risih makan menggunakan pakaian abstrak seperti itu?” tegur Je wo. Ia menatap risih pada pakaian Eunhyuk yang menurutnya tampak terlihat aneh, namun sama sekali tidak mengurangi ketampanan Eunhyuk ketika mengenakannya.

Eunhyuk yang hampir saja menyuapkan sesendok nasi ke dalam mulutnya menoleh pada Je wo, ia memperhatikan pakaian yang sedang ia kenakan dengan tatapan tak mengerti. “Ah… kau benar, akan sangat merepotkan jika pakaian ini terkena noda makanan” ujarnya mengerti. Ia kembali meletakkan sendok yang berada dalam genggamannya, berniat berdiri untuk melepaskan pakaian luarnya yang cukup menyulitkannya bergerak.

“Cham, biar aku saja yang membukanya” potong Je wo, ia segera bangkit dan mendekati Eunhyuk, membantu namja itu melepas jaket besar berbulu yang sedang di kenakannya. Melepas kalung yang berbentuk sarung tinju itu dari leher Eunhyuk, Je wo tidak menyadari perubahan wajah pria itu, wajah polosnya yang saat itu berada terlalu dekat dengan wajahnya, cukup membuat Eunhyuk sulit mengambil nafas yang mulai menipis pada paru-parunya.

Eunhyuk menatap wajah Je wo lekat dan mulai merasa ada yang berbeda pada dirinya sendiri, ia sudah terlalu sering bahkan bisa di katakan bosan menatap wajah yeoja itu. Tapi sekarang rasanya ada yang berbeda, ada sesuatu yang membuatnya merasa betah berlama-lama menatap wajah itu.

“Ja! Sekarang kau bisa makan dengan tenang” ujar Je wo sembari menepuk bahu telanjang Eunhyuk pelan. Baju dalam pria itu memanglah baju tanpa lengan dan telah mengekpos otot kecilnya namun mampu membuat yeoja mana saja menjerit saat melihatnya. “Omo? Tubuhmu cukup bagus Oppa, aku pikir kau sangat kurus” gumam Je wo sembari menusuk-nusuk pelan otot-otot tubuh Eunhyuk.

Pria itu hanya tersenyum simpul, mengambil nafas panjang sebelum melakukan sebuah hal gila yang mampu membuat keduanya semakin terjebak dalam permainan konyol mereka. “Ayo makan” ucapnya sembari menarik lembut pergelangan tangan Je wo, ia membawa Je wo kembali duduk dan membuka kotak makan milik Je wo dan hal itu cukup membuat Je wo terperangah melihat sikapnya.

“Ja! Sekarang makanlah, ini sudah hampir jam 3 siang dan kau belum juga makan” ujar Eunhyuk, ia menatap Je wo hangat dengan senyuman tipisnya, sementara gadis itu sudah tak mampu berkata-kata lagi. Sikap hangat pria itu mampu membuat desiran hangat pada dirinya.

Hyoyeon yang mempertahatikan Je wo dan Eunhyuk mulai bertanya-tanya mengenai hubungan kedua orang itu. Ia mendekatkan dirinya pada keempat pria yang sibuk menghabiskan makan siang mereka. “Yah! Siapa yeoja yang sedari tadi berdekatan dengan Eunhyuk Oppa itu? Sepertinya dari tadi Eunhyuk Oppa selalu memperhatikannya” tanya Hyoyeon penasaran.

Kai dan Taemin tersenyum miring dan saling bertatap nakal. “Kau tidak tau Noona? Dia itu kan kekasihnya Eunhyuk Hyung” jawab Taemin.

“MWO?!”

Teriakan Hyoyeon berhasil membuat kedua orang yang sedang menikmati makan siang romantis mereka menoleh padanya. Hyoyeon melemparkan senyuman kaku pada mereka dan berpura-pura kembali menikmati makan siangnya.

“Hahaha kau terlalu bersemangat, Noona” bisik Kai.

“Atau kau cemburu dengan mereka? Noona?” sambung Luhan.

Hyoyeon memukul kepala Luhan tanpa rasa sungkan. “Kau pikir aku menyukainya? Aku hanya terkejut saja, kenapa Eunhyuk Oppa mau membawa kekasihnya secara terang-terangan seperti itu? Bukankah selama ini dia selalu tidak suka masalah pribadinya diketahui banyak orang?” ucap Hyoyeon panjang lebar dan mulai membawa ketiga pria di hadapannya larut dalam perbincangannya. Hanya pria yang bermata sipit itu saja yang sedari tadi tampak mengulum senyum, menertawakan kebodohan keempat orang itu dalam hati.

****

“Sudah selesai?” tanya Je wo saat Eunhyuk mendekatinya dengan pakaian santainya. Pria itu mengangguk dengan senyuman tipis di bibirnya.

“Eunhyukie, kau sudah mau pulang?” tanya seorang pria yang tak dikenali oleh Je wo. Pria bertubuh profesional itu menghampiri mereka berdua.

“Ne, Hyung. Terima kasih atas bantuanmu hari ini”

“Tidak perlu berterima kasih, aku di bayar untuk itu. Hahaha”

Je wo menatap wajah Eunhyuk dan pria itu secara bergantian, tidak mengerti dengan percakapan keduanya.

“Eo? Dia siapa?” tanya pria itu pada Eunhyuk sembari menunjuk Je wo.

Je wo tersenyum kikuk padanya, “Shin  je wo imnida” ucapnya memperkenalkan diri.

Pria itu mengerutkan dahinya dan menatap Eunhyuk curiga, Eunhyuk yang mengerti dengan tatapan pria itu hanya tersenyum kecil. “Anggap saja pikiran yang ada di otakmu itu benar Hyung” ucapnya.

“Jinja? Hahaha yah! Kenapa kau tidak bilang dari tadi kalau yeoja ini adalah kekasihmu”

Eunhyuk mengulum senyumnya, menoleh kesamping dan mendapati rona merah pada wajah Je wo. Entah apa yang ia fikirkan hingga memberanikan diri menautkan jari-jarinya pada jari-jari Je wo, menggenggamnya lembut dan hangat. Yeoja itu menoleh padanya, menatap wajah Eunhyuk yang tersenyum kecil pada pria di hadapannya.

“Sudah ya Hyung, aku harus segera pergi” pamit Eunhyuk. Ia dan Je wo membungkuk singkat sebelum beranjak pergi dengan tangan yang saling bertaut satu sama lain.

“Dia itu siapa, Oppa?”

“Pengarah koreografer kami, tadi kau tidak lihat dia memberikan arahan sebelum take?”

“Tidak, aku terlalu sibuk memperhatikanmu”

Eunhyuk tersenyum kecil sembari mengacak rambut Je wo setelah itu kembali menautkan jemari mereka, tidak perduli dengan tatapan aneh dari semua staff yang memperhatikan mereka keluar dari arena studio tempat dimana syuting dilakukan. Ia menggandeng tangan Je wo seakan ialah pemilik yeoja itu.

“Sekarang kau ingin kemana?” tanya Eunhyuk saat keduanya sudah berada di dalam mobil.

Je wo memutar kedua matanya, memikirkan tempat apa yang ingin ia datangi. “Atau kau ingin ku antar pulang saja?” sambung Eunhyuk.

“Shireo” jawab Je wo cepat, “Ini masih pukul 5 sore, Oppa. Aku masih ingin pergi bermain” sambungnya dengan wajah memelas. Sebenarnya ia bukan ingin bermain lebih lama, hanya saja rasanya waktu kebersamaannya dengan pria itu terlalu singkat. Ia masih ingin menghabiskan waktu lebih banyak lagi dengan Eunhyuk.

“Lalu kau ingin kemana?”

“Molla, menurutmu tempat apa yang sering orang darangi saat sedang berkencan?”

Mendengar kata ‘kencan’ dari bibir Je wo membuat Eunhyuk terkekeh pelan, kata itu cukup menggelitik baginya. Seakan-akan jika saat ini Shin je wo memanglah kekasihnya, ia mulai menajamkan tatapannya pada wajah itu, merasa jika ada yang salah dengan perasaannya. Sesaat ia merasa bersalah pada Kyuhyun jika membiarkan perasaan itu mengelanyuti dirinya, namun semakin lama ia menatap Je wo maka semakin jelas saja desiran aneh yang ia rasakan.

Ia bahkan menginginkan lelucon yang sepanjang hari ini mereka mainkan benar-benar terjadi, yeoja itu sudah berhasil membuatnya menjadi pria berengsek yang menyukai kekasih dongsaengnya hanya dengan sebuah lelucon. Tapi sungguh, ia amat sangat tidak mampu mnegelak dengan perasaannya, perasaan yang tumbuh semakin cepat hanya dalam hitungan jam.

‘Hanya untuk hari ini, aku berjanji setelah ini akan mengembalikannya padamu, Cho kyuhyun”

 

“Bagaimana jika kita pergi menonton pertunjukan kota? Disana cukup ramai” ujarnya setelah memilih untuk tetap menjadi pria berengsek. Ia berjanji hanya untuk hari ini, jadi biarlah ia menikmati hubungan ‘intimnya’ dengan yeoja itu beberapa jam lagi.

 

****

 

 

Tangan itu terus menggenggam hangat, di tengah karamaian orang-orang yang berlalu-lalang dihadapan mereka, seakan tidak memperdulikan norma dan aturan yang telah mereka langgar. Ini salah, namun keduanya tetap menemukan pembenaran, semakin menikmati setiap detik kebersamaan mereka, menyesapi perasaan yang semakin menggila. Memilih masuk dengan senang hati pada neraka yang menjelma menjadi surga sesaat.

Eunhyuk menghentikan langkahnya saat merasakan tarikan pelan dari tangan Je wo yang berjalan disampingnya, melemparkan tatapan tidak mengertinya pada yeoja yang menatapnya dengan tatapam cemas. “Wae?” tanya Eunhyuk.

“Oppa, disini ramai sekali”

“Lalu?”

“Kau tidak khawatir jika ada yang mengenalimu disini? Bagaimana jika ada fans yang mengetahui keberadaanmu disini? Kau itu hanya memakai topi itu untuk penyamaranmu”

Eunhyuk tersenyum kecil mendengar kekhawatiran yeoja itu, ia menatap sekelilingnya dan memang benar disana sangatlah ramai. Semua orang disana juga sama seperti mereka, ingin melihat pertunjukan kota, akan sangat sulit memang jika ada yang mengetahui keberadaan Eunhyuk disana.

“Gwencanha, disini tidak terlalu terang, dan kita bisa memilih tempat yang sedikit sepi” ucap Eunhyuk, kepalanya mulai berputar mencari tempat yang dapat membuang rasa khawatir yeoja itu. “Nah! Disana cukup sepi dan tidak menyulitkan kita melihat kearah panggung” tunjuk Eunhyuk pada sisi atas tempat duduk diarena itu. Ia kembali menautkan jemari mereka dan membawa Je wo kesana.

Shin je wo menatap tautan kedua tangan mereka dengan senyuman kecil, rasa itu tak mampu lagi ia ingkari, bukan hanya perasaan nyaman sesaat saja yang ia rasakan. Namun, ada perasaan lain yang turut hadir, rasa suka dan sayang yang memiliki arti lebih untuk seorang wanita pada pria. Bagaimana lembutnya cara Eunhyuk memperlakukanya hari ini sama sekali tidak pernah ia dapatkan dari kekasihnya, bukan, ini bukanlah sebuah rasa pelarian akan kekecewaannya pada kekasihnya. Rasa itu sangat mudah untuk di katakan, apalagi menemukan artinya, ia tau, sangat tau apa yang sedang membara disana. Hanya saja, terlalu takut untuk mempercayainya.

