war for love part4

AUTHOR POV

 

Cho kyuhyun mendekati seorang nenek-nenek yang sedang menunduk dalam, ia menatap tajam sang nenek kemudian menarik sebuah kursi dan duduk berhadapan padanya. “Dia sedikit mencurigakan Sajangnim, saat kami sedang mencari barang bukti di sekitar tempat dimana tas Shin je wo di temukan. Nenek ini selalu mengawasi gerak-gerik kami dan saat aku mendekatinya dia terlihat ketakutan” jelas Il woo padanya.

“Kami juga menemukan ini darinya Jaksa Cho”

 

Hye kyung memberikan sebuah amplop coklat pada Kyuhyun, Kyuhyun melirik nenek yang semakin menunduk dalam itu sesaat sebelum membuka amplop coklat itu. “Uang?” gumamnya.

 

“Ne, Jaksa Cho. Kami menduga dia adalah mata-mata atau oarang suruhan Kai”

 

Kyuhyun menatap Siwon yang masih berdiri tanpa berkomentar apapun, seperti mengerti maksud dari Kyuhyun, Siwon perlahan mendekati nenek itu dan sedikit menundukkan punggungnya agar bertatapan padanya.

 

“Apa kami boleh tau dari mana kau mendapatkan uang itu” tanyanya pelan.

 

“I-itu, itu uang ku” jawab sang nenek gugup.

 

“Uang mu? Untuk apa kau membawa uang sebanyak itu?” tanya Kyuhyun.

 

Nenek bertubuh kurus itu memandang Kyuhyun takut, ia meremas ujuang bajunya gusar dan tangannya sedikit bergetar. Menambah keyakinan Kyuhyun dan yang lain kalau nenek itu mengetahui sesuatu. “A-aku baru saja, me-mengambil uang dari ATM” jawabnya lagi. “ATM? Apa di dekat sini ada ATM?” tanya Siwon pada anak buahnya.

 

“Tidak ada. Sajangnim “

 

Kyuhyun semakin mengerang frustasi dan mencengkram kedua bahu nenek itu. “Jangan mencoba membohongi kami, Kau akan semakin cepat terbebas jika memberitaukan semua ini. Atau kau memang lebih memilih mendekam di penjara?” tanyanya sinis dan meremas kuat kedua bahu nenek itu hingga ia meringis menahan sakit.

 

“Kyuhyun-ah!” tegur Siwon, ia menepis kedua tangan Kyuhyun yang mencengkram bahu nenek itu. Bagaimana pun nenek itu adalah orang tua dan tidak sewajarnya di perlakukan kasar. “Katakan pada kami dari mana nenek mendapatkan uang sebanyak itu? Aku akan menjamin keselamatan mu jika kau menjawab nya dengan jujur” ujar Siwon mencoba membujuk.

 

Namun sang nenek lagi-lagi membungkam mulutnya rapat-rapat. Kyuhyun menendang kasar kursi yang sempat ia duduki tadi dan mengacak rambutnya gusar. Ia melirik arloji yang melingkar pada pergelangan tangannya. “Ini sudah hampir malam hyung, kita tidak bisa hanya diam seperti ini saja” rutuknya.

 

Siwon menggigit bibir bawahnya kuat, menandakan saat ini ia sedang berada pada kebingungan yang sulit ia pecahkan. Siwon kembali menundukkan punggungnya menatap nenek itu lirih, mencoba memberi tau pada nenek itu jika saat ini mereka benar-benar membutuhkan jawaban darinya.

 

“Dia akan mati jika kau tidak memberi tau kami” ucapnya lirih pada nenek itu.

 

Wajah tua nenek itu seperti tersentak mendengarnya, ia menatap Siwon sendu dan kembali menunduk membuat Choi siwon lagi-lagi mendesah gusar. “Kalian urus dia” perintahnya putus asa pada anak buahnya.

 

Namun langkahnya yang ingin pergi dari sana tertahan oleh suara gemetar nenek tua itu. “Dia dibawa oleh seorang anak muda” sontak Siwon dan Kyuhyun menatap nenek itu bersamaan. “A-aku tidak tau kemana ia membawanya, hanya saja. Aku-aku tau plat mobil anak muda itu. Tadi aku sempat melihatnya sebelum ia pergi.

 

 

 

SHIN JE WO POV

 

Kepalaku terasa sangat berat dan mataku sangat sulit untuk di buka, perlahan aku mencoba membuka kedua mataku namun bias cahaya dari lampu yang terlihat bergoyang di atas kepalaku membuat ku kembali menutup mata ku. Aku mencoba menggerakkan tubuhku tapi tidak bisa.

 

“Kau sudah bangun? Nona muda?”

 

Suara siapa itu? Aku kembali mencoba membuka kedua mataku, samar-samar aku melihat seseorang berdiri tegak dihadapan ku. Saat mataku sudah terbuka sempurna barulah aku dapat melihat siapa namja itu. “hmp.. hmpp” aku berteriak minta dilepaskan tapi ternyata mulut ku sedang di tutup oleh sebuah plester besar.

 

Namja itu tersenyum sinis padaku, berjalan pelan kearahku dan mencondongkan wajahnya tepat di hadapan wajah ku. “Shin je wo! akhirnya kutemukan juga kau” desisnya ngeri. Buluku meremang seketika saat ini. Aku mencoba menggerakkan tubuh ku dan baru tersadar jika saat ini tubuhku sedang diikat di sebuah kursi kayu dan kedua tangan ku dililitkan pada belakang kursi ini.

