HISTORY

 

 

 

 

AUTHOR POV

 

 

“ANNYEONG~”

Para omma menyambut anak-anak mereka dengan senang, hari ini member super junior datang ke rumah barunya Eunhyuk yanga ia berikan pada orang tuanya, disana sudah ada ommanya Leeteuk, Kyuhyun, Donghae. Sedangkan Ryeowook, Sungmin dan Yesung membawa kedua orang tua mereka.

“Appa!!”

Hyunje berlari mendatangi Kyuhyun dan melompat sempurna pada pelukan appanya, “Kau datang bersama siapa?” tanya Kyuhyun, Hyunje menggedikkan kepalanya kearah ommanya Kyuhyun. “halmeoni?” tanya Kyuhyun yang mendapatkan anggukan ringan dari anaknya.

 

“Lalu dimana ommamu?” tanya Kyuhyun lagi, dari tadi dia memperhatikan sekelilingnya dan tidak menemukan keberadaan istrinya disana, padahal saat dirumah Je wo sudah berjanji akan datang kesana bersama Hyunje.

 

“Omma bilang dia tidak bisa datang, makanya aku ditipkan pada halmeoni” jawab Hyunje, Kyuhyun mengernyit bingung mendengarnya. “Wae?” Hyunje mengangkat bahunya ringan pertanda tidak tau. “Ck! Yasudah, kau duduk manis bersama halmeoni saja eo!” Hyunje mengangguk patuh dan segera turun dari gendongan Kyuhyun.

 

Cho kyuhyun berjalan mendekati ommanya yang terlihat sedang sibuk berkutat pada masakan di dapur, “Omma, kenapa je wo tidak datang?” tanyanya. “Mollayo, tadi dia hanya mengatakan ada urusan penting dan tidak dapat datang kesini, maka dari itu Hyunje dititpkan bersama omma. wae? dia tidak memberitau mu?” tanya Kyuhyun omma setelah berhenti mengaduk-aduk masakannya. Kyuhyun menggeleng bingung pada ommanya.

 

Namja itu duduk bergabung bersama member lain yang terlihat sedang berbincang ria, namun tidak dengannya. Dia terlalu sibuk memikirkan apa yang sedang di lakukan istrinya saat ini hingga tidak datang kesini dan tidak memberitaunya.

 

Kyuhyun merogoh saku celanannya, mengambil ponsel hitam miliknya dan menekan beberapa deret angka, ia mengeuk-ngetukkan jarinya pada meja panjang di hadapannya sambil menunggu panggilannya di angkat. Kedua matanya melebar sempurna saat panggilan itu di reaject begitu saja oleh yeoja yang sedang di telponnya. Ia kembali menelpon dan semakin berdecak kesal saat tau jika orang yang sedang di telponnya sudah mematikan ponselnya.

 

“Ck! Apa yang dilakukan si bodoh itu?!” rutuknya kesal.

 

“Oppa! je wo eonni dimana? Kenapa aku tidak melihatnya tadi?” tanya Hye kyung yang sudah duduk manis di samping kekasihnya, Kim ryeowook. Kyuhyun menhela nafas kesal dan memasukkan kembali ponselnya kedalam sakunya. “Molla! katanya dia tidak bisa datang” jawab kyuhyun singkat.

 

Namja itu harus mati-matian menahan kekesalannya pada istrinya, satu hal yang paling ia benci dari Shin je wo adalah jika yeoja itu pergi dan tidak memberi taukan dimana keberadaannya pada namja itu, bukan karena dia terlalu ingin tau atau semacamnya, hanya saja disaat seperti ini jika ia tidak melihat dimana keberadaan istrinya maka ada suatu perasaan aneh yang mengganjal di hatinya.

 

 

 

CHO KYUHYUN POV

 

“Hei! Kenapa dari tadi hanya memandangi makananmu saja?! Kau tidak suka makanannya ya?” tanya Eunhyuk hyung pada ku. Aku menggeleng pelan dan meraih minuman di samping ku kemudian meneguknya hingga habis.