Suara gemuruh para penonton disana mulai menggema saat pertunjukan dimulai, Eunhyuk yang terlihat sangat antusias memusatkan pengelihatannya pada panggung besar yang cukup jauh dari tempat duduknya. Ia bahkan tidak menyadari Je wo yang sedari tadi sama sekali tidak melepas tatapannya dari wajah pria itu, Je wo terlalu sibuk mencari dimana letak bagian wajah pria itu yang mampu menyihirnya dalam hitungan jam.

Tidak ada, tidak ada yang ia temukan. Semuanya berjalan secara alami tanpa sebab apapun. Hatinya semakin tak tenang mendapati kenyataan itu, kenyataan yang ia takutkan akan semakin menyeretnya masuk kedalam api yang semakin membara pada hubungan keduanya.

Je wo menghembuskan nafas panjangnya, mendekatkan dirinya pada Eunhyuk dan setelah itu, mendaratkan kepalanya pada bahu pria itu. Ia memejamkan kedua matanya, meresapi letupan-letupan luar biasa yang semakin tak terkontrol, ini semakin gila dan tak mampu lagi ia cegah.

Eunhyuk tak lagi seantusias tadi pada pertunjukan itu. Konsentrasinya pecah saat kepala itu mendarat hangat pada bahunya, ia melirik wajah yeoja itu yang sedang memejamkan matanya. Wajah itu terlihat sangat berbeda dari biasanya, seperti sedang menahan sesuatu.

“Waeo?” tanyanya pelan dan tetap membiarkan kepala itu menyandar padanya.

Je wo hanya menggeleng pelan sebagi jawaban atas pertanyaan itu, pria itu semakin bertanya-tanya dalam hati dan bahkan mulai berfikir tentang sesuatu yang cukup membuat perasaannya tak tenang. “Kau merindukan, Cho kyuhyun?” suara itu sedikit melemah saat mengucapkan nama diakhir kalimatnya. Cukup merasa terluka saat memikirkan hal itu meskipun rasa itu tak pantas ia miliki, mengingat jika yeoja itu memanglah milik Cho kyuhyun.

Je wo tersentak mendengar nama yang baru saja ia dengar, kedua matanya terbuka cepat dan tubuhnya kembali tegak menghadap Eunhyuk. “Annio, kenapa Oppa berfikiran seperti itu?”  tanya-nya. Ia menatap dalam Eunhyuk, tatapan yang sarat dengan ketidak setujuan, ia ingin Eunhyuk mempercayainya karena memang itulah yang terjadi. Bahkan ia sama sekali tidak mengingat nama itu setelah bertemu Eunhyuk seharian ini.

“Aku.. sedang memikirkan sesuatu” ucap Je wo lirih, ia sedikit menundukkan wajahnya, menghindari tatapan Eunhyuk. “Bagaiman jika, aku…” hembusan gusar itu kembali keluar dari mulutnya, merasa tidak yakin dengan apa yang akan ia katakan.

“Aku, menyukaimu”

Kedua mata Eunhyuk melebar, bibirnya membentuk lingkaran kecil sebagai tanda tak percaya. Bagaimana bisa gadis itu memiliki perasaan yang sama terhadapnya, setelah ia memutuskan hanya akan menjadi pria berengsek untuk hari ini saja. Dan sekarang? Ucapan gadis itu mampu membuatnya menjadi pria berengsek di seumur hidupnya. Entah harus senang ataupun takut, namun yang jelas ia sama sekali tidak ingin menyia-nyiakan perasaan mereka.

‘Sepertinya aku memang akan menjadi pria berengsek di seumur hidupku’

 

Eunhyuk mengulurkan kedua tangannya, menarik kedua bahu Je wo mendekat padanya, mengecup lembut dahi gadis itu, lembut, amat sangat lembut hingga menghadirkan sensasi yang menggila pada keduanya. “Aku juga menyukaimu” bisiknya tepat di depan wajah gadis yang masih memejamkan matanya.

Je wo tersenyum simpul mendengarnya, merasa lega dengan jawaban dari pria itu. Eunhyuk menyandarkan kembali kepala Je wo pada bahunya, menarik sebelah tangan gadis itu dan menggenggamnya. Menikmati malam itu dengan perasaan yang menggila dan meledak-ledak.

 

****

 

 

Mobil Audi berwarna putih itu, kini telah berhenti di sebuah gedung apartement. Eunhyuk meboleh pada yeoja yang duduk di sampingnya. “Sudah sampai, masuklah” ucapnya lembut.

Je wo mengangguk singkat dengan senyuman kecil di bibirnya. “Gomawo Oppa, hari ini kau mau menemani ku seharian. Aku sangat senang” ucapnya.

Eunhyuk membalas senyuman itu, “Kemari” panggilnya.

Je wo mendekatkan tubuhnya dan terkesiap saat Eunhyuk menariknya lembut dalam pelukan hangat, “Jalja~” bisiknya.

 

****

 

 

Je wo tak henti-hentinya tersenyum lebar menusuri lorong yang membawanya menuju apartement miliknya. Sikapnya saat ini seakan remaja yang baru saja di mabuk cinta, perlakuan Eunhyuk tadi seakan membuatnya melayang. Sikap romantis pria itu seakan melengkapi semua kebahagiannnya.

Namun senyumannya lenyap seketika saat mendapati sosok pria yang berdiri menyandar pada pintu apartementnya.

“Cho kyuhyun…” gumamnya pelan.

Pria itu menatap tajam padanya, tatapan itu seakan siap menguliti Shin je wo saat itu juga. Yeoja merasa ada yang aneh dengan tatapan pria itu, dengan langkah cepat ia segera menghempiri Kyuhyun. “Kau, sedang apa disini?” tanya Je wo.

“Cepat buka pintunya” ucap Kyuhyun dingin.

Je wo meneguk ludahnya berat, nada suara itu sudah sangat ia hapal. Kyuhyun akan selalu menggunakan nada suara seperti itu saat menemukan kesalahan besar pada kekasihnya. Tanpa menunggu lama Je wo segera membuka pintu apartementnya dengan perasaan cemas.

“Tunggu sebentar, aku buatkan minuman” ucapnya sembari melangkahkan kakinya menuju dapur, membuka lemari es untuk mengambil minuman.

“Sudah berapa lama kau menghabiskan waktu luang mu bersama Eunhyuk Hyung?”

Tangan itu terasa kaku ketika pertanyaan itu terlontar dari bibir Kyuhyun, entah bagaimana pria itu tau jika seharian ini ia menghabiskan waktunya bersama Eunhyuk. Je wo meneguk ludah gugup sebelum berbalik menghadap Kyuhyun yang telah berdiri tepat di belakangnya. Melemparkan tatapan membunuhnya pada Je wo, gadis itu mencoba untuk tetap tampak terlihat biasanya, menutupi segala kegugupannya.

“Aku hanya ikut menemaninya syuting hari ini”

“Berarti hampir seharian ini kau bersama dengannya, cih.. kau menikmatinya?”

Kyuhyun menatap sinis Je wo yang semakin merasa tersudut, gadis itu bertanya-tanya bagaimana bisa Kyuhyun mengetahui segala sesuatu yang terjadi padanya dan Eunhyuk hari ini. “Kau, aku tidak mengerti apa yang kau katakan” kilah Je wo, ia mencoba beranjak dari sana untuk menghindari Kyuhyun, namun sayangnya Kyuhyun lebih dulu mencekal lengannya.

“Kau tau? Berapa lama aku menunggumu pulang?” tanya Kyuhyun geram.

“Dua jam lebih, selama itu aku menunggumu seperti orang bodoh! Aku menunggumu dengan perasaan bersalah karena tidak bisa menemanimu beberapa minggu ini, susah payah aku menyempatkan diriku agar bisa bertemu dengan mu, tapi apa yang kudapat?!”

“Kau malah sibuk berkencan dengan Hyung ku? Bahkan berpelukan mesra dengannya, apa yang ada dalam otakmu itu Shin je wo?!”

Nafas Je wo tercekat, tubuhnya seakan dihujami beribu benda keras saat Kyuhyun telah mengetahui semuanya. Ia menatap pria yang tak mampu lagi mengontrol emosinya. Dada Kyuhyun naik turun menahan segala emosi yang telah ia redam, ia yang memutuskan untuk pulang karena Je wo tak juga pulang malam ini, malah mendapat sajian menjijikkan dari kedua orang yang tengah berpelukan mesra di dalam sebuah mobil, tanpa pikir panjang Kyuhyun kembali memutar mobilnya, kembali ke apartement kekasihnya.

“Bagaimana bisa kau berselingkuh dengannya di belakang ku?!”

“Aku tidak berselingkuh, Cho kyuhyun” ucap Je wo dengan suara yang teramat pelan.

“Tidak berselingkuh? Lalu apa yang kau lakukan dengannya tadi?! Pelukan itu sudah menjadi bukti yang sangat jelas, apa kau masih ingin menyangkalnya, hah?!”

“Kesalahan apa yang ku lakukan padamu hingga kau melakukan hal ini padaku?! Apa semua perhatianku selama ini masih belum cukup untuk mu hingga kau harus mencari perhatian dari pria lain? Apa memang seberengsek ini dirimu? Jawab aku bodoh!!”

“BENAR!” teriak Je wo, kedua tangannya terkepal di kedua sisi tubuhnya, ucapan Kyuhyun berhasil menyulut emosinya. Ditambah lagi dengan kekesalannya beberapa waktu yang lalu pada pria itu. Kini semua pecah dan tak mampu di perbaiki lagi.

“Aku memang butuh perhatian lebih dan itu tidak aku dapatkan dari pria seperti mu. Eunhyuk Oppa, hanya pria seperti dia yang dapat memberikan perhatian yang kuinginkan. Dia dapat mengisi kekosongan hatiku, dia bahkan mau bersusah payah membawaku, menemaninya bekerja agar aku tidak merasa kesepian. Dia sama sekali tidak seperti mu yang hanya mementingkan kepentingan mu sendiri!”

“Kau bahkan tidak pernah mau mengenalkan aku pada teman-teman mu, apa aku terlalu memalukan untuk di anggap sebagai kekasih mu? Bahkan Eunhyuk Oppa_” Je wo hampir saja memberitaukan jika Eunhyuk seharian ini telah menjadikan dirinya sebagi kekasih.

Hening, untuk beberapa saat tidak ada kalimat yang terlontar dari keduanya. Cho kyuhyun terlalu terkejut mendengar segala pengakuan Je wo, bagaimana jelasnya, kekasihnya lebih menganggumi dan memuja pria lain dibandingkan dengannya. Ia merasa sama sekali tidak berarti dimata gadis itu, hatinya sakit, perasaannya hancur dan yang lebih parah emosinya terhadap Hyung-nya semakin menjadi-jadi.

“Kau sudah mengatakannya dengan sangat jelas, Je wo sshi” desisi Kyuhyun sebelum mengangkat kakinya untuk pergi dari sana.

