Cooking-Cooking

 

 

 

 

 

 

 

AUTHOR POV

 

Shin je wo berbaring telungkup dan menyanggahkan kepala dengan sebelah tangannya sambil membaca sebuah buku. Sesekali gumaman kecil terdengar dari bibir kecilnya. “Ah! Jadi begitu? Aku rasa tidak sulit” dia mengangguk kecil dan berdecak puas.

 

“Kau sedang apa?”

 

Suara berat milik seseorang yang sudah sangat ia kenali terdengar di kamar itu, membuat dia mengalihkan perhatiannya dari buku yang sedang ia baca tadi. “Eo? Cho kyuhyun, kau sudah pulang?” tanyanya pada suaminya Cho kyuhyun, yang sedang berdiri diambang pintu kamar mereka.

 

“Hem” jawan Kyuhyun singkat.

 

Namja itu memasuki kamarnya dan meletakkan tas bawaannya di sembarang tempat. Kemudian segera merebahkan tubuhnya malas keatas ranjang, membuat decakan kesal terlontar dari bibir istrinya. “Yah! Kau tidak bisa meletakkan tas itu pada tempatnya eo?” sungut Je wo.

 

“Aku lelah”

 

Dengan kesal yeoja itu bangkit dari posisi nyamannya untuk meletakkan tas milik suaminya itu ketempat yang seharusnya. Tapi tentu saja sebelum itu dia menendang pelan kaki jenjang milik suaminya itu.

 

“Benar-benar menyusahkan”

 

Kyuhyun hanya terkekeh kecil menanggapinya. Hal itu sudah sering ia terima dari istrinya itu, mata Kyuhyun melirik buku tipis yang berada di samping tubuhnya. “Resep memasak?” gumamnya.

 

Kyuhyun bangkit dari posisinya dan menatap istrinya yang sedang memberesi barang-barang bawaannya sepulang bekerja tadi. “Hei Nyonya Cho! Apa yang kau lakukan dengan buku ini?” Kyuhyun mengayun-ayunkan buku itu di udara.

 

Je wo menoleh sekilas kemudian membuang nafas malas dan kembali sibuk pada pekerjaannya. “Situasi dalam siaga satu Tuan Cho! Ommeoni menyuruhku untuk membuatkan nasi goreng kimchi untuknya. Dan masakan itu harus aku berikan besok siang padanya” ucapnya ucapnya putus asa.

 

Kyuhyun yang mendengarnya terkekeh kuat dan segera menghampiri yeoja itu. “Kau sama sekali tidak prihatin pada ku?” sungut Je wo kesal. Kyuhyun sudah sangat tau bagaimana mirisnya pengetahuan istrinya itu dalam bidang masak memasak. Lima tahun menikah dengan Je wo dan bahkan sudah memiliki seorang bocah laki-laki bersama yeoja itu, tetap saja membuat Kyuhyun tidak pernah mengijinkan istrinya itu untuk memasak.

 

Karena dia sudah tau kalau yeoja itu sama sekali tidak akan menghasilkan makanan lezat melainkan sebuah kebakaran yang cukup mengejutkan dan hal itu sudah pernah terjadi. “Kenapa omma bisa menyuruhmu untuk membuatkannya masakan?” tanya Kyuhyun masih di sela-sela tawanya.

 

Shin je wo menghentakkan kakinya kesal dan berjalan kearah ranjang kemudian menghempaskan tubuhnya di atas ranjang itu. Cho kyuhyun mengikuti yeoja itu merebahkan diri disana. “Kau tau kan kalau beberapa minggu ini ommeoni selalu menyuruh ku pergi kerumah mu?” Kyuhyun yang sudah memiringkan tubuhnya menghadap Je wo mengangguk ringan, ia menyanggah kepalanya dengan sebelah tangannya agar dapat melihat wajah istrinya itu.

 

“Dan kau tau apa yang kulakukan selama itu disana?”

