Our Destiny 2\2

 

 

 

 

 

AUTHOR POV

 

“Huweeeeeeeee”

“Huweeeeeeeee”

Seluruh keluarga Choi menatap cemas pada Ji honn yang menangis terus menerus. Bocah itu sudah menangis selama 2 jam lamanya tanpa sebab. Sera sudah hampir putus asa menghadapi tangisan Ji hoon, bocah itu berkali-kali berpindah tangan dalan gendongan keluarga Choi. Namun tidak  juga meredakan tangisannya.

 

“Bagaimana ini Oppa? Ji hoon tidak juga berhenti menangis” adu Sera pada Siwon yang juga terlihat kebingungan. “Apa sudah di berikan susu?” tanya Ki ho. Sera dan Siwon mengangguk serempak. “Kenapa dengan anak ini? tidak biasanya dia seperti ini” gumam Yeong mi cemas.

 

“Coba periksa popoknya, mungkin saja dia buang air dan merasa risih” ujar Nenek. “Sudah Nek. Dia sama sekali tidak buang air. Ayolah sayang… berhenti menangis ne? Daddy akan membelikan banyak mainan untuk mu kalau kau berhenti menangis” bujuk siwon pada Ji hoon yang berada dala gendongan Sera.

 
“Huweeeeee”

“Huweeeeee”

 

Namun tangisan Ji hoon semakin kencang, dan puncaknya saat bocah itu memuntahkan semua isi perutnya. Membuat Sera memekik histeris. “Ji hoon-ah!! Ommo? Oppa~ apa yang harus kita lakukan?” rengeknya pada Siwon. Sementara itu Ji hoon masih saja terus muntah dalam isakannya.

 

“Cepat bawa kerumah sakit, mungkin saja ada sesuatu yang terjadi pada pencernaannya” perintah Nenek. Siwon segera bergegas membawa anaknya kerumah sakit.

 

“Hahh semakin hari, ada saja yang sesuatu yang menimpa keluarga kita” gumam Ki ho lirih pada istrinya. Yeong mi memijit pelan dahinya merasakan beban pikiran pada dirinya.

 

 

 

 

@HOSPITAL

 

“Bagaimana dok, apa yang terjadi pada anak kami?”

 

Siwon dan Sera menunggu dengan cemas jawaban yang akan di berikan Dokter pada mereka. “Gwencanha.. tidak ada hal yang serius yang terjadi pada anak kalian” Siwon dan Sera menghembuskan nafas lega mendengarnya. “Tapi.. kenapa Ji hoon sampai muntah-muntah seperti itu?” tanya Yeong mi.

 

“Tidak perlu cemas, hal ini biasa terjadi pada anak-anak yag sedang rewel. Ji hoon menangis terus-terusan dan itu menyebabkannya muntah-muntah. Anda semua tidak perlu mencemaskannya, saya sudah memberikan vitamin padanya. Kalau begitu saya permisi dulu”

 

Sera mendekati Ji hoon yang tertidur lelap di atas tempat tidur rumah sakit itu. Ia mengusap lembut dahi anaknya. “Tidur yang nyenyak Ji hoon-ah.. Mommy akan menjagamu disini” bisiknya.

 

 

Sementara itu di lain tempat. Je wo tidak dapat memejam kan matanya sedikit pun. Dia merasa sangat resah malam ini. ia memutar kesana kemari mencari posisi nyaman untuk tidur, namun tetap saja matanya tidak dapat tertutup

 

“Ada apa dengan ku? kenapa aku sama sekali tidak dapat memejamkan mata?”

 

 

 

SHIN JE WO POV

 

 

“Sayang, aku baru mendapatkan telpon dari Appa. Kata Appa tadi malam Ji hoon di bawa kerumah sakit” jantungku berdenyut sakit saat mendengar ucapan Kyuhyun. aku yang sedang menyisir rambut ku di depan kaca  segera mendekatinya. “Waeo? Kenapa dengannya? Apa yang terjadi Kyu? dia baik-baik saja kan?” tanya ku pada Kyuhyun. apa yang terjadi padanya Tuhan? Aku mohon jaga dia.

 

“Yah! Kenapa pertanyaan mu banyak sekali, dia tidak apa-apa. Hanya sedikit rewel dan menangis semalaman dan akhirnya dia muntah-muntah. Hei! Kau sadar tidak kalau kau itu sangat perhatian padanya”

 

Aku menelan ludah gugup saat pertanyaan itu meluncur dari bibir Kyuhyun. “Bu-bukan seperti itu Kyu, aku hanya mencemaskannya” ucap ku gugup. Bagaimana ini? Kyuhyun sepertinya mulai mencurugai ku. Aku sangat ingin bertemu dengan Ji hoon saat ini. Tapi bagaimana jika Kyuhyun semakin curiga?

 

“Hei! Kenapa kau diam saja?” tanyanya.

 

Aku menggeleng lemah dan menundukkan kepalaku. “Kau ingin kita menjenguknya?” kepala ku terangkat sempurna menatapnya. “Boleh?” tanya ku pelan. dia terkekeh pelan dan memelukku. “Tentu saja. Kau pikir aku akan memarahi mu? Hem?” aku menggeleng pelan dan membalas pelukannya.

 

“Gomawo Kyu..”

 

 

 

 

CHO KYUHYUN POV

 

 

Aku dan Je wo melangkahkan kaki kami menuju pintu rumah keluarga ku, namun belum sampai disana kami sudah mendengar tangisan Ji hoon. “Eo? Sepertinya dia menangis lagi?” gumam ku pada Je wo dan entah kenapa Je wo segera berlari masuk kedalam tanpa memperdulikan ku. ada yang aneh darinya. Aku merasa Je wo terlalu memperhatikan Ji hoon. Bukannya aku keberatan jika dia memperhatikan Ji hoon, toh dia adalah keponakan kami. Hanya saja.. aku merasa ada yang aneh saat ini.

 

Aku segera menyusulnya masuk. Ku lihat dia berdiri terpaku di hadapan semua orang yang ada disana. Dia menatap nanar pada Ji hoon yang menangis sambil menggapai-gapaikan tangannya kearah Je wo. Bahkan anak itu juga memiliki ketertarikan yang lebih padanya. Seperti ada.. ikatan batin.

 

“Sera-ya! Mungkin Ji hoon ingin di gendong oleh Je wo” ujar Appa. Aku melirik Sera dan Siwon yang saling pandang Siwon menganggukkan kepalanya pelan pada istrinya namun sepertinya Sera sama sekali tidak berniat melakukannya. “Ayolah sayang.. mungkin ini akan membuat Ji hoon sedikit membaik” pujuk Siwon. Ck! Sebenarnya ada apa dengannya? Kenapa dia sangat tidak ingin melihat Je wo menyentuh anaknya?

 

Perlahan Siwon mengambil Ji hoon dari gendongan Sera. Anak itu masih saja menangis sambil memandang Je wo. Siwon mendekati Je wo dan menyarahkan Ji hoon padanya. Dan ini sangat mengejutkan! Bocah itu berhenti menangis begitu saja saat tangan Je wo mengelus pelan punggungnya. Je wo memeluk Ji hoon lembut sambil mengusap punggung anak itu. “Dia.. berhenti menangis?” aku dapat mendengar Nenek bergumam pelan. Siwon tersenyum lega dan membelai pelan kepala Ji hoon yang terkulai lemah di bahu Je wo.

 

Aku yang melihat ini dari kejauhan merasa ada sebuah atmosfir aneh diantara mereka. Mereka terlihat seperti.. sebuah keluarga. Jika di lihat-lihat, wajah Ji hoon sangat dominan dengan wajah Je wo dan Siwon. Apa mungkin mereka… haish! Pabo! apa yang ku pikirkan? Aku tidak tau kenapa tiba-tiba Sera masuk kedalam kamarnya. Lalu Omma juga segera menyusulnya. Ini benar-benar aneh. Apa yang sebenarnya terjadi antara mereka?

 

 

 

 

AUTHOR POV

 

 

“Jangan seperti ini Sera-ya. Untuk apa kau menangis seperti ini?” ucap Yeong mi sambil mengusap pelan punggung Sera. “Omma.. kau bisa lihat kan bagaimana keadaan saat ini? dia pasti akan segera merebut Ji hoon dari ku.. dan Siwon Oppa.. dia.. dia pasti” Sera terus menangis terisak di dalam kamarnya. Bahkan tangisannya tak kunjung reda saat melihat Siwon masuk membawa Ji hoon yang mulai tertidur lelap.

 

Siwon tersentak kaget melihat istrinya yang menangis. “Kau kenapa?” tanyanya setelah meletakkan Ji hoon di atas ranjang. Yeong mi segera keluar dari sana, membiarkan anak dan menantunya berbicara satu sama lain. Siwon mendekati Sera dan duduk di sebelah istrinya. “Sera-ya.. ada apa? Kenapa kau menangis?” ucap Siwon memeluk istrinya.

 

“Oppa… Ji hoon anak ku, dia anak ku. Jangan biarkan dia direbut olehnya Oppa..” isak Sera di dada suaminya. Siwon semakin bingung mendengar isakan istrinya. “Ji hoon memang anak mu, dia anak kita. Tidak ada yang ingin merebutnya darimu sayang. Sebenarnya apa yang kau bicarakan?” tanya Siwon tidak mengerti namun Sera hanya menggeleng kuat dan terus terisak.

 

 

Sedangkan di luar, setelah Yeong mi keluar dari kamar Sera. Wanita itu menghampiri Je wo yang sedang duduk bersama Kyuhyun dan Ki ho. “Aku ingin bicara sebentar dengan mu” ucap Yeong mi. Je wo menatap Kyuhyun sebentar sebelum mengangguk setuju.

 

 

 

Yeong mi membawa Je wo masuk kekamarnya, setelah itu mengunci pintunya. Kemudian wanita itu berbalik dan menghadap Je wo. “Aku mohon! Jauhi Ji hoon dan Siwon” ucap Yeong mi pelan dengan suara bergetar. Melihat itu Je wo merasa kebingungan. Ia bingung kenapa Ibu mertuanya bisa bicara sepelan itu padanya. Mengungat selama ini wanita itu selalu menunjukkan ketidak sukaannya pada dirinya.

 

“Aku tidak ingin melihat rumah tangga mereka hancur hanya karena masa lalu itu. Kau juga sudah memiliki Kyuhyun bukan? Lupakan semua itu. Aku mohon padamu” ucap wanita itu lirih. Je wo menundukkan kepalanya dalam. Ia ingin, sangat ingin agar dapat melupakan semua itu. Tapi melupakan masa lalu itu tidak segampang yang ia pikirkan, terlebih Ji hoon saat ini selalu berada di dekatnya.

 

 

SHIN JE WO POV

 

 

Aku berbaring lurus menatap langit-langit kamar. Perasaan ku sangat lega setelah melihat Ji hoon dan bisa menidurkannya. Dia seperti itu sejak kemarin malam, tepat saat aku tidak bisa tertidur. Apa mungkin dia dan aku sama-sama..

 

“Kau melamunkan apa?”

 

Aku menoleh kesamping saat merasakan sebuah tangan kekar melingkar pada pinggang ku. aku memiringkan tubuhku kesamping dan membalas pelukan Kyuhyun. dan membenamkan wajah ku pada dadanya. Hangat!

 

“Hei..”

“Hem?”

“Apa ada sesuatu yang ingin kau katakan padaku?”

 

Eh? Kenapa dia tiba-tiba bertanya seperti itu? Aku menengadahkan kepalaku keatas bersamaan dengan dia yang menundukkan kepalanya menatap ku. “Anni, waeo?” dia hanya tersenyum dan kembali menenggelamkan wajahku di sana. Aku menghirup aroma khas yang menyelimuti hidungku. Membauinya dengan aroma tubuh namja ini.

 

 

 

 

CHO KYUHYUN POV

 

“Aku tidak ingin melihat rumah tangga mereka hancur hanya karena masa lalu itu. Kau juga sudah memiliki Kyuhyun bukan? Lupakan semua itu. Aku mohon padamu”

 

 

Aku memijit pelan dahi ku. percakapan Omma dan Je wo yang tidak sengaja aku dengar itu membuat ku tidak dapat memikirkan apapun saat ini. aku semakin yakin ada yang mereka sembunyikan dari ku. Di mulai dari ketidak sukaan Sera pada Je wo yang sangat tidak beralasan. Lalu Omma, dan kedekatan Ji hoon pada Je wo. juga tatapan Siwon tadi malam pada Je wo.

 

“Arrggh!!”

 

Aku menjambak rambut ku kuat. Ini semua benar-benar membuat ku gila!

 

“Kyu!”

 

Aku menolehkan kepalaku ke arah pintu. Sudah ada je wo berdiri disana.

 

“Makan siang bersama?”

 

 

 

 

AUTHOR POV

 

 

Saat je wo dan Kyuhyun ingin makan siang bersama, di tengah jalan mereka bertemu dengan Siwon dan akhirnya Siwon juga ikut bergabung bersama mereka.

 

“Harusnya kita sering melakukan hal seperti ini. makan siang bersama” ucap Siwon membuka percakapan. Je wo tersenyum dan menyetujui ucapan Siwon. membuat Kyuhyun harus berkali-kali memuang nafas gusar. Namja itu sama sekali tidak menyentuh makanannya. Ia hanya mengaduk-aduk makanan itu tanpa berniat memakannya.

 

“Apa aku boleh bertanya?” ucapnya tiba-tiba.

 

Siwon dan Je wo menoleh padanya bersamaan. “Kau ingin bertanya apa?” tanya Siwon. Kyuhyun tersenyum tipis, kemudian menyentuh pinggiran gelas dengan telunjuknya, mengitari lingkaran pinggirang itu berulang-ulang.

 

“Apa sebelum ini.. kalian pernah bertemu?”

 

Je wo dan Siwon saling bertatap bingung. “Apa maksudmu Kyu?” tanya Je wo tidak mengerti. Kyuhyun tersenyum lagi dan membuat istrinya semakin merasa aneh. “Aku.. merasa, sepertinya kalian cukup… dekat” kini kedua orang itu tau kemana arah pembicaraan Kyuhyun. Siwon menoleh pada Je wo yang menatap Kyuhyun tidak percaya. “Eum, maaf Kyu. tapi aku dan istrimu tidak pernah bertemu sebelumnya. Aku tidak tau kenapa kau bertanya seperti ini pada kami. Tapi seperti yang kau tau. aku sudah memiliki istri dan anak. Jadi aku harap.. kau tidak salah paham lagi pada ku dan Je wo. Sepertinya aku harus segera pergi. Terima kasih atas undangan makan siangnya” Siwon segera berpamitan dan meninggalkan sepasang suami istri itu.