 

Tuhan. Benarkah ini hari terakhir ku bernafas? Aku memundurkan kepalaku saat tangan namja itu terlulur mendakati ku. “Kau tau.. hyung ku pasti akan sangat bangga padaku” bisiknya tepat ditelingaku. Aku memejamkan mataku kuat dan disaat bersamaan air mataku mengalir membanjiri wajah ku.

 

“Hahaha kau takut?” tanyanya pada ku.

 

“Tenang saja Nona. Aku belum ingin membunuh mu sekarang, karena hyung ku masih ingin melihat wajah mu yang menyedihkan itu” aku semakin menjerit takut mendengarnya. Jaksa Cho… kau dimana?!

 

Entah kenapa pikiran ku melayang pada namja itu, aku teringat bagaimana dia selalu berusaha menjaga ku dan melindungiku walaupun aku selalu saja merasa tidak suka di perlakukan seperti itu. ‘Apa aku akan mati?’ aku menggeleng kuat saat pikiran-pikiran menakutkan itu melintasi pikiran ku.

 

Ku lihat namja itu mengambil ponsel dari atas meja bundar di sudut ruangan ini. Ruangan ini cukup besar tapi hanya berbentuk persegi. Bahkan aku yakin tempat ini sudah lama tidak terurus melihat bagaimana kotor dan kumuhnya tempat ini.

 

“Yeoboseo! Ne hyung. aku sudah mendapatkannya. Arraseo, aku akan menunggu mu” dia menatap ku lagi. Entah kenapa setiap melihat tatapannya aku merasa seperti ajalku semakin dekat saja.

 

“Ku ingin berteriak? Akh!! Atau ingin meminta pertolongan dari kedua Jaksa bodoh itu?” ujarnya remeh pada ku. Aku menatap tajam padanya, demi Tuhan! Kalau saja Jaksa Cho tau kau mengatainya bodoh aku yakin kau akan menjadi tulang tak berbentuk setelah itu.

 

 

 

 

AUTHOR POV

 

“Bagus kai! Kau memang dongsaeng ku yang pintar! Hahaha Shin je wo. kau akan segera menemui ajal mu hari ini juga. Atau mungkin seharusnya kau sedikit berterima kasih pada ku karena akan segera membawamu berjumpa pada kedua orang tua mu” ujar seorang namja yang sedang menyetir pada jalanan yang sangat sepi itu.

 

Tidak ada tanda-tanda manusia yang menghuni daerah itu, mobil Ferrari sport berwarna hitam melintas dengan kecepatan maksimal di sana. Seorang namja berperawakan tampan tak henti-hentinya menyunggingkan senyum kemenangan pada bibirnya, ia semakin menambah kecepatannya melintasi jalanan yang cukup sepi itu namun sebuah cahaya yang terlihat dari belakang mobilnya membuat ia mengernyit aneh.

 

“Mobil siapa itu?” gumam nya sinis.

 

Ia menajamkan pengelihatannya pada kaca spion mobilnya dan mendecak kesal saat ada beberapa mobil yang semakin dekat padanya. “Sial!” umpatnya kesal. Namja itu memfokuskan pandangannya kedepan untuk mancari celah bersembunyi. Ia membelokkan mobilnya memasuki semak-semak yang dapat menutupi mobilnya kemudian segera ia matikan mesin mobil itu.

 

Dua buah mobil berwarna hitam melintas tepat di depan persembunyiannya, mebuat ia menggerbak gusar pada stir mobil itu sambil tak henti-hentinya mengumpat kesal. “Bagaimana bisa mereka menemukan tempat ini?!” makinya.

 

Namja itu segera meraih ponsel nya dan menelepon seseorang. “Kai! Cepat bawa yeoja itu lari dari sana. Kedua jaksa berengsek itu berhasil menemukan mu” ucapnya tajam.

 

 

 

 

SHIN JE WO POV

 

Kulihat raut wajah namja itu mulai berubah saat baru saja menerima sebuah panggilan, ia berjalan kearah jendela dan menyingkap sedikit tirai jendela yang sudah sangat kusut itu. “Cih!” desisnya tajam.

 

Aku meringsek takut saat ia mendekati ku dan tiba-tiba membuka ikatan pada tangan ku. Ia menyentakkan tubuh ku berdiri tegak dan kembali mengikat kedua tangan ku. “Sepertinya kedua Jaksa itu berhasil menemukan kita. Tapi sayangnya tidak akan ku biarkan mereka kembali mendapatkan mu” ucapnya sambil mengikat kuat kedua pergelangan tangan ku.

 

Aku meringis saat ia menarik kedua tangan ku kuat, perih. Namun langkahnya terhenti saat samar-samar suara deru mesin mobil terdengar. Ia memaki kecil dan segera merogoh saku jaket kulit yang di kenakannya. Mataku membulat sempurna saat sebuah pistol teracung sempurna pada sisi kepala ku. Nafas ku tercekat saat mendengar bunyi pelatuk yang sudah ia tarik.

 

BRAKKKKK

 

Pintu kayu yang lapuk itu terbuka, bahkan engsel-ensel pintu itu sudah tidak melekat lagi karena aku yakin mereka membukanya secara paksa. Terlihat Jaksa Cho dan Jaksa Choi mengacungkan pintol mereka masing-masing kearah kami.

