war for love part1

WAR OF LOVE

Author   : shin je wo

Cast        : cho kyuhyun      -lee donghae

Shin je wo           -choi eunjin

Choi siwon          -park hyemi

Suport    : jung il woo

Shin hye kyung

Genre     : action, romance

Length   : chapter.

AUTHOR POV

Seorang yeoja baru saja melangkah keluar dari sebuah cafe tempatnya bekerja. Ia berjalan ringan memasuki sebuah daerah yang cukup sepi, saat ini jam menunjukkan pukul 12 malam. Yeoja itu sesekali bersenandung pelan mengikuti alunan music yang ia dengar melalui earphone nya.

Yeoja itu menghentikan langkahnya saat sebuah perasaan aneh menyelimutinya. Ia melirik ke kanan dan ke kiri memastikan jika saat ini tidak ada yang mengikutinya. Kemudian kaki itu mulai melangkah lagi. Namun semakin lama rasa aneh itu semakin muncul.

Ia semakin mempercepat langkahnya saat baru saja menyadari kalau saat ini hanya ada dia yang berjalan di daerah itu.  “ck! Paboya!”  makinya sendiri.

TAP

TAP

TAP

Suara langkah kaki terdengar dari arah belakangnya membuat langkahnya semakin cepat namun semakin cepat kakinya berusaha melangkah maka semakin cepat pula derapan langkah kaki di belakangnya terdengar.

Yeoja itu menegang saat sebuah tepukan pelan mendarat pada bahunya. Tubuhnya bergetar hebat. dia membalikkan tubuhnya seiring terdengarlah sebuah tembakan yang cukup kuat.

DOORRRRRR

Yeoja itu membelalakkan matanya saat melihat seorang namja menatapnya dengan wajah yang penuh dengan aliran darah segar. Tepat di kepala namja yang terlihat seperti ahjussi-ahjussi itu terdapat sebuah tembakan.

“kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa”

 

*War of love*

 

 

BRAKKKKKK

Sebuah pintu terbuka kuat dan menampakkan seorang namja tinggi masuk ke ruangan ini diikuti oleh seorang namja lagi di belakangnya. Namja itu menarik kursi yang ada di depan yeoja itu. Meletakkan beberapa buku di atas meja yang ada di hadapannya kemudian menatap intens yeoja yang terlihat sedang ketakutan itu. Setelah kejadian tadi malam ia langsung di aman kan di kantor polisi ini.

“siapa nama mu?”  tanya nya tajam.

Yeoja itu terus bungkam. Tidak membuka mulutnya sedikit pun,kejadian yang baru saja di alaminya membuat dia cukup shock. Yeoja itu terus menunduk dengan tubuh yang sedikit bergetar.

“kau tidak bisa bicara?! Aku menanyakan nama mu!”  ucap namja itu dengan intonasi yang mulai meninggi.

“jaksa cho! Sepertinya nona ini masih terlihat shock!”  ujar seorang yeoja yang dari tadi terus berada di ruangan itu bersama yeoja yang terlihat ketakutan itu.

Namja yang bernama cho kyuhyun itu menghela nafas gusar.

“serketaris shin! Tolong berikan dia air..”  perintahnya pada yeoja yang ternyata memiliki nama shin hye kyung itu.  “ne!”

Setelah beberapa saat. Yeoja itu mulai berangsur tenang karena terlihat dari raut wajahnya yang mulai menimbulkan kemerahan,tidak sepucat tadi. Yeoja itu membiarkan kepalanya terkulai lemas di atas meja. Tidak terlalu memperdulikan mata yang dari tadi terus mengawasinya.

“apa sekarang kau bisa menjawab semua pertanyaan ku nona?”  tanya cho kyuhyun. yeoja itu mengangkat kepalanya dan menatap kyuhyun sendu. “ne..” jawabnya lemah.

“nama mu?”

“shin je wo”

“umur?”

“20 tahun”

“alamat mu?”

“aku tinggal di iatewon”

Kyuhyun mengernyitkan dahinya saat mendengar dimana yeoja itu tinggal. Pasalnya dari informasi yang ia dapat, yeoja ini bekerja paruh waktu di caffe yang dekat dengan kejadian pembunuhan tadi.

