[Freelance] Love Love Love

 

 

 

 

 

 

 

“apa kau tidak cemburu Wonie-ah ?” tanya Jaera, teman sekaligus staffku. Saat ini ia sedang memandangi I-padnya yg sedang menampilkan artikel tetang namja Autis itu dengan siapa lagi kalau bukan si Qian-qian itu alias Victoria. Aku sudah bosan mendengar tentang gosip mereka.
Astaga. Cho Kyuhyunnnn,,, apa kau tidak bisa sebentar saja tidak membuat sensasi hah ? aish, konsentrasiku memeriksa laporan keuangan ini jadi terpecah karna pertanyaan Jaera tadi. Aku mengacuhkan pertanyaan Jaera, dan melanjutkan pekerjaanku.
“Wonie-ah ?” panggil Jaera, karna tak ku tanggapi.
“Hmm…”
“Wonie-ah”
“…..”
“yaaa Jung Ha Won… kau mendengarkan ku tidak ???” tanyanya kesal sambil menguncang lenganku.
“Haish,,, kau tidak melihat aku sedang memeriksa pekerjaanmu huh ? kau mau jika aku melewatkan sesuatu yang penting dan di marahi sajangnim ? eoh ?” hardikku kesal padanya. Aku paling tidak suka jika ada yang menggangguku saat sedang bekerja.
Jaera menundukan wajahnya, merasa bersalah. “mian… aku hanya ingin tau pendapatmu tentang gosip itu, mengingat dia kan namjachingumu” ujarnya pelan.
Aku masih tak menanggapinya, sudah kubilangkan aku tidak suka diganggu saat sedang bekerja.
“Wonie-ah” panggilnya lagi, haiissshhh orang ini benar-benar. “apa kau marah padaku ?” tanyanya khawatir. Aku masih diam. “Wonie-ah. Jangan marah…” pintanya memelas. Aku tetap diam. “Wonie…”
“Yak,,, Lee Jaera… apa aku bilang aku marah ?” tanyaku kesal karna daritadi manusia ini berisik sekali.
“Tidak juga, tapi kenapa kau diam saja ?”
“Aku sedang bekerja Jaera” jelasku berusaha setenang mungkin. Yeoja ini satu tahun lebih tua dariku, tapi terkadang sifatnya tak masuk akal.
“Benar kau tidak marah ?”tanyanya lagi.
“Tidak”
“Jinja ?”
“Ne”
“Yaksok ?”
“Yak… kau ini benar2 ingin aku marah ya ?” hardikku akhirnya.
“Anio… aku tidak ingin kau marah” ujarnya cepat.
“Ya sudah, kalau begitu lebih baik sekarang kau kembali ke mejamu dan biarkan aku memeriksa pekerjaanmu” aku benar2 tidak bisa berkonsentrasi jika mahluk ini masih berada disini dengan mulut bawelnya itu,
“Arra-arra… aku akan kembali” Jaera keluar dari ruanganku sambil menunduk lesu.
Hufh,,, akhirnya aku bisa sedikit tenang. Aku kembali melanjutkan pekerjaanku menatap neraca-neraca dan jurnal laporan keuangan yang tadi diberikan oleh Jaera. Pekerjaan ku sebagai Wakil Manager Keuangan mengharuskanku teliti memeriksa setiap pemasukan dan pengeluaran dari semua transaksi keuangan d perusahaan ini. Haiiissshh,,,, kenapa aku tidak bisa konsentrasi. Gosip namja Autis itu masih saja terbayang dipikiranku, sudah 6 jam sejak pagi tadi dia terakhir menelponku, biasanya namja itu bisa puluhan kali menelponku dalam sehari. Tapi ini, bahkan dia belum menjelaskan tentang gosip itu. Sialan kau Cho Kyuhyun !!!!

 
Kyuhyun POV
Haisshhh,,, apa Yeoja Steril itu sudah membaca gosip ini. Aku bahkan takut untuk menghubunginya, takut mendengar amukannya. Dia itu sedikit aneh, dia tidak akan marah jika aku digosipkan dengan wanita lain. Tapi dia akan sangat mengamuk jika gosipku ada sangkut pautnya dengan yeoja bernama Seohyeun dan Victoria. Entah kenapa yeojaku itu sangat cemburu dengan mereka, tidakkah dia sadar kalau aku sangat mencintainya. Meskipun dia sering cuek denganku.
Astagaaa Jung Ha Won kenapa kau selalu membuatku seperti orang gila…
Aku memandangi wallpaper ponselku yg terdapat fotoku sedang mencium pipinya.
Jung Ha Won, dia yeoja yang unik menurutku. Sangat malah, kenapa ku bilang begitu. Karna baru kali ini, aku melihat yeoja setinggi dia. Tingginya 175 cm, hanya berbeda 5 cm denganku, di tidak gemuk dan tidak pula kurus. Tubuhnya bisa membuatku gila dan kehilangan akal, tubuhnya sangat…… hahhh, aku susah mengungkapkannya, yang pasti tubuhnya sangat pas menurutku. Ramping di tempat yg tepat dan berisi di tempat yang tepat. Dia itu bisa sangat cerewet dan bisa juga sangat manja.
Dia akan sangat cerewet jika sudah menyangkut kebersihan, kata yang sering keluar dari mulutnya adalah “Itu tidak Steril !!! ” itu sebabnya kenapa aku menjulukinya Miss Steril, dan dia dengan sadisnya memanggilku Mr. Autis. Astaga… tidakkah itu sangad romantis ? Yeah, itu menurutnya. Kan sudahku bilang jika yeojaku ini unik, atau mungkin juga bisa di bilang sedikit aneh. Dia itu amat sangat susah jika disuruh makan nasi dan sayur. Oke jika urusan sayur aku setuju dengannya itu makanan yg harus dihindari. Tapi nasi ??? apa yg salah dengan makanan pokok itu. Entah kenapa dia itu seperti anti sekali dengan nasi. Jika aku tanyakan padanya alasanya tidak mau. Jawabanya adalah “aku mau makan nasi, hanya tidak suka saja”. Tidakah itu jawaban yg aneh.
Dia memang mau makan nasi, tapi bisa di hitung berapa kali dalam sebulan, dan itu hanya beberapa sendok saja. Aku hampir stres jika harus menyuruhnya makan nasi. Memaksanya makan nasi sama seperti menyuruh kambing berenang. Sesuatu yang mungkin tapi amat sangat sulit. Yah, itu sepenggal cerita tentang yeojaku tercinta. Jung Ha Won.
Aku bahkan harus bersabar hingga 6 bulan untuk pendekatan dengannya. Setelah 6 bulan barulah yeojaku ini bersedia membuka hatinya untukku. Tapi ternyata tantanganku tak hanya sampai disitu, aku masih harus meyakinkan Oppanya yg tak lain adalah sunbaeku di SM, Oppanya adalah Yunho hyung. Ya Jung Yunho DBSK. Awalnya aku tak menyangka bahwa Yunho hyung mempunyai adik seunik Ha Won. Yunho hyung tidak suka jika adiknya bermain ke studio SM. Dia termasuk orang yang sangat Protectiv terhadap adik semata wayangnya itu. Sikap protectivnya ini juga yang membuat hubunganku dengan Ha Won sedikit terhalang. Karna Yunho hyung tidak ingin adiknya berhubungan dengan seorang artis. Tapi setelah aku berusaha meyakinkan Yunho hyung bahwa aku serius dengan yedongsaengnya dan tidak akan menyakitinya, barulah Yunho hyung mengijinkanku berhubungan dengan Ha Won.
Dan salah satu yang kusuka darinya adalah dia termasuk yeoja yang pintar. Dia sudah bisa menamatkan S1nya di usia 20 tahun, dan saat ini dia sudah bekerja di Choi’s Corporation milik keluarga Siwon Hyung. Karna kerjanya yg bagus, dalam waktu 2 tahun dia sudah di angkat sebagai Wakil Manager Keuangan. Aku suka dengan kerja keras dan kemandiriiannya.
Membicarakannya membuatku semakin merindukannya. Ck, masih 1 hari lagi aku baru bisa kembali ke Korea. Malam ini adalah konser terakhir kami di Jepang, aku sangat ingin mendengar suaranya tapi aku takut jika dia marah. Haishhh,,, terserah dia mau marah atau apa. Yg penting sekarang aku harus mendengar suaranya.
Aku mendial angka 1 dari ponselku…
 

 

Ha Won POV

Aku baru saja menyelesaikan pekerjaanku, saat ponselku menderingkan lagu yang sangat aku hapal. Karna lagu itu khusus aku pasang sebagai nada dering untuk mahluk Autis itu. Akhirnya kau ingat juga dengan yeojachingumu Mr. Autis ? dengan malas aku menyentuh tanda answer.
“Yeoboseyo?” terdengar suara dari seberang.
“hmm…”jawabku malas.
“ck, kenapa menjawab seperti itu. Apa kau tidak merindukanku ?” tanyanya dengan nada sebal. Aku bisa membayangkan wajah autisnya yg sedang sebal. “wae ? kau tidak suka ? matikan saja kalau begitu ?”ujarku ketus. Aku masih kesal dengannya karna gosip tadi. Terdengar tarikan nafas lirih dari seberang. Apa aku keterlaluan?
“mianhae” ucapnya pelan.
Cho Kyuhyun… aku paling benci mendengar suara lirihmu, kau terlihat lemah. Aku lebih suka melihatmu teriak2, daripada merasa bersalah seperti ini, aku merasa jadi wanita egois. “hhh… baiklah, apa yg ingin kau jelaskan ?” tanyaku akhirnya. “aku hanya ingin bilang bahwa semua berita itu hanya gosip murahan seperti biasa, aku berani bersumpah, bahwa aku sama sekali tidak ada hubungan dengan Qian. Ach, aniyo maksudku victoria” dia terdengar mencoba meyakinkanku. Dan tersadar saat menyebutkan nama panggilan gadis menyebalkan itu, dia tau aku tidak suka jika dia memanggilnya dengan nama kecil gadis itu.
“kapan kau pulang ?” tanyaku mengalihkan pembicaraan. Sungguh, aku sedang tidak ingin bertengkar dengannya. Mungkin karna aku terlalu merindukannya ? entahlah, aku hanya merasa lelah jika harus selalu bertengkar dengan masalah yang sama.
“besok pagi kami berangkat ke korea. Mungkin siang sudah sampai. Aku akan langsung ke apartemenmu. Besok kau libur kan ? jadi tunggu aku dan jangan kemana-mana.” Jelasnya dengan antusias. Terdengar sekali dia sangat bersemangat. Apa dia juga merindukanku, seperti aku merindukannya ?
“Miss Steril…” lanjutnya pelan.
“Ne”
“Bogoshipo. Jeongmal bogoshipo” ucapnya meyakinkan.
Aku terdiam dan menarik nafas dalam “Nado Mr. Autis” balasku pelan.
“Jinja ?”tanyanya senang
“Ani, aku bohong”
“Yak, neo. Pokoknya kau harus merindukanku” paksanya. Mwo ??? harus ? apa-apaan orang ini,
“Mwo ? terserah padaku”
“Tidak boleh. Pokoknya kau harus merindukaku. Titik. Miss steril, aku masih ada latihan lagi, sampai nanti. Jangan sampai ponselmu mati, kubunuh kau kalau aku tidak bisa menghubungimu, arraseo ?”

KLIK.
Mwo ??? apa maksud bocah autis ini. Sialan, kenapa dia jadi seenaknya begini terhadapku.
Dasar Mr. Autis babooo….!!!!!!!!!!
 

 

 

 

Author POV

Ha Won sedang asyik menyiapkan makan siang untuk menyambut kedatangan Cho Kyuhyun. Saat ia merasakan sebuah lengan merangkulnya dari belakang. “Bogoshipo” terdengar bisikan lirih ditelinganya. Dia sudah hapal betul dengan aroma dan suara namjanya. “Kau baru sampai ?”tanya Ha Won sambil tetap melanjutkan pekerjaannya. “he-em”jawab Kyuhyun sambil menghirup wangi tubuh yeoja yang sangat dirindukannya ini, satu minggu tak bertemu membuatnya merasa ada yg kurang dalam dirinya. Ya, aroma ini, wajah ini, dah tubuh inilah yang selalu menjadi Oase baginya.
Tiba-tiba Ha Won menghentikan pekerjaannya “apa kau sudah cuci tangan dan bersih-bersih ?” tanyanya memastikan. Tak ada jawaban dari orang yg masih memelukknya ini. Sepertinya dia sudah tau apa jawabannya “YAK,,, CHO KYUHYUN SUDAH BERAPA KALI KUBILANG JANGAN MENYENTUHKU SEBELUM KAU BERSIH-BERSIH!!!!”

Dengan kesal Ha Won mencoba membalikan tubuhnya menghadap Kyuhyun yang masih enggan melepaskan dekapannya. Kyuhyun memandang Ha Won sebal “dasar Miss Steril memang kau pikir aku habis memegang apa hah ?” protesnya kesal. Terkadang sifat kekasihnya yg terlalu berlebihan akan kebersihan ini juga sedikit mengganggunya. Ia jadi merasa tak leluasa. mungkin bagi seorang Jung Ha Won kalau bisa semuanya harus dalam keadaan steril.
Ha Won hanya mengangkat bahu cuek “Mana aku tau kau habis memegang apa dan melakukan apa ?”
“Ck. Aku masih merindukanmu chagi, kemari” Kyuhyun kembali mendekat untuk memeluk Ha Won, tapi yeoja itu segera menghindar.
“Shireo. Jangan menyentuhku sebelum kau bersih-bersih. Kau itu belum steril Mr. Autis. Tubuhmu masih bau matahari”
“Ouh, jadi kalau aku sudah bersih-bersih aku boleh menyentuhmu ? eoh ?” goda Kyuhyun dengan seringaian evilnya. Ha Won hafal betul dengan maksud dari seringaian itu. Dengan kesal ia melemparkan serbet yang sedang dipegangnya tadi “bersihkan sekalian otak kotormu itu Mr. Autis !!!” Kyuhyun terkekeh kuat sambil melangkah ke kamar mandi yang berada di kamar Ha Won.
 