 

“Lepaskan dia” ucap Jaksa Choi tajam. Aku meneguk ludah berat saat mendengar kekehan yang keluar dari mulutnya. “Wae? untuk apa aku harus melepaskannya? Hem?” jawabnya dan tiba-tiba saja ia menjambak kuat rambut ku.

 

“Akkhh!”

 

Sakit! Ini benar-benar sakit. aku menolehkan pandangan ku pada Jaksa Cho yang menatap nanar padaku. entah kenapa air mataku kembali meleleh pada wajah ku. Aku benar-benar ketakutan saa ini.

 

 

 

 

AUTHOR POV

 

“Akhh!”

 

kaki ku refleks bergerak kedepan saat mendengar rintihan yeoja itu. Kalau saja tangan Siwon hyung tidak menahan ku, aku pasti sudah berlari kesana dan menghajar namja sialan itu.

 

“Jangan main-main dengan ku. cepat lepaskan dia atau aku akan segera menembak kepala mu” ucap ku tajam. Ekor mataku sesekali melirik yeoja itu yang mulai terisak. Ya Tuhan! Aku benar-benar tidak sanggup melihatnya seperti ini.

 

“Coba saja jaksa Cho. Aku ingin tau sejauh mana keberanian mu” tantang Kai pada Kyuhyun. mendengar itu Kyuhyun tersenyum sinis dan mulai memposisikan pistol pada genggamannya tepat kearah Kai. Membuat tubuh Choi siwon menegang dan namja itu meneguk berat ludahnya.

 

Cho kyuhyun bukanlah type namja yang main-main pada perkataannya, ia tidak suka ada yang menantang dan mempermainkannya. Shin je wo mengambil nafas dalam saat pelatuk itu tertarik sempurna dan ia semakin merasakan jembakan kuat dari namja itu pada rambutnya.

 

“Ayolah! Apa lagi yang kau tunggu? Atau kau ingin menunggu aku yang lebih dulu membenamkan peluruku ini pada kepalanya?” Je wo menggelengkan kepalanya. Ia menatap Kyuhyun dengan tatapan memelas.

 

TAARRRRR

 

Shin je wo memejamkan kuat kedua matanya saat suara sebuah tembakan menggelegar disana. “Sial!” hanya itu yang ia dengar sebelum merasa tubuhnya terhuyung kesamping dan mendarat kuat pada sebuah dinding.

 

Ternyata Kyuhyun lebih memilih menembak senjata yang ada pada Kai . ia tersenyum smirk setelah itu, membuat Kai memaki kesal dan melemparkan tubuh Je wo pada dinding.

 

“Berengsek kau!” Maki Kyuhyun.

 

Dan setelah itu terjadi perkelahian antara Cho kyuhyun, Choi siwon dan Kai. Kai berada di tengah-tengah antara Kyuhyun dan Siwon yang mulai memposisikan kedua tangan mereka di depan dada, bersiap-siap menghajar namja itu.

 

Shin je wo membuka kedua matanya dengan berat. Menatap samar perkelahian yang terjadi di depannya. Kai cukup pintar melawan kedua Jaksa itu, tidak jarang ia selalu lolos dari pukulan Kyuhyun dan Siwon.

 

“SAJANGNIM!”

 

Suara yang berasal dari depan pintu tua itu membuat mereka semua menoleh kesana. Seperti mendapat kesempatan untuk kabur, Kai segera berlari kearah jendela kaca dan menerobos kaca itu dengan tubuhnya sendiri.

 

“Cepat kejar dia!” perintah Siwon pada anak buahnya. Bahkan kyuhyun turut ikut mengejar. Siwon memandang nanar tubuh Je wo yang terpuruk di sudut ruangan. Perlahan ia mendekati yeoja itu dan melepaskan ikatan tangannya. Kemudian melepaskan plester yang menutupi mulut yeoja itu.

 

“Jaksa Choi..” gumamnya lirih.

 

Siwon segera menarik yeoja itu kedalam pelukannya, mengusap pelan punggung rapuh milik yeoja itu dan sesekali mengecup ujung kepalnya.

 

“Gwencanha.. kau sudah aman sekarang.”

 

 

 

CHO KYUHYUN POV

 

“Haish! Sial! Kenapa cepat sekali larinya?!!” makiku kesal. Aku sudah hampir kehabisan nafas mengejar Kai yang saat ini sudah tidak terlihat lagi. “Kalian coba terus mencarinya. Mungkin dia masih berada di sekitar sini” perintah lu pada beberapa anak buah yang mengikutiku.

 

aku segera berlari kembali ke rumah tua itu. Namun langkahku terhenti saat melihat tubuh kecil yeoja yang sudah hampir membuatku nyaris gila beberapa waktu lalu itu sedang berada dalam pelukan Choi siwon. Bahkan aku melihat dengan jelas bagaimana dengan lembutnya namja itu mengecupi ujung kepala Je wo. entah setan apa yang merasuki ku saat ini namun aku sama sekali tidak dapat mengontrol langkahku yang berjalan mendekati mereka.