 

Kyuhyun melirik Je wo sekilas. Yeoja itu menatap suaminya dengan tatapan yang tidak dapat diartikan. “Lupakan saja apa yang baru ku katakan” ucap Kyuhyun pelan. Je wo mendesis pelan dan membuang pandangannya kearah lain.

 

“Aku tidak menyangka kau mencurigai ku.. berselingkuh!” ucapnya serak.

 

Mendengar suara serak istrinya, cukup membuat tubuh Kyuhyun melemas. Ia tau. Jika Je wo sudah menggunakan nada bicara seperti itu padanya. Berarti yeoja itu merasa kecewa saat ini. “Annio! Bukan seperti itu maksud ku sayang, aku hanya merasa kalau_”

 

“Kalau apa? Kalau aku memiliki hubungan dengan Siwon Oppa sebelum menikah dengan mu? Begitu? Bagaimana bisa kau berpikir hal sepicik Itu Kyuhyun-ah?” isakan kecil mulai terdengar dari bibir Je wo. Kyuhyun segera berdiri dan mendekati Je wo, tidak memperdulikan lagi dimana mereka berada saat ini. yang ia tau hanyalah meminta maaf pada istrinya akan kesalahannya hari ini.

 

“Mianhae.. aku sudah menuduhmu yang tidak-tidak. Pikiran ku sedang kacau saat ini. aku salah, aku salah karena menyangka hal bodoh itu padamu. Maafkan aku ne? Jebal~” Kyuhyun berjongkok dihadapan Je wo yang memandangnya lirih.

 

 

 

 

 

 

“Sera-ya!”

 

“Ne Oppa?! aku di dapur!!”

 

Siwon mendatangi Sera yang sedang membuat sesuatu di dapur. “Kau sedang apa sayang?” tanya Siwon yang sedang menggendong Ji hoon. “Aku sedang membuat kue Oppa, untuk mu” jawab Sera sambil tersenyum. Siwon mengangguk mengerti. “Tapi aku ingin kau menemani aku dan Ji hoon bermain, yah! Sudah tinggalkan saja pekerjaan mu. Kita pergi jalan-jalan keluar” Sera melirik Siwon sebentar kemudian kembali fokus pada adonan kuenya. “Mana bisa begitu, ini sudah setengah jalan Oppa, kalian main berdua saja, ne? Ji hoon-ah.. temani Daddy mu bermain. Oke?” Ji hoon terseyum pada Sera, yeoja itu memajukan wajahnya dan mengecup pelan pipi anaknya.

 

“Jadi kau tidak bisa?”

“Hem.. tidak apa-apa kan Oppa?”

“Arraseo.. kalau begitu aku saja yang menemani Ji hoon bermain, Ji hoon-ah! Kaja! Karena Mommy tidak mau ikut, kita pergi ketaman saja ne?”

 

 

 

Siwon dan Ji hoon sama-sama menatap malas beberapa anak yang bermain di taman itu, sesekali bocah kecil yang berada di pangkuannya itu menguap lebar. “Kau bosan?” tanya Siwon pada anaknya. Anak itu hanya meresponnya dengan anggukan kecil yang polos, membuat Siwon tidak tahan untuk tidak menciumnya. “Daddy juga begitu, coba saja Mommy mau menemani kita..” ujar Siwon.

 

“Eo?! Bagaimana kalau aku menyuruh Je wo kesini?”

 

Siwon tampak berpikir sejenak, ia heran kenapa malah berpikiran ingin menyuruh Je wo kesana, menemani Ji hoon bermain bersamanya. “Ji hoon-ah.. bagaimana menurutmu?” tanya pada Ji hoon. Bocah kecil itu menatap Daddy polos sambil mengerjap-erjapkan matanya. Namun setelah itu ia tersenyum manis pada Siwon. “Daddy anggap kau setuju” kekeh Siwon. namja itu merogoh ponselnya dan menelpon Je wo.

 

 

 

 

SHIN JE WO POV

 

 

“Yeoboseo?”

“….”

“Mwo?”

“….”

 

Aku melirik Kyuhyun yang terlihat sibuk dengan Laptopnya.

 

“Ne.. sebentar lagi aku kesana”

 

Aku mematikan ponsel ku dan menatap Kyuhyun yang juga sedang menatapku. “Nugu?” tanya Kyuhyun padaku. “Teman” jawab ku singkat. Dia mengangguk kecil dan kembali larut dengan pekerjaanya. Aku menarik nafas dalam dan mencoba memberanikan diri mendekatinya.

 

“Kyu. aku.. boleh pergi keluar tidak?”

 

Dia mengangguk kecil walaupun masih tetap fokus pada layar monitor itu. “Kau mau kemana? Selesai mengerjakan ini aku akan mengantar mu”

 

“Eum, maksudku.. aku pergi sendiri saja. Kau tidak usah mengantar ku.”

 

Jantung ku hampir meloncat saat ia tiba-tiba menatap ku. Ya Tuhan! Bagaimana kalau dia marah? “Sendiri?” ulangnya. Aku mengangguk cemas. “Memangnya kau mau kemana? Tidak biasanya pergi keluar sendirian, biasanya kau selalu minta ditemani oleh ku” aku menelan ludah gugup dan mencoba tersenyum wajar.

 

“Teman ku baru saja menelpon ku, dia mengajak ku bertemu dengan beberapa teman yang lain. Jadi aku rasa, lebih baik aku pergi sendiri saja. Tidak apa-apa kan?” tanyaku memastikan.

 

“Eo! Kau ingin memakai mobil?”

 

Haish! Syukurkah dia tidak marah. Aku menggelengkan kepala ku dan tersenyum. “Anni. Gomawo Kyu” ucap ku.

 

 

 

 

 

Aku mengedarkan pandanganku ke setiap sudut taman ini. Siwon Oppa tadi mengatakan berada di taman yang ada di dekat rumah mereka. Satu-satunya taman yang ada di sekitar sini Cuma taman ini, berarti mereka ada disini kan?

 

“Disini!!”

 

Aku tersenyum tipis saat Siwon Oppa melambai-lambaikan sebelah tangannya kearah ku. dan begitu mataku menangkap sosok mungil yang berada dalam gendongannya aku sudah tidak dapat mencegah kaki ku melangkah mendekati mereka.

 

“Mianhae Oppa, aku sedikit terlambat” Siwon Oppa mengangguk ringan. Aku menatap Ji hoon yang sedang menggapai-gapaikan tangannya pada ku. “Aigo~ kau sudah sangat merindukan Je wo Ahjuma?” tanya Siwon Oppa padanya. Aku terkekeh kecil dan segera mengambil Ji hoon darinya.

 

“Ji hoon-ah annyeong? Omo! Kau bertambah berat saja sayang”

 

Aku mencium kedua pipinya kemudian duduk disebelah Siwon Oppa dan memangku tubuh mungilnya. Aku menolehkan wajahku pada Siwon Oppa yang menatap ku aneh. “Wae Oppa?” tanya ku pelan. dia tersenyum tipis dan menggeleng. Kemudian menatap lurus kedepan, menyenderkan punggungnya pada bangku taman yang kami duduki. “Aku hanya merasa heran saja. Kenapa Ji hoon bisa begitu menyukai mu?” tangan ku yang tadinya memain-mainkan kedua tangan Ji hoon berhenti seketika.

 

Aku menatap wajahnya sendu dari sini, “Banyak keanehan yang saat ini aku rasakan, aku tidak tau itu apa” dan kali ini dia menatap ku. Tatapannya seakan menusuk kedalam manik mataku. Mengunci mataku dengan matanya hingga aku tidak dapat memalingkan wajah ku. Menatap wajahnya seperti ini, membuat perasaan bersalah kembali menggeluti ku.

 

“Terkadang aku merasa pertanyaan Kyuhyun kemarin itu, benar”

“Ma-maksud Oppa?”

 

“Apa sebelumnya kita pernah bertemu? Aku merasa.. memiliki sesuatu ikatan batin dengan mu. Terlebih dengan kalian berdua” lirik nya pada Ji hoon.

 

Aku menatap kosong wajahnya, semua yang dikatakannya adalah benar. Sangat wajar jika dia merasakan hal seperti itu. Sama dengan ku, tapi ini semua tidak mungkin aku ungkapkan. Kini kami sudah memiliki takdir masing-masing. Jadi lebih baik semuanya tetap menjadi masa lalu.

 

“Hei, kau melamun?”

 

Aku tersentak saat Siwon Oppa melambai-lambaikan tangannya di depan wajah ku. “Hahaha sepertinya tadi itu kita terlalu serius, sudah! Lupakan ucapan ku tadi” aku mengangguk singkat dan menurunkan mataku kebawah. Menatap wajah Ji hoon yang sedang tertawa.

 

 

 

 

AUTHOR POV

 

 

Sera berjalan ringan menuju taman untuk menemui Siwon dan Ji hoon. “Oppa pasti sangat bosan hanya bermain berdua dengan Ji hoon” gumamnya. Yeoja itu mengedarkan pandangannya kesegala arah saat sudah berada di taman itu.

 

“Mereka dimana?”

 

Sampai mata indahnya menemukan sosok yang ia cari, dan berhasil membuat tubuhnya membeku. Ia melihat bagaimana asiknya suaminya bercanda dengan Je wo dan juga Ji hoon. Ji hoon yang berada di pangkuan Je wo dan Siwon yang berada di samping Je wo. siapapun yang melihat itu pastilah akan menyangka mereka merupakan sebuah keluarga kecil.

 

“Andwe, andwe” racau Sera. Air matanya bahkan tak mampu lagi terbendung. Yeoja itu berlari kembali kerumahnya. Perasaan takut dan khawatir berkecamuk di hatinya.

 

 

 

CHO KYUHYUN POV

 

Aku merenggangkan otot-otot ku yang mulai terasa pegal. Ternyata mengerjakan beberapa tugas kantor dirumah itu sama melelahkannya dengan mengerjakannya di kantor. Aku melirik jam dan bergumam kecil  “Je wo belum pulang juga?” Ck! Benar-benar bosan berada dirumah hari libur seperti ini.

 

“Lebih baik aku mengunjungi Omma, sudah lama tidak pergi kesana”

 

 

 

 

 

AUTHOR POV

 

 

“Omma!!!!”

 

Yeoja itu menjerit sejadi-jadinya. Memanggil-manggil Ibu mertuanya.

 

“Omma!!!”

 

Sera menghempaskan tubuhnya kelantai, menangis meraung-raung disana hingga membuat seluruh anggota keluarganya berkumpul. “Sera-ya? Ada apa?” tanya Nenek padanya. Sera terus menangis terisak dengan buliran-buliran kristal yang terus membanjiri wajahnya.

 

“Yah! Ada apa? Kenapa kau menangis?” tegur Yeong mi. wanita itu menyentuh pundah Sera yang bergetar. “Sera-ya kau kenapa?” tanyanya lagi.

 

“Dia sudah merebutnya Omma. dia sudah merebutnya!!!” teriaknya kuat.

 

Semua orang yang berada disana saling pandang tidak mengerti. Hanya Yeong mi lah yang tau kemana arah pembicaraan Sera. “Sera-ya! Hentikan ucapan bodoh mu” bentak Yeong mi. Ia khawatir semua orang akan tau apa yang dibicarakan Sera. Mengingat saat ini Ki hoo dan juga Nenek berada disana.

 

“Andwe Omma!! andwe! Je wo tidak boleh merebut Ji hoon dari ku, dia tidak boleh melakukannya!!” Sera terus saja meracau tak tentu arah. Tidak menyadari jika ucapannya akan berakibat fatal pada keluarganya.

 

“Yeobo-ya. Apa yang sedang dibicarakan Sera sebenarnya?” tanya Ki ho pada istrinya. Yeong mi mengerang kesal dan memaksa Sera berdiri. “Cukup Sera-ya!! Ji hoon tidak akan direbut oleh siapapun!” bentak Yeogmi frustasi. Sera menggelengkan kepalanya kuat. Yeoja itu terlihat seperti orang kebingungan. “Tidak! Je wo tidak akan merebutnya. Ji hoon anak ku, Ji hoon anak ku!!!” teriaknya.

 

“Siwon Oppa tidak boleh tau Omma! dia tidak boleh tau!!”

 

Mata Yeong mi melebar sempurna. Racauan Sera semakin histeris dan bisa saja membongkar semua rahasia yang telah mereka tutup rapat. “Hentikan Sera-ya, jebal” ucapnya putus asa. “Tidak!! Siwon Oppa tidak boleh tau! dia tidak boleh tau kalau Ji hoon adalah anak dari Shin je wo!!!” jerit Sera kuat.

 

Kini Yeong mi merasa kedua lututnya melemas. Terkuak sudah rahasia yang mati-matian ia tutup selama ini. tangan Yeong mi yang sedari tadi mencengkram kedua bahu Sera kini terkulai lemas pada kedua sisi tubuhnya.

 

“Apa yang kau katakan Sera-ya?”

 

Suara khas bariton menggema diruangan itu. Sontak seluruh orang yang ada disana memusarkan perhatiannya pada si pemilik suara itu. “Si-siwon Oppa” gumam Sera. Siwon menatap istrinya dengan tatapan sulit untuk diartikan. Dia masih menggendong Ji hoon yang tertidur pulas.

 

“Apa maksud mu? Apa maksud mu Ji hoon adalah anak Je wo?” lirihnya. Perlahan namja itu mendekati istrinya. Berdiri berhadapan dengannya lalu menatap wajah istrinya nanar. “Jelaskan padaku Sera-ya, apa maksud semua ini?” ucapnya pelan.

 

“Oppa..”

 

“CEPAT JELASKAN PADA KU?!”

 

“Huweeeeeeeeee”

 

Ji hoon yang berada dalam gendongan Siwon sontak menangis saat mendengar teriakan Daddy nya. Namun seakan tidak memperdulikan teriakan anaknya Siwon tetap saja meneriaki Sera. “Cepata jawab pertanyaan ku!! jangan diam saja!!!” pekiknya lagi.

