Our Destiny 1\2

 

 

 

 

 

 

 

“Omma~ omma~”

 

“Omma~ Omma~”

 

 

Seorang yeoja meremas kuat selimut yang menutupi tubuhnya, karingat dingin tak henti-hentinya mengalir di permukaan wajahnya, sesekali erangan tertahan keluar dari bibir tipisnya.

 

“Andwe!!”

Tubuh itu menegak spontan begitu saja, nafasnya terengah-engah dan tatapannya mendadak kosong, lagi-lagi mimpi itu menghantuinya. “Hei, gwencanha?” suara lembut namja yang berbaring disampingnya menyadarkan lamunan yeoja itu.

 

“Kyu..” gumamnya pelan.

 

Cho kyuhyun, menarik tubuh istrinya mendekat dan mendekapnya lembut. “Mimpi buruk lagi, eo?” bisiknya. Shin je wo, yeoja yang baru beberapa minggu ini menjadi istrinya itu mengangguk lemah dalam dekapannya. “Memangnya kau bermimpi apa?” bisiknya lagi. Je wo menggigit bibir bawahnya, ia sama sekali tidak mampu menjawab pertanyaan dari suaminya itu karena tidak ingin mengambil keputusan yang mungkin akan meretakkan rumah tangganya.

 

“Molla~” jawabnya lemah.

“Arra, kau ingin aku ambilkan minum?” tanya Kyuhyun padanya.

 

Shin je wo mengageleng pelan dan semakin mengeratkan pelukannya pada Kyuhyun. Entah kenapa selama ia sudah menjadi istri Kyuhyun, mimpi itu semakin sering menghantuinya.

 

 

 

 

SHIN JE WO POV

 

 

“Ck! Sial, aku terlambat~”

 

Dengan cepat aku segera menyambar handuk dan berlari masuk kekamar mandi. Ini sudah jam setengah tuju dan aku masih berada di kamar?! Aku benar-benar cari mati! Tapi kenapa Kyuhyun tidak membangunkan ku?! apa dia tidak tau Neneknya itu sangat memperhatikan aku? Yeahh memperhatikan dalam arti yang berbeda. Saking perhatiannya dia akan mengkritik apa saja yang aku lakukan, dan sepertinya hari ini akan terulang lagi.

 

 

“Pagi~”

 

Benar kan? Baru saja aku mengeluarkan suaraku, nenek cerewet ini sudah menatapku garang. “Kau tau ini sudah jam berapa?” tanyanya ketus. Aku menelan ludah gugup dan mengangguk lemah. “Sudahlah nek, aku memang sengaja tidak membangunkannya terlalu pagi, malam ini dia kurang tidur jadi tidak masalahkan kalau dia bangun sedikit terlambat” jinja Cho kyuhyun, kau benar-benar suami ku….

 

Aku duduk disamping Kyuhyun dan mulai ikut bergabung menikmati sarapan kami. “Pagi!” sapa ayah mertuaku yang baru saja ikut bergabung bersama kami. Ayah mertuaku ini bernama Choi ki ho. Mungkin kalian bertanya-tanya kenapa nama keluarga Kyuhyun berbeda dengan ayahnya. Itu karena Kyuhyun memang bukan anak kandung keluarga ini, dia hanya anak angkat. Ayah mertuaku memiliki seorang adik perempuan dan itu adalah Ibunya Kyuhyun. orang tua Kyuhyun meninggal dunia dalam kecelakaan besar saat Kyuhyun masih berumur 5 Tahun.

 

Dan akhirnya Kyuhyun dirawat oleh keluarga ini, Ayah mertuaku juga memiliki seorang anak laki-laki yang seumuran dengan Kyuhyun, Choi siwon. sayangnya dia tinggal di luar negri bersama istri dan anaknya. Bahkan saat kami menikah mereka belum dapat hadir karena kesibukan Choi siwon. Ibu mertuaku juga berada disana dan saat kami menikah pun dia tidak hadir.

 

 

 

AUTHOR POV

 

 

“Kyu, hari ini Omma dan Siwon akan kembali kekorea” ujar Ki ho. “Jinja? Omma dan Siwon akan pulang?” tanya Kyuhyun senang. “Hem. Tadi malam Omma baru saja menelpon Appa. Dia mengatakan tidak sabar untuk bertemu dengan menantunya” ucap Ki ho yang membuat Je wo tersenyum malu.

 

“Yah, dia pasti akan kecewa setelah melihatnya” sambung sang Nenek.

“Omma!” tegur Ki ho pada Ommanya.

 

Je wo hanya bisa membuang nafas kesal mendengar semua cercaan sang Nenek padanya. Kyuhyun melirik istrinya sebentar sebelum menurunkan tangannya kebawah dan meraih jari-jari istrinya kemudian menggenggamnya lembut. Je wo yang tersentak dengan perlakuan Kyuhyun, menoleh pada Suaminya yang terlihat sedang berbincang pada Appanya. Seulas semyuman berhasil tersungging di bibirnya.

 

 

 

 

CHO KYUHYUN POV

 

 

“Apa Omma mu orangnya ramah? Dia menyukai yeoja seperti apa? Eum, kira-kira apa Omma mu_”

 

“Yah! Kenapa pertanyaan mu itu banyak sekali? kau sedang gugup eo?”

 

Dia mengangguk lemah dan menyandarkan tubuhnya di meja kerjaku. Sepertinya dia terkena Syndrom kegugupan berjumpa dengan mertua. Hahaha. “Aku takut Omma mu tidak menyukai ku seperti nenek” gumamnya pelan. Terkadang aku sedikit kesal pada nenek, kenapa dia suka sekali memperlakukan Je wo seperti itu? Memang dari awal saat aku mengatakan akan menikah dengannya, Nenek sudah terlihat tidak setuju, tapi mau bagaimana lagi! Aku sangat mencintai yeoja ini dan tidak berniat sedikit pun meninggalkannya.

 

“Omma ku itu berbeda dengan Nenek, dia sangat baik pada siapapun. Gwencanha, tidak perlu cemas! Dia pasti menyukaimu” ujar ku berusaha menyenangkannya. Dia mengangguk pelan dan menggembungkan kedua pipinya. “Hei, kau tidak percaya padaku?” tanya ku. “Bukan begitu Cho kyuhyun. Tapi saat ini aku benar-benar gugup” rengeknya,

 

Aku berdiri di hadapannya dan terkekeh pelan. “Arraseo, aku tau bagaimana caranya menghilangkan kegugupanmu” dia mengangkat kepalanya dan menatap ku polos, lihatlah! Bagaimana bisa aku tidak tergoda dengan wajah polosnya yang menggemaskan ini? perlahan tangan ku terulur sempurna pada pinggangnya, menariknya mendekat dalam satu sentakan. Membuat mata indah itu melebar sempurna menatap ku.

 

“Y-yah, kau lupa kita sedang berada dikantor?” ucapnya gugup.

 

Aku tersenyum tipis padanya dan semakin membunuh jarak diantara kami, terpaan nafasnya menerpa lembut permukaan wajahku, wajah kami semakin mendekat satu sama lain, kedua mata kami reflek tertutup. Dan entah kapan bibirku sudah mulai melumat bibirnya pelan. Amat sangat pelan hingga aku dapat merasakan tiap inchi gerakan bibir kami yang saling bartautan.

 

Lumatan ku yang awalnya lembut menyentuh bibirnya kini mulai memanas tak terkendali. Tangan ku yang tadinya berada di pinggangnya kini mulai merambat keatas, menempatakan di belakang kepalanya. Menahan kepalanya untuk tidak melepaskan bibirnya pada bibir ku.

 

Ku rasakan Je wo mulai mengalungkan kedua tangannya pada leher ku dan semakin mendekap ku erat. Tidak perduli sudah sesering apa kami berciuman, namun bagi ku setiap kali kami melakukan ini, akan terasa seperti kali pertama aku melakukannya.

 

Perlahan tangan mungil itu mendorong bahuku lembut, menandakan jika dia sudah mulai kehabisan pasokan Oksigen pada paru-parunya. Nafas kami samasama terengah setelah tautan itu terlepas. Aku menatap wajahnya yang menunduk malu. “Otte? Kau sudah tidak gugup lagi?” goda ku. dia berdecak pelan dan memukul lengan ku.

 

 

 

 

 

 

SHIN JE WO POV

 

 

 

Aku dan Kyuhyun baru saja pulang kerumah, ada sebuah mobil yang tidak kukenali di depan rumah kami. “Kyu, ini mobil siapa?” tanya ku. “Eo? Sepertinya Omma dan Siwon sudah datang, Ja! Kita masuk” ajaknya bersemangat. Sepertinya namja ini sangat merindukan keluarganya. “Kau masuk lebih dulu ne, aku mau mengambil beberapa buah-buahan di bagasi mobil yang baru kita beli tadi” Kyuhyun mengangguk singkat dan segera berlari masuk kerumah.

 

Perlahan aku menghembuskan nafas gugup sebelum masuk kedalam, apa mertuaku akan menyukai ku? Haish aku pusing jika memikirkan itu terus, aku berdiri di depan kaca jendela, mencoba untuk tersenyum. “Shin je wo! huwaiting!” ucap ku.

 

Terdengar suara tawa dari dalam, aku menelan ludah ku gugup saat menatap punggung seorang yeoja yang sedang duduk membelakangi ku. itu pasti Ommanya Kyuhyun. “Annyeong Haseo~” ucap ku pelan.

 

Perlahan yeoja itu berbalik dan menatap ku.

 

DEG

 

Senyuman yang terukir dibibir ku sirna seketika saat melihat wajah yeoja itu. Ini tidak mungkin, aku pasti berhalusinasi. Ya Tuhan! Bagaimana bisa dia berdiri di hadapan ku saat ini?!

 

 

 

 

AUTHOR POV

 

 

Park yeong mi berdiri terpaku di hadapan Shin je wo, lututnya melemas seketika mendapati keberadaan yeoja itu di hadapannya. Begitu juga dengan Je wo. Ia tak henti-hentinya menggelengkan kepalanya pelan.

 

“Apa istri mu sudah datang Kyuhyun-ah?” terdengar suara nyaring dari arah dapur. “Ne! cepatlah kalian kesini” teriak Kyuhyun. Jantung Je wo dan Yeong mi berdetak kuat bersamaan, menatap pintu dapur yang sebentar lagi akan terbuka.

 

“Mana?” tanya Siwon.

 

Kyuhyun mengarahkan telunjuknya pada Je wo yang berdiri di ambang pintu. Mata Je wo melebar saat melihat seorang bocah kecil yang berada di dalam gendongan Choi siwon. “Annyeong~ yah Kyuhyun-ah. Istrimu cantik sekali”

 

 

PRANKKKKKKK

 

Kini semua mata menoleh pada asal suara, seorang Yeoja berdiri terpaku di ambang pintu dapur, nampan yang ia bawa dari sana terjatuh begitu saja. Tatapan mata yeoja itu lurus kedepan, lebih tepatnya menatap seorang yeoja yang berdiri tak jauh darinya.

 

“Sera-ya, Gwencanha?” tanya Siwon menghampiri istrinya. Namun sama sekali tidak direspon oleh istrinya itu. “Siwon-ah! Mungkin Sera kelelahan. Kau bawa anak dan istrimu masuk kedalam ne” ujar Yeong mi. siwon mengangguk mengerti dan membawa istrinya masuk ke kamar mereka.