“kau tinggal di itewon? Aku dengar hampir seluruh penduduk di daerah itu memiliki ekonomi yang terbilang cukup kaya!”  ujar cho kyuhyun sambil melipat kedua tangannya di depan dada, memandang yeoja itu lekat.

Shin je wo memandang kesal pada kyuhyun. satu hal yang paling di bencinya di dunia ini adalah masalah ekonomi. “memangnya kenapa? Kau hanya mendengar HAMPIR kan? Bukan semuanya?” jawabnya sengit.

“lalu apa hubungan mu dengan korban?”  tanya kyuhyun lagi.

“obseo!”  jawabnya tegas.

“bisa jelaskan pada ku bagaimana kronologi kejadiannya?”:

Shin je wo mengambil nafas panjang sebelum menjelaskan semua apa yang ia lihat tadi.  “aku.. baru saja pulang dari tempat ku bekerja tadi malam. Saat itu aku merasa ada yang mengikutiku dari belakang sehingga membuat aku harus mempercepat langkah ku. Tapi tiba-tiba ada yang menepuk punggungku dari belakang dan saat itu aku menoleh kebelakang di sertai suara sebuah tembakan!”  shin je wo mengepal kedua tangannya kuat.

Merasa tidak sanggup untuk menjelaskannya lagi karena itu berarti dia harus kembali mengingat kejadian yang benar-benar membuatnya takut.  “saat itu.. dia sudah…”  je wo menunduk dalam.

Kyuhyun menghela nafasnya dan menarik buku yang ada di hadapannya, berusaha menyatukan penjelasan shin je wo dengan beberapa bukti yang ia peroleh.  “maaf.. aku terlambat!”  ujar sebuah suara.

Shin je wo mengangkat kepalanya yang dari tadi hanya menunduk. Ia mengerjapkan matanya pelan saat mendapati wajah seorang namja yang terbilang sangat… ‘tampan’

“kemari hyung! Ada yang ingin aku tunjukkan!”  ujar kyuhyun pada namja itu.

Kyuhyun menyodorkan beberapa kertas pada namja itu. Mata namja itu membulat saat melihat beberapa foto yang di berikan cho kyuhyun padanya.

“i-ini…”  ucapnya tak percaya.

Kyuhyun mengangguk mantap. “pembunuhan kedua yang mungkin di lakukan oleh mereka..”  ucapnya tegas. Namja yang berperawakan sempurna itu menoleh pada je wo yang hanya menatap mereka bingung. “dia orangnya?”  tanyanya memastikan.

“ne.. jaksa choi! Sepertinya yeoja ini lah yang selama ini mereka cari”  ujar shin hye kyung pada atasannya yang bernama choi siwon itu. “kalian yakin?”  tanya lagi.  Kyuhyun mengalihkan pandangannya pada je wo.

“awalnya aku juga tidak yakin kalau dia lah orangnya. Tapi mendengar penjelasannya tadi… aku sangat yakin kalau dialah orangnya!”  shin je wo semakin mengerutkan dahinya bingung.

“yak! Bisakah kalian jelaskan pada ku apa yang terjadi? Aku benar-benar tidak mengerti!”  ujarnya sengit.

“jelaskan padaku kronologinya!”  ucap siwon yang sama sekali tidak memperdulikan teriakan je wo.  Cho kyuhyun mendesah malas karena harus menjelaskan panjang lebar pada rekan kerjanya itu.

“korban kali ini sama seperti korban sebelumnya! Yaitu salah sasaran… sepertinya yeoja ini terlalu banyak memiliki keberuntungan hingga ia dua kali selamat dari maut”  jelas kyuhyun. ia menatap je wo tajam.

“apa maksudnya? Selamat dua kali dari maut? Memangnya aku pernah menjadi sasaran pembunuhan?”  tanyanya penasaran. Choi siwon meraih sebuah kursi dan mendudukinya. “begini nona! Kasus ini sudah kami tangani dari  beberapa bulan yang lalu.. aku ingin bertanya pada mu! Apa tiga bulan yang lalu kau berada di han gang park?”  shin je wo mengangguk.

“ne! aku berada disana.. saat itu aku sedang menjalankan beberapa tugas dari bos ku untuk menyebarkan beberapa brosur caffe kami. Waeo?”  kali ini desahan gusar terdengar dari mulut choi siwon. Ia menatap kyuhyun tajam dan mengangguk. “tidak salah lagi! Dia orangnya”  ujarnya mantap.