 

Ku tarik paksa tubuhnya hingga ia berdiri sempurna dihadapan ku. “Kyu!” bentak Siwon hyung. “Apa yang ada di kepalamu ha! Untuk apa kau pergi keluar tanpa pengawasan ku?! kau tau dengan jelas kalau itu sangat berbahaya tapi kenapa kau masih melakukannya juga?!” bentak ku sambil mencengkram kuat lengannya.

 

“Hentikan Cho kyuhyun!”  teriak Siwon hyung pada ku.

 

Namun aku tidak perduli dan tetap menatap tajam padanya yang masih tertunduk. “Kenapa kau diam saja?! Cepat jawab aku!” teriak ku lagi. Dadaku bergemuruh saat ini melihatnya yang dari tadi terus saja diam dan menundukkan kepalanya.

 

Siwon hyung menepis kasar tangan ku pada lengan Je wo. “Kau menyakitinya! Apa kau tidak melihat bagaimana keadaanya saat ini?! Lihat!” Siwon hyung menarik lengannyakehadapan ku yang saat itu terlihat terdapat banyak goresan luka disana. Mungkin karena namja berengsek itu menghempaskan tubuhnya ke dinding tadi.

 

Aku menatap nanar wajahnya yang terlihat sangat.. berantakan. “Malam ini sudah sangat buruk baginya. Jangan kau tambah lagi dengan emosimu itu”  ku kepal kuat kedua tangan ku saat tubuhnya di tarik lembut Siwon hyung ke dadanya dan membawanya keluar dari sini.

 

 

 

 

AUTHOR POV

 

“Ini, minumlah. Mungkin bisa menghangatkan mu” Hye kyung memberikan secangkir teh hangat pada Je wo. Yeoja itu sudah berada di rumah Cho kyuhyun saat ini. “Gomawo” ucapnya pelan. ia meneguk sedikit the itu dan kembali menyerahkannya pada Hye kyung.

 

“Maaf! Kalau saja siang itu aku dan Il woo tidak membuat mu kesal, kau pasti tidak akan seperti ini” ucapnya penuh penyesalan. Je wo mencoba tersenyum tipis pada yeoja itu, walaupun saat ini ia sudah hampir kehabisan tenaga untuk tersenyum. “Bukan salah mu. Aku yang sudah sangat ceroboh pergi sendirian tanpa meminta ijin pada kalian” ucapnya lirih.

 

“Kyung-ah”

 

Hye kyung dan Je wo menoleh pada asal suara. Cho kyuhyun sedang berdiri diambang pintu dengan sebelah tangannya yang terbenam sempurna pada saku celananya dan sebelahnya lagi menenteng sebuah kotak obat. “Il woo memanggilmu” sambungnya lagi.

 

“Eo?! Eung. Arra..”

 

Yeoja itu segera keluar dari kamar Je wo dan meninggalkan kedua orang itu yang sama-sama saling bertatap aneh. “Kau sudah tidak apa-apa?” tanyanya membuka percakapan. Je wo mengangguk singkat dan menyandarkan kepalanya pada dinding ranjang.

 

Cho kyuhyun mendekatinya dan duduk di tepi ranjang  tepat menghadap Je wo. ia menarik lengan yeoja itu lembut dan mulai memberikan olesan-olesan salep dari kotak obat yang ia bawa. Sesekali ekor matanya melirik yeoja itu yang masih memalingkan wajahnya kesamping.

 

“Sakit?”

 

Je wo tidak menjawab dan tetap memalingkan wajahnya. “Aku sedang bertanya pada mu. Shin je wo” ucap kyuhyun penuh penekanan. Namun yeoja itu masih belum bergeming. Memang setelah kejadian tadi ia terus saja tidak mau berbicara pada namja itu.

 

“Kau marah pada ku?” suara yang mulai melembut itu seakan membuat perasaan yeoja itu semakin sesak. Ingatannya saat melihat namja itu sedang berciuman mesra dengan kekasihnya kembali terlintas di kepalanya. Ia sedikit menghembuskan nafas nya yang mulai tercekat saat menyadari kalau wajah namja itu semakin mendekat padanya.

 

“Apa tadi siang kau.. melihat ku dan Hyemi sedang..” Kyuhyun tidak cukup berani melanjutkan ucapannya. Ia terlalu pengecut jika harus mendengar kalau  Je wo benar-benar telah melihatnya dan itu berarti penculikan yang terjadi pada yeoja itu adalah kesalahannya.

 

“Aku berniat masuk keruangan mu. Tapi saat melihat kau sedan_, aku-aku tidak ingin mengganggumu saat itu. Makanya aku memutuskan untuk menemui Hye kyung. Aku bosan. Benar-benar bosan dan memutuskan untuk pergi sendirian. Maaf telah merepotkan mu” yeoja itu sama sekali tidak mengeluarkan ekspresi apapun saat mengatakannya. Membuat erangan frustasi keluar dari mulut Cho kyuhyun.

 

“Tatap aku” ucapnya tajam pada Je wo.

 

Namun yeoja itu sama sekali tidak bergeming. Merasa semakin frustasi, Cho kyuhyun menjulurkan tangannya pada wajah pucat itu. Menariknya sehingga saat ini mereka dapat bertatapan. “Maaf, aku yang salah. Aku yang sudah membuatmu seperti ini” ujarnya lembut.

