War For Love part5

 

CHOI EUNJIN POV

 

“Aku pulang saja!”

 

Ku raih tas yang tadinya ku letakkan diatas meja kantornya, benar-benar menyebalkan! Menyuruh ku datang kekantornya tapi dia hanya mendiami ku saja, dia pikir aku tidak bosan seperti ini.

 

“Hya! Kenapa malah pulang? Pekerjaan ku sedikit lagi selesai”

“Dan itu artinya kau akan membuat ku kembali menunggu mu?! Aku benar-benar bosan Lee donghae!”

Dia tersenyum tipis dan mendekati ku yang sudah bersiap-siap meraih knop pintu, “Arraseo, mianhae.. tapi kau lihat sendirikan semua file yang sudah menumpuk di meja itu” tunjuknya pada tumpukan file-file yang sudah hampir membentuk senuah gunung Himalaya itu. “Kalau kau sibuk kenapa malah menyuruh ku datang kesini?” sungut ku yang masih sedikit kesal. Aku mengerti dia sedang sibuk, tapi tetap saja ini sangat menyebalkan.

 

“Sudah ku katakan kan kalau aku merindukanmu?”

“cish”

 

Dia menarik tangan ku lembut dan kembali membawa ku duduk di sofa ruangannya ini. “15 menit. Aku berjanji akan menyelesaikannya selama itu, jadi.. kau harus duduk manis disini, ne? setelah itu kita akan berkencan” mata ku melebar saat mendengarnya mengucapkan kata ‘kencan’

 

“Jinja?!”

“Eo!”

 

Dia mencubit hidungku pelan sebelum kembali kemejanya dan sibuk pada tugas-tugas bodoh itu, baiklah.. setidaknya hari ini tidak terlalu buruk kan?

 

 

 

AUTHOR POV

 

Lee donghae dan Choi eunjin berjalan beriringan di tepi pantai, kencan yang dimaksud oleh namja itu ternyata adalah membawa gadisnya pergi melihat matahari tenggelam di sebuah pantai.

 

Donghae meraih jari-jari tangan Eunjin, menautkannya pada sela-sela jarinya kemudian menggenggam tangan itu dengan hangat. Eunjin tersenyum tipis saat ibu jari namja itu tidak hentinya mengelus pelan permukaan punggung tangannya.

 

“Hae..”

“Hem?”

“Gomanwo”

“Untuk?”

 

Eunjin menghentikan langkahnya, ia memposisikan tubuhnya berhadapan pada tubuh Donghae, menangkupkan kedua tangan mungilnya pada wajah namja itu. “Terimakasih karena kau telah hadir di hidup ku, aku mencintai mu” Eunjin tersenyum lembut kemudian berjalan mendahului donghae yang hanya dapat menatap punggung yeoja itu tanpa ekspresi apapun.

 

“Choi eunjin!”

 

Eunjin membalikkan tubuhnya hingga berhadapan kembali dengan namja itu, walaupun jarak antara mereka tidak sedekat tadi. Namun yeoja itu dapat melihat rona merah pada wajah namjachingunya. “Nado saranghae” ucap Donghae lembut dan pelan namun masih dapat di dengar oleh Eunjin.

 

Eunjin mengangguk mengerti kemudian mendekati Donghae lagi, ia berjalan perlahan kearah namja itu dan berdiri tegak saat sudah berada tepat dihadapannya. “Kau manis sekali” godanya. Donghae terkekeh pelan, kemudian meraih wajah yeoja itu mendekat padanya dan mengecup lembut kedua pelipis yeoja itu. Hingga membuat senyuman tak henti terkembang di bibirnya.

 

 

 

 

CHOI SIWON POV

 

“Kau darimana saja?”

 

Eunjin sedikit tersentak saat medengar suara ku yang sudah menunggu dia dari tadi, ini sudah jam 9 malam dan yeoja ini baru saja pulang. Dia tersenyum polos padaku. cishh tidak akan mempan Choi eunjin. “Keluar dari rumah jam 2 siang dan kau baru pulang saat jam 9 malam seperti ini?” tanyaku degan penuh penekanan. Dia mengerucutkan bibirnya dan mendekati ku.

 

“Aku menemani Donghae di kantornya siang ini oppa, kasihan dia! Tugas kantornya sangat banyak. Setelah itu dia mengajak ku kencan. Jadi.. aku sedikit terlambat pulang kerumah” jelasnya panjang lebar.

 

Aku masih menatap bocah ini tajam, entahlah. Aku tidak dapat menyerahkan dongsaeng ku begitu saja pada orang lain, sebenarnya aku belum rela melihat Eunjin memiliki namjachingu. Aku takut jika dia disakiti lagi seperti kejadian yang lalu-lalu. “Yah! Lagi pula oppa sudah merestui hubungan ku dengan Donghae kan? Jadi kenapa sekarang oppa mempermasalah kan nya?” aku menghela nafas gusar.

 

“Itu pasti karena namjachingumu tidak setampan aku”

 

Dan suara yang tidak diundang itu berhasil mengalihkan perhatian Eunjin padanya. “KAU?!” sudah kuduga dia akan histeris jika melihat si bodoh itu ada dirumah. Eunjin menatap ku tajam meminta penjelasan. “Dia baru saja kembali tadi siang” ucap ku singkat.

