[FF Project] LIFE POLARIS ROMANCE : [ Part of]

Lif

Author       : Just My Flo is Aillagyu

Genre        : Marriage Life, Sad Romance

Leght         : One Shot

Cash         : Cho Kyuhyun

                    Shin Je Wo

                    Cho Hyunjae

                    Kris Wu

                    And Other

Summary  :  Tatap kerlip Bintang Utara, Itu adalah Polaris atau Bintang Kutub. Bintang yang paling bersinar  di Rasi Ursa Minor. Bintang yang kerap menunjukkan arah bagi para pengelana yang tersesat.

AND   THE  STORY  BEGINS…………

Gemerisik suara kumpulan daun maple yang menguning di ujung Kota, bagai petikan dawai biola yang menyayat jiwa. Putaran waktu yang hanya menghabiskan masa 24 jam dalam sehari, bagai ribuan tahun menjalaninya. Tak ada yang spesial dalam dongeng ini. Ini hanya tentang hati….Mencari jalan untuk kembali pulang.

Dalam hidup bukan hanya ada satu warna saja untuk bisa mengecap kata Bahagia. Kadang tidak hanya dalam kelembutan pasir pantai mampu mengukir sebuah nama, bahkan di atas batu cadas besarpun  kita mampu melakukannya. Sekeras apapun hidup, hanya bisa terlewati oleh mereka-mereka yang tangguh.

Dalam lintasan waktu yang terus berputar  tanpa henti, padang Safanah membentang angkuh memamerkan warna kehijauan. Menjanjikan kehidupan damai tanpa batas, hati siapa mampu menggapainya? Sulit memang mencapai alam Nirwana yang indah….Jatuh bangun hidup bukan jaminan sebuah kebahagiaan, maka berusahalah !!!!!!!

Dalam heningnya malam merangkak terang bulan dalam kegelapan, menambah kelam suasana malam. Seperti sebuah jiwa yang hilang akan arah tujuan, tak kunjung menemukan harapan. Seperi itulah gambaran hati sosok yang mulai hancur karena sebuah kelukaan.

Cinta bukanlah hal yang harus di hindari, meski rasa sakitnya menghujam di ulu hati dan pedihnya tak kunjung hilang di telan zaman. Karena selain kepedihan dan duka, cinta juga menghadirkan keharuman bunga-bunga semesta yang merekah kala fajar. Kelembutannya mampu menetramkan jiwa dan keindahannya tak terlukiskan. Hidup tanpa cinta bagai pohon tak berbunga, tetapi cinta tanpa keindahan bagai bunga tanpa aroma semerbak. Hidup, Cinta dan Keindahan adalah tiga dalam satu yang tak dapat di pisahkan ataupun di rubah.

KYUHYUN POV

Kebahagiaan manusia siapa yang  sanggup menjaminnya. Aku memiliki semuanya dalam hidup. Keluarga yang bahagia, istri cantik, seorang putra yang begitu tampan, kekayaan dan jabatan. Tapi entah mengapa aku merasa mimpi buruk sebentar lagi akan menghampiriku.

Aku memandang  jauh kerlip malam kota Seoul melalui celah jendela ruang kerja kantorku. Bukan tanpa alasan sampai selarut ini aku masih berkutat dengan tumpukan kertas yang menggunung.

Sudah hampir sebulan ini aku di sibukkan dengan berbagai tender besar perusahaan. Kalau boleh memilih, aku lebih senang menghabiskan seluruh waktu untuk keluarga kecilku. Mereka adalah surga duniaku. Tak bisa ku bayangkan hidupku tanpa istri dan putraku tercinta.

Aku dan Je Wo, istriku memang menikah karena sebuah tradisi kolot di jaman modern seperti sekarang, “ENGAGED MARRIED”. Pernikahan yang di rancang karena buliran janji yang terucap dari para leluhur di masa lalu. Sungguh membuat kami terperangkap dalam ketidak berdayaan.