“tapi.. sepertinya hambatan kita kali ini adalah… motif mereka sebenarnya!”  ujar il woo pada cho kyuhyun dan choi siwon.  Choi siwon menatap je wo intens. “apa kau memiliki masalah pada sebuah kelompok mafia atau semacamnya?”  je wo menggeleng pelan.  “setauku tidak! Aku terlalu sibuk mencari uang untuk memenuhi hidupku.. jadi tidak memiliki waktu untuk berhubungan dengan hal yang seperti itu”  ujarnya.

“lalu menurutmu apa yang harus kita lakukan hyung?” tanya kyuhyun.

Siwon memandang je wo lekat membuat yeoja itu salah tingkah.

“untuk sementara.. kita harus mengamankannya!”

“mengamankannya?”  tanya hye kyung dan il woo bersamaan.

Choi siwon mengangguk mantap dan menoleh pada kyuhyun.

“bawa dia tinggal bersama dengan mu! Itu cara yang terbaik saat ini!”

SHIN JE WO POV

Mataku membulat saat mendengar kata-kata itu terlontar dari mulut jaksa choi ini. Aku menoleh pada jaksa cho yang juga menunjukkan ekspresi yang sama dengan ku.  “mwo? Kenapa harus aku?”  ucapnya tidak terima.

“karena tempatmu lah yang paling aman! Aku mau saja membawanya bersama ku… tapi kau taukan kalau aku tinggal bersama orang tuaku? Itu akan menyulitkan…”

Mereka ini…. Benar-benar!

“maaf sebelumnya jaksa-jaksa sekalian.. aku ini masih memiliki tempat tinggal! Jadi kalian tidak perlu membawaku untuk tinggal bersama kalian!”  ucapku sesopan mungkin. Yang benar saja! Tinggal bersama namja yang sama sekali tidak ku kenali.

“tapi saat ini nyawa mu sedang terancam nona!”  ujar seorang namja yang selalu berada di samping yeoja yang di panggil serketaris shin tadi. “terancam mwoya?! Kalian saja tidak mau memberitau ku apa yang terjadi!”  sungut ku kesal.

“untuk sementara waktu kau harus berada di bawah perlindungan kami.. karena saat ini! Nyawamu dalam bahaya!”  a-apa maksudnya? Nyawaku dalam bahaya?

“a-aku tidak mengerti!”

“ini!” jaksa cho memberikan ku dua lembar foto.

“i-ige mwoya?”  tangan ku bergetar saat mengetahui isi foto itu. Dua mayat yang berbeda dan salah satunya adalah ahjussi tadi. “mereka adalah dua korban yang tidak bersalah atas dirimu. Bisa di katakan mereka adalah korban salah sasaran! Sasaran pelakunya….  adalah kau!”

Aku menatap jaksa cho dengan keringat yang mulai bercucuran. Bukan karena AC di ruangan ini mati tapi karena penjelasan yang baru saja aku dengar. “tapi kenapa aku?! Memangnya apa yang kulakukan hingga mereka ingin membunuhku?” tanyaku.

“itulah yang belum kami ketahui sampai detik ini, apa motif di balik semua rencana pembunuhanmu!”

Aku menghempaskan tubuhku kembali pada kursi kayu ini. Ada apa ini? Kenapa aku harus terlibat dalam masalah seperti ini? Omma… appa… ottokaeh?

“gwencanha…”

Kurasakan sebuah sapuan lembut pada punggungku dan dengan refleks aku menengadahkan kepalaku keatas. Jaksa choi.. dia tersenyum lembut pada ku dan tidak dapat ku pungkiri kalau senyumannya menbuat aku meresa sedikit tenang.

“semuanya akan baik-baik saja! Kami akan melindungimu..”

Tanpa ku sadari kepalaku telah mengangguk begitu saja padanya.

CHO KYUHYUN POV

Aku memarkirkan mobil ku di depan sebuah rumah kecil di daerah itaewon. Aku heran kenapa di daerah yang terbilang penduduknya cukup kaya ini masih ada rumah kecil seperti yang ada di hadapanku ini.

“ini rumahmu?”

Yeoja itu mengangguk sekali. “kau tunggu disini saja jaksa cho! Aku hanya mengemasi beberapa barang-barang ku dan itu tidak lama”  ucapnya. Aku menganggukkan kepalaku sekali setelah itu dia keluar dari mobil ku dan bergegas masuk ke rumah kecil itu.