 

“Senang bertemu dengan mu lagi, Choi eunjin”

“Tapi tidak dengan ku, Lee hyukjae!”

 

 

 

 

SHIN JE WO POV

 

 

“Sudah selesai sarapan kan? Ayo berangkat”

“Kau kan belum makan”

“Aku makan di kampus nanti”

 

Baru aku mau membalikkan tubuh ku dan beranjak pergi, sebuah tangan besar sudah mencengkram lengan ku. “Makan, atau kau tidak ku ijin kan pergi kekampus” aku mengerang kesal dalam hati. Si bodoh ini akhir-akhir ini selalu sukses membuat mood ku hancur. Yeahh apalagi kalau bukan karena penjelasannya malam itu. Kalau saja aku bisa beretemu dengan penyihir seperti harry potter atau teman-temannya, aku pasti akan meminta mereka untuk membantuku menyihir namja ini menjadi katak buruk rupa.

 

Dengan amat sangat terpaksa aku duduk menghempaskan tubuhku kuat di kursi ini, meraih beberapa lembar roti bakar yang sudah disiapkan olehnya dan memasukkannya kedalam mulut ku dengan kasar. “Kau bisa tersedak kalau makan seperti itu” aku melirik sinis padanya, dia duduk dengan gaya angkuhnya yang melipat kedua tangan didepan dada. Memperhatikan setiap gerakan yang aku lakukan, membuat aku semakin merasa risih.

 

“Siang ini sepulang dari kampus, antar kan aku kerumah Jaksa Choi!” ucap ku sebelum turun dari mobilnya. “Untuk apa kau kesana?” tanyanya penasaran. “Bermain dengan Eunjin” jawab ku ketus. Setelah itu aku turun dari mobilnya dan tidak lupa menghempaskan pintu mobil itu kuat.

 

 

 

 

CHO KYUHYUN POV

 

“Kalian yakin ponsel ini milik Kai?”

 

Il woo dan Hye kyung mengangguk mantap, kemarin mereka menemukan ponsel yang sedang ku genggam ini di lokasi tempat Je wo di culik. “Ne sajangnim. Setau ku dia menjalankan aksi penculikan Shin je wo seorang diri, jadi aku yakin jika ponsel itu miliknya” aku mengangguk mengerti dan memperhatikan ponsel ini intens.

 

Aku mulai memeriksa isi ponsel ini, berharap jika akan ada petunjuk yang dapat membongkar kasus ini. “Tidak banyak petunjuk yang bisa di dapatkan dari sana Jaksa Cho.. hanya ada dua nomer ponsel dan beberapa panggilan masuk atau pun panggilan keluar” aku melirik Hye kyung sekilas, kemudian mengecek apa yang baru saja di katakan yeoja itu.

 

“L dan C?”

 

Kembali kutatap Hye kyung dan Il woo bergantian, mereka hanya mengangkat bahu ringan. “Lagi-lagi masih misterius sajangnim”

 

Siapa L dan C ini? Apa dia bekerja untuk mereka? Kalau begitu ada dua orang yang menginginkan nyawa Je wo. Apa semua akses yang di dapat Kai berasal dari mereka? Maka dari itu si brengsek itu dapat dengan mudah kabur dari kami dan dia sangat cepat mengetahui keberadaan Je wo.

 

“Dimana Siwon hyung?”

“Hari ini Jaksa Choi tidak masuk karena dia kedatangan teman lama”

“Eum! Gomawo informasinya. Kerja kalian sangat bagus”

 

 

 

AUTHOR POV

 

 

“Kau sudah datang?”

 

Eunjin berhambur kearah Je wo antusias, dia menarik Je wo dan segera membawa yeoja itu kekamarnya. “Dia kenapa?” tanya Kyuhyun pada siwon.

 

Siwon terkekeh pelan dan menunjuk seorang namja yang sedang duduk di sebuah sofa. “Hai! Lee hyukjae imnida” Kyuhyun tersenyum tipis pada Hyukjae. “Cho kyuhyun imnida” jawabnya singkat kemudian matanya beralih pada Siwon. “Hyung, ada yang ingin aku berikan pada mu” ucapnya serius.

 

 

 

 

CHOI SIWON POV

 

 

“L dan C?”

 

Kyuhyun mengangguk singkat pada ku, benar-benar semakin  membingungkan. “Lalu.. apa sudah ada petunjuk mengenai inisial itu?” Kyuhyun mendesah pelan dan menggeleng singkat, ia meraih cangkir tehnya dan meneguknya perlahan. “Semua masih belum terpecahkan” dua orang, dan itu berarti nyawa Je wo masih dalam bahaya.

 

 

 

SHIN JE WO POV

 

“Lee hyukjae?”

“Eum! Kau sudah melihatnyakan?”

 

Aku menggeleng pelan padanya dan tersenyum polos. “Yang mana?” dia berdecak kesal pada ku dan menepuk dahinya. “Yang sedang duduk di sofa tadi, wajahnya mirip seekor monyet, kau ingat?” lagi-lagi aku menggelang pelan.