 

Kyuhyun mendekati Je wo yang dari tadi tampak kebingungan, yeoja itu sama sekali tidak mengeluarkan sepatah katapun dari mulutnya. “ Waeo? Wajahmu terlihat pucat, apa kau sakit?” tanya Kyuhyun. Je wo menggeleng pelan dan menatap Kyuhyun lirih. “Aku permsi kekamar sebentar Kyu” Je wo segera pergi meninggalkan mereka semua tanpa menunggu jawaban dari suaminya. “Seperti itulah dia, tidak pernah memiliki sopan santun” sungut Nenek kesal.

 

“Omma! kenapa kau suka sekali merocokinya?” tegur Ki ho, namun seperti biasa wanita paruh baya itu hanya mendengus kesal. Kyuhyun tidak lagi mendengarkan Neneknya, ia segera mengikuti istrinya kekamar. Merasa ada yang aneh dari yeoja itu.

 

“Yah! Kau ada dilam?” tanya Kyuhyun di depan pintu kamar mandi, Shin je wo mengurung dirinya didalam sana. Ia menatap pantulan tubuhnya di cermin dengan pandangan miris. “Ne!” jawabnya.

 

“Gwencanha? Apa kau sakit? buka pintunya, aku ingin melihat keadaan mu”

“Nan gwencanha Kyu, sebentar lagi aku keluar”

 

Je wo menghidupkan keran air di kamar mandi, ia duduk di atas closet dengan wajah yang sangat berantakan. “Apa yang terjadi sebenarnya? Bagaimana bisa ini semua terjadi? Kenapa aku harus bertemu dengan mereka lagi? Kenapa? Apa yang arus aku lakukan Tuhan?!”  isaknya. Ia menangis terisak disana dan mengerti kenapa akhir-akhir ini ia selalu bermimpi buruk seperti itu. Kenapa mimpi itu terus menghantuinya disaat ia sudah menikah dengan Kyuhyun.

 

 

 

 

AUTHOR POV

 

Je wo merasa tenggorokannya mengering, ia bangun dari tidurnya dan pergi keluar untuk mengambil segelas air. Namun belum sempat ia meraih gelas itu, sebuah suara menghentikan niatnya. “Apa yang kau lakukan dirumah ku?” tubuh yeoja itu menegang seketika. Kepalanya terasa berat walaupun untuk sekedar memutar kebelakang, melihat siapa pemilik suara itu.

 

“Apa yang kau rencanakan sebenarnya? Ingin merusak keluarga ku? begitu? Kau ingin memanfaatkan Kyuhyun untuk menghancurkan keluarga ku?”

 

“Anni!”

 

Kini tubuh itu memutar dengan sendirinya, kali ini ia dapat berhadapan secara langsung dengan ibu mertuanya. Takut? Tentu saja, bahkan ia tidak pernah merasa ketakutan seperti ini sebelumnya.

 

“Annio? Jongmal? Lalu untuk apa kau menikahi anak ku?”

 

“Aku.. aku mencintainya”

 

Yeong mi tersenyum kecut, ia memandang Je wo remeh dan sedikit mendesis. “Wanita yang tergila-gila pada uang seperti mu tidak pantas mengatakan kata cinta. Terlebih pada anak ku” desisnya tajam. Je wo mengepal kuat kedua tangannya di kedua sisi tubuhnya. Tubuhnya bergetar hebat dan kakinya terasa lemas.

 

“Tinggalkan anak ku!!”

 

Mendengar itu Je wo tersentak kaget, meninggal kan Kyuhyun? demi apapun itu hal yang paling tidak bisa ia lakukan. “Tidak, aku tidak bisa” gumamnya pelan. Yeong mi semakin menatap tajam padanya, rahangnya mengeras saat mendengar penolakan Je wo. “Berapa? Berapa yang kau ingin? Katakan saja, akan aku berikan berapapun yang kau mau. Asal kau meninggal kan Kyuhyun”

 

“Berapapun yang kau tawarkan padaku, aku tidak akan pernah menerimanya”

“Cih! Jangan terlalu sok suci Nona, aku tau apa yang kau ingin kan”

 

“Maaf Nyonya! Tapi aku memang bukan seperti yang kau bayangkan, aku memang pernah melakukan kesalahan. Tapi bukan berarti selamanya aku akan melakukan kesalahan itu. Aku mencintai Kyuhyun, dan itu tidak bohong”

 

Je wo berniat meninggalkan Yeong mi, namun Yeong mi segara menahannya. “Kau! aku pegang ucapan mu. Jangan pernah sekalipun kau mencoba bermain-main di belakang ku, dan Kyuhyun. sampai mati pun aku tidak akan merestui pernikahan kalian” Yeong mi meninggalkan Je wo yang berdiri gemetaran.

 

Shin je wo masuk kekamarnya dengan tergesa-gesa, ia segara meringsek kedalam selimut tebalnya. Tubuhnya gemetaran dan dadanya tersengal-sengal. Ia menatap punggung suaminya lirih, perlahan-lahan ia mendekat dan memeluk tubuh itu dari belakang, berusaha mendapatkan kehangatan dari sana. “Jangan tinggalkan aku Kyu…” gumamnya pelan.

 

 

 

 

CHO KYUHYUN POV

 

 

Ini adalah hari minggu, aku dan Je wo tidak bekerja kekantor. Baguslah… ini bisa menjadi momen untuk Je wo berdekatan dengan Omma dan yang lain. “Sayang.. ireona~ ini sudah pagi. Kau tidak mau bangun eo?” aku mengguncang pelan tubuhnya membuat dia menggeliat kecil dan bergumam pelan. “Yah! Kenapa kau itu sulit sekali dibangunkan? Ayo cepat bangun” aku semakin menggoyang-goyang tubuhnya dan mengganggunya tidur. ini adalah hal yang paling dibenci yeoja ini, bangun pagi di hari libur seperti ini.

 

“Aku masih mengantuk Kyu.. jangan ganggu aku” rengeknya.

 

Sepertinya aku harus melakukan cara lain agar dia mau bangun, aku tersenyum smirk dan diam-diam masuk kedalam selimut. Aku merangkak di dalam sana menaiki tubuhnya. “Yah! Nyonya Cho! Kau belum ingin bangun juga? Arraseo.. kalau begitu kutemani kau tidur” ucapku didepan wajahnya.

 

Dan dia masih saja belum berniat membuka matanya. Ck! Kau benar-benar cari mati Shin j wo. baiklah.. cara terakhir!

 

CUP

 

“Nyonya Cho..”

 

CUP

 

“Bangun..

 

CUP

 

“Sudah siang!

 

CUP

 

CUP

 

CUP

 

“YAH!!!!”

 

 

Benarkan! Cara ini memang ampuh untuk membangun kannya. “Menyingkirlah Cho kyuhyun. kau benar-benar mesum!” sungutnya kesal. Aku tersenyum manis pada nya, entah kenapa aku saaaangat suka jika melihat wajah kesalnya. “Itu karena kau tidak mau bangun. Palli!” perintah ku.

 

Dia masih mengerucutkan bibirnya kesal dan belum berniat beranjak turun. “Kenapa diam saja?” tanyaku lagi. Dia masih diam dan menatap ku aneh.

 

“Kyu..”

“Hem?”

“Jika aku melakukan kesalahan, apa kau akan memaaf kan ku?”

 

Aku mengerutkan dahiku bingung, kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu. Dari tadi malam aku sudah merasa ada yang aneh darinya. “Wae? kenapa bertanya seperti itu?” tanya ku sambil mengusap pelan pipinya.

 

“Annio, hanya ingin mendengar jawaban mu saja”

“Eum. Aku akan memaafkan mu”

“Jinja?! Kau tidak berbohongkan? Meskipun nantinya itu akan menyakitimu?”

 

Benar kan? Semakin lama pertanyaannya semakin aneh. Apa ada sesuatu yang di sembunyikannya dari ku? aku menghela nafas dan menatap matanya dalam. “Kau tau aku mencintai mu kan?” tanyaku lembut.

 

“Eum”

 

“Kalau begitu seharusnya kau tau apa jawabannya. Kau tau? jika ada kata yang melebihi arti cinta. Maka aku akan mengatakan itu padamu. Kau! sudah menjadi sebahagian dari tulang rusukku. Jika kau tidak ada, maka aku tidak dapat bertahan untuk hidup”

 

Dia tersenyum, ada sebuah kelegaan yang tersirat disana. Aku tidak tau kenapa dia seperti ini, tapi yang jelas aku akan melakukan apapun untuknya asal dia tetap berada disamping ku.

 

“Gomawo. Aku mencintai mu” ucapnya manis dan mengecup pipiku singkat.

“Eiy, kenapa hanya di pipi? Tidak ada morning kiss untukku, eo?”

 

Dia menyipitkan kedua mata bulatnya padaku, “Morning kiss mwoya? Kau bahkan sudah mencium ku berulang-ulang tadi” sungutnya.

 

“Ahhh berarti kau tadi hanya berpura-pura tidur agar aku melakukan itu kan, hem? Kau benar-benar mesum Nyonya Cho!” goda ku.

 

 

 

 

AUTHOR POV

 

Suasana di meja makan mendadak hening saat Kyuhyun dan Je wo bergabung, terlebih Lee sera dan Yeong mi. Kedua orang itu tidak henti-hentinya melemparkan tatapan tidak sukanya terhadap Je wo. “Mertuamu ada disini pun kau tetap saja terlambat bangun?” ucap Nenek memulai pembicaraan. Dan seperti biasa, dia selalu berusaha mencari-cari kesalahan Je wo.

 

“Aigo~ kenapa nenek berbicara seperti itu? Seharusnya Nenek memaklumi mereka. Mereka ini kan masih pengantin baru. Jadi wajar saja kalau sering bangun kesiangan” ujar Siwon.

 

“Ne! kau benar Siwon-ah..” sambung Kyuhyun.

 

Je wo hanya diam saja, tidak mau mengangkat kepalanya sama sekali. ia terlalu takut untuk sekedar menatap wajah-wajah orang yang ada di hadapannya. Terlebih lagi Siwon, perasaan sesak selalu menyelimutinya setiap kali melihat wajah namja itu.

 

“Huwaaaaaaaaa”

 

“Eo? Sera-ya, sepertinya Ji hoon bangun” tegur Ki ho.

 

“Huwaaaaaaaaaa”

 

Suara lengkingan seorang bayi terdengar, jantung Je wo mendadak berdenyut saat mendengar lengkingan suara itu, denyutan yang begitu perih hingga ia tanpa sadar meremas dadanya sendiri. “Ahh mianhae Ji hoon-ah.. Mommy meninggalkan mu sendirian ya? Aigo~ anak Mommy tidak boleh menangis ne?”

 

Je wo memandang terpaku pada Sera yang sedang membujuk anaknya yang menangis tak henti. Belum lagi kali ini Siwon menghampiri Sera dan ikut membujuk anaknya. “Gwencanha Hoon-ah, Daddy sudah disini ne? ahh anak Daddy sudah besar rupanya” Siwon menimang-nimang tubuh anaknya keudara, membuat Ji hoon akhirnya berhenti menangis dan mulai tertawa.