“terkadang aku harus berterima kasih pada appa karena sudah memberikanku fasilitas yang lebih dari cukup”

AUTHOR POV

Shin je wo memasuki rumah cho kyuhyun dengan canggung. Matanya mengitari desain interior rumah jaksa itu sambil berdecak kagum. “rumahmu bagus sekali jaksa cho!” puji nya. “rumah minimalis tapi bergaya eropa.. aku suka!”  ujarnya lagi. Cho kyuhyun mengerutkan dahinya.

“sepertinya kau tau banyak mengenai desain interior?”

Shin je wo mengangguk semangat. “itu! Kamar itu akan menjadi kamar pribadimu selama kau tinggal disini” tunjuk kyuhyun pada sebuah kamar yang bersebelahan dengan kamarnya. Kemudian ia beranjak meninggalkan je wo.

Shin je wo melangkahkan kakinya kedalama kamar itu, ia tidak henti-hentinya berdecak kagum melihat rumah cho kyuhyun itu. “dia punya selera yang bagus” gumamnya pelan.

Setelah membereskan beberapa pakian yang ia bawa dari rumahnya tadi. Shin je wo keluar dari kamarnya mencari cho kyuhyun, saat itu ia melihat kyuhyun sedang berada di meja makan. Namja itu terlihat sedang menyiapkan makan malam, shin je wo mendekatinya. “jaksa cho..” panggilnya pelan. Cho kyuhyun menoleh sekilas kemudian kembali melanjutkan aktivitasnya.

“duduklah! Aku sudah menyiapkan makan malam untuk mu” shin je wo mengangguk lalu menarik sebuah kursi begitu juga dengan kyuhyun. “ini semua kau yang masak?” tanya je wo kagum. “annio! Aku tidak punya banyak waktu untuk memasak, lagi pula aku sama sekali tidak mahir di bidang itu! Ini semua aku pesan” jelasnya.

“mulai saat ini kau tidak boleh bekerja lagi! Setelah pulang kuliah kau harus berada di rumah, jangan berada di luar rumah jika malam hari. Jika ingin pergi kemanapun katakan pada ku” shin je wo mengangakan mulutnya mendengar semua intrupsi kyuhyun.

“mworago?! Memangnya kenapa aku tidak boleh bekerja lagi? Dan kenapa aku harus mengatakan padamu kemana pun aku pergi?” sungutnya tidak terima.

Cho kyuhyun menghela nafas dan menatap shin je wo malas. Kalau saja ini bukan sebagian dari tugasnya ia juga tidak ingin repot-repot melakukan itu. “kau lupa karena apa kau tinggal disini? Haruskah aku menjelaskannya lagi?”

“tapi aku tidak bisa berhenti bekerja! Karena.. semua tanggungan hidupku tergantung pada gajiku disana”  ujarnya pelan. Ia mulai memikirkan apa yang akan terjadi padanya jika ia berhenti bekerja. Selama ini yeoja itu selalu mencukupi kehidupannya sendiri.

Kyuhyun meletakkan sendoknya yang dari tadi berada dalam genggamannya, menatap intens yeoja itu. “lalu.. bagaimana dengan keluarga mu?” tanyanya ingin tau. Shin je wo menggeleng pelan dan tersenyum miris. “mereka sudah meninggal tiga tahun yang lalu.. mulai saat itu aku selalu bekerja untuk menghidupi diriku sendiri..” kyuhyun memalingkan wajahnya saat yeoja itu menatapnya lirih.

Namja itu memang selalu tidak bisa menyikapi situasi seperti itu. Rasa iba kontan menyelimutinya. “kalau begitu selama kau masih berada dalam perlindungan kami. Aku yang akan membiayai semua kehidupan mu!” ujarnya ringan.

Shin je wo menggeleng tegas. “andwe! Aku masih bisa menghidupi diriku sendiri jaksa cho! Maka dari itu jangan melarang ku bekerja!” kali ini mereka bartatapan sengit.

“lalu membiarkan beberapa korban yang tidak bersalah mati seperti korban-korban sebelumnya?! Sampai matipun aku tidak akan membiarkan itu terjadi! Kau harus tau apa posisimu saat ini. Sedikit saja kau ceroboh maka nyawamu yang akan melayang!”