 

“Appa ku sedang merindukan omma ku ahjussi” celetuk hyunje yang duduk di samping Ryeowook hyung, aku tidak tau kenapa anak itu sangat suka duduk berdekatang dengan Ryeowook hyung saat sedang makan, mungkin karena Ryeowook hyung satu-satunya member setelah Sungmin hyung yang tidak suka mengusilinya.

 

“Ah! Benar, dari tadi aku tidak melihat Shin je wo, yak Hyunje-ah, omma mu tidak datang?” tanya donghae hyung, Hyunje menggelengkan kepalanya sambil menikmati makanan di hadapannya. Ck! Lihatlah di sekeliling mulutnya yang sudah sangat kotor itu. “Pelan-pelan hyunje-ah!” tegur ku.

 

Ku rogoh lagi saku ku dan mengambil ponsel milikku kemudian kembali mencoba menghubungi yeoja itu, “Haish! Kenapa belum aktif juga?!” rutuk ku kesal. Aku sudah hampir gila memikirkan yeoja itu. Apa yang sedang dilakukannya saat ini? Bagaimana kalau dia dalam keadaan tidak baik-baik saja disana?

 

“Tidak bisa di hubungi?” tanya semua member pada ku. Aku hanya menggeleng pelan dan menatap kosong layar ponsel ku. “Hyunje-ah.. kau benar-benar tidak tau dimana omma mu?” tanya Eeteuk Hyung pada hyunje. “Ne ahjussi! Aku benar-benar tidak tau, omma hanya mengatakan padaku kalau dia tidak dapat datang kesini dan menitipkan ku pada halmeoni, kemudian omma langsung pergi” jelasnya panjang lebar.

 

Aku kembali mendesah gusar mendengarnya, “Tapi tadi omma pergi menggunakan baju yang sedikit aneh!” sambungnya lagi. Aku kembali memusatkan mataku padanya. “Aneh?” ulang ku. Dia mengangguk dan meletakkan kedua sumpitnya di atas piring dan menatapku polos, “Tadi omma memakai pakaian serba hitam appa!” jawabnya.

 

Serba hitam? Untuk apa dia memakai pakaian serba hitam, seperti ingin pergi kepemakaman saja! “Chamkkanman! Kau yakin omma memakai pakaian seperti itu hyunje-ah?” tanya ku, Hyunje kembali mengangguk pada ku. “Haish, yeoja itu!” apa yang di pikirkannya sampai tidak mengatakan padaku soal itu?

 

“Eunhyuk hyung, aku pergi lebih dulu ne, ada yang harus aku lakukan” ujar ku padanya. Eunhyuk hyung menatap ku bingung namun setelah itu mengangguk mengerti. “Gomawo sudah mengundang ku kerumah mu” ucap ku setelah itu aku segera berdiri dan meraih tas ku, “Appa! Aku ikut~” rengek Hyunje.

 

“Ck, kau bersama halmeoni saja. Appa akan pulang lama malam ini” Hyunje mengerucutkan bibirnya kesal pada ku, aku segera menghampiri Eunhyuk omma dan berpamitan padanya kemudian aku berpamitan juga pada omma ku. “Omma, malam ini aku titip Hyunje pada mu, sepertinya aku akan pulang larut malam” ujar ku pada omma.

 

“Waeo? Kau mau kemana?”

 

“Pemakaman orang tua Je wo”

 

 

SHIN JE WO POV

 

Aku berjalan ringan di daerah pemakaman kedua orang tuaku, hari ini adalah hari peringatan kematian mereka dan aku hampir saja melupakannya. Tadi pagi setelah melihat kalender aku baru mengingatnya dan terpaksa harus melewatkan undangan Eunhyuk oppa untuk datang kerumah barunya.