 

“Kau saja langsung membawa ku kekamar mu, mana mungkin aku sempat melihat siapa yang duduk di sofa itu” protes ku. “Memangnya Lee hyukjae itu siapa?” tanya ku penasaran.

 

“Dia namja menyebalkan yang pernah ku temui. Dari kecil selalu saja mondar-mandir di kehidupan ku, kau tau?” dia mendekatkan wajahnya pada ku. “Dia itu dulu pernah menyatakan cinta pada ku”

 

“Mwo?!”

“Eum! Makanya aku sangat membencinya”

 

 

 

 

AUTHOR POV

 

 

“Kalau begitu kami pulang dulu hyung” pamit Kyuhyun pada Siwon.

“Aku juga Siwon-ah. Sepertinya dongsaeng mu itu masih belum mau menerima ku” kekeh Hyukjae yang mendapatkan tatapan mematikan dari Eunjin.

 

“Sampai jumpa lagi Jin-ah.., Jaksa Choi. Gomawo sudah mengijinkan ku kesini”

“Hei! Tidak perlu sungkan, toh sebentar lagi rumah ini juga akan menjadi milik mu. Iya kan Jin-ah?” Hyukjae mengerling nakal pada Eunjin. Eunjin yang ingin tersenyum dan mengangguk cepat-cepat menguasai dirinya saat tau yang mengatakan itu adalah Lee hyukjae.

 

Kyuhyun melirik Je wo yang terlihat tersenyum tidak mengerti. “Pabo!” umpatnya pelan. “Ayo pulang!” ajak Kyuhyun pada Je wo.

 

“Chankkaman!”

 

Kyuhyun dan Je wo yang tadinya ingin beranjak pergi kini terpaksa kembali menoleh pada Eunjin. “Oppa! bagaimana kalau malam ini Je wo menginap disini?”  ujar Eunjin pada Siwon, “Ayolah.. aku ingin malam ini tidur bersama Je wo. pasti sangat menyenangkan!” sambungnya lagi.

 

Siwon melirik Je wo seperti meminta persetujuan yeoja itu. “Tidak bisa! Tidak ku ijin kan” potong Kyuhyun. Je wo menatap Kyuhyun yang membuang pandangannya kearah lain.

 

“Waeo?”

“Karena dia tanggung jawab ku, akan sangat berbahaya jika dia tidak berada dalam pengawasan ku”

“Tapi disini kan ada Siwon oppa, Oppa ku juga Jaksa kan? Dan dia pasti akan melindungi Je wo”

“Tap_”

 

“Gwencanha Kyu.. di rumah ku banyak penjaga dan aku rasa disini cukup aman” Kyuhyun mendengus malas dan menggedikkan kepala pada Je wo. “Tanyakan padanya. Dia mau atau tidak menginap disini” Je wo mengerjap pelan saat semua orang sedang menatapnya.

 

“Dia setuju!”

 

Ucap Hyukjae yang tiba-tiba sudah merangkul bahu Je wo dari samping, membuat tubuh yeoja itu tersentak kaget. “Iya kan? Nona Shin?” tanya Hyukjae setengah berbisik di telinga Je wo. “Yah! Lee hyukjae jauhkan tangan mu darinya!” bentak Siwon.

 

Hyukjae masih tersenyum manis pada Je wo yang menatapnya kikuk, bahkan ia sama sekali tidak melepaskan rangkulan tangannya. “Ku rasa tangan mu ini sudah terlalu lancang. Tuan Lee!” ujar Kyuhyun setelah menepis kasar rangkulan Je wo pada bahu Je wo.

 

“Hahaha arra! Yah Nona Shin, Kau benar-benar beruntung sekali mendapatkan perhatian dari dua Jaksa seperti mereka!” goda Hyukjae. “Tidak usah dengarkan dia, tapi kau mau kan menginap disini?” Eunjin menatap Je wo dengan tatapan memohon. Sekali lagi yeoja itu melirik Kyuhyun. namun dengan bodohnya namja itu malah mebuang wajahnya kearah lain.

 

“Ne! malam ini aku menginap disini”

 

Kyuhyun mengerang pelan mendengar itu, ia menatap kesal pada Je wo namun yeoja itu hanya melemparkan tatapan penuh kemenangannya pada Kyuhyun. “Kalau begitu aku pulang!” ujar kyuhyun singkat sebelum pergi.

 

“Kau tidak ingin menyuruhku untuk menemani mu tidur juga, Jin-ah?”

“Mwo?! Shireo! dasar Monyet mesum”

“Wae?”

“Appa ku pasti akan membunuh mu jika kau berani melakukan itu”

“Cih! Itu tidak akan terjadi, toh pada akhirnya aku juga yang akan menidurimu”

“Yah oppa! lihat monyet mesum itu”

 

 

Hyukjae tertawa puas telah berhasil mengerjain Eunjin, dari dulu itu adalah hal yang paling ia sukai. Bahkan selama ia menetap di paris, dia sangat merindukan momen-momen seperti ini.

 

 

 

 

 

CHO KYUHYUN POV

 

“Kenapa malam ini aku tidak dapat tidur?”

 

Ini sudah jam 12 malam dan sampai detik ini aku sama sekali tidak dapat memejamkan mata ku, aneh! Tidak biasanya aku seperti ini.

