War For Love part7

 

 

 

 

AUTHOR POV

 

 

Je wo mengernyit bingung saat melihat Siwon sedang berada di kampusnya. Ia mengedarkan pandangannya kesana kemari mencari Kyuhyun. “Aneh. Kenapa Jaksa Cho tidak ada?” yeoja itu berlari-lari kecil menghampiri Siwon, menepuk pelan bahu namja itu hingga membuatnya sedikit tersentak. “Eo? Kau sudah keluar?” tanya Siwon menutupi keterkejutannya. Je wo menganguk pelan. “Dimana Jaksa Cho?” Siwon menghela nafas berat mendengarnya. Walaupun saat ini dia yang berada di hadapan yeoja itu namun tetap Kyuhyun lah yang dicari olehnya.

 

“Jaksa Choi..”

 

Je wo mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah Siwon. “Ah.. Kyuhyun? hari ini dia tidak bisa menjemputmu, orang tuanya menyuruhnya untuk pulang sebentar. Jadi aku yang menjemputmu” Je wo mengangguk kecewa mendengarnya. Padahal tadi pagi namja itu yang mengatakan akan menjemputnya. “Ja! Aku akan mengantar mu pulang. Kyuhyun berpesan padaku, kau tidak boleh pergi kemanapun sepulang dari kampus” Siwon membukakan pintu mobil untuk Je wo.

 

“Eum.. Jaksa Choi… bisa tidak kau mengantarkan ku kesebuah tempat?”

 

 

 

SHIN JE WO POV

 

 

Aku memanjangkan tanganku kebawah kasur yang sudah sangat lama tidak aku gunakan, meraba-raba lantai itu mencari sesuatu. Aku meminta Jaksa Choi mengantarku kerumah yang dulu aku tempati sebelum aku tinggal bersama Jaksa Cho. “Ah!” ku tarik lagi tangan ku keluar setelah menyentuh sesuatu dari bawah sana.

 

Aku menarik sebuah kotak hitam dan mengibas-ngibaskan abu yang menyelimuti kotak itu. Perlahan ku ambil sebuah kunci dari dalam dompetku dan membuka kotak itu. “Masih ada..” aku tersenyum lega dan kembali mengunci kotak itu. Mengembalikannya ketempat semula.

 

“Omma.. Appa.. aku masih menyimpannya. Tapi, cepatlah pertemukan aku dengan orang itu. Sampai sekarang aku belum menemukannya”

 

TOK TOK TOK

 

“omo!”

 

Aku mengusap dadaku kuat, entah kenapa akhir-akhir ini aku sering sekali terkejut. Dengan hal-hal kecil seperti ini pun aku akan terkejut. Sejak kejadian kebakaran itu aku jadi semakin Paranoid, aku sering merasa Kai selalu mengawasi gerak-gerik ku.

 

“Kau masih berada didalam?”

“Ne Jaksa Choi!!”

 

Dia pasti mencemaskanku. Aku segera berdiri dan kembali keluar, ku lihat dia bersender pada pintu mobilnya menungguku. “Mianhae membuat mu menunggu lama” ucap ku tak enak. “Gwencanha.. tapi, apa yang kau lakukan didalam?” Aku menggaruk belakang kepala ku kikuk padanya. “Hanya memeriksa sesuatu” ucap ku pelan.

 

Kami kembali melanjutkan perjalanan pulang. Mobil Jaksa Choi melewati sebuah rumah yang sangat aku rindukan. “Jaksa Choi berhenti sebentar!” ujar ku. Jaksa Choi menghentikan mobilnya tepat di depan rumah ini. aku membuka kaca jendela mobil ini dan memusatkan pandangan ku kesana. Rumah itu masih berdiri kokoh. Tidak ada satupun yang berubah. Persis seperti 2 tahun yang lalu.

 

“Kau menyukai rumah itu?”

 

Kepala ku mengangguk pelan. sekelebat kenangan kembali berputar di kepala ku. “Rumah ini.. dulunya adalah rumah ku” ucap ku pelan. ne! rumah ini adalah rumah yang di bangun dengan susah payah oleh Appa.

 

“Mwo?”

 

Aku membalikkan tubuhku menghadap Jaksa Choi yang terkejut mendengar ucapanku. “Eum, dulu aku tinggal disini dan rumah ini adalah rumah ku. tapi.. sejak Appa meninggal, rumah ini jatuh kepada orang lain” ucap ku miris.

 

“Tunggu! Berarti.. dulu keluargamu cukup kaya?”

 

Aku mengangguk singkat dan kembali menatap bangunan megah itu. “Dua tahun yang lalu, Appa dan Omma mengalami kecelakaan dan meninggal. Sejak itu semuanya mulai berubah. Perusahaan Appa mengalami kebangkrutan dan Appa terbelit banyak hutang” aku menarik nafas panjang saat kembali mengingat kenangan pahit ini.

 

“Aku tidak pernah mendengar Appa memiliki hutang apapun. Tapi mereka semua menunjukkan bukti yang sama sekali tidak ku mengerti. Dan akhirnya rumah kami jatuh ketangan orang yang di hutangi Appa”

 

“Padahal, rumah itu memiliki banyak kenangan antara Aku dan keluarga ku. tapi sepertinya aku harus tetap menerima kenyataan kalau rumah itu memang bukan milik ku lagi”

 

Ku rasakan genggaman hangat pada tangan ku. aku menurunkan pandangan ku kesana, tangan milik Jaksa Choi menggenggam erat tangan ku. ku tolehkan kepala ku padanya, dia tersenyum hangat padaku. “Kau harus bersabar, jika Tuhan memang menghendaki rumah ini untuk mu. Dia pasti akan segera mengembalikannya pada mu” aku tersenyum tipis dan menganggukkan kepala ku. Jaksa Choi memang selalu berhasil menenangkan perasaan ku.

 

 

 

 

CHO KYUHYUN POV

 

 

“Aku tidak bisa”

 

Hyemi menatap ku dengan tatapan tidak percaya. Aku tau ini pasti akan membuatnya sedih, menolak rencana pertunangan kami. Tapi aku memang benar-benar tidak dapat melakukannya. Setidaknya untuk saat ini. “Wae? kenapa kau tidak bisa Kyuhyun-ah?!” teriaknya.

 

Aku menatap wajah sedihnya, meraih jemarinya dan menautkannya pada jari-jari ku. “Ini bukan waktu yang tepat, pekerjaan ku masih belum selesai dan aku belum siap Hyemi-ah..” Hyemi menghempaskan tanganku kasar dan menatap ku lirih. Bisa ku lihat air mata yang menggenang di kedua pelupuk matanya. Membuat aku sangat merasa bersalah.

 

“Kau hanya mencari alasan saja Kyu, katakan saja jika kau memang tidak mencintai ku lagi. Tidak usah berbelit-belit Kyuhyun-ah!!”

 

“Annio! Bukan seperti itu”

 

“Terserah! Lakukan saja apa yang ingin kau lakukan. Jika kau ingin membatalkannya maka lakukanlah! Aku tidak akan memperdulikan mu lagi”

 

“Hyemi-ah!!”