 

Aku juga tidak memberitau Kyuhyun karena tidak ingin ia juga melewatkan kunjungannya kerumah baru eunhyuk oppa, bahkan aku sengaja mematikan ponsel ku agar ia tidak bisa menghubung ku. Aku yakin dia akan segera menyusulku kesini jika tau aku sedang berada disini.

 

“Pasti bocah itu sed_, eo? Kau?!”

 

Aku mengerjap pelan saat mendapati sosok namja yang sudah sangat ku kenali itu sedang berjalan ringan kearah ku, kedua tangannya ia masukkan pada saku celananya, ia bahkan tidak menggunakan penyamarannya seperti biasa jika berada di tempat umum seperti ini. Memang tempat ini sangat sepi dan hampir tidak ada orang yang berlalu-lalang tapi tetap saja kan itu sangat berbahaya.

 

“Cho kyuhyun! sedang apa kau disini?” tanya ku saat sudah berada di hadapannya, namja itu menatap tajam padaku hingga membuat aku sedikit menelan ludah berat. Dia melewatiku begitu saja hingga membuat kepalaku memutar sempurna mengikutinya.

 

“Yak! Kau mau kemana eo?!”

 

 

 

AUTHOR POV

 

Cho kyuhyun membungkuk memberikan penghormatan pada pemakaman kedua mertuanya, setelah itu ia berdiri tegak dan mulai berbicara. “Annyeonghaseo… Abeoji, ommeoni.. mianhae aku datang terlambat. Aku harap kalian baik-baik saja disana” ujarnya. Shin je wo yang melihat itu tersenyum manis di belakangnya, “Aku dan Jewo juga baik-baik saja disini, begitu juga dengan Hyunje! Cucu kalian tumbuh dengan baik. Maaf jika hari ini kami belum bisa membawanya kesini. Tapi aku akan berjanji akan segera mempertemukannya dengan kalian”

 

“Aku berjanji akan menjaga mereka baik-baik. aku harap Abeoji dan Ommeoni tidak mencemaskan mereka, aku akan selalu melindungi anak dan cucu kalian! Semoga kalian tenang di sana” kyuhyun kembali membungkuk hormat disana.

 

Je wo menggigit kuat bibir bawahnya saat air matanya sudah ingin mendesak keluar. Dia sama sekali tidak menyangka jika kyuhyun dapat mengatakan kata-kata seperti itu pada orang tua nya. “Gomawo” ucapnya saat kyuhyun membalikkan tubuhnya hingga berhadapan dengannya.

 

Kyuhyun hanya menatapnya sekilas kemudian kembali melewatinya begitu saja dan lagi-lagi membuat Je wo kebingungan. Yeoja itu berlari-lari kecil mengikuti lanGkah besar suaminya, ia berjalan beriringan disamping Cho kyuhyun. namun namja itu masih saja berdiam diri.

 

“Kenapa bisa tau aku disini?” tanya Je wo pelan. Dan yeoja itu harus kembali menerima sikap dia suaminya. Je wo memotong lanGkah kyuhyun dengan memposisikan tubuhnya tepat dihadapan namja itu.

 

“Marah?” tanyanya pelan.

 

“Menurut mu?” jawab Kyuhyun.

 

Kini namja itu melipat kedua tangannya di depan dada dan menatap Je wo garang. “Apa yang ada di kepala mu eo?! Pergi kesini sendirian dan tidak memberitau ku? Bahkan kau sengaja mematikan panggilan ku dan juga ponsel mu!” ujarnya menahan emosi.

 

“bukan begitu. Aku han_”

 

“Mereka itu juga mertua ku. Jadi sudah seharusnya aku datang kesini di hari peringatan kematian mereka. Bahkan seharusnya kita juga membawa Hyunje mengingat sampai detik ini kau tidak pernah mengijinkan ku membawanya kesini” Je wo menunduk dalam mendengar omelan suaminya.