Shin je wo menggigit bibir bawahnya membayangkan hal buruk apa yang sedang menungggunya nanti. “besok aku akan mengantarmu ke kampus” ujar kyuhyun kemudian beranjak meninggalkan shin je wo yang terlihat bingung.

AUTHOR POV

Seorang namja tersenyum sinis menatap layar monitor besar yang ada di hadapannya. Sesekali mengetuk-ngetukkan jarinya pada meja dan mendengus kesal.  “sepertinya setelah ini kita akan sedikit kesulitan untuk menangkap ataupun membunuhnya hyung!”  ujar seorang namja yang berdiri di sampingnya.

“mereka pikir bisa menyelamatkan yeoja itu dengan cara melindunginya dari ku?!” ujarnya sinis. Kemudian ia meraih ponsel yang tergeletak di hadapannya.

“yeobseo.. aku butuh bantuan mu. Mr. c!

SHIN JE WO POV

Aku menelungkupkan kepalaku di meja makan dengan malas. Jaksa cho itu! Seenaknya saja membuatku menunggu lama, bagaimana jika nantinya aku terlambat masuk ke kampus?! Haishh.

“ayo berangkat!”

Aku yang tadinya sedang merutuki dirinya kesal terpekik terkejut dalam hati. Astaga! Kenapa dia tampan sekali pagi ini?! Setelan jas hitam yang ia pakai membuatnya terlihat lebih… SEXY? Ck! Shin je wo kau sudah gila eoh?!

“kenapa masih disitu? Kau tidak ingin terlambat masuk kuliah kan?”

“seharusnya aku yang mengatakan itu padamu! Apa kau memang selalu membutuhkan waktu yang lama untuk berdandan?” sungutku berusaha menutupi kegugupan ku.

CHO KYUHYUN

“AAA…. Aku terlambat!!!” rengeknya sambil melepas sabuk pengaman itu dengan terburu-buru. “ck! Kenapa tidak bisa di lepas?!!!”  aku menggelengkan kepalaku melihat tingkahnya. Bagaimana bisa ada yeoja seperti dia. Ku raih sabuk pengaman yang dari tadi terus di buka paksa olehnya.

“eo?! Kenapa kau bisa membukanya dengan mudah?”

“karena aku tidak seceroboh kau! Kau pikir kau bisa melakukan sesuatu dengan benar jika sedang terburu-buru?”

Dia menyipitkan matanya kesal pada ku kemudian meraih tasnya dan keluar dari mobil ku. “jam berapa kau pulang?!”  teriak ku setelah membuka setengah kaca jendela mobil. “aku pulang jam satu!!!”  balasnya tanpa menoleh sedikit pun pada ku.

CHOI SIWON POV

“bagaimana keadaannya?”  tanyaku saat menemui kyuhyun di ruangannya.

“baik!” jawabnya singkat.

“maaf merepotkan mu kyu..”

“gwencanha! Lagi pula ini memang yang terbaik untuknya hyung..”

Choi siwon mengerutkan dahinya tidak mengerti. Mereka duduk berhadapan di meja kerja kyuhyun. “dia sudah tidak punya keluarga lagi, menurutku jika kita biarkan dia tinggal sendiri itu akan lebih berbahaya!”

AUTHOR POV

Cho kyuhyun berdiri sambil menyandarkan tubuh pada mobilnya, sesekali mendengus jengah saat puluhan mata yeoja-yeoja yang di sekitarnya menatapnya seakan-akan ia adalah santapan yang nikmat.

Bagaimana tidak? Dengan penampilannya yang terlihat menyilaukan itu,ia berdiri di halaman sebuah kampus untuk menunggu shin je wo. “ck!” decitan kesal keluar dari mulut nya saat menangkap sosok yang ia tunggu dari tadi sedang berjalan santai.

Yeoja itu berjalan dengan tangan yang ia masukkan pada kantong jaketnya. Sesekali menghembus-hembuskan poninya dengan memasang tampang polos yang saat itu cukup membuat namja yang menatapnya itu terpana.

“eo?” shin je wo terkejut saat melihat cho kyuhyun sedang menatap lurus padanya. Ia berlari-lari kecil menghampirinya. “kau sudah lama menungguku jaksa cho?”  tanyanya polos. “menurutmu?” jawab kyuhyun dingin dan membuat yeoja itu mengerucutkan bibirnya kesal.