 

Ha Won POV

Bocah Autis itu semakin hari semakin mesum saja pikirannya. Menyebalkan. Aku mengikutinya menuju kamarku. Ia segera masuk ke kamar mandi, sementara aku menyiapkan pakaiannya yang ada di lemari pakaianku. Tidak. Tidak, kalian tidak berpikir aku sudah menikah dengannya kan ? Dia memang sering menginap disini, tapi kami tidak pernah melakukan hal yang berlebihan. Masih sewajarnya. Sebenarnya dia biasa tidur di kamar sebelah. Tapi selalu mandi di kamar mandiku, dan memaksa menaruh pakaiannya dilemariku. Agar terbiasa saat menikah kilahnya. Cih, percaya diri sekali dia kalau aku akan menjadi istrinya. Yah, walaupun aku juga berharap begitu. Tapi jangan sampai dia mengetahuinya.
Aku tidak pernah tinggal hanya berdua saja dengannya, jika dia akan menginap disini, aku selalu mengajak Lee Jaera, apartemennya bersebelahan denganku. Dan jika Kyuhyun ingin menginap di apartemenku. Maka Jaera yang harus rela menjadi penjagaku. Supaya Kyuhyun tidak bisa macam-macam denganku, heheheh… Itu alasan yang aku bilang pada Yunho Oppa saat dia marah karna tahu Kyuhyun sering menginap di apartemenku.
Apakah Jaera rela di jadikan kambing hitam ? tentu saja tidak. Tidak ada yang Gratis yg bisa di lakukan Lee Jaera. Yeoja pelit itu dengan senang hati menerima tawaran Kyuhyun untuk mau menemani kami dengan iming-iming traktiran makan siang selama seminggu. Yeah, mungkin bagi Mr. Autis itu, hal itu bukan masalah asal dia bisa selalu berdekatan denganku.
3 tahun berpacaran dengannya membuatku hapal dengan semua kebiasaannya. Sebenarnya dia sudah sangat ingin menikah denganku tapi masih terhalang syarat dari orang tuaku. Oemma dan Appa baru akan mengijinkanku menikah setelah Yunho Oppa menikah. Aku sih biasa saja, karna aku juga masih meikmati karirku. Tapi lain halnya dengan si Mr. Autis itu, ia terlihat kalang kabut karna syarat itu. Kenapa ????
Karna sampai saat ini Yunho Oppa belum juga mempunyai yeojachingu. Jadi itu semakin menunda keinginan Kyuhyun untuk menikahiku. Dasar bocah Autis… Aku keluar dari kamar setelah menyiapkan pakaian ganti untuk bocah Autis itu.
 

 

Kyuhyun POV

Saat keluar dari kamar mandi aku melihat pakaianku sudah disiapkan diatas tempat tidur. Kami sudah seperti suami istri kan ??? seharusnya. Tapi karna Yunho hyung belum menikah aku jadi belum boleh menikahinya. Hahhhh, sabar Cho Kyuhyun. Sampai kapanpun dia akan tetap menjadi milikmu. Yakinlah itu.
Aku keluar kamar dan mendapatinya sudah menunggu di meja makan. Aku melihat apa yang dimasaknya hari ini. Pasta dan nugget. Tidak ada Nasi ???
Ck, yeoja ini kenapa dia ini masih saja antipati dengan nasi.
“Wae ?” tanyannya saat aku hanya melihat masakannya.
“Kenapa tidak ada nasi ?” tanyaku
“Ini juga kan mengandung karbohidrat. Jadi apa bedanya ?”
“Tetap saja nasi itu lebih penting”
“Kau tidang mungkin makan pasta dengan nasi kan ???”tanyanya pura-pura bodoh.
“Kau tau maksudku. Jadi tidak usah berpura-pura bodoh.” Jawabku sebal.
“Apa kau ingin makan nasi ? biar aku belikan” ujarnya sambil berdiri.
Dengan cepat aku menarik tangannya dan mendudukannya lagi “Tidak usah, ini saja sudah cukup. Aku hanya tidak ingin kau selalu makan makanan instan seperti ini, sementara kau jarang makan nasi” ujarku pelan aku ingin dia tau tentang kekhawatiranku.
Dia menghela nafas pelan “baiklah, besok aku akan makan nasi” janjinya sedikit tak rela.
Dan apa kalian pikir aku percaya dengan janjinya ? tentu saja tidak. Ini bukan pertama kalinya di a berjanji seperti itu. dan dia selalu mengingkari janjinya. Dia hanya akan makan nasi jika aku sudah memaksanya dengan caraku sendiri tentunya. Hahaha… dan kalian tidak boleh tau. Itu rahasia.
“Ck, aku bosan dengan janjimu. Sudahlah ayo makan, aku sudah lapar” aku memakan pasta buatannya. Masakannya memang enak, tapi dia hanya mau memasak masakan luar saja. Sementara dia sama sekali tidak bisa memasak makanan korea. Memasak nasi saja tidak bisa. Hufh, aku benar-benar harus mempermak yeoja ini.
“Jaera mana ? tidak kesini ?” tanyaku
“Dia sedang kerumah sepupunya, ada acara katanya. Wae ?”
“Ani, baguslah. Jadi aku tidak perlu di awasi. Hahahaha” aku tertawa senang. Berarti tidak ada yang akan menggangu acaraku dengan yeojaku ini. Sungguh. Aku benar-benar sangat merindukannya dan sedang tidak ingin di ganggu siapapun. Cepatlah selesaikan makanmu Jung Ha Won, karna sebentar lagi aku yang akan memakanmu,hahahah,,,, aku tersenyum evil membayangkannya.
Ha Won menatapku curiga, dia sepertinya tau apa rencanaku. “jangan berpikiran macam2 Cho Kyuhyun.”
“Mwoya ? memangnya apa yg aku pikirkan huh ?”tanyaku sok polos.
“Tertulis jelas dijidatmu apa isi otak yadongmu itu babo.” Jawabnya sebal…
“HAHAHAHAH…. benarkah ? aigooo,,, yeojaku ini benar-benar pintar” aku mengacak2 rambutnya pelan. Iya melanjutkan makannya sambil cemberut. Aku tau dia kesal. Dia paling tidak suka ada yang memegang kepalanya. Dia akan sangat marah. Tapi tidak pernah protes jika aku yang melakukannya.
 

 

Ha Won POV

Aku sedang melanjutkan membaca novel Romance Picisan kesukaanku, saat tiba2 bocah autis itu merebahkan kepalanya dipangkuanku dan membenamkan kepalanya diperutku. Ck, mengganggu saja. “Jangan menggangguku Mr. Autis” aku mendorong kepalanya pelan. Tapi orang ini malah semakin mengeratkan pelukannya.
“Ani, aku hanya merindukanmu Miss Steril-ku sayang” suaranya teredam oleh perutku karna
Aku tak menghiraukan pertanyaannya dan masih fokus dengan novelku. Lama kami terdiam. Eh, apa bocah ini tidur? Aku ingin memastikannya saat aku merasakan sebuah gigitan diperutku “YAK… Appo babo” aku langsung menjambak rambutnya dan menjauhkan wajahnya dari perutku. Aku mendapati wajahnya yang cemberut kesal. Aku ingin marah padanya karna sudah menggigit perutku, tapi aku juga ingin tertawa melihat wajah autisnya yang cemberut seperti itu.
“Wae ? kenapa kau menggigit perutku huh ? kau kira tidak sakit” omelku kesal.
“Habisnya kau tidak mau menjawab pertanyaanku” sungutnya tak mau kalah, dasar bocah menyebalkan.
“Ck, memangnya apa yang mau kau lakukan huh ?” aku balik bertanya padanya. Dia langsung bangkit dah mendekatkan wajahnya padaku. Aku memundurkan wajahku, dia semakin mendekat “K-kau mau apa Kyu ? Jangan macam-macam !!! ” aku mendorong wajahnya dengan tanganku, tapi dia menahan tanganku dan mengunci dengan tangannya disisi tubuhku. Aku semakin terdesak d sofa.
Ia mendekatkan bibirnya ketelingaku “Tenang Chagi, aku tidak akan macam-macam. Hanya satu macam.” bisiknya pelan. Membuatku bergidik geli. Aku hendak memundurkan kepalaku, saat bibirnya dengan cepat menyambar bibirku. Aku yang terkejut hanya bisa diam, menerima serangan mendadaknya itu. Bibir bawahku dihisap pelan. Lidahnya membelai-belai bibir atas dan bawahku bergantiaan. Seolah membujuknya agar membuka, dan membiarkannya mendapatakan apa yang dicarinya. Bibirku membuka dengan sendirinya. Dan kesempatan itu tak disia-siakan Kyuhyun yang langsung melesakan lidahnya masuk dan membelit lidahku.
Aku bisa merasakan salivanya yang masuk kemulutku. Manis. Ciumananya yang manis atau salivanya yang manis ?? entahlah, aku tidak pernah bisa berpikir setiap dia melakukan ini padaku. Cukup lama ia menikmati bibirku. Aku mendorong pelan bahunya, untuk melepaskan ciumannya. Stok oksigenku tidak cukup untuk meladeni keinginannya. Aku menghirup oksigen banyak-banyak untuk kembali mengisi paru-paruku.
Ia masih terus memperhatikan bibirku yang kesusahan membantu hidungku menghirup oksigen. Kyuhyun ingin medekat lagi, tapi aku menahan dadanya. Bukan, aku bukan menolaknya hanya saja nafasku masih belum normal. “Sebentar Kyu, biarkan aku bernafas sejenak. Nafasku tidak sepanjang kau” jelasku, saat ia menunjukan wajah protesnya.
Ia tersenyum maklum, tapi hanya sesaat. Karna detik berikutnya, bibirnya kembali melumat bibirku. Dan menciptakan ciuman yang lebih panas dari yang tadi. CHO KYUHYUN… kenapa ciumanmu selalu membuatku gila. Tidak pernah. Tidak pernah seperti ini sebelumnya. Hanya kau Cho Kyuhyun. Hanya kau yang aku beri kesempatan untuk melakukan ini. Entah kenapa hanya kepadamu aku percaya. Aku yakin kau tak akan menyakitiku, aku tau kau mencintaiku.
Aku kembali melepaskan ciuman kami karna lagi-lagi aku kehabisan nafas. Kini dia juga bernafas terengah-engah. Baru satu minggu tidak melakukan ini dia seperti orang sakau yang baru mendapatkan heroin. Ia masih ingin melakukannya, tapi aku menahan bibirnyanya dengan tanganku. Bukan, bukannya aku tak mau menikmati bibirnya yang manis itu. Hanya saja masih banyak waktu untuk melakukannya tidak perlu buru-buru. “Cukup untuk kali ini Honey” ucapku pelan sambil melap bibirnya yang basah akibat ciuman kami dengan ibu jariku “Aku tau kau lelah, istirahatlah” aku meraih kepalanya dan kembali merebahkannya dipangkuanku. Mengelus pelan kepalanya, untuk sekedar membantunya melepas penat dari rutinitasnya yang membeludak itu. ia mengambil bantal sofa dan meletakannya di pahaku.
Aku tau apa yang ingin di lakukannya. Ia mencari posisi kepala yang lebih tinggi agar ia bisa tidur sambil memelukku dan menenggelamkan wajahnya didadaku. Posisi favoritnya.
 

 

Kyuhyun POV

Aku menenggelamkan wajahku didadanya. Posisi favoritku. Entah kenapa aku merasa sangat nyaman menyandarkan kepalaku didadanya. Bukan. Bukannya aku mesum. Hanya saja, aku seperti menemukan tempat bersandar yang sangat nyaman. Aku tidak pernah seperti ini dengan mantan-mantanku sebelumnya. Sudahku bilangkan, bahwa yeojaku ini berbeda. Hanya dengannya aku bisa melakukan hal-hal yang tidak pernah ingin kulakukan dengan yeoja lain.
Aku merasakan lengannya memeluk kepalaku sesaat, dan merasa ia mencium pucuk kepalaku pelan. Lalu mengelus-elus kepalaku. Memberikanku kenyamanan yang tak bisa ku tolak. Aku masih ingin menikmati sentuhannya di kepalaku. Tapi mataku yang berat ini tidak bisa di ajak berkompromi. Dalam hitungan detik aku terlelap dalam buaiannya.
Aku mengerjap-ngerjapkan mataku sesaat, lalu meregangkan otot-ototku yang kaku karna tertidur di sofa. Aku tak menemukannya didekatku. Aku mengedarkan pandanganku ke seluruh ruangan. Guna mencari sosoknya yang selalu membuatku gila. Tapi nihil aku tak menemukannya ataupun mendengar suara-suara yang menandakan kalau ia ada disini.  Aku hendak bangkit dari dudukku saat mataku menatap selembar kertas yang tergeletak di atas meja didepanku.

Tadi Jaera pulang dan aku memintanya menemaniku kesupermarket sebentar. Aku mau belanja keperluan dapur, kau tidak usah menyusul aku hanya sebentar.

