journey of love 3\3

 

 

 

 

JOURNEY OF OVE

Author  :  shin je wo

Cast       :  cho kyuhyun

Shin je wo

Kim hyeri

Lee donghae

Genre   :   romance

Rating  :   pg-13

 

 

 

CHO KYUHYUN POV

 

“kyuhyun-ah~”

 

Aku menoleh ke arah pintu dan mendapati hyeri tersenyum manis padaku, hei! Kenapa dia kesini malam-malam seperti ini? “waeo? Ada apa kau kemari?” tanyaku kemudian bangkit dari posisiku yang tadinya sedang tiduran di ranjang sambil membaca buku.

 

Dia mengerucutkan bibirnya kesal dan duduk di samping ku, “cishh memangnya aku sudah tidak boleh lagi kerumah mu eo?” omelnya. Aku hanya tersenyum simpul melihatnya.

 

“kau baca buku apa?” di meraih buku yang tadi kubaca dan mengerutkan dahi bingung, “kau membaca ini???” tanyanya tidak percaya, aku mengangguk dan mengambil buku itu dari tangannya. “appa menyuruh ku mempelajari ini agar aku lebih tau bagaimana cara menjalankan perusahaan” jelas ku.

 

Dia mengangguk pelan dan ber’o’ ria. “lalu.. apa yang kau lakukan dirumah ku malam-malam seperti ini? Kau sedang tidak mencoba melarikan diri dari rumahmu kan?” tanyaku curiga.

Yeoja itu mendelik garang padaku, hahaha aku sangat menyukai ekspresinya yang seperti itu. “aku datang kesini bersama orang tuaku, tadi appa dan omma tiba-tiba mengajakku kesini, katanya ada yang ingin mereka sampaikan pada kita! Oh iya, mereka juga menyuruh ku memanggil mu kebawah, ayo kyu!”

 

 

KIM HYERI POV

 

“bertunangan?”

 

Apa-apaan ini? Kenapa tiba-tiba membicarakan masalah pertunangan di depan kami?  “appa! Tapi aku dan kyuhyun masih sekolah, mana mungkin kami bertunangan di saat seperti ini” protes ku.

 

Entahlah! Yang ku tau saat ini memang hanya itu, aku sama sekali belum siap untuk bertunangan dengan kyu, bahkan saat ini yang ada di kepalaku hanya namja itu, lee donghae.

 

“memangnya kenapa? Tidak masalahkan jika kalian bertunangan walaupun masih bersekolah, lagi pula kalian sudah terlihat cocok satu sama lain, jadi apa lagi yang harus di pikirkan?”

 

Aku mengerang kesal pada appa, tidak! Aku belum ingin bertunangan dengan kyuhyun, “menurutmu bagaimana kyuhyun-ah? Kau setuju kan dengan pendapat ahjussi?” aku menatap kyuhyun.

 

Namja itu menatap kosong pada appa ku kemudian tersenyum tipis, “ne! ahjussi..” jawabnya pelan, aku menggeleng pelan melihatnya, kau sudah gila cho kyuhyun!

 

“SHIREO! aku tidak mau!!” pekikku kuat kemudian pergi meninggalkan mereka.

 

 

AUTHOR POV

 

Hyeri mengangkat kepalanya yang dari tadi terus menunduk saat merasakan sesuatu yang hangat menyelimuti tubunya, “kau bisa sakit jika duduk disini tanpa memakai baju hangat mu” hyeri tersenyum simpul melihat cho kyuhyun memakaikan jaketnya pada tubuhnya.

 

“kau bodoh cho kyuhyun!” desis nya pelan.

 

“kau tidak perlu menuruti semua keinginan orang tua ku hanya karena kau ingin membalas jasa pada mereka, aku tau kau menyetujuinya karena itu kan? Bahkan kau sendiri sama sekali tidak siap untuk bertunangan dengan ku”

 

Kyuhyun tersenyum simpul kemudian mendesah berat menatap langit malam yang saat itu terlihat mendung, yeoja itu benar! Selama ini appanya selalu mengatakan padanya jika dia harus bisa membalas jasa orang tua hyeri karena sebenarnya kekayaan keluarga cho tidak jauh dari campur tangan keluarga kim.

 

“aku sudah mengatakan pada appa mu untuk menunda rencana pertunangan ini sampai kau siap!”

 

 

LEE DONGHAE POV

 

“waegurae?!”  tanya ku pada hyeri, tadi dia menyuruhku menemuinya di belakang sekolah karena ada yang ingin di katakannya padaku, dia tersenyum tipis dan menepuk bangku di sebelahnya.

 

“duduk disini!”

 

aku menuruti perkataannya, duduk di sampingnya dan memperhatikan wajahnya yang entah kenapa menurut ku sedang memikirkan sesuatu, “kau ada masalah?” tebak ku.

 

“apa kau sekarang berganti profesi menjadi peramal, lee donghae?” kekehnya pelan, namun berbeda dengan raut wajahnya yang terlihat cemas, aku menatapnya intens dan sama sekali tidak menyahuti ucapannya, membuat dia terdiam dan memalingkan wajahnya kearah lain.

 

“appa menyuruhku segera bertunangan dengan kyuhyun”

 

Kepala ku terasa berat dan seperti tidak dapat memikirkan apapun lagi, pernyataannya barusan berhasil membuat jantung ku berdenyut sakit. dia menatap ku lirih dan aku tidak mengerti dengan tatapannya. “menurut mu.. apa aku harus melakukannya?” tanya nya pelan.

 

“kau mencintainya?” tanya ku.

 

Dia diam dan tidak menjawab apapun lebih memilih memalingkan wajanya kearah lain, “lakukanlah jika kau mencintainya, tapi jangan pernah melakukannya jika kau sama sekali tidak mencintainya. Karena kau tidak akan pernah merasa bahagia jika melakukan itu.”

 

Hanya itu yang mampu keluar dari mulut ku saat ini, aku bingung dan.. entahlah! Yeoja ini sudah berhasil membuat jantungku hampir tidak dapat berdetak lagi

 

“donghae-ah..” panggilnya lirih masih menatap lurus kedepan dan menjauhi tatapan ku. “bisakah kau memelukku?” aku tersentak kaget mendengarnya. Benarkah ini kim hyeri? Apa dia sedang bercanda saat ini?

 

Aku menarik kedua bahunya dan memaksanya menatap ku, dia menggigit bibir bawahnya menahan air matanya yang dapat ku lihat mulai membendung sempurna di pelupuk mata indahnya.

 

Kemudian aku tersenyum lembut, menarik tubuhnya pelan kedalam dekapan ku dan mengusap lembut punggung kecilnya. “gwencanha… semua akan baik-baik saja!” ujar ku.

 

 

 

SHIN JE WO POV

 

“kenapa secepat ini???”

 

Sepertinya Tuhan benar-benar berniat membunuh ku, apa yang harus aku lakukan?? Tiga hari lagi akan diadakan ujian semester dan yang paling aku takuti adalah pelajaran MATEMATIKA.

 

“ya Tuhan!! Bagaimana ini??”

 

Rasanya aku ingin saja melempar mading yang memaparkan jadwal ujian itu. “belajar! Itu yang harus kau lakukan” aku memutar kepala ku kebelakang dan terperanjat kaget saat melihat cho kyuhyun berdiri tepat di belakang ku.

 

“eo? K-kau..”

“ayo ikut aku”

 

 

@ library

 

Untuk apa dia membawaku kesini? Jangan bilang kalau dia ingin mengajari ku belajar lagi?  “cheogio… untuk apa kau membawaku kesini?” tanyaku pelan. Dia tidak menjawab dan masih terlihat mencorat coret buku yang ada di hadapannya.

 

“igo! Lihat ini..”

 

 

 

 

Aku menatap isi buku itu yang ternyata adalah sebuah contoh soal dan penyelesaiannya. “ini… untuk apa?” tanyaku bingung. “jinja shin je wo… kau pikir untuk apa aku membawamu kemari kalau bukan karena ingin mengajarimu?” ujarnya garang.