Awal  pernikahan  terasa hambar, karena hatiku belum mampu menyatu dengan jiwanya. Bahkan aku sempat berpikir untuk melepaskan Je Wo. Membiarkan dia mencari kebahagiaan hidup bersama laki-laki yang dia cintai. Aku tak ingin mengikat sesuatu yang bukan hakku walau kenyataannya  dia adalah istri sahku. Tapi itu hanyalah status di atas selembar kertas putih.

Sama seperti diriku yang muak dengan jalan hidup yang tak bisa aku pilih sendiri, aku bisa mengerti  jalan pikiran istriku. Aku dan dia sama-sama tersiksa, apalagi yang ku dengar dia tengah menyukai seseorang saat menikah denganku. Jadi membiarkan  seekor burung terbang bebas mengukir sebuah kisah di atas awan adalah pilihan bijak, daripada membiarkannya terpenjara sekalipun dalam sangkar emas.

Sedangkan aku sendiri  saat itu tengah merajut benang-benang cinta dengan seorang gadis bernama Victoria Song. Gadis keturunan Tionghoa yang sudah lama menetap di Korea. Dia dan Je Wo adalah dua sisi mata uang yang sangat bertolak belakang. Song Qian, begitu aku memanggilnya adalah perempuan manis, feminim dan lemah lembut. Dia juga ahli dalam hal urusan dapur.

Berbeda dengan Je Wo . Dia adalah seorang yang  ceroboh, suka berteriak seenak perutnya dan payah dalam hal masak memasak. Tapi aku akui dia selangkah lebih maju untuk hal paras dari Qianie. Well, benar-benar dua karakter yang jauh berbeda bukan?

Jogeum man do jina myeon noel dashi

Bo ge dwae seol le i neun nae

Namma Eumi appado ipsureun

Jeo jeol la ut ge dwae naun nae…………

Kegiatanku mengamati Seoul terhenti karena bunyi telepon gengam yang tergeletak di atas meja. Dengan sedikit malas aku meraih benda kecil berbentuk persegi panjang itu ke dalam genggamanku.

“Yeoboseyo……….”

“Kyu, apa kau masih di kantor?”, tanya suara di seberang  sana.

“Hemm…..Waeyo? Apa kau sudah tidak mampu menahan nafsumu untuk segera menyerangku?” aku berusaha menggodanya.

“Yakk…..Brengsek….Tutup mulut kotormu itu, Mesum.”

Ternyata mudah sekali membangkitkan amarah perempuan serampangan ini . Hanya dengan mengucapkan beberapa kata “ orang dewasa” mampu menaikkan suhu panas tubuh kurcacinya.

“Tapi kau mencintai lelaki mesum ini kan?”, sekali lagi godaku.

“Kau…..jangan berani menampakkan wajah borosmu itu tanpa seporsi bulgogi dan jjajangmyun”, perintahnya tanpa menjawab pertanyaan yang ku lontarkan tadi.

“Hei…..Apa aku berhasil menghamilimu lagi Shin Je Wo?”

“ YAKK……………….CHO KYHUHYUN!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!………………………”

Langsung saja kumatikan sambungan telepon dari pada telingaku menjadi korban amukan ganas perempuan labil itu. Aku tersenyum sendiri,  tidak menyangka kehidupanku dan Je wo akan berakhir manis dengan bonus seorang bocah tampan menggemaskan tapi bermulut tajam sepertiku.Tuhan memang punya cara sendiri untuk menghubungkan benang merah pada setiap umatnya.

Ku bereskan kertas-kertas penting yang berserakan di atas meja lalu memasukkannya ke dalam laci pribadi. Hanya sekedar  berjaga-jaga pada orang busuk yang berniat untuk menghancurkan kelangsungan perusahaan ini. Setelah kunci ku masukkan ke dalam tas kantor, aku bergegas melangkahkan kaki menuju basement yang menyimpan mobil kesayanganku.