 

“Huweeeeeeee”

 

Melihat Ji joon yang terus menangis, Nenek segera mengambil Ji hoon dari tangan Siwon. dan berusaha menenangkan anak itu. “Sera-ya! Sebenarnya apa maksudmu mengatakan Ji hoon adalah anak Je wo? kau membuat kami semua bingung” tanya Ki ho. Lelaki itu juga sama bingungnya dengan Siwon.

 

Sera masih menangis terisak dan tidak berani mengeluarkan sepatah kata pun, hingga Siwon mencengkram kedua bahunya kuat. “ Apa kau tidak mendengar ku?! apa kau tidak mendengarku Sera-ya?!!” bentaknya.

 

“Cukup!!” teriak Yeong mi tiba-tiba.

 

“Biar aku yang menjelaskannya. Ini semua adalah kesalahan ku.. jangan salahkan Sera” ucapnya lirih.

 

Yeong mi memberanikan diri menatap anaknya. Meskipun jantungnya sangat sakin menahan pukulan-pukulan hebat yang terjadi disana. Dia yang memulai semua ini, maka dia jugalah yang harus mengakhirinya. “Ji hoon, dia adalah anak mu dan, Shin je wo” ucapnya pelan. seluruh orang yang mendengarnya bagaikan terasa terhempas kuat kedasar jurang. Siwon masih diam ditempatnya, tidak sepenuhnya yakin dengan apa yang diucapkan oleh Ommanya. “Dua tahun yang lalu, Je wo mengandung Ji hoon” tubuh Siwon terjerembab ke lantai, ia membungkuk lesu disana, menatap kosong kedepan tanpa memikirkan sesuatu yang jelas.

 

“Bagaimana bisa? Bagaimana bisa Omma? aku bahkan tidak pernah menyentuhnya! Aku bahkan tidak pernah bertemu dengannya! Bagaimana bisa Jo hoon adalah anak ku dengan Je wo??!!!”

 

 

“Mwo?”

 

Kini suara milik orang lain kembali terdengar di ambang pintu. Keterkejutan kembali melanda keluarga Choi. Cho kyuhyun, ia berdiri mematung disana. Entah berapa lama dan entah sebanyak apa ia mendengar percakapan yang terjadi disana. Tapi yang jelas, kalimat terakhir yang diucapkan oleh Siwon berhasil membuatnya Shock.

 

“Kyuhyun-ah..” gumam Yeong mi.

 

Sera semakin menangis terisak saat Kyuhyun berjalan gontai kearah mereka. “Apa maksud semua ini Omma? aku tidak mengerti” tanyanya pelan. Kyuhyun menatap lirih wajah Ommanya sementara Yeong mi hanya bisa menundukkan kepalanya. “Omma.. kenapa kau diam saja? Jawab pertanyaan ku Omma..” ucapnya lagi.

 

Choi ki ho memijat pelan dahinya, ia ingin melakukan sesuatu tapi tidak tau apa itu. Melihat keluarganya seperti ini merupakan pukulan besar padanya. “Mianhae Kyuhyun-ah.. mianhae..” hanya itu yang mampu diucapkan Yeong mi padanya. Kyuhyun menggelengkan kepalanya frustasi. Dia tidak mendapatkan jawaban apapun dari sana, begitu banyak pertanyaan yang berputar di kepalanya. Dan itu harus terjawab. Hanya satu orang yang dapat menjawab semua itu, mengingat itu Kyuhyun segera beranjak pergi dari sana.

 

“Kyuhyun-ah!!”

 

 

 

 

Kyuhyun menyetir mobilnya dengan kecepatan penuh, tidak ada yang dipikirkannya saat ini selain segera menemui Je wo. sorot mata namja itu begitu tajam seakan siap menyayat siapa saja yang melihatnya. tangan kokoh itu mencengkram kuat stir mobilnya ketika sebuah kenyataan pahit kembali mengelilingi pikirannya.

 

 

BRAKKKKKK

 

Je wo terpekik kaget saat mendengar pintu kamarnya terhempas kuat. Ia menatap sosok namja yang berjalan kearahnya dengan tatapan bingung. “Kyu.. gwencanha?” tanyanya pelan. walau sebenarnya dia sangat tau saat ini keadaan suaminya itu sedang tidak baik-baik saja. at namja itu terngiang pelan di telinganya namun Je wo belum mampu mengerti kemana arah pembicaraan suaminya. “Maksud mu apa? Aku tidak mengerti” ucapnya cemas. Ia semakin merasa takut ketika melihat tubuh Kyuhyun bergetar Kuat seperti menahan sesuatu. Namja itu menundukkan wajahnya dalam. Perlahan Je wo mendekati suaminya, menyentuh pelan bahu Kyuhyun.

 

“Jangan sentuh aku”

 

Tubuh Je wo tersentak kebelakang saat ucapan itu lolos begitu saja dari Kyuhyun. “K-kyu.. sebenarnya kau kenapa?” tanyanya lagi. Dan kali ini, Kyuhyun memantapkan dirinya untuk menatap wajah istrinya itu. “Choi Ji hoon. Adalah anakmu dan Choi siwon kan?!” mulut Je wo terbuka sempurna. jantungnya seakan di hantam batu besar. Masa lalu yang amat tidak ingin ia beritau pada Kyuhyun kini terbongkar sudah. Kyuhyun masih menatap Je wo tajam sedangkan yeoja itu sudah tidak dapat mengeluarkan suaranya lagi.

 

“Apa maksud semua ini?!”

 

Je wo memejamkan matanya kuat, tidak tau harus berkata apa. “Jangan diam saja cepat jawab aku. Apa kau sengaja mendekatiku untuk mendapatkan Ji hoon dan Choi siwon?” mendengar itu sontak Je wo mengangkat kepalanya Sorot mata tajam yang begitu dekenalinya itu seakan membuatnya merinding.

 

“Kyu.. kau kenapa?”

 

Pertanyaan itu kembali terlontar dari bibirnya saat Kyuhyun sama sekali tidak menjawabnya. Mata itu masih terus menatap tajam padanya. “Katakan apa yang selama ini kau sembunyikan dari ku?!” suara ber

yang sedari tadi tertunduk. “Anni! Aku tidak pernah berfikir seperti itu Kyuhyun-ah!”

 

“Lalu karena apa?!!”

 

Je wo menggigit bibir bawahnya kuat, mencoba mengumpulkan keberaniannya untuk bicara jujur pada Kyuhyun. “Ji hoon, dia memang anak ku dan Siwon Oppa”

 

 

 

FLASHBACK

 

 

“Ibu anda harus segera di Operasi, kalau tidak kanker yang ada pada jantungnya akan semakin merambat keorgan-organ lainnya. Dan itu bisa menyebabkan kematian pada Ibu anda”

 

Shin je wo menatap miris Ibunya yang terbaring lemah di rumah sakit, kanker yang berada di dalam tubuh Ibunya semakin mengganas, sudah tiga hari Ibunya tidak sadarkan diri. Dan kini, ia harus memikirkan bagaimana caranya agar Ibunya segera di Operasi. Tapi itu bukanlah masalah yang mudah baginya. Mengingat keluarga mereka bukanlah keluarga kaya raya belum lagi dia tidak memiliki siapa-siap selain Ibunya.

 

“Apa yang harus aku lakukan Omma..”

 

Yeoja itu berlari-lari memasuki rumahnya, membongkar sluruh isi lemari miliknya. Mengumpulkan lembar demi lembar uang yang ia miliki. Namun percuma, bahkan uang itu tidak terkum pul setengahpun dari yang ia butuhkan.

 

Suara dering ponselnya mengalihkan perhatiannya. Dengan tangan gemetar ia mengangkat panggilan itu. Wajahnya semakin menegang saat mendengar kabar jika penyakit Ibunya semakin parah dan harus segera di Operasi. Shin je wo menangis terisak, ia bingung harus melakukan apa agar dapat menyelamatkan Ibunya.

 

Dengan tubuh gontai yeoja itu berjalan di jalanan tanpa tau kemana arah tujuannya. Air matanya selalu mengalir lembut di wajah putihnya bahkan ia sama sekali tidak sadar jika ada sebuah mobil yang melaju kencang kearahnya.

 

Tubuh yeoja itu terpental kesamping setelah permukaan mobil hitam itu mendesak maju ketubuhnya. Untunglah mobil itu tidak terlalu kuat menghantam tubuh kecilnya hingga ia masih baik-baik saja. Yeoja itu hanya berdiam diri ditempatnya. Menunduk dalam tanpa tau apa yang baru saja terjadi padanya.

 

“Agashi.. gwencanha?”

 

Suara seorang wanita yang menanyakan keadaanya pun tidak dihiraukannya. Padahal wanita itu sudah sangat cemas karena dialah yang telah menabrak tubuh yeoja itu. Shin je wo berdiri menatap wajah wanita itu nanar.

 

“Nyonya.. bisakah kau memberi ku uang”

 

Wanita paruh baya itu mengernyit bingung padanya. “Apa maksudmu?” tanyanya. Ia mengira jika yeoja itu sengaja memanfaatkannya. “Aku mohon berikan aku uang” ucapnya lirih dan memohon. Namun wanita itu semakin menatapnya tajam. “Kau pikir aku akan tertipu oleh mu? Benar-benar keterlaluan. Kau menyia-nyiakan tubuhmu hanya untuk membohongi orang lain dan meminta uang padanya? Begitu? Maaf nona kau salah orang”

 

Wanita itu segera berbalik dan berniat meninggalkan yeoja itu hingga ia mendengar teriakan nyaring yeoja itu. “Aku akan melakukan saja apa yang kau mau asalkan kau memberikanku uang!”

 

Wanita itu tersenyum kecut lalu menarik pintu mobilnya, tetapi sesaat setelah itu ada sebuah pikiran yang melintas di kepalanya. Ia kembali melirik yeoja yang sudah menunduk lesu itu mencoba menimang-nimang keputusan apa yang sebentar lagi akan diambil olehnya.

 

“Hei, apa kau yakin dengan ucapan mu?”

 

 

 

 

 

Shin je wo menghela nafas panjang saat menjenguk Ibunya. “Omma.. aku akan berusaha menyelamatkan mu, aku akan melakukan apa saja asalkan kau tetap hidup bersama ku” Je wo membelai wajah Ibunya lembut dengan air mata yang membendung di pelupuk matanya.

 

“Mianhae Omma..”

 

 

 

“Kau siap?” tanya Yeong mi pada Je wo yang hanya mengangguk pasrah.

 

Di belakang Yeong mi terdapat seorang Yeoja yang seumuran denga Je wo. yeoja itu sesekali menatap Je wo lirih. “Terima kasih, terimaksaih karena kau mau menolong ku” ucapnya ringan.

 

“Kau tenang saja nona, Inseminasi ini tidak akan membuat kau kehilangan keperawanan mu. Aku juga akan meminta dokter untuk melakukan proses caesar saat kau melahirkan nanti”

 

Je wo hanya dia dan tidak menyahut sedikit pun. Bahkan seandainya saja ia bisa melarikan diri, ia pasti akan melakukan itu. Namun sayangnya ia tidak bisa. Mengingat inilah pekerjaan yang harus ia lakukan setelah mendapatan uang untuk biaya Operasi Ibunya.

 

“Dan setelah kau melahirkan, aku juga akan memberikan biaya Operasi plastik untuk perut mu nanti. Aku tau kau belum menikah dan aku tidak akan mengacaukan masa depanmu nantinya. Tapi setelah itu aku minta kau jangan pernah muncul dihadapan ku lagi”

 

 

 

Sjin je wo menggigit bibirnya kuat saat alat-alat itu menerobos masuk pada rahimnya. Bening kristal mengalir indah di kedua sudut matanya. Bayangan wajah Ommanya setiap saat melintasi pikirannya.

 

‘minhae Omma’ batinnya.

 

 

 

 

 

 

“Sembilan bulan aku mengandung Ji hoon, dan selama itu pula aku berada di bawah pengawasan Omma mu. Aku hanya dapat mengunjungi Ommaku sesekali. Dan saat aku melahirkan Ji hoon. Disaat yang bersamaan dengan itu… Omma ku meninggal”

 

Je wo meremas kuat ujung bajunya. Kenangan pahit dua tahun yang lalu harus kembali ia ungkit dengan bibirnya sendiri. Begitu sakitnya ia saat menerima kenyataan pahit itu. Ia harus merendahkan dirinya untuk mengandung seorang anak dari laki-laki yang bahkan tidak dikenalinya. Bahkan Ibunya juga meninggal, padahal apa yang dilakukannya selama itu juga demi kelangsungan hidup Ibunya. Belum lagi ia tidak pernah melihat wajah anaknya setelah ia berhasil melahirkan. Yeong mi membawa Ji hoon tanpa memperlihatkannya terlebih dahulu pada Je wo.

 

“Jadi.. selama ini kau membohongi ku?” tanya Kyuhyun parau. Bahkan air mata namja itu sudah lolos begitu saja. “Mianhae..”  ucap Je wo. yeoja itu kembali mendekati Kyuhyun dan menyentuh lengan suaminya.

 

“JANGAN SENTUH AKU!!!”

 

Dengan kasar Kyuhyun menghempaskan tangan Je wo, membuat yeoja itu menangis terisak. “Kau tega melakukan ini padaku. kau benar-benar keterlaluan Shin je wo!!” pekiknya histeris.

 

“Kau tau aku sangat mencintai mu! Aku melakukan apapun untuk mu! Aku berusaha mati-matian membahagiakan mu! Tapi kenapa kau tega melakukan ini pada ku?! kenapa?!!”

 

Je wo tidak dapat membalas ucapan Kyuhyun. dia tau kalau suaminya itu pasti sangat kecewa padanya. Ia bahkan tidak akan marah jika Kyuhyun saat ini ingin memukulnya atau mencaci makinya. Ia siap. Karena baginya ini semua memanglah kesalahannya.

 

“Selama ini kau tau kalau Ji hoon anak mu! Pantas saja kau selalu berusaha mendekatinya. Apa kau juga ingin merebutnya dari mereka?!”