 

Hyemi menghempaskan pintu mobil ku kuat dan segera berlari masuk kedalam rumahnya. Aku membenamkan wajahku pada kemudi stir dengan gusar. Aku juga tidak tau kenapa sangat berat untuk menyetujui pertunangan ini. aku dan Hyemi sudah lama berpacaran dan memang sudah seharusnya kami melangkah kejenjang yang lebih serius lagi. Tapi masalahnya.. yeoja itu. Entah kapan dia berhasil mengambil setengah dari perhatian ku, bahkan bukan hanya setengah! Tapi hampir seluruhnya.

 

Kemanapun aku pergi dan apapun yang aku lakukan pasti aku selalu memikirkan keadaannya. Ini bukan hanya masalah tanggung jawab ku dalam bekerja tapi ada sebuah perasaan takut kehilangan disetiap kali aku memikirkannya.

 

 

 

 

AUTHOR POV

 

 

“Gomawo Jaksa Choi, hari ini kau mau menemani ku pulang dan.. sedikit menghibur ku” Je wo tersenyum manis pada Siwon. membuat namja itu terpaku menatapnya. Siwon hanya menatap wajah Je wo intens tanpa berkomentar apapun. “Aku masuk ne? Annyeong~” belum lagi Je wo membalikakan tubuhnya. Siwon sudah lebih dulu menarik lengannya. Membuat Je wo terkejut dan menatap Siwon bingung.

 

“W-waeo?”

 

Siwon menelan ludah gugup, ia baru saja menyadari tindakan bodohnya. Setiap kali menatap wajah yeoja itu ia selalu kehilangan kendalinya. Namja itu mendengus gusar sebelum menarik Je wo mendekat kearahnya. Siwon melakukan itu secara perlahan hingga membuat Je wo tidak mampu mengatakan apapun selain menatap bingung padanya.

 

Dengan lembut Siwon menyapukan bibirnya pada dahi yeoja itu. Je wo memekik tertahan mendapat perlakuan Siwon yang sangat tiba-tiba itu padanya. Tidak ada yang dapat ia lakukan selain memejamkan matanya kuat. Jantung yeoja itu berdebar kuat begitupun dengan Siwon.

 

Tanpa mereka ketahui, seorang namja dengan senyum kecutnya dari jauh memperhatikan mereka. Namja itu mendesis pelan sebelum kembali memutar mobilnya dan segera pergi dari sana.

 

 

 

 

TING TUNG

 

 

Hyemi menatap datar namja yang berada di depan pintu rumahnya. Mata yeoja itu sembab seperti habis menangis dan namja yang ada dihadapannya itu tau apa penyebabnya. “Mau apa?” tanya Hyemi ketus.

 

“Mianhae..”

“Untuk?”

“Aku, kita.. akan segera bertunangan”

 

 

 

 

SHIN JE WO POV

 

 

Berulang-ulang aku melirik jam dengan gusar. Ini sudah malam dan dia belum juga pulang? Aku tau dia menemui kedua orang tuanya, tapi apa harus selama ini? dan lagi, entah kenapa perasaan ku tidak enak.

 

“Kau sedang apa?”

 

 

Aku memutar kepalaku ke belakang dan melihatnya sedang berjalan kearah ku. “Jaksa Cho? Kau sudah pulang?” tanyaku girang. Dia mengangguk singkat padaku. “Kau dari mana saja? Kenapa baru pulang?” entah perasaan ku saja atau memang benar. Tatapannya padaku berubah. Dia.. kembali menatap ku dingin.

 

“Aku tadi kerumah ku”

“Eum, Jaksa Choi sudah mengatakannya padaku”

 

Dia menatap ku dengan tatapan yang sulit untuk aku artikan.

 

“Dan sepulang dari sana, aku.. pergi kerumah Hyemi”

 

Aku tersentak saat dia mengatakan itu, kerumah Hyemi? Paboya! Tentu saja. Yeoja itukan kekasihnya. Kenapa aku harus terkejut. “Eohh begitu” jawab ku pelan. dia mengangguk ringan dan berjalan melewatiku, masuk kekamarnya.

 

 

 

 

CHO KYUHYUN POV

 

Apa keputusan ku sudah benar? Kenapa aku merasa ada yang salah? Dan yeoja itu? Setiap kali melihatnya aku benar-benar tidak tega. “Ck! Untuk apa memikirkannya, bukankah dia sudah ada Siwon hyung? lebih baik aku fokus pada pertunangan ku saja. Hyemi sangat mencintaiku dan aku… juga mencintainya kan? Lalu apa lagi yang ku harapkan?” aku kembali menyibukkan diri ku mengerjakan tugas-tugas ku.

 

TOK TOK TOK

 

“Masuk..”

 

“Selamat siang..”

 

Aku menoleh kearah pintu dan melihat Hyemi berdiri manis disana. “Hei? Kenapa tidak bilang kalau ingin kesini?” dia tersenyum tipis dan mendekati ku. “Masih banayak pekerjaan?” tanyanya. Aku menggeleng singkat dan berdiri di hadapannya. “Anni, wae?”

 

“Kita keluar sebentar. Ahjuma menyuruh kita membeli cincin pertunangan”

 

Cincin pertunangan? Mendengarnya saja aku sudah merasa malas. Ya Tuhan Cho kyuhyuun! Ada apa dengan mu? Ini adalah pertunangan mu, dan kau harus melakukannya dengan baik! lupakan semua yang mengganggu pikiran mu.

 

“Eo! Ayo kita beli”

 

 

 

 

AUTHOR POV

 

 

Langkah Je wo melambat saat melihat Kyuhyun dan Hyemi berjalan beriringan dari arah yang belawanan dengannya. Tangan kedua orang itu saling terpaut mesra. “Hei! Kenapa berhenti?” tanya Hye kyung. “Sajangnim!” panggil Il woo yang berada disamping Hye kyung.

 

Kyuhyun terlihat terkejut melihat Je wo berdiri disana. Dia berdehem pelan sebelum menarik tangan Hyemi mendekati mereka. “Sajangnim mau berkencan?” goda Il woo. Kyuhyun tersenyum kaku pada mereka. Namja itu sesekali melirik Je wo yang lebih memilih mengedarkan pandangannya kearah lain.

 

“Annio.. kami bukan ingin berkencan. Tapi.. mencari cincin pertunangan”

 

Hyemi melirik Je wo saat mengatakan itu. Sementara ketiga orang yang berada di hadapan mereka terkejut hebat. “Pe-pertunangan?” tanya Hye kyung. Hyemi mengangguk mantap dan mengamit lengan Kyuhyun namja.

 

Je wo menatap Kyuhyun yang juga sedang menatapnya. Yeoja itu mati-matian menahan rasa sakit yang menyayati hatinya. Sementara Kyuhyun menatap nanar padanya. Ia sangat mencemaskan perasaan yeoja itu. Tidak perlu diungkapkan namun mereka saling tau jika mereka memiliki perasaan satu sama lain. “Chukkae!!” pekik Il woo kuat. Hye kyung tidak berkomentar apapun. Dia sibuk menatap Je wo dan Kyuhyun bergantian.

 

“Kalau begitu kami permisi dulu. Annyeong..”

 

Hyemi segera menarik lengan Kyuhyun dan membawa namja itu pergi dari sana. Sebuah senyuman kemenangan terkembang di bibirnya. Ia merasa lega dengan pertunangan itu karena kecemasannya terhadap perasaan Kyuhyun pada Je wo sudah tidak beralasan lagi mengingat kekasihnya itu sudah setuju untuk bertunangan dengannya.