 

Kali ini namja itu menggelengkan kepalanya. “Memasak” ucap Je wo singkat. “Mwo? Kau memasak?” tanya Kyuhyun tidak percaya. Shin je wo mengangguk malas. “Eo! Selama aku disana ommeoni selalu mengajari ku memasak ini-itu. Ia bilang mulai saat ini aku harus bisa memasak karena dia kasihan melihat Hyunje yang harus makan makanan yang kita pesan dari restoran”

 

Selama ini memang itu yang selalu dilakukan Je wo. dia selalu memesan makanan jika Cho hyunje, anak laki-lakinya ingin makan. Atau bahkan mereka akan pergi makan diluar bersama-sama. “Kalau begitu aku rasa itu bukan masalah besar untuk mu” ujar Kyuhyun. ia menatap wajah istrinya lekat sementara itu Je wo lebih memilih memandang langit-langit kamarnya.

 

“Bukannya selama ini omma sudah mengajarimu memasak? Jadi ku rasa kau bisa melakukannya” Je wo menoleh kesal pada Kyuhyun. “Kau pikir selama itu aku mengerti dengan apa yang diajarkan omma mu? Aku bahkan sudah hampir gila saat ommeoni menyuruhku menghapal satu persatu bumbu-bumbu dapur yang sama sekali tidak aku ketahui” sungutnya kesal saat mengingat kejadian-kejadian itu.

 

Kyuhyun tersenyum tipis dan membelai wajah kesal istrinya. Bibir yeoja itu mengerucut kedepan membuat namja itu merasa gemas melihatnya. “Lalu apa yang akan kau lakukan?” tanya Kyuhyun lembut.

 

Shin je wo memiringkan tubuhnya kesamping dan menatap Kyuhyun penuh harap. “Besok kau ada jadwal tidak?”  Kyuhyun mengangguk singkat. “Ada. Tapi jadwal ku hanya sedikit, dari jam 3 siang sampai malam” jawabnya.

 

Shin je wo mengangguk semangat dan menepuk bahu kyuhyun kuat.

 

“Joha! Kalau begitu besok kau harus membantu ku memasak”

 

 

 

 

SHIN JE WO POV

 

 

Aku dan Kyuhyun menatap bahan-bahan masakan yang ada di hadapan kami dengan miris. Hyunje yang menyeret kursi makan agar bisa melihat kami memasak dari depan meja dapur sesekali menyentuh beberapa bahan-bahan itu.

 

“Apa kita tidak perlu memanggil pemadam kebakaran Appa?”

“Untuk apa?”

“Hanya untuk berjaga-jaga jika Omma berhasil membakar apartement kita”

 

Ku lirik tajam Hyunje yang menatapku dengan tatapan datarnya. Memangnya aku sebodoh itu? Aku memang pernah hampir melakukan itu dulu. Tapi bukan berarti saat ini aku akan melakukannya lagi kan?

 

“Gwencanha Hyunje-ah.. sudah ada Appa disini” ucap Kyuhyun yang masih sesekali terkekeh. “Yah kau! tidak usah banyak komentar dan duduk saja disana dengan baik” omel ku padanya. Ck! Kenapa aku bisa memiliki anak yang bermulut tajam seperti dia?

 

“Lalu. Kita mulai dari mana?” tanya Kyuhyun pada ku.

 

Aku mengambil buku resep yang ku beli kemarin dan membaca baik-baik apa yang tertera di buku itu. “Tidak begitu sulit, eum.. pertama, Panaskan minyak goreng di atas wajan dan masukkan kimchi, tumis selama 3 menit” aku mengambil minyak goreng dan menuangkannya kedalam wajan.

 

“Hei! Apa itu tidak terlalu sedikit?” tanya Kyuhyun.

“Eung? Apa masih kurang?” tanya ku.

 

“Sepertinya iya. Ayo tuangkan lagi”

 

Aku menuangkan kembali minyak goreng itu kedalam wajan tanpa menakarnya terlebih dahulu dan setelah itu memasukkan kimchi kedalamnya. “Setelah itu apa lagi?” tanya Kyuhyun. aku kembali membaca buku resep masakan ini. “Masukkan gochujang ke dalam tumisan kimchi, lalu masukkan juga dua mangkuk nasi. Aduk semua campuran dengan spatula” aku diam sejenak setelah membacanya. Kemudian menatap Kyuhyun polos.