 

Aku mengerjap pelan padanya, mengajari ku? Jinja? Huwaaaa kenapa bibir ku tidak tahan untuk tidak tersenyum. “berhenti tersenyum bodoh seperti itu!” tandasnya dingin, aku segera mengatup mulutku dan mengangguk.

 

“baiklah… perhatikan ini, aku akan mengajari mu nagaimana cara menyelesaikan soal ini, kau harus memperhatikannya baik-baik” aku kembali mengangguk patuh padanya.

 

Dan di saat dia mulai berbicara panjang lebar menjelaskan soal itu, mata ku malah asyik memandangi wajahnya, jarak diantara kami yang sangat dekat memudahkan ku menatap wajahnya puas, rahang wajahnya terlihat kokoh dan warna kulit nya sangat putih, omo! Lehernya sangat jenjang dan…

 

“aku menyuruh mu memperhatikan soal ini! Bukan wajah ku”

 

Wajah ku memanas seketika saat ia menoleh pada ku dan menatap tepat pada manik mata ku, aku menelan ludah gugup saat dia sama sekali tidak mengalihkan matanya dari wajah ku, kemudian dia mendekatkan wajahnya kearah ku dan membunuh jarak yang ada pada kami sebelum nya.

 

Aku memejamkan kuat mataku saat wajah itu semakin dekat dan…

 

TUK

 

“appo~”

 

Ku usap kuat dahi ku yang baru saja di sentil oleh namja ini, “yak! Kenapa kau menyentil ku? Ini sakit!” protes ku. Dia kembali menyodorkan buku itu padaku. “salah mu sendiri yang tidak memperhatikan apa yang baru saja ku jelaskan, aku heran pada mu! Kau sudah sangat tau kalau kemampuan mu dalam matematika sangat memprihatinkan, kenapa disaat seperti ini kau malah lebih memilih memperhatikan wajah ku?”

 

“annio.. aku tidak memperhatikan mu” kilah ku.

 

Dia mendesah gusar dan kembali menyodorkan buku itu, “sekarang perhatikan ini baik-baik! Arraseo?” dan untuk kesekian kalinya aku kembali mengangguk patuh.

 

 

 

CHO KYUHYUN POV

 

Aku memperhatikan wajahnya yang terlihat serius mengerjakan soal yang aku berikan tadi, aku tersenyum geli saat kerutan-kerutan kecil terukir sempurna di wajahnya dan kuyakini penyebabnya adalah soal itu.

 

“selesai….”

 

Dia memperlihatkan hasil kerjanya padaku, “kau itu bodoh atau apa? Dari lima soal yang ku berikan kenapa hanya benar 2?” pekik ku padanya. Namun sangat berbeda dengan reaksi yang di tunjukkan nya.

 

“jinjayo? Benar dua? Kau tidak berbohong padaku kan? Cho kyuhyun?”

 

Aku mengangguk bingung, “woahhh daebbak!! Aku berhasil mengerjakannya!!” teriaknya histeris. “yak! Kau hanya benar dua soal! Jangan bergembira seperti itu” ujarku padanya.

 

“tentu saja aku gembira, kau tau tidak? Aku bahkan tidak pernah berhasil mengerjakan satu soal pun seperti ini, akh! Aku tau kalau sebenarnya aku ini memang pintar” gumamnya bangga.

 

 

 

AUTHOR POV

 

“lee donghae!!”

 

Donghae terperanjat kaget saat seseorang mengejutkannya dari belakang, hampir saja ponsel yang sedang ia genggam jatuh kebawah karena teriakan yeoja itu.

 

“yak! Kau berniat membunuh ku eo?” serunya kuat, shin je wo menggeleng kuat dengan senyuman yang terus terkembang di bibirnya. “kau sensitif sekali..” ucapnya sambil menepuk pelan bahu donghae dan yeoja itu masih betah dengan senyumannya.

 

Lee donghae mengerutkan dahinya bingung melihat sikap shin je wo hari ini, “bukan aku yang sensitif tapi kau yang terlihat sangat gembira! Waeo? Terjadi sesuatu?” tanya donghae penasaran.

 

Je wo mengangguk semangat dan mulai bercerita. “aku berhasil mengerjakan dua soal matematika” ujarnya semangat, membuat lee donghae menatap datar padanya. “cish.. aku pikir karena apa? Ng.. sepertinya matahari  terbit dari barat hari ini” sindir namja itu.

 

“apa maksud mu?” sungut je wo tidak terima, lee donghae melipat angkuh kedua tangannya. “karena hari ini yeoja bodoh berhasil mengerjakan dua soal matematika!” ucapnya mengejek.

 

“YAK!!”

“hahahahaha”

 

Shin je wo menyipitkan kedua matanya sinis pada lee donghae kemudian duduk di samping namja itu, “sepertinya situa bangka park itu berhasil membongkar otak mu shin je wo” sambungnya lagi.

 

“annio.. bukan dia yang mengajari ku!”

“lalu?”

 

Je wo tersenyum malu dan mengayun-ayunkan kakinya ringan, “tadi cho kyuhyun mengajariku matematika di perpustakaan” jawabnya pelan. Lee donghae dapat melihat  rona merah di wajah yeoja itu.

 

Tiba-tiba pikirannya melayang pada ucapan hyeri. Ia yakin jika yeoja itu tau kalau namja yang selama ini disukainya itu akan segera bertunangan, pasti dia akan sangat hancur.

 

Le donghae menggelengkan pelan kepalanya berusaha menepis dugaan-dugaan yang berlalu-lalang di pikiran nya, ia yakin kalau itu tidak akan terjadi mengingat tadi kim hyeri meminta dengan lembut namja ini untuk memeluknya.

 

 

 

 

LEE DONGHAE POV

 

Aku menghentikan motor ku saat melihat je wo duduk di pinggir jalan sambil memegang sebelah lututnya, ku dekati dia yang terlihat seperti meringis. “yak! Waeo?” tanyaku khawatir saat melihat ada bercak darah pada lututnya.

 

“sshh, tadi aku terjatuh” ringisnya menahan sakit, banyak keringat mengalir di wajahnya. Aku berjongkok di depannya dan mencoba menyentuh luka pada lututnya. “appo~” rengeknya.

 

“kenapa bisa sampai terjatuh?” Tanya ku sambil meniup pelan lukanya. “ada beberapa anak kecil yang berlarian disini dan menabrak ku sampai terjatuh” adunya. Ku tatap wajahnya yang sudah hampir menagis, yeoja ini….

 

“kau itu lebih besar dari mereka tapi kenapa bisa kau yang terjatuh?” omel ku, dia mengerucutkan bibirnya kesal dan menatap ku garang. “kaki ku sudah luka seperti ini kenapa kau malah memarahi ku? Huweeee”

 

“haishh kenapa kau menangis?”

“kenapa kau memarahi ku?”

“annio… uljima!”

 

Ku usap air matanya sambil terkekeh pelan, kenapa dia suka sekali menangis di depan ku? Dan kenapa aku selalu tidak tega melihatnya menangis, “kau menertawaiku?” tanyanya garang. Aku hanya menggeleng dan tetap  tersenyum geli.

 

“kalian sedang apa?”

 

Aku dan je wo reflek menolehkan kepala kami kesamping dan mendapati hyeri dan kyuhyun sedang berdiri menatap kami, pandangan mataku menuruni tubuh mereka dan berhenti tepat pada kedua tangan sepasang kekasih itu yang saling bertaut erat.

 

Aku mendengus pelan dan menoleh kembali pada je wo yang sudah menundukkan kepalanya, yeoja ini pasti sakit lagi. Bukan pada lututnya tapi pada hatinya, sama seperti ku.