Aku tertawa membaca tulisannya yang seperti cakar ayam. Hahaha,,, salah satu kelemahan Jung Ha Won si Miss Steril ini adalah dalam hal tulisan. Tulisannya itu sangat jelek, bahkan lebih jelek dari tulisan anak TK. Aku sempat kesusahan saat pertama kali membaca tulisannya. Dia selalu cuek jika aku menghina tulisannya. Jawaban yang selalu keluar dari mulutnya adalah “Biar jelek yang penting masih bisa dibaca. Mungkin aku ini seharusnya menjadi dokter, tapi aku malas berhubungan dengan obat2an”
Dasar Jung Ha Won, tidak pernah mau merasa kalah. Aku jadi kasihan dengan bawahannya di kantor yang harus bersusah payah jika membaca tulisannya tapi tidak berani bertanya lebih lanjut. Karna mereka sudah tau bahwa Ha Won tidak akan mau mengulang kata-kata yang sama berulang kali.
 

 

Ha Won POV

“Eoh ? kau sudah bangun ?” tanyaku, yang baru kembali dari supermarket. Dan mendapati Kyuhyun sedang tiduran di sofa sambil memainkan PSPnya.  “Mmm…”jawan Kyuhyun tanpa mengalihkan pandangannya dari benda kecil itu. Aku berjalan menuju dapur dan membereskan barang2 yang kubeli tadi. Jaera mengikutiku sambil membawa beberapa kantung belanjaan mereka.
“Sejak kapan mr. Autismu itu kembali ?”tanya Jaera sambil mengeluarkan belanjaannya di atas meja.
“tadi siang” jawabku sambil mencuci buah2an sebelum menyimpannya di kulkas.
“Berarti Hyukie oppa juga sudah kembali ya. Ck, kapan Kyu akan mempertemukanku dengannya lagi. Dulu saat kita bermain ke dorm mereka kan, aku hanya melihatnya sekilas karna dia sedang terburu-buru akan pergi. Jadi belum benar-benar berkenalan” ujar Jaera yang merupakan Jewels abadi.
“Tanyakan saja pada bocah autis itu” balasku cuek. Yeoja ini, sungguh sangat tergila-gila dengan monyet mesum itu. Bahkan dia yang dulu selalu mencecokiku dengan semua video dan lagu-lagu SUPER JUNIOR. Aku ini, walapun oppaku sendiri adalah penyanyi. Tapi aku tidak terlalu memperhatikan lagu-lagunya. Aku tidak pernah mengumpulkan album2 mereka, karna memang aku tidak mengidolakan mereka. Kaset-kaset album DBSK dan SUPER JUNIOR yang menumpuk dikamarku adalah hasil pemberian mereka secara paksa.
Dulu aku hanya punya kaset-kaset DBSK, karna setiap rilis album. Yunho oppa pasti akan memberikanku lagu barunya, dan mewajibkanku mendengarkan semua lagunya. Dan sekarang, aku juga mempunyai pacar seorang penyanyi. Dan ini bahkan lebih parah. Ia mengisi ponsel dan dan laptopku dengan semua lagu dan video-videonya.
“Molla, aku tidak mengurusi Monyet Mesum itu…” kudengar Kyuhyun menjawab pertanyaan Jaera dengan malas. Sepertinya iya bosan setiap bertemu Jaera pasti selalu menanyakan tentang Hyukie oppa. Sepertinya Jaera benar-benar mencintainya bukan lagi sebatas idola. Lee Jaera. Temanku yang satu itu agak sedikit aneh ku bilang. Usianya bahkan lebih tua 1 tahun dariku, tapi sekalipun dia belum pernah berpacaran. Dia selalu bilang kalau dia hanya mau Hyukie oppa yang menjadi pacarnya. Tapi bagaimana mungkin jika mereka saja jarang bertemu. Bahkan aku sangsi jika Hyukie oppa masih mengingat wajahnya.
“Ayolah Kyu, kapan kau akan benar-benar mengenalkanku dengan Hyukie oppa” pinta Jaera memelas.
“Aish, kau ini. Apa sih yang kau lihat dari namja mesum itu” ujar Kyu asal.
“YAK… sopan sedikit. Dia itu hyungmu tau.” Balas Jaera tak terima.
“BERISIK ! Ck. Kau ini mengganggu konsentrasiku saja” protes Kyuhyun kesal. Aish, bocah autis ini. Kebiasan buruknya dia tidak akan peduli dengan sekitarnya jika sudah menyentuh benda sialan itu.
“Kyu kau mau buah ?” tanyaku agak keras sambil memasukan buah yang ku cuci tadi kedalam kulkas.
“Ne Chagi, aku mau jeruk” jawab Kyuhyun sedikit berteriak.
“Kyu.. ayolah.” Jaera masih berusaha membujuk Kyuhyun.
“Shireo !!!” tolak Kyuhyun.
“Oke, kalau kau tidak mau mempertemukan aku dengan Hyukie oppa. Maka aku juga tidak mau menemani kalian disini” Jaera mencoba mengeluarkan ancaman yang bisa sedikit melunakan Kyuhyun. Aku masih memperhatikan mereka dari dapur.
“Memangnya aku peduli !!!” ujar Kyuhyun cuek.
Ku lihat Jaera mulai kesal dengan Kyuhyun “Jinja ? Gwaenchan, aku tidak akan mau menemani kalian lagi. Dan aku akan memberitahu Yunho oppa. Kalau aku tak mau menemani adiknya lagi saat kau menginap disini. Dan kau tau kan apa yang akan terjadi ? Kau tidak akan bisa lagi menginap bersama Miss Sterilmu itu lagi Cho Kyuhyun !!! ”
“Mwo ??? yak, kau mengancamku ? eoh ?” tanya Kyuhyun kesal. Hahaha… sepertinya kali ini Jaera akan berhasil membujuk bocah autis itu. “Aniyo, hanya saja tidak ada yang gratis di dunia ini Cho Kyuhyun” jawab Jaera dengan senyum kemenangan yang terlihat jelas dibibir tipisnya. Kyuhyun terlihat geram dengan ancaman Jaera. Aku buru-buru mendekatinya sambil membawa beberapa buah jeruk yang dimintanya tadi. “sudahlah Kyu, apa susahnya sih mempertemukannya dengan Hyukie oppa” ucapku sambil duduk disebelahnya, mengupas jeruk yang kubawa untuknya.
“Haish, dasar manusia gratisan. Kau itu benar-benar cocok dengan Monyet kikir itu. Kalian sama2 pelit” sindir Kyuyun ketus. Astaga, kata-katanya pedas sekali. Aku melirik Jaera. Memastikan apa dia tersinggung dengan kata-kata Kyuhyun.  “Hahaha,,, ne. Kau benar, kami memang cocok. Jadi sebaiknya cepat kau kenalkan aku dengan Hyungmu yang tampan itu. Arra ?” Jaera sama sekali tidak merasa tersindir dengan perkataan Kyuhyun, yang menurutku sangat pedas itu. Yeoja ini, memang polos atau tidak tahu malu sih. Aku terkadang bingung dengan tingkahnya.
Aku menyodorkan jeruk yang ku kupas tadi ke mulut Kyuhyun. Ia membuka mulutnya dan menerima suapanku. Lalu menyandarkan kepalanya dibahuku. Sambil masih memainkan PSPnya.
“Ck, baiklah nanti aku tanyakan dulu pada monyet itu” jawab Kyuhyun akhirnya. Sepertinya ia benar-benar takut tak bisa menginap disini lagi.  Bodoh, ini juga kan apartemennya. Oke apartemen ini memang dibeli dengan sebagian uangku dan uang Kyuhyun. Sebenarnya ia memaksa untuk dia saja yang membelinya, tapi aku tidak mau. Aku tidak ingin dibilang memanfaatkan uangnya. Aku juga bekerja dan punya gaji. Kecuali perabotan apartemen ini, sebagian besar untuk elektronik memang Kyuhyun yang membelinya. Aku lebih kepada barang2 kecil dan peralatan masak.  “mana jerukku ?” tanya Kyu sambil membuka mulutnya. Aku kembali menyuapkan jeruk kedalam mulutnya.
 

 

Author PO V

“Tumben kau mengajakku main ke dormmu, apa oppadeul sedang berkumpul ?”tanya Ha Won saat Kyuhyun menjemputnya di kantor dan membawanya menuju Dorm Suju. “Ne, sepertinya mereka kangen denganmu” jawab Kyuhyun sambil mendengus sebal. Ha Won sumringah mendengar jawaban Kyuhyun “Jinja ??? ah, aku juga kangen dengan mereka” ujar Ha Won bersemangat. Kyuhyun yang sedang menyetir menyempatkan diri memandang Ha Won dengan pandangan cemburunya yang dibenci Ha Won “ck, buang tatapan cemburumu itu Cho Kyuhuyun. Memangnya siapa yang sedang aku bicarakan ? Hyung-hyungmu sendiri kan ? Jadi jangan menatapku seperti itu” protes Ha Won kesal. Tidakkah Kyuhyun itu berlebihan , bagaimana mungkin ia bisa mencemburui Hyungnya sendiri ? pikir Ha Won sebal.
Kyuhyun tak menggubris omelan Ha Won dan kembali konsentrasi menyetir.
“Aku pulang !!!” teriak Kyuhyun lantang.
Ha Won mengikuti Kyuhyun masuk ke dalam Dorm, dan mendapati semua member sedang berkumpul. Ada beberapa member yang juga membawa yeojachingunya. “Annyeong oppadeul” sapa Ha Won sambil membungkukan badan. Yang di respon semua member suju dengan jawaban yang sama.
“Woooaaahhh,,, si seksi datang juga ternyata” ujar Hyuk Jae yang baru keluar dari kamarnya.
Belum sempat Ha Won menjawab, Kyuhyun sudah melayangkan jitakannya kekepala Monyet Super Junior itu “Yak, Appo babo !!! ” protes Hyuk Jae tak terima.
“Rasakan !! sudah berapa kali kubilang jangan pernah memanggilnya seperti itu lagi” ucap Kyuhyun kesal.
“Arraseo. Kau itu berlebihan sekali sih. Ya kan Wonnie-ah ??” tanya Hyuk Jae pada Ha Won sambil mengelus kepalanya yang tadi dijitak Kyuhyun. Ha Won hanya tersenyum melihat kelakuan mereka. Sementara member yang lain sudah biasa dengan keadaan seperti itu.
“Eh, Wonnie-ah kau datang ? Aigooo… aku benar-benar merindukanmu” ujar Jungsoo sambil memeluk Ha Won. Kyuhyun buru-buru menarik Ha Won dari pelukan Jungsoo “Yak, kau ini kenapa hah ?” protes Jungsoo tidak mengerti.  “Tidak apa-apa. Aku hanya tidak suka saja kalian memeluk yeojaku seenaknya” jawab Kyuhyun santai. Jungsoo hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan magnaenya itu, lalu bergabung dengan dongsaengnya yang sedang asyik menonton TV.
Ha Won hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal melihat kelakuan Kyuhyun yang terlalu cemburuan. “Ck, sudahlah Kyu. Kau itu berlebihan sekali” ujar Ha Won sebal. Lalu berjalan menuju dapur, mendekati Ryewook yang sedang memasak. “Mana yeojamu Hyung ?” tanya Kyuhyun sambil duduk disamping Hyuk Jae. “Molla” jawab Hyuk Jae mengangkat bahunya cuek. Kyuhyun memandang aneh Hyungnya yang terkenal yadong ini “Wae ? putus lagi ?” “Ani, kami memang tidak punya hubungan. Hanya sering jalan bersama saja. Sepertinya sekarang dia sudah punya namjachingu. Jadi tidak mungkin aku mengajaknya jalan lagi” jelas Hyuk Jae santai.
“Jadi maksudmu selama ini kalian hanya saling memanfaatkan ?” tanya Kyuhyun tak habis piikir.
“Mungkin” jawab Hyuk sambil tersenyum mesum “Ada apa ?” tanya Ha Won bergabung
“Biasa, monyet yadong ini baru ditinggal yeojanya. Hhahahah. Menyedihkan ! “ ujar Kyuhyun yang dihadiahi Ha Won dengan sebuah jitakan keras.
“Wae oppa ?” tanya Ha Won pada Hyuk Jae
“Yah, resiko bermain dengan remaja. Mereka hanya suka memanfaatkan. Hal biasa “jawab Hyuk Jae santai
“Kau juga tidak bisa menyalahkan mereka oppa, karena mereka juga tau kau hanya memanfaatkan mereka. Benarkan ?” tebak Ha Won, yang di jawab Hyuk Jae dengan gummy smilenya lagi. Ha Won hanya menggelengkan kepalanya “Apa kau tidak pernah berpikir untuk mencari yeoja yang benar-benar mencintaimu oppa ?”  Hyuk Jae menatap Ha Won heran “Tidak ada yeoja yang seperti itu” ujarnya dengan seringai mengejek.
Ha Won meliriknya tajam “apa maksudmu ? apa kau ingin bilang bahwa aku tidak benar-benar mencintai Kyuhyun ?” “Aniyo. Bukan begitu, maksudku tidak ada yeoja yang benar-benar mencintaiku seperti cinta kau kepada Kyuhyun” Hyuk Jae buru-buru menjelaskan sebelum Ha Won marah.
“Kenapa kau bisa berpikir seperti itu ?”
“Karna kenyataannya selama ini memang seperti itu”
“Ehm, Oppa. Apa kau mau kukenalkan dengan seorang yeoja ?” ucap Ha Won sambil tersenyum. Hyuk Jae menatapnya curiga “Aniyo, aku jamin yeoja ini berbeda dari yeoja-yeojamu sebelumnya” lanjut Ha Won meyakinkan.
“Nugu ?” tanya Hyuk Jae akhirnya.
“Lee Jaera. Dia sahabatku, bukankah dulu kalian pernah bertemu”
“Kapan ?”
“Mmm…. sekitar 4 bulan yang lalu. Saat Kyuhyun mengajak kami kemari. Tapi saat itu kau sedang terburu-buru akan pergi, jadi hanya bisa menyapa kami sebentar” Ha Won berusaha mengingatkan Hyuk Jae.
Hyuk Jae berusaha mengingat-ingat kejadian 4 bulan yang lalu. Tapi sepertinya ia tak dapat mengingatnya. “Mian Wonnie-ah. Sepertinya aku tak mengingatnya” ujar Hyuk Jae pelan, merasa tak enak hati.
“Gwaenchana oppa. Itu juga sudah lama, wajar kau tak bisa mengingatnya” Ha Won tersenyum maklum.
Tiba-tiba wajah Hyuk Jae berubah sumringah “Ehm, apa dia juga seksi sepertimu ?” tanya Hyuk Jae semangat.
Kyuhyun yang sejak tadi asyik memainkan PSPnya di samping Ha Won sambil mendengarkan obrolan mereka, langsung menjawab ketus “bermimpi saja kau Hyuk Jae, tak akan ada yeoja normal sepertinya yang akan tertarik denganmu. Kecuali mungkin Lee Jaera” “Aish, kau ini. Aku sedang mencoba menjodohkan Hyukie oppa dengan Jaera. Kenapa kau malah mau merusaknya, kau mau Jaera melakukan ancamannya kemarin ?” bisik Ha Won kesal.
“Arra. Arra lanjutkanlah projectmu” ucap Kyuhyun santai. Kembali melanjutkan kegiatan favoritnya.
“Sebentar-sebentar. Lee Jaera ???”tanya Hyuk Jae memastikan “Apa ini Jaera yang sering di bilang Kyuhyun, yang selalu menemani kalian kalau bocah Autismu itu menginap di apartemenmu ?” Hyuk Jae mencoba memastikan.
“Ne, oppa. Ini memang Jaera yang itu” jawab Ha Won semangat. Sepertinya rencananya akan berhasil.
 