 

Cho kyuhyun benar saat ini. Seharusnya dia sudah mengenalkan Hyunje pada kedua orang tuanya dari dulu. Hanya saja sampai detik ini perasaan bersalah masih terus menghantui yeoja itu. “Aku belum siap memberitau omma dan appa kalau aku sudah memiliki Hyunje. Itu terlalu tidak adil bagi mereka. Kenapa disaat mereka tidak ada aku baru memiliki anak? Mereka tidak dapat melihatnya. tidak dapat mengendongnya bahkan tidak dapat memanggil namanya. Aku belum bia menerima kenyataan itu cho kyuhyun”

 

Desahan gusar terdengar dari mulut Cho kyuhyun. Ia tau bagaimana perasaan istrinya saat ini. Shin je wo memang terlalu sensitif jika mengungkit mengenai kedua orang tuanya. “Tapi bukan berarti kau harus melewati semua itu sendirian kan? Masih ada aku. Suami mu” ujar kyuhyun yang mulai melunakkan intonasinya. Ia meraih kedua tangan Je wo yang saling bertautan satu sama lain kemudian menggenggamnya erat. “Jangan menyimpan semuanya sendirian seperti ini. Kau harus tau aku akan selalu ada jika kau membutuhkan ku. Arraseo?” Je wo tersenyum simpul dan mengangguk ringan.

 

“Mianhae.. “

“Gwencanha!”

 

Kyuhyun menautkan jari-jarinya pada jari-jari istrinya. Berjalan beriringan menyamakan langkah masing-masing. “Bagaimana rumah baru Eunhyuk oppa? bagus tidak?” tanya Je wo.

 

Kyuhyun mengangguk. “lumayan besar” jawabnya. “ah! Hyunje kau titip kan pada siapa?” tanyanya lagi. “Omma!” jawab kyuhyun. Je wo menganggukkan kepalanya mengerti.

 

“Aku jadi merasa bersalah pada Eunhyuk oppa. Padahal dia sudah mengundangku secara langsung. Tapi aku malah tidak bisa datang” gumamnya pelan.”Kau mau setelah ini kita kembali kesana? Hem?”

 

“Kau sudah gila? Perjalanan dari sini ke Seoul itu membutuhkan waktu yang lama. Bahkan aku yakin kita akan sampai di rumah tengah malam nanti” Kyuhyun terkekeh pelan dan mengangguk.

 

“Hyunje mencari ku tidak?”

“Sebenarnya dia sudah merengek minta ikut padaku. Tapi tidak ku ijinkan. Lagi pula…” Kyuhyun menghirup nafas dalam dan semakin mengeratkan genggamannya pada tangan je wo. “aku senang seperti ini” gumamnya.

 

“eung?”

“berjalan bergandengan tangan denganmu  tanpa harus menutupi identitasku. Tidak kah kau merasa saat ini kita sedang berkencan?”

 

Je wo terkikik pelan mendengarnya. “Berkencan? Di tempat seperti ini? Ck ck ck kau sama sekali tidak romantis tuan Cho.. “ godanya. Kyuhyun tersenyum simpul. “tidak perlu tempat yang romantis. Bagi ku, asal kau selalu berada di sampingku saja itu sudah cukup! Dan ini!” kyuhyun mengangkat kedua tangan mereka yang saling bertautan.

 

“aku ingin selamanya seperti ini”

 

“sepertinya Eunhyuk oppa salah memberikan obat pada mu” ucap Je wo pelan namun ia sama sekali tidak dapat menyembunyikan rona merah di wajahnya. Terkadang Cho kyuhyun selalu berhasil membuat jantungnya berdetak hebat.

 

 

 

CHO KYUHYUN POV

 

“sudah kukatakan kalau hyunje kutitipkan pada omma dan itu artinya dia akan baik-baik saja. Kenapa kau masih saja mencemaskannya?” omel ku setelah berada tepat di depan rumah orang tuaku.