 

 

 

SHIN JE WO POV

 

Aku menatap kosong layar televisi tanpa tertarik untuk menontonnya. Mereka akan bertunangan… Jaksa Cho, akan segera bertunangan. Dia.. kenapa dia harus bersikap seperti itu padaku? kenapa membuatku berharap banyak padanya kalau pada akhirnya aku akan terbuang olehnya?

 

“Aku sangat bodoh!”

 

Aku menghela nafas panjang dan beranjak dari sana, memasuki dapur dan menatap dapur ini datar. “Banyak piring kotor” gumam ku. “Dari pada memikirkan hal itu lebih baik aku melakukan kesibukan lain” aku mulai menghidupkan Kran air dan mencuci satu persatu piring-piring kotor ini. pikiran ku melayang entah kemana.

 

“Sedang apa?”

 

Hampir saja aku menjatuhkan gelas yang sedang aku pegang. Aku menatap Jaksa Cho yang sudah berada di hadapan ku. ku tepuk pelan dadaku yang hampir saja terkena serangan jantung. “Kau kenapa? Seperti itu saja terkejut” aku mengelap kedua tangan ku dan segera mengambil minum. Meneguknya dalam sekali tegukan. Ini sudah entah keberapa kalinya aku terkejut seperti ini. dadaku selalu sakit jika sudah terkejut begini.

 

“Jangan mengejutiku lagi” ujar ku kesal.

“Siapa yang mengejuti mu?” balasnya.

 

Aku menhela nafas panjang dan kembali meneguk minuman ku. “Tidak tau kenapa, akhir-akhir ini aku selalu merasa ketakutan. Selalu merasa jika Kai terus mengawasi ku” ucap ku lirih memandang lurus kedepan. Ku tolehkan kepalaku menatapnya yang tidak memberikan komentar apapun padaku. Dia hanya menatap kosong wajahku, entah apa arti tatapannya itu namun yang jelas melihatnya menatapku seperti itu saja hati ku sudah berdesir kuat.

 

“Trauma.. sepertinya kau mengalami Trauma”

“Molla..”

 

Aku dan dia kembali diam satu sama lain. Aku jadi ingat kalau hari ini dia sedang mencari cincin pertunangannya. “Eum.. bagaimana? Apa cincin pertunangan mu dengan Hyemi sudah kau beli?” tanyaku pelan. Aku ingin bersikap biasa saja padanya, tidak mau terlarut pada perasaan ku karena itu adalah salah. Dia mengangguk kecil. “Kau.. mau lihat?” aku tersenyum tipis dan mengangguk. Dia mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna putih dan menyerahkannya padaku. “Bukalah” dengan tangan  yang sedikit bergetar aku membuka kotak ini.

 

 

Hatiku berdenyut sakit saat melihat sepasang cincin berwarna emas terletak indah disana. Sebuah seyuman miris terlukis di bibirku. “Indah..” gumam ku.

 

 

 

AUTHOR POV

 

“Indah..”

 

Kyuhyun menatap lekat wajah yeoja yang sedang memperhatikan cincin pertunangannya dengan Hyemi nanti. Senyuman miris milik yeoja itu berhasil memporak porandakan hatinya. Hanya melihat senyuman menyedihkan itu saja sudah sangat membuatnya sakit. “Hyemi.. pasti sangat bahagia jika nanti cincin ini akan tersemat di jarinya” Je wo mengangkat wajahnya dan menatap Kyuhyun sayu. Ia tersenyum pada namja itu dan menyerahkan lagi kotak putih itu. “Chukkae.. semoga kau bahagia selalu bersamanya” ucapnya sambil tersenyum. Kyuhyun membuang wajahnya kesamping dan memasukkan kembali kotak itu kedalam sakunya.

 

 

 

 

 

CHOI SIWON POV

 

Aku tidak tau kenapa dari tadi aku terus saja tersenyum seperti orang gila. Apa mungkin karena tadi aku baru saja mencium Je wo. “Paboya!” aku kembali terkekeh kecil saat mengingat kejadian tadi siang. Dan yang membuat aku lebih bahagia adalah respon Je wo padaku. dia sama sekali tidak marah ataupun menolak ku. “Apa dia.. juga menyukaiku?”

 

“Tentu saja! Siapa yang dapat menolak pesona milik Oppa ku?”

 

Aku melirik ke ambang pintu dan ternyata Eunjin sudah bersender manis disana. “Sedang apa kau disana?” tanya ku menyembunyikan kegugupan ku. dia tersenyum kecil dan mendekatiku. “Otte? Sudah ada perkembangan?” aku mendengus malas dan merebahkan tubuhku diatas ranjang. “Oppa.. kau tidak dapat membohongiku” ujarnya. Dia menarik-narik tangan ku memaksaku untuk bangun. “Ayolah.. ceritakan padaku apa yang terjadi antara kau dengan Je wo”

 

“Tidak ada”

“Jangan berbohong”

“Annio..”

“Ah! Jangan-jangan kau sudah berciuman dengannya ya?”

 

“MWO?”

 

Sontak aku bangun dari posisi ku tadi. Dia terkikik melihatku. Bocah ini.. dari mana dia tau tentang itu? Apa dia memata-mataiku?  “Aku benar ya? Hahaha yah! Cepat ceritakan padaku” ucapnya memaksa. Kenapa aku selalu tidak bisa menyembunyikan hal sekecil apapun padanya??

 

“Aku.. tadi..”

“Ck! Palliwa!”

“Haish.. aku tadi menciumnya”

 

Wajahnya berubah aneh saat aku mengatakan itu, ck! Pasti sebentar lagi dia akan menertawana ku. “Oppa.. jinjayo? Kau? melakukannya?” aku tersenyum kikuk dan mengusap pelan belakang kepalaku. “Oddie?” tanyanya lagi.

 

“Oddie mwo?”

“Bibir?”

 

Mataku melebar saat dia mengatakan itu. “Yah! Kau sudah gila? Mana mungkin aku melakukan itu padanya?” sungutku. Aigo.. Choi eunjin! Kau benar-benar mesum. “Lalu?” aku menghela nafas dan menatapnya malas. “Di dahi”

 

“Muahahaha”

 

Kenapa dia malah tertawa? “Yah! Jangan tertawakan aku” teriakku. “Aigo~ Choi siwon-sshi! Umurmu berapa hah? Mencium dahinya saja kau sudah sekhawatir itu. Bagaimana jika yang lain. Oppa.. dewasalah sedikit” kalau saja dia buka adik kesayanganku. Sudah ku tendang dia keluar dari kamar ku.

 

 

WAR FOR LOVE

 

Je wo mengerjap pelan di atas ranjangnya. Ia menatap langit-langit kamarnya dengan mata yang sembab kerana baru terbangun. Yeoja itu mendesah pelan sebelum beranjak turun dari sana. Berjalan gontai kearah pintu kamarnya dan memutar knop pintunya.

 

“Eo? Terkunci?”