Ha Won POV

Aku sedang merapihkan tempat tidurku saat bocah autis ini dengan seenaknya merebahkan badannya. “Ck, minggir Kyu. Kau tidak lihat aku sedang merapihkan ini huh ?” Sambil tersenyum bocah, yang lebih mirip seperti orang Autis. Ia membantuku merapihkan seprai yang baru kuganti. Jaera baru saja keluar dari kamar mandi dan langsung duduk di atas seprai yang baru saja aku dan Kyu rapihkan. Haish, orang ini.
“Jadi kau benar-benar mau mengenalkanku dengan Hyukie Oppa ? Jeongmal ? Aigooo,,, kau baik sekali Kyu” Jaera tak henti-hentinya menanyakan hal itu sejak kami memberitahunya tadi.
“Tentu saja, aku kan baik hati, tidak sombong dan tidak pelit sepertimu” ucap Kyu asal.
Cih, bocah ini. Memang apa yang dilakukannya. Dia bahkan nyaris menggagalkan rencanaku. Tapi kini bersikap seolah-olah dia yang akan mengenalkan Jaera dengan Hyukie Oppa. Dasar bocah autis.
“Arraseo, kali ini kau memang baik. Gomawo, jadi kapan aku bisa bertemu Hyukie Oppa ?”tanya Jaera semangat. Yeoja ini benar-benar. Dia bisa jadi heboh jika sudah menyangkut nama Lee Hyuk Jae.
“Bulan Depan” lagi-lagi Kyu menjawab asal. Bocah ini sepertinya senang sekali mengerjai Jaera.
“YAKKK,,, kenapa lama sekali” protes Jaera.
“Ck, kau ini mau saja dibohongi manusia Autis ini. Akhir minggu ini Hyukie Oppa akan main kesini” jelasku sambil duduk di depan meja rias dan mengoleskan krim malam ke wajahku.  “Jinja ??? huaaa… aku sudah tidak sabar. Apa aku harus berdandan ?” tanya Jaera antusias. “Tidak perlu. Kau didandani seperti apa juga tetap saja seperti itu” astaga, kenapa bocah ini kenapa mulutnya pedas sekali. Tapi sepertinya Jaera sudah kebal dengan kata-kata pedas Kyuhyun. Buktinya dia, tidak mempedulikannya, malah asyik senyum-senyum sendiri.
Setelah selesai memoles wajahku dengan krim malam, aku mendekati tempat tidur. “pindah kekamarmu Kyu, aku mau tidur !” pintaku sambil merebahkan diri disampingnya yang dari tadi sudah berbaring di kasurku.
“Shireo, malam ini aku mau tidur disini” tolaknya sambil memelukku. Mwo ??? apa maksudnya. Aku mencoba melepaskan diri dari pelukannya, tapi ia malah semakin mengeratkan pelukannya. “Yakkk, kau gila. Kau kira kasurku sebesar apa, hingga mampu menampung kita bertiga huh ? kau pikir badanmu kecil ?” omelku sambil masih berusaha melepaskan pelukannya.
“Ck, biar Jaera tidur di sofa saja” tolak Kyuhyun, sambil melemparkan bantal kesofa yang ada di kamarku
“Shireo, aku tidak mau. Badanku bisa sakit kalau tidur disofa. Kenapa tidak kau saja yang pindah kekamarmu ?” tolak Jaera tak terima. “Haish, kalian ini. Kyu kembalilah kekamarmu, biasanya juga kau tidur disebelah” aku mencoba membujuknya. Tapi rangkulannya dipinggangku semakin erat “Shireo, aku masih merindukanmu Chagi. Aku ingin tidur disini,jebal ?” pintanya sambil membalikan badanku. Ia menatapku memohon, seperti anak kucing minta diberi makan.
“Lalu Jaera tidur dimana ? Kasian jika dia harus tidur di sofa dan tidak mungkin jika kita tidur bertiga” akhirnya aku mengalah. Kyuhyun berpikir sejenak, lalu kembali tersenyum bocah “Ah, bagaimana jika pakai kasur lipat yang ada di ruang TV” “Bagaimana Jaera ?” aku bertanya pada Jaera, karna saat ini dia yang dirugikan karna bocah Autis ini sedang kambuh sifat manjanya. Jaera terlihat berpikir, sampai akhirnya ia menghembuskan nafas malas dan melirik Kyuhyun sebal “Baiklah, bawa kemari kasur itu” ujar Jaera.
“Cepat ambil kasurnya “ perintahku kepada Kyuhyun
“Tidak mau, kau kan yang ingin tidur dengan kasur itu, kenapa tidak kau ambil sendiri” tolak Kyuhyun yang malah menyuruh Jaera.
Aiisssshhhh… bocah ini benar-benar membuatku geram. Tidak taukah dia jika aku sudah sangat mengantuk, malah harus mendengarnya ribut seperti ini. “Kau mau ambil kasur itu, atau aku akan pindah kekamarmu !!! ” ancamku kesal. Habis sudah kesabaranku menghadapi bocah Autis ini.
Sambil cemberut dan sedikit tidak rela, Kyuhyun melepaskan rangkulannya dan berjalan malas-malasan ke arah ruang TV. Jaera mengambil selimut untuknya dilemari “Ada angin apa mr. Autismu itu ingin tidur bersama ?”tanya Jaera heran.
“Molla…” aku mengangkat bahu, karna aku juga heran dengan bocah itu. biasanya dia tidak semanja ini, jika sudah mengantuk dia juga akan langsung tidur dikamar sebelah.  Kyuhyun masuk sambil menggotong kasur lipat, lalu menggelarnya disamping tempat tidurku. Aku menyiapkan bantal untuk Kyuhyun tidur. Ada 4 bantal di tempat tidurku, hehehe,,,, aku sangat suka tidur dengan banyak bantal.
Hufh, sepertinya masalah tempat tidur sudah selesai. Dan aku sudah bisa memejamkan mataku, sungguh aku sudah mengantuk sekali. Kyuhyun ikut merebahkan diri disampingku. Aku tidur membelakanginya. Baru saja aku merasa pulas, saat Kyuhyun dengan seenaknya membalikan tubuhku. “Aish, Kyu aku sangat mengantuk.” Protesku kesal. Aku memang paling benci tidurku diganggu.
Bukannya menjauhkan tangannya dari bahuku, ia malah menarikku dalam dekapannya “Begini lebih baik, tidakkah lebih nyaman hmm ?” tanyanya sambil menyandarkan kepalaku didadanya. Aku yang sudah mengantuk tidak menggubris kata-katanya.

 

***

Aku menatap geram ke 5 staffku termasuk Jaera yang hanya bisa berdiri sambil menundukan kepalanya karena merasa bersalah. 10 menit yang lalu aku baru memarahi mereka habis-habisan karena kelalaian mereka. Hingga nyaris merugikan perusahaan, “Bagaimana mungkin kalian bisa melakukan kebodohan itu huh ? kalian pikir mudah bekerja sama dengan pihak mereka. Bisa-bisanya kalian salah mengirimkan faktur. Jika mereka tidak terima dan menuntut kita karena kasus penipuan lalu memutus kontrak kerjasama dengan kita bagaimana ? berapa juta won kerugian yang akan perusahaan tanggung. Pikir dengan otak kalian, sebelum mengambil tindakan” aku benar-benar marah dengan kesalahan mereka kali ini.
“Dan ini ! Siapa yang membuat dan memeriksa laporan ini ?” tanyaku sambil melempar setumpuk laporan penjualan barang yang sama sekali berbeda dengan laporan dari bagian penjualan. “Yang membuat bodoh, dan yang memeriksa lebih bodoh lagi. Bagaimana mungkin perbedaan yang begitu kentara bisa terlewati begitu saja” aku menatap mereka satu persatu . Mereka adalah staff-staff inti Divisi Keuangan yang usianya jauh diatasku dan bisa dibilang lebih senior dariku. Tapi aku heran kenapa mereka ini masih sering melakukan kesalahan yang hampir sama. Apa mereka ini tidak pernah belajar dari kesalahan. Aku memang sedikit tidak sopan memarahi orang yang lebih tua. Tapi aku berusaha profesional dalam hal pekerjaan. Meski aku sangat menghormati mereka.
“Ada yang bisa menjelaskan atau sekedar melakukan pembelaan?” aku kembali bertanya karena daritadi mereka hanya bisa menunduk tanpa menjawab pertanyaanku.
Jaera terlihat takut-takut mengangkat kepalanya. Aku mengangkat sebelah alis, menunggu jawabannya “Mian sajangnim, aku yang memeriksanya kemarin aku kurang teliti. Lain kali aku akan lebih teliti lagi. Mianhae” Jaera membungkuk berkali-kali. Dia tetap menghormatiku sebagai atasannya jika sedang di depan umum.
Dia lagi, haish.. Lee Jaera,,, kapan kau akan belajar dari kesalahanmu. Dia ini susah sekali jika di suruh memeriksa sesuatu. Selalu saja ada kesalahan.
“Sudah berapa kali kau melakukan kesalahan seperti ini. Dan selalu itu jawabanmu. Kau itu sudah bekerja berapa lama ? hingga masalah seperti ini masih saja sering terjadi. Dimana konsentrasimu ?” aku benar-benar kesal dengan kinerja Lee Jaera yang kadang menurun seperti ini. “Dan untuk semuanya, biasakan mendahulukan pekerjaan saat kita berada di kantor. Tunjukan kinerja kalian. Aku harap masalah seperti ini tidak terulang kembali. Dan jika ada masalah sekecil apapun, aku harap kalian segera melapor agar dapat segera ditindak” aku mengakhiri rapat dadakan ini.
Aku menarik nafas pelan untuk meredakan emosiku “ Baiklah, aku rasa cukup untuk saat ini. Silahkan kembali ketempat kalian masing-masing”
“Ne Sajangnim” sahut mereka bersamaan sambil menundukan badan.
Aku membalikan kursi kerjaku kearah jendela, melihat pemandangan kota Seoul dari lantai 19 lumayan bisa meredahkan amarahku. Aku melirik benda hitam yang daritadi berbunyi tanda ada pesan dan telpon yang masuk ,tapi tidak kutanggapi. Aku tahu itu pasti Kyuhyun. Tapi sungguh, aku sedang tidak ingin bicara dengannya saat suasana hatiku sedang kacau seperti ini. Yang ada kami malah akan bertengkar. Dan itu sudah sering sekali terjadi, jika aku atau dia sedang ada masalah pekerjaan.
 