 

Yeoja ini terus saja memaksaku untuk menjemput hyunje padahal ini sudah jam satu malam. Aku yakin omma pasti tidak akan membiarkan kami pulang malam ini. “seharian ini aku hanya melihatnya dalam waktu dua jam. Kau pikir aku tidak merindukannya eo?! Sudah cepat buka pintunya!” aku mengerang kesal sambil membuka pintu rumah keluarga ku.

 

Dan benar dugaan ku. Omma sama sekali tidak menijinkan kami membawa Hyunje pulang. Lagi pula bocah itu sudah tertidur pulas dan ini benar-benar sudah sangat larut. Bahkan omma memaksa kami untuk menginap malam ini disini.

 

“sudah kubilangkan kalau kau tidak perlu mencemaskannya!”

 

Aku berdiri bersandar di depan pintu kamar hyunje. Omma dan appa terlalu berlebihan padanya. Saat bocah ini berumur 3 tahun mereka segera merenovasi rumah menambahkan satu kamar lagi untuk hyunje.

 

“memangnya tadi aku mengatakan mencemaskannya? Aku kan hanya merindukannya” ujarnya sinis sambil memandangi wajah hyunje. Aku tau kalau yeoja ini tidak pernah bisa berlama-lama berjauhan dengan Hyunje. Bahkan jika diurutkan. Aku pasti akan berada di urutan kedua setelah bocah itu.

 

“Arra! Sudah puas memandangi wajah anak mu eo?! Ini sudah hampir jam 2 malam nyonya cho.. ayo kembali kekamar!” dia mengangguk dan mengecup dahi Hyunje singkat. “jalja~”

 

 

SHIN JE WO POV

 

Selalu seperti ini jika aku tidur di tempat yang masih asing bagi ku. INSOMNIA. Bahkan dari tadi aku tidak dapat menutup kedua mataku untuk tidur. kulirik Kyuhyun yang sudah tampak tertidur pulas. “pasti kelelahan karena menjemput ku!”

Aku kembali menatap langit-langit kamar ini. Tidak ada yang spesial disini selain tumpukan kaset-kaset Game yang yang hampir sama seperti di rumah kami. Aku beranjak dari tidur ku dan mendekati meja belajar yang dulu di gunakan namja itu.

Ada beberapa foto kyuhyun dan piagam penghargaannya disini. Salah satunya penghargaan saat ia memenangkan Olympiade Matematika. Aku terseyum puas melihat fotonya saat masih kecil bersama ahra eonnie. “benar-benar polos” gumamku pelan.

Kemudian aku membuka laci meja itu mencari album foto yang mungkin saja masih di simpannya disini. Aku benar-benar penasaran seperti apa wajahnya dulu. “Ada!” pekik ku tertahan. Ku buka satu persatu lembaran foto itu dan lagi-lagi aku harus menahan tawa ku karena takut membuatnya terbangun.

“ige mwoya?! Pose seperti apa ini?”

 

 

Benar-benar aneh.. aku tidak menyangka jika dari kecil namja itu memang sudah sangat narsis. Lihat saja posenya saat berfoto. Hahaha aku menutup kuat mulutku yang sudah tidak tahan untuk tidak tertawa kuat. Namun aku harus tetap menahannya karena kalau tidak dia pasti akan segera mengamil album ini dari ku.

 

Aku membuka lembaran lainnya. Kali ini ada beberapa foto saat dia mulai remaja. Dia berfoto dengan seorang namja yang tidak kukenali sama sekali dan beberapa foto lainnya. Kalau kulihat-lihat saat masih kecil dia sama sekali tidak tampan. Tapi ketampanannya terlihat setelah ia mulai remaja. Aku yakin jika dia mendengar ku mengatakan ini pasti kepalanya akan semakin besar.


 

“Mmphh.. mmphh”  Aigo~ aku benar-benar tidak dapat menahan tawaku jika melihat wajahnya. Muahahaha bahkan hyunje lebih imut dari nya.

 

“kau tidak tidur?”