 

Je wo melirik pada lubang kunci dan matanya segera melebar saat tidak menemukan kunci kamarnya disana. Ia kembali memutar knop pintu itu dengan tangan yang mulai bergetar. “Andwe” gumamnya takut. Kilasan kejadian beberapa hari yang lalu, saat ia terkunci diruang Karaoke kembali melintasi pikirannya. Ia tersentak dan mulai merasa ketakutan. Diliriknya setiap sudut kamarnya. Entah kenapa kamar itu menjadi sangat menyeramkan dimatanya.

 

“YAH BUKA PINTUNYA!!”

 

Je wo berteriak histeris, ia berusaha memutar knop pintu itu kesana kemari. Keringat dingin mulai bercucuran di wajahnya.  “AKU MOHON BUKA PINTUNYA!! JANGAN MENGUNCIKU LAGI!!” yeoja itu menangis histeris saat mulai merasa ada bayangan hitam yang semakin medekatinya. “JEBAL!!! JANGAN LAKUKAN LAGI!! AKU TIDAK MAU!!”

 

 

 

 

 

CHO KYUHYUN POV

 

 

“YAH BUKA PINTUNYA!!”

 

 

Aku tersentak kaget saat mendengar teriakan kuat Je wo. ini masih pagi tapi kenapa yeoja itu berteriak seperti itu. “AKU MOHON BUKA PINTUNYA!! JANGAN MENGUNCIKU LAGI!!”  mengunci? Aku segera berlari menuju kamarnya. Kudengar ia semakin kuat menjerit dari dalam sambil menggedor-gedor pintu kamarnya. “A-apa yang terjadi?” ku raih knop pintu itu dan mencoba membukanya tapi tidak bisa.

 

“JEBAL!!! JANGAN LAKUKAN LAGI!! AKU TIDAK MAU!!”

 

“Yah! Apa yang terjadi didalam?!!” teriak ku. dia semakin menjerit histeris disana. Kunci kamarnya berada di luar pintu, mungkin terkunci dari luar, aku mencoba membukanya tapi tetap tidak bisa. “Sajangnim. Apa terjadi sesuatu?” tanya beberapa anak buahku yang masuk kedalam rumah. “Apa ada orang yang masuk kesini?” tanya ku cemas.

 

“Tidak ada Sajangnim”

 

“YAH AKU MOHON BUKA PINTUNYA!! JANGAN MENDEKAT!!”

 

“Kalian cepat bantu aku membuka pintu ini”  dengan bantuan beberapa anak buahku akhirnya pintu ini berhasil terbuka. Je wo segera keluar dari sana dengan wajah pucat sambil menangis. “Waeo?” tanyaku.

 

“K-kai.. di-dia.. ingin membunuh ku. dia mengunci ku dan ingin membunuhku lagi Jaksa Cho.. aku tidak mau” aku menatap bingung padanya. Tubuhnya bergetar dan wajahnya sudah sangat pucat. “Tenangkan dirimu dulu..” ucapku pelan. “SHIREO!! DIA INGIN MEMBUNUHKU, DIA TERUS SAJA MENGIKUTIKU” dia terus saja meronta-ronta padaku. aku mencengkram kedua bahunya berusaha menenangkannya.

 

“Tidak ada siapapun didalam Sajangnim” ucap mereka yang memeriksa kamar Je wo. “DIA ADA DILAM JAKSA CHO!! AKU TIDAK BOHONG!!” aku menarik tubuhnya kearah sofa. Mendudukkannya disana, dia terus memberontak dan bahkan tenanganya sangat kuat mencakar lengan ku.  “Tenanglah! Tidak ada yang akan menyakitimu” ucap ku. Tapi dia tetap memberontak dan mencoba melepaskan kedua tangan ku yang mencekal pergelangan tanganya. “DIA TERUS MENGAWASI KU! DIA INGIN MEMBUNUHKU, DIA MENGUNCI PINTU KAMAR DAN INGIN MEMBUNUHKU. AKU TIDAK MAU!!”

 

Aku menarik tubuhnya kedalam pelukanku meskipun ia terus memberontak padaku. “Tenanglah.. aku akan melindungimu, tidak akan ada yang bisa menyakitimu ataupun membunuhmu. Aku sudah berjanji padamu bukan? Kau akan tetap hidup..” ucapku menenagkannya. “Aku takut.. aku takut dia kembali mendapatkan ku.. aku tidak mau” isaknya. Tubuhnya bergetar menahan rasa takut. Aku yakin ia trauma karena kejadian yang lalu.

 

“Gwencanha.. aku akan melindungmu, kau percaya padakukan. Hem?”

 

Kurasakan dia mengangguk kecil meskipun tubuhnya masih gemetar kuat. Aku mengeratkan pelukanku padanya. Memberikannya sebuah tempat yang bisa menenangkannya. Si brengsek itu sudah berhasil membuat Je wo seperti ini, aku akan membunuhmu jika kau berhasil kutangkap.

 

“Sajangnim”

 

Aku melepaskan pelukanku padanya dan menoleh pada beberapa anak buahku yang berdiri didepan kami. “Kami sudah memeriksa pintu kamar Nona Shin je wo, ternyata pintunya mengalami sedikit kerusakan maka dari itu terkunci secara tiba-tiba. Mungkin saat Nona Shin menutup pintu terakhir kalinya. Diaterlalu kuat menghempaskannya maka dari itu pintu itu terkunci sendiri”

 

Aku menatap lagi wajahnya, dia terlihat tidak menyimak pembicaraan kami. Tatapan matanya kosong kedepan, wajahnya masih sangat pucat dan tubuhnya masih bergetar. “Aku mengerti! Kalian sudah boleh kembali ketempat masing-masing. Terima kasih atas bantuan kalian tadi” mereka mengangguk dan segera keluar.

 

“Apa kau ingin minum?”

 

Dia menggeleng pelan, aku sudah hampir gila melihat raut wajah ketakutannya, ku genggam kedua tangannya erat hingga membuat ia menatap ku. “Kau masih takut?” tanyaku pelan. ia mengangguk lemah dengan air mata yang membendung di pelupuk matanya. “Apa yang harus aku lakukan untuk menghilangkan ketakutanmu?”

 

 

 

AUTHOR POV

 

“Apa yang harus aku lakukan untuk menghilangkan ketakutanmu?”

 

Suara yang terdengar putus asa itu membuat Je wo menghentikan isakannya. Yeoja itu menatap dalam wajah namja yang tengah menatap cemas padanya. Kyuhyun semakin mengeratkan genggaman tangannya saat kedua mata mereka saling menatap satu sama lain.

 

“Kyu!”

 

Sebuah suara terdengar di ruangan itu, membuat keduanya menoleh keasal suara. “Hyemi-ah?” genggaman tangan Kyuhyun mengendur seiring menajamnya tatapan kekasihnya itu. Je wo hanya dapat menunduk dalam. Ketakutan masih terlihat jelas padanya.

 

“Je wo baru saja terkunci di kamarnya, ia mengira Kai yang melakukannya. Dia.. mengalami sedikit trauma” jelas Kyuhyun. namja itu kembali menatap wajah Je wo yang menunduk. Hyemi hanya mendengus kesal mendengarnya.

 

“Kau sudah siap kan?” tanyanya tanpa memperdulikan situasi apa yang terjadi disana sebelumnya. “Siap? Untuk?” Hyemi memutar kedua bola matanya saat tau jika Kyuhyun melupakan sesuatu. “Hari ini kita harus pergi Fitting baju Kyuhyun-ah..” ucapnya mengingatkan.