****

 

 

“Kau baru pulang, Hyung?” tanya Ryeowook pada Eunhyuk yang baru saja menyecahkan tubuhnya pada sofa, ia duduk di sebelah ryeowook yang tengah menonton televisi. Pria itu tak henti-hentinya mengulum senyum yang membuat Kim ryeowook merasa aneh padanya.

“Hyung, kau kenapa? Dari tadi tersenyum saja”

“Ne? Ah.. eobseo” jawabnya singkat namun senyuman itu tetap menghiasi bibirnya.

Ponsel Eunhyuk bergetar, ia meraih ponsel itu dan menemukan sebuah pesan masuk.

From : Shin je wo

Oppa, sudah sampai di dorm?

 

Lagi! Ia tersenyum lebar ketika membaca isi pesan gadis itu, tingkahnya seakan seperti pria yang baru saja mendapat kiriman pesan dari kekasihnya. Yah… memang benar Je wo bukanlah kekasihnya, namun keduanya cukup mengatahui hubungan seperti apa yang sedang mereka jalani saat ini, sebuah hubungan gelap dan rahasia, hubungan yang cukup keduanya saja yang mengetahuinya.

To : Shin je wo

Ne, aku sudah sampai.

Kau belum tidur?

 

From : Shin je wo

Belum, ada yang mengganggu pikiranku saat ini.

 

Eunhyuk mengernyitkan dahinya, sesuatu yang mengganggu pikiran gadis itu? Pikirnya.

Entah bagaimana caranya, tiba-tiba saja ponselnya telah berpindah tangan pada seseorang yang berada di belakangnya. Eunhyuk memutar kepalanya kebelakang, terbelalak lebar saat mendapati Kyuhyun telah berdiri di belakangnya sembari memeriksa ponsel miliknya.

“Ch-Cho kyuhyun..” gumamnya.

Petaka!

Hal itulah yang pertama kali menyinggahi otaknya saat Kyuhyun telah mengetahui dirinya yang sedang berkirim pesan dengan Shin je wo, kekasih pria itu. Ia dapat melihat raut wajah marah dongsaengnya saat ini, bagaimana Kyuhyun menatap ngeri pada layar ponselnya seakan ponsel itu telah siap untuk ia habisi.

“Kau, sangat mengesakan, Hyung” desis Kyuhyun.

Ryeowook yang berada disana, menatap keduanya tidak mengerti, ia lebih memilih menunggu hingga apa yang terjadi disana terlihat jelas olehnya. Meskipun saat ini pria berwajah imut itu cukup merasa tegang.

“Apa kau sangat menikmati acara kencanmu dengan kekasihku?” sambung Kyuhyun sembari menyerahkan ponsel Eunhyuk kembali, menekankan kata ‘kekasih’ di hadapan Eunhyuk. Eunhyuk menerima ponselnya dengan tangan yang gemetaran, merasa ajalnya seakan semakin dekat saat Kyuhyun mengetahui segalanya.

“Ti-tidak seperti itu, Kyu. Kami hanya_”

Greb.

Kyuhyun menarik kasar kerah kemeja Eunhyuk, menarik tubuh pria yang lebih tua darinya itu mendekat kearahnya. “Berani sekali kau menyentuhnya, apa kau tidak tau kalau dia itu kekasihku? Hah?! Untuk apa kau mendekatinya Hyung?! Kau benar-benar berengsek!”

Bug.

Sebuah pukulan keras mendarat pada wajah Eunhyuk.

“Kyuhyun-ah!!” teriak ryeowook histeris.

Tubuh Eunhyuk terhuyung kebalakang, ia menyentuh sisi wajahnya yang mendapatkan pululan dari Kyuhyun sembari meringis. “Yah! Ini tidak seperti yang kau pikirkan, kami hanya_”

“Hanya apa?! Aku tau apa yang kalian lakukan saat kau mengantarnya pulang tadi. Kau tau? Dia bahkan sama sekali tidak membantahnya, jadi kau tidak perlu bersusah payah mengelak lagi Hyung, akui saja hubunganmu dengan gadis berengsek itu!”

Bug.

“Tutup mulut mu Cho kyuhyun!” teriak Eunhyuk setelah membalas pukulan Kyuhyun. “Dia bukan gadis berengsek” sambungnya, entah mengapa dirinya merasa tidak terima saat Kyuhyun menyebut Je wo sebagai gadis berengsek.

Kyuhyun tersenyum sinis, membuang ludahnya yang telah bercampur dengan darah yang berasal dari sudut bibirnya. Menatap unhyuk dengan tatapan remeh.

“Yah! Ada apa ini?” teriak Donghae, pria itu baru saja pulang dan tiba-tiba menemukan kedua orang itu bertatapan sinis satu sama lain. Ia cukup tau jika situasinya saat ini pastilah sedang tidak baik, Donghae menatap Ryeowook yang masih berdiri menegang. “Ada apa dengan mereka?” tanya Donghae pada Ryeowook.

“Eum, mereka.. bertengkar Hyung” jawab Ryeowook takut.

“Heish! Aku tau mereka bertengkar Wookie, tapi apa sebabnya?!”

Ryeowook melemparkan tatapannya pada kedua pria yang masih saling bertatapan sengit satu sama lain. Merasa takut mengatakan apa yang terjadi sesungguhnya pada Donghae. “Mereka.. mereka bertengkar karena_”

“Karena pria sialan ini merebut kekasihku”

“Aku tidak merebutnya dari mu” desis Eunhyuk geram.

Donghae cukup shock mendengar ucapan Kyuhyun, ia menatap Eunhyuk tidak percaya. “Hyukie, kau?” gumamnya. Kemudian menatap Kyuhyun dengan tatapan tidak mengerti. “Yah! Apa yang sedang kalian bicarakan?” teriaknya frustasi. Ia bahkan tidak dapat mempercayai jika Eunhyuk telah merebut Je wo dari Kyuhyun.

“Kyuhyun-ah, mana mungkin Eunhyuk merebut Je wo darimu. Aku tidak tau kau mendengar semua ini dari siapa, tapi aku harap kau jangan mempercayainya begitu saja”

Kyuhyun tertawa hambar, menyeka sudut bibirnya yang berdarah dengan Ibu jari. “Jika saja bisa, aku ingin tidak mempercayainya. Hanya saja, semua itu aku dapatkan dengan mata kepalaku sendiri”

 

****

 

Je wo menatap kedua yeoja yang datang ke apartementnya dengan tatapan bingung, Shin hye kyung dan Choi eunjin duduk mengapit gadis itu sembari melemparkan tatapan membunuh. Bahkan Je wo sama sekali tak mampu untuk sekedar bergerak karena keduanya.

“Heish, kalian itu kenapa, eo? Cepat menyingkir dariku, ini benar-benar sempit” rutuknya, kedua tangannya berusaha mendorong tubuh kedua gadis yang masih menghimpit tubuhnya.

“Eonnie, katakan jika itu tidak benar” desis Hye kyung.

“Mwo?”

“Kau bukan gadis bodoh yang memiliki selera rendahkan?” sambung Eunjin

Je wo mengernyit bingung, merasa tidak mengerti dengan pembicaraan kedua gadis itu. “Kalian ini bicara apa? Aku tidak mengerti” ucapnya polos, Hye kyung dan Eunjin mendesah gusar melihat kebodohan Je wo dan akhirnya masing-masing beranjak kesudut sofa.

“Kau itu benar-benar senang sekali membuat situasi memanas, kau tidak tau Donghae Oppa meneleponku tengah malam karena mencemaskan kedua pria itu? Aku bahkan tidak dapat tidur setelah mendengar pernjelasan darinya” rutuk Eunjin pada Je wo.

“Dan yang paling menyedihkan itu Ryeoowok Oppa, dia sampai ketakutan saat melihat kedua pria itu berkelahi. Kau itu sangat menyusahkan Eonnie!” timpal Hye kyung tak mau kalah.

“Yah! Sebenarnya ada apa dengan kalian? Pria siapa yang berkelahi? Lalu apa hubungannya dengan ku?!” pekik Je wo, kesabarannya mulai habis saat kedua gadis itu mengoceh tak henti mengenai sesuatu yang bahkan tidak ia pahami.

“Siapa lagi kalau bukan Eunhyuk Oppa dan Kyuhyun Oppa!!” teriak Hye kyung dan Eunjin bersamaan.

“Mwo?” gumam Je wo, ia menatap kedua gadis itu bergantian, mencari pembenaran dari ucapan keduanya. “Mereka… berkelahi?” sambungnya tak percaya.

“Ne! Dan kabarnya semua itu karena kau” jawab Eunjin, ia kembali mendekatkan dirinya pada Je wo. “Eonnie, apa benar kau berselingkuh dengan Eunhyuk Oppa? Eo? Itu tidak benarkan?” tanya Eunjin dengan suara yang mulai melunak.

Je wo sama sekali tidak bereaksi, ia hanya menatap kosong kedepan, apa yang baru saja ia dengan cukup membuatnya terkejut. Cho kyuhyun dan Eunhyuk berkelahi dan itu karena dirinya, tidakkah saat ini ia berada dalam situasi yang sulit?

“Eonnie..” panggil Hye kyung pelan.

Je wo mendesah panjang dan menyandarkan tubuhnya pada sofa, pikirannya mendadak runyam dan tidak tau ingin berbuat apa. “Aku tidak tau” gumamnye kecil, “Tapi, aku dan Eunhyuk Oppa memang…” Je wo menggigit bibir bawahnya dengan ringisan kecil, tidak terlalu yakin dengan apa yang akan ia katakan pada kedua yeoja yang sudah menunggunya dengan tatapan tak sabar.

“Saling menyukai”

“MWO?”

“JINJAYO?”

Je wo melirik kedua yeoja itu sekilas sebelum kembali mendesah gusar, ini gila! Pikirnya, namun kegilaan itu sulit untuk ia hindari. Mungkin akan lebih baik jika perasaannya pada Eunhyuk sekedar perasaan sesaat, namun sayang rasa itu masih tetap ada dan bahkan terus berkembang. Percaya atupun tidak, saat ini Je wo sedang merindukan pria yang menjadi permasalahan dalam hubungannya bersama Kyuhyun.

“Neo michyeosseo? Yah! Kau itu adalah kekasih Kyuhyun Oppa, bagaimana bisa kau menyukai namja lainnya” sembur Eunjin. “Dan yang lebih parahnya, kau menyukai Eunhyuk Oppa, namja yang berstatus sebagai Hyung kekasihmu sendiri. Apa kau benar-benar sudah tidak waras?!”

“Kau bisa menghancurkan persaudaraan mereka Eonnie, aku pikir mereka hanya salah paham saja. Tapi.. heish, kau benar-benar menyebalkan” sambung Hye kyung

Je wo cukup tertegun mendengar kekecewaan kedua yeoja yang selama ini selalu mendukung apapun keputusannya. Ia merasa, mungkin saja kedua yeoja itu benar karena memang dialah penyebab semua masalah ini. Tapi, sampai saat ini ia bahkan tidak tau harus berbuat apa. Meminta maaf pada Cho kyuhyun dan melupakan apa yang telah terjadi antara dirinya dan Eunhyuk? Hati kecilnya menjerit dan berteriak untuk mengatakan tidak.

 

****

 

 

“Kau sedang apa?”

 

Sebuah desiran hangat dapat ia rasakan saat suara lembut itu menanyakannya. Hanya melalui sebuah telepon genggam namun cukup membuatnya kembali merindukan pria itu seribu kali lipat dari sebelumnya. Je wo menyandarkan dirinya pada dinding kamar menikmati deru nafas yang terdengar dari seberang sana.

