[FF Project] POLARIS ROMANCE [ WE MEET AGAIN ]

 

 

 

 

 

POLARIS ROMANCE  [ WE MEET AGAIN ]

 

 

 

Author    : Just My Flo is Aillagyu

Genre      : Marriage Life, Sad Romance

Leght       : Chapter

 

 

 

CASH       :  Cho Kyuhyun

Shin Je Wo

Kris Wu

 

 

 

 

Summary   :  Ketika sebuah kesetiaan di uji, hanya ada dua pilihan. Ingin menjadi manusia yang menggunakan hati dan logika atau menjadi seorang pendosa yang hina.

 

 

 

 

 

 

 

KRIS  POV

 

 

Menyusuri jalan kota yang penuh dengan daya tarik indah adalah impianku sejak 5 tahun silam. Ini hari pertama aku kembali lagi ke negara kedua yang sudah terlanjur membekas dalam ingatan hidupku. Negara yang ku tinggalkan karena suatu keterpaksaan.

 

Aku terlahir dari sebuah keluarga yang tidak harmonis. Kedua orang tuaku memutuskan untuk berpisah saat aku berumur 8 tahun. Sejak saat itu aku mengikuti Ibuku  yang lebih memilih meninggalkan Cina dan berhijrah ke Negeri Gingseng ini.

 

2 tahun setelah perceraian, Mommy begitulah aku memanggil Ibu menikah lagi dengan Seorang namja  Korea. Tak ada yang spesial dalam keseharianku. Semuanya berjalan sewajarnya. Aku memang tak punya banyak teman di sini, semua lakukan seorang diri. Orang tua yang selalu sibuk dan lebih mementingkan jabatannya membuatku menjadi sosok yang kurang mendapat perhatian dan kasih sayang.

 

Tak banyak bicara dan tertutup dengan orang lain membuatku selalu mengurung diri di dalam kamar. Tak ada yang aku percayai di dunia ini sekalipun itu Ibuku sendiri. Hingga saat aku berada di tingkatan atas pendidikanku, aku berjumpa dengan seorang gadis yang berbeda. Dia tak pernah bersusah payah untuk mendekatiku secara jor-joran. Bahkan cara kami berkenalan pun terbilang unik.

 

Saat jam istrahat, aku melihat seorang siswa perempuan sedang berkejar-kejaran dengan salah seorang Sonsaengnim yang terkenal killer. Entah apa permasalahannya tiba-tiba gadis aneh itu melepas celana panjang olahraganya di depan mataku. Jangan berpikir yang aneh-aneh karena dia masih mengenakan seragam sekolah lengkap dengan rok yang panjangnya hanya sebatas lutut. Dia, gadis tak tahu malu itu adalah orang pertama yang menarik minatku untuk lebih dekat mengenal sosoknya. Gadis itu, sudah kutetapkan sebagai takdirku di masa depan.

 

Shin Je Wo, nama terindah yang terpahat dalam cadas hatiku. Hadirnya bagai lembaran daun maple di musim gugur. Dengan warna jingga keemasannya mampu menyunting pelangi di atas awan. Menebarkan harum bau tanah setelah turun hujan. Dia begitu cantik dengan caranya sendiri. Menawanku dalam jeruji hati tak berpenghuni.

 

Dulu menganggap waktu tak berguna dalam kesehariannku. Membuangnya dalam batas dimensi yang jauh dari labirin hati. Kini kutarik ulang persepsi sempitku tentang itu. Warna hitam itu kini berubah menjadi pelangi yang berwarna warni. Hanya dengan satu  senyum indah seorang Shin JeWo, aku melupakan semuannya.

 

Kemanapun dia pergi langkahku selalu menyertainya. Kami tak terpisahkan dengan lebel sebagai sahabat sejati. Perasaanku yang dulu terlalu menggebu-gebu untuk memiliki entah tersesat ke mana. Semakin hari aku semakin tak punya keberanian untuk mengungkapkan perasaanku. Aku terlalu takut, apa yang sudah ku peroleh dari hasil persahabatan ini akan porak poranda ketika kata keramat itu keluar dari mulut.

 

Aku mencintainya dalam diam. Menikmati setiap jengkal wajahnya dalam ingatanku. Menjadi orang pertama yang dia cari saat masalah datang bertubi-tubi menghadangnya. Membiarkan diriku menjadi tangan tersembunyi yang diam-diam akan menghapus airmatanya. Aku begitu mencintai gadis ceroboh itu.

 

“Apa yang harus ku lakukan? Mereka tidak memahami hatiku tapi kenapa mengambil keputusan konyol ini.” Adunya suatu pagi padaku.