 

 

 

AUTHOR POV

 

“kakinya terluka” jawab donghae singkat. Kyuhyun memfokuskan tatapannya pada lutut je wo yang memang mengeluarkan sedikit darah. “ayo ku antar pulang” ucap donghae.

 

Namja itu meraih kedua bahu je wo dan membantunya berdiri. Sementara hyeri sudah berusaha menahan teriakannya pada namja itu agar segera melepaskan tangannya pada tubuh yeoja itu.

 

Cho kyuhyun menarik lengan je wo tiba-tiba hingga membuat tubuh yeoja itu terhuyung kesampingnya. “yak apa yang kau lakukan?” pekik donghae emosi. Dia melirik wajah je wo yang mulai memucat entah karena takut atau pun terkejut oleh sikap cho kyuhyun.

 

Kyuhyun membenarkan posisi je wo di sampingnya, “biar aku saja yang mengantarnya pulang” jawabnya dingin. Mata je wo melebar saat mendengar ucapan namja itu pada donghae.

 

“kau ingin mengantarnya pulang? Lalu bagaimana dengan yeojachingu mu?” sindir donghae tajam. Kemudian ia mengalihkan tatapannya pada hyeri yang hanya tertunduk dalam, yeoja itu benar-benar merasa sakit saat ini.

 

Dua namja yang sangat berarti baginya sibuk memperebutkan yeoja lain dan tidak menghiraukan kehadirannya. “dia juga akan ikut bersama dengan ku” jawab kyuhyun singkat dan berusaha menarik sebelah tangan hyeri.

 

Namun dengan cepat hyeri menepis kasar tangan kyuhyun dan menatap mereka semua bergantian. “TIDAK USAH MEMIKIRKAN KU! KALIAN URUS SAJA YEOJA ITU!!!” teriaknya kuat dan segera berlari meninggalkan mereka semua.

 

“KIM HYERI!!” panggil donghae.

 

Namja itu menatap sekilas je wo dan kyuhyun secara bergantian kemudian segera meraih motornya untuk mengejar hyeri. Kyuhyun menatap kosong punggung donghae yang mulai tidak terlihat, menyadari begitu dalamnya perasaan namja itu pada kekasihnya.

 

“kejarlah hyeri cho kyuhyun”

 

Suara serak je wo membangunkan kyuhyun dari lamunannya, kedua tangannya masih mencekal erat sebelah bahu je wo, ia menatap wajah je wo yang sudah sangat terlihat pucat karena situasi yang baru saja di alami yeoja ini.

 

“sudah ada donghae yang mengejarnya, biar ku antar kau pulang”

“tapi hye_”

“jangan membantah!”

 

Je wo mengangguk  patuh pada kyuhyun, mengikuti semua perintah namja itu begitu saja walaupun saat ini ia benar-benar merasa bersalah pada hyeri dan juga donghae.

 

 

 

CHO KYUHYUN POV

 

“kau tinggal sendirian?” Tanya masih memfokuskan mataku pada lututnya, aku meniup pelan luka itu sebelum mengolesinya dengan obat yang sudah kubeli tadi. “hemm” jawabnya singkat.

 

Aku mengerjap pelan saat menyadari kalau wajah ku sudah sangat dekat pada wajahnya yang mengeluarkan semburat merah. Deru nafas kami mulai terasa satu sama lain karena jarak dianrata kami memang sudah sangat tipis.

 

“jangan terlalu dekat dengan namja itu, aku tidak suka!” ucap ku pelan.

 

Dia mengangguk pelan dan memalingkan wajahnya kearah lain, aku kembali menegakkan tubuhku dan berusaha mengambil nafas yang sudah hampir tercekat karena melontarkan perkataan yang menjijikkan seperti itu.

 

“tapi.. dia teman ku”

 

Yeoja itu menggumam pelan dan masih bisa ku dengar, teman? Aku tidak perduli dia temannya atau siapa. Tapi yang jelas aku tidak suka dengan keberadaannya di dekat yeoja itu.

 

 

 

KIM HYERI POV

 

Langkahku terhenti begitu saja saat tiba-tiba sebuah motor berhenti tepat di depan ku, itu lee donghae. Dia turun dari motornya dan mendekati ku, mencekal kuat pergelangan tangan ku dan menatap ku tajam.

 

“kau sudah gila?? Untuk apa kau berlari-lari di jalan raya seperti itu? Kau mati eo??!” aku menggigit bibirku takut, ini pertama kalinya namja itu sangat marah pada ku.

 

“hae-ah, ta_”

“jawab pertanyaan ku!!”

 

Aku menghempaskan tangannya kasar dan mendorong tubuhnya kuat, “memangnya kenapa kalau aku berlari dijalan raya seperti itu? Itu sama sekali bukan urusana mu! Dan untuk apa kau harus bersusah payah mengejarku? Kenapa tidak kau urus saja shin je wo?” teriak ku sambil mengepal kuat kedua tangan ku.

 

“kau selalu sibuk mengurusinya dan berada di samping nya! Kau tidak pernah memperdulikan ku? Untuk apa kau mencemaskan ku? Memangnya kenapa jika aku mati? Apa ka_”

 

Tubuhku terhuyung kedepan dan masuk kedalam dekapannya, donghae memeluk erat tubuh ku, membuat bulu ku sedikit meremang saat merasakan deru nafasnya di leherku, pelukannya hangat!

 

Aku sudah sangat sering berpelukan dengan cho kyuhyun tapi baru kali ini aku merasakan perasaan aneh seperti ini, seperti ada ribuan kupu-kupu yang berterbangan di perutku, sulit bernafas dan sesak tapi aku tidak ingin ini terhenti.

 

“kau yang bodoh karena tidak pernah merasa jika aku memperdulikan mu” bisiknya pelan pada daun telingaku, aku melingkarkan tanganku pada pinggangnya, membalas pelukan hangatnya. Tidak perduli saat ini kami sedang berada di tempat ramai dan bahkan mungkin akan menjadi sorotan orang banyak, aku tidak perduli dan tidak ingin perduli karena saat ini aku sangat membutuhkannya, membutuhkan pelukannya. Pelukan lee donghae.

 

 

 

SHIN JE WO POV

 

 

“sudah sore cho kyuhyun.. kau tidak pulang?” Tanya ku pelan.

 

Dari tadi kami hanya duduk berdiam diri di ranjang ku, menyenderkan punggung masing-masing pada dinding ranjang ini. Aku sama sekali tidak tau apa yang harus kukatakan padanya, gugup! Amat sangat gugup.

 

“kau mengusir ku?” tanyanya dingin.

 

“annio! Tapi..”

 

Aku menatapnya takut, berharap dia tidak akan marah saat aku mengatakannya lagi, “apa kau tidak mencemaskan hyeri dan.. donghae?” Tanya ku pelan.

 

Wajahnya kembali terlihat kesal dan marah pada ku, ck! Kenapa dia sensitif sekali pada donghae? Apa dia sangat membenci namja itu karena dia tau kalau donghae menyukai hyeri?

 

“tidak!”

“wae?”

“untuk apa kau mau tau?”

 

Aku mengerang kesal mendengarnya, ia kembali sibuk pada psp yang dari tadi selalu menemaninya. “kalau kau kesal pada donghae karena dia menyukai hyeri tidak usah melarang ku untuk menjauhinya! Itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan ku!” bentak ku emosi.

 

Aku sudah cukup sabar selama ini padanya, tapi kali ini aku tidak tahan lagi!

 

“aku pulang!”

 

Apa ada yang tau apa yang ingin ku lakukan saat ini?? Aku sungguh amat sangat ingin melemparkan lemari pakaianku pada namja berhati dingin ini! Dia mengambil tasnya dan memberesi barang-barangnya, entah kenapa saat ini aku jadi ingin menangis, cho kyuhyun sialan!!! Dan bodohnya aku karena menyukai namja sialan ini!