“Aku baru saja pulang dari kampus, waeo?”

“Sudah makan?”

 

Je wo tersenyum kecil mendengar pertanyaan yang baginya cukup lucu untuk di pertanyakan Eunhyuk, ia berjalan ringan menuju ranjangnya dan segera merebahkan diri disana. “Sudah, hahaha kau perhatian sekali Oppa” godanya.

“Tentu saja, mana mungkin aku tidak perhatian pada kekasihku sendiri”

 

Ucapan itu terasa sangat nyata baginya, ingin tersenyum girang namun masih ada sesuatu yang besar mengganjal pada hatinya. Sebuah perasaan bersalah yang ditujukan entah untuk siapa, salahkah jika dia ingin mencoba menjalin hubungan dengan pria ini? Pria yang juga memiliki perasaan yang sama dengannya.

“Oppa..”

“Hem?”

“Kemarin, kau dan Kyuhyun…”

“Hei”

“Eum?”

“Bisakah saat bersamaku, kau tidak menyebutkan namanya? Itu, cukup menyakitkan untukku”

Jika saja bisa, Je wo ingin segera melemparkan dirinya kedalam neraka. Mendengar suara lirih yang seakan memohon padanya itu sungguh suatu hal yang menyakitkan. Pria itu jelas tau dirinya masih memiliki hubungan dengan Kyuhyun. namun tetap bersedia menjalin dan meneruskan hubungan yang sangat tidak mungkin bagi keduanya.

“Oppa, mianhae” hanya itu yang mampu ia ucapkan. Sejujurnya sangat banyak kalimat yang ingin ia katakan pada pria itu, namun sayangnya bibirnya tak cukup mampu mengatakannya.

“Tidak perduli kau masih miliknya ataupun tidak, aku… sama sekali tidak berniat untuk meninggalkanmu”

 

****

 

Shin je wo berdiri terpaku melihat sosok pria yang berdiri di depan pintu apartementnya. Pria itu berdiri dengan tatapan dingin yang mampu memporak-porandakan perasaannya. Rindu, ada terselit perasaan rindu saat melihat sosok yang beberapa hari ini sama sekali tidak pernah menghubunginya ataupun sekedar bertemu dengannya.

“Aku boleh masuk?”

Bahkan selama ini ia tidak pernah bertanya untuk masuk kesana, kenapa saat ini ia terasa asing?

“N-ne, masuklah” ucap Je wo mempersilahkan.

Ia mengikuti Kyuhyun dari belakang, menatap punggung pria yang saat ini terlihat lebih kecil dari sebelumnya. Hingga punggung itu berbalik dan menghadap padanya, ia sama sekali tidak dapat memikirkan apapun. Tatapan itu terlalu asing dan ia benci akan hal itu. Itu bukan Kyuhyunnya.

“A-aku buatkan minum dulu, kau duduklah disana”

“Tidak perlu” potong Kyuhyun. Ia membenamkan kedua tangannya pada saku celana hitam yang ia kenakan, berdiri angkuh dengan jarak yang tidak terlalu jauh dari Je wo. “Aku kesini, hanya ingin mengatakan sesuatu” sambungnya.

“Mwonde?” gumam Je wo, ada perasaan tak enak yang menyelimutinya.

“Aku, tidak mau menjadi penghalang hubungan antara kau dan Eunhyuk Hyung” ucap Kyuhyun tanpa ekspresi apapun. “Jadi, mulai saat ini kau bebas bertemu ataupun menjalin hubungan apapun dengannya. Aku akan memberikanmu padanya dengan senang hati”

Ucapan itu memberikan denyutan perih pada hatinya, meskipun denyutan itu sama sekali tidak pantas untuk ia rasakan. Hanya saja itu memang terdengar menyakitkan baginya. “Aku bukan barang” gumamnya parau, kedua tangannya terkepal di sisi-sisi tubuhnya. “Aku bukan barang, Cho kyuhyun”

“Aku tidak pernah menganggapmu seperti itu, sebelumnya”

Kepala itu terangkat sempurna, menatap pria itu dengan tatapan tidak percaya. Dia yakin dan tau bagaimana bencinya pria itu padanya saat ini, hanya saja, ia masih tidak rela jika pria itu membuangnya dan melemparkannya begitu saja. Tapi bukankah ia yang lebih dulu melakukan hal itu? Lalu kenapa harus ada rasa tak rela itu padanya.

“Aku terlalu lelah melihat hubungan rahasiamu dengannya. Itu terlalu memuakkan!” desis Kyuhyun. “Aku tidak ingin menjadi penghalang atas hubungan siapapun sekaligus hubungan itu terlalu menjijikkan untuk kukatakan”

“Kau bebas, pergilah bersamanya. Kita.. telah selesai”

 

****

 

 

Rasa hampa itu mulai menggeluti dirinya, rasa kehilangan itu semakin menjadi-jadi, bahkan rasa rindu itu tak mampu terelakkan. Dua minggu, selama itu ia telah resmi menjadi mantan kekasih dari pria yang bernama Cho kyuhyun. Meskipun disatu sisi ia merasa lebih tenang untuk menjalin hubungan tanpa dasar status apapun dengan Hyung pria itu, tetap saja dia merasa ada sesuatu yang kurang dari hidupnya. Tak jarang rasa kesepian menyelimutinya saat ia sendiri, namun rasa kesepian itu selalu menguap saat Eunhyuk menemaninya.

Kebingungan itu tak kunjung usai.

TING TUNG

Lamunan Shin je wo membuyar saat mendengar suara bel dari apartementnya, ia beranjak dari duduk nyamannya untuk membuka pintu itu. “Eo? Donghae Oppa?” gumamnya. Lee donghae, tanpa menunggu ijin dari si pemilik rumah, tanpa basa-basi segera masuk kedalam apartement itu, diiukuti kekasihnya dari belakang.

“Waeo?” bisik Je wo ada Eunjin yang hanya menjawab dengan gelengan polos.

Dengan tubuh sedikit bergetar, Je wo mencoba mendekati Donghae yang berdiri kaku di ruangan apartementanya. Je wo tau, ini pastilah menganai kedua pria itu.

“Oppa, waegurae?” tanya Je wo pelan.

Lee donghae membalikkan tubuhnya dan menatap Je wo penuh emosi. “Kau puas? Apa sekarang kau puas telah mempermainkan kedua saudaraku? Kau puas Shin je wo?!” teriaknya. Ia melangkah mendekati Je wo, menyudutkan gadis itu pada tembok dingin di belakangnya. “Kau benar-benar hebat untuk ukuran seorang gadis polos” desisnya.

“Apa Kyuhyun masih kurang hingga kau harus mendekati Eunhyuk?! Dimana pikiranmu hah?!”

“Oppa” guma Eunjin pelan, baru kali ini ia melihat bagaimana emosinya Lee donghae.

“Oppa, aku pikir ini bukan urusanmu” jawab Je wo dingin, meskipun kedua kakinya gemetaran menghadapi pria itu.

“Bukan urusanku kau bilang?! Yah! Karena kau hubungan mereka menjadi renggang, Kyuhyun tidak pernah mau ikut berkumpul bersama kami saat ada Eunhyuk, begitupun sebaliknya! Apa kau pikir itu bukan urusanku? Sialan kau!”

Mata Je wo memerah saat makian itu terlontar dengan sangat tajam dari bibir pria itu, ia sama sekali belum pernah mendapatkan makian mengerikan itu sebelumnya. Eunjin yang melihat itu segera menarik lengan Donghae agar tidak terlalu mengintimidasi Je wo.

“Oppa kau membuatnya takut” tegur Eunjin namun Donghae segera menepis lengannya.

“Takut? Aku bahkan tidak yakin dia masih memiliki rasa takut. Setelah mencampakkan dongsaengku begitu saja” cibirnya.

“Lee donghae sshi” gumam Je wo. “Bukan aku yang mencampakkan dongsaengmu, tapi dia yang mencampakkanku layaknya sebuah barang” ujarnya tajam.

Donghae mendengus kasar. “Bukankah itu memang pantas kau dapatkan?” sindir Kyuhyun sinis. “Dia menunggumu, menunggu kau mengatakan jika semua yang ia lihat tidak benar. Hanya itu, hanya itu yang ia inginkan untuk kembali mempercayaimu. Tapi apa? Kau malah membiarkan dia sendiri, membiarkan dia semakin melihat kepiawaianmu menyembunyikan hubunganmu dengan Eunhyuk”

“Pria mana yang tahan jika melihat wanitanya lebih menginginkan pria lain darinya?! Kau yang mencampakkannya begitu saja Shin je wo! Kau, bukan dia!”

“Lalu bagaimana dengan Eunhyuk Oppa?” kali ini Eunjin mulai angkat bicara. Ia sedikit merasa tak tega melihat bagaimana Donghae mengatai Je wo dengan bermacam perkataan kasar seperti itu. “Dalam masalah ini, dia juga salah. Kau tidak akan menutup matamu kan, Oppa? kau juga tau dengan jelas jika Eunhyuk Oppa juga menyukai Je wo Eonni” desak Eunjin.

Donghae terdiam sejenak, apa yang dikatakan kekasihnya itu memanglah benar. Disini Eunhyuk juga memiliki peranan penting, jika bukan karena Eunhyuk yang juga menginginkan berlanjutnya hubungan mereka, semua ini juga tidak akan terjadi bukan?

“Hyukie, aku tau pria seperti apa dia” gumam Donghae dengan suara yang melunak. “Dia akan mengalah, asalkan kau, melepaskan dirimu darinya” ucapnya lirih.

 

****

 

 

Rintik-rintik hujan yang semkin melebat di daerah kota Seoul, memaksa Shin je wo meneduhkan dirinya di sebuah box telepon umum yang berada disekitarnya. Tubuhnya kedinginan dan mulai menggigil, hujan itu tak kunjung reda hingga ia mulai tak tahan berada di tengah guyuran hujan yang deras dan angin kencang yang semakin memperburuk suhu tubuhnya.

Ia mengitari pandangan kesekeliling, mencari sesuatu yang mungkin bisa membantunya keluar dari tempat itu. Dan mata itu mendarat pada sebuah bangunan apartement yang tampak dari tempatnya berdiri, sebuah apartement yang dulunya sering ia singgahi saat masih menjadi kekasih salah satu pemilik apartment itu. Perasaannya mulai bimbang, ragu, antara meminta bantuan darinya atau tidak.

Namun rasa dingin itu semakin menggerogoti tubuhnya, desahan panjang keluar dari bibir yang tampak bergetar itu. Dengan tangan gemetar ia merogoh saku celananya, mengambil ponsel. Ia menatap ragu layar ponselnya, ada dua nama yang menjadi pilihan. Lee hyukjae dan Cho kyuhyun.

Dengan erangan gusar akhirnya ia memutuskan untuk menelepon salah satunya, “Oppa” panggilnya ketika panggilannya tersambung. “Kau, bisa membantuku tidak?”

 

****

 

 

“Sudah berapa lama kau menunggu disana?” tanya Eunhyuk sembari menyerahkan sebuah handuk pada Je wo. Gadis itu segera mengambil handuk dari tangan Eunhyuk dan mengeringkan dirinya.

“Hampir dua jam lebih” jawabnya ringan, namun suara yang bergetar itu tidak dapat menyembunyikan jika saat ini kondisi tubuhnya sedang tidak baik-baik saja.