Kyuhyun POV

Haishhh,,, ada apa dengan yeojaku ini. Kenapa daritadi aku telpon dan pesan tak ada yang dibalas. Mengkhawatirkan saja, aku sudah susah payah mencuri-curi waktuku yang sangat sempit ini untuk mendengar kabarnya. Tapi dia malah mengacuhkanku. Apa kau sedang mencari masalah denganku Jung Ha Won ???
Kali ini aku mencoba menelpon Jaera, mungkin saja dia tahu apa yang terjadi dengan yeojaku itu.
“Yeoboseyo ?” ujarku saat telponku diangkat.
“Yeoboseyo Kyu ?”jawabnya sambil terdengar isakan kecil.
Eh, ada apa dengannya ? seperti sedang menangis. Apa terjadi sesuatu dikantor ???
“Kau kenapa Jaera-ah, apa terjadi sesuatu ? kenapa kau menangis ?”tanyaku sedikit khawatir. Takut terjadi sesuatu yang mungkin melibatkan yeojaku.
Terdengar isakan kecil sebelum ia menjawab “Aniyo Kyu, hanya masalah perkerjaan. Aku saja yang terlalu berlebihan, padahal ini memang kesalahanku.”
“Memangnya ada masalah apa hingga kau menangis seperti ini. Apa Miss Steril itu mengamuk lagi ?”tanyaku. aku sudah bisa membayangkan apa yang terjadi hingga Jaera nangis begini. Pasti yeoja Steril itu habis marah-marah dengan karyawannya. Dia memang paling tidak suka dengan sesuatu yang salah dan tidak sesuai dengan peraturan. Apalagi jika itu sudah menyangkut masalah pekerjaan, dia bisa snagat marah hingga lepas kontrol dan mengeluarkan kata-kata yang bisa menyakiti perasaan orang. Tak perduli jika orang itu lebih tua darinya, jika sudah membahas masalah profesionalitas dan kinerja karyawan. Dia bisa sangat cerewet.
Dan aku yakin dengan pasti, jika tadi dia habis marah besar. Hingga membuat Jaera menangis. Pantas daritadi dia mengacuhkan telponku. Jika sedang marah seperti itu, dia memang selalu menghindariku. Karena tidak ingin aku terkena pelampiasan amarahnya. Yang akan berujung dengan pertengkaran kami.
Aku menarik nafas pelan mengingat salah satu sifat jelek yeojaku itu, aku merasa tidak enak dengan Jaera karena bagaimanapun dia sahabatnya Ha Won, bagaimana mungkin dia membuat sahabatnya menangis “Maafkan Ha Won ya Jaera-ah. Mungkin dia agak sedikit lepas kontrol, higga mengucapkan kata-kata yang mungkin sudah menyakitimu”
“Gwaenchana Kyu, Ha Won benar. Ini semua memang kesalahan kami. Kami yang tidak teliti dengan pekerjaan kami. Dia hanya melakukan apa yang seharusnya dia lakukan” nah kan, Chagia beruntungnya kau memiliki sahabat seperti Jaera, seketus apapun kau dengannya. Ia masih membelamu, yah walau kuakui terkadang Lee Jaera ini memang agak mengesalkan.
“Ya sudah kalau begitu. Apa sekarang dia ada diruangannya ?” tanyaku memastikan.
“Ne, sepertinya dia sedang menenangkan diri. Sebaiknya kau jangan menganggunya dulu, aku takut nanti dia semakin marah”
“Arraseo, gomawo atas infonya.”
“Ne”
“Ah, Jaera-ah bolehkan aku minta bantuanmu ?”
“Mwoya ?”
“Tolong buatkan Lemon Tea Ice untuk Ha Won, itu yang selalu kulakukan jika dia sedang marah2”
“Baiklah, nanti aku buatkan”
“Gomawo”
“Cheonma”
Klik.
Aku memutuskan obrolanku dengan Jaera. Lalu segera mengetik pesan untuk Yeoja Steril itu. Setelah tahu masalahnya, aku tidak jadi marah dengannya.
 

 

 

Ha Won POV
“Masuk” ujarku saat ada yang mengetuk pintu ruanganku.
“Permisi Sajangnim, ini minumannya” Office Boy itu meletakan segelas Lemon Tea Ice di mejaku.
“Siapa yang pesan ?”tanyaku heran. Karena seingatku aku tidak memesan minuman itu.
“Nona Jaera, Sajangnim” jawab OB itu sopan.
“Gomawo” balasku. Aku menikmati Lemon Tea Ice ku setelah OB itu pergi.
Hmmm…. nikmatnya, pesaraan kesalku tadi berangsur menghilang. Pasti Mr. Autis itu yang menyuruh Jaera. Baru saja aku memikirkannya, ponselku sudah menderingkan nada sms yang kusetting khusus untuknya. Aku segera membaca pesan darinya.

 
From : Mr. Autis
 Chagia, tenangkan dirimu. Aku masih ada latihan. Aku harap setelah perasaanmu tenang, kau bisa menghubungiku. Aku merindukanmu, Saranghae Miss Steril… 
Aku menyunggingkan senyumku. Dan tidak membalas pesannya.
 

 

Author POV
“Aku tahu kau bisa diandalkan Ha Won –ah” ujar Kim Yun Seok, Manager Keuangan sebelum menutup telponnya. Siang ini Jung Ha Won, harus Meeting dengan Klien mereka dari perusahaan Advertising untuk menggantikan Kim Yun Seok yang sedang mengontrol cabang perusahaan yang ada diluar kota. Meeting ini untuk membahas tentang Draft Budget untuk Iklan dalam Project yang akan ditangani Jung Ha Won.
Jung Ha Won, berjalan terburu-buru masuk kesebuah Restoran Prancis tempat Kim Yun Seok mengadakan janji temu denga Tn. Park yang akan menangani Proyek Iklan dari perusahaan Seoul PRG Advertising.
 

 

 

 

Jung Ha Won POV.
Aku buru-buru masuk kedalam Restoran tempat meeting ini di adakan. Sial. Aku terlambat 10 menit. Semoga Tn. Park tidak marah karna harus sedikit menunggu. Kuikuti pelayan yang menujukan meja yang sudah di pesan. Aku melihat seorang namja sedang duduk membelakangi kami. Aku menghampirinya.
“Mianhae Tn. Park. Tadi jalanan agak sedikit macet” ujarku sambil membungkukan badanku sebelum melihat wajahnya.
“Gwaenchana Nona Jung” sahut Tn. Park
Aku mengangkat wajahku, dan sedikit tercengang saat melihat wajahnya. ASTAGAAA…. TAMPAN SEKALIII…!!!!!!!! Tubuh yang tinggi berotot, dihiasi wajah dengan rahang yang terlihat tegas dan kalau boleh kubilang sedikit seksi. Hidung mancung dan mata yang bulat, khas wajah Blasteran. PARK SANG JOON jika aku tidak salah, adalah nama namja tampan ini.
Astaga aku masih tidak percaya, ternyata masih ada namja yang mempunyai rahang lebih seksi dari rahangnya Hyukie oppa. Ku akui walau aku bukan fansnya tapi aku suka melihat rahang Hyukie Oppa, yang tidak pernah mau diakui Kyuhyun. Aku masih memandang namja didepanku ini dengan pandangan bodoh. Aku mengutuki diriku sendiri yang tidak bisa menahan diri untuk terpesona dengan ketampanannya. Kalau Kyuhyun tahu maka habislah aku.
“Apa Anda baik-baik saja Nona Jung ?” tanya Sang Joon heran, saat melihatku masih mematung berdiri.
“Ah. Eh. A.. Mian, aku ah. Jung Ha Won Imnida, bangapseumnida” Aku memperkenalkan dirik dengan sedikit salah tingkah, karna malu tertangkap basah sedang meperhatikannya.
Iya tersenyum kecil “Park Sang Joon Imnida” ia ikut membungkukan badan “Silahkan duduk, Anda sepertinya lelah sekali, apa tadi Anda berlari ?”tanyanya sedikit menggoda.
Aish, namja ini. Kenapa harus tersenyum semanis itu. Tidak tahukah dia jika senyumnya itu cukup menghipnotisku.
“Ah, mian. Aku tadi terburu-buru takut membuat Anda menunggu terlalu lama” aku menjawab sopan. Mencoba menepis senyumnya yang teramat mempesona.
“Gwaenchana, menunggu sedikit terlalu lama rasanya tidak berarti jika aku bisa bertemu dengan yeoja semempesona Anda” pujinya yang lebih terlihat seperti menggombal.
Hufh, hilang sudah pesonanya dimataku karna kata-kata gombalnya tadi. Jujur aku paling tidak suka dengan namja yang sudah berani menggombal pada jumpa pertama. Setampan apapun dia.
“Ah, mian. Aku tidak bermaksud menggombal. Maaf jika Anda tidak nyaman” ujarnya sedikit tidak enak hati. Eh, apa dia bisa membaca pikiranku.
“Ehm, Gwaenchana. Tidak usah dipikirkan, santai saja” ujarku sopan. “bagaimana jika kita langsung saja Tn. Park ?”
“Chakaman, Anda ingin pesan apa ?”
“Oh, aku minum saja.”
Setelah pesananku datang kami kembali membahas masalah proyek iklan yang akan kami tangani.
“Jadi bagaimana dengan Draft Budget yang kami minta apa sudah bisa saya cek ?”
Namja ini bukannya menjawab malah asyik memandangiku, kembali membuatku salah tingkah, “Ehm, Tn. Park apa Anda baik-baik saja ?”
“Oh, mian. Hmm,,, tolong jangan panggil aku Tn. Park. Aku merasa tua, panggil Sang Joon saja” jelasnya salah tingkah “Oh iya, mengenai draft yang Anda minta. Kami sudah menyiapkannya, ini silahkan dicek” ia menyerahkan sebuah map kehadapanku.
Aku memperhatikan draft tersebut dengan seksama, memeriksa semuanya dengan teliti agar tidak melewatkan poin penting dalam draft tersebut. Sepertinya semuanya sesuai dengan yang anggaran yang disediakan perusahaan. Aku menutup map tersebut.
“Saya setuju dengan draft ini, sepertinya proyek ini sudah bisa dimulai” ucapku sambil tersenyum ringan.
Ia membalas senyumanku “Syukurlah jika Anda setuju, mungkin minggu depan kita sudah bisa menjalankan proyek ini.” Ia meminum Cappucinonya, lalu kembali menatapku “Nona Jung bolehkah kita tidak usah terlalu formal, jujur saja aku kurang nyaman dengan cara kita memanggil satu sama lain. Bolehkah aku memanggilmu… Wonie ?” tanyanya langsung. Sambil menatapku tepat dimanik mata.
Astaga namja ini to the point sekali, baru pertemuan pertama ia sudah bisa berkata seperti itu. apa yang harus aku jawab ? tidakkah panggilan itu terdengar terlalu akrab ? Seolah-olah kami sudah cukup… dekat ? Ia masih menunggu jawabanku.
“Ah, baiklah terserah Anda- ehm- maksudku terserah kau saja Sang Joon ssi.” Iya menaikkan kedua alisnya, mungkin sedikit tidak percaya aku masih memanggilnya dengan sebutan ssi. Tentu saja, aku bukan orang yang mudah akrab dengan orang yang baru aku kenal. Terlebih lagi seorang namja.
Iya tersenyum maklum, sepertinya ia bisa menerima keputusanku untuk mengijinkannya memanggilku dengan panggilan akrab. Tapi aku tetap memanggilnya dengan panggilan sedikit formal.
“Baiklah, Wonie-ah. Sepertinya meetting kita sudah selesai, apa kau masih ada acara setelah ini ?” tanyanya kemudian. Aku melirik jam yang tersemat cantik ditangan kiriku “Ah, sepertinya aku masih harus kembali kekantor. Mian, tak bisa menemanimu lebih lama.” Ujarku tak enak. “Gwaenchana Wonnie-ah, tapi apa aku boleh mengantarmu ?” Aku memperhatikannya sejenak, apa tidak apa-apa jika aku menerima tawarannya. Aku tidak mau merepotkannya pada pertemuan pertama. Tapi aku juga sedang terburu-buru. Setelah berpikir sejenak, akhirnya aku memutuskan untuk menerima tawarannya.
“Baiklah, jika itu tidak merepotkanmu”
“Tidak sama sekali. Kajja ” ia mempersilahkanku jalan duluan.

“Apa kau sudah mempunyai namjachingu Wonie-ah ?”tanya Sang Joon saat kami sudah setengah perjalanan menuju kantorku. Apa tadi katanya ? Namjachingu ??? Astaga. CHO KYUHYUN ??? Aku segera mengambil ponselku dari dalam tas tanpa menjawab pertanyaan Sang Joon. Ya Tuhan. 20 panggilan dan 15 pesan dari Cho Kyuhyun. Mati aku, dia pasti marah sekali karna aku tak menjawab telponnya. Haish, babo Jung Ha Won. Bagaiman mungkin kau bisa lupa memberitahunya jika kau ada meeting siang ini. Karena terburu-buru aku jadi lupa mengabarinya. Eh, aku lupa mengabarinya karna terlalu terburu-buru atau… karena aku sempat terpesona dengan namja disampingku ini.
“Wonie-ah ? Gwaenchana ?”Sang Joon menyadarkanku dari lamunanku.
“Ah, Ne. Gwaenchana, tadi kau bertanya apa ?”
“Ah, bukan apa-apa lupakan saja”

 

Author POV
“Kau tidak perlu mengantarku sampai ke ruanganku Sang Joon ssi” ujar Ha Won saat Sang Joon memaksanya untuk mengantar sampai keruangannya. “Tidak apa, aku hanya ingin tahu ruanganmu agar jika aku kemari tidak perlu bertanya lagi” balas Sang Joon sambil tersenyum manis. Langkah Ha Won terhenti saat ia melihat Choi Siwon Keluar dari ruangan Presiden Direktur yang tak lain adalah ayah Siwon. Tapi bukan Choi Siwon yang membuat tubuh Ha Won membeku seketika. Melainkan Pria yang berdiri disamping Siwon, yang sedang menatapnya dengan pandangan ingin membunuh. Lalu mengalihkan pandangan kepada Sang Joon dengan pandangan yang seolah ingin mengulitinya hidup-hidup.
Mati aku, batin Hawon cemas. Ia menelan ludah dengan susah payah, lalu berbalik menghadap Sang Joon “Sang Joon ssi, ehm… sepertinya lain kali saja kau melihat ruanganku. Terima kasih sudah mengantarku sampai disini. Aku masih banyak pekerjaan yang harus aku tangani.” Ha Won berusaha mengusir Sang Joon secara halus. Ia berharap semoga Sang Joon mengerti dengan maksudnya. Sang Joon mengerti maksud Ha Won, saat ia melihat rahang Kyuhyun sudah mulai mengeras. Ia sempat terkejut saat meliat beberapa artis Super Junior ada dihadapannya. Tapi saat teringat bahwa si pemilik perusahaan ini adalah ayah dari seorang artis ia memaklumi. Tapi yang masih belum dia mengerti kenapa Ha Won sangat panik saat melihat Artis yang berdiri disamping Siwon, iya lupa siapa namanya, tapi yang pasti masih satu grup dengan Siwon. Terlebih Pria itu melihatnya seolah ingin mengulitinya detik ini juga.
Sang Joon tersenyum singkat, lalu berkata “Baiklah, sampai jumpa minggu depan” Sang Joon membungkukkan badan kepada Ha Won, Siwon, dan Kyuhyun. Ia masih sempat melihat Kyuhyun mengumpat pelan. Tapi tidak mendengar apa yang diumpatkan. “Bisa Kau jelaskan sekarang JUNG HA WON ???” geram Kyuhyun menahan amarah. Kyuhyun tidak pernah memanggil Ha Won dengan namanya, selama ini ia selalu memanggilnya dengan berbagai panggilan sayang. Dan jika Kyuhyun sudah menyebut nama lengkapnya, itu hanya berarti 1 hal. KYUHYUN MARAH…!!!!!!!!
 