 

Aku tersentak kaget mendengar suara beratnya. Ku tolehkan kepala ku melihatnya yang sudah terduduk sambil mengucek kedua matanya. Apa aku membangunkannya?  “Tidurlah lagi! Ini belum pagi” ucap ku.

 

Dia menatap ku dengan mata yang masih setengah terbuka. Sepertinya bocah ini masih sangat mengantuk. “kenapa tidak tidur?” tanyanya. “aku belum mengantuk” jawab ku sambil kembali membolak-balik album foto ini.

 

“apa yang kau lihat?”

 

Aku kembali menoleh padanya an tersenyum geli. “album foto mu!”

 

Kini matanya sudah terbuka sempurna mendangar ku menyebutkan album fotonya. Dia segera beranjak dari ranjang dan menghampiriku. “haishh apa yang kau lakukan? Untuk apa melihat album foto itu eo?! Cepat kembalikan pada ku” omelnya.

 

Aku tertawa puas dan menyerahkan album foto itu padanya. “Hahaha wajah mu. Muahahaha kau terlihat.. hahahah” huwaaa aku tidak dapat menahan tawa ku.

 

“Yak! Berhenti tertawa!!”

 

Aku membekap mulut ku berusaha berhenti tertawa mengingat saat ini masih tengah malam dan tawaku pasti akan berhasil membangunkan seisi rumah ini. “sudah puas eo?” tanyanya kesal. Aku mengangguk dan tersenyum puas.

 

“hahh kenapa foto semanis itu kau simpan sendiri?!” sindir ku. Dia mengerucurkan bibirnya kesal dan kembali menyimpan album foto itu. “aku pasti akan segera membakar habis foto ini! Benar-benar memalukan” gerutunya kesal.

 

Aku duduk di kursi belajarnya dan menyenderkan punggungku disana. Masih sesekali tertawa kecil. “hyunje bahkan lebih manis dari mu” goda ku lagi. Dia menatap garang pada ku. “memangnya kau pikir dari mana dia mewarisi wajah seperti itu kalau bukan dari ku, eo?” ucapnya garang.

 

Aku tersenyum remeh padanya dan berhasil membuat wajahnya bertambah kesal. Hahaha dia tidak akan pernah menang dari ku kan? “tentu saja bukan dari kau! dulu saat hamil aku selalu suka melihat wajah hyun bin. Aku rasa ketampanan hyunje berasal dari sana” goda ku lagi.

 

“bersukurlah nyonya cho saat ini sedang tengah malam dan aku sangat lelah. Kalau tidak…” dia menyipitkan kedua matanya pada ku dan mendekatkan wajahnya pada wajah ku. “kau pasti sudah habis di tangan ku”

 

Dalam sekali gerakan kini tubuhku sudah sempurna berada dalam gendongannya. Dia membawaku kembali keatas ranjang dan membaringkan ku disana. Aku beniat bangun dan protes namun telunjuknya terulur sempurna pada dahiku, mendorong kepalaku hingga kembali berbaring.

 

“tidur!”

“ck! Aku tidak bisa tidur bodoh”

 

Dia yang awalnya sudah menutup matanya bersiap untuk tidur kini kembali membukanya lagi dan menatap ku. “kau tidak bisa tidur karena tempat ini masih asing bagi mu?” aku mengangguk pelan. “walaupun aku sudah pernah beberapa kali menginap di kamar mu. Tapi tetap saja kamar ini masih asing bagi ku” ucap ku pelan.

 

Dia menghela nafas dan tiba-tiba menarik tubuh ku mendekat padanya. Kemudian memposisikan wajah ku agar terbenam pada lekukan lehernya. “Kalau leher ku bukan tempat asing bagimu kan? Nyonya cho!” Aku tidak dapat menahan senyuman ku saat ini. Tanpa kuperintah kepala ku mengangguk begitu saja padanya. Cho kyuhyun! kau memang selalu bisa membuat ku merasa nyaman.

 

 

THE END.

 

 

168 thoughts on “HISTORY

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s