 

Aku berusaha tidak memperdulikannya dan lebih memilih memalingkan wajahku pada jendela kamar ku, setidaknya aku tidak melihat dia keluar dari kamar ini kan? Tapi tiba-tiba aku merasa ada sesuatu yang mengusap kepala ku lembut.

 

Ku tolehkan kepala ku kesamping dan aku sangat terkejut karena namja itulah yang melakukan itu padaku, dia tersenyum tipis dan mendekatkan wajahnya pada ku, mengecup lembut dahi ku. “aku pulang!”

 

 

 

 

KIM HYERI POV

 

Aku tidak dapat menahan senyuman ku dari kemarin sampai saat ini, pelukan hangat namja itu masih sangat terasa. “aku rasa ini jawaban dari Tuhan atas kebingungan ku selama ini, kenapa sampai saat ini aku belum mau bertunangan dengan kyuhyun. itu semua karena aku.. mencintai lee donghae”

 

 

 

 

AUTHOR POV

 

 

“annyeong!”

 

Donghae terkejut saat tiba-tiba je wo menyapanya dengan senyuman manis “kau sedang apa disini? Bagaimana lutut mu?” je wo menggeleng pelan dan masih tersenyum manis padanya. Membuat donghae mengernyitkan dahinya bingung.

 

“gwenchana?”

 

“hae-ah..”

 

“mwo?”

 

“kemarin cho kyuhyun… dia.. mencium ku”

 

Kedua mata donghae melebar sempurna mendengarbta, ‘cho kyuhyun mencium je wo? Jinja?’ batin namja itu. Shin je wo tetap tesenyum bahagia dan sesekali terkekeh pelan. “k-kau.. yakin?” tanya donghae memastikan, yeoja itu lagi-lagi menganggukkan kepalanya.

 

“frist kiss?”

“anni, anni! Dia hanya menciumku di sini!”

 

Je wo menunjukkan dahinya, dan donghae sama sekali tidak tahan untuk tidak tersenyum, bukankah ini berarti ada kemajuan dan mereka dapat merubah takdir?

 

Lee donghae mengacak pelan rambut je wo dan terseyum senang. “cukhae! Sepertinya cho kyuhyun benar-benar sudah jatuh cinta padamu..” godanya, membuat sebuah semburat merah terlihat jelas pada wajah je wo.

 

“eung! Tapi.. bagaimana dengan hyeri?” tanya je wo pelan, bagaimanapun saat ini yeoja itu berstatus sebagai kekasihnya kyuhyun dan itulah yang masih mengganggu pikiran je wo.

 

Donghae tersenyum simpul, “kalau itu.. aku rasa yeoja itu sudah sangat tergila-gila padaku” ucapnya percaya diri, membuat je wo harus mengeluarkan ekspresi ingin muntah. “eiy, kau tidak percaya? Kemarin saat aku mengejarnya dia terlihat sangat… berantakan! Jelas sekali terlihat kalau dia cemburu padamu” donghae tersenyum senang mengingat kejadian kemarin saat untuk kedua kalinya yeoja itu berada dalam pelukannya.

 

“apa itu berarti kalau…”

 

Je wo menggantungkan kalimatnya karena ragu, ragu jika pikirannya akan benar karena sampai saat ini dia masih belum percaya sepenuhnya jika cho kyuhyun juga menyukainya. “ne! kita akan segera mengakhiri penantian bodoh ini!” jawab donghae mantap.

 

Tiba-tiba je wo memeluk namja itu erat, ingin mengeluarkan semua perasaan senangnya hari ini, donghae juga tidak dapat mencegah tangannya untuk membalas pelukan yeoja yang entah kenapa saat ini mulai menjadi salah satu yeoja terpenting di hidupnya selain hyeri.

 

“aku benar-benar senang hae-ah.. gomawo sudah mau membantu ku” bisik je wo dalam pelukan donghae, donghae mengangguk pelan dan mengusap lembut punggung je wo,lebih mengeratkan lagi pelukan mereka bermaksud memberitau yeoja ini jika dia juga merasakan hal yang sama.

 

“eum! Ceonma..”

 

 

 

KIM HYERI POV

 

Aku melangkah ringan menyusuri tiap lorong sekolah ini, senyumanku terus saja terkembang dari tadi. Aku sudah tidak sabar untuk menemui namja itu dan mengatakan padanya kalau aku sudah benar-benar jatuh cinta padanya.

 

Usahanya selama ini mendekatiku telah berhasil membuat perhatian ku teralih padanya. Bahkan hubungan ku bersama kyuhyun sudah tidak lagi menjadi masalah bagiku, mengingat kalau namja itu juga mulai menyukai shin je wo.

 

“takdir memang aneh!” gumam ku pelan.

 

Aku menaiki satu-persatu anak tangga dengan santai, namun pada tanga terakhir langkah ku terhenti begitu saja, jantung ku berdenyut perih dan kedua lutut ku melemas. “i-ige mwoya?”  apa yang dilakukan mereka? Kenapa mereka berpelukan seperti itu?

 

Kenapa kau berbohong padaku lee donghae? Bukankah kau bilang kau tidak memiliki hubungan dengannya? Tapi kenapa… pandanganku mulai mengabur saat butiran-butiran bening ini mulai membendung di pelupuk mataku, kubalikkan tubuh ku dan segera pergi meninggalkan tempat itu.

 

Aku lari sekuat-kuatnya, aku ingin menghilangkan rasa sakit ini. Kenapa disaat aku sudah benar-benar mencintainya dia malah bermesraan dengan yeoja itu? Apa selama ini dia hanya mempermainkan ku? Kenapa kau sejahat itu lee donghae???

 

BRAKKK

 

“akh!”

 

Aku terjatuh kelantai saat seseorang menabrak tubuhku kuat. “eo? Hyeria-ah? Gwencanha?” aku menengadahkan kepalaku keatas dan mendapati wajah cemas cho kyuhyun. air mataku meledak seketika, aku terisak kuat disana.

 

“wae? yak! Apa yang terjadi?”

“kyuhyun-ah…”

 

Kyuhyun berjongkok dihadapan ku dan meraih kedua bahuku. “waeo? Kau kenapa?” tanyanya pelan. Aku menggeleng kuat dan terus terisak, tidak perduli berapa pasang mata yang sudah menjadikan ku sebagai pusat perhatian.

 

Tidak! Aku tidak perduli lagi. “kyu… pulang! Aku mau pulang~” isak ku. Dia menatap bingung padaku namun setelah itu menganggukkan kepalanya mengerti dan memapah tubuhku agar bangkit dari sana.

 

 

 

 

AUTHOR POV

 

Cho kyuhyun menatap gusar pada sosok yeoja yang dari tadi terus saja menyembunyikan dirinya di bawah selimut tebalnya. “hyeri-ah… sebenarnya ada apa? Jangan membuatku cemas seperti ini!” ujarnya.

 

Tubuh itu mulai bergerak dan perlahan hyeri bangkit dari tidurnya, duduk menyandar pada ranjangnya dan menatap kyuhyun nanar. “kyu.. ayo kita betunangan!”  kedua mata kyuhyun melebar sempurna mendengarnya. Tidak menyangka jika hyeri memintanya juga.

 

Perasaan takut dan cemas mulai menyelimutinya, ia hanya bisa diam dan mematung menatap kosong wajah kekasihnya. “aku.. ingin kita segera bertunangan” sambungnya lagi.

 

Tidak peduli dia harus menahan rasa perih di hatinya saat mengatakan itu pada kyuhyun, tidak perduli harus sekuat apa dia meremas selimut yang menutupi setengah tubuhnya saat ini, yang ia tau hanya bagaimana caranya agar dia berhenti memikirkan lee donghae.

 

Berhenti memikirkan namja yang sudah sangat menyakiti perasaannya.

 

 

 

CHO KYUHYUN POV

 

 

Aku berdiri terpaku di hadapan kedua orang tua ku, ragu untuk mengatakan keputusan ku. Keputusan yang sama sekali tidak ingin aku ambil secepat ini. “kau ingin mengatakan apa kyu?” tanya ahra noona pada ku, aku mengambil nafas panjang dan membuangnya perlahan.