Sepertinya seporsi bulgogi dan jjajangmyun tak akan cukup untuk memuaskan nafsu makan istriku. Entahlah, aku merasa dia seperti gelandangan yang sudah bertahun-tahun tidak makan saja saat sedang kelaparan. Jadi membeli beberapa menu makanan lain mungkin bisa menyelamatkanku dari terjangannya malam ini. Keputusan bijak, bukan?

SHIN JE WO POV

 

 

 

SIALAN……………..”

Setan mesum itu selalu saja menggodaku. Melontarkan kata-kata “orang cukup usia” di setiap ocehannya. Apa otaknya itu tidak punya kosakata lain yang lebih sopan dan berkelas? Itukah hasil yang sudah di dapatnya dari ajaran sesat  seorang Lee Hyuk Jae,  Si Monyet Yadong. Aku harus memisahkan kembar palsu itu agar otak Kyuhyun tidak semakin terkontaminasi.

Untung saja hanya ada aku dan Hyunjae di rumah ini. Sehingga aku bisa leluasa menyembunyikan wajahku yang sudah memerah karna guyonannya. Dan apa dia bilang, “HAMIL “. Astaga, apa otaknya itu sudah bergeser beberapa senti dari tempatnya hingga berpikiran seperti itu. Satu anak saja aku sudah kewalahan, apalagi kalau Hyunjae benar-benar punya adik. Mungkin nyawaku tinggal hitungan hari karena bukan 2 bayi yang harus ku urus melainkan tiga.

Hyunjae sudah tertidur setengah jam yang lalu. Anak itu selalu saja rewel bila tidak mendapati wajah jelek Kyuhyun. Bocah itu adalah duplikat Kyuhyun, hampir semua gen buruk dari Appanya itu menurun ke Hyunjae. Tapi aku bersyukur, setidaknya kecerdasan Kyuhyun juga menurun pada anakku. Menjadikannya sebagai salah satu idola yang banyak di sukai Songsaengnim dan murid-murid perempuan di sekolahnya.

Pernah satu hari dia mengadu padaku, ada seorang murid perempuan pindahan dari Jepang yang mengajaknya untuk menikah. Bahkan dia mengklaim bahwa Hyunjae adalah miliknya. Jadi dia akan menumpahkan sebotol air minum ke kepala  siapa saja perempuan  yang bemaksud mendekati  anakku, tak terkecuali para guru yang masih single. Aneh bukan anak kecil jaman sekarang.

“CEKLEK…………..”

Ku dengar suara pintu terbuka, berani taruhan itu adalah si muka boros. Karena hanya dia yang tahu password rumah ini.

“Aku………..pulang”, kudengar suaranya dari ruang tengah.

Aku masih diam tak menggubris Kyuhyun. Ternyata pesona seorang Choi Siwon mampu mengalihkan duniaku. Ku dengar suara langkah kaki mendekatiku, tanpa basa-basi  Kyuhyun langsung meletakkan kepalanya di atas pahaku. Sebenarnya aku ingin memarahinya karena lelucon menjijikkan beberapa menit yang lalu, tapi melihat wajahnya yang penuh dengan gurat kelelahan ku urungkan niatku.

“Kau sudah makan?”, tanyaku padanya.

Dia hanya diam saja tidak menjawab pertanyaanku, apa dia sakit? Ku sentuh keningnya yang sedikit berpeluh memastikan pria ini dalam keadaan baik-baik saja. Tidak panas, hanya terasa hangat. Aku berinisiatif untuk pergi ke dapur memanaskan makan malam untuknya tapi sebuah tangan menahanku.

“Biarkan seperti ini sebentar, aku hanya menginginkanmu”,  gumamnya pelan tapi masih bisa ku dengar.

“Kau sakit Kyu?”, tanyaku sambil mengelus rambutnya.

“Mungkin……..,” Jawabnya singkat, pelit sekali dia hari ini. Apa gara-gara aku menyuruhnya untuk membeli bulgogi dan jjajangmyun dia marah padaku.