 

Mendengar itu wajah Shin je wo mulai berubah. Wajah yang tadinya tidak memancarkan ekspresi apapun kini mulai memancarkan tatapan nanar pada namja itu. “Aku lelah, sangat lelah. Aku ingin semua ini segera berhenti” ucapnya dengan bibir yang bergetar.

 

Entah apa yang sedang di pirkan namja itu saat ini. Karena dengan tiba-tiba saja ia menarik pinggang yeoja itu mendekat padanya dan mendaratkan bibirnya pada bibir yeoja itu. Tangan kanannya yang dari tadi hanya diam kini mulai bergerak kearah tengkuk Je wo. menekan tengkuk yeoja itu sehingga semakin membunuh jarak diantara mereka.

 

Cho kyuhyun terus melumat lembut bibir yeoja itu sehingga membuat Je wo meremas kuat kedua tangannya yang berada di pangkuannya. Memejamkan kuat kedua matanya saat bibir Kyuhyun menggigit bibir baawahnya meminta ijin untuk masuk. Bahkan mereka tidak menyadari dengan kehadiran seseorang dari balik pintu kamar Je wo.

 

Shin hye kyung. Menutup mulutnya dengan sebelah tangannya dan segera bersembunyi di balik pintu. Saat ia ingin berpamitan pada Je wo dan Kyuhyun ia terperanjat kaget melihat atasannya sedang mencium lembut yeoja yang berstatus sebagai Klien nya itu.

 

Dan saat mendengar sebuah derap langkah yang semakin mendekat padanya ia segera beranjak dari sana. “Eo? Jaksa Choi?” ucapnya gugup. “Je wo sudah tidur? aku ingin berpamitan padanya” ucap siwon dan mulai melangkahkan kakinya menuju pintu kamar Je wo.

 

“Andwe! Andwe!” cegah Hye kyung meraih lengan Siwon. Membuat namja itu mengernyit bingung. “Wae?” Hye kyung tersenyum bodoh dan menampakkan deretan giginya. Bingung mencari alasan apa yang tepat agar Choi siwon tidak masuk kesana. “Eung.. itu.. ah! Shin je wo sudah tidur Jaksa Choi. Jadi sepertinya kita tidak usah mengganggunya, kasihan kan” ucapnya susah payah.

 

Siwon masih menatap Hye kyung aneh. Membuat keringat dingin mulai membanjiri wajah yeoja itu. “Eum! Sepertinya kau benar. Kalau begitu kita langsung pulang saja” ujarnya dan mendapat anggukan semangat dari yeoja itu.

 

Hye kyung membuang nafas lega saat Siwon mulai beranjak pergi. Ia menatap pintu kamar je wo dan mendesah kuat. “Sebenarnya ada hubungan apa Jaksa Cho dengannya?” gumamnya

 

 

 

 

BRRRAAKKK

 

“Berengsekkkk”

 

Namja yang sedang berdiri di depan meja kerjanya itu membuang seluruh benda yang ada di hadapannya. Tangannya terkepal kuat dan matanya menatap tajam kedepan seperti sudahnsangat siap menerkam apapun yang ada di hadapannya.

 

“Mianhae, hyung”

 

Kali ini mata tajam itu beralih pada asal suara yang baru saja terdengar. “Kenapa yeoja sialan itu selalu saja bisa lolos dari mu?! Ini sudah entah keberapa kalinya Kai!” pekiknya kuat.

 

“Dan dua Jaksa itu selalu saja berhasil menyelamatkannya” desisnya lgi.

 

Kai menatap hyungnya itu dengan takut. “Lalu.. apa lagi yang harus ku lakukan hyung?” tanyanya pelan. Kali ini namja itu telah menghempaskan tubuhnya diatas kursi agung miliknya, sesekali memainkan jari-jarinya seperti sedang merencanakan sesuatu. “Kali ini, biar aku saja yang bertindak” ucapnya sinis.

 

Kai mengangguk mengerti dan berniat beranjak dari tempatnya. “Tunggu” panggil namja itu lagi. Kai berbalik dan menatap hyungnya bingung. “Tangan mu. Sepertinya terluka” ucapnya. Kai melirik telapak tangan kanannya yang memang terluka karena ulah Cho kyuhyun tadi.

 

“Gwencanha hyung. ini hanya luka kecil”

“Tapi setelah ini jangan lupa mengobatinya”

“Ne!”

 

 

 

 

 

SHIN JE WO POV

 

 

“Tadi malam apa ada sesuatu yang kau dengar dari Kai?” tanya Jaksa Choi pada ku. aku memutar bola mataku berusaha mengingat apa saja yang dikatakan namja itu tadi malam. “Eum! Tadi malam sebelum kalian datang menyelamatkan ku. aku mendengar dia menelpon seseorang” ucap ku.

 

Jaksa Choi dan Jaksa Cho saling pandang. “Aku tidak tau siapa orang yang sedang di telpon olehnya tapi yang ku dengar dia menyebut orang itu dengan panggilan hyung” sambungku lagi.

 

“Hyung?” gumam Il woo pelan.

 

“Sajangnim. Setauku Kai tidak memiliki saudara lagi. Jadi siapa orang yang di panggilnya hyung itu?” tanya Il woo pada Jaksa Cho. “Jadi benar dugaan ku. namja itu tidak melakukan itu sendirian” ujar Jaksa Cho.