 

Kyuhyun tersenyum geli melihat keluarga kecil itu, “Senang sekali sudah memiliki keluarga yang lengkap seperti itu” gumamnya pelan. “Kalau begitu cepat katakan pada istri mu untuk segera mengandung, jangan hanya bisa bermalas-malasan saja” sambung Nenek. Kyuhyun berdecak kesal dan merangkul bahu Je wo. “Tentu saja! Kami akan memberikan kalian Cucu yang tidak akan kalah tampannya dari Siwon”  mendengar itu hati Je wo kembali mencelos, ia meneguk minumannya dengan berat. Sedangkan Yeong mi memusatkan pandangan tajamnya pada wajah Je wo.

 

Matanya tidak dapat melepas pandangannya dari wajah mungil anak itu. Apalagi saat Ji hoon mulai bergabung disana, dan kali ini perasaan yeoja itu semakin tak tentu arah. “Ji hoon selalu seperti ini kalau tidak melihat keberadaan kami saat ia bangun” Ucap Siwon sambil memangku anaknya. Tangan mungil Ji hoon menggapai-gapai ingin meraih gelas milik Daddy nya.

 

“Ini?” tunjuk Kyuhyun pada gelas yang ada dihadapan Siwon. Ji hoon mengerjapkan mata bulatnya pada Kyuhyun. “Omona~ kau benar-benar menggemaskan” ujar Kyuhyun sambil mencubit kedua pipi keponakannya. “Siwon-ah.. berikan dia pada ku, aku ingin menggendongnya” ucap Kyuhyun.

 

Dan ucapan Kyuhyun berhasil membuat ketiga yeoja yang ada di meja makan itu terpekik kaget. Je wo semakin menegang saat membayangkan Kyuhyun menggendong anak itu dan mungkin saja akan menyerahkannya pada Je wo. Siwon mengangkat tubuh Ji hoon dan berniat menyerahkannya pada Kyuhyun.

 

“Chankkaman Oppa!” teriak Sera kuat, membuat semua mata tertuju padanya. Yeoja itu menelan ludah gugup saat merasakan tatapan aneh keluarganya. “Eum.. Ji hoon belum mandi, dan aku takut dia akan mengompoli mu Kyu” ucapnya beralasan. “Sera benar, nanti kau akan kerepotan jika harus mengganti bajumu. Sera-ya. Cepat mandikan Ji hoon” perintah Yeong mi. Sera cepat-cepat mengangguk dan mengambil Ji hoon dari tangan Siwon.

 

“Mianhae Kyu, nanti setelah dia mandi, kau bisa menggendongnya”

 

 

 

SHIN JE WO POV

 

 

“Ck! Kenapa menggendong saja tidak boleh? Memangnya aku akan menyakitinya?” dari tadi Kyuhyun tidak henti-hentinya menggerutu karena kejadian tadi. Dia masih kesal karena di larang menggendong Ji hoon.

 

Ji hoon, Choi Ji hoon. Jadi itu namanya? Dia sangat lucu dan menggemaskan. Matanya bulat dan bersinar tajam, mirip dengan Daddy nya. Dan wajahnya juga amat sangat mirip dengan Siwon Oppa, hanya dagunya saja yang mirip dengan…

 

Tidak! Aku tidak boleh mengungkit itu lagi. Aku sudah menikah dengan Kyuhyun dan nantinya aku juga akan memiliki keluarga kecil bersamanya. “Sayang..” panggilnya. “Hem?” dia menatap ku dengan tatapan kekanakan yang ia miliki. Pasti akan meminta yang aneh-aneh.

 

“Aku ingin segera punya anak”

 

Benar kan? Aku sudah amat sangat tau apa isi kepala si bodoh ini.

 

“Kau pikir setelah kau mengatakan itu maka taraaaaaa akan ada seorang anak yang turun dari langit untuk mu? Cih! Pabo”

 

Dia mengerucutkan bibirnya kesal. Menghempaskan selang air yang ada ditangannya. Saat ini kami sedang berada di taman belakang rumah untuk menyirani tanaman Nenek. “Aku juga tau, maksud ku.. Eummm bagaimana kalau kita mulai menjalankan program membuat anak?” belum sempat aku melayangkan pukulan ku pada kepala si bodoh ini, suara tawa seseorang menghentikan ku.

 

“Hahahaha aigo~ kau kekanakan sekali Kyuhyun-ah..”

 

Kenapa dia harus mendatangi kami? Ya Tuhan, bisakah kau menjauhkan namja ini untuk sementara dari kehidupan ku?!

 

“Yah! Siapa yang kau sebut kekanakan eo?”

“Tentu saja kau, bagaimana bisa kau membicarakan hal seperti itu disini?”

 

Aku mengambil selang air yang di buang Kyuhyun tadi dan mencoba menyingkir dari sana, membiarkan mereka berdua saling berbincang dan perlahan meninggalkan tempat itu. Aku berniat masuk kekamar ku untuk mencuci tangan ku namun suara tawa bayi menghentikan langkah ku.

 

Aku mengitari seisi rumah mencari dimana asal suara itu dan ternyata suara itu berasal dari dekat jendela rumah. Anak itu, sedang duduk memandang keluar jendela dengan santai, tangan kirinya menggenggam boneka beruang kecil berwarna coklat dan sebelahnya lagi menyanggah tubuhnya pada celah jendela bawah. Aku terpaku menatap tubuh mungilnya disana. Dan tanpa kusadari kaki ku melangkah begitu saja mendekatinya. Dan saat jarak ku dengannya semakin dekat maka semakin kuat pula denyutan-denyutan menyakitkan di jantung ku.

Aku menurunkan tubuhku, mensejajarkan dengannya agar bisa lebih dekat melihat wajahnya. “Ji hoon-ah.. annyeong” ucap ku parau. Dia menoleh padaku dan menatap ku polos. Ya tuhan! Dia menatap ku saja aku sudah merasa sebahagia ini. aku mencoba mengulurkan tangan ku sekuat tenaga pada wajanya, dan saat kulit tanganku bersentuhan dengan permukaan wajahnya. Rasanya tubuh ku seperti tersengat listrik. Aku tidak dapat mencegah air mataku yang mendesak keluar. Dan keberanian ku bertambah gila saat melihat senyum manisnya. Aku mengangkat tubuhnya dan menggendongnya. Memeluknya erat seperti tidak ingin melepaskannya lagi.

 

“YAH APA YANG KAU LAKUKAN?!!!”

 

Teriakan kuat itu berhasil membuat ku tersentak kaget. Aku membalikkan tubuhku kebelakang dan mendapati sosok Lee sera manatap ku bengis.

 

“Mi-mianhae.. aku han_”

 

“LEPASKAN ANAK KU!!!”

 

Suara Sera berhasil membuat seisi rumah berdatangan kesini, ku lihat Kyuhyun dan Siwon Oppa juga ikut menyaksikan ini. “Sera-ya? Waeo? Kenapa kau berteriak seperti itu?” tanya Siwon Oppa padanya. Namun sepertinya dia sudah sangat marah padaku. dia bahkan segera menghampiriku dan menatap tajam padaku.

 

“KAU TIDAK MENDENGAR KU HAH? AKU BILANG LEPASKAN ANAKKU!!!” teriaknya murka.

 

“Mianhae Sera-ya, aku hanya ingin_”

“LEPASKAN!!!”

 

 

“YAH HENTIKAN”

 

 

Aku semakin kebingungan saat mendengar teriakan Kyuhyun, apalagi melihat dia berjalan mendekati kami dengan tatapan marahnya. Aku tau dia pasti akan segera mengamuk. “Apa yang kau lakukan? Dia hanya menggendong anak mu kenapa kau harus membentaknya seperti itu?! Kau pikir dia akan menyakiti anak mu?” teriak Kyuhyun pada Sera.

 

“Kyu..” gumam ku.

 

Kyuhyun mengambil Ji hoon secara paksa dari gendongan ku, membuat anak itu menjerit takut atas perbuatannya. Dengan kasar Kyuhyun menyerahkan Ji hoon pada Sera dan menatap yeoja itu emosi. “Aku akan menjamin istriku tidak akan pernah menyentuh anak mu! Jadi jangan pernah kau membentaknya seperti itu lagi di hadapan ku, atau kau! akan berurusan dengan ku” aku benar-benar tidak tau harus berbuat apa saat ini.

 

Kyuhyun menarik tanganku paksa masuk kekamar kami, hatiku semakin mencelos saat mendapati ibu mertuaku dan Nenek menatap tajam padaku.

 

 

 

 

 

AUTHOR POV

 

 

“Sebenarnya apa yang terjadi Sera-ya? Kenapa kau harus sekasar itu pada Je wo?” tanya Siwon pada istrinya. Kini Sera seperti sedang di introgasi oleh keluarganya. Ia duduk sambil memeluk erat Ji hoon. “Aku tidak mau dia menyentuh anak ku Oppa, tidak mau” ucapnya lirih. “Tapi kenapa? Ji hoon juga keponakan mereka kan? Lagi pula mereka tidak mungkin menyakiti Ji hoon” ucap Siwon frustasi. Sera menggelengkan kepalanya dan bersikeras menolak ucapan suaminya.

 

“Sudahlah Siwon-ah.. jangan menekannya lagi. Biarkan dulu keadaan tenang, setelah itu akan kita bicarakan lagi” ujar Ki ho. “Appa mu benar sayang, lebih baik bawa Sera masuk kekamar” perintah Yeong mi. siwon mengangguk dan membawa Sera menuju kamar mereka. “Anak itu selalu saja mencari masalah! Apa salah keluarga kita harus mendapatkan menantu seperti dia?” ucap Nenek panjang lebar. “Omma! berapa kali aku harus mengatakan padamu untuk tidak menyalahkan Je wo, kau bisa menyakiti Kyuhyun kalau seperti ini” jawab Ki ho pada Ibunya. Selama ini Ki ho memang selalu membela Je wo jika Nenek mulai menyindir ataupun menyalahkan Je wo.

 

Sementara itu Yeong mi terus mengepalkan tangannya kuat menahan emosi. Dia merasa Je wo mulai berulah pada keluarganya. Pikiran wanita paruh baya ini mulai bekerja untuk menyingkirkan Je wo dari keluarganya.

 

 

 

 

CHO KYUHYUN POV

 

 

 

“Jangan seperti ini Kyu, ini hanya salah paham saja”

“Salah paham? Dimana letak kesalah pahamannya?! Kau hanya menggendong anaknya, tapi kenapa dia harus membentak mu seperti itu? Aku saja yang suami mu tidak pernah membentak mu sekeras itu”

 

Dadaku naik turun menahan emosi. Perlakuan Sera pada Je wo benar-benar menyulut emosi ku. aku tidak suka istriku di perlakukan seperti itu oleh orang lain.

 

“Aku mengerti, tapi mungkin Sera hanya salah paham saja, tadi aku terlalu tinggi menggendong Ji hoon, mungkin dia merasa Khawatir pada anaknya. Sera dan Siwon Oppa baru saja kembali Kyuhyun-ah.. tidak baik kalau kita sudah memiliki hubungan seperti ini pada mereka”

 

Aku mendengus kesal dan berjalan mendekati jendela yang terbuka, menghirup udara luar dan menyimpannya di rongga-rongga paru-pru ku untuk sedikiti meredam emosi ku. kurasakan sebuah lingkaran hangat pada pinggangku. Je wo memeluk tubuhku dari belakang dan menyenderkan dagunya di atas bahu ku.