 

“Gochujang itu apa, Tuan Cho?”

 

 

 

AUTHOR POV

 

 

“Gochujang itu apa, Tuan Cho?”  tanya Je wo polos pada suaminya. Cho kyuhyun mendelik garang padanya. “Mana ku tau, yang belajar bersama Omma itu kan kau. masa kau tidak ingat sama sekali?” omel Kyuhyun padanya. Yeoja itu menggaruk belakang kepalanya yang sama sekali tidak gatal.

 

“Aku tidak tau” ucapnya pelan.

 

Kyuhyun menepuk pelan dahinya dan menatap kesal istrinya. Kemudian mulai terjadi perdebatan kecil antara mereka. “Yah! Cepat masukkan bumbunya. Wajannya sudah sangat panas” teriak Hyunje. Kyuhyun dan Je wo yang mendengar itu menjadi terkejut dan terlihat sibuk kesana kemari. “Hya!!! Bagaimana ini? Apa yang harus ku lakukan Cho kyuhyun?” teriaknya.

 

“Haish, molla!” jawab kyuhyun yang sama sekali tidak tau harus berbuat apa. Ia sibuk memeriksa satu persatu kemasan bumbu-bumbu di hadapannya, mencari tulisan Gouchujang disana.

 

“Saus cabai Omma! Gochujang adalah saus cabai!” teriak Hyunje yang frustasi melihat kelakuan orang tuanya. Mendengar itu Je wo dan kyuhyun yang sedang mondar-mandir kesana kemari tersentak seperti orang bodoh. “Saus cabai? Ah! Benar. Saus cabai” pekik Je wo yang baru teringat.

 

Ia cepat-cepat memasukkan saus cabai itu ke dalam wajan. “Sudah!” ucapnya ringan. Kyuhyun menepuk pelan kepala yeoja itu dan membuat Je wo menatap garang padanya. “Nasi! Kau belum memasukkan nasinya” omelnya.

 

Hyunje mendesah berkali-kali menyaksikan kebodohan pasangan suami istri itu. “Hyunje-ah, kenapa kau bisa tau kalau Gochujang itu adalah saus cabai? Omma saja tidak tau” sungut Je wo pada anaknya. Hyunje menatap malas Je wo dan menggelengkan kepalanya frustasi. “Saat Halmeoni mengajari Omma, aku mendengar Halmeoni menyebutkan kata itu dan menjelaskannya pada mu. Kenapa kau bisa melupakannya? Pabo!” ujar bocah itu kesal.

 

Shin je wo mendelik sempurna pada bocah yang berumur lima tahun itu. “Mwo? Yah Cho hyunje! Dari mana kau mendengar kata-kata seperti itu eo?” pekik Je wo yang terkejut mendengar anaknya mengatakan itu padanya. Hyunje mengangkat kedua bahunya maalas. “Aku sering mendengar itu dari Omma dan Appa” jawabnya ringan.

 

“Sudahlah, salah mu sendiri yang sering mengataiku seperti itu di depannya” bisik Kyuhyuh pada Je wo. yeoja itu berdecak kesal dan mengaduk nasi yang ada di dalam wajan itu tidak beraturan. “Yah! Lihat nasinya menjadi berserakan kemana-mana” tegur Kyuhyun.

 

“Halmeoni pasti akan keracunan saat memakannya”

 

Je wo menatap garang Hyunje yang menopang dagunya dengan tangan sambil memperhatikan kedua orang tuanya. “Yah! Kali ini masakan Omma pasti sakan enak. Kau lihat saja nanti” balas Je wo sengit. Hyunje menggedikkan bahu tidak perduli dan itu semakin membuat Ommanya kesal.