 

“Ah! Ada lagi. Eung.. sepertinya, orang yang di panggilnya hyung itulah yang benar-benar ingin melihat ku mati” ucap ku lagi. Mereka semua menatap ku bersamaan, Jaksa Choi mendekati ku dan duduk di samping ku. “Apa sebelumnya kau memiliki masalah dengan seseorang?” tanyanya pada ku.

 

Aku menggeleng pelan. karena setauku selama ini aku memang tidak pernah bermasalah pada siapa pun. “Sepertinya aku bisa menarik kesimpulan” ujar Hye kyung yang berdiri menyender pada dinding ruangan Jaksa Cho ini.

 

“Kai hanyalah orang suruhan. Dia bekerja untuk namja yang di panggilnya hyung itu. Hei, Shin je wo. apa tadi malam dia tidak mengatakan apapun mengenai hyungnya itu?” tanya Hye kyung pada ku.

 

“Ada. Dia bilang hyung nya akan sangat bangga padanya karena berhasil menemukan ku” ucap ku yang teringat perkataan namja itu tadi malam. “See. Benar kan dugaan ku. menurut ku saat ini kita jangan hanya terfokus pada Kai saja, karena yang lebih berbahaya itu adalah orang yang di panggilnya hyung itu” aku ikut menganggukkan kepala ku mendengar penjelasan Hye kyung.

 

Ku lirik Jaksa Cho yang membolak-balik sebuah file di hadapannya. “Shin hye kyung!” panggilnya. “Ne?” Jaksa Cho memberikan sebuah foto pada Hye kyung. “Sebarkan ini kesemua wilayah seoul. Aku rasa ini cukup ampuh untuk membatasi gerak-gerik Kai” Hye kyung menatap foto itu dan menggeleng putus asa. “Padahal namja ini sangat tampan, tapi kenapa harus menjadi penjahat?”

 

“Ekhm”

 

Kami semua tersenyum geli melihat Il woo berdehem cukup keras.

 

TOK TOK TOK

 

Sebuah kepala terjulur dari balik pintu. “Apa aku mengganggu?” aku sedikit tersentak saat mengetahui jika orang itu adalah Park hyemi. “Tidak! Kami sudah selesai” jawab Jaksa Choi.

 

Ku lirik Jaksa Cho yang tersenyum manis padanya. Sekali lagi, perasaan aneh kembali menyelimuti ku. terlebih jika setiap aku menatap Jaksa Cho, kejadian tadi malam pasti melintas di kepalaku seketika.

 

“Eo? Shin je wo, kau baik-baik saja? Aku turut prihatin pada apa yang menimpa mu tadi malam” ucapnya lembut. Aku menganggukkan kepala ku dan tersenyum tipis. “Apa hari ini kau ada janji dengan Sajangnim?” goda Il woo padanya.

 

“Anni. Tapi kalau dia memang tidak sedang sibuk aku memang ingin mengajaknya pergi” aku melirik Jaksa Cho yang saat itu juga tengah melirik ku, segera ku alihkan pandangan ku kearah lain sebelum jantungku akan berhenti berdetak saat ini juga.

 

“Dia sudah tidak memiliki pekerjaan lagi ari ini, jadi bawa saja kekasoh mu itu kencan. Aku rasa berkencan bisa sedikit mengurangi kadar emosinya” ledek Jaksa choi. Aku berusaha ikut tersenyum disini walaupun sebenarnya aku sudah amat sangat ingin segera meninggalkan tempat ini.

 

“Tapi. Bagaimana dengan_”

“Gwencanha..”

 

Potongku saat dia akan menanyakan ‘Bagaimana dengan ku’. aku mengalihkan pandangan ku pada Jaksa Choi. “Jaksa Choi, aku.. ingin makan es krim di pinggir jalan itu lagi. Bagaimana kalau kita pergi kesana lagi?”

 

 

 

AUTHOR POV

 

Shin je wo menghela nafas malas sambil menopang dagu dengan sebelah tangannya. Ia tidak menghiraukan candaan yang terdengar dari beberapa orang di depannya. Dia hanya berniat untuk menjauhi Kyuhyun dengan mengajak Choi siwon ketempat itu namun sialnya Siwon malah mengajak mereka semua.

 

“Katanya hanya kedai es krim di pinggir jalan, tapi kenapa malah membawa kami ke café seperti ini?” tanya Hye kyung. “Kalau aku dan Je wo saja tidak apa-apa makan disana, tapi kali ini kan aku mengajak kalian. Jadi mana mungkin aku membawa kalian semua kesana” jawabnya.

 

Mata Shin hye kyung seketika melebar. “Berarti hari ini kau akan meneraktir kami semua?” tanyanya anyusias. Siwon mengangguk sementara yang lainnya terkekeh geli melihat Hye kyung. “Hei! Tidakkah kalian menyadari sesuatu?” ujar Il woo.

 

“Kita seperti sedang berkencan dengan pasangan masing-masing” ucapnya ringan. Tidak menyadari jika kekasihnya sedang melirik tajam padanya. Hye kyung melirik Kyuhyun dan Siwon bergantian. Ada raut yang berbada disana. Siwon mengeluarkan raut wajah malu sedangkan Kyuhyun, namja itu sesekali mendengus kesal menatap Siwon. “Sebentar lagi kita juga akan kedatangan sepasang kekasih lagi” sambung Siwon.

 

“Nugu?”

 

“Annyeong!!”