 

“Tidak!! Tidak seperti itu Cho kyuhyun, aku tidak pernah berniat merebut Ji hoon dari mereka. Tidak pernah”

 

“Kau sudah tau atas dasar apa aku melakukan perbuatan rendah itu kan? Kau tau aku melakukan itu karena apa. Aku tidak mungkin membiarkan Omma ku meninggal begitu saja saat itu”

 

“TAPI AKHIRNYA OMMAMU JUGA MENINGGAL KAN?!”

 

“Kau lihat, tidak ada satu pembenaran pun yang mendasari perbuatan mu. Bahkan Tuhanpun tidak”

 

Nafas Je wo seakan tercekat, ia tidak menyangka Kyuhyun mampu mengatakan itu. “Aku benar-benar kecewa pada mu, hanya karena uang kau rela melakukan itu? Bahkan kau sengaja membohongiku untuk itu?” Kyuhyun tersenyum kecut dan menatap Je wo kecewa.

 

“Bukan seperti itu Kyu, aku takut jika aku menjelaskannya padamu kau akan marah pada ku. aku takut kau akan meninggalkan ku. aku takut..”

 

“Dan nyatanya.. aku sepertinya memang harus meninggalkan mu”

 

Shin je wo menatap Shock pada Kyuhyun. “Andwe, andwe Kyuhyun-ah.. jangan katakan itu, aku mohon” ucapnya lirih. Namun Kyuhyun tidak menghiraukannya dan segera pergi dari sana. Shin je wo ambruk kebawah. Tatapan matanya kosong, hatinya benar-benar sakit mendengar ucapan Kyuhyun. ia menangis meraung-raung, menumpahkan seluruh kekecewaanya disana.

 

 

 

 

 

 

 

@ CHOI’S HOME

 

 

“Omma yang melakukan semua ini Siwon-ah.. saat mendengar Sera tidak dapat mengandung karena ada masalah pada rahimnya, Omma benar-benar mencemaskan rumah tangga mu. Belum lagi Sera, dia bahkan sempat ingin bunuh diri”

 

“Masalah pernikahan mu 2 tahun yang lalu hingga Sera harus menetap sementara di London  hanyalah karangan Omma saja. Omma sengaja menyuruh mu untuk tidak mengganggunya selama itu”

 

“Tapi bukakah Omma mengatakan padaku saat itu dia sedang hamil?” tanya Siwon yang masih terlihat bingung. Yeong mi tersenyum kecut. “Tidak! Dia tidak dapat hamil, Omma sudah mengatakannya pada mu kan? Ada masalah pada rahimnya.” Mendengar itu hati Siwon mencelos.

 

“Selama itu dia berada di tempat yang sama dengan Je wo, dia merawat kehamilan Je wo dengan sungguh-sungguh. Dia selalu menantikan kelahiran anak itu dengan antusias, tidak pedurli walau itu bukanlah darah dagingnya, asalkan dalam darah Ji hoon ada darah mu, itu sudah lebih dari cukup untuknya”

 

Siwon memejamkan matanya kuat. Belum dapat menerima semua kebenaran ini. memiliki anak bersama yeoja yang belum pernah ia sentuh bahkan ia temui. Dua tahun ia berada dalam kebohongan Ibu dan istrinya. “Kenapa Omma bisa setega ini padaku? apa yang ada di dalam pikiran Omma saat itu? Bahkan akan lebih baik jika aku tidak memiliki anak asalkan kalian berkata jujur padaku”

 

“Lihatlah sekarng, semua menjadi serumit ini. Omma bukan hanya menyakiti ku tapi juga telah menyakiti Kyuhyun. Omma bisa lihatkan bagaimana emosinya dia saat mendengar semua ini?”

 

“Dan Je wo. Apa Omma tidak memikirkan perasaannya?”

 

Yeong mi menggeleng pelan dan menatap Siwon lirih. “Je wo, melakukan ini atas permintaannya sendiri”

 

“Gotjimal” desis Siwon.

 

“Omma berkata jujur Siwon-ah..”

“Untuk apa?! Untuk apa dia rela melahirkan Ji hoon dan menyerahkannya pada orang lain?!”

 

Yeong mi menatap Siwon lekat, berusaha meyakinkan anaknya jika apa yang dikataannya itu adalah benar. “Untuk uang. Dia melakukan itu karena uang”

 

 

 

 

 

CHO KYUHYUN POV

 

 

Aku meneguk habis segelas minuman Alkohol yang ada dihadapanku. Ini sudah gelas keempat yang aku habiskan, aku mulai merasakan mataku mulai sayu. Aku tidak perduli kalau nantinya aku akan mabuk. Jika itu bisa menghilangkan sakit pada hati ku aku akn dengan senang hati meneguk beberapa gelas lagi.

 

“Kau benar-benar hebat sayang. Membohongiku hingga akhir”

 

Aku tersenyum kecut. Membayangkan perbuatan hina Je wo saat itu benar-benar memuakkan! Menjual rahimnya hanya untuk mendapatkan uang?! Cih… tidak kusangka ia dapat melakukan itu. Terlebih selama ini dia juga sudah membohongi ku. merahasiakan semuanya dari ku.

 

“Aku sangat mencintai mu, tapi kenapa kau malah mengecewakan aku? Kau benar-benar berengsek!”

 

 

 

 

AUTHOR POV

 

 

BRAKKKK

 

Kyuhyun berjalan gontai memasuki rumahnya, bukan rumah yang ditempatinya dengan Je wo. melainkan rumah orang tuanya. Berkali-kali ia menghantam beberapa barang-barang disana hingga berpecahan. Membuat suara keributan yang membangunkan seluruh penghuni rumah. Lampu rumah yang tadinya mati kini kembali hidup. Menampakkan sosok namja yang bersandar lunglai pada dinding.

 

“Kyuhyun-ah.. kau kenapa?”

 

Yeong mi mendekati Kyuhyun. Ia menatap miris keadaan Kyuhyun yang sangat menyedihkan. Bau alkohol yang menyengat di sekujur tubuhnya, wajahnya yang tampak berantakan membuat hati Yeong mi tertohok melihatnya.

 

“Sepertinya dia mabuk” gumam Nenek.

 

“Anak ini benar-benar! Yah cepat bawa dia masuk kekamarnya” ujar Ki ho.

 

Yeong mi menyentuh bahu Kyuhyun pelan, namun segera di tepis olehnya. Perlahan Kyuhyun membuka matanya dan menatap Ommanya lirih. “Kau jahat Omma..” gumamnya pelan dan mampu membuat linangan air mata di mata Yeong mi. “Aku membenci mu” sambungnya lagi. Yeong mi hanya bisa berdiri terpaku saat Kyuhyun melewatinya begitu saja. Namja itu berjalan ke kamarnya dengan langkah yang terseok-seok.

 

Siwon menoleh pada Sera sekilas, yeoja itu sudah menangis terisak menatap Kyuhyun nanar. Siwon ingin menghapus air matanya namun sayangnya rasa kecewa yang ia rasakan mampu mengalahkan rasa ibanya pada sera. Tanpa memperdulikan istrinya ia kembali masuk kekamar, kembali masuk kedalam gulungan selimutnya dan memejamkan matanya.

 

Ia merasakan ranjangnya bergoyang, menandakan jika Sera juga telah kembali kesana. Siwon kembali mencoba memejamkan matanya, namun suara isakan kecil terdengar olehnya. Ia membalikkan tubuhnya kebelakang dan mendapati punggung Sera yang bergetar menandakan jika yeoja itu sedang menangis. Sera tidur memunggungi Siwon hingga suaminya itu hanya dapat menatap punggungnya dari belakang.

 

“Untuk apa menangis?” tanyanya pelan.

 

Sera hanya menggelengkan kepalanya tanpa menoleh pada Siwon. “Sekarang kau sudah tau kan, akibat apa yang kau timbulkan atas kesalahan mu?” Sera masih tidak bergeming. Siwon terus saja mengeluarkan kata-kata menyakitkan untuknya namun yeoja itu tidak menjawabnya sedikit pun. Siwon merasa ada yang aneh dengannya. Belum lagi getaran punggung yeoja itu semakin kuat seperti menahan sesuatu.

 

Perlahan Siwon menyentuh pelan punggung itu. “Sera-ya” panggilnya pelan. Siwon semakin merasa bingung saat Sera belum juga meresponnya. Siwon segera menarik tubuh Sera menghadap padanya. “Sera-ya!!” pekiknya saat melihat yeoja itu menggigit kuat kepalan tangannya hingga mengeluarkan bercak-bercak merah disana.

 

Siwon mencoba melepaskan tangan itu dari gigitan Sera. Namun yeoja itu tidak ingin melepaskannya. Tatapan mata yeoja itu kosong dan tenaganya semakin kuat setiap kali Siwon mencoba melepaskannya. “Jebal Sera-ya.. jangan lakukan ini, kau menyakiti diri mu sendiri” racau Siwon. melihat Sera sama sekali tidak meresponnya, ia akhirnya memeluk tubuh yeoja itu dari belakang. Mencoba menarik tangan istrinya.

 

“Minahae sayang… aku terlalu menyalahkanmu” bisik Siwon pelan.

 

“Tidak seharusnya aku hanya menyalahkan dirimu, ini juga kesalahan ku. aku yang tidak memperhatikan mu hingga kau melakukan ini. mianhae..”

 

Cukup lama Siwon membujuk Sera hingga akhirnya ia mendengar isakan kecil dari bibir istrinya. “Sera-ya..” panggilnya lirih. Kini kepalan tangan Sera melemah. Ia membalas tatapn suaminya sendu. “Oppa.. mianhae..” isaknya lagi.

 

Siwon mengangguk kecil dan memeluk Sera erat, “Kita lupakan semuanya, ne? kita mulai semuanya dari awal..” bisiknya.

 

 

*******

*******

 

 

 

Kyuhyun mengerjap pelan, kepalanya terasa berat dan sehingga dia harus memejamkan matanya lagi, namja itu menyenderkan punggungnya pada dinding ranjang. Menatap sekeliling ruangan yang sudah lama tidak di tempatinya. Kilasan kejadian kemarin kembali berputar di kepalanya. Membuatnya kembali merasa sesak.

 

Perlahan ia turun dari ranjangnya, menatap pantulan wajahnya di cermin. Pagi pertama ia membuka mata tanpa menatap wajah yang biasa ia lihat. Sehari tidak melakukan itu sudah sangat membuatnya merindukan Je wo.

 

Kyuhyun memejamkan matanya kuat, mencoba melupakan wajah Je wo yang memenuhi pikirannya. Ia beranjak mendekati lemari baju dan membukanya. Menatap datar lemari yang sudah tidak berisi apapun mengingat mereka sudah membawa seluruh barang-barang kerumah baru mereka.

 

Kyuhyun menutup lemari itu kuat, kemudian pergi kaluar dari sana. Membanting kuat pintu kamarnya. “Eo? Kau sudah bangun? Ini, Nenek sudah membuatkan mu sup” Nenek berdiri mengahadap Kyuhyun, membawa sebuah nampan berisi Sup untuk Kyuhyun. Namun Kyuhyun hanya menatap nampan itu dengan tatapan dingin. Ia kembali melanjutkan langkahnya tanpa berkata apapun membuat Nenek mendesah kecewa.

 

“Kau mau kemana?” tanya Yeong mi pada Kyuhyun pada saat Kyuhyun melewati ruang makan. Namja itu menatap mereka satu persatu dengan tatapan dinginnya. Membuat semua yang melihatnya merasa prihatin padanya. Kyuhyun belum pernah terlihat berantakan seperti ini sebelumnya. “Mengambil pakaian ku dari sana, aku akan kembali tinggal disini” jawabnya datar.

 

“Lalu bagaimana dengan istrimu?” tanya Ki ho sebelum Kyuhyun beranjak pergi. “Aku akan menceraikan” jawab Kyuhyun datar membuat seluruh keluarganya terkejut. “Jangan gila Cho kyuhyun! apa yang kau pikirkan?! Saat ini kau hanya sedang emosi. Jangan mengambil keputusan semudah itu” bentak Ki ho.

 

“Kau sedang emosi saat ini sayang” tegur Yeong mi pelan.

 

Kyuhyun tersenyum kecut dan membalas ucapan Yeong mi dengan tatapan dinginnya. “Wae? bukannya itu yang memang kalian inginkan dari dulu? Ia kan? Omma?” Yeong mi menatap sayu pada Kyuhyun. merasa hatinya sangat sakit melihat Kyuhyun seperti ini.

 

*************

*************

 

Kyuhyun menarik nafas dalam sebelum membuka pintu kamarnya. Ia tidak melihat keberadaan Je wo di luar berarti yeoja itu saat ini sedang berada di kamar. Namja itu membuka pintu itu dengan sangat hati-hati, ia merasa yeoja itu masih lelap dalam tidurnya dan berharap yeoja itu tidak mengetahui keberadaannya disana.

 

Namun mata itu terpaku menatap sosok yang duduk meringkuk di samping ranjang, menekuk kudua kakinya dan membenamkannya disana. Bahkan yeoja itu masih mengenakan pakaian yang sama saat ia meninggalkannya. Kyuhyun berusaha mati-matian mencegah kakinya yang sudah sangat ingin mendekati yeoja itu. Menanyakan apa yang terjadi padanya. Memeluk yeoja itu mengingat dirinya yang sudah sangat merindukannya.

 

Ia mengepalkan kedua tangannya kuat, mencoba mengerakkan kedua kakinya kesamping, bukan menghampiri yeoja itu. Dia mendekati lemari pakaian dan membukanya. Mengambil kopernya dan mulai memasuki satu persatu pakaiannya dari sana. Suara ribut yang disebabkan Kyuhyun membuat Je wo tersadar jika ada sesorang di kamarnya.

 

Perlahan Yeoja itu mengangkat wajahnya dan mendapti sosok yang sudah membuatnya nyaris gila seperti ini. “Kyu..” gumamnya pelan dan mampu membuat namja itu menghentikan aktivitasnya. Hanya dengan mendengar suaranya saja mampu membuat Kyuhyun memusatkan perhatian pada si pemilik suara itu. Kyuhyun menatap Je wo sekilas. Kini yeoja itu berusaha berdiri dengan kedua lutunya yang sangat melemas.