 

DDRRTT DDRRTT

 

“Yeoboseo?”

“Kyu..”

“Eo?! Hyemi-ah, wae?”

“Kau bisa datang ke rumah ku tidak?”

“Ada apa? Kau sakit?”

“Annio..”

“Lalu?”

“Aku merindukan mu!”

 

Aku tersenyum tipis mendengarnya, akhir-akhir ini kami memang jarang bertemu karena kesibukan masing-masing, dia juga sedang sibuk karena baru saja di terima kerja di salah satu perusahaan terhebat.

 

“Tapi ini sudah malam..”

“Ck! Arraseo”

 

“…”

 

Aku melirik layar ponsel ku memastikan apa dia sudah mematikan paanggilannya karena aku sudah tidak mendengar suaranya lagi. “Hei! Kau tidur?” tanya ku.

 

“Belum”

“Lalau kenapa hanya diam?”

“Sudah ku bilang aku merindukan mu”

“Arra, tapi ini sudah malam. Tidurlah, aku berjanji besok pagi akan kerumah mu”

 

“Jinja?”

“Eum”

“Arra. Aku tunggu ne~  saranghae..”

 

Aku ingin membuka mulut ku membalas ucapannya tapi entah kenapa rasanya sangat kaku, seperti ada sesuatu yang menahan ku agar tidak mengucapkannya.

 

“Kyu..”

“Eo? Ne, nado.. jalja~”

 

Aku kembali merebahkan tubuhku dan mencoba memajam mata ku, tapi tetap saja aku tidak bisa tidur, ku raih lagi ponsel ku dan entah kenapa aku malah menekan beberapa deret angka yang sudah sangat kuhapal di kepala ku. “Haish, kenapa aku malah ingin menelponnya?!”

 

 

 

 

 

SHIN JE WO

 

 

“Ck! Kenapa aku tidak bisa tidur?”

 

Dari tadi aku hanya bisa berguling kesana dan kemari tak tentu arah. Ku lirik Eunjin yang sudah tertidur pulas disamping ku, aku memang sulit tidur di tempat yang masih asing bagi ku, tapi malam ini sudah sangat keterlaluan.

 

Ku raih ponsel ku, entah kenapa aku ingin sekali menelpon Jaksa Cho. “Apa mungkin aku tidak bisa tidur karena memikirkannya?” gumam ku pelan. eiy! Paboya! Untuk apa aku memikirkannya? Cish.

 

DDRRTT DDRRTT

 

“EO?!”

 

Untung saja aku tidak membangunkan Eunjin dengan suara kaget ku itu. Ponsel ku tiba-tiba saja bergetar. Haish.. siapa yang menelpon malam-malam seperti ini? ku lirik layar ponsel ku dan aku semakin terperanjat kaget saat melihat siapa yang menelpon ku.

 

“Yeoboseo” ucap ku pelan.

 

“Kau belum tidur?”

“Eum. Kau juga belum tidur Jaksa Cho?”

“Ne. kenapa belum tidur?”

“Kau sendiri kenapa belum tidur?”

 

Aku mendengar decakan kesal darinya dan membuat ku tersenyum geli.

 

“Aku tidak bisa tidur di tempat asing.. dari tadi aku hanya berguling kesana kemari seperti orang bodoh”

 

“Hei!”

 

“Hem?”

 

“Mau bertemu tidak?

 

 

 

 

AUTHOR POV

 

“Jaksa Cho!”

 

Kyuhyun yang sedang bersender di pintu mobilnya menatap seram Je wo yang berada di atas tembok belakang rumah keluarga Choi. Kyuhyun cepat-cepat membantu Je wo turun dari sana, tembok itu memang tidak terlalu tinggi namun tetap saja dia merasa sangat berbahaya jika yeoja itu melompat dari sana.

 

“Woah! Aku tidak menyangka kalau kau tau tempat untuk melarikan diri dari rumah Eunjin” ujar Je wo antusias. Kyuhyun tersenyum tipis dan menatap tembok yang cukup tua itu. “Dulu aku sering membawa Siwon hyung kabur dari rumah jika dia tidak di ijinkan keluar, dan ini adalah tempat rahasia kami” tunjuk Kyuhyun pada tembok itu.

 

Je wo mengangguk mengerti dan tersenyum lebar. Kyuhyun yang melihat itu juga tidak dapat mencegah bibirnya untuk tersenyum. “Jadi.. kita mau kemana?”

 

 

 

Je wo menyatukan kedua telapak tangannya, menggeseknya secara berlawanan hingga menimbulkan rasa hangat disana, sesekali mengembusnya saat dingin mulai menyeruak masuk pada tubuhnya. Dia duduk disebuah kursi kayu di sebuah taman kecil, menunggu kyuhyun yang sedang membelikan minuman hangat di sebuah mini market  “Igo” Kyuhyun menyerahkan sekaleng minuman hangat padanya.

 

“Gomawo” ucapnya sambil tersenyum.

 

Kyuhyun memperhatikan bibir Je wo yang mulai bergetar, menandakan jika yeoja itu kedinginan, ia menggelang pelan dan melepas sweater hangat yang sedang di pakainya. “Sudah tau malam-malam seperti ini sangat dingin. Kenapa kau tidak membawa baju hangat atau semacamnya?” omelnya sambil memakaikan sweaternya pada Je wo.