Kami masih sama-sama bertahan dalam keheningan. Aku juga tak berniat untuk bertanya macam-macam hal pada Kyuhyun. Dia terlihat aneh, membuat selera makanku hilang seketika.

“Apa kau merasa bosan dengan hubungan ini Shi Je wo? “ Tiba-tiba Kyuhyun melontarkan pertanyaan aneh padaku. Kenapa dia punya pikiran seperti itu.

“Kenapa kau bertanya seperti itu Kyu? Apa kau meragukanku?”

Eh tunggu……Kenapa dia memanggilku dengan marga orang tuaku, bukankah sekarang namaku sudah berubah menjadi Cho Je Wo. Sebenarnya ada apa dengan pria mesum ini. Kenapa moodnya gampang sekali berubah-ubah, padahal tadi saat aku menelponnya dia masih baik-baik saja. Apa dia salah minum obat, atau hanya sedang berakting untuk mengerjaiku?

“Entahlah……Aku merasa  di masa depan sulit untuk bisa menggapai hatimu.”

Dia ini, kenapa tambah melantur arah pembicaraannya. Apa yang ada di otaknya sampai punya pikiran liar seperti itu. Apa tadi di kantor dia menyempatkan diri untuk menonton mellow drama murahan sehingga otaknya tercuci seperti sekarang .

“Omong kosong apa yang sedang kau bicarakan Kyu? Apa secara tidak langsung kau sedang menuduhku berselingkuh?”, tanyaku masih dengan amarah tertahan.

Kyuhyun bangkit tanpa menatapku. Menyambar bungkusan plastik yang sudah pasti isinya makanan yang ku pesan  tadi menuju dapur. Dia tak memberikan jawaban apapun, hanya sekedar mengangkat kedua bahunya dengan santai . Aku berusaha meredam emosi dan menyusulnya ke dapur.

Ku lihat dia sedang menata bulgogi, jjajangmyun dan beberapa makanan lainnya yang aku tidak tahu apa itu di atas meja. Tanpa basa-basi aku mengambil sumpit, menarik sebuah kursi yang berada di depan Kyuhyun, meletakkan pantatku di atasnya dan mulai menyantap lahap semangkuk jjajangmyun. Sepertinya tanduk rahasia yang ada di sisi kanan dan kiri kepalaku sudah mulai keluar.

“Kau seperti tidak makan selama berbulan-bulan saja, bagaimana bisa aku menikahi perempuan rakus sepertimu.”

Rupanya mengajakku ribut, ok….jangan salahkan aku Cho Kyuhyun karena kau sendiri yang mengibarkan bendera perang.

“BRAKKK!!!!!!!!!!………..”

“Oh….jadi kau merasa menyesal sudah menikah denganku? Kalau begitu kenapa kau tak  kembali saja pada Song Qianmu itu.” Amarahku sudah berada di ubun-ubun.

“Kenapa kau membawa-bawa nama Qianie di sini, bukankah kita sudah sepakat untuk tidak membahas perihal masa lalu.”

“Cihhh………Qianie!!!! menjijikkan sekali panggilan itu.”

“Jaga mulut mu Shin Je Wo……Jangan mengkambing hitamkan orang lain atas lelucon ini.”

Oh….Rupanya sedang membela mantan kekasihnya. Bahkan dari tadi selalu memanggilku dengan marga Shin bukan Cho. Apa dia ingin berpisah denganku dan menikah lagi dengan perempuan Cina itu. Aku tahu sekarang, ini hanya alibinya saja untuk lepas dariku.

“Waeyo….Kau tidak terima aku menghina mantan “ perempuanmu “ itu? Bukankah ini yang kau inginkan. Membuat keributan sebagai alasan untuk bisa lepas dariku?”

“Apa maksudmu?”

Sedang berakting menjadi orang tolol rupanya kau Cho Kyuhyun. Aku bukan bocah ingusan yang bisa kau kelabuhi seperti ini.

“Baik….kalau kau ingin lepas dariku, aku kuturuti keinginanmu itu. Kau pikir hanya kau saja yang bisa menikah lagi.”