 

Aku tak mengerti kemana arah pembicaraannya. Tak berniat untuk bertanya, dengan sendirinya dia meneruskan keluhannya.

 

“Apa karena mereka orang tuaku, bisa memperlakukannku sesuka hati. Aku tidak ingin hidup dengan orang yang tak ku kenal dan ku cintai. Apa yang harus ku lakukan Kris?”

 

“Apa yang menganggu pikiranmu Shin Je Wo? Apa ada berita buruk yang ingin kau sampaikan padaku?”

 

“Mereka ingi n menjodohkanku dengan seseorang, Anak dari Sahabat baik Appa hanya karena perjanjian konyol di masa lalu dari Kakek.”

 

“Apa Maksudmu?”

 

“Aku akan menikah bulan depan Kris, keputusan sepihak orang tuaku tanpa mau susah-susah bertanya padaku terlebih dulu.”

 

“Me…..Menikah? Kau sedang tidak bercanda dan mengerjaiku kan Je-ya?”

 

“Sejak kapan aku berbakat mengerjai seseorang, Aku sedang tidak bercanda. Aku serius WuYi Fan-ssi.”

 

“A….a….ku menyukaimu…….kau tidak boleh menikah dengannya.”

 

“Waeyo? Kenapa baru mengatakannya sekarang setelah semuanya terlambat.”

 

“Mianhae……Aku memang pecundang, aku takut kau menjauhiku saat tahu kalau aku menyukaimu.”

 

“Tidak ada gunanya lagi Kris, sekalipun aku juga menyukaimu.”

 

“Kau…..Menyukaiku Je-ya?”

 

“Sangat……Tapi tak akan mampu merubah apapun bukan?”

 

 

 

 

Mengistirahatkan diri di sebuah cafe minimalis yang terletak di ujung jalan Seoul, mungkin dapat meregangkan ketegangan otakku  tentang semua masalah. Seorang pelayan dengan seragam berwarna ceria menghampiri mejaku. Menanyakan pesanan yang ku inginkan.

 

“Secangkir Caramel Macchiato ,” pesanku .

 

Setelah mencatat pesanan, pegawai cafe itu berlalu dari hadapanku. Macchiato adalah perpaduan yang pas untuk secangkir kopi. Pahit, tidak terlalu pahit dan manis, tapi tidak menyisakan rasa manis yang terlalu pekat. Itulah alasanku menjatuhkan pilihan pada minuman kopi yang berasal dari negeri pizza ini.

 

Hitam, pekat, pahit dan sedikit getir. Minumlah seteguk dan rasanya sulit hilang. Minumlah segelas dan jantungmu berdebar semalaman. Kopi seperti rasa dalam hidupku. Perpaduan cita rasa yang menyatu dalam lidah ibarat campuran cerita dengan genre yang tak sama.

 

“Tuk……tuk…..tuk……”

 

Ku ketukkan ujung- ujung jari di atas meja. Keputusanku sudah bulat untuk menemui wanita itu. Ingin mengetahui bagaimanakah hidupnya selama 5 tahun ini. Apakah dia bahagia? Apakah dia baik-baik saja? Dan apakah rasa itu masih sama untukku?

 

Dulu aku memang menyerah dan jalan di tempat tanpa sebuah usaha. Aku menyesal tak pernah memperjuangkan cinta kami. Tapi, sekarang aku kembali dengan tekad yang menggerus seluruh harga diriku. Tak peduli orang akan menyebutku pria brengsek atau bajingan, aku tak akan melepaskan Shin Je Wo untuk yang ke dua kalinya.

 

 

 

 

 

 

Kakiku kembali melangkah membawa raga tanpa arah tujuan yang jelas. Menikmati musim semi pertama di bumi yang ku pijak ini. Sebuah kamera DSLR canggih menggantung di leherku. Kamera profesional ini memiliki kualitas badan kamera yang lebih tahan banting karena sebagian besar terbuat dari logam dan harganya yang cukup mahal. Kamera ini memiliki kecepatan tembak yang lebih cepat. Dia bisa menembak lima sampai delapan foto per detik.

 

Setelah semua fitur tersetting dengan apik , ku arahkan lensa kamera ke semua penjuru tempat yang mampu terjangkau dengan mata telanjangku. Mulai dari pucuk pohon yang mulai bertunas sampai segerombolan anak-anak muda yang sedang asik bermain bola di tengah taman kota ini. Semua menjadi objek penyaluran hobiku tanpa terkecuali. Langkahku semakin menggila menyusuri setapak demi setapak jalanan Seoul.