 

“aku dan hyeri.. akan segera bertunangan!”

 

“jinjayo? Aigo~ akhirnya kau mengabulkan permintaan appa kyuhyun-ah… appa tau kau pasti akan memberikan yang terbaik untuk keluarga kita” aku hanya bisa tersenyum hambar pada omma dan appa yang terlihat sangat antusias. Setelah itu aku segera permisi untuk masuk kekamarku.

 

Ku pejamkan kedua mataku saat sudah berbaring diatas ranjang. Wajah shin je wo terus saja berkelebat di pikiran ku, “apa yang harus kulakukan saat ini?” gumam ku pelan.

 

TOK TOK TOK

 

“masuk!”

 

“kau sedang apa?” suara khas milik ahra nooa terdengar oleh ku, memaksaku harus membuka kedua mataku, “tidur!” jawab ku singkat. Dia terkekeh pelan dan duduk disampingku.

 

“cepat ceritakan padaku apa yang terjadi!”

 

Aku mengernyit bingung padanya, “mwo? Apa maksud mu?” tanya ku bingung. Dia berdecak kesal dan berkacak pinggang di depan ku. “kau pikir aku tidak tau kalau kau tidak menyukai pertunangan mu itu eo?” aku baru teringat kalau dialah satu-satunya orang yang selalu tau apa yang kupikirkan walaupun aku tidak pernah mengatakannya.

 

Tapi aku harus menjawab apa? Bahkan saat ini aku nyaris seperti orang yang kebingungan. “tidak ada!” jawab ku lagi. Aku kembali merebahkan tubuhku dan memejamkan kedua mata ku.

 

“kau mencintai orang lain kan?” sontak tubuhku terduduk sempurna di hadapannya. “noona…” gumam ku. Dia tersenyum smirk padaku dan melipat kedua tangannya di depan dada. “sudah kuduga! Siapa yeoja itu?” selidiknya padaku. Aku menelan ludah gugup padanya.

 

“baiklah jika kau tidak ingin mengatakannya, aku hanya ingin mengatakan pada mu. Jangan pernah berpikir kau akan bahagia jika menyerahkan hidup mu pada yeoja yang selalu membuat mu nyaman di sampingnya. Kau akan bahagia jika menyerahkan hidupmu pada yeoja yang selalu membuat perasaan mu meledak tak karuan jika berada di sampingnya”

 

“keluarlah dari zona aman cho kyuhyun! karena jika tidak, kau tidak akan pernah tau apa yang dinamakan kebahagian itu!” noona berdiri dan mengacak rambutku pelan, kemudian pergi meninggalkan ku dan parahnya lagi, aku jadi semakin bingung dibuatnya.

 

 

 

AUTHOR POV

 

 

“annyeong!”

 

Tubuh je wo kaku seketika saat kim hyeri menyapanya ceria pagi ini, bukan sapaan hyeri yang membuat tubuhnya kaku melainkan tangan yeoja itu yang sedang bergelanyut mesra pada lengan cho kyuhyun.

 

“a-annyeong..” jawabnya gugup. Je wo melirik kyuhyun sekilas namun namja itu sama sekali tidak melihat padanya. Kyuhyun lebih memilih mengalihkan pandangannya kearah lain, berusaha bersikap dingin pada yeoja itu.

 

“igo! Aku harap kau datang” ucap hyeri saat menyerahkan sebuah kertas berwarna merah muda pada je wo. Tangan je wo bergetar saat mengetahui kalau kertas itu adalah sebuah kartu undangan pertunangan hyeri dan kyuhyun.

 

“kau akan datangkan? Shin je wo-sshi!” tanya hyeri sinis.

 

Je wo mengalihkan tatapannya pada cho kyuhyun, dia menatap dalam wajah itu seakan meminta jawaban darinya. Namun sia-sia saja karena kyuhyun bahkan sama sekali tidak menatapnya. Melihat itu hyeri semakin mengeratkan rangkulannya pada namja itu.

 

Ia ingin sekali membuat je wo juga merasakan hal yang sama dengannya, merasakan sakit yang sama saat ia melihat lee donghae berpelukan mesra padanya. “kyuhyun sangat mengharapkan kedatangan mu!” sambungnya lgi.

 

“iya kan, kyuhyun-ah?”

“hem”

 

Tubuh je wo semakin melemas saat sepasang kekasih itu pergi melewati tubunya ringan, ia ingin sekali berteriak memanggil namja itu, mencegahnya agar jangan pergi. Tapi mulutnya tidak cukup kuat untuk mengatakan itu karena suaranya sudah tercekat hebat.

 

BRUKK

 

Tubuh itu terjatuh lunglai pada lantai yang berdebu, tatapannya bahkan  mendadak kosong dan limbung. “berdiri!” bentak seseorang yang telah berdiri dihadapannya. Ia mengangkat kepalanya dan mendapati lee donghae sedang menatapnya tajam.

 

“hae-ah..”

“aku bilang berdiri!!”

 

Pecah! Isakan yeoja itu pecah seketika, rasa sakit luar biasa menggerogoti hatinya. Lee donghae maraih bahu je wo dan menariknya berdiri tegak. “untuk apa menangis? Kau bodoh jika menangisi mereka” ujarnya tajam.

 

Jangan berpikir jika namja ini tidak terluka, dia sama terlukanya dengan yeoja itu. Bahkan dia amat sangat terluka karena beberapa waktu yang lalu sepasang kekasih itu seperti memberikan mereka sebuah harapan tinggi namun saat ini mereka kembali di hempaskan kuat kedasar jurang yang dalam.

 

“berikan undangan itu padaku”

 

Je wo menggeleng dan mendekap erat kertas berwarna merah muda itu, membuat donghae mengerang tertahan melihat sikap je wo. “apa kau akan datang?! Kau pikir kau cukup kuat untuk melihat mereka saling bertukar cincin?!” bentak donghae tepat di hadapan wajah je wo.

 

Yeoja itu menggeleng frustasi dalam isakannya, ia tidak tau apa yang akan di lakukannya dengan kertas itu namun ia tetap saja mendekapnya erat. Melihat itu donghae segera merampasnya dan menyobek kertas itu hingga tidak berbentuk lagi.

 

“APA YANG KAU LAKUKAN??!!”

 

Je wo menatap tajam lee donghae kemudian berjongkok dan mengutipi sobekan-sobekan kertas itu, donghae menggigit bibir bawahnya menahan rasa sesak melihat je wo, ia tau! sangat tau kalau yeoja itu sangat terpukul. Ia ikut berjongkok dan meraih tangan je wo.

 

“hentikan shin je wo..” ucapnya pelan.

“shireo!” bantahnya menepis tangan donghae.

 

“kau akan lebih terluka nanti..”

“anni…”

 

Donghae mengepal kuat kedua tangannya dan menarik paksa tubuh yeoja itu berdiri. “apa kau tidak lelah di permainkan mereka hah?! Apa kau bodoh?! Kau sudah di campakkan olehnya! Begitu juga dengan aku! Untuk apa masih perduli dengan undangan berengsek itu!!” bentaknya lagi.

 

Bibir je wo bergetar hebat. “kau pernah bilang padaku, aku harus bisa mengejarnya. Kau juga bilang kalau aku bisa meraih bulan ku kan? Iya kan donghae-ah..  tapi kenapa sekarang kau begini? Kenapa?” kini isakan itu berubah menjadi rengekan kecil.

 

Donghae manatap nanar je wo yang semakin terlihat kacau. Ia segera menarik tubuh yeoja itu mendekat dan memeluknya erat. Mencoba menenangkan yeoja itu. “aku bodoh karena telah mengatakan itu padamu, tidak seharusnya aku membuatmu kembali mengharapkan cho kyuhyun”

 

 

 

 

CHO KYUHYUN POV

 

“makan” ucap ku pada hyeri.