“Kenapa kau jadi meledak-ledak seperti ini Cho Je Wo?”, Oh baru sadar kalau aku ini istrinya, kenapa tidak dari tadi menyebut marga Cho kebanggaannya itu.

“Kau yang memulainya dulu Cho Kyuhyun, jadi jangan menyalahkanku. “

“Kau bisa berkencan lagi dengan wanita Cinamu itu, jadi tidak masalahkan kalau aku juga mulai berhubungan lagi dengan Kris, Si Cina tampan sahabatku.”

“Aissshhhh…….”, aku merutuki mulut emberku yang dengan spontan menyebut nama keramat itu.

Ya Tuhan…….Aku memang sedang dalam taraf emosi tinggi, tapi sumpah nama itu keluar begitu saja dari mulutku. Kyuhyun sangat sensitif sekali mendengar nama “KRIS” keluar dari mulutku. Dia tahu dulu aku sangat tergila-gila dengan lelaki ini.

“Shin Je Wo-ssi……..Kau…..”

Bagaimana ini Tuhan, sepertinya Kyuhyun benar-benar marah. Nyatanya dia memanggilku dengan embel-embel  “ ssi “. Aku baru tersadar kalau kami bertengkar hanya gara-gara hal sepele. Padahal kami sudah biasa saling mengejek dengan kata-kata kasar yang bahkan lebih parah dari ini.

“Kyu…..Bu….bukan itu maksud…….”, belum selesai aku bicara Kyuhyun sudah memotong ucapanku.

“ Lakukan apa yang kau mau, tapi jangan harap kau bisa membawa Hyunjae keluar dari rumah ini.”

Masih dengan pakaian kerjanya Kyuhyun menyambar kunci mobil yang tergeletak di atas meja dan berjalan ke arah pintu utama rumah kami.

“BRAKKKKK!!!!!!!!!!!!!!……………”, dia membanting pintu.

Tamatlah riwayatmu Shin Je Wo, kau baru saja membangunkan macan yang sedang tertidur. Hyunjae-ya….Omma dalam masalah besar,  jadilah malaikat pembawa keberuntungan untuk mencairkan Appamu sayang.

AUTHOR  POV

 

Sudah 3 hari berlalu sejak pertengkaran yang di sebabkan hal sepele antara Kyuhyun dan Je Wo. Bukannya semakin membaik, hubungan mereka malah makin memburuk. Kyuhyun seperti menghindari Je Wo. Dia berangkat ke kantor sebelum istrinya itu bangun dan pulang ketika wanita itu sudah terlelap dalam tidurnya.

Beberapa hari  ini dia berubah menjadi sensitif, hanya masalah kecil mampu memancing emosinya. Bahkan Hyuk Jae yang tidak tahu apa-apa masalahnya dengan Je Wo selalu menjadi sasaran empuk. Sial sekali nasibnya itu.

Percakapannya dengan Eunji, sepupu Je Wo tiga hari yang lalu membuat pikiran Kyuhyun di bayang-bayangi perasaan takut. Dia takut apa yang menjadi miliknya berpindah tangan pada orang lain. Dia takut perasaan cinta yang di miliki Je Wo semakin hari semakin melemah.

“Sepertinya Kyuhyun melupakan sesuatu, bahwa seseorang yang tepat datang dalam hidupnya adalah orang yang mampu membuatnya menghadapi apapun. Karena seseorang itu berada di sampingnya untuk memperjuangkan senyum dan menghapus air matanya.”

SHIN JE WO POV

 

“Omma!!!!!!!!!!!!……”

Senyumku mengembang hanya dengan melihat wajah putraku. Hari ini aku sengaja menjemputnya ke sekolah untuk memberikan kejutan pada Kyuhyun. Aku memang belum berbaikan dengan Appa Hyunjae, tapi sudah ku pastikan untuk mengakhiri pertengkaran itu hari ini.

“Kau sudah siap sayang?”, tanyaku pada Hyunjae.