 

“Eo? Fitting baju?”

“Ne! pertunangan kita sebentar lagi dan sampai detik ini kita belum mempersiapkan apapun. Jaksa Cho kyuhyun”

 

Kyuhyun menghela nafas panjang sementara ekor matanya melirik Je wo yang dari tadi masih saja menunduk. Tubunya masih bergetar, sangat jelas terlihat jika yeoja itu belum sepenuhnya merasa tenang. “Tapi bagaimana dengannya? Dia masih sangat shock” ujar Kyuhyun menatap Je wo. Namja itu sangat tidak ingin meninggalkan Je wo saat ini. Ia masih ingin menenangkan Je wo dan terus berada disisinya. “Ayolah Kyu.. Ahjuma sudah menunggu kita di sana. Kau ingin melihat Ommamu menunggu terlalu lama eo?” Hyemi mengerang tertahan saat Kyuhyun belum juga meresponnya. Kekasihnya itu masih sangat serius mencemaskan yeoja dihadapannya. “Aku rasa Siwon Oppa tidak akan keberatan jika kau menitipkan Je wo padanya” Kyuhyun menatap Hyemi sekilas sebelum kembali memusatkan tatapannya pada object yang ada dihadapannya.

 

Sementara Je wo sedari tadi masih saja bungkam. Ia sangat membutuhkan Jaksa itu di sampingnya tapi keberaniannya tidaklah cukup untuk mengatakannya. “Kau benar, mungkin Siwon Hyung bisa menjaganya” ucapnya sarat dengan ketidak relaan. Dengan malas ia menekan beberapa deret angka pada ponselnya. “Yeoboseo Hyung. Aku butuh bantuanmu menjaga Je wo saat ini. kau datang saja kerumahku secepatnya” seulas senyuman tipis menghiasi wajah Hyemi. Ia sedikit lega melihat reaksi kekasihnya. Kecemasannya selama ini berangsur hilang. Ia sangat yakin jika Kyuhyun masih mencintainya seperti dulu. Memusatkan seluruh perhatiannya hanya pada dirinya.

 

“Aku harus pergi”

 

Je wo mengangguk pelan di hadapan Kyuhyun. ia masih saja menundukkan kepalanya dalam tidak berniat sedikitpun menatap wajah namja itu. “Siwon Hyung akan segera datang. Tidak perlu cemas, ada banyak penjaga di luar sana” sambungnya lagi. Kyuhyun menghela nafas berat sebelum berdiri namun gerakannya tertahan oleh sebuah tangan kecil yang bergetar di ujung bajunya.

 

Je wo masih menggenggam erat ujung baju Kyuhyun. Hanya itu yang mampu ia lakukan untuk mengatakan pada namja itu jika ia tidak ingin ditinggalkan saat ini. Kedua tangan Kyuhyun terkepal kuat melihat keadaan Je wo saat ini. begitu mirisnya yeoja itu hingga menarik ujung bajunya agar ia tidak meninggalkannya. Lagi-lagi pikiran namja itu kembali bergulat. Ia juga tidak ingin meninggalkannya apa lagi dalam kondisi seperti ini namun yeoja yang sedari tadi menunggunya juga tidak mungkin ia abaikan begitu saja. Dengan berat hati ia menarik tangan kecil itu dan melepaskannya membuat hati yeoja itu berdenyut perih.

 

 

 

 

 

CHO KYUHYUN POV

 

“Kyu. Bagaimana dengan yang ini?”

“Bagus”

“Kalau yang ini? aku sangat menyukai warnanya”

“Bagus”

“Tapi yang ini modelnya lebih menarik”

“Bagus”

 

Kenapa jarum jam itu lama sekali berputar? Apa dia tidak tau aku ingin pulang secepatnya? Haish! Tempat ini benar-benar membosankan! “Wae?” tanyaku saat merasakan tepukan pelan di bahuku. Aku sudah mendapati raut wajah marah Hyemi saat ini. “Seharusnya aku yang menanyakan hal itu padamu. Kyuhyun-ah.. kita harus bicara saat ini” aku mengangguk pelan walaupun tidak mengerti dengan apa yang ia maksud. Ia meletakkan gaun pengantin yang sedari tadi ia bawa kemudian menggeret ku kesudut ruangan agar menjauh dari Omma yang masih sibuk memilih gaun untuk Hyemi.

 

“Jawab pertanyaanku dengan jujur” ucapnya serius dan lagi-lagi membuat kepalaku mengangguk pelan. “Kau.. sudah tidak mencintaiku lagi?” kedua mataku melebar sempurna saat mendengar suara miliknya. Aku tidak pernah mendengar nada suara ini darinya sebelumnya. Suara yang sarat dengan keputus asaan. Apa aku sudah sangat menyakitinya?

 

“Wae? Apa maksud pertanyaan mu?”

“Kyu.. kau mulai menjauh dariku akhir-akhir ini. Kau tidak seperti dulu lagi. Aku kehilangan Cho kyuhyun ku yang dulu”

 

Wajahnya benar-benar terlihat lelah dimataku. Baru kali ini Hyemi terlihat seperti ini. Apa yang sudah aku lakukan selama ini padanya? “Hyemi-ah. Aku tidak akan pernah berubah. Kenapa tiba-tiba kau berkata seperti ini?” mungkin saja ucapan ku ini bisa sedikit menenangkannya. “Annio” dia menggeleng kecil. Kedua matanya menatapku lirih. “Kau mulai tidak memperhatikanku lagi Kyu. lebih tepatnya kau lupa jika saat ini kau memiliki aku. Kekasihmu. Aku kehilangan kau yang dulu. Kehilangan Cho kyuhyun yang selalu berusaha menyempatkan waktunya untuk menelponku sesibuk apapun dia”

 

“Kehilangan Cho kyuhyun yang dulu selalu memusatkan perhatiannya padaku. Kehilangan Cho kyuhyun yang setiap saat selalu mengatakan jika dia mencintaiku. Dan itu semua hilang saat kau.. mengenal Shin je wo”

 

Je wo? Apa benar aku melupakan Hyemi karena ada dirinya?

 

“Kau sangat berbeda Kyuhyun-ah.. sangat berbeda. Kau ingat kapan kau terakhir kali mengatakan kau mencintaiku?” kedua bola mata coklat yang dulu adalah mata favoritku itu menatapku dengan tatapan penuh harap. Terakhir kali mengatakan aku mencintainya? Aku bahkan tidak ingat lgi. Cho kyuhyun! Kau benar-benar berengsek. “Hyemi-ah.. aku tidak pernah berubah dan aku tidak akan pernah berubah! Kau harus percaya padaku” ucapku meyakinkannya.

 

Dia terseyum miris dan semakin membuat hatiku sakit melihatnya.

 

“Kau.. mencintainya. Kau mencintai Shin je wo”

“Hajiman”

“Kau mencintainya Kyu..”

“Hajiman!”

“Tapi kau memang mencintainya dan aku tau itu dengan sangat jelas!”

“Aku bilang hentikan!!”

 

“Kenapa kau dari tadi selalu memojokkan ku? sudah kukatakan aku tidak akan pernah berubah padamu!”