Eunhyuk menggeleng fustasi menatap gadis yang sudah beberapa hari ini seakan menjauhi dirinya, mungkin lebih tepatnya sejak Lee donghae datang menemui Je wo dan melimpahkan segala makian padanya. Gadis itu merasa semakin buruk jika ia bertemu dengan salah satu pria yang terseret dalam arus perasaan bodohnya, ia memilih menghindar dan menjauh untuk semnetara waktu, menenangkan perasaannya hingga jawaban itu segera datang.

Eunhyuk keluar dari kamarnya dengan sabuah piyama berwarna biru muda yang berada di tangannya. “Kau pakai baju ini saja dulu, biar bajumu aku keringkan” ujarnya. Bagaimanapun gadis itu akan semakin memperburuk kondisi tubuhnya jika berlama-lama mengenakan pakaian basah seperti itu.

“Eo? Aku.. tidak apa-apa Oppa” tolak Je wo enggan, ia melirik piyama biru muda itu dan bertanya-tanya, milik siapa piyama itu? Dan bagaimana mungkin aku memakainya?

“Ini milik Donghae, tapi kekecilan ditubuhnya. Dia berikan padaku karena ukurannya cocok untukku, tapi aku belum sempat memakainya” terang Eunhyuk yang seakan mengerti dengan tatapan aneh Je wo. “Sudah cepat sana ganti, nanti kau masuk angin jika berlama-lama memakai pakaian basah itu” desaknya. Je wo tersenyum polos dan segera mengambil piyama itu, berjalan mendekati sebuah kamar yang selama ini selalu ia gunakan untuk melakukan kegiatan apapun.

“Hei” paggil Eunhyuk.

Je wo menoleh padanya. “Eung?”

“Pakai kamarku saja”

Gadis itu mengerutkan dahi bingung dan menatap Eunhyuk lama, mulai salah tingkah saat menyadari tindakan bodohnya. Ia menatap pintu kamar Kyuhyun dengan tatapan bersalah, bagaimana bisa ia ingin mengganti pakaian di kamar mantan kekasihnya? Bahkan disana ada seorang pria yang jelas-jelas memiliki hubungan khusus dengannya, meskipun hubungan itu sama sekali tidak memiliki status.

Je wo mengangguk pelan sebelum melangkahkan kakinya menju kamar Eunhyuk, namun ia kembali menoleh pada si pemilik kamar sebelum membuka pintu kamarnya. “Oppa, tidak ada kamera tersembunyikan didalam?” tanya Je wo dengan wajah curiga.

“Yah! Kau pikir aku semesum itu?!” pekik Eunhyuk.

Je wo menggedikkan bahu ringan. “Siapa tau saja” jawabnya dan segera melenggang masuk kedalam kamar Eunhyuk. Pria itu tersenyum kecil melihat sikap Je wo yang telah kembali seperti sebelumnya, menyebalkan namun selalu membuatnya tersenyum. Dengan senyuman yang masih mengembang, dia segera memasuki dapur, membuatkan segelas coklat hangat untuk gadis yang telah mengisi seluruh ruang dalam hatinya.

Gadis itu, tidak perduli ia memiliki kekasih ataupun tidak, bagi Eunhyuk, asalkan Je wo masih ingin bersamanya, maka ia akan senang hati berada disisi gadis itu hingga gadis itu sendiri yang memintanya menjauh. Terdengar gila mungkin, namun itulah cinta dalam arti kehidupannya. Ia tau hubungan ini masih berada dalam permainan konyol yang mereka lakukan beberapa minggu yang lalu. Hanya saja, permainan konyol ini mulai berubah menjadi masalah sekaligus godaan baginya. Ia tau itu dan yakin semua ini pasti akan berakhir, namun tetap mencoba dan terus masuk kedalamnya hingga kata ‘akhir’ dalam hubungan mereka akan segera menghampirinya.

“Aneh tidak” tanya Je wo yang telah berdiri tegak di belakang tubuh Eunhyuk, gadis itu menggoyang-goyangkan kedua tangannya salah tingkah.

Eunhyuk tersenyum kecil dan mendekati Je wo, mengelus dagunya dan melemparkan tatapan  menilai pada gadis itu. “Eum.. not bad” gumamnya.

“Cih, sejak kapan kau bisa menggunakan bahas inggris?” sindir Je wo.

Eunhyuk terkekeh pelan dan segera menarik tangan gadis itu, mendudukkannya pada kursi meja makan. “Minum ini” perintahnya, ia menyodorkan segelas coklat hangat pada Je wo.

“Aigo~ kebetulan sekali Oppa, aku memang sedang membutuhkan minuman hangat seperti ini” ujar Je wo girang, ia segera meraih gelas mug itu dan meneguk coklat hangat itu hingga habis. “Ah… hangat!” gumamnya senang.

“Heish, kau itu jorok sekali” gerutu Eunhyuk, ia mengambil tissue yang berada di sebelah kiri Je wo, menyeka sudut bibir gadis itu yang tersenyum lebar.

“Gomapta” ucap Je wo pelan, tidak dapat ia pungkiri jika ia memang sangat merindukan pria itu.

Eunhyuk tersenyum kecil dan mengacak rambut Je wo, “Aku merindukanmu” gumamnya pelan dan lirih.

Je wo tertegun, tatapannya mendadak sayu. Wajah pria itu terlalu jelas menahan perasaan rindu pada dirinya. Makian Donghae beberapa minggu yang lalu kembali terngiang dan menjadikan dirinya semakin merasa bersalah. Kebingungan semakin melanda dirinya.

Tubuh itu semakin kaku saat wajah Eunhyuk semakin mendekat pada wajahnya, menahan nafas saat deru nafas yang beraromakan mint dari pria itu menyentuh permukaan wajahnya. Memabukkan, namun cukup membuatnya merasa takut.

BRAKKKK.

Kedua insan yang hampir saja menyentuhkan kedua bibir mereka terkejut saat mendengar suara kuat dari belakang tubuh mereka. Keduanya menoleh dan terperanjat kaget saat menemukan Cho kyuhyun berdiri kaku disana, pria itu menatap tajam keduanya, seakan ingin segera menendang kedua orang itu dari sana.

Tatapan itu seakan menguliti keduanya, sehingga  mereka tak mampu untuk sekedar bergerak. Salah, mereka salah, hanya saja terlalu banyak cara untuk menyangkal segala kesalahan itu hingga keduanya tetap memiliki pembenaran.

Cho kyuhyun, tanpa mengatakan apapun, segera menyeret langkahnya pergi. Memasuki kamarnya setelah menghempaskan pintu kamarnya dengan kuat. Marah, tentu saja. Melihat gadis yang hingga detik ini masih ia cintai, bahkan dia hampir gila menahan segala kerinduannya pada gadis itu. Namun dia bisa apa? Bukankah hubungan keduanya telah berakhir? Dan hari ini, disaat dia mendapatkan ijin untuk istirahat karena kondisi tubuhnya dalam keadaan tidak baik, dia malah mendapatkan suguhan menjijikkan dari kedua orang tua itu.

Shin je wo menundukkan kepalanya, merasa semakin bingung dengan keadaan yang ia hadapi. Ia hampir saja berciuman dengan Eunhyuk dihapadan Kyuhyun. Terlalu jelas dimatanya bagaimana raut wajah kecewa itu saat menatapnya. Hatinya perih dan sakit, dia tidak ingin lebih menyakiti pria itu lagi.

“Yeoboseo?”

Suara Eunhyuk menyadarkan Je wo dari lamunannya. Entah sejak kapan Eunhyuk sudah berdiri sedikit lebih jauh darinya, ia menatap pria yang tampak memasang wajah seriusnya saat menerima telepon dari seseorang.

“Nugu, Oppa?” tanya Je wo saat pria itu kembali mendekatinya.

Eunhyuk menatap Je wo ragu, ada sesuatu yang membuatnya merasa sedih dan cemas.

“Kyuhyun, dia pulang lebih cepat karena, tubuhnya dalam keadaan tidak baik”

“Mwo? Dia sakit? Sejak kapan? Pantas saja wajahnya pucat sekali, apa sebaiknya kita bawa dia kerumah sakit, Oppa?”

Tatapan Eunhyuk mendadak kosong, melihat bagimana jelasnya gadis itu mencemaskan Cho kyuhyun. Raut wajah itu cukup membuatnya mengerti bagaimana besarnya sosok pria itu dalam hidup gadis yang juga ia cintai. Eunhyuk tersenyum kecil, berusaha menenangkan Je wo. “Dia hanya demam, tapi mengingat bagaimana rapuhnya tubuh bocah itu, dia tetap harus mendapatkan pertolongan pertama. Nanti setelah yang lain pulang aku akan membicarakannya dengan mereka” ujar Eunhyuk.

Je wo mengangguk kecil namun tidak dapat menyembunyikan raut wajah khawatirnya, Eunhyuk mencoba menepis segala hal yang mengganggu pikirannya. Ia segera mendekati dimana tempat kotak obat biasanya diletakkan Sungmin, mengerut bingung saat kotak obat itu ternyata telah kosong. “Sepertinya sudah habis” gumamnya.

“Je wo-ya”

“Eum?”

“Aku keluar sebentar, persediaan obat di dorm sudah habis, jadi aku harus membelinya”

“Aku ikut”

“Tidak usah, kau disini saja. Lagi pula diluar masih hujan. Dan.. aku butuh bantuanmu”

Je wo mengerutkan dahi menatap Eunhyuk, “Mwonde?” tanya Je wo.

“Buatkan Kyuhyun coklat hangat, nanti berikan padanya langsung”

Kedua mata Je wo melebar saat mendengar perintah Eunhyuk, pria itu tau namun berusaha mengalihkannya, ia segera menyambar sweater miliknya dan meraih kunci mobil. Bagaimanapun, Kyuhyun adalah dongsaengnya dan dia tidak ingin melihat bocah itu berlama-lama sakit.

 

****

 

 

Je wo tampak ragu, berdiri mondar-mandir di depan pintu kamar Kyuhyun dengan segelas coklat hangat di kedua tangannya, ia merasa takut dan cemas jika nanti pria itu akan mengusirnya dari sana. Terlebih setelah apa yang ia lihat beberapa waktu yang lalu, “Tenang Shin je wo, tenang, kau hanya masuk dan memberikan minuman hangat ini untuknya, setelah itu keluar dari sana” ujarnya pada diri sendiri.

Setelah cukup lama berusaha menenangkan diri, Je wo memutuskan mengetuk pintu kamar itu sebelum membukanya. Ia mengulurkan lehernya panjang pada celah pintu dan menatap sekitar kamar Kyuhyun. Gelap, kamar itu sangat gelap, hanya ada tampak sebuah cahaya lampu di sudut kamar yang dia yakini, itu adalah cahaya dari sebuah ponsel yang pasti sedang di gunakan Kyuhyun.

“Cho kyuhyun..” panggil Je wo pelan, ia sama sekali tidak dapat melihat dimana pria itu berada.

Hening, tidak ada jawaban dari siapapun. Je wo mulai melangkahkan kakinya masuk, mencoba merambati dinding kamar itu untuk mencari saklar lampu, namun baru saja ia ingin menekan saklar lampu itu, suara Kyuhyun mengintrupsi dirinya.