“cepat masuk!”

“ne~”

“kita mau kemana?” tanya je wo saat kyuhyun mulai menjalankan mobilnya. “aku akan kembali ke kantor, kau mau ikut atau mau langsung pulang?”  jawab kyuhyun tanpa mengalihkan pandangannya pada jalanan. “emm bagaimana kalau kau antar aku ke caffe tempat ku bekerja?”

Cho kyuhyun menoleh tajam padanya. “hahaha aku hanya bercanda..”  je wo tersenyum bocah padanya. “aku langsung pulang saja.. jaksa cho!”

SHIN JE WO POV

“setelah masuk pastikan kau mengunci pintu depan dengan benar! Pintu samping dan belakang sudah ku kunci tadi pagi dan jangan pernah membukanya selama aku tidak ada.”

“Jangan menerima tamu sembarangan, jika ada yang datang kau pastikan dulu siapa orangnya. Jangan membuka nya kalau kau tidak mengenali orang itu dan segera telpon aku! Mengerti?”

Shin je wo menatap kyuhyun tidak percaya. “kenapa banyak sekali?” gerutunya.

“kau mengerti tidak?” tanya kyuhyun lagi. “ne~ aku mengerti jaksa cho! Kau tenang saja.. aku pasti baik-baik saja.. lagi pula mana mungkin orang itu berani mencariku di rumah seorang jaksa seperti mu?”  kyuhyun hanya mengangkat bahunya tidak perduli.

Shin je wo masih berdiri di depan rumah itu melihat kyuhyun mulai membuka pintu mobilnya. Namun kyuhyun kembali menoleh padanya. “waeo?” tanya je wo. “pastikan dirimu akan baik-baik saja selama aku tidak ada!” ujarnya tajam.

Entah kenapa jantung yeoja itu berdegup kencang saat mendengar ucapan cho kyuhyun tadi. “hoh! Wae??? kenapa dengan jantung ku?” gumamnya setelah melihat mobil kyuhyun meninggalkan halaman rumah itu.

*War of love*

 

 

“mwo?! Kau sudah gila L! aku tidak akan membiarkanmu menyakitinya!” pekik seorang namja yang terlihat sudah berumur itu. Sementara namja yang di panggil L itu hanya tersenyum sinis.

“tidak usah khawatir mr. c! aku tidak akan menyentuhnya! Karena bukan dia target ku… dan lagi pula kau sama sekali tidak mempunyai hak untuk membantah ku!”  mr. c menegang saat melihat tatapan tajam L padanya.

“kau lupa kalau kau bisa seperti ini karena siapa?! Kau hanya cukup menuruti semua perintah ku atau kau… akan bernasib sama seperti shin je wo!

*War of love*

“haishh bosan sekali…” rengek je wo. Ia memencet remot tv tanpa berniat menontonnya. Sesekali melirik jam dinding yang baru menunjukkan pukul 2 siang. “ck! Seharusnya aku menerima ajakan jaksa cho tadi untuk ikut ke kantornya! Setidaknya disana aku tidak akan merasa bosan!”

KREKK

Shin je wo menoleh ke arah dapur saat mendengar sebuah suara yang mirip dengan decitan pintu yang terbuka. Ia menarik nafas kuat sebelum berusaha berdiri dan melangkahkan kakinya kesana.

“mwo?!” pekiknya tertahan saat mendapati pintu dapur itu terbuka sedikit. Ia melirik sekelilingnya takut, sementara kakinya mulai bergetar dan terasa lemas. Ia segera berlari masuk kekamarnya dan mengunci pintu.

Berjalan mondar-mandir tak tentu dan kebingungan. “ottokaeh?! Apa yang harus aku lakukan?” ujarnya bingung. “jaksa cho…” gumamnya saat teringat dengan ucapan kyuhyun tadi. Dengan cepat ia meraih tas yang ada di atas kasurnya, merogoh-rogoh tas itu. “jinja.. kemana ponsel ku!” rengeknya.

Shin je wo mengeluarkan semua isi tasnya dengan tangan yang mulai bergetar hebat. namun hasilnya nihil! Ponselnya tidak ada disana. “akh! Ponselku ada di atas meja ruang tv!” ia baru teringat telah meninggalkan barang yang saat ini sangat ia butuhkan.