 

Je wo kembali membaca buku resep yang dari tadi setia menemaninya. Ia membaca buku itu lebih teliti dari sebelumnya karena tidak ingin mendengar anaknya kembali mencemooh dirinya. “Tambahakan sedikit minyak wijen dan taburi potongan Kim dan biji wijen” gumamnya pelan. setelah itu ia menatap Hyunje dengan tatapan polos membuat bocah itu kembali mencibir sinis. “Wae? Tidak tau juga apa potongan Kim itu? Omma?” Kyuhyun terkikik pelan melihat perang argumen antara istri dan anaknya.

 

“Mwo? Kau pikir aku bodoh? Potongan kim itu adalah ini!”

 

Je wo mengayun-ayunkan sebuah bungkusan kecil di depan Hyunje. “Ini adalah rumput laut olahan asin, Hei.. tuan muda Cho! Jangan berpikir kau yang paling tau segalanya” ujarnya bangga. Mendengar itu Kyuhyun menepuk pelan kepala Je wo. “Kenapa kau kekanakan sekali? Berdebat dengan bocah seperti dia” sungut Kyuhyun.

 

“Itu karena anakmu memiliki kelakuan yang persis seperti mu Cho kyuhyun! menyebalkan!” balasnya. Kyuhyun dan Hyunje saling mengulum senyum, Je wo memang tidak pernah suka jika ada orang lain yang merendahkan kemampuannya.

 

***********

***********

 

 

 

Ketiga orang yang sedang mengelilingi meja makan tengah menatap semangkuk nasi goreng dengan tatapan serius. “Sudah jadi..” gumam Je wo dan mendapatkan anggukan Kyuhyun. “Lalu.. mau diapakan nasi goreng ini? apa langsung kita antar saja pada Omma?” tanya Kyuhyun.

 

“Dan setelah itu kita melihat Halmeoni masuk kerumah sakit karena keracunan masakan Omma?”

 

PLETAKKK

 

“Omma appoyo~”

 

Je wo mendesis pelan dan menatap kesal pada Hyunje yang dari tadi selalu mencela masakannya. Setelah itu ia kembali memusatkan perhatiannya pada semangkuk nasi goreng itu, bentuknya terlihat sangat bangus dan menarik namun rasanya? Ia bahkan sama sekali belum mencicipinya.

 

“Harus di cicipi” gumamnya lagi.

 

Kyuhyun dan Hyunje saling melirik satu sama lain. “Di cicipi?” ulang Kyuhyun yang mendapatkan anggukan mantap oleh istrinya. “Lalu siapa yang akan mencicipinya?” tanya Kyuhyun yang mulai merasa cemas melihat raut wajah Je wo. Yeoja itu menatap wajah suaminya dengan tatapan polos, Kyuhyun yang melihat itu segera menggelengkan kepalanya tegas. Ia sudah sangat tau apa yang ada dipikiran istrinya itu. “Aku masih ada jadwal hari ini dan aku akan dimarahi oleh hyungdeul jika aku absen hanya karena keracunan” ujarnya seakan tau apa yang akan dikatakan istrinya padanya.

 

Je wo mendesis malas kemudian mengalihkan tatapannya pada bocah yang dari tadi duduk di kursi makan dan memperhatikan perbincangan Appa dan Ommanya. “W-wae? kenapa Omma melihatku?” tanyanya takut. Je wo menyeringai dan menyodorkan mangkuk itu pada Hyunje.

 

“Cicipi ini”

“Shireo! Kenapa harus aku?”

“Karena hanya kau yang ada disini selain Appamu”

“Lalu kenapa tidak Omma saja?”

“Karena aku tidak ingin masuk rumah sakit seperti yang kau cemaskan dari tadi”

 

Hyunje meneguk ludah berat menatap Ommanya. “Kalau aku yang masuk rumah sakit bagaimana?” rengeknya yang mulai ketakutan. Kyuhyun mati-matian menahan tawanya melihat ekspresi anaknya itu. Je wo tersenyum manis pada Hyunje dan semakin membuat anak itu berkeringat dingin.

 

“Gwencanha.. Omma yang akan merawatmu nanti”

 

Je wo kembali menyodorkan mangkuk itu pada Hyunje. “Omma~” rengek Hyunje padanya. “Sudah! Kau cicipi dulu Hyunje-ah.. Appa rasa masakan Omma mu kali ini enak” jelas Kyuhyun menyemangati namun ia segera mendapatkan tatapan tajam dari anaknya.