Kyuhyun POV

Ha Won menarikku kedalam ruangannya.
“Apa yang kau lakukan disini ?”tanyanya dingin, aku memperhatikan wajahnya yang mulai pucat. Tanda jika ia sedang tegang dan… takut.
“Siapa dia?”
“Nugu?”
“Jangan menguji kesabaranku Jung Ha Won !!!” ucapku sedikit menggeram. Mencoba menahan emosinya yang sudah hampir meledak “Apa dia yang menjadi alasan kenapa kau mengacuhkan telponku ?”
“Maaf, tadi aku ada meeting buru-buru. Hingga lupa mengabarimu” jawabnya pelan. Aku memandangnya tajam “Lalu kau ? apa yang kau lakukan disini ?”
Aku tersenyum sinis menatapnya “Apa kedatanganku mengganggu rencana kencanmu Jung Ha Won ssi ?” tidak pernah aku menyebut namanya dalam keadaan normal. Aku lebih suka memanggilnya dengan berbagai panggilan sayang. Tapi jika aku sudah menyebut nama lengkapnya, artinya aku benar-benar marah padanya. Dan dia tahu itu.
“Kyu, jebal tolong mengerti sedikit. Aku tahu aku salah karna tidak mengangkat telponmu. Aku menonaktifkan nadanya saat ada rapat tadi pagi. Dan lupa untuk mengaktifkan deringnya kembali. Dan mengenai Park Sang Joon, aku dan dia hanya parter kerja. Karna perusahaan ini bekerjasama dengan perusahaan periklanan miliknya, dan aku yang ditunjuk untuk menangani proyek ini, jadi kumohon mengerti sedikit Kyu.”
Aku mendengus kesal lalu berjalan menuju pintu, dan hebatnya dia sama sekali tidak mencegahku. Bagus Jung Ha Won, kita selesaikan ini d apartemen. Aku membalikan badanku sebelum membuka knop pintu “Sepertinya aku sudah mengganggu pekerjaanmu yang sangat penting ini JUNG HA WON SAJANGNIM. Maaf atas kelancanganku yang sudah mengganggu waktumu. Permisi.“ aku melangkahkan kakiku keluar dari ruangannya.
Sakit. Sangat sakit, saat melihatnya membiarkanku pergi tanpa berusaha menjelaskan lebih lanjut. Aku sudah bilang padanya jika aku tidak suka melihatnya dengan namja manapun. Aku percaya padanya, sungguh aku percaya. Tapi aku tidak pernah bisa percaya pada namja-namja yang ada didekatnya. Tidak ada yang bisa dekat dengan Jung Ha Won, tanpa rasa tertarik. Sifatnya yang apa adanya, membuat orang yang baru dikenalnya sekalipun bisa merasa nyaman didekatnya. Dan aku tidak suka… !!!
 

Ha Won POV
Aku turun dari mobilku yang baru di ambil dari bengkel setelah kemarin sempat diservice. Melihat mobilnya terparkir di depan gedung apartemen kami. Membuatku yakin apa yang sedang terjadi di didalam. Sepertinya aku harus membereskan dan mengganti beberapa barang yang hancur. Yeah. Kebiasaan buruknya jika sedang marah.
Aku membuka pintu apartemenku, dan…
PRAAANKKKK…
Aku sudah disambut dengan suara pecahan kaca, pasti itu salah satu guci yang baru ku beli minggu lalu. Hufh, Cho Kyuhyun kau ingin membuatku mati perlahan dengan kecemburuanmu yang berlebihan hah ????
Aku berjalan mendekatinya. “Kyu..”
“JANGAN !!!” ia mencegahku yang akan mendekatinya. Terlihat sanga kacau, ditengah berbagai pecahan barang.
“Jebal Kyu, jangan seperti ini. Aku tahu aku salah, aku minta maaf karena sudah mengabaikan telponmu. Tapi aku berani bersumpah aku benar-benar lupa. Jebal Kyu, berhenti bersikap cemburu yang berlebihan. Apa aku pernah mengabaikan telponmu jika aku tidak sibuk, hal yang paling aku hindari adalah mengabaikanmu Kyu.”Aku kembali menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
“Benarkah ?” tanyanya dengan senyum sinis “Tapi dengan mudahnya kau mengacuhkanku hari ini, apa aku benar – benar sudah merusak waktu kencanmu Nona Jung ?”sindirnya skeptis.
Aku menunduknya kepala sambil menggeleng pasrah, tidak tahu harus bagaimana lagi menjelaskannya pada namja keras kepala ini.
PRAAANNKKK…
Lagi-lagi ia melemparkan boneka Kristal yang dibelinya dari China 2 bulan lalu. Aku mencoba mendekatinya lagi, apartemen ini akan benar-benar hancur jika ia terus seperti ini. “JANGAN MENDEKAT !!!”larangnya kuat, tapi aku tidak mempedulikannya dan terus mendekatinya, ia menepis tanganku yang mencoba menyentuh lengannya. “Jangan menyentuhku ! Bukankah kau lebih suka bersama namja setengah bule itu ? Pergilah, aku tidak akan mencegahmu.” Aku menggeleng kuat “Aku tidak seperti itu Kyu, harus berapa kali kubilang agar kau mengerti. Apa pernah selama ini aku selingkuh darimu ? Apa pernah sekali saja kau melihatku bermesraan dengan namja lain ? Aku bahkan selalu mengabarimu dimanapun aku berada, yang tadi itu karna aku sedang terburu-buru Kyu. Aku benar-benar lupa. Jebal, maafkan aku” aku tidak bisa lagi menahan airmataku yang memaksa keluar dari pelupuk mata. “Kumohon jangan seperti ini lagi Kyu, kita sudah 3 tahun bersama, apa aku pernah mengkhianatimu ? Bahkan aku tidak pernah protes meski kau selalu digosipkan dengan berbagai yeoja disekitarmu. Apa kau pikir aku tidak sakit saat melihatmu begitu perhatian dengan Victoria saat kalian manggung bersama ? Apa kau pikir aku tidak terluka melihatmu menyanyi begitu romantis dengan Seohyoun ? Sakit Kyu !!! Sakit !!! Tapi apa aku pernah marah seperti ini padamu ? Jika aku marah, kau bahkan lebih marah lagi. Aku tidak pernah proteskan ? Itu karena aku percaya padamu Kyu, sangat percaya. Jadi kumohon kali ini percaya padaku Kyu, apa sebegitu sulitnya memberiku sedikit kepercayaan agar membuatmu tenang, membuatmu yakin jika aku sedetikpun tidak pernah berpikir untuk berpaling darimu ?”
Aku berdiri sambil menangkupkan wajahku dengan tangan, untuk meredakan suara tangisku, aku benar – benar menyerah, tak tau lagi harus bagaimana jika dia masih tak mau memaafkanku. Aku merasakan ia menarik pinggulku dan menenggelamkan wajahnya diperutku. Aku tetap menangkup wajahku “Mianhae, aku percaya padamu Chagi. Sungguh, aku benar-benar percaya padamu. Tapi aku tidak pernah bisa percaya pada namja-namja yang ada didekatmu. Mereka semua tertarik padamu chagi, tak sadarkah kau jika pesonamu itu begitu kuat, aku benci jika melihat tatapan mereka saat menatapmu. Rasanya aku ingin mencongkel semua mata mereka.” Ia semakin mengeratkan pelukannya.
Kuturunkan tanganku, menghapis air mataku. Dan mengelus rambutnya pelan “Biarkan saja mereka menatapku seperti apa. Yang jelas aku tidak pernah membalas tatapan mereka. Hanya kau Kyu, hanya kau yang bisa menarik tatapanku. Hanya kepadamu mataku tertuju, tidak dengan yang lain. Karena hanya kau tujuanku. Jadi kumohon percayalah padaku, ne ?” aku mendongakan wajahnya yang tersembunyi diperutku. Merapihkankan rambutnya yang acak-acakan. Ia mengangguk singkat lalu menarikku lebih dekat dan menyembunyikan wajahnya didadaku, aku memeluknya, dan menciumi puncak kepalanya.
“Kyu ?”
“Hmmm” sahutnya pelan
“Sepertinya kita harus mencari orang untuk membereskan apartemen ini.”
Ia melepaskan pelukannya dan menatap sekeliling. Lalu menggaruk kepalanya yang tidak gatal, merasa bersalah karna sudah menghancurkan sebagian besar apartemen kami. “Hmm,,, sepertinya begitu. Biarkan saja besok kita pikirkan” seenaknya saja dia bilang begitu setelah apa yang dia lakukan tadi. Aku menjitak kepalanya pelan.
Ia mendelik protes “Yak, kenapa menjitakku !!! Seharusnya kau itu menciumku. Kemari, cium aku !” ia ingin menarikku tapi aku segera menghindar. “Shireo, setelah kau memarahiku. Seenaknya saja kau minta cium. ”tolakku, aku ingin beranjak dari hadapannya. Tapi ia segera menahan tanganku. “Cium aku !!! atau kau ingin aku marah lagi seperti tadi huh ?”Ancamnya sambil menatapku tajam.
Astaga… bocah ini kenapa senang sekali memaksakan kehendaknya sih, dasar egois. Bisa-bisanya dia setelah menuduhku yang tidak-tidak, sekarang malah minta kucium. Dasar makhluk autis menyebalkan. Aku mendekatinya dan menunduk untuk mengecup bibirnya singkat.
Aku hanya ingin mengecupnya, tapi ia justru menahan tengukukku, dan melumat bibirku. Dilumatnya bibirku atas dan bawah. Dihisapnya bibir bawahku, memaksanya untuk terbuka. Aku tahu apa yang dia inginkan, tidak ada istilah kecupan dalan kamus Cho Kyuhyun, yang ada hanya ciuman. Yah, seperti inilah ciuman ala Cho Kyuhyun. Dia tidak akan berhenti sebelum mendapatkan apa yang diinginkannya. Akhirnya aku membuka sedikit biibirku, memberinya celah untuk merasakan lebih. Membelit lidahku dengan lidahnya hingga saliva kami tertukar dan menimbulkan suara, yang bisa membuat panas dingin.
Ouh, Cho Kyuhyun. Ciumanmu selalu memabukan.
Aku melepaskan ciuman kami saat napasku mulai menipis. Selain itu, punggungku sakit harus berciuman sambil menunduk, karena posisiku yang berdiri dan Kyuhyun yang tetap duduk.
“Aku memintamu menciumku bukan mengecupku” protesnya sambil memandang mata dan bibirku bergantian dengan nafas tersengal. Aku mengangguk mengerti, tak perlu dijelaskanpun aku sudah mengerti Kyu. Ia ingin meneruskannya tapi aku mencegahnya, punggungku sakit jika harus melakukannya seperti ini. Yang aku yakin tidak akan sebentar.
“Punggungku sakit Kyu” keluhku, ia hanya tersenyum maklum, dan menarikku duduk disampingnya lalu memelukku erat.

 

********

Author POV

Kyuhyun menekan tombol stop pada Treadmillnya, satu jam sudah ia berolah raga di sebuah ruangan kecil di apartemen mereka yang telah disulap menjadi mini gym. Ha Woon menemaninya sambil tiduran disofa, matanya tampak serius menyimak kata-kata indah dari novel Romance yang tengah dibacanya.
Sambil membasuh tubuhnya yang basah oleh keringat dengan handuk kecil yang tadi disediakan Ha Won, ia berjalan mendekati yeojanya. Ia tahu Ha Won tengah serius dengan bacaannya, dengan sengaja Kyuhyun melempar handuk yang tadi di pakainya ke wajah Ha Won. sontak gadis itu terkejut, dengan cepat disingkirkannya benda itu dari wajahnya. ia memperhatikan benda apa yang kini dipegangnya. Sedetik kemudian…

“CHO KYUHYUUUUNNN !!!!! KAU MAU MATI HAH ??? APA MAKSUDMU MELEMPAR HANDUK BAUMU INI KEWAJAHKU ? DASAR MANUSIA JOROK !!!! YAIKS… HOEKS.. KAU MENJIJIKAN CHO KYUHYUN !!!!” Ha Won berteriak kencang saat menyadari benda apa yang tadi singgah diwajahnya. Dengan jijik ia langsung melemparkan handuk itu kelantai. Dan melemparkan tatapan membunuhnya kearah Kyuhyun.
Sementara Kyuhyun tak bisa menyembunyikan tawanya, senang karena berhasil mengerjai yeojanya yang terkenal Steril itu. Dengan kesal Ha Won melempar novel yang tadi dibacanya kearah Kyuhyun, sambil cemberut ia pergi dari ruangan itu. Meninggalkan Kyuhyun yang masih menertawainya.