 

“T-tidak usah. Aku tidak apa-apa”

 

Je wo  mencoba mengelak dan melepaskan kembali sweater Kyuhyun. “Pakai!” dan sudah untuk keberapa kalinya tubuhnya selalu menuruti semua perintah namja itu. “Tapai bagaimana dengan mu?” tanyanya pelan.

 

“Aku tidak terlalu kedinginan”

 

Mereka berdua duduk berdampingan di kursi panjang yang terbuat dari kayu itu, sesekali saling melirik satu sama lain, rasa nyaman menyeruak pada Je wo saat aroma tubuh Kyuhyun terhirup olehnya dari sweater yang sedang dikenakannya. yang disebabkan oleh desiran angin yang semakin kencang malam ini. kyuhyun menoleh kesamping dan menatap intens wajah Je wo yang saat itu sedang menatap lurus kedepan.

 

Wajah polos dan sendu yeoja itu berhasil membuat Kyuhyun akhir-akhir ini seperti kehilangan dirinya sendiri, namja itu menyadari betapa penting keberadaan yeoja itu terhadapnya sekarang. Dia yang tidak pernah bersikap protectiv pada orang lain sebelumnya kini berubah menjadi over protective terhadap yeoja itu.

 

“Eo?”

 

Kyuhyun mengerut bingung saat tiba-tiba saja yeoja itu berdiri dan berjalan pelan kesebuah tempat. Dia mengikuti kemana yeoja itu berjalan. “Kau mau apa?” tanyanya saat melihat Je wo mengambil sebuah ranting kayu.

 

“Lihat anjing itu”

 

Tunjuknya pada seekor anjing yang sedang tertidur. “Aku ingin menggangu tidurnya, pasti lucu sekali jika dia kesal” mata Kyuhyun melebar saat Je wo berjalan pelan kearah anjing itu. Entah harus mengatainya bodoh ataupun polos, yang pasti dia akan membuat masalah sebentar lagi batin namja itu.

 

“Hahaha. Lucu sekali..”

 

“Hya! Sudah jangan mengganggunya lagi” pekik Kyuhyun pelan.

 

Namun tetap saja Je wo sibuk menusuk-nusuk wajah anjing itu dengan ranting yang ia ambil tadi. “GUK!” Kyuhyun tersentak ngeri saat tiba-tiba anjing yang cukup besar itu memandang garang kearah Je wo,  ia melirik yeoja itu yang terlihat berdiri ketakutan.

 

Perlahan Kyuhyun mendekati Je wo dan berdiri disampingnya. “Kau benar-benar cari masalah” umpat Kyuhyun pelan, Je wo mengangguk frustasi. “Lalu apa yang harus kita lakukan Jaksa Cho?” bisiknya takut.

 

GUK!

 

Anjing itu semakin menatap garang Je wo dan Kyuhyun dan seperti sudah sangat siap menerkam meraka berdua. “Tidak ada yang dapat kita lakukan selain.. haishh dalam hitungan ketiga kau harus berlari kencang. Arra!”

 

GUK!!!

 

Je wo menunduk patuh dan menelan ludah berat, Kyuhyun meraih tangan Je wo dan menggenggamnya erat. “Satu.. tiga LARIIII!”

 

“Mwo?!”

 

Tubuh Je wo tesentak begitu saja saat Kyuhyun menarik tangannya berlari. “Yah kenapa menghitungnya seperti itu?!” protes Je wo di tengah-tengah kejaran anjing itu. “Tidak usah banyak tanya lebih baik kau lihat kebelakang mu!!” teriak Kyuhyun yang semakin menarik kuat tangan Je wo.

 

Je wo menoleh kebelakang dan terbelalak ngeri saat melihat anjing itu semakin dekat pada mereka. “KYAAAAAA” pekiknya histeris.

 

Mereka berdua semakin mempercepat kaki masing-masing agar berlari kencang, Kyuhyun melihat ada sebuah gang kecil di ujung jalan, dengan cepat ia menarik Je wo kesana dan bersembunyi di gang kecil itu. Dan ternyata hal itu berhasil mengelabui anjing itu.

 

Nafas Je wo dan Kyuhyun memburu satu sama lain, keduanya menghembuskan nafas lega saat tidak melihat keberadaan anjing itu lagi. “Omona~ anjing itu benar-benar mengerikan” sungut Je wo di sela-sela kegiatannya mengatur nafasnya yang masih tersengal-sengal.

 

“Bukan dia yang mengerikan tapi kau yang bodoh”

“Mwo?”

“Kalau kau tidak mengganggunya pasti hal ini tidak akan terjadi”

 

Je wo menatap kesal pada Kyuhyun yang dari tadi mengomelinya. “Mwo?” ucap Kyuhyun ketus saat melihat tatapan sinis Je wo. kedua saling bertatap sinis satu sama lain hingga lama-kelamaan tatapan sinis dan tajam itu mulai menyendu. Keduanya dapat merasakan deru nafas mereka satu sama lain apalagi dalam jarak keduanya yang sedekat itu.

 

“J-jam berapa sekarang?” tanya Je wo mengalihkan perhatian.