 

“Tidak akan berubah? Aku yang merasakannya selama ini Kyuhyun-ah.. kau tau bagaimana sakitnya hatiku melihat kau selalu mencemaskannya? Kau tau bagaimana inginnya aku menangis saat menunggumu siuman dari kebakaran yang hampir merenggut nyawamu itu tapi dia orang pertama yang kau cari ketika kau membuka matamu?”

 

“Bahkan kau tau bagaimana rasanya sakitnya aku saat melihatmu memeluk erat Shin je wo di rumah sakit? Dan saat ini kau mengatakan kalau kau tidak berubah?!”

 

Kepalaku terasa berat mendengar semua penuturannya. Rasanya seperti di hempaskan ke sebuah batu besar dan kembali membawaku pada kepingan-kepingan memori itu lagi. Hyemi melihatnya? Melihat aku memeluk Je wo saat dirumah sakit? “Dan kau masih menyangkal jika kau tidak mencintainya Kyuhyun-ah?” isakan kecil itu akhirnya terdengat oleh ku. membuat kepalaku terangkat sempurna menatapnya.

 

“Aku rela melepasmu jika memang itu yang kau mau. Aku tidak ingin membebanimu dengan hubungan ini. Aku sudah sangat tau kalau kau sama sekali tidak menginginkan pertunangan kita ini Kyuhyun-ah”

 

“Annio! Jangan berkata seperti itu Hyemi-ah.. jebal”

“Lalu kau ingin aku bagaimana? Kau sudah tidak mencintaiku lagi”

 

“Aku mencintaimu!”

 

Tatapan polos itu kembali menghiasi mata indahnya. “Gotjimal” desisnya. “Aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu. Kau tidak percaya?” kini isaka kecil itu mulai berubah menjadi tangisan kuat. Namun tidak lagi terlihat sesakit tadi. “Lalu bagaimana dengan yeoja itu? Bukannya kau mencintainya?” ada keraguan yang ku dapat dari ucapannya. Terlebih aku. Aku bahkan bingung ingin menjawab apa padanya. mungkin Hyemi benar, aku sudah jatuh cinta pada Je wo. Mengingat bagaimana perhatian yang selalu aku tuangkan padanya. aku bahkan rela mengorbankan nyawaku demi dia. Lalu bagaimana dengan Hyemi? Demi Tuhan aku tidak akan bisa kehilangannya.

 

“Kyuhyun-ah..”

 

Tapi ini tidak boleh aku biarkan berlarut-larut. Aku dan Je wo memiliki jalan hidup kami masing-masing. Dan lagi, bukannya dia juga memiliki Siwon Hyung? Namja itu juga menyukainya kan?

 

“Aku tidak mencintainya”

 

 

 

 

 

 

 

AUTHOR POV

 

 

Cho kyuhyun berjalan gontai memasuki rumahnya. Ia melirik sekeliling ruangan itu namun tidak menemukan tanda-tanda ada seseorang disana. Ia kembali melanjutkan langkahnya menuju sebuah kamar. Kamar yeoja yang selama ini tinggal di satu atap yang sama dengannya. Namun hasilnya juga sama, kamar itu kosong dan membuat langkahnya bergerak cepat mencari-cari keberadaan yeoja itu. Tapi langkah kaki itu melambat seiiring mendekatnya ia membawa tubuhnya pada kamarnya sendiri. Ia melihat dengan jelas bagaimana seorang namja membelai lembut kepala yeoja yang tidur meringkuk disana. Tangannya tak mampu lagi ia cegah agar tidak terkepal kuat menahan rasa sesak yang selalu menyelimutinya jika melihat namja itu berdekatan dengan yeoja yang ia anggap menjadi miliknya saat itu. Namun kali ini ia harus berfikir berbeda, tekadnya untuk kembali menormalkan kehidupannya sudahlah bulat.

 

“Hyung”

 

Choi siwon memutar kepalanya kebelakang. Ia menaruh jari telunjuknya tepat di depan bibirnya. Menyuruh namja itu agar tidak bersuara. Ia berdiri perlahan dan mendekati Kyuhyun. Membawa namja itu keluar dari sana.

 

“Waeo?” tanya Kyuhyun bingung.

 

Siwon menggeleng pelan dan menghela nafas berat. “Sejak kapan? Sejak kapan dia terlihat seperti itu?” tanya Siwon pelan. Kyuhyun turut menghela nafas berat menyadari kemana arah pembicaraan mereka. “Molla.. akhir-akhir ini dia memang terlihat cepat terkejut dengan hal sekecil apapun. Trauma! Mungkin itu masalahnya. Apa tadi dia baik-baik saja?” tanya Kyuhyun cemas.

 

Siwon menyipitkan kedua matanya pada Kyuhyun. “Kenapa  kau langsung meninggalkannya padahal aku belum sampai disini? Kau tau bagaimana keadaanya saat aku menemukannya tadi hah? Dia berbaring meringkuk di sudut sofa itu” tunjuk Siwon pada sofa tempat dimana Kyuhyun meninggalkan Je wo. “Dengan wajah pucat, bibirnya bergetar bahkan tubuhnya menggigil ketakutan” sambungnya lagi dan mampu membuat kedua kaki Kyuhyun melemas mendengarnya. “Dia tidak ingin kembali kekamarnya karena masih shock maka dari itu aku membawanya masuk kekamarmu. Aku sudah membuatnya tenang agar ia tidur dan melupakan kejadian tadi. Untuk sementara kau tidur saja dikamarnya. Aku pulang, kau jaga dia dengan baik” Kyuhyun hanya mengangguk pelan sebelum Siwon meninggalkannya.

 

 

 

 

Namja itu berdiri tegak di depan ranjangnya, melipat kedua tangannya di depan dada. Memperhatikan raut wajah yeoja yang tertidur pulas di ranjang miliknya. Wajah itu tidak tampak seperti biasanya. Kali ini wajah itu terkesan pucat dan lemah.

 

“Eungh..”

 

Kyuhyun segera duduk di tepi ranjangnya saat melihat Je wo menggeliat gelisah dalam tidurnya. Dahinya berkerut menahan sesuatu membuat Kyuhyun mengulurkan tangannya untuk mengusap pelan dahi itu dengan ibu jarinya. “Gwencanha.. tidak ada yang menyakitimu” ucapnya pelan.

 

 

 

 

 

 

SHIN JE WO POV

 

 

“L dan C?” tanyaku bingung pada Jaksa Choi. Ia mengangguk tegas dan menatapku cemas. Menunggu jawaban dari ku. “Aku.. tidak tau” jawabku pelan dan membuat semua orang yang ada dirumah Jaksa Choi mendesah berat. Saat ini kami semua memang ada dirumahnya. Bahkan kekasih Eunjin dan ‘sahabatnya’ yang bernama  Hyukjae juga ada disini“Benar kau tidak mengenal inisial seperti itu? Atau mungkin dulu kau memiliki teman atau kenalan yang sering di panggil dengan sebutan seperti itu?” tanya Jaksa Cho.

 

Aku kembali menggeleng pelan. aku memang tidak pernah memiliki teman yang di panggil L ataupun C. “L… C…” gumamku sendiri. “L itu.. mungkin saja Lee kan?” ucapku pelan.

 

“Mwo?”