BRAKKK

Ha Won membanting pintu ruangan itu. Ia buru-buru berlari ke kamar mandi untuk membersihkan wajahnya dari bakteri yang disebarkan Kyuhyun dari handuknya tadi.  “Kau benar-benar menjijikan Cho Kyuhyun. Dasar jorok. Aigooo… Keringat bocah Autis itu banyak sekali hingga menempel diwajahku” gerutu Ha Won sambil menggosokan wajahnya dengan sabun wajah. “Kau berlebihan Chagia, memangnya keringatku sebau apa hah ?”Protes Kyuhyun sebal dengan tingkah Ha Won yang menurutnya sangat berlebihan.

Ha Won menatapnya kesal “Keringatmu memang tidak bau Cho Kyuhyun. Tapi bakteri yang berasal dari keringatmu itu yang berbahaya. Dasar Bodoh, keringkan badanmu ! Lalu mandi yang bersih” ujar Ha Won, lalu berjalan meninggalkan Kyuhyun.

“Kau mau kemana ?”

“Menyiapkan makanan. Bukankah hari ini Hyukie Oppa akan datang ?” Ha Won mengingatkan. Hari ini Hyuk jae akan datang untuk menemui Jaera. Jadi Ha Won berencana menyiapkan makanan untuk menyambutnya. Karena jarang sekali Kyuhyun mau mengijinkan Hyungnya main keapartemennya dan Ha Won. “Haishhh,,, buat apa kau menyiapkan makanan untuk monyet itu. Dia itu makannya banyak” ujar Kyuhyun asal.

“Memangnya kau tidak ?” balas Ha Won kesal. “Sudahlah lebih baik sekarang kau mandi. Mungkin setelah kau selesai mandi Hyukie Oppa sudah datang”

“Kenapa Jaera belum datang?”
“Sebentar lagi, tadi katanya masih di jalan habis dari salon”
“Cih, manusia gratisan itu mau bertemu monyet saja sampai rela mengeluarkan uangnya untuk ke salon. Biasanya juga selalu meminjam peralatanmu” gerutu Kyuhyun sebal.
“Heiii…. yang kau hina itu sahabatku dan Hyungmu babo. Sudah cepat sana mandi, kau itu berisik sekali” Ha Won mendorong Kyuhyun memasuki kamar mandi dan segera menutup pintunya.

*****

Sambil duduk bersebelahan diruang makan, Kyuhyun dan Ha Won memperhatikan Hyuk Jae dan Jaera yang sedang mengobrol di ruang tamu. Jaera terlihat malu-malu saat menjawab pertanyaan Hyuk Jae. Dan tidak beda jauh dengan Jaera, Hyuk Jae yang terkenal sebagai salah satu Cassanovanya suju juga terlihat salah tingkah. Mereka terlihat seperti sepasang remaja yang baru berkenalan.

“Aishhh,,, mereka menjijikan sekali. Bisa-bisanya Jaera yang berisik itu bersikap malu-malu seperti remaja, dan Hyuk Hyung ? ada apa dengan monyet itu hingga menjadi salah tingkah ? bukannya dia itu tidak tahu malu jika menddekati wanita ?” tak henti-hentinya Kyuhyun mengomentari dua sejoli yang sedang berkenalan itu.
Ha Won yang terganggu dengan suara berisik Kyuhyun, mengalihkan pandangannya “Ck, mulutmu itu berisik sekali sih. Tidak bisakah kau diam dan memperhatikan mereka saja !” omel Ha Won sebal.

“Walau mulutku berisik, tapi kau menyukainya juga kan?” balas Kyuhyun tak mau kalah. Kemudian seringaian kecil muncul disudut bibirnya. Perlahan ia mendekatkan bibirnya ketelinga Ha Won yang sedang serius memperhatikan kedua tamunya. “Chagia, daripada kau memperhatikan acara perkenalan mereka. Lebih kita buat acara sendiri” bisik Kyuhyun pelan “Bagaimana ?” tanyanya kini ia menghembuskan nafasnya ketelinga Ha Won.

Ha Won yang merasa risih, segera menjauhi badannya “Yak… dasar Yadong !!! bisakah sebentar saja otakmu itu tidak berpikiran mesum. Kenapa jika dekatku kau itu mesum sekali sih. Menyebalkan.” Omel Ha Won pelan, lalu dengan sepenuh hati menjitak kepala Kyuhyun. Agar otaknya sedikit lebih bersih.
“Sudahlah, dari pada kau berpikir yang tidak-tidak. Lebih baik kau bantu aku menyiapkan buah untuk makan siang. Biarkan saja mereka melanjutkan obrolannya” Ha Won menarik Kyuhyun kearah dapur.

“Ada apa Oppa ?” tanya Ha Won saat melihat Hyukie di dapurnya.
“Eh, tidak. Aku ingin ketoilet” jawab Hyuk Jae, dan kembali berjalan menuju kamar mandi.
Tak lama kemudian Hyuk Jae keluar dari kamar mandi. Ha Won segera menghampirinya, dan membiarkan Kyunyun memotong melon sendirian. Kyuhyun hanya menatapnya sebal.
“Bagaimana Oppa ? Apa Jaera cukup mengesankan ?”
“Ehm, lumayan. Dia baik” jawab Hyuk Jae
“Eeeee… apa kau …. menyukainya ?”tanya Ha Won langsung.
Hyuk Jae terlihat sedikit berpikir. “Hmmm…. Sebenarnya aku mulai menyukainya. Sepertinya dia memang baik. Tapi….”
“Tapi apa Oppa ?” tanya H a Won penasaran.
“Wonie-ah. Apa kau yakin jika usianya 24 tahun ?” Hyuk Jae balik bertanya.
“Ne Oppa, wae?”

“Tapi kenapa aku merasa ia terlalu… Polos”jawab Hyuk Jae pelan “Dia bahkan terlihat lebih polos dari keponakanku yang masih Sekolah Menengah” Ha Won berusaha menggigit bibirnya, karena menahan tawa. Semua rencananya untuk menjodohkan Hyuk Jae dan Jaera akan gagal jika ia tertawa. Ha Won mengatur suaranya senormal mungkin, lalu berkata “Ehm, Oppa.”ucapnya pelan “Tidakkah itu bagus ? berarti dia berbeda deangan Yeoja-yeojamu selama ini kan ?” Hyuk Jae berpikir sejenak, sambil menganggukan kepalanya “Kau benar, dia memang berbeda” Ha Won tersenyum sumringah “Dan kau tahu apa artinya Oppa ?” Hyuk Jae menatap Ha Won, menunggu penjelasan selanjutnya “Itu artinya dia tidak akan memanfaatkanmu seperti yang lainnya. Bukankah kau ingin mencari Yeoja yang benar-benar mencintaimu ?”Hyuk Jae mengangguk pelan “Nah, sepertinya sebentar lagi kau akan mendapatkannya. Berusahalah mengenalnya lebih dekat Oppa” Hyuk Jae mendengarkan dengan baik.

Sedetik kemudian ia memamerkan Gummy Smilenya, Ha Won buru-buru menambahkan “Tapi awas jika kau berani menyakitinya Oppa. Kau akan berususan denganku” Ancam Ha Won serius. Hyuk Jae tersenyum maklum lalu mengangguk pasti “Ne. Jangan khawatir, aku pasti ingat semua kata-katamu” ujar Hyuk Jae. Lalu berjalan kembali keruang tamu bersama Jaera. Ha Won kembali mendekati Kyuhyun yang terlihat serius mengiris Melon. Ia melongok ke arah piring untuk melihat hasil kerja namjainya. Matanya membulat sempurna saat menatap melon yang ada dipiring.

“Yak… Cho Kyuhyun. Aku menyuruhmu memotong melon ini untuk kita pencuci mulut. Kenapa kau malah memotongnya kecil-kecil begini ? kau ingin membuat Sop Buah ? eoh ?”
“Haishhh, kau ini berisik sekali. Apa beda nya besar atau kecil, nanti kalau sudah masuk mulut juga akan hancur” bela Kyuhyun yang tak terima hasil kerjanya dicela. Ha Won hanya bisa menggeleng frustasi.

Ha Won POV

Setelah proyek iklan dengan Park Sang Joon selesai. Kini aku disibukan dengan rencana anggaran yang harus ku kerjakan untuk bulan ini. Ketika aku sedang konsentrasi mengerjakan draftku, ponselku berbunyi. Cho Kyuhyun. Video Call ??? Aisshh,,, bocah ini. Tidak taukah ia jika aku sedang sibuk, baru sejam yang lalu ia menelponku. Dan kini Video Call ??? ck, jika tak ku angkat aku yakin ia akan langsung menelpon nomor kantorku, dan mengomel panjang lebar. Tapi jika ku angkat bagaimana dengan pekerjaanku ???
Bocah ini benar-benar mengganggu. Akhirnya aku memutuskan menerima panggilan itu.

“Wae Kyu ? bukankah tadi sudah ku bilang aku sedang banyak kerjaan ? dan kau ? bukankah kau juga ada pemotretan ?”tanyaku berurut saat melihat wajahnya muncul dilayar ponselku.
Ia tersenyum bocah dan menjawab “Pemotretannya ditunda 2 jam lagi, dan aku sedang malas keluar”
“Tapi aku tidak bisa menemanimu mengobrol Kyu, pekerjaanku sedang menumpuk. Lihatlah !” aku mengarahkan ponselku kearah tumpukan berkas dan juga komputerku. “Sudah lihatkan ? Jadi aku matikan ya ?” tanpa menunggu jawabannya aku hendak memutus panggilannya.

“Andwaeee !!!” cegahnya cepat. “Biarkan saja Video Callnya, jangan dimatikan. Aku janji tidak akan mengganggumu, aku hanya ingin melihatmu bekerja. Letakkan saja ponselmu di tempat yang aku bisa melihatmu. Arraseo ???” Aku menghembuskan nafas, berusaha sabar menghadapi tingkahnya yang kadang menjengkelkan seperti ini “Baiklah, awas kalau kau menggangguku !”Ancamku, yang dibalas dengan kedipan sebelah matanya. Cih, dasar genit. Aku kembali melanjutkan pekerjaanku, setelah menyandarkan ponselku pada tempat pen.

Setengah jam berlalu, aku masih mengerjakan pekerjaanku, sesekali melirik Kyuhyun yang sedang asyik dengan PSPnya. Bodoh, menghabiskan pulsa saja. Buat apa mengaktifkan Video call jika kami sibuk sendiri. Terserahlah, aku tak menghiraukannya dan kembali sibuk denga tugasku.
Tapi setelah beberapa saat, aku mulai terusik ketika mendengar suara-suara berisik dari telpon diseberang sana.

TARRRR…

Kini aku mendengar bunyi Plastik yang dipecahkan dengan tangan. “Yak. Cho Kyuhyun ! sebenarnya apa yang kau lakukan huh ? kenapa berisik sekali ?” aku memandang kesal kearah layar ponselku. Melihatnya menunjukan bungkusan yang dipegangnya sambil meringis kecil. “Ehm, Mian chagi. Aku tadi membuka bungkus snack ini” ia menunjukan bungkusan keripik kentang yang tadi di pecahkannya.

“Asatagaaa… memangnya berapa usiamu hah ? tidak bisakah kau bersikap wajar sedikit. Haisshhh, sudahlah aku matikan saja Ne ? aku benar-benar harus konsentrasi. Nanti setelah ini aku akan langsung menelponmu. Arra ?” aku berusaha membujuknya. Bocah ini, jika sudah ada maunya, dibujuk seperti apapun tidak akan berhasil. Ia pasti akan mengira aku mengacuhkannya. Semoga kali ini dia mau mengerti.
Ia memajukan bibirnya, sambil mengangguk tak rela “Baiklah, nanti kabari aku jika kau sudah tidak sibuk. Bye chagia… CHU…”Ia menempelkan bibirnya kelayar ponselnya. Aku melakukan hal yang sama agar ia tidak banyak protes.

Setelah Kyuhyun mematikan telponnya, ku letakkan ponselku. Kini aku bisa melanjutkan pekerjaanku dengan tenang. Hufh. Berpacaran dengan Kyuhyun benar-benar menguji kesabaran. Aku harus menekan hati dan belajar mengalah, jika tidak ingin bertengkar karena menghadapi kelakuan-kelakuan ajaibnya. Entah bagaimana aku bisa begitu mencintainya ? Cinta memang sulit dimengerti, tapi jika kita mau belajar untuk mengerti. Cinta itu indah.

Author POV

5 Months Later

“MWO ? Menikah ??? kau gila hyung ? baru 4 bulan kau pacaran dengan Jaera, dan kau bilang kau ingin menikahinya ? kau serius ?” Kyuhyun masih tidak percaya dengan berita yang baru saja Hyuk Jae umumkan. Begitupun dengan member Suju lainnya. Pasalnya Kyuhyun dan member lain, yang sudah lama berpacaran saja belum ada yang berani menikah sedangkan ini, baru 4 bulan pacaran sudah ingin menikah.
Kyuhyun menatap Hyuk Jae curiga “Jawab pertanyaanku dengan jujur ! apa terjadi sesuatu ?”
Hyuk Jae terlihat gugup mendengar pertanyaan Kyuhyun “T-terjadi apa maksudmu ?”