 

Dia mendekati Kyuhyun yang kembali sibuk memberesi pakaiannya. “Kyu, kau mau kemana?” tanya Je wo bingung. “ Pulang” jawab Kyuhyun singkat. Je wo semakin bingung dengan jawaban Kyuhyun ia mengikuti kemana Kyuhyun bergerak tanpa tau dengan apa yang harus ia lakukan.

 

“Kemana? Bukannya ini adalah rumah mu?” tanyanya pelan, ia bahkan nyaris sudah tidak mampu mengeluarkan suaranya lagi. Kyuhyun tidak memperdulikan pertanyaan Je wo bahkan sampai ia selesai memasuki seluruh pakiannya.

 

“Mulai saat ini, aku akan kembali kerumah Omma. Rumah ini, ambil saja untuk mu” ucapnya dingin. Je wo menggelengkan kepalanya putus asa. Ia mengerti maksud ucapan Kyuhyun padanya. “Tidak! Kau tidak boleh pergi, ini rumah mu. Kau harus tetap disini” isaknya.

 

Kyuhyun mendengus malas dan menatap tajam padanya. Mencoba berusaha sekuatnya untuk mengatan sesuatu pada Je wo “Aku.. sudah memutuskan akan, mengakhiri pernikahan kita” Je wo menggelengkan kuat kepalanya. Air matanya semakin deras mengalir. Ditinggalkan Kyuhyun semalaman ini saja sudah sangat membuatnya sakit. apalagi harus berpisah dengan namja itu selamanya.

 

“Wae? wae?! aku tau aku salah, aku sudah membohongi mu. Aku sudah sangat mengecewakan mu. Tapi aku tidak mau berpisah dengan mu Kyuhyun-ah! Tidak mau!” teriaknya kuat. Kyuhyun mengerang frustasi melihat itu. Hatinya sakit melihat Je wo seperti itu. Dia tau yeoja itu tidak akan mampu hidup tanpanya begitu juga dengannya, hatinya menolak untuk melakukan itu namun egonya begitu kuat. Perasaan di khianati dan di bohongi masih sangat kuat menguasainya.

 

“Aku, tidak dapat meneruskan pernikahan ini lagi, kau sudah sangat jauh membohongi ku. aku bahkan tidak cukup kuat untuk melupakan semuanya. Ini.. terlalu menyakitkan”

 

“Aku pergi..”

 

 

Kyuhyun membalikkan tubuhnya dan berusaha sekuat mungkin menggerakkan kakinya keluar dari sana, namun baru bebarapa langakah ia berjalan, ada sesuatu yang menahannya. Je wo menarik ujung bajunya pelan. membuat ia kembali membeku di tempatnya.

 

“Kau pernah bilang saat itu, kau akan memaafkan ku jika aku melakukan kesalahan. Kau akan memaafkan ku meskipun aku telah menyakiti mu”

 

Kyuhyun memejamkan matanya kuat mendengar itu, suara parau yeoja itu benar-benar terdengar sangat memilukan baginya. “Kau bilang kau mencintai ku, tapi kenapa kau ingin meninggalkan ku Kyuhyun-ah.. kenapa?” rengekan itu semakin menguat saat Kyuhyun belum juga meresponnya bahkan namja itu belum mau membalikkan tubuhnya untuk sekedar menatap wajah Je wo.

 

“Lepaskan tangan mu, aku harus pergi”

 

Je wo menggeleng pelan di balik punggung Kyuhyun, ia bahkan semakin mengeratkan genggamannya. “Aku bilang lepaskan” ulang Kyuhyun. “Andwe” ucap Je wo pelan.

 

“Aku, selamanya tidak akan pernah bisa memaafkan mu, sekalipun kau menahan ku sekuat tenaga agar tetap berada di sampingmu. Aku tetap tidak bisa memaafkan mu”

 

Genggaman itu mengendur seiring ucapan itu keluar dai bibir Kyuhyun, namja itu kembali melanjutkan langkahnya. Meninggalkan Je wo yang berdiri terpaku.

 

 

 

 

TWO WEEKS LATER

 

SHIN JE WO POV

 

 

Aku menatap pantulan wajah ku di cermin, perlahan aku mencoba meyunggingkan seulas senyum yang bahkan aku mulai melupakan bagaimana caranya untuk tersenyum, mengingat dua minggu ini aku lewati dengan menangis, menangis dan menangis.

 

Kyuhyun sepertinya sungguh-sungguh dengan ucapannya. Mengingat selama dua minggu ini ia sama sekali tidak menghubungiku. Aku berusaha mencoba menemuinya dikantor tapi dia selalu menghindar. Bahkan rumor mengenai keretakan rumah tangga kami sudah mulai terkuak. Hingga akhirnya aku Resain dari kantor karena tidak ingin menambah masalah.

 

“Aku tidak akan menahan mu lagi Kyuhyun-ah..”

 

 

Ku pejamkan mataku kuat saat kristal bening itu ingin mendesak keluar. Sudah cukup aku menangis dua minggu ini dan aku akan bersumpah tidak akan menangis lagi. Ini semua memanglah kesalahan ku dan aku rasa aku memang pantas mendapatkannya.

 

 

Suara Bel Apartement ku berbunyi. Aku sedikit tersentak mendengarnya. Tidak pernah ada yang datang berkunjung kesini sebelumnya. Apa mungkin itu?

 

Dengan penuh harap aku segera berlari keluar, berharap kalau yang datang itu adalah dia. Bahkan aku sudah tidak dapat lagi mencegah senyuman yang terkembang dibibirku. Namun senyum itu sirna seketika saat yang kudapati disana adalah Siwon Oppa.

 

“Eo? Oppa..”

 

“Boleh aku masuk?”

 

Aku mengangguk pelan dan mempersilahkan dia masuk, kemudian aku mengambilkannya minuman di dapur lalu duduk bergabung bersamanya. “Rumah kalian bagus” ucapnya setelah meneguk minuman itu. Aku hanya tersenyum tipis menanggapinya.

 

“Eum.. bagaimana kabar mu?” tanya Siwon Oppa pelan.

 

Aku kembali tersenyum tipis padanya. “Aku rasa kau sudah cukup tau jawabannya.” Siapapun pasti tau kalau saat ini keadaan ku tidak baik-baik saja.

 

“Ji hoon… dia… baik-baik saja Oppa?” ku beranikan diriku menanyakan keadaan Ji hoon padanya. Demi apapun aku juga sangat merindukan bocah itu. Anak ku. Siwon Oppa mengangguk singkat. “Aku dengar… kau telah Resain dari kantor. Benar?” aku menganggukkan kepala ku pelan. Sepertinya Siwon Oppa sudah mendengarnya.

 

“Waeo?”

 

“Hanya tidak ingin semakin menambah masalah, romor mengenai perpisahan ku dengan Kyuhyun mulai terdengar oleh yang lain”

 

 

Untuk sesaat tidak ada diantara kami yang berbicara. Sepertinya kami sama-sama sibuk dalam pikiran masing-masing.  “Boleh aku tau apa alasan mu?” tanya Siwon Oppa. “Tentang Ji hoon, kenapa kau mau mengandung anakku saat itu. Apa yang dikatakan oleh Omma itu benar?”

 

“Kau, melakukannya karena.. uang?”

 

Aku tersenyum kecut dan mengangguk pelan, membuat segurat kekecewaan terlihat dari wajah Siwon Oppa. “Aku tau, semua orang pasti menganggap ku rendah karena melakukan itu” gumam ku.

 

“Aku, harus menjual rahim ku untuk mendapatkan uang, uang… untuk biaya Operasi Omma ku yang sedang sakit”

 

“Mwo?”

 

Aku menatp Siwon Oppa lirih dan tersenyum tipis. Mungkin aku memang harus menjelaskan padanya. “Aku melakukan itu untuk menyelamatkan Omma ku Oppa, dia sedang sakit keras dan butuh pertolongan medis. Aku tidak punya cukup uang untuk membiayai Operasinya hingga akhirnya… aku bertemu dengan Omma mu dan memohon-mohon padanya untuk memberikan ku uang. Aku berjanji akan menuruti semua keinginannya jika dia menolong ku”

 

“Apa Kyuhyun sudah tau semua ini?” tanya Siwon Oppa. dan lagi-lagi aku hanya mengangguk kecil. “Lalu kenapa dia masih belum bisa memaafkan mu? Maksud ku.. yahhh sebenarnya aku juga sangat kecewa padamu. Tapi yang kau lakukan itu menurutku adalah hal yang logis. Siapapun yang berada di posisimu saat itu pasti akan melakukan hal yang sama seperti mu”

 

Aku tersenyum kecut dan menatap Siwon Oppa miris. “Sayangnya Kyuhyun tidak berpikiran seperti itu Oppa, dia.. tetap tidak bisa memaafkan ku” aku menggigit bibir bawah ku saat lagi-lagi rasa sesak itu menggelanyuti hati ku.

 

“Tapi dia benar, tidak ada satu pembenaran pun atas apa yang aku lakukan, bahkan Tuhan pun tidak. Karena pada akhirnya Omma ku meninggal juga” ucap ku parau. Sangat sakit jika mengingat ucapan Kyuhyun saat itu. Terlebih aku mendengarnya dari mulutnya.

 

“Apa.. Kyuhyun yang berkata itu padamu?”

 

Aku mengangguk lemah. “Dia benar Oppa, memang sudah sepantasnya aku mendapatkan hal yang setimpal dengan apa yang aku perbuat”

 

Lagi-lagi aku dan Siwon Oppa terdiam, suasana hening kembali menyelimuti kami.  “Oppa.. mianhae.. aku, telah melakukan hal rendah itu pada mu” ucap ku pelan. aku memang harus minta maaf padanya juga bukan? Mengingat dia juga korban atas perbuatan ku.

 

“Tidak! Kau tidak perlu meminta maaf, malah aku ingin berterima kasih padamu. Terima kasih Shin je wo. terima kasih karena telah melahirkan Ji hoon”

 

“Terima kasih kau mau mengandung anak ku, tanpa mu.. mungkin aku tidak dapat memiliki seorang putra sepertinya. Tanpa mu, mungkin aku sudah tidak pernah melihat seyuman Sera. Kau! adalah satu-satunya orang yang telah membawa kebahagiaan dalam hidup ku”

 

Bibir ku bergetar kuat mendengar Siwon Oppa mengatakan itu. Kenapa? Kenapa Siwon Oppa bisa memandang ku dari sudut yang berbeda sementara Kyuhyun tidak? Kenapa dia yang tidak terlalu mengenaliku bisa memaafkan ku begitu mudah sedang kan Kyuhyun yang sudah sangat mengenaliku tidak dapat melakukan itu? Aku mengangguk kecil menahan isak tangis ku di hadapannya.

 

“Oppa.. bisakah aku meminta sebuah permintaan padamu”

“Mwo?”

 

“Aku.. ingin melihat Ji hoon untuk terakhir kalinya”

 

 

 

 

 

AUTHOR POV

 

Siwon mendekati Sera yang sedang bermain dengan dengan Ji hoon. Siwon sudah memaafkan Sera dan melupakan semua maslah yang terjadi pada mereka. “Sera-ya..” panggil Siwon pelan. Sera menoleh padanya. “Kau sudah pulang Oppa?” Siwon mengangguk pelan paadanya.

 

“Oppa! Ji hoon sudah mulai bisa berbicara”

“Jinja?”

“Eum, tadi dia memanggil ku”

“Jongmalyo? Yah! Ji hoon-ah.. coba panggil Daddy..”

 

Sera tertawa melihat ekspresi Siwon, namja itu merengek-rengek memaksa Ji hoon memanggilnya. “Mom.. Mom..” mulut Siwon terbuka lebar saat mendengar Ji hoo  berbicara. “Omona? Dia berbicara!!” pekiknya girang. “Sekali lagi Ji hoon-ah.. sekali lagi ne? Daddy ingin mendengarnya” ujar Siwon antusias. Ji hoon menatap Siwon sambil terkikik.

 

“Oppa! kau ini bersemangat sekali”

“Tentu saja! Ini kemajuan pesat sayang.. aigo~”

 

Siwon menatp Ji hoon haru, tidak menyangka anaknya sudah muali beranjak dewasa, namun tiba-tiba ia teringat dengan permintaan Je wo tadi padanya. Siwon menatap Sera yang tersenyum manis pada Ji hoon. Ia merasa jika Sera harus tau tentang ini. ia tidak ingin ada kebohongan lagi diantara mereka.

 

“Sera-ya..”

“Eum?”

 

“Aku.. tadi baru saja bertemu dengan Je wo”

 

Mendengar itu senyuman dari bibir Sera memudar. Ia menatap Siwon sendu. “Jangan salah paham, aku hanya butuh sedikit penjelasan saja darinya. Mengenai masalahnya dengan Kyuhyun juga. Lalu.. dia juga telah resain dari kantor” Sera masih bungkam. Belum mau menanggapi ucapanSiwon.

 

“Aku baru saja tau alasannya mau mengandung Ji hoon untuk mu, itu bukan hanya karena uang sayang. Saat itu Ibunya sedang sakit dan dia membutuhkan banyak uang. Dan saat itu hanya itulah yang ada di pikirannya”

 

Hati Sera mencelos mendengar penjelasan Siwon, ia mulai tertarik mendengarkan penjelasan suaminya. “Sera-ya.. bisakah kau memaafkannya? Bisakah kau berhenti membencinya? Keadaannya saat ini.. benar-benar memprihatinkan” Sera menundukkan kepalanya dalam di hadapan Siwon.

 

“Aku tidak pernah membencinya Oppa..”

 

“Selama ini, sikap kasar ku padanya karena aku takut dia akan merebut Ji hoon dari ku. Kau tau aku sangat menyayangi Ji hoon kan? Walaupun dia bukan anak kandung ku. tapi aku tidak bisa kehilangannya”

 

“Saat dia mengandung Ji hoon, aku selalu menjaganya. Saat itu aku juga sangat menyayanginya. Aku selalu cemas setiap kali dia merasakan kram pada perutnya. Aku selalu menemaninya kemanapun. Bahkan sejujurnya aku sangat berterim kasih padanya”

 

Siwon tersenyum lega dan mengusap lembut kepala Sera. “Lalu.. jika Je wo ingin melihat Ji hoon, apa kau mengijinkannya?”

 

“Mwo?”