 

Sudah dua hari ini dia tidak berselera makan dan selalu mengurung dirinya di kamar. Aku tidak tau kenapa yeoja ini melakukan tindakan bodoh untuk menyetujui pertunangan ini. Jangan berpikir aku tidak tau bagaimana perasaannya pada lee donghae.

 

Aku tau dia menyukai namja itu seperti aku menyukai je wo. tapi sikapnya saat ini benar-benar membingungkan ku. “aku tidak berselera makan kyu..” rengeknya.

 

“besok malam adalah pertunangan kita! Aku tidak mau kau malah jatuh pingsan sebelum aku memakaikan cincin itu pada jari mu” desahan gusar keluar dari mulutnya.

 

“haruskah aku menyuruh lee donghae menyuapimu agar kau mau makan?”

 

“apa maksudmu?” tanyanya tajam.

 

Aku tersenyum simpul dan mengangkat kedua bahuku.

 

“tidak perlu mengatakannya aku juga sudah tau, kim hyeri!”

 

 

 

SHIN JE WO POV

 

Aku memandang punggung itu lama, memuaskan mataku untuk terakhir kalinya menatap punggung itu. Rambut coklatnya bergoyang mengikuti kemana arah angin yang berhembus tapi itu tidak berlangsung lama karena tiba-tiba saja dia menoleh kebelakang dan melihat ku. Apa ini hanya kebetulan atau kami memang memiliki ikatan batin yang kuat? Cishh berhentilah bermimpi shin je wo.

 

“hai.. kau sudah datang?” sapa ku berusaha sebiasa mungkin.

 

Aku sengaja meminta dia untuk menemuiku di atap gedung sekolah karena ada yang ingin ku katakan padanya. Dia tersenyum ringan dan berdiri dari duduknya. Aku menghampirinya dan berdiri tepat dihadapannya, menatap wajahnya dalam dan berusaha sekuat tenaga untuk menyimpan semua lekuk wajahnya dalam memori ku.

 

“wae? kenapa menyuruhku kesini?”

 

Aku dan dia saling bertatapan, entah perasaan ku saja atau memang aku sedang melihat dia juga menatap dalam wajah ku, sama seperti ku. “malam ini.. adalah malam pertunangan mu kan?” tanyaku pelan. Dia mengangguk dan sama sekali tidak memalingkan wajahnya kearah manapun.

 

“aku mohon jangan datang!” ujarnya.

 

Hatiku berdenyut perih mendengarnya. “bukankah kau ingin aku datang? Aku akan datang cho kyuhyun, pasti!” ucapku mantap. Ne! aku akan datang, aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk datang di acara pertunangannya.

 

“aku akan berdiri di barisan paling depan dan akan menyaksikan kau menyematkan cincin itu pada jari hyeri, aku berjanji padamu” ku kepal kuat kedua tanganku saat ini membuat erangan gusarnya terdengar oleh ku.

 

“paboya?” bisiknya pelan.

 

Aku memejamkan mataku dan mengangguk lemah, terpaaan nafasnya begitu hangat menyapa wajah ku. “tapi.. bisakah kau mengabulkan permintaan ku?” tanyaku.

 

Dia diam, tapi setelah itu menganggukkan kepalanya. “kiss me, please..” bisik ku pelan. Sorot matanya yang tadinya sendu kini berubah menjadi tajam, aku tau ini adalah permintaan yang sangat tidak wajar dariku. Tapi ini yang sangat aku inginkan sebelum benar-benar melepasnya.

 

“anggap saja ini permintaan terakhir ku, kau tau? dari dulu aku selalu bermimpi akan memberikan ciuman pertamaku pada orang yang sangat aku cintai” ucap ku pelan.

 

“jangan membuatku menjadi namja berengsek shin je wo”

 

Aku menggelengkan kepala ku kuat, “tidak! Kau tidak akan menjadi seperti itu. Kau cho kyuhyun dan akan selamanya menjadi cho kyuhyun”

 

Buluku meremang saat tangannya menyentuh lembut pinggangku, menariknya semakin mendekat padanya. Tangan kirinya menyusuri tengkuk ku dan merambat pelan ke wajah ku, membuat aku harus kembali memejamkan mataku.

 

Cengkramanku pada kerah bajunya menguat saat bibir itu menyapu lembut permukaan bibir ku, melumatnya pelan dan lembut seperti bibirku adalah benda yang cepat rapuh saja.

 

Tangannya semakin erat menarikku kedalam dekapannya membuat tubuhku terangkat keatas. Sakit! Ciuman ini begitu sakit kurasa, bahkan aku tidak dapat mencegah air mataku yang lolos begitu saja dari mataku, dia semakin mengeratkan lagi pelukannya saat mendengar isakan kecil ku.

 

Pelukannya padaku seperti memberitauku jika dia saat ini sedang takut, karena saat tanganku mendorong tubuhnya agar dia melepaskan tubuhku untuk sekedar menghirup oksigen yang mulai berkurang di paru-paru ku, ia sama sekali tidak mengijinkannya.

 

 

 

KIM HYERI POV

 

“nona kim!”

 

DEG!

 

Suara itu, aku membalikkan tubuhku kebelakang dan mendapati lee donghae sedang menatapku sambil tersenyum. Senyuman itu terkesan lelah dan wajahnya seperti menandakan jika dia saat ini dalam keadaan tidak baik.

 

“wae?” tanyaku ketus. Aku berusaha menahan perasaan ku untuk tidak menanyakan bagaimana keadaannya.

 

“cukhae!”

 

Cukhae? Cishh haruskah dia mengatakan itu padaku? Tidakkah dia tau bagaimana perasaan ku saat ini? Sakit! Aku sakit donghae-ah.. dan itu karena kau!

 

“gomawo!” jawab ku.

 

Dia berjalan mendekatiku, memusatkan tatapannya pada wajahku hingga tidak dapat aku pungkiri kalau tubuhku menjadi gemetar olehnya. “aku mohon.. lepaskan cho kyuhyun” ucapnya lirih.

 

“wae? untuk apa aku melepaskannya?”

“shin je wo, dia sudah sangat terluka”

 

Harus berapa sayatan lagi yang kuterima darinya? Kenapa harus je wo? kenapa tidak memberikan alasan jika kau menyuruhku melepas cho kyuhyun karena kau menginginkan ku?

 

“seperduli itukah kau padanya?! Kenapa tidak kau saja yang berusaha menyembuhkan lukanya? Hem?” ucap ku sinis.

 

Dia memalingkan wajahnya dan mendengus kesal. “aku punya batas kesabaran kim hyeri, jangan mencoba untuk merobohkannya” aku tersenyum sinis menanggapinya.

 

“itu masalah mu, jadi kau pikirkan saja sendiri”

 

Belum sempat aku membalikkan tubuh ku, tangan kokohnya menarik lengan ku kuat ke arahnya. Tubuh ku membeku saat merasa ada sesuatu yang menyentuh permukaan bibirku. Lee donghae, dia mencium ku.

 

 

 

AUTHOR POV

 

Yeoja itu menatap nanar pada sosok namja yang sedang berdiri gagah disana, namja itu menggunakan jas putih senada dengan  pakaian yeoja yang bergelanyut mesra padanya.

 

Senyuman tipis dan rapuh terukir di bibirnya, perlahan ia kembali melanjutkan langkah lemahnya. Ia akan menepati janjinya, berdiri di barisan paling depan saat momen dimana hatinya akan benar-benar hancur.

 

Namun belum sampai ia menuju tempat itu, kini sebuah tangan telah mencekal lengan kecilnya, membuat ia menoleh pada si pemilik tangan itu. “kenapa kau datang?” je wo tersenyum, senyuman manis yang belum pernah di lihat oleh lee donghae namun senyuman itu juga yang paling di benci oleh namja itu.