Kyuhyun masih menatapnya tajam “Jangan bilang apa yang kupikirkan ini benar Lee Hyuk Jae !!!”
Hyuk Jae menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Lalu sambil meringis ngeri memandang teman-temannya ia menjawab

“Ne, kau benar Kyu”

“MWO ??? Jadi benar kau menghamili Jaera ???” tanya Kyuhyun tidak percaya.
“MWO ?? HAMIL ?”Koar member yang lainnya

“Kau gila Hyuk !” seru Jung Soo
“Dasar manusia Yadong”timpah kangin.
“Bagaimana mungkin ?”tanya Yesung polos.
“Hyukie-ah, kau mengkhianatiku ? eoh ?” tanya Donghae pura-pura sedih.
“Jadi kau menikahinya, hanya karena dia hamil ? kau mau mempermainkannya hah ? bukankah kau sudah tahu jika dia itu polos, kenapa kau masih memanfaatkannya ?” tanya Kyuhyun emosi. Bagaimanapun juga Jaera adalah sahabat Ha Won, iya yakin yeoja itu akan marah besar jika mengetahui hal ini.
“Tunggu-tunggu. Kalian jangan asal menyalahkanku saja, aku punya alasan kenapa aku sampai menghamilinya” Hyuk Jae berusaha membela diri.,
“APA ??”tanya semua member kompak.

“Pasti karena otak yadongmu itukan ?”tebak Kyuhyun kesal.
“Ck diam dulu Kyu. Dengarkan dulu ceritaku.” Hyuk Jae memandang semua member sebelum memulai ceritanya. Mereka mengangguk, mengijinkan Hyuk Jae bercerita “Begini, sebelumnya kalian sudah tahu kan kalau sejak lama aku sudah ingin menikah ?” semua member mengangguk “Tapi selama ini aku belum menemukan Yeoja yang menurutku tepat. Tapi beberapa bulan yang lalu, Wonie mengenalkan aku dengan sahabatnya, Lee Jaera. Jujur saat pertama aku mengenalnya ia terlihat aneh. Karena baru kali ini aku bertemu wanita sepolos dia, tapi semakin lama aku semakin nyaman dengannya karena dia begitu perhatian denganku. Lambat laun aku pun jatuh cinta padanya. Dan berencana akan menikahinya meskipun aku belum terlalu lama mengenalnya. Tapi sikap polosnya ini sedikit menyulitkanku saat melamarnya”

“Wae ?” tanya Ryewook penasaran
“Dia bilang, dia belum ingin menikah karena… karena…” Hyuk Jae terlihat bingung menjelaskannya.
“Karena apa Hyuk ?”Tanya Jungso pelan

“Karena dia takut untuk Malam Pertama” jawab Hyuk Jae pelan. Semua member sontak membulatkan matanya. “Jadi ya… terpaksa. Aku harus… menghilangkan rasa takutnya”
“Dan kau membantunya menghilangkan rasa takut itu dengan mengejarkannya kan ?” tebak Kyuhyun. Hyuk Jae mengangguk malu

“Ckckck,, dasar Yadong”

Jungso menggelengkan kepalanya tidak mengerti dengan kelakuan para dongsaengnya ini “Padahal Kyuhyun yang selalu aku khawatirkan melakukan hal ini, karena ia sering sekali menginap di apartemen Wonie. Tapi ternyata yang tidak kita pikirkan justru yang melakukannya.”

“YAK. Hyung…. aku tidak serendah itu. Enak saja menuduhku seperti itu, walapun aku tidur di tempatnya aku sama sekali tidak pernah macam-macam dengannya. Aku sangat menjaganya. Bahkan Jaera yang selalu mengawasi kami” bela Kyuhyun tidak terima “Tapi siapa sangka, jika yang mengawasiku justru yang kecolongan.”Kyuhyun melirik Hyuk Jae sebal.

“Tapi kau benar-benar mencintainyakan Hyung ? kau tidak akan mempermainkannya ?” tanya Kyuhyun memastikan “Karena bisa kupastikan jika kau menyakitinya, maka Ha Won sendiri yang akan membunuhmu”
Hyuk Jae tersenyum maklum “Ne aku tahu Kyu. Aku benar-benar mencintainya, dan serius ingin menikahinya” ucap Hyuk Jae meyakinkan.

*****

“HAMIL ????”Tanya Ha Won terkejut.

Jaera mengangguk pasrah, ia tahu sahabatnya ini pasti akan murka jika mengetahui masalah ini. Karena Ha Won selalu berpesan untuk tidak mudah di bodohi para lelaki. Karena sedekat apapun hubungan pacaran Ha Won dan Kyuhyun, mereka masih tahu batas-batas yang harus di taati.

“Kau bodoh Jaera-ah, tolol, idiot !!! dimana otakmu hingga bisa melakukan hal bodoh seperti ini. Apa selama ini aku kurang mengajarimu ?” tanya Ha Won geram. Ia benar – benar kesal dengan kebodohan sahabatnya ini
“Mianhae Wonie-ah. Aku tahu aku salah. Aku bodoh. Tapi aku mencintainya” ujar Jaera sambil menangis.
“Cinta tidak ada yang sebodoh itu. Kalau dia mencintaimu, dia tidak akan melakukan hal menjijikan seperti ini padamu.”

Ha Won sungguh tak habis pikir dengan sahabatnya ini, dia dan Kyuhyun saja yang bisa dibilang sudah begitu dekat sekali. Tidak pernah berpikiran untuk melakukan hal sebodoh itu, sebelum waktunya. Mereka masih tahu apa yang bisa dan belum bisa mereka lakukan. Bodoh jika alasan Jaera melakukannya dengan alasan cinta. Karena Cinta itu tahu mana yang benar dan tidak, cinta itu menjaga bukan merusak.
Jaera masih menangis sesenggukan “Tapi yang terpenting dia mencintaiku Wonie-ah, dan dia melakukan ini agar aku mau menikah dengannya.” Jelas Jaera ditengah isak tangisnya.

“Maksudmu?”

“Kau tahu kan, jika aku agak terlalu tabu dengan hal-hal seperti itu. Melihatmu dan Kyu berciuman saja aku sudah panik, apalagi mengenai hal-hal yang berbau malam pertama. Itu yang aku ucapkan pada Hyukie Oppa saat ia melamarku. Ia yang mengerti akan ketakutanku mengenai malam pertama, Menawarkan untuk mencobanya. Dia berjanji bahwa malam pertama itu tidak semengerikan yang aku bayangkan” jelas Jaera polos.

Ha Won hanya mampu memandang sahabatnya ini dengan pandangan tidak percaya. Lalu menepuk jidatnya frustasi “Dan kau dengan bodohnya mau saja mengikuti saran monyet mesummu itu kan?” Jaera mengangguk “Dasar bodoh. Makanya kau itu jangan terlalu naif Jaera. Sehingga kau tidak mudah dibodohi orang seperti ini.”
“Sekali lagi, maafkan aku Wonie-ah. Aku sudah mengecewakanmu” Jaera memeluk Ha Won erat.
Ha Won hanya bisa menarik nafas pelan. Mungkin ini memang sudah jalan hidup sahabatnya. “Gwaenchana Jaera-ah, jika ini memang yang terbaik untukmu. Aku hanya bisa mendoakanmu semoga kau selalu bahagia dan Hyukie Oppa benar-benar mencintaimu” Ha Won membalas pelukan Jaera.

*****

“Apa aku harus mengikuti cara Hyuk Jae hyung agar aku bisa menikah denganmu ? eoh ?” goda Kyuhyun ditelingan Ha Won saat mereka tengah berada didalam gereja. Hyuk Jae terlihat sedang membacakan janji suci pernikahannya dihadapan Tuhan.

Ha Won mendelik kearah Kyuhyun “Aku akan membunuhmu lebih dulu, sebelum kau bisa melaksanakan rencana busukmu itu Mr. Autis. Jadi, lebih baik sekarang kau diam dan buang pikiran mesummu itu !!! ” Ancam Ha Won pelan. Kyuhyun hanya tersenyum kecil, menaggapi ketepatan emosi yeojanya. Ia yakin jika tidak di depan bawah orang seperti ini, pasti tangan Ha Won sudah menjambak rambutnya habis-habisan.
“Kalian sudah Sah menjadi suami istri. Lee Hyuk Jae, silahkan mencium pengantin Anda” ujar sang pendeta setelah meresmikan pernikahan Lee Hyuk Jae dan Lee Jaera.

Hyuk Jae mendekatkan wajahnya kearah yeoja yang kini resmi menjadi istrinya, menarik dagu Jaera lalu mengecupnya. Kyuhyun yang melihatnyapun tak mau kalah “Chagia, bukankan sudah lama kau tidak menciumku ?” bisik Kyuhyun pelan.

“Lalu ???” tanya Ha Won menoleh kearah Kyuhyun
“Cium aku sekarang !”pinta Kyuhyun tegas.
“MWO ???” Sontak Ha Won terkejut mendengar permintaan Kyuhyun. Apa namja ini gila ? ini di depan umum. Lagipula HYUK-JAERA yang menikah kenapa malah mereka yang ciuman.
“Yak. Kau gila ? ini ditempat umum ? shireo “tolak Ha Won. Gila, dia masih punya malu untuk melakukan hal itu didepan umum.

“Cepat cium aku, atau aku yang akan menciummu !”ancam Kyuhyun sungguhan.
“Kau gila Kyu ! Ak…”

Tanpa menunggu lama Kyuhyun langsung menarik Ha Won kedalam pelukannya dan mendaratkan bibirnya dengan sempurna dibibir Ha Won. Ha Won yang shock hanya bisa membeku ditempat. Terlalu terkejut hingga tak menyadari bibir Kyuhyun yang tengah melumat bibirnya. Tangannya lemas, jatuh kesisi tubuhnya. Beberapa detik berlalu, hingga mereka terkejut saaat tiba-tiba sebuket bunga mendarat mulus ditangan Ha Won. Sontak semua mata tertuju padan mereka berdua. Kyuhyun melepaskan ciumannya.

Melirik malu kearah hyung-hyungnya yang menatapnya sambil menggelengkan kepala melihat kelakuan magnae mereka. Sementara Ha Won hanya menatap bingung bunga yang ada ditangannya.
“Sepertinya kita harus segera mencarikan Oppamu pasangan, aku benar-benar tidak mau menunggu lebih lama lagi Chagia”bisik Kyuhyun ditelingan Ha Won.”Karena jika tidak. Aku akan tetap menikahimu dengan caraku sendiri” Kyuhyun mengecup singkat pipi Ha Won, sebelum menariknya keluar dari gereja itu sambil membawa buket bunga yang mereka dapat.

FIN

OTTE???

ini FF pertama buatan NUR IMANIA eonnie yang sengaja aku publish disini. jadi dimohon berikan masukan buat eonnieku ne? ini main castnya kyuhyun lohhhhh. dengan kerelaan yang saaaangat besar aku publishin ini ff. *lirik eonnie* haghaghag disini si kyuhyun yadongnya gk ketulungan tapi ceritanya romantis. kalau aku disuruh buat karakter kyuhyun kayak gini pasti ujung2nya aku pengen nyiksa itu bocah! wkwkwk aku mah gk bakat buat cerita romantis…

buat eonnieku, entar apapun tanggapan reader diterima ne? mau itu pujian ataupun kritikan. biar eonnie bisa buat ff yang lebih bagus lagi. heheh aku jadi inget gmn pertama kali buat ff. ah iya! siapapun reader disini, yang pengen publishin ffnya tapi bingung gmn, bisa publish di blog akuh! tapi sebelumnya aku baca dulu, trus klo sesuai sama selera aku baru aku publishin. bisa liatkan gmn karakter ff yang sering aku tulis? kira2 yang begituan yang aku suka. jangan sad ending! karena aku rada kurang suka meskipun lagi belajar buat! trus klo mau main castnya cuma boleh member SUPER JUNIOR. soalnya aku gk bisa dapet feel baca ff yang bukan oppadeul main castnya.

okelahhhh cukup sampai disini cuap2 dari saya. paii paii

86 thoughts on “[Freelance] Love Love Love

  1. Mian,raiders baru,, qoment gue,, FF ini sie bagus, tapi terlalu panjang n’ bikin boring,, klu di bikin. Part mungkin lbh dpt fell nya,, pokok nye,, klu pakai. Skala nilai q ksh 7 lah,, hmm,, juga kurang NC nye oke gtu aje qoment dri aq Fighting Nunna,,

  2. Ow ni buka ff mu t0h eonn..haha q mw pr0tes tadi kenapa buka je wo cast yeojanya..keke

    q si bgus2 aja,enak walau agak aneh ma kyu disini,hahha gak biasa liat kyu yg manja nd mesum.biasnya gak di sini gak di blog laen kyuhyun pasti dingin,agak jahat dlm artian beda😀 nd yg laen walu ada sifat mesum.

  3. Cerita nya panjang bgt, tapi aku nikmatin cerita nya koo.
    Kisah nya Kyu sma Ha won romantis bnr, ada bbrapa scene yg aku ska dri psangn ini kekeke
    awal awal cerita aga sdikit ga nyman sma pmilihan klimat nya, tpi kesini kesini jdi ga msalah…
    Cerita kerenn, sukaaaa…😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s