“Ne, Omma……serahkan saja semuanya padaku. Lelaki tua itu pasti akan takluk di tanganku”

Sudah ku bilang bukan kalau anakku ini sangat ajaib, mulut pedasnya itu tak kenal tempat. Benar-benar bocah kurang ajar, kalau Kyuhyun mendengar putranya sendiri menyebutnya tua mungkin Hyunjae sudah tinggal nama.

“Kau, memanggil Appa tua Hyunjae-ya?”

“Aku  bicara kenyataan Omma, umur Appa lebih muda lima tahun dari Jung Soo Ahjussi tapi kenapa Appa lebih pantas menjadi Hyungnya. Tidakkah Omma merasa seperti itu?”

Astaga……Tidak bisakah anak ini berpura-pura menutup mata dari kenyataan, terlalu jujur sekali kau ini Hyunjae sayang.

“Omma……aku tahu kau mencintai Appa, tapi bicaralah jujur, kalau tua bilang saja tua tidak usah menyangkal kenyataan.”, ocehnya lagi.

“Kau dapat kosakata orang dewasa itu dari mana Jae-ya?”, tanyaku.

“Songsaengnim bilang  Jae harus jujur pada siapa saja, berbohong itu dosa Omma jadi Jae bilang apa adanya. Memangnya dulu waktu Omma sekolah tidak di ajarkan hal baik seperti ini?”

Kalau saja anak ini tidak keluar dari rahimku, sudah ku hanyutkan dia disungai Han. Sabar Je Wo sabar, ucapku dalam hati.

“Sudahlah………Lupakan itu, ayo segera pergi untuk menemui Appa di kantornya”, aku menggandeng tangan Hyunjae untuk mencari taksi .

Baru beberapa langkah aku dan Hyunjae berjalan seperti ada sayub-sayub suara memanggilku. Tapi dimana? Ku cari sumber suara itu, tapi tidak ada seorang pun yang ku kenal di sini. Mungkinkah aku salah dengar. Apa penyakit Kyuhyun menular padaku? Entahlah.

“Shi Je Wo…………”, lagi ada yang memanggil namaku.

Ku putar kepalaku, mencari sumber suara itu. Dan kali ini aku menemukannya, seseorang yang tengah berdiri di seberang jalan sambil melambaikan tangan ke arahku. Senyum itu masih sama, wajah itu tidak berubah. Kenapa dia kembali di waktu yang tidak tepat Tuhan? Apa yang harus ku lakukan?

                                                                        TBC

** Je…..sorry kalau ceritanya pasaran dan gak sesuai ama yang kamu inginkan tapi ini baru pembukaan jadi konfliknya masih yang ringan dulu. Belum menguras hati dan perasaan, nextnya mungkin konflik bakal lebih serius lagi. Jangan protes kalau terlalu pendek, wkwkwkwkwkwk ……..[udah jadi trendmark gw]. Di maafkan jg klw msh bnyk typo dan kurang maksimal***

 

Shin je wo note:

 

Satu lagi epep fafvorit buatan eonnie ku…. huwaaaaaaaaaaaa penuh dengan kris kan part depan?? *kedip2 mata* okeh! Ini memang pendek tapi aku amat sangat menikmatinya eonnie.. ada dua manusia china. Kris & qian. Muahahah aku sukaaaaaa

 

Konflik ceritanya sesuai dengan yang aku inginkan. Sama dengn nur imania eonnie, tapi beda dari alur dan penyampaiannya. Kyaaaaa kece2 amat sih epep nya???  Tapi eon, nama anakku itu Cho hyunje, bukan Cho hyunjae. Hehehe

 

Okeh! Part depan aku tunggu ne? jangan lama2 *ditendang* wkwkkw

 

And my lovely readers.. komen yeeee komen anda sangat di butuhkan disini.

 

Wassalam!

 

Shin je wo

 

Life POLARIS  ROMANCE :  [ Part of]

73 thoughts on “[FF Project] LIFE POLARIS ROMANCE : [ Part of]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s