“Jangan dihidupkan”

Je wo hampir saja melemparkan gelas yang berada di tangannya saking kaget mendengar suara Kyuhyun yang tiba-tiba. “T-tapi, aku tidak dapat melihat” jawabnya.

“Aku tidak menyuruhmu masuk, untuk apa kau kemari?” suara dingin itu kembali terdengar disana.

“Aku ingin memberikan coklat hangat untukmu” jawab Je wo lirih, “Eum, Eunhyuk Oppa yang menyuruhku sebelum dia pergi membeli obat untukmu” sambungnya. Merasa sedikit gengsi jika nantinya Kyuhyun merasa dirinya masih memperhatikan pria itu, meskipun sejujurnya itu adalah benar.

Cho kyuhyun, kembali terhempas saat mendengar nama Eunhyuk dari bibir gadis itu, dalam gelap ia tersenyum kecut. Menertawakan kebodohannya yang mengira gadis itu masih memperhatikannya, “Aku tidak butuh minuman itu. Bawa kembali keluar” perintahnya.

“Tapi_”

“Cepat keluar!!” suara dingin itu mulai meninggi, membuat Je wo segera mengangkat kakinya dari sana.

Yeoja ia berjalan lesu kembali kedapur, meletakkan gelas itu ke atas meja, ia berdiri menyandar pada pintu kulkas. Matanya mulai memanas, mengingat bagaimana Kyuhyun terlihat sangat membencinya. Ia kembali mengingat saat-saat indahnya bersama pria itu, meskipun penuh dengan perdebatan-perdebatan konyol dan hampir tidak menemukan kata romantis dalam hubungan itu, namun selama itu ia selalu menikmatinya. Masih terbayang dengan sangat jelas dalam benaknya, saat Kyuhyun melamarnya dengan cara yang sama sekali tidak romantis, melamarnya di bangku sofa apartementnya, tapi itu sungguh membuatnya merasa amat sangat bahagia. Pria itu, memang tidak pernah memberikan kesan romantis padanya, namun bukankah selama ini hal itu tidak pernah ia permasalahkan?

Shin je wo menggigit bibir bawahnya kuat, saat air matanya mendesak untuk keluar. Ia segera menengadahkan wajahnya keatas, berusaha menahan gerak bebas air matanya. “Aku harus melupakannya, bukan?” gumamnya parau.

Ia mengambil nafas panjang sebelum berniat beranjak dari sana, namun tubuhnya kembali kaku saat sosok pria itu telah berada di ambang pintu dapur, menatapnya dingin dan asing. Aku tidak menyukai tatapan itu, batin Je wo.

“K_kau membutuhkan sesuatu?” tanya Je wo pelan.

Kyuhyun tidak menjawab, hanya berjalan mendekati meja dan meraih gelas yang tadinya diletakkan Je wo disana, ia meneguk isi gelas itu hingga habis. Sementara itu, Je wo terperangah ditempatnya, melihat bagaimana pria itu sama sekali tidak mau menyia-nyiakan kerja kerasnya untuk membuat segelas coklat hangat untuknya.

Tidak perduli coklat hangat itu mulai mendingin, Kyuhyun tetap menghabiskannya. Pria itu, meskipun telah tersakiti dengan segala sikap yang dilakukan Je wo, ia tetap tidak ingin mengecewakan gadis itu. Perasaannya masih terlalu besar dan tak mampu ia lenyapkan sekalipun ia berusaha mati-matian untuk itu.

Je wo menatap tubuh yang tampak semakin kurus itu, entah karena dirinya ataupun pekerjaan pria itu yang membuat tubuh itu tampak semakin rapuh. Bibir itu terbuka, ingin memanggil namanya saat pria itu kembali beranjak dari sana. Namun ia urungkan saat pria itu tiba-tiba menghentikan langkahnya, membalikkan tubuhnya dan segera mendekati Je wo.

“W-waeo?” tanya Je wo gugup.

Sorot mata itu tidak sedingin sebelumnya, bahkan terlihat sangat memilukan. Wajah itu tampak sangat tirus dan cekung. Kedua mata Je wo melebar saat tiba-tiba saja tangan kekar pria itu menariknya masuk kedalam pelukannya, pelukan yang telah lama dirindukan keduanya. Pelukan hangat yang memberikan sensasi menggila bagi mereka.

“Ch_Cho kyuhyun” gumam Je wo, tangannya masih diam dan tidak membalas pelukan hangat Kyuhyun.

“Sebentar saja, pinjamkan aku tubuhmu sebentar saja” bisik Kyuhyun lirih.

Shin je wo menyerah, ia tidak mampu lagi menahan kedua tangannya untuk tidak membalas pelukan yang ia rindukan, tangannya bergerak aktif mengusap punggung Kyuhyun.

“Semuanya terasa memuakkan” gumam Kyuhyun, ia membenaman wajahnya dalam lekukan leher Je wo, tempat favoritnya saat memeluk gadis itu. “Aku lelah, sangat lelah” bisiknya lagi.

“Lelah?” tanya Je wo parau.

“Eum”

“Lalu kenapa tidak berhenti saja” jawabnya dengan arti yang berbeda, namun cukup Kyuhyun mengerti.

“Aku ingin, tapi tidak bisa” ujar Kyuhyun lirih, kalimat yang mengandung beribu rasa perih itu seakan menusuk Je wo kuat, ia kembali merasa air matanya seakan siap lolos dari tempatnya. Namun segera ia urungkan saat Kyuhyun melepaskan pelukan itu.

Ia menatap lama wajah yang teramat ia rindukan, tangannya tak mampu untuk tidak bergerak, menyusuri wajah yang tampak semakin memucat. Begitu merindunya ia pada wajah itu hingga tatapan kagum itu sama sekali tak terelakkan darinya, ia memuaskan mata dan tangannya untuk menikmati wajah Kyuhyun.

Pria itu memajamkan matanya, meresapi rasa hangat yang tersalur melalui sentuhan gadis itu, rasa hangat yang berbeda dari suhu tubuhnya. “Aku sangat mencintaimu” bisiknya, perlahan mata itu terbuka, kedua tangannya menagkup wajah Je wo, menariknya mendekat dan membunuh segala jarak yang memisahkan mereka. Ia tidak ingin jarak itu ada, jarak yang semakin membuatnya menjauh dari gadis itu.

Shin je wo sama sekali tidak dapat menolak sentuhan itu, matanya terpejam begitu saja saat aroma maskulin Kyuhyun yang telah ia kenali terlalu lama mulai menusuk indra penciumannya. Ia butuh, ia ingin sentuhan itu dan tidak akan menolaknya saat ini.

Ribuan kupu-kupu seakan menari-nari dalam perutnya saat bibir itu menyentuh lembut bibirnya, menekannya pelan hingga tubuhnya tersedak pada pintu kulkas dibelakangnya. Kyuhyun menarik kedua tangan Je wo agar melingkari lehernya, sedangkan ia memperkerjakan kedua tangannya untuk semakin merapatkan kedua tubuh mereka. Sebelah tangannya semakin menekan tengkuk Je wo sembari memperdalam ciumannya, sementara sebelahnya lagi menekan pinggang gadis itu hingga tubuhnya seakan terangakat dari lantai. Je wo bahkan meremas punggung dan rambut belakang Kyuhyun saat rasa itu semakin menusuk dirinya.

Ciuman itu sangat lembut namun menuntut, saling melumat dan menyampaikan segala rasa rindu yang menggebu. Sudah terlalu lama perasaan itu terpendam dan kali ini, mereka tidak akan menyimpannya lagi. Semuanya pecah, membaur menjadi hasrat yang tak dapat dibendung. Menggeliat dan mendesah dalam ciuman yang memabukkan, menyiptakan deru nafas yang memburu diruangan itu, saling merapatkan tubuh masing-masing dan tak ingin membiarkan jarak satu centipun diantara keduanya.

Namun, diantara rasa hasrat dan menggebu dari kedua insan yang saling meresapi rasa rindu mereka. Ada seorang pria yang berdiri kaku diambang pintu dapur itu, kedua tangannya terkepal kuat, meremas sebuah bungkusan yang ia beli sebelumnya. Wajahnya memerah menahan emosi, melihat bagaimana mesranya Cho kyuhyun bercumbu dengan Shin je wo, gadis yang telah memenuhi seluruh ruang hatinya.

Namun sebesar apapun emosi itu, sebesar apapun rasa kecewa dan sakitnya. Ia tetap tak mampu melakukan apapun seperti saat Kyuhyun melihat dirinya yang hampir melakukan adegan itu pada Je wo. Ia tidak bisa seperti Kyuhyun, menghempaskan sesuatu agar cumbuan itu terhenti seperti saat ia menghentikan niatnya yang ingin menyentuh gadis itu. Ia terlalu takut dan merasa tak pantas jika melakukannya, mengingat bagaimana gadis itu yang tampak haus dengan sentuhan Kyuhyun. Ia tau, Shin je wo pastilah sangat merindukan Cho kyuhyun, meskipun selama ini gadis itu selalu berusaha menyimpan rasa rindunya.

 

****

 

 

“Hei”

 

Shin je wo menatap layar ponselnya tak percaya, menatap satu kata dalam isi pesannya dengan shock. Pesan dari Cho kyuhyun. “Di-dia mengirimiku, pesan?” gummanya tak yakin. Gadis itu sibuk berjalan kesana-kemari membawa ponsel miliknya, ia bingung dengan balasan apa yang nantinya akan ia kirimkan pada pria itu.

Setelah tragedi dua hari yang lalu, saat mereka kembali berciuman meskipun hubungan yang sama sekali dalam keadaan yang tidak baik. Je wo memang semakin merindukan pria itu, ia bahkan selalu berusaha mencari waktu untuk bertemu dengan Kyuhyun lagi. Namun tidak pernah bisa, mengingat ia sama sekali tidak berani melakukannya.

Dan Eunhyuk? Sejak dua hari yang lalu, pria itu bagaikan hilang ditelan bumi. Jika dalam sehari, biasanya Je wo menemukan minimal 15 pesan dari pria itu, selama dua hari ini, ia sama sekali tidak mendapatkan satu pesanpun dari Eunhyuk.

“Apa yang sedang kau lakukan?”

“KYAAAAAAA”

Gadis itu tak mampu untuk tidak berteriak saat membaca pesan kedua yang dikirimkan Kyuhyun kepadanya, ia merasa seakan menjadi gadis yang baru pertama kali mencintai seseorang. Bahkan dulu, disaat ia dan Kyuhyun baru saja menjalin hubungan, ia sama sekali tidak sehisteris ini.

“Mianhae, tadi aku sedang berada di toilet”

Sebaris kalimat bodoh itu ia kirimkan pada Kyuhyun, mengawali percakapan yang sama sekali tidak penting bagi keduanya. Berkirim pesan, menanyakan hal-hal yang jelas-jelas tidak terlalu peting untuk ditanyakan. Deretan pesan yang terasa amat kaku namun membuat keduanya merasa kembali terisi dari segala kekosongan yang selama ini menggelanyuti keduanya.

 

****

 

 

Je wo menghembuskan nafas panjangnya sebelum memasuki sebuah café mewah di daerah gangnam, ia memantapkan dirinya untuk kembali bertemu dengan seseorang yang selama ini masih menjadi sesuatu yang mengganjal dalam pikirannya. Je wo mengedarkan tatapannya, mencari sosok yang ia cari.