 

Hyunje menatap semangkuk nasi goreng itu dengan miris. Ia mulai membayangkan bagaimana keadaannya nanti jika nasi itu masuk sesuap saja kedalam mulutnya. “Hahh” helaan nafas gusar terlontar dari mulut kecilnya sebelum ia meraih sendok dan mulai menyuapkan sesendok nasi itu kedalam mulutnya.

 

Kyuhyun dan Je wo semakin mendekatkan wajahnya pada Hyunje yang terlihat sedang mengunyah. “Otte?” tanya Kyuhyun. Kedua wajah mereka sangat tegang menunggu jawaban apa yang akan terlontar dari bibir anaknya. Hyunje menghentikan kunyahannya dan menatap kedua orang tuanya tanpa ekspresi. Tiba-tiba saja ia meloncat dari kursinya dan berlari kencang ke kamar mandi.

 

“Yah! Hyunje-ah waegeure?” teriak Je wo.

 

Kyuhyun dan Je wo saling pandang tidak mengerti kemudian segera menyusul Hyunje kekamar mandi. Keduanya terperanjat kaget saat melihat bocah kecil itu memuntahkan apa yang baru saja ia makan. “Gwencanha?” tanya Je wo cemas. Ia mulai merasa bersalah telah menyuruh anaknya untuk mencicipi masakannya yang sudah pasti sangat tidak layak untuk dimakan oleh manusia.

 

Hyunje membalikkan tubuhnya kehadapan kedua orang tuanya yang sedang menatapnya cemas. Wajahnya terlihat sangat frustasi, ia menggelengkan kepalanya lemah dan berujar. “Benar-benar tidak dapat dimakan oleh manusia Omma” Je wo dan Kyuhyun menghela nafas gusar mendengarnya.

 

***********

***********

 

 

“Ryeowook hyung!!”

 

Suara Kyuhyun menggema di drom Super Junior dan berhasil membuat seluruh member yang ada disana keluar dari tempatnya masing-masing. “Yah! Kenapa berteriak seperti itu?” pekik Yesung padanya.

 

Je wo menyengir polos pada member yang sedang menatap aneh padanya, Kyuhyun dan juga Hyunje. “Ada apa? Kenapa kau membawa seluruh keluarga mu kesini?” tanya Eunhyuk padanya.

 

Kyuhyun tidak menghiraukan pertanyaan Eunhyuk dan lebih memilih menghampiri Ryeowook yang terlihat baru saja bangun tidur. “Dasar magnae menyebalkan!” gerutunya.

 

“Hyung! cepat buatkan aku seporsi nasi goreng kimchi”

“Eo? Nasi goreng kimchi?”

“Hem! Palli”

 

“Suamimu kenapa? Aneh! Tiba-tiba meminta dibuatkan nasi goreng kimchi” tanya Yesung pada Je wo. yeoja itu hanya tersenyum kaku pada mereka membuat seorang namja yang sering berpikiran yadong itu tersenyum aneh. “Yah! Jangan katakan kalau Hyunje sebentar lagi akan mempunyai dongaseng” ujarnya semangat.

 

“Buang otak mesum mu itu jauh-jauh Lee hyukjae!” desis Je wo.

 

Hyunje terkikik puas melihat wajah Ahjussinya yang merengut kesal. “Ahjussi.. apa susu Strawberry milikmu masih ada?” tanya Hyunje. Eunhyuk segera menggeleng tegas padanya. “Tidak ada!” ucapnya tegas. Ia sangat tau kebiasaan buruk Hyunje setiap kali datang kedrom pasti akan menghabiskan stock susu favoritnya.

 

“Hyunje-ah.. tangkap!”

 

Mata Eunhyuk membulat ketika melihat Kyuhyun keluar dari dapur dan melemparkan sekotak besar susu Strawberry miliknya pada Hyunje. “CHO KYUHYUN!!!” teriaknya.