 

Kyuhyun menelan ludah gugup dan melirik jam tangannya.

 

“2.45”

“Jinja? Woah.. berarti sudah hampir pagi”

 

Kyuhyun mengangguk ringan. “Mau pulang sekarang?” tanyanya.

 

 

 

 

“Ayo naik!” kyuhyun membungkukkan tubuhnya kebawah, menjadikan punggungnya sebagai alas untuk yeoja itu memanjat tembok tua itu. “Mwo? Yah! Tidak usah, aku bisa memanjatnya sendiri” tolak Je wo.

 

Kyuhyun melirik kesal padanya, “Palli! Ini sudah sangat dingin dan hampir pagi. Kau mau terkena flu?” sungutnya kesal. Je wo mencibir pelan kemudian menegakkan kembali tubuh Kyuhyun yang dari tadi masih membungkukkan tubuhnya. Je wo melepas sweater yang tadi di pakaikan namja itu padanya, kemudian memakaikannya kembali pada si pemilik sweater itu. Dan tanpa ia sadari bahwa perlakuannya itu berhasil membuat Kyuhyun menatapnya lembut namun tajam.

 

“Kau yang akan terkena flu jika tidak memakai baju hangat”

 

Je wo menengadahkan wajahnya keatas karena tubuhnya yang memang lebih pendek dari namja itu, ia mengerut bingung saat mendapati Kyuhyun menatapnya. “Waeo?” tanyanya polos. Kyuhyun menggeleng pelan sebelum memajukan wajahnya pada wajah je wo dan memberikan sebuah kecupan singkat pada dahi yeoja itu.

 

Lagi-lagi Je wo harus merasakan desiran kuat yang mengalir di tubuhnya, ia menatap bingung wajah Kyuhyun, namja itu jelas-jelas memiliki kekasih tapi tetap saja sering melakukan hal-hal manis padanya dan itu akan semakin membuat pikiran-pikiran aneh menyelimuti yeoja itu.

 

 

 

 

SHIN JE WO POV

 

Pandangan ku mengabur. Dan aku hampir gila menahan rasa kantuk luar biasa ini. bahkan tadi saat mengerjakan quis, aku yakin jawabanku seratus persen salah semua. “Hoam…” aku berjalan gontai keluar dari kampus ku. ku edarkan mataku mencari sosok yang menyebabkan aku mengantuk sepanjang hari.

 

“Jaksa Cho” panggil ku malas saat sudah menghampirinya.

 

“Ada apa dengan mata mu?”

“Aku mengantuk dan itu karena kau!”

 

Dia mendelik garang pada ku dan aku sama sekali tidak berminat meladeninya, baru saja ku ingin membuka pintu mobilnya tiba-tiba ada dua buah mobil yang mendekati kami.

 

“ANNYEONG!!!”

 

Aku dan Jaksa Cho saling pandang tidak mengerti, Eunjin dan Lee donghae lalu Hye kyung dan Il woo berjalan mendekati kami. “Kenapa kalian bisa disini?” tanya ku bingung.

 

“Dan kalian berdua. Bukannya hari ini kalian sudah ku tugas kan untuk menyelidik se_”

 

“Yah Cho kyuhyun! aku sudah meminta Oppa ku yang mengurus masalah itu”

“Mwo? Kau pikir kau i_”

“Haish sudahlah. Hari ini aku ingin mengajak Je wo pergi jalan-jalan bersama kami. Kalau kau mau, kau juga boleh ikut”

 

 

 

 

AUTHOR POV

 

“Mwo?! Yah apa hyung mu itu sudah gila?! Aku tidak mau melakukan hal yang membahayakan nyawa anak ku!” pekik seorang laki-laki paruh baya pada seorang namja yang menggunakan pakaian serba hitam.

 

“Tenanglah C. hyung ku tidak akan melakukan itu selama kau menjalankan tugas mu dengan baik. lagi pula aku punya tawaran bagus untuk mu agar anak kesayangan mu itu tidak masuk kedalam rencana ini.

 

“Mwo? Cepat katakan Kai!!”

 

Kai tersenyum tipis dan mendekati laki-laki itu.

 

“Berikan aku akses agar bisa dengan mudah masuk kesebuah tempat karoke yang ada di tengah kota seoul” bisik Kai pelan.

 

 

 

 

“Untuk apa kita kesini?” tanya Kyuhyun pada Eunjin yang membawa mereka semua kesebuah tempat karoke. “Memangnya apa yang dilakukan semua orang jika mendatangi tempat karoke seperti ini kalau bukan ingin bernyanyi?” jawab Eunjin sinis.

 

Kyuhyun mencibir pelan dan terpaksa mengalah mengikuti kemauan Eunjin. “Mianhae.. Eunjin memang suka bersikap seperti itu” ucap Donghae merasa bersalah pada Kyuhyun. “Gwencanha, aku sudah biasa menghadapinya” jawab kyuhyun singkat. Donghae tersenyum dan menganggukkan kepalanya kemudian berjalan dan memposisikan dirinya kembali kesamping Eunjin.