Ia tersenyum tipis saat melihat seorang pria mengangkat sebelah tangannya agar dirinya dapat mengetahui keberadaannya. Pria itu tersenyum lebar saat Je wo menghampirinya. “Maaf lama menunggu” ujar Je wo dengan senyuman kecil.

“Gwencanha, asalkan hari ini kau yang meneraktirku. Aku sama sekali tidak mempermasalahkan itu.”

“Heish! Kau benar-benar mata duitan, Oppa”

Je wo dan Eunhyuk saling tersenyum hangat satu sama lain.

Ya, mereka memang telah memutuskan untuk berhenti, berhenti dari permainan konyol yang dulunya telah menimbulkan masalah besar pada kehidupan masing-masing. Tidak perlu untuk saling mengutarakannya satu sama lain, namun keduanya telah tau apa yang akan mereka katakan.

Je wo tampak ragu untuk mengatakan apa yang ingin ia katakan pada pria yang sedang menikmati menu makan siang geratisnya, ia takut akan menyakiti pria itu dan menambah masalah lagi seperti sebelumnya.

“Oppa” panggilnya pelan.

“Eum?” jawab Eunhyuk yang mengangkat wajahnya, menatap Je wo bingung. “Waeo?” tanya Eunhyuk dengan mulut penuh dengan makanan.

“Yah! Tidak ada yang akan mengambil makananmu, kenapa kau harus makan serakus itu?” omel Je wo, ia menatap jijik pada pria yang sangat lahap menikmati makananya.

“Hahaha, aku benar-benar sangat lapar” jawabnya. Eunhyuk kembali menikmati makananya. “Katakanlah apa yang ingin kau katakan” sambungnya lagi, matanya masih fokus pada sepiring jajamyeon yang sedang ia nikmati.

Je wo tersenyum lirih, ia tau pria itu juga sedang menunggu keputusannya.

“Aku.. ingin kembali pada Cho kyuhyun” ucapnya parau, ada sebuah rasa perih terbesit dalam dirinya. Namun ia memang sudah memilih bukan? Memilih kembali pada pria yang memang seharusnya memiliki dirinya. “Mianhae” sambungnya lagi.

Eunhyuk tersenyum kecut, ia menyeka bibirnya dengan tissue dan menatap Je wo. “Ne, tidak perlu cemas” jawabnya ringan. Seperti yang kita tau, dia telah mengetahui apa yang ingin gadis itu katakan pada dirinya. “Aku juga tau, jika semua ini… akan berakhir” ucapnya lirih.

Eunhyuk kembali tersenyum, ia meraih tangan Je wo dan menggenggamnya di atas meja. “Dari awal, hubungan kita memang salah bukan? Kita.. terlalu terperosot jauh kedalam permaina kecil itu” jelasnya. “Aku sudah tau ini akan berakhir, namun aku tetap menunggu hingga kau yang mengakhirinya. Aku juga, ingin bersikap sedikit egois saat itu. Meskipun harus menyakiti Kyuhyun”

Je wo menggigit bibir bawahnya, beningan itu kembali ingin keluar dari tempatnya.

“Hah.. sekarang semuanya sudah kembali seperti sebelumnya” ucap Eunhyuk sembari melepaskan genggaman tanganya. Ia menatap Je wo dengan senyuman menggoda. “Setidaknya aku pernah membuat gadis sepertimu mencintaiku, hahahaha”

“Oppa!” pekik Je wo. Ia menggembungkan pipinya kesal.

“Mulai saat ini, kau kembali menjadi dongsaengku, anni! Kekasih dongsaengku”

Je wo tersenyum tipis mendengarnya. “Ne, aku juga merasa sedikit beruntung. Setidaknya pernah menjadi kekasih seorang Lee hyukjae” balasnya.

“Mwo? Kapan kau menjadi kekasihku? Sepertinya aku tidak pernah menjadikanmu sebagai kekasihku”

“Yah! Kau_ heis, tidak usah dibahas lagi”

Eunhyuk terkekeh kuat melihat wajah kesal Je wo. “Benar, tidak usah dibahas lagi karena kau bisa kembali mencintaiku, iya kan?” godanya lagi, sebenarnya hal itu sengaja ia lakukan agar suasana tidak terlalu kaku. Ia juga ingin sedikit menekan perasaan perihnya.

“Eum, lalu bagaimana hubunganmu dengan Kyuhyun?” tanya Eunhyuk sedikit menyelidiki, ia juga penasaran apa gadis itu telah kembali sepenuhnya pada Cho kyuhyun.

“Molla, aku dan dia, hanya sering berkirim pesan”

“Eh? Hanya seperti itu?”

“Eum, aku takut jika memintanya kembali menjadi kekasihku. Lagi pula, itu terlalu menjijikkan”

“Hahahaha” tawa Eunhyuk menggelegar mendengar pernyataan Je wo, ia bahkan tidak memperdulikan tatapan membunuh gadis itu padanya. “Yah! Kau bilang kau ingin kembali padanya, tapi mengatakannya saja tidak berani. Lalu bagaimana bisa kau kembali menjalin hubungan dengan pria itu? Ahhh atau kau masih mengharapkanku? Eo?”

“Heish! Dasar monyet gunung, berhenti mengungkit hal itu!”

“Hahaha arraseo, tapi.. sepertinya kau butuh bantuanku saat ini”

“Ne?”

 

****

 

 

“SHIREO!!” tolak Je wo saat Eunhyuk menggeretnya memasuki gedung MBC dimana Kyuhyun sedang manjalankan jadwalnya sebagai MC Radio Star di gedung itu.

“Yah! Kau bilang ingin kembali padanya bukan? Ini satu-satunya kesempatanmu untuk kembali bersamanya” jelas Eunhyuk.

‘Tapi ini memalukan Oppa, dan kau menyuruhku melakukannya dihadapan semua orang? Mau kusembunyikan dimana wajahku nanti???” geram Je wo.

“Tidak masalah, nanti akan kubelukan kotak besar untuk menyembunyikan wajahmu”

“YAH MONYET GUNUNG!!” teriak Je wo.

“Heish! Kau ini, yah! Aku sudah susah payah membawamu kemari, jadi hargai sedikit usahaku dan kau! Apa kau mau Kyuhyun akan semakin jauh darimu eo?”

Je wo tampak bingung dengan apa yang baru saja dikatan oleh Eunhyuk, “Kali ini, kau harus membuang semua ego dan gengsimu. Anggap saja… kau menebus semua dosa-dosamu pada Kyuhyun. Yah.. merendahkan diri sekali saja tidak apa-apakan?” bujuk Eunhyuk, bagaimanapun ia menginginkan yang terbaik bagi hubungan keduanya.

Je wo tampak ragu, menimang-nimang keputusannya. Namun belum lagi ia mengambil keputusan Eunhyuk sudah mendorong tubuhnya mendekati pintu studio dimana Kyuhyun melakukan Recording Radio Star. “Lima menit lagi Kyuhyun akan keluar. Kau bersiaplah” printah Eunhyuk sembari mendorong paksa tubuh Je wo.

“Ya_yah, ta_tapi..” tolak gadis itu.

Eunhyuk segera berlari meninggalkan Je wo saat melihat beberapa orang telah keluar dari studio itu, meninggalkan gadis yang semakin tampak memucat. Ia berdiri kaku disana, merasa cemas dengan perlakuan yang sebentar lagi akan mencoreng wajahnya.

“Matilah aku..” gumamnya.

Je wo mengambil nafas panjang, membuangnya perlahan, berusaha menenangkan dan mengurangi kegugupannya. “Kau hanya butuh melakukannya sekali Shin je wo, setelah itu semua akan selesai. Ne, semua akan selesai” gumamnya menyemangati diri. Ia berkali-kali membuang nafas gusar untuk menghilangkan rasa gugupnya. Suara tawa ringan dari beberapa orang yang keluar dari studio itu semakin membuat Je wo menegang, terlebih saat sosok pria yang beberapa hari ini ia rindukan tampak tersenyum pada beberapa orang disana.

Entah dari mana Shin je wo mendapatkan kekuatan untuk memanggil pria itu, namun yang jelas! Dia telah siap dengan segala yang akan terjadi.

“Cho kyuhyun!!” panggilnya kuat.

Cho kyuhyun dan beberapa pria yang menjadi MC di acara itu menoleh bersamaan pada gadis yang berdiri di lorong yang sama dengan mereka. Kyuhyun menatap bingung dengan keberadaan Je wo disana, namun kebingungannya semakin menjadi saat gadis itu berlari kencang, menuju dalam pelukannya.

Kyuhyun terperangah, terkejut bahkan shock dengan apa yang ia dapat. Dia bahkan melemparkan tatapan kesekelilingnya, Kim Gook Jin, Yoon Jong Shin, dan Yoo Se Yoon menatap Kyuhyun dengan tatapan Shock. Bagaimana tidak? Tiba-tiba saja pria itu mendapatkan pelukan dari seorang gadis yang tidak dikenali. Kyuhyun  bahkan masih membiarkan tangannya menetap kaku di kedua sisinya.

“Yah! Kyuhyun-ah, siapa gadis ini?” tanya Kim gook jin aneh.

Beberapa orang disana juga mengagguk setuju dengan pria itu, bahkan sudah ada beberapa security yang siapa menyingkirkan gadis itu jika Kyuhyun sama sekali tidak mengenalinya. Je wo yang mendengar pertanyaan itu segera menoleh pada pria-pria yang berdiri dengan tatapan shock padanya, ia melepaskan pelukannya, tidak sepenuhnya karena sebelah tangannya masih melingkar pada leher Kyuhyun.

“A_anyeong haseyo. Joneun, Shin je wo imnida” ujar Je wo kaku, ia bahkan memaki dirinya sendiri yang bertindak diluar batas kemauannya.

“Dia kekasihmu, Kyuhyun-ah?” tanya Yoon jong shin curiga.

Je wo mengalaihkan tatapannya pada Kyuhyun, menatap cemas pria yang masih tampak bingung dengan situasi yang ia terima. Je wo mengambil nafas panjang sebelum melanjutkan aksi gilanya. “Jika kau katakan Ya, maka aku akan kembali menjadi kekasihmu. Tapi jika tidak, maka kita_”

“Ne”

Kedua mata Je wo melebar saat Kyuhyun tiba-tiba saja menjawab Iya, ia mengangakan mulutnya, menatap pria yang masih setengah memeluknya itu tidak percaya. Kini Kyuhyun mulai melingkarkan sebelah lengannya pada pinggang Je wo, tersenyum kecil pada gadis itu sebelum menatap beberapa pria yang semakin menatapnya shock.

“Dia kekasihku, Hyungnim” jawabnya ringan.

Kyuhyun kembali menurunkan tatapannya pada wajah Je wo, gadis itu bahkan sama sekali tidak berkedip menatap wajah pria itu. Kyuhyun tersenyum tipis dan mendekatkan wajahnya pada Je wo. “Kau terlalu lama, Nona Shin” bisiknya sebelum menyatukan bibirnya pada Je wo.

Suara pekikan tertahan dari beberapa orang yang menyaksikan itu membuat pikiran Je wo kosong, ia bahkan sama sekali tidak dapat menikmati bibir Kyuhyun yang menempel pada bibirnya. Yang ia tau hanya satu, ‘Aku akan menenggelamkan tubuhku kesungai Han setelah ini. Omma~ ini memalukan!!!’

 

 

FIN.