 

“berhenti tersenyum, kau terlihat sangat… berantakan!”

 

“cisshh, wae? harusnya kau bersukur karena mendapatkan senyuman manis dari yeoja cantik seperti ku donghae-ah..” ucapnya sambil menepis cekalan donghae. “aku ingin kesana” tunjuknya pada sekumpulan orang-orang yang sudah menunggu acara yang akan segera di mulai.

 

Lee donghae mendesah berat dan terpaksa mengikuti kemauan je wo, ia tau jika yeoja itu sangat memaksakan dirinya untuk tersenyum manis. “mereka.. tampak serasi bukan?” gumam je wo pelan.

 

Donghae menatap wajah hyeri yang saat itu juga tengah menatapnya, untuk pertama kalinya ia ingin menagis saat memandang wajah yeoja yang sangat dicintainya. Hyeri terlihat sangat cantik hari ini memakai dress panjang berwarna putih namun sayangnya itu semua bukan untuk dirinya.

 

Begitu juga dengan cho kyuhyun, ia sama sekali tidak mengalihkan pandangannya dari wajah shin je wo, ‘hanya untuk terakhir kalinya, aku akan menatap puas wajah mu’ batinnya.

 

Lee donghae melirik kebawah, melihat tangan kanannya yang telah bertautan pada jari-jari je wo. entah sejak kapan yeoja itu menautkannya disana. Namun semakin lama tautan itu berubah menjadi cengkraman kuat saat cho kyuhyun sudah bersiap-siap menyematkan cincin yang ada di tangannya pada hyeri.

 

Donghae menoleh kesamping dan mendapati wajah je wo yang masih terus tersenyum, ingin sekali ia meneriaki yeoja itu agar segera berhenti melakukan itu, berhenti menyiksa dirinya sendiri.

 

 

 

CHO KYUHYUN POV

 

“kyu.. ayo! Pasangkan cincinnya” tegur omma padaku.

 

Aku kembali menoleh pada yeoja itu,haruskah aku melakukan ini shin je wo?  namun kedua mataku melebar saat melihat gerakan mulutnya, sesuatu terlontar dari sana, sebuah kalimat yang benar-benar membuat ku ingin berteriak.

 

‘saranghae.. jongmal!’

 

“cho kyuhyun” kembali aku tersentak oleh suara omma, aku menatap hyeri yang saat ini juga sedang menatap donghae, bahkan ia sudah hampir menangis, ku genggam erat tangannya dan membuat dia menatap ku.

 

Dia menganggukkan kepalanya pelan padaku seperti menyuruhku agar segera melakukannya, ku tarik kuat nafasku dan perlahan menyematkan cincin ini pada jari manisnya.

 

 

 

LEE DONGHAE POV

 

 

“menangislah..”

 

Aku segera menarik yeoja ini menjauhi keramaian disana, aku tau dia sudah sangat hancur melihat ini semua. “annio! Untuk apa aku menangis?” tanyanya dan masih tetap tersenyum.

 

“hentikan shin je wo! jangan paksakan dirimu untuk tersenyum seperti itu!” bentak ku kesal. “aku tidak apa-apa donghae-ah! Kau tidak perlu cemas” ujarnya. Ku tatap frustasi wajahnya, aku sangat merasa bersalah! semua ini terjadi karena aku, karena aku yang terus memaksanya untuk mengejar cho kyuhyun.

 

“aku haus… bisa ambilkan aku minum?” ucapnya.

 

Aku menghela nafas berat dan mengangguk sekali. “ne! tunggu aku disini dan jangan kemana-mana. Arra?” dia mengangguk patuh padaku.

 

Aku segera berlari dan mengambil minuman dari seorang pelayan kemudian kembali ketempat je wo, namun yeoja itu sudah tidak ada lagi disana. “kemana dia?” ku letakkan gelas yang kubawa tadi di atas meja kemudian mencari je wo di sekeliling ruangan ini.

 

Mata ku menangkap sosoknya yang sedang berjalan ringan ke luar gedung ini, aku segera mengkutinya, dia berjalan pelan dan lambat menyusuri tiap jalanan ini, dan tubuhnya tiba-tiba saja berhenti di sebuah zebra cross di salah satu jalanan,tubuhnya bergetar. Aku tau ia sedang menangis saat ini.

 

Sengaja ku biarkan dia menangis seperti itu, mungkin menangis bisa sedikit mengurangi rasa sakitnya, namun suara klakson mobil terdengar oleh ku dari sebrang sana.

 

“andwe! Andwe! SHIN JE WO AWASS!!!”

 

 

BRAKKKK

 

 

 

AUTHOR POV

 

Derap langkah kuat menggema di lorong rumah sakit, seorang namja memusatkan matanya pada deretan nama-nama pasien di setiap pintu yang ditemukannya, sampai pada saat namja itu mendapati seorang namja yang terduduk lemas di depan sebuah ruangan ICU.

 

“lee donghae..” gumam hyeri yang berada di belakang kyuhyun.

 

Cho kyuhyun segera mendekati namja itu, “apa yang terjadi padanya lee donghae? Dia baik-baik saja kan? Iya kan? Cepat katakan padaku!!” teriak kyuhyun pada donghae.

 

Lee donghae hanya bisa tertunduk lemas dan tidak sanggup mengatakan apapun, dia hanya menunjuk sebuah pintu bercat putih, tubuh cho kyuhyun berjalan gontai mendekati pintu itu, perlahan tangannya terulur membuka knop pintu itu.

 

 

CHO KYUHYUN POV

 

Aku berdiri mematung menatap tubuh kecil itu terbaring tak berdaya di atas ranjang rumah sakit. Apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana bisa dia mengalami kecelakaan seperti ini?

 

“kepalanya terkena benturan kuat saat kecelakaan tadi, dokter mengatakan saat ini je wo mengalami masa koma” ujar donghae dari belakang ku.

 

Aku mendekati tubuh yang sudah terlilit oleh beberapa selang infus dan alat-alat rumah sakit lainnya. Dengan tangan bergetar aku berusaha menyentuh wajah pucat itu. “shin je wo, ireona…” bisik ku di telinganya.

 

“jebal~ jangan bercanda dengan ku, ireona~”

 

“kyu..”

 

Ku tepis tangan hyeri yang mencoba menarik tubuhku. “bangun! Bangun shin je wo! cepat bangun atau aku akan marah padamu!!” teriak ku, dia tetap diam dan tidak menjawab. Ku goncang kedua bahunya kuat bermaksud membangunkannya.

 

“hentikan cho kyuhyun!! kau menyakitinya!” bentak hyeri pada ku.

 

Tubuhku terjatuh sempurna kelantai menatap kosong tubuh kecil itu. “ini salah ku.. ini semua salah ku” gumam ku.

 

 

 

LEE DONGHAE POV

 

Aku menyenderkan tubuh ku berat pada dinding rumah sakit ini, memejamkan kuat kedua mataku saat kilasan kejadian beberapa waktu yang lalu kembali terlintas di benak ku. Bagaimana tubuh kecil itu terpental jauh setelah sebuah mobil menghantam tubuhnya keras.

 

Ku kepal kedua tangan ku saat merasa sudah tidak mampu lagi menahan air mataku, bagaimana bisa kakiku ini tidak dapat bergerak sedikit pun saat itu? Seharusnya aku lebih cepat berlari kearahnya agar semua ini tidak terjadi.

 

Ada sesuatu yang hangat terasa pada tangan kiriku, ku coba membuka kedua mataku perlahan dan menoleh kesamping. “gwencanha?” wajah itu, entah kenapa benar-benar membuat ku semakin ingin menangis.

 

Ku peluk erat tubuhnya saat ini dan dia, hyeri. Juga membalas pekukan ku. Dia mengusap lembut punggung ku mencoba memberikan perasaan nyaman pada ku. “dia pasti akan baik-baik saja hae-ah” bisiknya di telinga ku.