 

Aku tersentak kaget saat melihat mereka semua yang memusatkan tatapannya padaku. “W-wae?” tanyaku bingung. “Kau tadi bilang apa?” tanya Jaksa Cho. “Eung? Oh.. itu.. L itu, bisa saja Lee kan?” jawabku kikuk. Ck! Ini hanya jawaban asal dariku tapi kenapa mereka semua seantusias ini?

 

“Lee…” gumam Jaksa Cho. Tapi tiba-tiba saja tatapannya berubah tajam menatap Donghae dan juga Hyukjae. “Lee.. tidakkah nama depan kalian berdua adalah Lee?” tanyanya. Ya Tuhan! Jangan bilang kalau dia mencurigai mereka berdua.

 

“Yah Cho kyuhyun! Kau mencurigai kekasihku eo?”

“Memangnya kenapa? Kekasihmu dan namja yang ingin menjadi kekasihmu. Sama-sama patut untuk di curigai”

 

Bisa kulihat rahang Hyukjae dan Donghae mulai mengeras mendengar uacapan Jaksa Cho. Ck! Aku benci situasi seperti ini. “Kenapa kau asal menuduh?” tanya Donghae tidak terima. “Apa kau punya bukti jika aku pelakunya?” sambung Hyukjae.

 

 

 

 

 

AUTHOR POV

 

 

Kyuhyun tersenyum kecut dan terkekeh pelan. sementara itu Siwon masih belum bisa menanggapi apapun walaupun ia tau jika Dongsaengnya sudah hampir meledak. “Lee hyukjae-ssi.. sepertinya tadi aku tidak menyebutkan kata pelaku disini. Aku hanya mencurigai nama depan Lee. Tapi kelihatannya kau sangat sensitif dengan kata pelaku” ucap Kyuhyun mengintimidasi.

 

“Hentikan Cho kyuhyun! mereka tidak seperti yang kau pikirkan!” teriak Eunjin tidak terima. “Eo? Ada apa ini?” tanya Il woo dan Hye kyung yang baru saja datang. Keduanya terlihat bingung melihat situasi di kediaman keluarga Choi itu. “Pada saat kebakaran itu. Aku melihat kau berada di sana. Benarkan? Lee hyukjae?” tanya Kyuhyun tajam.

 

“Benar!”

“Apa yang kau lakukan disana?”

“Mencari Eunjin”

“Mencari Eunjin? Lalu.. dari mana kau tau kalau Eunjin ada disana?”

 

Hyukjae tertawa renyah pada Kyuhyun. “Hei Jaksa Cho! Eunjin yang mengatakan dimana keberadaanya padaku. Apa ada yang ingin kau permasalahkan lagi?” Kyuhyun semakin menatap tajam pada Hyukjae membuat suasana semakin terasa aneh. “Kyu! Jangan menuduh sembarangan seperti itu. Kau tidak memiliki cukup bukti. Mungkin saja ini semua hanya kebetulan” bela Siwon. Namja itu tidak sepenuhnya yakin pada analisa Kyuhyun. “Eunjin-ah.. pukul berapa kau memberi taunya dimana keberadaanmu ?” tanya Kyuhyun.

 

Eunjin mendengus kesal dan tidak berniat menjawab. “Kau akan terkena hukuman jika apa yang aku katakan ini benar. Menutupi jejak si pelaku akan mendapatkan hukuman yang cukup berat” ucap Kyuhyun mengintimidasi. “Cho kyuhyun!” bentak Siwon memperingati. Ia tidak suka melihat cara Kyuhyun mengintimidasi adiknya. “Pukul 4 sore” jawab Eunjin singkat. Sepertinya ucapan Kyuhyun membuatnya sedikit takut.

 

“Dan kau Lee hyukjae! Pada pukul berapa kau sampai di tempat kejadian?”

 

Hyukjae menajamkan kedua matanya pada Kyuhyun. ketidak sukaan mulai terpancar di wajahnya. “Pukul 7 sore” jawabnya menahan emosi. Sebuah seringaian jelas terukir dibibir Kyuhyun. “3 jam. Apa tempatmu dan Eunjin sangat jauh saat itu hingga kau membutuhkan waktu sebanyak itu untuk menemuinya?” kini beberapa orang yang ada disana mulai sedikit hanyut pada perkataan Kyuhyun. Bahkan Il woo dan Hye kyung mulai menatap Hyukjae curiga.

 

“Tapi! Kau juga sangat mencurigakan Lee donghae-sshi!” sambung Kyuhyun. “Apa lagi ini? Tadi Hyukjae! Sekarang Donghae? Kau itu bodoh atau apa hah?” bentak Eunjin yang tidak mampu lagi menahan emosinya melihat orang-orang disekelilingnya di tuduh oleh Kyuhyun. “Pada saat itu Je wo kehilangan ponselnya. Ponsel itu jelas-jelas sama sekali tidak ia keluarkan dari tasnya. Tapi kenapa tiba-tiba bisa saja hilang?” tanya Kyuhyun. Donghae masih memasang wajah biasa padanya. Namja itu tampak tenang menanggapi tuduhan-tuduhan Kyuhyun. “Saat itu disana hanya ada Il woo, Hye kyung, Eunjin dan kau. Il woo dan Hye kyung aku keluarkan dari tersangka. Tinggal kau dan Eunjin. Mengingat nama Eunjin tidak termasuk dalam hal untuk dicurigai. Jadi.. hanya kau sisanya” kali ini wajah Lee donghae mulai berubah tegang. Rahangnya kembali mengeras merasa tidak terima pada tuduhan Kyuhyun.

 

“Ponsel Je wo pasti di ambil oleh salah satu orang yang ada di dalam ruang karaoke itu agar ia kembali ke ruangan itu. Karena saat terjadi kebakaran. Ponsel itu ditemukan dibuang ketong sampah yang ada di depan gedung tempat karaoke dan orang yang membuang itu ada diantara kalian berdua”

 

“Hahaha baiklah.. kau bisa menganggapku sebagai L. Lalu.. bagaimana dengan C? Cho kyuhyun? Haruskah aku yang kau tuduh sebagai L mengatakan hal yang sebenarnya? Jika C itu adalah seseorang yang memiliki nama depan Cho”

 

Kyuhyun tersenyum remeh mendengar ucapan Hyukjae. “Aku?” tanyanya. “Benar! Kau adalah orang yang sangat dekat dengan Je wo. kau memiliki banyak akses untuk mencelakainya. Bisa saja kan kalau kau adalah orang yang ada dibalik kasus ini?” sambung Eunjin tajam. Kali ini suasana semakin membingungkan terlebih dengan Je wo. yeoja itu menatap Kyuhyun dengan tatapan aneh. Sedikit tersentak saat mendengar perkataan Eunjin.

 

“Jika C adalah orang terdekat Je wo yang memiliki banyak akses untuk mencelakainya. Lalu bagaimana dengan Choi? Choi eunjin?” balas Kyuhyun. tubuh Eunjin dan Siwon menegang bersamaan. “Apa maksudmu? kau menuduh adikku? Begitu?” sungut Siwon.

 

“Tidak Hyung! Hanya sekedar mencari sebuah fakta saja dan jika aku tidak lupa. Nama depanmu juga Choi kan?”