 

 

 

Selingkuh, lagi! Hahahahha

 

Oke, adakah jewels yang pengen lemparin aku pake sendal? Monggo~ lumayan buat dijual di pasar loak, hahahaha. Jangan salahkan saya, salahkan Lee hyukjae yang tampan itu di MV MAXTAP. Huwaaaa mukanya Eunhyuk disana bener2 maksa, maksa buat diyadongin! #plakkk muahahahha.

 

FF ini sebenarnya gk berakhir seperti ini, aku benar2 galau buat endingnya!

 

PENGEN SAMA EUNHYUK!!!!

 

Tapi, tapi, tapi mengingat kejadian yang dulu2 tuh… yang saya di demo gara2 selingkuh sama abang Kris, akhirnya saya mikir ulang. Lihat ajah, adegan kissingnya malah sama Kyuhyun #bosennnnnn

 

Aku bisa buat adegan romantis tanpa pertengkaran sama Eunhyuk Oppa, hahaha manis banget kan???? #peluk Eunhyuk yang lagi toples. Wkwkkw

 

Sampai jumpa di FF selanjutnya…

 

Shin je wo

About these ads

Author: Shin Je Wo

this is my WORLD

142 thoughts on “Scandal

  1. Seharusnya shin je wo ma eunhyuk aja
    Kyunya sama akuu ~(‘.’~) (~’.’)~

  2. aaaaaa bagus ff nya ^^

  3. hadeeuhh thor.
    kl endingny akhirny sma kyu. uda ketevak bgt.

    hrussny tdi ttep stay (?) sma unyuk.
    pnas n frontal dikit gpp kalee.
    sekali kali bikin kyu yg kalah. hheee

  4. Ough~#pingsan
    Kesell deh liat je wo yg agk plin plan dy thu ma hyukie cuma suka krna mrka sama” lgi kesepian bukan suka krna cinta..

    Next acak..

  5. SHIN JEWO kau selalu saja selingkuh..eonni kaasian kyu..walupun aku jewels aku sbel sma hyuky oppa..#tendang hyuky oppa..

  6. Aah..jdi bgni toh awal critanya..

  7. Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
    Amiiiiiii ssiiiiiiiiiii !!!!!!
    Kamu itu benar2 asdfghjkklqwertyyuuiipoasdgghh X___X
    Bingung mw komen apa
    Bosen kayaknya muji ff kamu terus
    Tapiiiiiiiiiiii
    Emang sulit mencari kekurangan pada ff2 kamu
    Dan ff iniiiiii
    Menjawab ff errr aku lupa judulnya
    Yg menceritakan kembalinya hub kyu je wo
    D ff itu aku bilang ada something missing
    Yaiyalah, secara aku belum nemu ff yg ini x_x
    Daaaaan
    Pokoknya aku suka dg cara kamu memasukkan konflik dan scene manis(?) tanpa meninbulkan mual(?) pada reader :p
    ^^d

  8. Shin je wo ,emng deh kbiasaan klo ada cwo gnteng sllu aja trdeteksi..ckck tpi syukurlh akhrnya balik lg sma kyu.

  9. Daebak…….
    Bgus thor FF nya..Ksian kyuhyun thuuu…wkwk xD

  10. Cho Kyuhyun kalo marah sangat heboh pasti :D

  11. ffnya keren
    tpi kerasa nyebelin pas ngebaca
    je wo selingkuh sama si monyet gunung -_-

    thor bisa gak sih loe jgan nyakitin kyu,

  12. keren
    dan agak emosi dikit
    tapi syukurlah akhirnya semua baik2 saja
    semoga cerita ini tdk terjadi di kehidupan nyata

  13. Bener2 scandal terheboh yg prnh q bc…poor kyu

  14. Hahahaha, aku suka, aku suka, aku suka, aku ff ini. Aduh gak tau mau ngomong apa. Selingkuhanku si hyukjae akhrnya hadir disini sbg selingkuhan.. Hahah aku senang ceritanya, gak ada ff dgn jln cerita seperti ini, membuat aku terhanyut didalamnya pas banget pokoknya.

  15. mungkin je wo hanya ingin menyalurkan kesepiannya kkk~
    je wo juga manusia kkk~

  16. karna status di fb.mu aq jadi pngen baca ni ff lagi..
    akhirnya aq bca lagi dan lagi…
    tetep mi..

    ga rela krna jewo membagi hati ma monyet gunung…
    tapi namanya jga cinta…
    untung balikan lagi ma kyu..
    jngan bosen ma kyu ya mi..
    dia tetep suami yg paling cocok buat je wo kalo menurut aq… kkk~

  17. Weeeeeeeeee T^T
    Eonni monyet yadong punyaku!! Kkk
    Iyaalaahh monyet penggila strawberry itu kan selalu tamvan ;;) *tingtingting
    Jadi jangan salahkan kalau eonni bisa nyangkut ke si monyet ituu hahaa
    Aduuuhh, fotonya kyuhyun disitu ganteng sekali eonn, pengen aku cabik-cabik pipinya huaaaaaaahh
    Endingnya kisseu -_-
    Aku juga nggak mau kalau je wo sama eunhyuk oppa, biar si monyet itu sama aku ajaa *kerangkenghyukoppa kkk

  18. shin je wo selingkuh sama si monyet gunung.. #tendangeunhyuk -,-

  19. isssss rasax pgn lempar jauh2 tu jewo…bknx bersyukur jd pcrx kyupa eh mlh selingkuh sama member suju lg aigooo untung donghaepa udh mewakilkan kekesalanku..low ga udh mrh2 aq dcni…
    aq heran ma sifat jewo ga ckupkah ma 1 namja za..secara kyupa ganteng gt.knp dy hruz truz selingkuh…low sekedar ngfans c gpp v low make perazaan kebangetan.udh bersyukur bgt kyupa mau balikan lg setelah d sakitin itu artix cintax gedee bgt haruzx jewo nyadar donk *mulai emosi*
    cb za low da cwe yg bza narik perhatian kyupa d saat ky gt udh pzt jewo gigit jari..janganlah merasa sok cntik jewoya….

    ah mian author aq jd terbawa emosi gini berkali2 udh menghembuskan nafas v ga bza ilang ni emosi x ni lbh parah dr pada perselingkihan dgn kriss mslhx ni bza merusak persodaraan suju …x lg mian author aq jd sewot sendri ^_^

  20. Ping-balik: Library | Shin Je Wo

  21. kyaaa… aku readers baru thor ^^ salam kenalya namaku Dotty. hmm Thor gmn ya mau komentnya.. ini tuh berasa auklah gelap. eunhyuk itu biar ku Ya Allah :'(,kenapa your nasib sangat mengenaskan eoh ? aku gk pernah bayangin Eunhyuk bakalan jadi pihak ketiga. tapi salah kyuhyjn juga kok gk pernah peduli sama Je wo ><. Efek Kyuyun sangat KUAT. okeh aku mulai ngaco koment nya. aku mau geledah library author ya.. but why SNC di private ,? kalo mau baca gmn mim caranya ?dan thor dan admin di sini, jangan lupa visit blog ku juga yaaaa…

    princess1211dooty.wordpress.com & gge2014.wordpresa.com

    gomawo ^^

  22. Haduh selingkuh… ƪ(“˘ _˘ “)Ʃ tp kyu nya baik bgt yah.. Saking cinta nya ama je wo dia mau nerima je wo lg.. Нĭ°°нĭ°°нĭ °°нĭ°° bwt eunhyuk oppa,,, yg tabah yah… :D

  23. bener2 ya je wo selingkuh terus, kmrn sm kris skrg sm eunhyuk dan anehnya kyuhyun masih mau nerima je wo sbg kekasihnya-____-
    menegangkan wkt kyuhyun mukul eunhyuk-____-
    aishhh je wo bener2 bikin emosi smp selingkuh 2x haaaaahhh-_____-
    tp berakhir dgn ending yg so sweet ;;;;3

  24. je..jgn selingkuh lg yaa kasian kyu..

  25. Selingkuh lg, akhirnya jg balikan lg. Kyuhyun ngenes , gak rela sih tp ya sekali kali. Sebel ama je wo, tp namanya jg sebuah hubungan godaan nya adl org ketiga. Eunhyuk jg lumayan, hehe. Berasa pgen mencekik je wo gara2 dia nyelingkuhin kyu. Dgn alasan apapun saya benci dgn yg namanya perselingkuhan.

  26. bener. posisi jaewo itu sulit. memilih antara yg cinta lma atau cinta yg baru.

  27. Awalnya kesel gitu garagara je wo sama eunhyuk. Waktu kyuhyun mutusin je wo, malah nyesekkkk. Pas kissing di dapur kaya ada kupu-kupu terbang di perutku;; gilalah komplit! Seru banget gilssss wkwk, bikin ff baru dong thorr..kutunggu yaaa^^

  28. poor enhyuk-ah ya walaupun sebentar tapi senenglah dah ngrasain cintanya je wo keren banget chingu

  29. Aigooo bnar” gila hanya sebuah keisengan,.dan menjadi nyata,. pertama” q kasihan sma kyuhyun dia dicampakan je wo,. tpi tidak bs mnyalahkan je wo dan eunhyuk juga,. :O je wo seperti itu karena dia kurang perhatian,. >.< woooaaahhh FFnya bisa bkin deg"an wktu kyu n eunhyuk bertengkar,. :D
    syukurlah klo eunhyuk mau mengalah,. :D Akhir yg bahagia yeeeeyyyy ^_^

  30. Akuu setuju,,, ya memang harus ada perbedaan, biar g bosen,, dan akhirnya bs sbntr sm eunhyuk,,, hahahahhahahhahah
    Yaa gmn ya.. Disisi lain ak g setuju tp disisi satunya ak mendukung,, wkwkkwkwkwk
    Yaudah lah saya pasrah saja… Authoor lbh berhak menentukann
    Smgtt author

  31. huaaa waktu bca scenenya hyukjae oppa sm je wo eonni yg mesra ada rasa sakit di hati #lebay.com
    tpi keren, kiranya tdi je wo eonni akhirnya sm hyukjae oppa, makin was was, eh ternyata akhirnya sm kyu oppa :D

  32. Haha bener eonn ,je wo beda bgt kalo ma lg ma kyuhyun.hahaha
    q jga bgung mw kash c0men apa,q jga suk pas ma je wo tpi hati tetep harus ma kyu hyun.hahahaha

  33. pengen nimpuk je woo bikin sakit hati kyu T.T tapi ini ff keren dmna kyu ngalah disitu je woi yg ngejar kyu ahay jarang² liat je wo ngejar² kyu harusnya ada sequel thorr *dirajam ffnya daebak

  34. keren bingit ff nya sempat g rela waktu je wo selingkuh ma hyuk.daebak buat authornya

  35. menguras hati… tpi untungnya si monyet oppa baik hati gk sombong rjin mnabung + irit bgt *eh?!?!..
    jjang eonni fighting keep writing. nice mskipun hrus bkin kyukyu sakit hati dlu… keke

  36. ketika shin je wo mlai berbelok arah ke Eunhyuk, Nyesek nya it di sni #NunjukHati ksian kyu oppa
    Aeih monyet gunung emg” bner” dah
    je wo bkin geregetan bnget

  37. suka,.suka,. Konflikny ringan,alurny jg baik…
    Author Jjang!
    Jd sdikit ngfans ma Eunhyuk oppa.kkkk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 991 pengikut lainnya.