 

“Mianhae…” gumamnya.

 

“Kau tidak bersalah.. untuk apa meminta maaf”

 

Aku memiringkan kepala ku, menatap wajahnya dari samping. Tanganku terulur pada wajah putihnya dan mengusap lembut pipinya. “Aku tidak suka ada yang memperlakukan mu seperti itu sayang, hati ku sakit jika melihat mu di perlakukan kasar oleh orang lain. Tidak perduli dia keluarga ku atau bukan, kau istriku. Maka kehormatan mu ada ditangan ku, dan aku tidak mau ada yang merusak itu” dia mengangguk pelan dan semakin mengeratkan pelukannya.

 

 

 

 

SHIN JE WO POV

 

“Huweeee”

 

“Tenanglah sayang… kenapa malam ini kau rewel sekali Eo? Mommy hari ini sangat lelah. Kita tidak boleh mengganggunya”

 

Samar-samar aku mendengar suara berisik dari luar. Ini sudah hampir tengah malam, kenapa ada suara-suara aneh dari luar? Karena penasaran aku beranjak dari ranjang dan keluar untuk memastikan. Ku lihat lampu ruang keluarga menyala terang. Pasti ada orang disana. Ke dekati ruangan itu dan setelah melihat apa yang terjadi disana, kaki ku berhenti begitu saja.

 

“Jangan menanis lagi Ji hoon-ah.. ini sudah malam”

 

“Huweeeee”

 

Aku berdiri terpaku di sini, menatap punggung namja itu yang sibuk membujuk anaknya yang tidak berhenti menangis. Setiap lengkingan tangisannya seperti menaruh sebuah sayatan mengerikan pada jantungku. Aku tidak tahan mendengar tangisannya hingga tanpa kusadari kaki ku melangkah sempurna mendekati mereka.

 

“Oppa..”

 

Siwon Oppa sedikit tersentak melihat keberadaan ku disini. “Eo? Kenapa ada disini? Ahh kau terbangun karena mendengar suara tangis Ji hoon? Mianhae.. aku tidak tau kenapa malam ini dia tidak mau tidur dan merengek terus” jelasnya padaku. aku menganggukkan kepala ku pelan dan menatap wajah bocah kecil yang ada dalam gendongannya itu. Mata kami bertemu satu sama lain, dan anehnya tangisannya berhenti begitu saja saat melihat ku.

 

“Eo? Dia sudah berhenti menangis” ucap Siwon Oppa girang.

 

Tangan Ji hoon menggapai-gapai di udara seperti ingin menyuruhku untuk menggendongnya. Aku menggigit bibir bawah ku menahan desakan air mata yang sudah hampir menerobos keluar. “Sepertinya dia menyukaimu. Kau tidak ingin menggendongnya?” aku menatap Siwon Oppa tidak percaya. “B-bolehkah?” Siwon Oppa tersenyum manis pada ku dan menyerahkan Ji hoon dalam gendongan ku.

 

Bocah itu tersenyum padaku. dan menepuk-nepuk pipiku pelan, membuat aku tersenyum haru padanya. “Kau tampan sekali..” gumam ku lirih. “Hem! Dia tampan seperti ku” ucap Siwon Oppa. aku mengalihkan tatapan ku padanya. Benar, Ji hoon memang sangat mirip dengannya. Entah kenapa kami saling pandang satu sama lain. Ada perasaan aneh yang menyelimutiku saat menatap wajahnya. Rasa bersalah…

 

“Se-sepertinya Ji hoon tertidur”

 

Aku tersentak dari lamunanku dan melirik pada Ji hoon yang sudah terlelap di gendongan ku. aku tersenyum tipis saat melihat wajah mungilnya yang damai saat tertidur. “Ini Oppa, sebaiknya bawa kekamar saja. Nanti dia bisa masuk angin kalau berlama-lama di luar” ucapku sambil menyerahkan Ji hoon padanya. Andai saja dia mengijinkan, aku ingin membawa Ji hoon tidur bersama ku. tapi sepertinya itu tidak mungkin.

 

 

 

 

AUTHOR POV

 

 

Siwon memandang wajah damai anaknya yang terlelap. Sesekali mengusap lembut wajah mungil itu. “Aneh! Kenapa saat bertatapan dengannya aku merasa ada yang janggal? Ada sebuah perasaan dingin yang menyelimuti ku setiap berdekatan dengannya. Tapi apa?” gumamnya pelan.

 

 

 

 

 

“Shin je wo”

 

“Ne?”

 

Je wo menatap wajah Ibu mertuanya dengan cemas. Mereka semua sedang menikmati sarapan pagi, hanya Sera dan Ji hoon saja yang tidak ada disana. “Hari ini kau tidak usah pergi kekantor” ucap Yeong mi sebiasa mungkin. Je wo mengerutkan dahinya aneh mendengar ucapan Ibu mertuanya itu.

 

“Waeo Omma? di kantor sedang banyak pekerjaan yang harus di selesaikan olehnya” ujar Kyuhyun. Yeong mi tersenyum tipis pada Kyuhyun. “Yah! Kau tidak mengijinkan Omma untuk berdekatan dan mengenal lebih jauh menantu ku eo?” ucapnya sambil tersenyum. Kyuhyun yang mendengar itu tersenyum lebar pada Ommanya. Merasa bahagia karena Ommanya memberi respon yang baik pada istrinya. Begitu pula Siwon dan Ki ho.

 

“Omma memang harus lebih dekat dengan Je wo, kau tenang saja. Hari ini aku mulai bergabung di perusahaan. Jadi mungkin aku bisa membantu pekerjaan istri mu” sambung Siwon.

 

Tapi berbeda dengan Je wo. yeoja itu menegang di tempatnya, ia berkali-kali meneguk minumannya gusar. Bukan! Bukan itu yang ingin dilakukan Ibu mertuanya itu padanya. Ia yakin jika Yeong mi sedang merencanakan sesuatu. “Sayang! Hari ini kau dirumah saja ne? habis kan banyak waktu bersama Omma” ucap Kyuhyun padanya. Dengan berat hati Je wo mengangguk.

 

 

“Kyu..”

 

Je wo menarik ujung baju Kyuhyun saat Kyuhyun hendak masuk kemobilnya. “wae?” tanya Kyuhyunn. Je wo menunduk sambil memainkan ujung kuku-kukunya. “Eum.. bagaimana kalau hari ini kau tidak usah bekerja?” tanyanya pelan. “Mwo? Tidak usah bekerja? Hei! Memangnya kau pikir siapa yang nantinya akan mengerjakan tugas-tugas kantor mu kalau bukan suamimu ini?” ucap Kyuhyun sambil menyentil dahi Je wo pelan. membuat yeoja itu mengerucutkan bibirnya kedepan.

 

“Lagi pula hari ini kan hari spesial untuk mu dan Omma, jadi aku tidak ingin merusaknya. Aku senang sekali jika kau memilki hubungan yang baik dengan Omma” ucap Kyuhyun penuh harap. Melihat itu Je wo merasa bersalah pada Kyuhyun. “Arraseo.. aku akan melakukan yang terbaik hari ini” ucapnya penuh keyakinan. “Yasudah! Sana cepat pergi. Nanti kau terlambat kekantor” sambungnya lgi.

 

“Eiy! Tidak ada ciuman selamat jalan untuk suamimu eo?”

“Mwo?! Benar-benar mesum!! yah sudah sana pergi!!”

 

Kyuhyun terkekeh kuat memasuki mobilnya. Je wo melambaikan kedua tangannya pada mobil suaminya yang mulai menjauh. “Aku akan melakukannya dengan baik Kyu! aku berjanji!”

 

“Kau!”

 

Sebuah suara berat terdengar dari belakang yeoja itu, membuat ia memutarkan tubuhnya kebelakang. Yeong mi berdiri angkuh di ambang pintu menatap tajam padanya.

 

“Cepat masuk”

 

 

 

 

 

 

Sansam?”  (Ginseng gunung)

 

“Benar! Aku sedang membutuhkan itu untuk kesehatan ku sekarang. Dan kau! harus mendapatkannya untuk ku” ucap Yeong mi tajam. Sera terkekeh pelan dari sudut ruangan. Je wo menoleh padanya sekilas. Yeoja itu sedang bermain bersama anaknya namun tetap menatap bengis pada Je wo.

 

“Tapi.. itu sangat sulit dicari, Nyonya” ucap Je wo pelan.

 

“Aku tidak perduli, atau kau.. ingin aku mengatakan pada Kyuhyun kalau kau menolak perintah ku. kau tau? Kyuhyun sangat tidak suka ada yang berani melawan pada Ommanya”

 

Je wo menatap tajam Ibu mertuanya itu. Sekalipun dia adalah Ibu dari suaminya, namun saat ini wanita itu sudah sangat keterlaluan. Baru saja Je wo berniat membalas ucapan Yeong mi namun tiba-tiba saja dia teringat pada ucapan suaminya tadi.

 

 

“Aku senang sekali jika kau memilki hubungan yang baik dengan Omma”

 

Je wo menghembuskan nafas berat sebelum mengangguk pelan.

 

“Baiklah! Akan kucarikan untuk mu”

 

“Dan ingat! Kau jangan pernah coba untuk kembali pulang sebelum mendapatkannya”

 

 

Yeong mi tersenyum licik saat melihat Je wo pergi keluar dari rumah untuk menjalankan perintahnya. “Omma, sepertinya dia akan kesulitan mencarinya” ucap Sera yang berdiri disampingnya. “Tentu saja. Jika perlu dia tidak usah kembali lagi kesini” ujar Yeong mi sinis.

 

“Sepertinya kalian juga tidak menyukainya”

 

Tubuh Yeong mi dan Sera mendadak membeku mendengar suara renta dari belakang punggung mereka.  “Ommeoni?” gumam Yeong mi tercekat. Nenek tersenyum tipis dan menepuk pundak Yeong mi.

 

“Gwencanha! Kita singkirkan dia dari rumah ini”

 

 

 

 

SHIN JE WO POV

 

 

“Shin je wo! kau pasti bisa huwaiting!!”

 

Aku tau ini akan sangat sulit, mengingat jika sansam sangat sulit di temukan di toko-toko obat. Mencari tumbuhan ini ya harus pergi langsung ke gunung agar mendapatkannya. Belum lagi harus mencarinya sendiri dan menjalankan beberapa ritual selama mencarinya.

 

“Tidak apa-apa. Asalkan Kyuhyun bahagia maka aku harus berhasil melakukannya”

 

 

 

 

 

CHO KYUHYUN POV

 

 

“Kami pulang~”

 

Hari ini benar-benar melelahkan! Banyak sekali pekerjaan dikantor yang harus di selesaikan. “Eoh? Kalian sudah pulang?” sapa Nenek pada kami. Sera mendekati Siwon dan membantu suaminya membukakan jasnya, begitu juga dengan Omma yang menyambut Appa.