 

 

 

 

TBC

 

 

 

Mianhae! Aku lama banget publishnya. Hehehhe

 

 

Kalau ada yang komen part ini garing dan gk dapet feelnya aku terima kog, hahhh ffnya madet di tengah2. Hahaha malah gk ada adegan actionnya lagi. Belom lagi si Kyuhyun malah kenapa penyakit galau. Hehehehe.

 

Sumpah endingnya ngolor ngidul banget. Aku ngetiknya juga ngebut soalnya gk enak sama readers yang nagih tiap hari. Tapi aku mohonnn banget! Harap maklum yeee soalnya baru2 ini baru aja ketimpa musibah.

 

Masalah PW. Hehehe adakah yang masih ngerasa FF yg aku protect itu ada yadongnya? Buahahahah aku protect FF Cuma buat iseng doang kog.. sekali-sekali buat reader repot gk papakan ya? Masa Cuma author sendiri sih yang repot! Wkwkw klo yang ada yadongnya entar aku kasih tau kog di fb. Jadi buat yang dibawah umur aku kasih yg di skip ajah. hehehe mungkin ini ff endingnya bakal sad tapi gk tau ahh soalnya masih lama, klo dibukuin mungkin sampek 600 halaman. *ngarang abisss* intinya kalau ada yang masih penasaran sama endingnya ya harap sabar yeee.

 

Ah satu lagi! Masalah PW IMF! Maaf… klo ada yang nanya itu PW belom bisa aku kasih sebelum part9 kelar… jadi harap sabar yah…

 

Okelah… sampai juma di ff selanjutnya. Jangan lupa sering2 kasih masukan ke aku biar gk buntu ide..

 

 

WITH LOVE

 

SHIN JE WO

188 thoughts on “War For Love part7

  1. Kyu kalau cnta ya blng cnta kalau syang ya bilang syng jangan di tunda-tunda nnti di ambl org *ehh.. Kyu plinplan bnget d sni, klo cnta sma je wo knp hrus d tutup2 sgla,,ckck eon d tnggu klnjutannya nihh….

  2. annyeong hehehe…
    ff-nya keren eonni.. next donk. seru plus tegang bacanya. kasian bgt si je wo nya dijadiin incaran melulu.. sabar ya je wo. nex eon… next eonn. bikin yv lebih tegang lgi.

  3. Makin tegang nhe situasinya….
    Kyuhyun udah mulai mncurigai donghae,
    apa bner donghae plakunya??
    Molla,,
    makin bkin pnsran ajja,,,
    huhh

  4. Nah lo… Jd tuduh2an kan.
    Yah, kyu ttp bersikeras bakal bertunangan.
    Kasian je wo.. Smpe kena trauma gtu kan! Malah ditinggal sm kyuhyun!
    Hu.. Penasaran sm inisial ‘L’ dan ‘C’
    lanjut ya

  5. oh tidak! I need the next part! tadinya mau tahan2 ga baca karena belom end, tp ttp aja kegoda pengen baca! dan skrg aku di gantung huhu come on thorrr post next partnyaaaa jebal

  6. tuh kan selalu ja da surprise d setiap partny…ige mwoya thor kenapa kyuny mu tunangan ma hyemi…argh q juga jadi ikutan galau…mana kyu mati2an nahan perasaanny ma hyemi gi…kasian jewo d tinggalin ma kyu…next partny bakalan da surprise gi kah…

  7. Anyonggg thor ^^ ak readers bru😀 nih epep kren ak pling ska klo genre misteri ^___^ dtinggu next partx h ^_-b hduhhh bkin kyu ngaku prasaanx dong -,- bkin gemes aj

  8. 1 kata “Geregetan” -_-

    Demi apapun rasanya pengen makan itu si kyuhyun .. Pabo banget! Masa gatau perasaannya sendiri sih ?!! sumfeh thor aku ikutan geram bacanya .. Apalagi pas disaat je wo lagi ketakutan karena trauma nggak disangka2 malah hyemi datang! ukh! Rasanya pengen cakar2 wajahnya hyemi ><! Selalu dateng disaat kyu sama je wo lagi beduaan .. Nyebelin banget nget nget!

    Part 8nya jangan lama2 yak thor hehe😀

  9. Tu kan ga bs nebak alur cerita x ;’_’; author emg hebat hahaha berasa baca conan😉 suka bgt ide cerita x n ni ff action prtm yg aq suka biasa aq ga prnh suka genre sprti ini tp dsni beda
    Thanks udh mw bls inbox aq wkt mnt PW hahaha

  10. Kyu harus bener2 tegas sama perasaannya sendri krna kalo ga, dia bisa nyakitin 2yeoja sekaligus org yg dianggap hyung-nya sendiri!!
    Author hwaiting!! Part ini dapet ko feel-nya, menurutku😀

  11. Astagaaa kenapa jadi main tuduh tuduhan begini?? Ck! Kyuhyun, please jadi cowok itu yg tegas lah. Jangan bilang cinta ke hyemi tapi pikirannya ke jewo…. Ckckckck

  12. Aku ngakak pada main tuduh tuduhan wkkwkwk.. L jadi donghae ama Hyukjae. C jadi kyunya sendiri sama eunji wkwkkw… tapi ntah kenapa aku mencurigai hyukjae sebagai ‘L’ :v . Aku kira awalnya L itu kim myungsoo infinite :v.

    Aku sebel ama kyu yg plinplan. Jelas dia cinta sama je wo. Ntar diambil siwon loh :v . Ini ff jgn sad ending huwaaa

  13. Wkwk…
    semuanya saling lempar tuduh…
    siapa menuduh siapa sebenarnya…
    dan mana kawan serta lawan yang sedang berkumpul…

  14. part ini bikin prihatin bgt sm nasib nya je wo yg patah hati gara jaksa cho yg mw tunangan,hoho
    .moga aja jaksa cho gak jd tunangan deh xixixi *ketawa ala mak lampir *reader nya agak soak nih :-O

  15. Je Won ngecek apa tu???apa sesuatu yang diincar ama pembunuh ituh???wahhb ternyata Je Wo dulunya kaya tto…ya ampun kasihan Je Wo sampe trauma kaya gituh…moga Kyu Hyun sma Hye Mu ngak jadi tunangan…kan kasihan Je Wo patah hati ampe berkeping keping..
    ohohohoo sedimit semi sedikit pelakunya bakal terbongkar…
    heummm Hyuk Jae bisa juga jasi tersangka ato Dong Hae juga….aduh ngak tau ini soalnya sma2 bermarga Lee semua…
    aq pikkr ‘C’itu bpaknya Kyu Hyun dahhh…

  16. aissshhhh….gegara cemburu liat siwon yg cium dahi jewo, kyuhyun jadi gegabah ambilnkeputusan. geregwt banget wktu fitting baju itu saat dimna hyemi menegaskan bhwa kyuhyun itu cinta sama jewo, ttep aja kyuhyunnya menyangkal kebenaran itu…hufffttt
    kasian banget jewo, dia harus mengalami trauma…huhu
    masih berharap kalau kyuhyun dan je wo bisa bersaty…hehe

    dan diakhir cerita,disuguhi perdebatan mereka tentang inisial “l dan c”. dan ternyta semuanya termasuk dlam inisial itu kecuali hyekyung dan il wo…gak tau knpa moment perdebatan itu malah bkin ketawa. lucu aja byangin mereka yang berdebat…wkwk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s