 

“Sudahlah hyung! akhir-akhir ini bocah itu tidak mau makan. Susu akan membantu tubuhnya untuk tumbuh besar”

 

*****************

*****************

 

 

“Woahh masshita”

 

Je wo tersenyum puas mendengar gumaman ibu mertuanya yang terlihat menyukai masakan itu. Dalam hati ia sangat berterima kasih pada Kim ryeowook yang telah membuatkannya nasi goreng itu. Yeah mengingat nasi goreng buatannya sangat berpotensi meracuni siapa saja yang memakannya.

 

DDRRTT DDRRTT

 

From : Cho kyuhyun

Otte? Apa semuanya sukses?

 

Je wo mengulum senyumnya saat membaca pesan masuk dari suaminya, namun belum sempat ia membalas pesan itu ibu mertuanya menanyakan sesuatu padanya. “Bagaimana cara mu memasaknya Je wo-ya? Ommeoni pikir kau sama sekali tidak bisa melakukannya mengingat wajah mu yang sangat tidak rela ketika aku mengajarimu memasak” mendengar itu Je wo hanya tersenyum kaku.

 

‘Sampai matipun aku pasti tidak akan bisa memasak Ommeoni’ Batinnya dalam hati.

 

“Hahaha itu.. aku hanya_”

 

“Tentu saja enak!” potong Hyunje tiba-tiba.

 

Je wo menatap wajah anaknya. Hyunje tengah tersenyum smirk pada dirinya. ‘Oh! Tidak Hyunje-ah.. jangan mengacaukan segalanya’ batinnya cemas. Ia tau apa yang akan dilakukan bocah itu saat mengeluarkan semyuman yang sangat dibenci olehnya.

 

“Nasi goreng itu enak karena….”

 

Je wo menggleng pelan pada Hyunje yang semakin tersenyum puas padanya. Anak itu sangat ingin membalas perbuatan Ommanya yang tadi hampir saja membuatnya keracunan. “Karena apa Hyunje-ah?” tanya ibu Kyuhyun penasaran.

 

“Karena Ryeowook ahjussi yang membuatnya”

 

 

 

 

CHO KYUHYUN POV

 

 

Aku melirik arloji ku yang menunjukkan pukul 7 malam, ingatanku kembali pada kejadian tadi pagi. Aku tersenyum simpul saat mengingat bagaimana lucunya kami memasak makanan yang pada akhirnya tetap tidak dapat dimakan.

 

“Ah iya! Yeoja itu dari tadi belum membalas pesan ku”

 

Ku tekan beberapa deret angka yang sudah sangat ku hafal kemudian menunggu sebentar sampai terdengar suara berat yang sudah sangat khas ditelingaku.

 

“Yeoboseo?”

 

“yeoboseo”

 

Eh? Ada apa dengan suaranya? Kenapa terdengar aneh?

 

“Yah! Kau kenapa? Sakit?”

 

“….”

 

“Nyonya Cho! Gwencanha?”

 

Kenapa dia hanya diam? Sebenarnya apa yang terjadi?

 

“Cho kyuhyun~ huweeee”

 

“Yah! Waegurae? Kau kenapa? Cepat katakan padaku”

 

“Hyunje…”

 

“Hyunje? ada apa dengannya? Apa dia sakit?”

 

“Annio..”

 

“Lalu apa? Jangan membuatku cemas”

 

“Kau tau? bocah menyebalkan itu membocorkan semuanya pada ommeoni. Dia memberitau siapa yang memasak nasi goreng itu sebenarnya~”

 

Eh? Jadi… muahahahahahahahha

 

“Hahahaha yah! Jadi Hyunje sudah membocorkan rahasia mu? Lalu sekarang Omma sudah tau kalau kau belum bisa memasak? Hahahaha”

 

“Tidak lucu!”

 

“Hahaha sangat lucu Nyonya Cho! Aigo~ air mataku sampai keluar”

 

“Tertawalah sepuas hatimu Cho kyuhyun! karena setelah kau sampai di apartement, kau tidak akan menemukan ku dan Hyunje disana”

 

Tawaku terhenti begitu saja ketika mendengar ucapannya. Apa dia berniat kabur hanya keran ketahuan seperti itu? Apa-apaan dia?