 

 

Siwon menggenggam lembut kedua tangan Sera. Menatap sendu wajah istrinya. “Dia sangat ingin bertemu dengan Ji hoon sayang. Hanya bertemu tidak akan merebutnya dari mu. Dan aku juga ingin kau menyelesaikan masalah mu dengannya. Kau bisa kan?” Sera menatap Siwon lirih. Ia belum begitu bisa melakukan itu namun ia melihat raut penuh harap milik Siwon dan akhirnya mengangguk pelan.

 

 

 

 

 

CHO KYUHYUN POV

 

 

BRAKKKKKK

 

Ck! Sial! Kenapa harus menabrak Guci lagi? Sebentar lagi seluruh orang pasti akan mengerumuni ku. aku kembali melangkahkan kaki ku menuju kamar. Kepalaku sangat pusing. Malam ini aku memang minum lebih banyak dari biasanya.

 

“Sampai kapan kau akan terus mabuk-mabukan seperti ini Cho kyuhyun?!”

 

Aku tau itu pasti suara Appa, aku menoleh padanya. Mataku mulai mengabur dan tidak dapat melihat wajahnya dengan jelas. “wae Appa?! Aku hanya memecahkan satu Guci lagi kan? Bukannya kita masih bisa membelinya?” ucap ku ringan.

 

“Ayo masuk” kurasakan Siwon  menarik tangan ku paksa kekamar.

 

“Kau benar-benar menyedihkan Cho kyuhyun! untuk apa kau menyiksa dirimu sendiri hanya kerena keegoisan mu?!!”

 

Aku terkekeh pelan mendengar makian Appa di luar. “Aku yang tersiksa kenapa dia yang repot? Iya kan Siwon-ah? Hei? Bagaimana kabar Ji hoon? Apa dia tidak merindukan Ommanya? Eo? Aku rasa tidak.. hahaha iya kan?” Siwon menghempaskan tubuh ku keatas ranjang. Samar-samar aku masih bisa melihatnya menatapi ku dari sana.  “Kau benar-benar bodoh Cho kyuhyun” aku sangat ingin membalas ucapannya namun mataku semakin lama semaki berat dan yang ku tau, aku mulai tertidur lelap.

 

 

 

SHIN JE WO POV

 

 

Aku melangkah ringan memasuki Supermarket ini. Siwon Oppa baru saja menelpon ku dan mengatakan jika siang ini dia kan membawa Ji hoon kerumah ku, bahkan Sera juga ikut.  Aku sangat senang mendengarnya, setidaknya aku bisa sedikit mencairkan hubungan ku dengan Sera kan?

 

Aku sengaja membeli beberapa cemilan ringan, mengingat aku sama sekali tidak bisa memasak. Mana mungkin aku membiarkan mereka keracunan memakan masakan ku. Kyuhyun saja tidak pernah mau mengambil resiko seperti itu.

 

“Kyuhyun..”

 

Dia.. Bagaimana kabarnya saat ini? Apa dia baik-baik saja? Sudah lama aku tidak mendengar suaranya. Aku tersenyum tipis dan memejamkan mataku. Mencoba memutar ulang rekaman ingatan ku padanya. Mendengar suaranya dari sana.

 

“Ne! dia pasti baik-baik saja. Harus!”

 

Aku kembali melanjutkan langkah ku, mencari beberapa makanan lagi untuk nanti. Setelah itu aku pergi ke kasir dan membayar semuanya. Kemudian mencari Taxi untuk kembali pulang.

 

“Aigo~ berat sekali”

 

Suara itu? Kenapa sangat familiar di telingaku? Aku memutar tubuhku dan menatap sekeliling ku. mata ku melebar saat melihat seorang wanita paruh baya kesulitan berjalan karena membawa barang bawaannya.

 

“Nenek?”

 

Aku berlari kearahnya dan mengambil beberapa barang belanjaanya. “Kau?” pekiknya kaget. Aku tersenyum tipis padanya. Ternyata lama tidak bertemu dengannya membuat aku merindukannya. “Nenek apa kabar?” tanya ku sopan. Dia tidak menjawab dan masih menatap ku Shock. “Nenek..” panggil ku lagi.

 

“Eo? Ahh aku baik-baik saja” jawabnya singkat. Aku tersenyum lega mendengarnya. “Nenek mau kemana? Belanjaan ini.. milik Nenek semua?” tanya ku bingung melihat seluruh belanjaan yang di bawa Nenek. Dia mengangguk singkat dan seperti salah tingkah. “Tidak biasanya Nenek belanja sebanyak ini.. apa dirumah ada sebuah perayaan?” tanya ku lagi.

 

“Annio.. ini semua untuk.. Kyuhyun”

 

Hati ku kembali berdenyut mendengar namanya. “Kyuhyun?” tanya ku pelan. “Hem! Dia.. akhir-akhir ini tidak berselera makan dan jarang sekali mau memakan apapun, aku membeli semua belanjaan ini untuk memasak sesuatu untuknya. Mungkin saja dia mau memakannya” aku mengangguk mengerti.

 

Tidak berselera makan.. dia itu kan gampang sekali sakit, kenapa malah tidak mau makan? Bagaimana jika kalau tiba-tiba sakit?

 

“Eum.. Nenek tidak usah memasakkan makanan apapun untuknya. Dia.. cukup belikan saja dia Jajamyeon yang ada di pinggir jalan dekat rumah. Nenek tau kan? Kyuhyun.. setiap kali tidak berselera makan pasti minta di belikan itu padaku”  ucap ku pelan.

 

“Tapi.. Jajamyeon kan tidak terlalu baik untuk kesehatan”

“Ne! tapi hanya makanan itu yang bisa membuatnya berselera kembali Nek”

 

Aku melihat Nenek menghela nafas. “Arra, nanti akan aku belikan untuknya” aku tersenyum lebar dan mengangguk. “Nenek mau pulang? Aku panggilkan Taxi ya!” aku mengedarkan mataku kesegala arah, mencari sebuah Taxi untuk Nenek. “Taxi!!!” panggil ku saat melihat sebuah Taxi. “Ayo Nek” aku meraih semua belanjaan Nenek dan membawakannya kedalam Taxi.

 

“Jangan lupa belikan Jajamyeon untuknya ya Nek..” ucap ku sebelum Taxi itu pergi. “Ne. kau.. jaga dirimu baik-baik” aku tertegun mendengar Nenek mengatakan itu. Belum sempat aku menjawabnya Nenek sudah menyuruh Taxi itu pergi.

 

“Tidak apa-apa, setidaknya dia sudah tidak membenci ku lagi”

 

 

 

 

AUTHOR POV

 

 

Kyuhyun keluar dari kamarnya dengan kepala yang masih sempoyongan, rutinitasnya setiap malam adalah pergi ke sebuah Bar untuk minum dan pulang dalam keadaan mabuk. “Baru bangun Kyu?” tegur Sera. Kyuhyun menoleh padanya sekilas, lalu tatapan matanya turun pada bocah yang sedang di pangku oleh Sera.

 

Ji hoon tersenyum manis padanya, senyuman yang sangat mirip dengan seseorang yang selama berminggu-minggu ini selalu memenuhi pikirannya hingga dia harus melarikan semua itu pada Alkohol. Kyuhyun segera memalingkan wajahnya kearah lain. Ia berjalan memasuki dapur.

 

“Kau mau makan Kyu?” tanya Yeong mi. namun Kyuhyun sama sekali tidak menjawabnya, ia lebih memilih menuang air dalam gelasnya dan mengeuknya hingga habis. Sudah berhari-hari ia mendiami Ommanya. Bahkan tidak pernah mau bertegur sapa dengan yeoja itu.

 

“Kau sudah bangun Kyuhyun-ah? Aigo~ kemari nak.. Nenek membawakan sesuatu untuk mu” Kyuhyun menatap malas Nenek yang membawa sebuah nampan kearahnya. Ia tau kalau Nenek pasti telah memasakkan sesuatu untuknya. Selama ia kembali tinggal disana, Nenek selalu melakukan itu padanya. Namun sayangnya Kyuhyun sama sekali tidak mau memakannya.

 

“Aku tidak lapar” hanya itu yang dikatakan namja itu.

 

“Eiy.. tunggu dulu. Lebih baik kau duduk dulu dan lihat apa yang Nenek bawakan untuk mu” Nenek menarik paksa Kyuhyun hingga ia akhirnya terduduk di meja makan. “Aku tidak lapar Nek! Berikan saja pada yang lain” ucapnya malas.

 

Nenek tidak memperdulikannya dan langsung meletakkan sebuah mangkuk dihadapan Kyuhyun. Ekspresi Kyuhyun berubah saat melihat apa yang ada di dalam mangkuk itu. “Jajamyeon” gumamnya pelan.

 

Diam-diam Nenek tersenyum simpul melihatnya. “Ini Nenek beli di kedai pinggir jalan yang ada di ujung jalan sana, pelanggannya sangat ramai jadi Nenek pikir pasti sangat enak”

 

Kyuhyun masih menatap Jajamyeon itu tanpa ekspresi apapun. Ia kembali teringat pada Je wo yang selalu membelikan makanan itu untuknya. Perlahan Kyuhyun mengambil sumpit yang disediakan Nenek dan mulai menyuapkan Jajamyeon itu kedalam mulutnya. Melihat itu Yeong mi dan Nenek saling pandang dan tersenyum. Baru kali ini Kyuhyun mau memakan sesuatu di sana.

 

“Wah! Kenapa mengelilingi Kyuhyun yang sedang makan?” tegur Siwon yang baru saja bergabung dengan mereka. Siwon menatap Kyuhyun lega, akhirnya namja itu mau juga memakan sesuatu.

 

“Oppa, kau sudah siap?”

“Hem.. Ji hoon sudah siap?”

“Sudah dari tadi Oppa! kau saja yang terlalu lama berdandan”

 

Siwon terkekeh palan dan mengambil Ji hoon dari gendongan Sera. “Kalian mau kemana?” tanya Kyuhyun pada mereka membuat Siwon dan Sera saling pandang. “Kami akan pergi kerumah Je wo. dia ingin melihat Ji hoon” jawab Siwon ringan. Mendengar itu Kyuhyun kembali melanjutkan makannya, berpura-pura tidak tertarik dengan apa yang di ucapkan Siwon.

 

“Kau mau ikut Kyu?” tanya Sera.

“Tidak” jawabnya singkat.

 

Sera dan Siwon hanya bisa menghela nafas saja melihat Kyuhyun, setelah itu mereka pamit dengan yang lain lalu pergi. Nenek dan Yeong mi masih betah menemani Kyuhyun makan hingga selesai. “kyu. kau tau tidak siapa yang menyuruh Nenek membelikan itu untuk mu?” Kyuhyun yang sedang minum hanya mengangkat bahunya tidak perduli.

 

“Je wo”

 

Kyuhyun hampir tersedak mendengarnya. Namun ia kembali menguasai dirinya lgi. “Tadi Nenek tidak sengaja bertemu dengannya di Supermarket. Saat Nenek bilang kau tidak berselera makan dia terlihat sangat cemas” Kyuhyun menghela nafas panjang mendengar itu. Ia yakin saat ini Je wo pasti sangat mencemaskannya. “Je wo juga terlihat sangat kurus” sambung Nenek lagi. “Kau tidak ingin menemuinya?” Kyuhyun melirik Yeong mi sekilas lalu menggeleng tegas. Ia segera bangkit dan beranjak pergi hingga suara Yeong mi menghentikannya.

 

“Kembalilah padanya. Omma mohon, kau dan dia.. pasti sama-sama tersiksa berjauhan seperti ini”

 

 

 

 

SHIN JE WO POV

 

 

“Annyeong~”

 

Aku tersenyum senang saat melihat mereka bertiga berada di depan rumah ku. aku segera mempersilahkan mereka masuk. “Gomawo.. sudah mau menyempatkan diri datang kesini” aku tersenyum lebar pada mereka. Sesekali melirik Ji hoon yang berada di pangkuan Sera. Bocah itu bertambah besar.

 

“Kau ingin menggendongnya?”

 

Aku megerjap pelan saat mendengar Sera menanyakan itu pada ku. “Bolehkah?” dia tersenyum dan menyerahkan Ji hoon padaku. rasanya sangat berbeda. Ini untuk pertama kalinya Sera menyerahkan Ji hoon pada ku. aku menggigit bibir bawah ku kuat, menatap wajah Ji hoon. “Sera-sshi.. bolehkah Ji hoon memanggil ku Omma?” tanya ku pelan. aku bisa melihat keterkejutan di wajah Sera dan Siwon Oppa.

 

“Hanya untuk hari ini.. kau, boleh tidak usah mengatakan padanya siapa aku sebenarnya. Tapi aku sangat ingin sekali saja. Dia memanggil ku Omma”

 

Aku kembali menatap wajah Ji hoon.  Aku sudah sangat berdosa padanya. Dia lahir keduania ini tanpa keinginanku. “Dia kan memanggil mu Omma selamanya” aku terperah mendengar jawaban Sera. Yeoja itu tersenyum pada ku. “Gomawo…” ucap ku tulus.

 

“Dia sudah bisa berbicara sedikit” sambung Siwon Oppa.

 

“Jinja?!”

 

Aku menatapnya lagi. “Ji hoon-ah.. coba katakan sesuatu pada Omma..” ucap ku semangat. Dia terkekeh geli padaku. “Mom.. Mom..” aku merasakan kebahagian yang sangat besar saat mendengar suaranya. Ya Tuhan, jadi seperti ini rasanya menjadi seorang Ibu? Hanya mendengar suara kecilnya saja sudah sebahagia ini.

 

“Ji hoon-ah… neo! Jinja daebakk. Aigo~ ayo katakan sekali lagi?”

 

Ku lirik Siwon Oppa dan Sera yang tersenyum pada kami.

 

“Ma… Omma..”

 

Air mata ku membendung mendengarnya, “Dia memanggil ku, Omma?” benar. Dia memanggil ku seperti itu. Aku menatap Siwon dan Sera yang juga terlihat terkejut. “Sepertinya dia tau kalau kau adalah Ommanya” ucap Sera padaku.

 

“Annio, jangan biarkan dia tau Sera-sshi”

 

Sera dan Siwon menatap bingung padaku dan hanya kubalas dengan senyuman tipis. “Ini.. akan menjadi hari terakhir ku bertemu dengannya” ucap ku sambil menatap wajah Ji hoon, aku tau ini akan sulit. Tapi memang inilah satu-satunya jalan terbaik untuk ku.