Yeoja itu menggigit kuat bibir nya mencoba menghilangkan rasa takutnya. Ia duduk meringkuk di atas ranjangnya mencoba memikirkan apa yang harus dilakukannya saat ini.

Jeone aldeon naega anya

Brand New Sound

Saerowojin nawa hamkke

One More Round

Terdengar deringan ponsel shin je wo dari luar. Membuat yeoja itu menegakkan tubuhnya sempurna. Ia menelan ludah berat saat deringan itu tak terdengar lagi. Lebih tepatnya ada seseorang yang mematikannya. “ottokaeh….” Gumamnya yang mulai menangis.

Ia meremas kuat ujung bajunya takut. ‘aku pasti akan segera di bunuh olehnya’ batin yeoja itu.

KRING… KRING…

Shin je wo terpekik kaget saat suara deringan telepon di kamarnya menggema. Ia tersenyum lega saat baru menyadari kalau di dalam kamarnya ada sebuah  telepon. Dengan cepat ia segera meraih gagang telpon itu.

“yeoboseo?” terdengar suara cho kyuhyun dari sana.

“jaksa cho…”  ujar je wo pelan dengan suara yang serak dan gemetar menahan takut. Ia bahkan meremas kuat gagang telepon yang berada dalam genggaman nya.

“wae? apa terjadi sesuatu?” tanya kyuhyun cemas.

“a-ada orang yang masuk ke rumah.. a-aku tak_”

TUT… TUT… TUT..

“yeoboseo? Yeoboseo jaksa cho…”  shin je wo berusaha menekan tombol-tombol telepon itu namun sepertinya sambungan telepon itu sengaja dimatikan.

“anni! Anni!!!! Ini tidak boleh mati…”  ujarnya terisak.

CHO KYUHYUN POV

“mati? Kenapa malah menolak panggilanku?” aku kembali menekan keypad ponsel ku. Berusaha menghubungi yeoja itu lagi. Namun tiba-tiba ponselnya mendadak tidak aktif. “aneh!” gumam ku.

Aku merasa ada yang tidak beres disini. Ku raih lagi ponselku dan menghubungi nomor telpon rumahku.

“yeoboseo?”

“jaksa cho…”

DEG

a-ada apa dengan suaranya? Apa jangan-jangan…

“wae? apa terjadi sesuatu?” tanyaku cemas. Suara yeoja itu bergetar seperti sedang manahan takut.

“a-ada orang yang masuk ke rumah.. a-aku tak_”

TUT… TUT… TUT..

“i-ge mwoya?!”

Mati? Sambungannya mati?

“ada orang dirumah?! CK sial!!”

Aku meraih jas ku dan segera berlari keluar menemui jung il woo dan shin hye kyung. “jung il woo!!” teriak ku padanya yang sedang berbincang bersama siwon hyung dan shin hye kyung.

“ne! sajangnim?”

“ikut aku! Shin je wo dalam bahaya!”

SHIN JE WO POV

CKLEK CKLEK

Gagang pintu kamar ku bergoyang. Menandakan ada seseorang yang berusaha membukanya dari luar, keringat dingin mulai bercucuran di dahi ku. Aku menoleh kesana kemari berusaha mencari sesuatu yang bisa ku jadikan sebagai alat pelindung untu ku.

Namun mataku menagkap jendela kamar ini yang sama sekali tidak memiliki jerjak sebagai pelindung. “thanks god!” gumam ku. Aku segera berkari kesana seiring suara kuat yang terdengar dari pintu kamar ku. Seperinya penjahat itu sedang berusaha membuka paksa pintu itu.

“AKH!!”  pekik ku saat tubuhku mendarat dengan tidak sempurna saat melompati jendela ini. Untunglah rumah jaksa cho hanya ada satu lantai, jika tidak aku pasti tidak akan selamat.

Ku lirik lutut ku yang tergores karena jatuh tadi. Aku meringis ngeri saat melihat darah mulai mengalir dari sana. Ku seret langkahku sambil menahan perih pada lutut ku agar segera cepat meninggalkan rumah ini.

CHO KYUHYUN POV

Aku menambah kecepatan mobil ku agar segera sampai ke rumah dan melihat keadaan yeoja itu. Di belakangku siwon hyung, il woo dan hye kyung tengah mengikuti ku.