 

Ku edarkan pandangan ku kesekitar, mencari keberadaan Je wo. tapi sepertinya dia tidak ada disini. “Mungkin dikamar” gumam ku. aku segera masuk kemar kami mencarinya. Tapi dia tidak ada. “Sayang.. kau didalam?” ke ketuk berkali-kali pintu kamar mandi tapi tidak ada sahutan. Kerena tidak sabar aku membukanya langsung dan mataku melebar karena tidak dapat menemukannya.

 

“Kemana dia?”

 

Aku kembali keluar dan menghampiri yang lain. “Omma,  kemana Je wo?” tanya ku pada Omma,  “Je wo? oh! Omma juga heran melihat istrimu. Tadi pagi setelah kau pergi kekantor, Omma meminta tolong padanya agar membelikan Omma insam, tapi entah kenapa sampai sekarang dia belum juga pulang” (Ginseng merah)

 

“Insam?” tanya ku.

 

Kenapa perasaan ku menjadi tidak enak seperti ini? ku rogoh saku celana ku dan mengambil ponsel ku untuk menghubunginya. “Ck! Kenapa tidak aktif?” umpat ku. apa terjadi sesuatu padanya? Ya Tuhan Shin je wo! apa yang kau lakukan saat ini?!

 

 

 

 

SHIN JE WO POV

 

 

“DAPAT!!”

 

Aku meloncat girang setelah menemukan Ginseng ini. “Akh! Punggung ku..” bodoh! Saking senangnya aku lupa kalau punggungku sedang sakit karena seharian ini mencari tanaman menyebalkan ini. belum lagi keadaan ku saat ini yang sangat… kacau! Pakaian ku kotor, kaki ku berkali-kali keseleo saat menaiki Gunung ini. dan seluruh tubuhku sudah amat sangat pegal.

 

Aku bahkan tidak menyadari jika ini sudah malam. Ya Tuhan! Bagaimana kalau Kyuhyun sudah pulang?  “Aku harus segera sampai kerumah secepatnya”

 

 

 

 

AUTHOR POV

 

 

Kyuhyun berjalan kesana-kesini tak tentu arah, sesekali mencoba menghubungi istrinya namun sayangnya ponsel istrinya belum juga aktif. “Kemana kau sebenarnya?!” sungutnya kesal. Beragam kecemasan menyelimuti hati dan pikirannya. Hari sudah larut namun istrinya belum juga pulang.

 

“Tenanglah Kyu, mungkin dia sedang berada di perjalanan pulang” ucap Siwon menenangkan. Namun Kyuhyun sama sekali tidak yakin. “Tidak Siwon-ah! Dia tidak pernah seperti ini sebelumnya” ucapnya yakin.

 

Sementara itu, ketiga yeoja yang juga berada diruangan itu saling tersenyum licik. Ini yang mereka inginkan, sebuah kesalahan yang dilakukan Je wo yang akan membuat Kyuhyun marah padanya dan berakhir dengan kepergian Je wo dari rumah ini.

 

“Aku pulang..”

 

Sontak seluruh keluarga menolehkan pandangan mereka pada pintu, Je wo berdiri mematung di sana sambil menatap mereka satu persatu. Sementara itu Kyuhyun menatap istrinya dengan tatapan yang tidak adapat diartikan. Perlahan Je wo berjalan mendekati suaminya yang dari tadi hanya menatapnya aneh.

 

“Maaf.. aku terlambat pulang”

 

“Apa yang kau lakukan diluar sana hingga pulang selarut ini? kau tidak tau kalau suamimu sangat mencemaskan mu? Cish! Benar-benar tidak berguna”

 

Mendengar itu Je wo hanya menundukkan kepalanya.

 

Kyuhyun masih menatap Je wo dengan intens, hatinya tertohok melihat penampilan istrinya yang sangat kacau. “Dariman saja?” tanyanya pelan dan membuat Je wo akhirnya berani mengangkat kepalanya. “Aku mencarikan ini untuk Omma” ucap Je wo menunjukkan Ginseng yang berhasil ia temukan. Melihat Je wo yang menunjukkan Ginseng itu, Kyuhyun melebarkan matanya.

 

Sansam?”

 

Kyuhyun menolehkan kepalanya kearah Yeong mi yang mulai menegang. “Omma, bukannya kau mengatakan kau hanya menyuruhnya mencari Insam?” tanya Kyuhyun curiga. Nafas Yeong mi seakan tercekat mendapat pertanyaan seperti itu dari Kyuhyun. “I-itu, Omma memang menyuruhnya mencari Insam, iya kan? Kenapa kau malah mencari Sansam nak?” tanya Yeong mi berpura-pura. Mendengar itu Je wo membulatkan kedua matanya. Ia menatap Kyuhyun yang sedang menunggu jawaban darinya.

 

“Benar?” tanya Kyuhyun.

 

Je wo menarik nafas dalam sebelum mengangguk pelan. “Eum benar” ucapnya lirih. “Lalau kenapa kau harus mencari Sansam untuk Omma?” tanya Kyuhyun lagi. Entah kenapa namja itu tidak sepenuhnya yakin dengan yang diucapkan Ommanya. “Itu.. aku pikir Sansam akan lebih baik untuk kesehatan Omma, jadi.. aku putuskan untuk mencarikannya” ucap Je wo berbohong.

 

 

 

 

*****

*****

Je wo menyenderkan tubuhnya di sofa panjang yang berada di kamarnya, ia baru saja selesai mandi dan membersihkan diri. Di luruskannya kakinya kedepan dan memijitnya pelan. “Ommo~ sakit sekali” gumamnya. Suara decitan pintu memaksa yeoja itu menoleh kesana. Ia melihat Kyuhyun masuk dengan membawa sebaskom air ditangannya.

 

“Turunkan kaki mu”

 

Je wo menatap Kyuhyun tidak mengerti. “Tidak dengar?” ucap Kyuhyun lagi. Perlahan-lahan Je wo menurunkan kakinya kebawah, setelah itu Kyuhyun mengangkat kakinya dan memasukkannya kedalam air hangat yang ada di baskom itu. “Ahhh Saranghanda~” gumam Je wo yang merasakan nyaman dengan pijatan Kyuhyun pada kakinya.

 

Namun yeoja itu mengernyit aneh karena dari tadi Kyuhyun sama sekali tidak mengatakan apapun. “Kau marah?” tanyanya pelan. Kyuhyun tidak merespon dan tetap sibuk memijat kaki Je wo. “Mianhae..” sambung Je wo lagi. Dan namja itu masih belum meresponnya. Melihat itu Je wo menarik kakinya dari tangan Kyuhyun. membuat namja itu kini menatap wajahnya.

 

“Tidak usah melakukannya jika kau marah pada ku” ucap Je wo lirih.

 

Kyuhyun mendesah gusar dan menarik paksa kaki Je wo agar kembali masuk kedalam air hangat itu. Melakukan kegiatannya lagi memijiti kaki istrinya “Aku tidak marah! Aku bahkan sudah tidak punya tenaga untuk memarahimu” ucapnya dan membuat Je wo tersenyum tipis.

 

“Aku hanya tidak habis pikir dengan jalan pikiran mu, untuk apa kau harus susah payah mencari sebuah Ginseng sampai harus membuatmu seperti ini.apa kau tau bagaimana cemasnya aku saat kau belum juga pulang? Ponsel mu tidak aktif dan aku sama sekali tidak tau harus mencari mu kemana”

 

“Bagaiaman jika terjadi sesuatu pada mu? Bagaimana jika aku tidak dapat menyelamatkan mu jika ada yang mengganggumu? Aku bahkan nyaris gila memikirkan semua itu. Dan yang lebih parahnya lagi bagaimana jika aku kehilangan mu?!”

 

Kyuhyun menengadahkan kepalanya keatas, menatap wajah Je wo lirih. Kecemasan masih terukir jelas di wajahnya. “Tapi aku baik-baik saja kan? Maaf aku sudah membuat mu cemas. Aku hanya ingin memberikan yang terbaik untuk mu. Kau bilang kau akan senang kan jika melihat aku memiliki hubungan yang baik dengan Omma? aku melakukan itu demi kau” Kyuhyun berdiri dan merengkuh tubuh Je wo. memeluk tubuh itu dan menenggelamkan wajahnya pada pundak istrinya.

 

“Jangan lakukan ini lagi. Aku benar-benar tidak sanggup jika semua pikiran bodoh ku itu terjadi padamu” bisik Kyuhyun padanya. Je wo mengangguk pelan dan membalas pelukan suaminya hangat.

 

 

 

 

SHIN JE WO POV

 

Aku dan Kyuhyun baru saja pulang dari kantor dan ingin masuk kemar. Namun saat melewati ruang tengah. Aku melihat bocah itu duduk sendirian di sofa di temani sebuah boneka. Dia menatap ku dengan mata bulatnya sambil menggigit jari telunjukknya. Entah kenapa tiba-tiba aku menarik lengan Kyuhyun, menghentikan langkahnya. “Wae? tanya Kyuhyun tidak mengerti pada ku.

 

Aku melemparkan pandangan ku pada bocah itu.

 

 

“Tidak!” ucap Kyuhyun seperti mengerti dengan maksud ku.

“Hanya sebentar..” rengek ku padanya.

 

Aku tidak tau kenapa setiap melihatnya aku selalu ingin menggendongnya dan memeluknya. Kyuhyun menatap ku tajam dan menggeleng tegas. “Aku tidak mau Ibunya menyalahkan mu lagi. Lagi pula kenapa kau sangat tertarik pada Ji hoon? Aku tau dia menggemaskan. Tapi aku tidak mau mendengar Ibunya meneriakimu seperti kemarin. Dan lagi! Aku bisa memberikan anak padamu yang lebih menggemaskan darinya” aku memukul lengan Kyuhyun pelan dan mengerucutkan bibir ku kesal.

 

Dia mengedikkan bahunya dan menarik tangan ku. namun belum sempat kami melangkahkan kaki, suara tangis Ji hoon terdengar. “Huweeeeee” mendengar itu aku dan Kyuhyun refleks kembali menoleh padanya. Kaki ku bergerak dengan sendirinya menghampiri Ji hoon. Menggendongnya dan menepuk-nepuk pelan punggungnya. “Aigo~ kenapa Ji hoon menangis? Uljima~” bujuk ku.

 

Aku melirik Kyuhyuh yang masih berdiri di tempatnya. “Dia menangis” ucap ku pelan agar dia tidak memarahi ku. Kyuhyun menghela nafas malas sebelum memutuskan menghampiri kami. “Kenapa kau tiba-tiba menangis?” tanya Kyuhyun sambil mengelus pelan kepala Ji hoon. Aku tersenyum tipis melihat ekspresi Kyuhyun terhadap Ji hoon.

 

Akhirnya aku dan Kyuhyun memutuskan bermain-main dengan anak ini di sofa. Kyuhyun terlihat sangat antusias bermain dengan Ji hoon. Dia mati-matian berusaha membuat anak ini tertawa.

 

“Asik sekali?”

 

Aku dan Kyuhyun serempak menoleh kesamping dan mendapati Siwon Oppa tersenyum ramah pada kami. “Mianhae Siwon-ah,tadi Ji hoon menangis dan dia hanya sendirian disini. Jadi kami bermain sebentar dengannya” ucap Kyuhyun.