 

“Apa yang kau katakan?” tanya Siwon Oppa.

 

“Besok, aku akan pindah ke jepang Oppa”

 

“Mwo?”

 

Aku tersenyum tipis pada mereka. “Aku sudah memutuskan akan menetap disana” sambung ku lagi. “Kau sudah gila? Lalu bagaimana dengan Kyuhyun? kau tau? akhir-akhir ini dia semakin tampak kacau” ujar Sera padaku.

 

“Aku dan Kyuhyun.. kami, sudah tidak bisa bersama lagi” ucap ku lirih.

“Wae? aku tau kalian masih saling mencintai” potong Sera.

 

“Hem, tapi dia tidak akan pernah bisa memaafkan ku. Aku titip Ji hoon pada kalian, dan.. apa kalian bisa membantu ku?” tanya ku pada mereka.

 

 

 

 

AUTHOR POV

 

 

“Kyu, kami boleh masuk?”

 

Kyuhyun yang sedang berbaring diranjangnya segera bangkit dan duduk di pinggir ranjangnya. “Waeo?” tanyanya cemas. Ia tau Sera dan Siwon baru saja pulang dari rumahnya dan Je wo. Sera duduk di samping Kyuhyun, sementara itu Siwon berdiri dihadapan mereka sambil menggendong Ji hoon.

 

“Ada yang ingin aku tanyakan padamu” ucap Sera padanya. Kyuhyun hanya menatap Sera dan Siwon bergantian. Merasa ada yang aneh pada mereka.

 

“Apa?”

“Kau.. benar-benar yakin tidak ingin kembali pada Je wo?”

 

Mendengar itu Kyuhyun menghela nafas berat dan mengangguk singkat. Siwon dan Sera saling pandang. “Bukankah kau masih sangat mencintainya? Untuk apa berpisah hanya karena masalah itu, kau juga tau kan kalau semua itu bukan kesalahannya. Keadaan yang memaksanya untuk melakukan itu”

 

Kyuhyun tetap tidak bergeming, ia hanya menunduk dan mendengarkan semua ucapan Sera. “Aku tau kau sangat kecewa padanya seperti Siwon Oppa yang juga kecewa pada ku, tapi hanya dengan Siwon Oppa memaafkan ku, semuanya telah selasai Kyuhyun-ah.. tidak bisakah kau melakukan itu juga?”

 

“Mungkin aku bisa memaafkannya, tapi! Tidak mudah bagiku untuk menerimanya kembali. Hati ku terlalu sakit menerima semua ini, dia.. istriku, memiliki anak dari saudara ku sendiri. Mungkin bagi kalian masalah ini sangat mudah diterima. Mengingat kalian sudah menjalni semua ini selama dua tahun”

 

“Tapi aku? Pernikahan ku bahkan baru seumur jagung, dan aku harus dihadapkan dengan kenyataan pahit ini”

 

Siwon menggeleng frustasi melihat sikap keras kepala Kyuhyun.  Tapi ia juga tau semua ini tidak mudah baginya. Sera menghela nafas berat dan menepuk pelan bahu Kyuhyun. “Baiklah.. mungkin keputusanmu memang sudah bulat. Tapi aku hanya tidak ingin melihatmu menyesal di kemudian hari”

 

Sera mengeluarkan sesuatu dari tasnya. Sebuah surat berwarna coklat, ia menyerahkannya pada Kyuhyun. “Apa ini?” tanya Kyuhyun bingung. “Surat. Dari istri mu” jawab Sera. Kyuhyun mengerutkan dahi bingung.

 

“Dia akan pergi ke Jepang besok, karena dia tau kau tidak mau menemuinya, dia menyuruh kami menyerahkan ini padamu. Ambillah!”

 

“Jepang?” tanya Kyuhyun memastikan.

 

Siwon dan Sera mengangguk bersamaan. Siwon menyentuh bahu Kyuhyun pelan. “Pikirkanlah lagi, jangan sampai kau menyesal karena telah kehilangannya” Kyuhyun menengadahkan kepalanya keatas menatap Siwon. lalu matanya melirik Ji hoon yang tersenyum padanya. Menggapai-gapai tangannya keudara, ingin mengambil surat yang di pegang oleh Kyuhyun.

 

“Aku tau, surat ini dari Omma mu” ucapnya pada Ji hoon yang membuat Sera dan Siwon tersenyum simpul. Setelah itu mereka keluar dan membiarkan Kyuhyun untuk berpikir. Kyuhyun menatap surat itu lirih, perlahan tangannya membuka surat itu dan mulai membacanya.

 

 

 

RECOMENDASI SONG’S : BECAUSE IT WAS YOU (OST WHILD ROMANCE)

 

Kyuhyun-ah Annyeong~

 

Bagaimana kabar mu saat ini? aku dengar dari Nenek kau sedang tidak berselera makan, jangan begitu Kyuhyun-ah. Kau harus makan dengan baik, kau itu mudah sekali sakit dan yang lebih penting, kasihan Nenek yang selalu kerepotan memasakkan makanankesukaan mu. J

 

 

Kyuhyun tersenyum kecut membacanya. Ia tau bagaimana khawatirnya yeoja itu saat ini. dari dulu Je wo memang selalu cemas jika dirinya sakit.

 

Aku tau mungkin kau tidak terlalu suka membaca surat ku ini, tapi aku mohon bacalah hingga selesai. Aku ingin mengatakan sesuatu padamu.

 

Kyuhyun-ah~ mianhae…

 

Aku sudah terlalu mengecewakanmu. Aku tau kau sudah sangat baik padaku. mencintai ku dengan tulus, selalu berusaha membahagiakan ku. kau tau? kau adalah suami terbaik di dunia ini.

 

Aku mencintai mu…

 

 

Air mata Kyuhyun mengalir begitu saja, bayangan wajah Je wo yang sedang tersenyum melintas di hadapannya. Dadanya terasa sesak saat membaca tulisan yeoja itu. Terlebih saat Je wo mengatakan jika dia mencintai Kyuhyun. namja itu menggigit bibir bawahnya kuat menahan rasa sakit yang menyeruak masuk.

 

Mungkin kau sudah muak mendengar kata cinta dari ku, aku tau saat ini kau sangat membenci ku. aku sadar Kyuhyun-ah.. aku memang pantas kau benci, mengingat apa yang sudah ku perbuat pada mu. Kau boleh membenci ku.

 

Tapi aku ingin kau tau, aku tidak pernah berniat membohongimu. Aku hanya terlalu takut Kyuhyun-ah, aku takut kau kan membenci ku, aku takut kau akan meninggalkan ku. aku terlalu takut kehilangan mu, aku sudah terlalu bergantung pada mu maka dari itu aku tetap menyembunyikannya dari mu.

 

Walaupun pada akhirnya semua ketakutan ku terjadi, kau membenci ku dan kau juga telah meninggalkan ku. hahaha kau tau? air mataku tidak dapat berhenti saat menulis surat ini. bogoshippoyo Kyu~ jongmal.

 

Kyuhyun semakin menagis terisak, ia menggigit jari-jari tangannya yang terkepal berusaha meredam tangisannya. Hatinya sakit, sangat sakit membayangkan wajah Je wo yang menangis.

 

 

Besok aku akan ke Jepang.

 

Aku tau kau pasti tidak terlalu memperdulikan itu, tapi entahlah, rasanya sungguh tidak benar jika aku tidak mengatakan ini padamu, bukankah saat ini kau masih suami ku? seorang istri harus mengatkan pada suaminya jika ia akan pergi kemana pun kan? Setidaknya aku masih bisa berbangga hati dengan menyebutkan dirimu sebagai suami ku. yahh sebelum kau akan.. menceraikan ku.

 

Aku akan mengirimi alamat ku disana pada Siwon Oppa, jika nanti kau ingin mengirimkan surat itu padaku. kau bisa bertanya padanya kyu…

 

Kyuhyun-ah.. bisakah kau memaafkan ku? aku tidak memintamu untuk menerimaku lagi karena aku tau aku memang sudah tidak pentas untuk mu. Tapi aku mohon maafkan aku Kyu.. aku tidak dapat pergi dengan tenang jika kau belum mengatakan itu.

 

Jika kau keberatan menelponku kau bisa mengatakannya melalui pesan. Aku pasti sangat senang jika kau melakukan itu.

 

Hahhhh

 

Sepertinya aku sudah terlalu lama berbicara, apa kau bosan? Mianhae…

 

Kyuhyun-ah! Aku saaaaangat mencintaimu. Hiduplah dengan baik disana.

 

 

With love

 

Shin je wo

 

 

Kyuhyun meremas kuat surat itu, menangis sejadi-jadinya. Hatinya perih membaca bait demi bait tulisan Je wo, bagaimana yeoja itu selalu meminta maaf padanya. Dia tau jika yeoja itu sangat merindukannya, begitu juga dengannya. Je wo memang selalu begantung padanya, dan ia yakin ini adalah yang terberat bagi yeoja itu. Berpisah terlalu lama dengannya.

 

“Aku juga mencintai mu, sayang.. aku mencintai mu”

 

Isakan namja itu semakin keras saat mengatakan itu, ia begitu merindukan sosok yeoja itu di hadapannya. Merindukan pelukan hangatnya. Merindukan wajah polos yang selalu ia lihat ketika ia membuka mata. Namun ia sama sekali tidak dapat berbuat apa-apa, hatinya masih terlalu sakit untuk sekedar melupakan semuanya.

 

Perlahan Kyuhyun menghapus air matanya. Mengambil nafas panjang sebelum meraih kunci mobilnya. Ia segera keluar dari kamarnya tidak menghiraukan tatapan cemas seluruh keluarga yang sedang menatapnya.

 

“Mau kemana dia?” gumam Ki ho.

 

Sera dan Siwon saling pandang kemudian tersenyum. “Doakan saja dia segera kembali pada istrinya Appa” ucap Siwon bijak.

 

 

 

 

SHIN JE WO POV

 

 

Aku membuka lemari pakaian Kyuhyun, tersenyum tipis melihat piama tidurnya yang tergantung rapi. Ku raih piama itu dan segera ku kenakan. Aku berjalan kearah cermin, menatap pantulan diriku yang sedang mengenakan piamanya. “Masih ada baumu Cho kyuhyun” aku tersenyum tipis dan menaiki ranjang ku.

 

Malam ini aku ingin tidur dengan menghirup aroma tubuhnya, hanya piama ini yang tersisa disini. “Setidaknya aku masih bisa menghirup aroma tubuhmu Kyu..” aku memejamkan mataku erat. Membayangkan Kyuhyun sedang memelukku erat, mengecup kepala ku lembut. Kristal bening itu kembali mengalir di kedua sudut mataku.

 

“Bogoshippo” gumam ku.

 

 

TING TUNG

 

Mata ku kembali terbuka saat mendengar suara bel berbunyi, kulirik jam dinding yang menunjukkan pukul 10 malam. “Siapa yang datang malam-malam seperti ini?” aku menghapus pelan kedua pipiku yang sempat terkotori oleh air mataku.

 

Kemudian aku keluar dari kamar dan berlari-lari kecil membukakan pintu.

 

“Kau?”

 

 

 

 

AUTHOR POV

 

 

 

Kyuhyun menekan bel Apartement itu berulang-ulang,merasa tidak sabar saat pintu itu belum terbuka juga. Namun saat pintu itu berhasil terbuka. Ia hanya bisa berdiri diam ditempatnya.

 

“Kau?”

 

Mereka berdua saling tatap satu sama lain, memuaskan diri masing-masing menatap Object di hadapannya yang selama ini sangat dirindukan. Hati Kyuhyun mencelos saat melihat pakaian apa yang dikenakan istrinya. Begitu rindunya yeoja itu padanya hingga harus memakai piama miliknya yang jelas-jelas akan sangat kebesaran jika di kenakannya.

 

“Kau.. ada waktu sebentar?”

 

 

*******

*******

 

 

 

Kyuhyun mengaduk-aduk makanannya tanpa berniat untuk memakannya, begitu juga dengan yeoja yang ada di hadapannya. Kyuhyun membawa Je wo pergi kesebuah restoran untuk membicarakan sesuatu, Je wo sesekali melirik Kyuhyun yang belum mau mengangkat kepalanya untuk sekedar meliriknya.

 

“Ada yang ingin kau katakan padaku?” tanya Je wo pelan.

 

Kyuhyun menghela nafas gusar sebelum mengangkat kepalanya. Menatap wajah istrinya sendu. “Besok, kau akan kejepang?” Je wo berusaha tersenyum sebiasa mungkin padanya. ‘ini kesempatan terakhir bertemu dengannya’ batin yeoja itu.

 

“Ne”

“Berapa lama?”

“Molla.. aku berniat menetap disana”

 

Keduanya kembali diam, tidak melakukan aktivitas apapun selain saling pandang satu sama lain, tidak ada kata puas bagi mereka melakukan itu. Mengingat sudah berminggu-minggu mereka tidak saling bertemu.

 

“Aku.. memaafkan mu”

 

Senyum Je wo merekah begitu saja mendengar ucapan Kyuhyun, “Tapi aku.. tetap tidak dapat kembali padamu” senyuman itu sirna seiring ucapan itu terlontar. Je wo tersenyum miris dan menggigit bibir bawahnya. Menahan air mata yang sudah ingin mendesak keluar. Ucapan Kyuhyun sudah menjawab semuanya. Berpisah! Itulah yang akan terjadi.

 

“Arra.. kau sudah memaafkan ku saja aku sudah sangat senang, Gomawo Kyuhyun-ah”

 

Kyuhyun mengepal tangannya kuat mendengar suara parau itu, dia selalu tidak tahan  mendengar suara parau itu keluar dari bibir kecil itu. Ingin rasanya ia segera berlari memeluk yeoja itu. Namun keberaniannya tidak cukup untuk melakukan itu.

 

*******

*******

 

 

Kyuhyun membukakan pintu mobilnya seperti biasa pada Je wo, yeoja itu tersenyum tipis padanya. “Gomawo..” ucap Je wo pelan. Kyuhyun mengangguk dan menatap wajah Je wo sendu. “Masuklah” ucapnya pelan. Je wo mengangguk singkat dan tersenyum manis padanya, meskipun senyuman itu lebih mirip dengan lengkungan yang patah.