Saat memasuki daerah rumah ku aku menagkap sesosok yeoja yang tengah meringkuk di sebuah boks telepon umum. Ku pelankan mobil ku saat merasa mengenali yeoja itu. “shin je wo?”

AUTHOR POV

Shin je wo menengadahkan wajahnya keatas saat melihat sepasang kaki yang berdiri di depannya. Desahan lega keluar dari mulutnya saat melihat cho kyuhyun lah yang berada disana. Namja itu menatapnya miris kemudian berjongkok agar dapat melihat wajah yeoja itu lebih jelas.

“gwencanha?”  tanyanya pelan.

Shin je wo mengangguk dengan air mata yang memupuk di permukaan matanya. Sementara mata cho kyuhyun telah menatap nanar lutut yeoja itu yang mengeluarkan banyak darah. “jaksa cho…” ujar je wo terisak sehingga membuat cho kyuhyun refleks menarik tubuh yeoja itu kedalam pelukannya.

TBC

125 thoughts on “war for love part1

  1. Wah daebak lagi2 selalu ter nganga klo baca fanfiction buatan chingu🙂
    Penggambaran je wo nya sangat berkarakter , dan kali ini karakternya sebagai cewe yg butuh perlindungan dari pangeran kyuhyun ;;) hehe
    Penasaran deh buatnya, please lanjutin ffnya terus dosa loh bikin orang penasaran hehe *ngasal*
    Hmmm penasaran sebenernya siapa jewo???? Lalu mr.c siapa ??? Cho kyuhyun? Choi siwon?? Atauuu cacamarica hey hey #plak lempar pake sepatu -_-
    ya sudah dari pada beneran ada yg lempar sepatu, aku mau baca part 2 nya yah ;;) gomawo chingu

  2. Sebenarnya masalah apa yang dihadapi sama je wo…

    kok kayaknya dia diincer banget…

    apa jangan – jangan orang tua je wo yang terlibat sebelum meninggal jadi setelah meninggal je wo deh yang jadi sasaran…

  3. shin je wo bener2 lucky bgt,bikin penasaran aja knp harus je wo yg diincer??
    jaksa cho aq titip je wo ya jgn capek2 lindungin je wo dr org jahat itu #hloh :-O *jaksa cho: apaan sih lu -_- *nyengir😀

  4. Penasaran Knpa pembunuh mengincer shin je wo,, ?????
    Siapa mr c sma L itu apa masalah apa sma je wo???penasaran
    Next baca part selanjutnya…..

  5. hufhhh dag dig dug aq bacanya….
    siapa mereka sebenarnya???…kenapa Je Wo jadi sasaran mereka???apa orang tua Je Wo yang punya masalah sama ‘mereka’
    apa Mr.L itu Dong Hae???….

  6. Motih mereka apa sih kok ngincer nyawa je woo gitu ,
    Kan je wonya juga dari keluarga biasa , hidup seorang diri pula ,
    Untung jaksa tampan langsung bergerak cepet ,
    Jadi bisa melindungi je wo sedini mungkin dong

  7. huaaaaa……
    tegang bner bner tegang bacanya.
    penasaran akut sama orNg” yang punya niat jahat sama jewo,, diliat juga jewo bkan dari kalangan orang kaya, tapi kok ada yg punya niatan jahat kedia. apa motifnya?itu seriuss bkin penasaran

    duh liat jewo yg ketakutan terus meluk kyuhyun, sweet mnurut aku….hehe soalnya sebelumnya baca cerita dmna mereka selalu aja adu mulut…wkwk

  8. huaaaaa……
    tegang bner bner tegang bacanya.
    penasaran akut sama orNg” yang punya niat jahat sama jewo,, diliat juga jewo bkan dari kalangan orang kaya, tapi kok ada yg punya niatan jahat kedia. apa motifnya?itu seriuss bkin penasaran

    duh liat jewo yg ketakutan terus meluk kyuhyun, sweet mnurut aku….hehe soalnya sebelumnya baca cerita dmna mereka selalu aja adu mulut…wkwk

    cusss ke next partnya…

  9. Wah wah wah. Bikin penasaran ya ini ya. Knp Je Wo bisa dikejar org gitu? Trus kak, knp itu tiba tiba bisa dia diikuti org tapi orgny yg mati? Masih ga bgtu ngerti di bgian bgian awalny

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s