 

Siwon oppa tersenyum simpul dan duduk bergabung dengan kami. “Gwencanha.. kenapa harus minta maaf. Dia itukan juga keponakan mu” aku tersenyum senang mendengar ucapan Siwon Oppa. “Tapi.. istrimu..”

 

“Tidak apa-apa. Maaf atas perlakuan Sera pada Je wo beberapa hari yang lalu”

 

“Gwencanha Oppa, aku mengerti” ucap ku pada Siwon oppa. setelah itu aku kembali bermain dengan Ji hoon. Dia terlihat senang bermain dengan ku.

 

“Hei! Lihatlah, ada sesuatu yang mirip diantara wajah kalian” aku tersentak kaget saat mendengar Kyuhyun mengucapkan itu. “Hem! Kau benar. Kau juga menyadarinya? Aku juga merasa seperti itu dari kemarin” mendengar itu aku jadi semakin salah tingkah.

 

“Dagu dan kulit kalian.. sama!” ucap Kyuhyun.

 

 

“Oppa!”

 

Kami bertiga serempak menoleh pada Sera yang menatap tajam suaminya. Kyuhyun menyikut lengan ku dan memberikan ku kode agar menyerahkan Ji hoon pada Siwon Oppa. aku mengangguk mengerti dan segera menyerahkannya.

 

“Gomawo Oppa! kami kekamar dulu”

 

 

 

AUTHOR POV

 

 

“Apa yang Oppa lakukan? Kenapa Oppa membiarkan Je wo menyentuh Ji hoon?” sungut Sera pada suaminya. Siwon menggeleng frustasi pada istrinya. “Kau itu kenapa Chagi? Mereka itu adalah bibi dan paman Ji hoon. Jadi apa salahnya kalau mereka bermain-main dengan keponakan mereka?” ucap Siwon.

 

“Tapi  Ji hoon anak ku Oppa! dia anak ku!”

“Aku tau dia anak mu dan tidak ada yang meragukan itu!”

 

Bentakan Siwon membuat Sera tersentak. Ucapan Siwon barusan membuat hati Sera berdenyut perih. Kenyataan yang selalu ia pendam dari dulu terkuak lagi. Sera menundukkan kepalanya dalam sedang kan tangannya masih menggendong Ji hoon. Siwon tersadar dengan perlakukannya barusan. Di raihnya kedua bahu istrinya lembut dan membawanya kedalam pelukannya.

 

“Mianhae.. aku tidak bermaksud memarahimu Sera-ya.. aku hanya tidak ingin hubungan kita dan Kyuhyun menjadi buruk. Itu saja! Aku mohon mengertilah”

 

 

 

 

 

 

CHO KYUHYUN POV

 

 

PRANKKKKKK

 

 

Aku tersentak kaget mendengar suara pecahan kaca dari luar. Aku segera keluar mencari asal suara itu dan ternyata dari arah dapur. “Kau itu yeoja seperti apa?! Memasak saja tidak bisa, bahkan baru disuruh memegang piring saja kau sudah memecahkannya” aku berdiri mematung saat melihat Omma memarahi Je wo.

 

“Dia ini memang tidak berguna Yeong mi-ah.. aku saja sudah muak melihatnya!” tangan ku terkepal sempurna mendengar cacian Nenek padanya. Belum lagi Je wo dari tadi hanya menunduk dan tidak berani menjawab sedikit pun. “Kau bahkan tidak pantas berdampingan dengan anak ku”

 

“CUKUP!!!”

 

Bisa kulihat Omma, Nenek dan Je wo tersentak kaget menyadari keberadaan ku. “Aku sudah muak mendengar Nenek mencacinya terus menerus. Dia istri ku Nek! Apa tidak bisa kau menghargainya sedikit saja?!” kini aku menoleh pada Omma dan menatapnya nanar. “Bagaimana bisa Omma mengatakan itu pada menantu Omma sendiri” ucap ku miris.

 

“Jangan salah paham Kyuhyun-ah.. Omma hanya berusaha mengajarinya memasak dan kau lihat! Dia mengacaukan semuanya”

 

“Lalu apa Omma harus menghardikanya seperti itu? Bisakah kalian tidak memandang sebelah mata padanya?” tanya ku putus asa. Aku sudah lelah melihat perlakuan mereka pada Je wo.

 

“Tidak! Karena dia tidak pantas untuk mu!”

 

“OMMA!!!”

 

 

Ini, untuk pertama kalinya aku membentak Omma sekuat ini. Dan sekarang Appa, bahkan Siwon dan Sera sudah bedatangan. “Ada apa ini? kenapa pagi-pagi seperti ini kalian sudah membuat keributan?” tegur Appa.

 

“Lihatlah Yeobo.. Kyuhyun sudah berubah! Dia sudah tidak menghormati ku lagi. Kenapa kau tega membentak Omma seperti itu? Hanya kerena istrimu kau seperti ini nak? Kau sudah tidak menyayangi Omma lagi?”

 

Mata ku memanas mendengar suara Omma yang bergetar. Aku memang tidak pernah bersikap seperti ini sebelumnya. Tapi aku juga tidak mungkin berdiam diri saja melihat istriku di perlakukan seperti itu. “Kyu.. sebenarnya apa yang terjadi?” tanya Siwon pada ku.

 

“Maaf..” hanya itu yang dapat aku ucapkan sebelum menarik tangan Je wo agar keluar dari sana.

 

 

 

 

 

 

AUTHOR POV

 

 

Kyuhyun menyandarkan bahunya berat pada kursi kerjanya, memijit pelan dahinya dengan gusar. “Aku tidak bisa membiarkan hal ini terjadi terus menerus..” gumamnya. Namja itu memejamkan matanya perlahan, mencoba menenangkan pikiran-pikiran yang berkecamuk di kepalanya. Dan di saat sebuah ide melintas di pikirannya. Mata itu terbuka sempurna diiringi senyum miring khas seorang Cho kyuhyun.

 

 

************************************

 

“Sayang..”

“Hem?”

“Hari ini aku akan pergi untuk mengurus sesuatu, kau tidak apa-apakan kalau aku tinggal dirumah?”

 

Je wo yang mendengar itu sontak memutar tubuhnya menghadap pada suaminya. Ia mendekati Kyuhyun yang terlihat bersiap-siap untuk pergi. “Kau mau kemana? Aku ikut..” rengeknya. Kyuhyun menggeleng pelan dan tersenyum tipis. “Kau dirumah saja, ini harus aku lakukan sendiri. Arrachi?” Je wo mengerucut kesal dan menggeleng.

 

“Ini hari minggu Cho kyuhyun.. kau tega meninggalkan ku sendirian dirumah? Dan lagi… kau tau kan kalau..”

 

Je wo tidak melanjutkan ucapannya. Dia menatap suaminya dengan tatapan memelas, bermaksud agar Kyuhyun mau membawanya. Namun Kyuhyun tanya tersenyum simpul dan menangkupkan kedua tangannya pada wajah Je wo. “Bersabarlah.. hanya untuk hari ini. setelah itu aku berjanji padamu, kau tidak akan pernah disakiti oleh siapapun lagi. Hem?” Je wo mengernyit bingung dengan ucapan Kyuhyun. dia menatap polos suaminya.

 

“Eiy, jangan memasang tampang seperti itu dihadapan ku kalau kau tidak mau kita berakhir di atas ranjang.

 

Mendengar itu sebuah jitakan mendarat pada kepala Kyuhyun. “Dasar mesum!”

 

 

 

 

 

SHIN JE WO POV

 

 

“Kertas apa ini?”

 

Aku meraih beberapa kertas yang tercecer di lantai dan membalikkan kertas itu agar aku dapat melihat isinya. “I-ini?!” bibirku tersenyum begitu saja melihat wajah polos Ji hoon. Ternyata ini adalah foto-foto Ji hoon. Aigo~ dia benar-benar menggemaskan.

 

 

 

 

“Apa yang kau lakukan disitu?”

 

Aku tersentak saat mendengar suara Sera dari balik punggung ku. dengan cepat aku menyelipkan Foto-foto Ji hoon di pinggang celanaku. Aku tidak mau dia mengambil foto itu dari ku.

 

“Tidak ada.. memangnya apa yang aku lakukan?” ucap ku sebiasa mungkin.

 

Dia tersenyum sinis padaku. “Aku tidak menyangka kau berhasil mencuci otak Kyuhyun hingga dia menjadi anak pembangkang seperti itu” mataku melebar saat ia mengatakan itu padaku. Apa maksudnya mencuci otak Kyuhyun? dia ini… Haish!!

 

“Terserah kau mau menuduh ku apa. Aku tidak perduli” aku segera beranjak dari sana sebelum dia membuat emosi ku terpancing.

 

“Kau benar-benar wanita murahan!”

 

Dan ucapannya barusan bershasil membuat aku terpancing, aku mengepalkan kedua tangan ku kuat dan membalikkan tubuhku menghadapnya. “Mwo? Apa kau bilang?!” desis ku tajam.

 

“Kau murahan! yeoja yang tidak tau diri”

 

Aku tersenyum kecut dan mendekatinya, menatap tajam wajahnya yang sudah sangat ingin ku cakar itu. Dia mundur beberapa langkah hingga tubuhnya tersudut pada dinding.

 

“Sebenarnya siapa yang murahan disini? Kau atau aku?!” bisik ku tajam.

 

“Cih! Apa maksudmu?”

“Ku rasa kau tau apa maksud ku. kau bahkan amat sangat tau!”

 

Aku semakin menatap tajam padanya. Aku sudah muak di perlakukan seperti ini olehnya. Seakan akulah yang paling bersalah diantara mereka. “Kau bilang aku tidak tau diri? Lalu kau apa? Bukankah kata itu seharusnya ditujukan padamu? Lee sera?! Kau tau? jika bukan yeoja yang kau sebut murahan ini. mugkin saja kau dan su_”

 

“Apa yang kau lakukan?!”

 

Ku tolehkan kepala ku pada Nenek yang menatap bengis padaku. “Kau benar-benar mengerikan ternyata. Di depan Kyuhyun kau berlagak diam tapi di saat dia tidak ada kau seperti seekor srigala” ucap Nenek. Lagi-lagi aku terpaksa mengalah. Aku tau batasan-batasan apa yang harus aku lakukan. Bagaimanapun Nenek adalah orang tua yang harus aku hormati. Tanpa mendengar cercaannya lebih jauh lagi, aku segera mengangkat kaki ku dari sana. Masuk kekamar dan menetep disana sampai Kyuhyu pulang adalah satu-satunya jalan terbaik untukku.

 

 

 

CHO KYUHYUN POV

 

 

“Aku pulang!” ucap ku pada seluruh keluarga. Mereka sedang menikmati makan malam bersama-sama. Tapi aku tidak melihat Je wo disini, pasti dia menungguku dikamar. “Kau dari mana saja hem? Seharian ini Omma tidak melihat mu dirumah” aku tersenyum tipis pada Omma. “Mianahae.. ada beberapa hal yang harus aku kerjakan, ah! Aku kekamar dulu Omma.” pamit ku.

 

Aku membuka pelan pintu kamar dan mengedarkan pandangan ku kesekitar. Je wo sedang duduk menyandar di ranjang sambil memangku Laptopnya. Aku tersenyum simpul melihat raut wajahnya. Sepertinya seharian ini dia sangat bosan.

 

“Hei! Kau tidak merindukan ku?”