 

Mereka semua kompak menoleh pada asal suara itu. Choi eunjin tersenyum ramah pada mereka semua sambil melingkarkan tangannya pada seorang namja yang berdiri di sampingnya. “Eo? Eunjin-ah!” pekik Je wo senang.

 

Eunjin yang melihat Je wo segera menghampiri yeoja itu. “Yah! Neo, gwencanha? Aku benar-benar cemas saat Siwon oppa mengatakan tadi malam kau di culik” ujarnya panjang lebar. Je wo menggelengkan kepalanya dan tersenyum senang. Ia senang melihat yeoja itu ternyata mengkhawatirkannya.

 

“Oppa mu berhasil menyelamatkan ku” ucap Je wo sambil memandang Siwon. Kyuhyun hampir tersedak saat meneguk minumannya ketika Je wo mengatakan itu. “Jinja? Ouh.. sukurlah” ucap Eunjin lega.

 

“Hei! Kau tidak berniat untuk duduk bersama mereka?” tegur namja yang berdiri disampingnya. Eunjin menepuk pelan dahinya karena baru tersadar jika dari tadi ia membiarkan dia dan kekasihnya hanya berdiri disana. “Aku lupa. Ayo duduk” ujarnya.

 

“Ekhm”

 

Deheman Choi siwon membuat Eunjin menatapnya malu. “Oppa! jangan menggodaku seperti itu” sungutnya. “Eum.. dia, Lee donghae. Namja yang sering kuceritkan padamu itu” ujarnya malu-malu.

 

Choi siwon menoleh pada namja yang bernama Lee donghae itu dan menatapnya lekat, membuat donghae terlihat salah tingkah. Kyuhyun terkekeh geli melihat reaksi Siwon pada kekasih dongsaeng nya itu. “Eunjin akan segera di tinggalkannya jika kau terus menatapnya seperti itu hyung” goda Kyuhyun.

 

Lee donghae adalah kekasih dari Choi Eunjin. Mereka berdua berhubungan selama 6 bulan belakangan ini. “Yah! Cho kyuhyun apa maksud mu eo? Ck! Oppa, kau bilang kau akan merstui kami kan jika aku mengenalkannya padamu” sungut Eunjin.

 

“Ommo~ lihatlah bagaimana Choi eunjin merengek meminta restu dari oppanya” goda Hye kyung dan seketika membuat yang lainnya tertawa. Donghae hanya tersenyum tipis menyikapinya. “Ck! Ya ya ya berhenti menggoda ku” rengek Eunjin.

 

“Kenalkan dirimu” ucap Siwon pada Donghae.

 

“Annyeong.. Lee donghae imnida..”

 

“Kalian benar-benar berpacaran?” tanya Siwon serius. Kyuhyun membekap mulutnya yang sudah ingin tertawa puas melihat raut wajah Siwon yang tidak rela melihat dongsaengnya memiliki kekasih. “Kyu!” tegur Hyemi pelan.

 

“Ne! kami benar-benar berpacaran. Tenang saja, aku tidak akan menyakiti Eunjin seperti yang kau pikirkan” Donghae menatap Eunjin yang duduk di sampingnya. “Karena aku sangat mencintainya” ucapnya mantap membuat wajah Eunmi bersemu merah.

 

“Hahaha. Yah! Jaksa Choi. Lihatlah bagaimana wajah Eunjin yang seperti itu, kenapa kau masih saja tidak merestuinya?” ucap Je wo. Siwon mendesah berat dan akhirnya mengangguk lemah.

 

“Apa artinya kau merestui kami oppa?” tanya Eunjin antusias.

“Ne!” jawab Siwon singkat.

 

“Huwaaa gomawo!”

 

“Kau harus berhati-hati Donghae-sshi, Choi siwon mempunyai ketertarikan yang tinggi terhadap darah” goda Kyuhyun. Donghae hanya tersenyum tipis menanggapinya kemudian menatap lekat kyuhyun. “Kalau begitu sama dengan ku, aku juga memiliki ketertarikan tinggi terhadap.. darah!” ucapnya pelan namun dapat merubah raut wajah kyuhyun.

 

Suasana di meja itu hening seketika.

 

“Hahaha aku hanya bercanda. Kenapa reaksi kalian seperti ini?” sambung donghae. “Ck! Yah Lee donghae. Leluconmu benar-benar tidak menarik” omel Eunjin padanya membuat semuanya kembali tertawa namun tidak dengan Kyuhyun. Namja itu seperti merasakan ada sebuah aura aneh saat mendengar ucapan Donghae tadi.

 

“Kalau begitu kita mulai saja acara kencannya” ujar Eunjin bersemangat. Yeoja itu mengerling nakal pada Siwon yang sudah mendelik tajam padanya. “Semua yang ada disini membawa pasangannya masing-masingkan?” sambungnya lagi.

 

“Tidak-tidak! Choi sajangnim dan Je wo tidak memiliki pasangan kencan” jawab Il woo. “Ahh. Kalau itu kau tidak perlu cemas sekertaris jung. Oppa ku kan pasti akan segera menjadikan Je wo menjadi teman kencannya seumur hidup”

 

“Yah! Coi eunjin” pekik Siwon tertahan.

 

Eunjin terus saja menggoda Siwon dan Je wo hingga keduanya terlihat kikuk. Belum lagi Hye kyung yang terus saja memperhatikan perubahan wajah Kyuhyun saat ini.