 

“Yah! Kau ingin kabur dari rumah karena itu? Eo? Jangan gila Shin je wo!”

 

“Dasar bodoh! Aku bukan kabur. Tapi aku tidak diijinkan pulang oleh Ommamu. Aku tidak boleh pulang dan bertemu denganmu sampai aku benar-benar bisa memasak nasi goreng itu”

 

“MWO??”

 

“Apa sekarang kau masih ingin tertawa? Jika ia tertawalah sesukamu!”

 

KLIK

 

“Yah! Yeoboseo? Shin je wo!!!”

 

Ige mwoya? Tidak boleh bertemu dengannya sampai ia bisa memasak nasi goreng itu? Haish Omma!! jika seperti itu aku tidak akan pernah bisa bertemu dengannya lagi!!!

 

 

 

THE END.

 

 

Jiahahahahahahahah

 

Inilah hasil iseng-iseng saya. Haghaghag otte? Yang pada kangen CHO’S FAMILY udah terobatikan rasa rindunya? Wkwkwkwkwk padahal aku udah serius siap2 lanjutin War for love. Tapi ide malah ngalir kesini.

 

FF ini bener2 terinspirasi dari diriku sendiri. Aku memang sama sekali tidak bisa memasak! Hiks… Cuma masak nasi ajah yang bisa. *yaiyalah… tinggal dicolokin doank!*

 

Mudah2an terhibur ye…..

Mian klo masih banyak TYPO! Pada tau kan asaya emang orang yang paling males ngetik! Haghaghag

 

 

With love

Cho’s family

204 thoughts on “Cooking-Cooking

  1. Satu keluarga ada aja kelakuan anehnya -_-
    Hyunje mah gabisa jaga rahasia nih, dikit2 dibocorin. Itu mulut selain pedes, jujurnya kebangetan! Kasian noh cho kyuhyun, gatau sampe kapan dia ga ketemu je wo & hyunje garagara hukuman dr ibunya sendiri :v

  2. hyunje bener bener mirip.kyuhyun wkwkwk aduhh eunhyuk yg tersakiti gara gara cho family wkwkwk…. je wo dihukum yah… kyu kok berhenti ketawa sih kekek poor cho kyuhyun hahaja

  3. hadeuh hyunje malu”in eomma nya aja ,padahal udda pede bangett tuh awa nasgor puahaahahaha
    rasain kyu gg boleh ketemu hyunje am je woo ,hahhaha
    suruh siapa malah ngeledek ,cewek gg bsa masak itu gpp kan banyak yang jualan juga tinggal beli /itu mah gue/ *abaikan

  4. hahaha hyunje sumpah gemesin banget karakter dia disini, ini sekeluarga kelakuannya ada2 aja ya heran, ada aja hal2 aneh yg dilakuin… kkkkk

  5. hahahahahha lucu bgt keluarga ini..
    hyunje ga bisa dijaga sedikit yah bicaranya..
    tapi ngegemisin bgt punya anak kaya hyujae yah walaupun harus kuat mental hahahah
    2 jempol buat kk yg udh buat ff ini, makin suka sma keluarga choshin..

  6. lucu bgt…..hahaaaaa
    mpe sakit perutku bacany…hahaaaa
    hyunje polos bgt tp nyakitin..pedes bgt omonganny…ad ya ank umur segitu ngomong kyak gitu…parah…keluarga ajaib ini…heheeee….

  7. Duh….keluarga kecil satu ini bneran gokil. Ternyta mulutnya hyunje seratus persen menjiplak mulut kyuhyun..bner” tajam…wkwk

    Nasi goreng kimchi yang berujung petaka,..hhh bneran ngakak deh, hyunje emang sama sekali gak bisa diajak kerjasama…

  8. parahh keluarga cho ini sengklek semua😄
    dan itu hyunje kenapa mulutnya kek ahhjusinya si kangin, bocor amat..

    trrnyata dy dendam sama emaknya wkwkw

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s