 

Dia sedikit terkejut mendengar suaraku. Tapi setelah itu wajahnya berubah cerah saat melihat aku berdiri di depan pintu kamar.

 

“Kyu! kau sudah pulang?!”

 

Aku mengangguk dan mendekatinya. Dia menyingkirkan Laptopnya dari pangkuannya dan duduk bersila mengahadap ku. aku naik keatas ranjang dan duduk berhadapan dengannya. “Kau kemana saja? Jam segeni baru pulang. Aku benar-benar bosan di kamar seharian..” benarkan dugaan ku.

 

“Hahaha mianhae.. sudah kukatakan kalau hari ini ada yang harus aku kerjakan”

“Arra! Tapi apa? Kau bahkan tidak memberi tau ku”

“Kau mau tau?”

 

Dia mengangguk semangat dan menatap ku antusias. Aku menggenggam tangannya lembut dan menatap wajahnya dalam. “Besok, kita akan pindah dari sini, aku sudah membeli sebuah Apartemant untuk kita. Dan kalau kau bertanya padaku kemana aku seharian ini, jawabannya adalah karena aku sibuk mengurusi rumah baru kita” di mengerjap pelan padaku. memiringkan wajahnya kesamping dengan wajah polosnya.

 

“Maksudmu.. kita akan segera keluar dari sini?”

 

Aku mengangguk kuat dan dia masih mengerjap bingung.

 

“Mwo?! Kau sudah gila?! Bagaiamana jika Omma dan yang lainnya tidak setuju?! aku tidak mau menambah masalah lagi kyu.. kau tau kal_”

 

Aku membekap mulutnya dengan sebelah telapak tangan ku. “Dengarkan aku dulu ne?” dia mengagguk masih dengan mulutnya yang ku bekap. Aku melepaskan tangan ku dari mulutnya dan kembali menggenggam tangannya. “Aku melakukan ini demi keluarga kita. Aku sudah lelah sayang.. sangat lelah melihat kau selalu disalahkan semua orang. Rasanya aku ingin menghajar siapa saja yang membuat mu seperti itu. Tapi kau tau kan kalau mereka itu adalah keluarga ku?” dia mengangguk mengerti dan menatap ku lirih.

 

Aku tersenyum tipis dan menangkupkan kedua tangan ku pada wajahnya, mengelus pelan pipi mulusnya. “Kau istri ku, mereka keluarga ku. akan sangat sulit jika kita berada di dituasi seperti ini terus. Jadi aku putuskan agar kita saja yang mengalah, kalau seperti ini tidak ada masalah lagi kan? Aku tidak perlu kesal karena melihat kau selalu di pojokkan. Kau tidak perlu tertekan mendengar cercaan mereka dan yang lebih penting. Kita tidak akan menjadi anak yang durhaka pada orang tuanya karena selalu melawan mereka” aku menyentuhkan dahi kami lembut dan mendapatkan senyuman manis darinya.

 

“ Setelah ini kita akan mengatakannya pada Appa, Omma dan juga Nenek. Kau tidak keberatan kan?” dia menggeleng dan mengecup pipiku singkat.

 

“Aku tidak keberatan. Kemanapun kau membawaku, aku akan ikut asalkan kau tetap berada disamping ku” aku terkekeh pelan dan menjitak kepalanya. “Cih! Belajar dari mana kau kata-kata seperti itu?” tanya ku sinis. Dia tertawa dan menggelengkan kepalanya. “Jadi.. bagaimana rumah baru kita nanti?” tanyanya antusias. “Kau akan tau besok! Nyonya Cho!” ucap ku.

 

Dia tersenyum dan mengangguk semangat. Kemudian tiba-tiba menyeruak kedalam pelukan ku. melingkarkan kedua lengannya erat pada pinggang ku. “Gomawo.. kau benar-benar suami ku yang hebat Cho kyuhyun” bisiknya di telinga ku. “Hem! Aku tau”

 

 

 

 

AUTHOR POV

 

 

“Mwo?! Pindah?!”

 

Kyuhyun mengangguk mantap pada kedua orang tuanya. Dia baru saja mengatakan keputusannya untuk pindah dari rumah yang selama ini menjadi tempat pelindung hidup baginya dan juga istrinya. “Apa yang kau bicarakan Kyuhyun-ah?! Untuk apa kau harus pindah dari sini?” bentak Ki ho padanya. Kyuhyun tersenyum simpul dan menatap Appanya serius. “Ini semua demi kebaikan kita Appa. Lagi pula aku ingin belajar mandiri, aku ingin membangun keluarga kecil ku bersama Je wo” ucap Kyuhyun berusaha meyakinkan Appanya yang tidak setuju dengan keputusan Kyuhyun.

 

“Andwe! Aku tidak mengijinkannya” pekik Yeong mi. Kyuhyun mendesah pelan menghadapi sikap keluarganya yang tidak mengijinkannya pindah. “Memangnya kau tidak bisa membangun keluarga mu dirumah ini? apa yang salah dari rumah ini hingga kau memutuskan untuk pindah? Apa karena bujukan istrimu?” cecar Nenek. Kyuhyun menggeleng tegas dan menatap mereka satu-persatu.

 

“Tidak! Ini adalah keputusan ku sendiri, aku saja baru mengatakan hal ini pada Je wo beberapa jam yang lalu. Omma, Appa, Nenek. Aku mohon mengertilah. Beri kami kesempatan untuk menentukan jalan hidup keluarga kami”

 

Yeong mi mendesis kuat dan menatap Je wo bengis, begitu juga dengan Nenek. “Aku rasa Kyuhyun benar, tidak ada salahnya kita membiarkan dia kesempatan untuk hidup mandiri. Omma, aku tau kau sangat menyayangi Kyuhyun. tapi saat ini dia sudah berkeluarga, maka sudah saatnya kau memberikan kebebasan padanya” ujar Siwon. Mendengar itu Kyuhyun tersenyum senang, akhirnya ada yang mendukung ku, pikir namja itu.

 

“Baik, Appa mengijinkan mu pindah dari sini” ucap Ki ho pasrah. Lelaki itu juga mengerti bagaimana posisi Kyuhyun saat ini mengingat beberapa kejadian-kejadian yang terjadi akhir-akhir ini.

 

“Gomawo Appa!” ucap Kyuhyun senang, setelah itu dia menoleh pada Omma dan Neneknya. “Omma dan Nenek juga mengijinkan ku kan?” tanyanya pelan dan tidak mendapatkan respon sedikit pun dari mereka. Perlahan Kyuhyun bangkit dari duduknya dan berlutut di hadapan Omma dan Neneknya yang saat itu duduk bersebelahan. “Aku sangat menyayangi kalian, Omma… aku mohon, biarkan aku menentukan pilihan hidupku kali ini..” ucap Kyuhyun memohon

 

Air mata Je wo menggenang melihat usaha Kyuhyun mendapatkan ijin dari keluarganya. Bahkan suaminya itu rela berlutut seperti itu hanya demi mendapatkan ijin mereka.

 

Yeong mi menatap miris punggung Kyuhyun yang tertunduk di hadapannya. Diraihnya kedua bahu anaknya dan dihadapkannya padanya. “Kau harus berjanji akan datang kerumah ini sesering mungkin. Kau harus ingat kalau rumah ini masih menjadi rumah milik mu” mendengar Itu Kyuhyun tersenyum senang dan memeluk Ommanya erat. “Gomawo Omma.. aku sangat menyayangi mu” ucapnya.

 

“Kau tidak ingin memeluk Nenek?” Kyuhyun terkekeh pelan sebelum memeluk Neneknya. “Aku pasti akan merindukan mu” Bisik Nenek di telinga Kyuhyun.

 

 

 

 

SHIN JE WO POV

 

 

“Eo?! Ini.. benar ini gedung apartement kita Kyu?” tanya ku tak percaya menatap bangunan yang tinggi menjulang keatas itu. Kyuhyun tersenyum tipis dan mengangguk ringan. Aku masih berdecak kagum melihatnya.

 

“Jangan hanya berdiri seperti orang bodoh! Lebih baik sekarang kita masuk ke rumah baru kita! Ja..”

 

 

Aku mengikuti saja kemana langkah Kyuhyun Apartement kami berada di lantai 7 dan aku rasa Apartement ini masuk dalam kategori mewah, lihat saja bangunannya. Tiba-tiba Kyuhyun berhenti di sebuah pintu dan menatap ku sambil tersenyum. “Wae?” tanya ku.

 

Dia memberikan ku sebuah Kunci berwarna Coklat dengan senyuman yang dari tadi tidak henti-hentinya tersungging di bibirnya. “Kau tidak ingin membuka lebih dulu pintu rumah keluarga Cho?” dia menggedikkan kepalanya pada pintu itu. “Ini?” tanya ku senang. Dia mengangnguk dan kembali menyodorkan Kunci itu. Aku mengambilnya dan segera membukanya. Menarik nafas dalam sebelum membuka pintu itu.

 

Baru saja menginjakkan kaki ku kedalam, aku sudah di suguhi pemandangan yang saaaangat indah. “Ige mwoya?” gumamku pelan menatap dekorasi di dalam Apartement kami. Ini benar-benar indah! Bagaimana bisa Kyuhyun memberikan rumah sebagus ini untuk ku?

 

 

Aku menoleh padanya yang hanya memandangi ku dari belakang. “Kau suka?” tanyanya. Aku mengangguk kuat. Kemudian kembali mengelilingi Apartement ini diikuti Kyuhyun dari belakang.

 

Semuanya benar-benar mengagumkan. Apartement ini berdesain ala Eropa dan itu adalah hal yang amat ku sukai. Aku melangkahkan kaki ku kedapur dan lagi-lagi aku kembali berdecak kagum. “Benar-benar indah..” gumam ku.

 

 

 

Kyuhyun terkekeh kecil setiap kali mendengar decak kagum ku. dia memelukku dari belakang dan menyanggah dagunya pada bahu ku. “Ini akan menjadi tempat yang paling jarang kau singgahi dirumah ini” sindirnya pada ku. Dia sangat tau aku tidak bisa memasak. “Ck! Annio.. mulai sekarang aku akan belajar memasak, lagi pula jika aku tidak bisa memasak kau mau makan apa? Disini tidak ada Nenek yang setiap hari memasak untuk kita” sungut ku.

 

Dia terkekeh lagi dan mengangguk ringan. “Arra. Tapi kau tidak perlu memaksakan diri. Kita bisa membeli makanan di luar jika sedang lapar” aku mengangguk setuju dengan ucapannya. Itu adalah solusi paling praktis dan menyenangkan bukan? Hahaha

 

“Lalu.. kau siap melihat kejutan selanjutnya?” bisiknya.

 

“Mwo?”

 

Dia tersenyum penuh arti dan menarik tangan ku menuju sebuah pintu. “Bukalah..” ucapnya. Aku mengulurkan tangan ku membuka pintu itu dan taraaa aku kembali berdecak kagum. Ternyata ini adalah kamar ku dan Kyuhyun nanti.