 

 

 

TWO MONTHS LATER

 

AUTHOR POV

 

“kau tidak keberatan kan?”

 

Donghae menatap hyeri takut, ia sesekali mengayun-ayunkan sepeda yang baru saja berhasil ia temukan di hadapan yeoja itu. “motor ku benar-benar tidak berguna! Disaat seperti ini dia malah tidak bisa di gunakan” makinya kesal dan belum berani menatap yeoja itu lagi.

 

Kim hyeri mengulum senyum melihat wajah takut namja itu. “aigo~ wajahmu benar-benar lucu lee donghae..” kekehnya. Donghae mengangkat kepalanya yang dari tadi tertunduk. “kau tidak marah?” tanyanya polos. Hyeri mengangguk mantap. “tidak perduli kau membawaku jalan-jalan menggunakan motor atau pun sepeda, bagiku asal tetap bersamamu itu sudah lebih dari cukup” ucapnya lembut.

 

Lee donghae tersenyum sumringah mendengarnya ia menjulurkan sebelah tangannya untuk mengacak pelan rambut yeoja itu. “yah! Rambutku bisa berantakan. Kau tidak tau aku harus memakan waktu selama satu jam untuk menata ini?” sungutnya sambil menunjuk rambutnya tergerai indah.

 

Donghae mendesis tajam padanya. “kemana sikap romantis mu tadi?” cecarnya. Baru saja yeoja itu menunjukkan sikap manisnya dan sekarang ia telah kembali menjadi yeoja cerewet seperti biasanya.

 

“romantis? Siapa yang romantis?” kilahnya.

 

Dua bulan sudah mereka menjalin hubungan dan sikap yeoja itu tidak terlalu banyak berubah, kini semua telah berubah setelah kecelakaan yang terjadi pada je wo. terkadang mereka harus bersukur pada kejadian itu yang telah membawa mereka untuk menemukan jalan menuju cinta mereka masing-masing.

 

 

CKKIIITTTTTTT

 

Donghae dan hyeri menoleh pada sebuah mobil hitam yang berhenti tepat di depan mereka. Kaca mobil itu terbuka dan terlihatlah seorang yeoja yang sedang mengomel tanpa henti pada namja yang duduk di sampingnya.

 

“igo! Kau lihat kan? Donghae saja memakai sepeda. Kenapa kau itu selalu saja keras kepala? Cho kyuhyun-sshi?” donghae dan hyeri saling bertatap bingung kemudian sama-sama mengangkat bahu mereka masing-masing.

 

“memangnya kenapa kalau mereka naik sepeda? Kau pikir pergi kesana itu tidak jauh? Sudahlah berhenti mengomel pada ku, dan kalian berdua!” tunjuknya pada donghae dan hyeri. Membuat keduanya menoleh bingung padanya.

 

“untuk apa membawa sepeda butut itu eo?! Benar-benar membuat ku frustasi saja!” sungutnya kesal. Shin je wo, kekasihnya itu terus mengomel padanya agar pergi menggunakan sepeda. Namun ia sama sekali tidak mau, mengingat tempat yang akan mereka datangi itu cukup jauh dari villa dimana mereka berempat tempati saat ini. Mereka sedang berlibur di sebuah villa yang ada di sebuah pegunungan.

 

“kenapa kau jadi menyalahkan kami? Cish, itu masalah mu cho kyuhyun” sungut donghae yang tidak mau disalahkan. Hyeri ikut mengangguk menyetujui namjachingunya itu. “dan kau shin je wo! berhentilah merengek pada namja itu, benar-benar kekanakan” cibir hyeri.

 

Shin je wo mendelik tajam padanya kemudian menoleh pada kyuhyun yang hampir tertawa namun segera membungkam mulutnya saat mata tajam yeoja itu meliriknya. “keunde… sepertinya cho kyuhyun benar” ujar je wo sambil tersenyum smirk. Lama-lama berdekatan dengan cho kyuhyun membuat dia tertular sifat evil namja itu.

 

“aku rasa sebuah sepeda tidak akan mampu mengalahkan kecepatan mobil” ujarnya sambil menatap hyeri angkuh. Kedua yeoja ini mulai berhubungan baik beberapa bulan ini, walaupun tidak jarang sesekali saling berdebat hanya karena masalah kecil.

 

“karena sepedakan jalannya hampir sama dengan seekor kura-kura. LAMBAT!”

 

Hyeri mengerang kesal pada je wo yang tersenyum penuh kemenangan, sedang kan lee donghae dan cho kyuhyun hanya menghela nafas malas melihat keadaan yang sudah amat sering mereka lihat. “ja! Cho kyuhyun! kalahkan kura-kura itu” tunjuknya pada donghae dan hyeri.

 

Kyuhyun tersenyum tipis dan mulai menghidupkan mesin mobilnya lagi. “kami pergi lebih dulu, aku akan menyiapkan minuman untuk dua kura-kura yang pasti akan kehausan jika sampai disana. Annyeong~” mobil cho kyuhyun melaju kencang seiring suara ramah je wo yang mulai menjauh.

 

Kim hyeri mengerang geram dan menatap lee donghae tajam.

 

“mwo?” tanya donghae yang bergidik ngeri melihat tatapan yeoja itu.

“aku-ingin-kita-mengalahkan-mereka” ucapnya penuh penekanan.

 

“kau gila?!” pekik donghae.

 

“kau yang akan menjadi gila jika kita sampai kalah dari mereka lee donghae!” ucapnya tajam, kemudian dia segera naik pada sepeda yang masih di pegang oleh namja itu. “PALLIWA!” teriaknya tidak sabar.

 

Dengan perasaan kesal mau tidak mau donghae segera menaiki sepeda itu dan mendayungnya kencang. “yah! Tidakkah kau bisa mempercepat dayungan mu lagi? Kalau begini kita bisa dikalahkan mereka” gerutu hyeri.

 

“mau secepat apapun aku mendayung, kita akan tetap saja kalah!!! Haishh.. shin je wo!! kau benar-benar menyebalkan!!” teriak lee donghae yang semakin mempercepat dayungannya.

 

 

THE END.

 

 

Aku mohon jangan ada yang nimpuk aku yaaaa

 

Hahaha aku tau ini ending yang bener-bener.. parah!

Part tiga ini benar-benar kayak odong-odong.

Belum lagi bahasa yang aku gunain makin gak beressss

 

Tapi ini aku ngerjainnya ngebut loh…. *liat jam* 1:02 pagi.

HOHOHO gk papa.. mumpung puasa setan pada di kurung kan?!

*kyu : maksudnya??*

 

Ini ff mandet di tengah2 gara2 mood aku nulis ff bener2 ilang dibawa heebum.

Tapi pas liat nilai KHS keluar dan taraaaaa 6 mata kuliah bernilai A. huwaaaa

Bener2 pengen nangis. *lari kedada eunhyuk* dan entah kenapa muncul lagi deh mood nulis ff walaupun hasilnya gk enak bgt… mwehehehehe

 

Abis ini aku bakal ngerjain war for love, terus mungkin.. mungkin ni yaaa IMF

Abis itu aku bakal bikin ff baru, akhir2 ini aku keseringan baca fanfic bergenre married life dan gk tau kenapa jadi pengen buat ff kayak gitu *suuiit suuiitt*

 

Dan main cast yang bakal aku pakek adalah…. JEENGGG JEENGGG

LEE DONGHAE!!! Bersama istri tercinta. Choi eunjin… tapi ff kali ini mau aku buat agak fresh dari ff kebanyakan. Pada tau kan kalau aku rada males buat ff yang yeojanya kerjaannya nagis mulu. *readers:banyak omong nie anak*

 

Okelahhh berhubung mata udah 5 watt trus kyuhyun udah narik2 baju aku pengen ngajakin kekamar *puasa!!!!* jadi cuap-cuap aku sampek disini ajah yahhh

 

With love

Shin je wo

159 thoughts on “journey of love 3\3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s