 

Kyuhyun memperhatikan punggung namja itu dari belakang, entah kenapa selalu merasa ada aura aneh jika ia berada di dekat namja itu, tubuhnya tersentak ketika donghae menolehkan kepalanya kebelakang dan tersenyum sekilas padanya. Bukan seperti senyuman biasanya namun lebih terkesan sebuah seringaian mengerikan. Melihat itu refleks Kyuhyun menarik tangan Je wo hingga tubuh yeoja itu tersentak kebelakang.

 

“Waeo?”

 

Tiba-tiba saja kyuhyun merasa tidak fokus, ia berkali-kali melemparkan pandangannya pada punggung Donghae dan wajah Je wo yang masih terlihat bingung. “Jaksa Cho.. gwencanha?” tanya Je wo yang merasa aneh pada Kyuhyun, apalagi namja itu belum melepaskan cengkraman tangannya pada pergelangan tangan Je wo.

 

“E-eo. Nan gwencanha..” ucapnya berusaha kembali menguasai dirinya.

 

“Jangan jauh-jauh dari ku, mengerti?”  Je wo semakin mengerut bingung mendengar ultimatum dari Kyuhyun, namun tetap saja kepalanya mengangguk patuh pada setiap perintah namja itu.

 

 

 

 

CHOI EUNJIN POV

 

 

“Haish jinja!!”

 

Aku mencabut baterai ponsel ku dan segera memasukkannya kedalam tas. “Waeo?” tanya Donghae. Aku mendengus dan mengerang kesal. “Lee hyukjae itu benar-benar merusak mood ku saja! Dari tadi pagi selalu saja menelpon ku dan menanyakan dimana keberadaan ku” sungut ku kesal.

 

“Kau sudah memberi taunya kalau kita disini?” tanya Je wo. “Hem! Aku bosan mendengar pertanyaan nya itu. Jadi aku beritau saja” jika nanti aku bertemu dengannya. Ku pastikan namja itu akan habis di tangan ku.

 

“Sepertinya dia menyukai mu”

 

Aku menoleh kesamping dan mendapati wajah aneh Lee donghae. “Cemburu eo?” goda ku. semua yang melihat kami terkekeh geli. “Annio!” kilahnya. Aku tersenyum geli dan mengecup pipinya singkat. “Tenang saja tuan Lee. Aku hanya mencintai mu” ucap ku dengan nada yang berlebihan.

 

“Jaksa Choi pasti akan membunuh mu jika melihat adegan tadi” ujar Hye kyung.

“Maka dari itu aku tidak mengajaknya ikut”

 

 

 

AUTHOR POV

 

“Kai! Kau sudah siap?”

“Ne hyung. aku sudah berada di dalam”

 

Namja yang itu menyeringai puas dan mematikan ponselnya.

 

“Kali ini akan ku buat kau tersiksa. shin je wo!”

 

 

 

 

CHO KYUHYUN POV

 

 

“Woahh suara ku hampir habis karena terlalu banya menyanyi”

 

Aku tersenyum tipis mendengarnya. Dari tadi aku hanya duduk disini memperhatikan mereka berempat yang bernyanyi dengan suara pas-pasan. Aku tidak duduk sendirian karena kekasih Choi eunjin ini juga ikut duduk bersama ku.

 

“Setelah ini kau mau kemana lagi?”

 

Mata ku melebar saat Lee donghae mengatakan itu. “Lagi? Yah! Kau ingin mengajak kami kemana lagi?” tanya ku tidak percaya. Yang benar saja, jika mengikuti kemauan yeoja ini pasti kami akan pulang larut malam.

 

“Kalau kau tidak mau ikut tidak apa-apa, asalkan Je wo tetap ikut dengan ku”

 

Aku ingin membalas ucapannya tapi getaran pada saku celana ku mengurungkan niat ku.

 

“Yeboseo?”

“…”

“Ne! Cho kyuhyun imnida, waeo?”

“…”

“Mwo?! Arraseo arraseo. Dimana ia dirawat?”

“…”

“Ne! gamsahamnida atas informasinya”

 

 

“Waeo?” tanya mereka serempak pada ku.

 

“Hyemi.. mengalami kecelakaan” ucap ku pelan.

 

“Jinja?”

 

Aku tidak menghiraukan lagi pertanyaan mereka, kuraih jas ku yang tergeletak di atas sofa dan kembali memakainya. “Aku harus segera kerumah sakit” ucap ku. aku segera bergegas pergi tapi mata ku menangkap wajah bingung yeoja itu.

 

“Kau..”

 

Bagaimana ini? apa aku membawanya saja?

 

“Gwencanha Kyuhyun-ah.. ada kami disini, biar kami yang menjaganya. Lagi pula disini juga ada Il woo dan Hye kyung”  ujar Eunjin.

 

“Apa kau perlu bantuan ku sajangnim?”

“Annio! Kau disini saja menjanganya.

 

Aku segera bergegas dan membuka pintu ruangan ini, entah kenapa rasanya kaki ku sangat berat meninggalkannya disini, aku membalikkan tubuh ku lagi dan menatapnya. “Jaga dirimu!” dia mengangguk pelan pada ku dan ku rasa itu cukup membuat ku sedikit tenang meninggalkannya.