 

 

 

“Huwaaa kau benar-benar tau selera ku Cho kyuhyun. Daebakk” ucap ku sambil mengacungkan jempol ku padanya. “Tentu saja! selera ku itu memang lebih bagus dari pada kau” ucapnya sinis. Aku menyipitkan kedua mataku padanya. “Hem, kau benar! Lihat saja aku, kau memang benar-benar pintar memilih. Buktinya kau memilih yeoja yang hebat seperti aku, iya kan? Ahh kalau selera ku itu buruk, berarti kau…” aku melirik tubuhnya dari ujung kaki hingga ujung rambut. Bermaksud menggoda si bodoh ini.

 

“Mwo? Kau mau bilang aku tidak bagus eo?”

“Annio.. bukan aku yang mengatakannya. Tapi kau!”

 

Aku tersenyum puas melihat wajah kesalnya. Hahaha salah siap mencoba meledek ku. “Lalu.. dimana kamar mandinya Cho kyuhyun?” tanya ku. dia mengarahkan telunjuknya pada sebuah pintu lagi, ngomong-ngomong rumah ini terlalu banyak pintu. Kira-kira berapa banyak yah kunci yang akan kami miliki. Hehehe lagi pula untuk apa aku memikirkan itu?

 

 

Aku kembali membuka sebuah pintu dan kembali berdecak kagum entah untuk keberapa kalinya. Kamar mandi saja sampai seperti ini. aigo~ kira-kira berapa uang yang di habiskan s bodoh itu untuk membeli Apartement seperti ini. aku segera berlari keluar dan menemuinya. Dia sudah terlihat mengeluarkan beberapa barang dari kopernya.

 

“Kyu..”

“Hem?”

“Kau menghabiskan berapa banyak uang untuk membeli Apartement ini?”

 

Dia tertawa pelan dan membalikkan badannya untuk menatap ku. “Untuk apa kau mempertanyakan itu?” ucapnya balik bertanya. “Aku rasa Apartement ini sangat mahal harganya” aku berjalan mendekati ranjang. Menyentuh permukaan ranjang itu. Woahh lembut dan sangat halus. Lebih halus dari ranjang yang ada dirumah. Tanpa pikir panjang aku segera menghempaskan tubuhku keranjang ini. “Eummm saranghanda..” gumam ku.

 

Aku memejamkan mataku erat, meresapi kenyamanan yang menjulur di tubuhku. Sampai aku merasa kan ada sesuatu yang menimpa tubuh ku dan memaksaku membuka mata. “Yah! Cepat menyingkir dari tubuh ku” pekik ku pada Kyuhyun. entah sejak kapan dia sudah berada di atas tubuh ku. “Wae? kau tau? ini adalah rumah baru. Jadi.. sebaiknya kita melakukan sesuatu yang akan menjadi kenangan manis di awal perjalanan hidup kita dirumah ini” aku mengernyit bingung menatapnya.

 

“Kau ini bicara apa? Katakan dengan jelas dan jangan berbelit-belit” ucap ku.

 

Dan lagi-lagi dia tersenyum smirk. Oh! Tidak.. jangan bilang kalau dia..

 

“Kau akan segera mengerti maksud ku Nyonya Cho”

 

Tiba-tiba dia menarik selimut dan menutupi kedua tubuh kami.

 

“Kyaaaaaaaaa Cho kyuhyun!!!!!”

 

 

 

TBC

 

 

hahayyyyyyyyyyyyy

ailla Eonie!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

otte?! ini konfliknya udah benar gk?!

aku bingung ini FF  nya berhasil atau gk.

malah disini kebanyakan skinship lagi, SAYANG?? iuhhhh muahahaha kiamat udah deket denger kyuhyun manggil aku sayang. ini FF di rekomendasikan AILLA eonnie sama aku. cerita ini diambil dari dramanya HEECHUL oppa. judulnya aku lupa.. -__-  aku sama sekali belom pernah nonton ini drama, cuma dikasih tau sinopsis pendeknya ajah sama ailla eonnie. gk tau kenapa aku suka sama konfilnya. yahh mungkin masih rada bingung di parat ini. *yaiyalahh si tbc masih nongol* hahahah sebenarnya sih udah selesai.. tapi gk mau aku publish sampai END. aku mau dengar respon dari kalian dulu gimana part 1 ini.

ini ngerjainnya ngebut loh! semalem sore dikasih ide terus langsung aku proses sampek2 WAR FOR LOVE terbengkalai. jangan kaget liat si kyu romantis gila disini. aku bikin gitu karena dari banyak drama, film atau sinetron yang aku tonton. kalau ada konflik keluarga gini pasti si laki orangnya romantis. di film india juga gitu. hahahah *ketauan anaknya salman khan* 

udah ah cuap-cuapnya…

kasih respon yang panjang kalau mau cepet publish part 2nya 8di rajam readers*

 ah! satu lagi, itu TYPO kayaknya banyak bertebaran yah? aku males ngedit jadi di maklumin yeee heheheh

NP: makasih buat lidyana yang udah mau bikinin aku cover. MMMUUUAAACCHHH

ASSALAMUALAIKU!

with love 

Nyonya Cho.

159 thoughts on “Our Destiny 1\2

  1. kreenn… critax bkin pnsaran… ap yg trjdi sbnarx dgn jae wo d msa lalu.. n wlaupun kyu agk romantis dsni,, tpi karakter kyu oppa yg biasa ttep terasa kuk.. okkk mwu next part za dwehh,, udh pnsrann bo… hiihiihii

  2. ff nya keren,,
    msh bingung apa hubungan je wo dgn ji hoon?? Smpe2 sera,ibu n nenek nya kyu g suka sma je wo?!
    Suka bgt sma skp kyu dsni romantis n pengertian bgt🙂
    daebakk..

  3. Bener dugaan aku \(^o^)/ ceritanya sama kaya drama ” loving you a thousand times ” itu heechul oppa jadi salah satu pemainya !!
    Ini drama ceritanya daebakk parahh
    Keren eonniee ^-^

  4. Hi, zaazaa lee imnida. Newreader disini.
    Itu anak je wo sama siwon ya? Kok siwon kayak gak tahu gitu?
    Amit amit deh, jangan sampe gua punya ibu dan nenek mertua serta ipar gituan nyebelin >…<

  5. Masih bingung dgn masa lalu je wo, sera ma siwon..
    Kyak ad cinta segitiga yahh..
    Dan anaknya itu lho..
    Mmmm… lanjut thor!!!#

  6. Debakk,, feelnya ngena bgt sampe nangis bacanya, pnasaran sma masa lalu je wo,, kok eomma kyu bsa segitu bencinya.
    Keep writing!!

  7. Kenapa je wo ga di terima ama keluarga kyu? Trs apa hbngn nya ama ji hoo.. Kaya nya mereka pnya ikatan batin gtu?? Ah molla.. Aku masih bingung..😀 lanjut baca dulu aja dah.. ƗƗaƗƗaƗƗa ☺ ƗƗaƗƗaƗƗa​☺◦

  8. wahhhh ada rahasia yg disembunyikan je wo,. knp nenek, sera dan ibunya kyu g suka dngan je wo,. :O
    trus apakah ji hoon adalah anaknya siwon dan je wo?? O.o
    sikapnya kyu sngat” romantis,.😀 :*

  9. Masalah apa yg nimpa je wo nd keluarga kyuhyun d masalalu?
    trus kenapa anakNYA DI bilang mirip siwon nd jewo.? Dy anak jewo? Ah penasran

  10. wuahhhh jadi penazaran jgn2 ji hoon anaknya je wo ….trus dy menjual anaknya karena uang hiiiiiiiyyyyyyyyyyyy gmn ya reaksi kyu klo tau maza lalu je wo hmm.. next thorrrrrrrrrrrrrrrrr

  11. nyeseknya jadi je wo…. sebenarnya kenapa dengan je wo sampai nenek, eomma nya siwon sama istrinya gak suka ? Terus apa hubungannya je wo sama anaknya siwon ? Bagus eon ff nya ^^ Keep writing !

  12. Penasaran dengan apa yg terjdi… setidak’a lox d liat ji hoon itu anak’a jaewo.. tp g tau gmna critanya…

    Knpa semua wanita keluarga choi membenci jaewo?

  13. Pnsaran bingitz…sbnarnya ad rahasia ap d kluarga mrka ,jahat bgt kluarga cho low aq jd je wo udah gk tahan deh…
    Sprtinya ini rhsia mnyangkut jihoon n je wo deh tp ap?? Sumpah deh gk bisa nebak aq hmmm

  14. Mungkinkah je woo punya hubungan sama siwon dimasa lalu ??
    Kenapa firasatku mengatakan kalo ji hoon anak siwon sama je woo ..
    Masa lalu je woo belum ada yg terpecahkan .

    Kasian je woo, selalu ditindas,,

  15. Kereeeennn!!! Tapi masih bingung hubungan jewo sama ji hoon, tapi curiganya itu si ji hoon anak jewo, kaya dia minjemin rahimx buat sera krena dia ga bisa hamil. Tapi ga tau lah bingung next aja heheheh btw pengen bejek2 omma, nenek sama si sera >,<

  16. pernah nonton dramanya, tp gak ngikutin bneran, akhirnya aja gak tau, krna panjang banget, jd agak capek nontonnya…
    pengen tau akhirnya gmna…🙂

  17. Kasian bget sma je wo yg gak diterima sama keluarga kyuhyun,
    Tpi msih penasaran bget ada masalah apa antara sera, siwon, youngmi, dn juga je wo???
    Kyaknya bkal ada rahasia yg terkuak nih,

  18. waalaikum salam ka🙂
    hehe aduh itu keluarga kyu yg perempuan pda ga suka jewoo gitu😀 ohhh pengen tau dah masa lalu jewoo sampe ibunya kyu sama sera pada benci. apa ada sangkut paut sldengan siwon dan sibaby?!?! ahhh iya kyunya sweet banget .haha
    aih itu dirumah baru xD

  19. ini ceritanya mirip sma drama korea love you a thousand times. je wo itu pernah hamil, anakny itu jihoon. tpi aku penasaran endingnya gimana.

  20. wah… konfliknya kompleks bgt menurut aku… itu siwon kenapa ga kenal ama jewo kan jihoon itu anak mereka berdua… aku penasaran bgt nihhh… lanjut baca deh

    kenalin author, aku reader baru nih~ salam kenal ya author ^^

  21. Owe new reader disini ^^
    Jihoon anak jewo? Terus kenapa siwon ga ngenalin jewo? Penasaran weh
    Kyu sweet banget disini, jadi pengen -apasih-

  22. sebenernya ada hubungan apa antara Je Wo sma Si Won dulunya????…Ji Hoon itu sebenernya anaknya Je Wo….tapi kenapa Young Mi sma Se Ra ngak suka banget kalo Ji Hoon dket2 sma Je Wo….
    kasihan swtiap jari harus dotekan kaya begotu dari mereka….sabar ya Je Wo Kyu Hyun udh cri splusi yv terbaek untuk semuanya….saranku mending kamu jujur aja sama Kyu Hyun tentang masalalu kamu..wau itu akan menyakiti Kyu Hyun…tpi Kyu Hyun bakal lebih sakit kalo tau dari orang laen masa lalu kamu itu

  23. Kepo banget sm hubungan je wo sm mertuanya . Knp skp mreka gtu sm jewo.apa jangan 2 ji hoon itu ank je wo.ihhhh kepo bgt sama lanjutannya.

    Ngomong2 aq readers baru eonni . Anyeong salam kenal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s