 

 

 

CHO KYUHYUN POV

 

Lagi-lagi aku harus mendengus kesal melihat yeoja itu. Dari tadi pagi dia selalu saja mengacuhkan ku, bahkan saat di mobil pun dia tidak mengatakan apapun padaku. aku tau dia seperti ini pasti karena kejadian tadi malam, saat itu aku memang benar-benar bodoh karena tidak dapat mengontrol diriku sendiri dan dengan kurang ajarnya malah mendaratkan bibirku pada bibirnya.

 

“Ayo makan”

 

Dia melirikku sekilas kemudian kembali sibuk pada kegiatannya yang sedang mengerjakan sesuatu pada laptop nya. “Aku belum lapar. Kau makan saja lebih dulu, nanti kalau sudah lapar aku akan makan” jawabnya.

 

Aku benar-benar sudah tidak tahan lagi seperti ini. Ku dekati dia dan kutarik laptop yang berada di pangkuannya. “Yah!” perotesnya.

 

“Kau masih bisa mengerjakannya setelah makan. Jangan membantah ku” ucap ku tajam. Dia merengut kesal padaku. “Jaksa Cho! Tugasmu itu hanya melindungiku kan? Jadi aku makan ataupun tidak kurasa itu bukan bagian dari tugas mu” ada apa dengannya? Selama ini dia tidak pernah bersikap seperti ini pada ku.

 

“Kau itu kenapa? Aku hanya menyruh mu untuk makan, aku tidak ingin ada yang menyalahkan ku jika kau sakit karena masalah seperti ini”

 

“Tidak perlu khawatir tentang itu. Tidak akan ada yang menyalahkan mu”

 

Dia kembali mengambil laptopnya dari tangan ku dan kembali sibuk dengan itu. Baiklah, aku tau ini memang harus di perjelas. Aku tidak ingin si bodoh ini selalu bersikap aneh pada ku.

 

“Kau marah pada ku karena malam itu aku mencium mu kan?”

 

BINGO!

 

Dia mentap tajam pada ku. “Jangan salah paham. Malam itu aku hanya.. hanya ingin membuat mu merasa tenang saja. Tidak ada maksud lain dari semua itu, jadi kau tidak perlu bersikap aneh pada ku lagi. Anggap saja malam itu aku tidak pernah melakukannya” ucap ku sebiasa mungkin.

 

TBC

 

 

 

HAI HAI HAI HAI *lambai-lambai ala miss univers*

 

Saya datang lagi….

 

Well. Aku tau part ini alurnya rada gk jelas. Tapi bodo ah! Yang penting dapat kissue dari kyuhyun *siwon: shin je wo!!! pulang!!!* muahahaha. Itu lee donghae udah mulai aku masukin, and untuk part selanjutnya kayaknya bakal banyak adegan donghae sama eunjin. *walaupun saya rada gk rela..*

 

Udah bisa ketebak belum siapa L itu? Hahaha pasti pada bilang lee donghae kan??? *reader:bakar authornya* kayaknya di part ini romance nya kurang ya? Bahkan pas adegan kissingnya aja aku ngerasa ada yang kurang *kurang panjang* wkwkwk yahh maklumin deh yahhh bulan puasa. Takut dosa. *ceilehh*

 

 

Udah ah..

 

Aku mau nyambung bobok lagi! Ini nyelesaiinnya masih pagi, jam sebelas pagi lohhh. Masih ngantuk PAII PAII

 

 

With love

 

Shin je wo

121 thoughts on “war for love part4

  1. Lee Donghae muncul…
    apa jangan – jangan Hae yang ngincer si je wo…
    Tu kyuhyun emang benar – benar kurang ajar banget deh…
    udah main cium eh sekarang malah nyuruh ngelupain…
    Entar kalo bener – bener dilupain semuanya baru tau rasa…

  2. donghae???????????
    shin je wo dan kyuhyun????
    shin je wo dan aiwon???
    penasarannnnnn ..
    dry ksimpulan klo donghae blng kyak gitu jd kayak donghae pelakunya. masih banyak teta teki .. nextttt baca part selanjutnya

  3. YeY untung Jaksa2 tampan dteng tepat waktu…kalo ngak mngkin Je Wo udah dalam zona Sangat bebahaya kalo smpe ‘HYUNG’ yg dpanggil Kai itu dteng…
    Heyyyy CHO KYU HYUN!!!!…kamu udah punya Hye Mi kenapa msih Nyosor sma Je Wo juga…aduhhh Hye Kyung liat kant Kyu Hyun nyium Je Wo…jadi salah tingkah sendiri kant….
    auauauaua kata2nya Dong Hae ada makna terselubung yek…apa jangan2 ‘L’Dong Hae…
    ouh Eun Jin kamu hrus hati2…gitu kali ya rasanya punya Oppa…syank aq punya nya Eonni bkan Oppa…hlah ogm mlah #curcol gini

  4. iyakkkkkkk…. kyuhyyn nyium jewo. . aku yakin merwka berdua ini bneran ada rasa tapi gak tahu gimna kedepannya. soalnya ada siwon dan hyemi diantara mereka….

    dan bner, aku nebaknya donghae adalah dalang dibalik kasus ini deh, dan dia jadi kekasih eunji aku pkir itu juga cuma siasat dia…..wkwk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s