 

 

 

AUTHOR POV

 

“Kalian lapar tidak? Bagaimana kalau setelah ini kita pergi makan?” tanya Donghae. Mereka baru saja selesai berkaroke ria dan saat ini sedang berjalan menuju lift. “Aku setuju! Aku benar-benar lapar” ujar Hye kyung, Il woo mengacak pelan rambutnya kemudian membawa yeoja itu jalan lebih dulu. Sementara itu Je wo dari tadi terlihat mengobrak-abrik isi tasnya seperti mencari sesuatu.

 

“Kau kenapa?” tanya Donghae padanya.

“Ponsel ku, tidak ada” jawab nya.

 

“Mungkin tertinggal di tempat tadi” sambung Eunjin.

“Sepertinya begitu” jawab Je wo ragu.

 

“Mau aku temani mengambilnya?” ucap donghae menawarakan diri.

“Ah! Tidak usah Donghae-sshi.. aku bisa mengambilnya sendiri”

 

“Benar tidak apa-apa? Apa tidak lebih baik donghae menemanimu?”

“Annio, aku saja yang mencarinya Jin-ah.. kalian tunggu aku di bawah saja!”

 

Je wo berlari-lari kecil menuju tempat dimana mereka karoke tadi, ia masuk kesana dan mulai mencari-cari dimana ponselnya, namun ia sama sekali tidak menemukannya. “Kenapa tidak ada? Tapi seingat ku aku memang tidak ada mengeluarkan ponsel ku disini” gumamnya.

 

BLAM

 

Di terlonjak kaget saat mendengar pintu ruangan itu yang tertutup kuat, padahal tadi ia sengaja membukanya lebar-lebar. Dengan langkah berat ia mendekati pintu itu, perlahan tangannya terulur pada knop pintu itu dan membukanya.

 

“Ke-kenapa tidak bisa dibuka?”

 

Berulang-ulang kali ia mencoba membuka pintu itu namun hasilnya tetap sama. “Ottokaeh? Yah!!! Ada orang di luar?!” teriaknya kuat. Namun itu sama saja tidak membantu mengingat ruangan itu adalah ruangan kedap suara.

 

Sementara itu Kai yang berada di depan pintu itu sedang tersenyum puas, ia mengirimkan sederet pesan pada hyungnya sebelum meninggalkan tempat itu dan mejalankan aksinya lagi.

 

 

Misi pertama sukse hyung!

Aku akan melanjutkan misi kedua!

 

 

 

 

CHOI EUNJIN

 

“Kenapa lama sekali?”

 

Aku tidak tau kenapa perasaan ku mendadak tidak enak seperti ini, berulang-ulang kali aku melirik pintu masuk tempat ini namun Je wo belum juga terlihat.

 

“Jin-ah..  kita menunggu siapa lagi?” tanya Hye kyung.

“Je wo, dari tadi dia belum juga turun” jawan Eunjin gusar.

 

Hye kyung yang baru saja tersadar jika saat ini Je wo tidak ada menelan ludah berat. “O-ottokaeh?” gumamnya dan hal itu semakin membuat Eunjin ketakutan. “Hae..” Donghae mengusap lembut lengan Eunjin agar yeoja itu sedikit tenang, sementara itu Hye kyung segera menghampiri Il woo.

 

“Kalian tunggu kami disini, aku dan Hye kyung akan menyusulnya keatas”

 

Belum sempat Eunjin dan Donghae menjawab, sebuah suara ledakan yang cukup kuat terdengar dari dalam sana.

 

DUAAARRRRRR

 

Kini semua orang berlarian keluar dari gedung itu, teriakan histeris mulai terdengar dan semakin membuat mereka berempat merasa kalut. “Apa yang terjadi???” teriak Eunjin histeris. Il woo mendekati seorang petugas yang terlihat mengamankan beberapa pengunjung.

 

“Terjadi ledakan cukup kuat dari lantai 3 dan menyebabkan kebakarang besar, saya mohon kalian segera meninggalkan tempat ini”

 

Lantai 3. Tepat dilantai dimana keberadaan Shin je wo saat ini

 

 

TBC

 

 

Seka keringat dulu yee *fiuhhh*

 

Akhirnya part 5 selesai juga. Gk tau deh ini hasilnya maksimal atau gk soalnya ngerjainnya dalam waktu 5 jam plus dengan keadaan perut lapar dan hati masih rada kesal… *udah ah gk usah di bahas*

 

Part ini actionnya rada kurang kan?? Hahaha emang sengaja, soalnya part depan si je wo bakal tersiksa dan harus ngerasain spot jantung berulang-ulang.

Apa sekarang reader masih nyangka tersangka utama yang berinisial L itu adalah lee donghae???? Hohohoho *sepertinya iyaaa*

 

Ada monyet tampan nongkrong di part iniiiiiiii, dan bakal terus ada di part2 selanjutnya. Jinjaaa seneng banget saya di kelilingin namja tampannn  *cipok siwon sama donghae bergantian*  masih ada yang bilang part ini kurang panjang??!!! *Ngasah golok bareng kyu di kerangkengan*

 

 

Okeeee jangan lupa komen nya yeeeeeee

 Yg mau usul buat nambahin adegan juga bolehhhhh

 

Paii paii

 

With love

 

EX-SIWON WIFE

(nyesek liat foto siwon sama tifany)

104 thoughts on “War For Love part5

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s