 

Kyuhyun menatap punggung itu lirih, kedua tangannya yang terbenam pada saku celananya terkepal kuat. Matanya memanas menatap punggung itu mulai menjauh darinya. Namun tiba-tiba saja Je wo berbalik dan berlari kecil kearahnya.

 

“Wae?”

 

Shin je wo tersenyum tipis dengan linangan air mata yang menggenang di pelupuk matanya. “Boleh aku memelukmu untuk terakhir kalinya? Tuan Cho?”  air mata Kyuhyun sudah tidak dapat lagi ia tahan. Air mata itu jatuh seiiring kedua tangannya yang menarik tubuh kecil itu dalam dekapannya.

 

Keduanya menagis terisak dalam pelukan erat itu, Kyuhyun memeluk tubuh Je wo dengan sangat erat hingga membuat yeoja itu merasa sesak. Namun Je wo tidak perduli, ia sudah sangat merindukan dekapan namja itu.

 

“Jaga dirimu Kyuhyun-ah.. hiduplah dengan baik”

 

Kyuhyun mengangguk kuat dalam pelukannya, isakannya semakin terdengar kuat. Membuat Je wo ikut menangis terisak. “Carilah yeoja yang akan membuat mu bahagia. Jangan mencari yeoja seperti aku yang hanya dapat membuat mu kecewa” Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya hingga tubuh Je wo terangkat keatas.

 

“Aku akan selalu mencintai mu Kyuhyun-ah..”

 

Perlahan Je wo melepaskan pelukannya dari Kyuhyun meskipun ia sangat enggan melepaskannya. Je wo menangkupkan sedua tangannya di wajah Kyuhyun, menatap wajah yang sudah basah itu dengan lirih. Perlahan ia mendekatkan wajahnya pada Kyuhyun menyapukan bibirnya pada permukaan bibir Kyuhyun membuat mata namja itu terpejam sempurna. bibir mereka hanya saling bersentuhan, tidak melakukan apapun.

 

Keduanya terisak kuat dama ciuman itu, ciuman yang begitu menyakitkan keduanya. Je wo kembali menarik wajahnya menatap wajah Kyuhyun yang masih memjam kan matanya.

 

“Saranghae…”

 

Kyuhyun masih menutup matanya, perlahan rasa hangat yang menjuluri tubuhnya tadi mulai menghilang. Ia membuka pelan matanya dan menatap punggung yeoja itu yang mulai menjauh. Matanya mengabur seiiring air matanya yang kembali membendung di pelupuk matanya.

 

Kyuhyun masuk kedalam mobilnya, menatap bangku yang ada di sampingnya, beberapa waktu yang lalu yeoja itu masih duduk disana. Ia kembali memejamkan matanya. Memutar memorinya bersama Je wo dari awal.

 

Berawal pertemuan mereka di kantor, hingga keduanya saling menjalin kasih. Kyuhyun melamar Je wo di hadapan seluruh karyawan kantornya. Setelah itu mereka menikah dan menjalani hari-hari bahagia. Sampai pada saat Siwon dan Ommanya kembali pulang.

 

Kyuhyun ingat bagaimana dia membentak Je wo saat mengetahui rahasia yeoja itu. Menjauhinya hingga mengatakan hal-hal kasar pada yeoja itu. Dan mata itu kembali terbuka. Tatapan tajam itu kembali menghiasi matanya.

 

Kyuhyun keluar dari mobilnya. Berlari masuk kedalam Apartement, matanya sibuk mencari sosok yeoja itu lagi. Dan akhirnya ia temukan. Namun sayangnya Je wo telah masuk kedalam lift.

 

Kyuhyun berusaha mengejarnya tapi terlambat, lift itu sudah tertutup. Namja itu berlari kearah tangga darurat dan mulai menaiki satu persatu anak tangga tersebut. “Tunggu aku sayang!” gumamnya.

 

 

 

SHIN JE WO POV

 

 

Aku menangis terisak di dalam lift, mungkin Tuhan sedang baik padaku hingga di dalam lift ini tidak ada siapapun selain aku. Semuanya sudah berakhir. Kyuhyun sudah dengan jelas mengatakan tidak menginginkan ku lagi. “Kau bahkan tidak membalas kata cinta ku Kyu..” pintu lift ini terbuka. Aku menghapus kedua pipiku yang sudah sangat basah. Dari tadi sudah entah sebanyak apa aku menangis.

 

Dengan langkah gontai aku berjalan menuju apartement ku. menghembuskan nafas ku berat sebelum mengulurkan tanganku untuk menekan kode pasword Apartement ini. tanganku terhenti begitu saja saat merasa ada seseorang yang menatap ku dari samping.

 

“Kau?”

 

Mata ku melebar saat melihat Kyuhyun berdiri tidak jauh dari ku, nafasnya terlihat terengah-engah. Dia menatap ku penuh arti. Apa yang dilakukannya hingga terengah-engah seperti itu.

 

Aku semakin bingung saat ia berjalan cepat kearah ku, tangannya menarik belakang kepala ku dan mendaratkan bibirnya pada bibirku. Dia melumat bibirku, tidak ada kata lembut disana. Aku hanya dapat mencengkram kedua bahunya kuat. Tidak meresponnya sedikitpun, aku masih sangat Shock dengan perbuatannya.hingga perlahan ia melepaskan bibirku saat aku sudah mulai kehabisan nafas.

 

Dia menyatukan kedua dahi kami, bisa kurasakan hangat nafasnya menerpa wajahku. “Jangan tinggalkan aku sayang…” mataku melebar mendengarnya mengatakan itu padaku. “Saranghae…” aku kembali menangis ketika mendengar kata cinta itu lagi darinya.

 

Kyuhyun kembali mendaratkan bibirnya pada permukaan bibirku, kali ini lebih lembut dari sebelumnya. Aku mulai membalas perlakukannya padaku, melingkarkan kedua tangan ku erat pada lehernya seakan tidak membiarkannya pergi lagi. Kyuhyun membalikkan tubuhku kesamping hingga terhempas pada pintu Apartement. Tangannya turun kebawah, menekan beberapa deret angka pada pintu apartement kami tanpa melihat kesana.

 

Tubuh ku terhuyung ke belakang saat pintu itu terbuka, namun tangannya lebih cepat menahan tubuh ku hingga aku kembali jatuh kedalam dekapannya. Kyuhyun membawaku berjalan mundur menjauh dari pintu, beberapa kali tubuhku menabrak dinding ataupun barang-barang lainnya, hingga kusadari Kyuhyun berhasil membawaku masuk kekamar.

 

Aku tersentak kaget saat mendengar dentuman pintu kamar yang tertutup, hingga tautan ku padanya terlepas, aku memiringkan kepala ku kesamping menatap pintu itu. “Pintu itu mahal, tidak akan rusak hanya karena aku membantingnya” ucapnya serak dan kembali menarik tengkukku mendekat padanya.

 

Kyuhyun kembali membawaku mengelilingi kamar hingga aku merasakan pangkal paha ku menyentuh pinggir ranjang dan setelah itu tubuhku terhempas keatas ranjang. Kyuhyun menatap wajah ku intens, menjelajahi wajah ku dengan mata indahnya.

 

“Bogoshippo~”

 

 

 

 

AUTHOR POV

 

 

Kyuhyun membelai lembut wajah Je wo yang terpejam sempurna. sesekali mengecup lembut dahi yeoja itu. “Wae?” tanya Je wo dengan mata yang masih tertutup. Tenaganya cukup terkuras setelah melewati malam yang sangat panjang ini bersama Kyuhyun.

 

“Wae mwo?”

 

Perlahan mata itu terbuka, menampakkan mata indahnya. “Kenapa tiba-tiba berubah pikiran? Aku pikir kau akan segera menceraikan ku” Kyuhyun tersenyum kecut, ia menarik pinggang Je wo mendekat padanya. Dan mendekap erat tubuh yeoja itu dari bawah selimut yang menutupi tubuh mereka.

 

“Aku takut tidak dapat bernafas jika kau meninggalkan ku, beberapa minggu ini berpisah dari mu sudah sangat membuat ku tersiksa. aku berpikir bagaimana jadinya aku jika kau benar-benar pergi kejepang dan meninggalkan ku”

 

Je wo tersenyum tipis dan menengadahkan kepalanya menatap Kyuhyun. “Kau mungkin akan gila, sama seperti ku” ucapnya pelan. Kyuhyun mengangguk setuju dan kembali memeluk Je wo. “Mianhae..” bisiknya.

 

“Wae?”

“Aku sudah menyakiti mu”

 

Je wo menggeleng pelan dalam pelukan Kyuhyun. “Aku juga telah menyakiti mu, bisakah kita lupakan semuanya Kyu?” Kyuhyun mengangguk pelan.

 

“Ne! kita lupakan semuanya”

 

“Kyu..”

“Hem?”

“Besok temani aku menemui keluargamu, ne?”

“Untuk?”

“Aku ingin minta maaf pada mereka semua”

 

“Kita lakukan bersama-sama, aku juga harus minta maaf pada mereka, terutama Omma” Je wo menatap Kyuhyun tidak mengerti, namja itu tersenyum tipis padanya, “Selama berpisah darimu, aku tidak pernah mau berbicara pada Omma, aku sangat kesal padanya. Rasanya.. semua yang terjadi pada kita itu adalah kesalahannya” jelasnya. Je wo menggelengkan kepalany pelan.

 

“Kau salah Kyu..”

“Arraseo.. maka dari itu aku akan meminta maaf pada Omma”

 

Keduanya kembali terdiam, mata Kyuhyun mendadak redup. Rasa kantuk mulai menyelimutinya. “Hei, kalau tadi kau tau membuka pintu apartement, kenapa sebelumnya kau malah menekan bel?” Kyuhyun terkekeh pelan, matanya memang sudah sangat mengantuk namun pertanyaan Je wo berhasil membuatnya tertawa.

 

“Aku pikir kau sudah merubah paswordnya, makanya aku menekan bel”

“Lalu kenapa tadi kau membukanya sendiri?”

 

Lagi-lagi namja itu terkekeh pelan, kali ini ia merenggangkan pelukannya, menatap wajah Je wo. “Mana mungkin disaat seperti itu aku masih sempat bertanya pada mu ataupun menakan bel. Pabo!” Je wo mengerucutkan bibirnya dan kembali membenamkan wajahnya di dada bidang Kyuhyun.

 

“Menggelikan..” gumam Je wo.

 

“Waeo?”

 

“Beberapa jam yang lalu kita sedang membicarakan masalah perceraian dengan serius, tapi setelah itu… kita malah berakhir diatas ranjang. Benar-benar menggelikan” desisnya lagi.

 

 

 

SHIN JE WO POV

 

 

“HUWAAAAAAAAAAAAA”

 

Aku dan yang lainnya menolehkan kepala masing-masing pada Kyuhyun yang berteriak. Kami semua sedang berada di taman belakang rumah. Hari ini aku sangat senang, aku sudah meminta maaf pada Omma, Appa dan juga Nenek. Bahkan Nenek dan Omma sudah menerima ku.

 

“Ada apa Kyuhyun-ah?!” teriak Siwon Oppa.

 

Kyuhyun mendatangin kami dengan tergopoh-gopoh sambil menggendong Ji hoon. “Yah! Lihat ini” tunjuknya pada kemeja putih yang di kenakannya. “Anak mu mengencingi ku!” sungutnya kesal. Sontak kami semua tertawa melihatnya.

 

“Kau hanya perlu mengganti bajumu saja Cho kyuhyun, kenapa harus sehisteris itu?” jawab ku. dia mengerucutkan bibirnya kesal dan menatap garang Ji hoon yang menertawakannya. “Sudah mengencingiku, kau malah menertawakan aku? Untung kau juga anakku, kalau tidak ku habisi kau” aku menggleng pelan melihat sikapnya.

 

“Kalian berdua tidak ingin kembali lagi kerumah ini?”

 

Aku dan Kyuhyun menatap Omma bersamaan, “Rumah terasa sepi kalau kalian tidak ada” sambungnya lagi. Aku hanya menggaruk belakang kepalaku kikuk, bukannya tidak mau, hanya saja… aku sangat menyukai rumah itu.

 

“Omma! kami ini masih pengantin baru, jadi kami masih butuh suasana untuk berduaan” dan sekarang rasanya aku sangat ingin menjejelkan sepatu ku ini kedalam mulutnya. Apa-apaan ingin berduaan? Memalukan!!

 

 

 

 

 

 

THE END.

 

 

 

MIANHAEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE

ngepostnya telat, ada beberapa cerita yang harus aku rombak ulang, plus modem yang ngadatnya gk ketulungan, ada yang bernasib sama seperti aku? *I HATE SMART*  otte? apa FF sinetronnya menarik? 

maaf kalau ini FF bener2 rada mirip sinetron indenosia yang episodenya mengalahkan hari kemerdekaan, *apasih?* 

setelah ini saya akan kembali kejalan yang benar…. saya akan kembali menyiksa KYUHYUN! cukup disini aja deh saya disiksa lahir dan batin.

kabar gembiraaaaaaaaaaaa CHO HYUNJE punya sodara tiri, CHOI JI hoon. muahahahhaha

OKEH! KOMEN YEEEEEEEEEE

ppaiiii ppaaiiiiiii

WITH LOVE

NYONYA CHOI

 

267 thoughts on “Our Destiny 2\2

  1. Huaaaaaaaaaa ㅠ.ㅠ ㅠ.ㅠ ㅠ.ㅠ ㅠ.ㅠ
    baca ff ini sambil berlinangan air mata, sampai sesenggukan eonn ㅠ.ㅠ
    bener2 daebak alur ceritanya. feelnya itu loh huhuhu ya ampun ampe masih berasa sesenggukannya.
    mian baru komen di part akhir.
    annyeong~~~ aku reader baru.
    terdampar disini di blog luar biasah…baru pertama udah bikin nangisㅠ.ㅠ ^^
    salam kenal. gomawo~~~

  2. Hua hua,,, sampek nangis bacanya terlalu banyak konflik tapi asyik alurnya mengenak di hati,,, sampek bacanya bawa perasaan ikut gemeteran ikut nangis,,
    Daebak eonni,, 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s