 

Tak sengaja aku menangkap sosok Ibu dan Anak yang mungkin sedang sedikit berdebat di depan sebuah sekolah. Aku seperti mengenal sosok itu, tapi aku tak yakin itu dia. Lebih mendekat sedikit jarakku dengannya. Aku masih berada di seberang jalan tempatnya berdiri, dan sekarang aku baru yakin kalau itu Shin Je Wo daun musim gugurku.

 

“Shin Je Wo……..,” panggilku.

 

Dia berhenti merecoki anak kecil yang aku pikir mungkin itu putranya. Sesaat dia menoleh mencari asal suaraku. Merasa tak menemukan keberadaanku dalam radar beberapa meter dari posisinya, dia kembali berbicara dengan anak kecil tadi.

 

“Shin Je Wo!!!!!!…..”

 

Kali ini teriakanku lebih keras, berharap mampu membawanya menemukanku. Ku lambaikan tangan penuh semangat seperti kumpulan cheerleaders yang menyemangati grup basket kesayangannya. Dia melihatku Tuhan…….Ku berikan seulas senyum kemenangan padanya tapi gadis ceroboh malah terpaku seperti orang tolot.

 

 

 

 

SHIN JE WO POV

 

 

Aku masih sibuk dengan rancangan  gambar model terbaruku  di musim gugur ini saat sebuah deringan telepon membuyarkan konsentrasiku.

 

“Yeoboseyo……….”

 

“Temui aku di tempat biasa sejam lagi, aku tak menerima penolakan”

 

Sudah dua minggu ini aku mulai berhubungan lagi dengan Kris, pria yang dulu sempat ku sukai. Entahlah, harus menyebut apa hubungan kami . Tak ada kata cinta yang terucap darinya, hubungan ini mengalir apa adanya seperti air di dataran tinggi. Cantik, jernih, dingin dan mempesona setiap yang memandangnya. Aku seperti seorang “jalang” yang sedang bermain api di belakang suamiku. Dan itu memang faktanya.

 

Segera ku bereskan pekerjaan yang menjadi rutinitas harianku. Otakku tak mampu lagi memilah mana kebaikan dan mana sebuah dosa. Aku tahu manusia terlahir tidak hanya dengan satu cinta dalam hidupnya.Tapi berbeda bila keadaanku yang sudah terikat dengan pria lain. Ini sebuah dosa.

 

Ku cegat sebuah taksi dan langsung meluncur ke tempat pertemuan rahasiaku dengan Kris. Bukan sebuah hotel berbintang ,tapi tepian danau yang asri dengan pohon pinus dan maple yang mendominasi. Letaknya pun jauh dari perkotaan. Pandai sekali bukan aku ini? Menciptakan sebuah dosa terlaknat yang sangat di kutuk Tuhan. Tapi aku tidak mengindahkan dan malah memilih menjadi seorang pendosa di mata-NYA.

 

Aku sudah sampai di tempat yang dia inginkan. Melihat sosok itu dari jauh sedang memotret warna senja di ujung Barat dengan semburat warna jingga yang indah. Aku berjalan mengendap-endap, ingin mengerjainya dengan membuatnya kaget atas kedatanganku. Dengan banyak berjinjit ku tutup mata itu dengan ke dua tanganku.

 

Tak ada reaksi, hanya diam saja. Aku juga masih diam dan bertahan dengan posisiku. Setelah lima menit berlalu tiba-tiba dia menarik pergelangan tangan dan membawa diriku ke dalam pelukannya, lebih tepatnya sebuah “ Hug Back “. Meletakkan dagunya di ujung kepalaku menikmati sensasi keintiman ini di bawah semburat matahari yang hendak menuju peraduannya. Sungguh sangat romantis.

 

“ Aku merindukanmu, sangat…….”

 

“ Kris…………..”

 

“ Ssstt……..”

 

Dia membalik badanku, menyejajarkan tingginya dengan tubuhku. Aku masih terpaku menikmati wajah sempurna itu. Dapat ku rasakan hembusan nafasnya yang menguar tenang mendekati wajahku. Menyapukan bibir manisnya ke atas bibirku. Rasa ini tidak sama dengan yang ku rasakan saat berciuman dengan Kyuhyun. Kenapa sebuah dosa rasanya bisa senikmat dan semanis ini Tuhan?

 

Bibirnya mulai bergerak lincah menyesap bibirku. Aku seperti melayang terbawa angin sepoi menikmati sentuhannya. Tak mau kalah, aku tak tinggal diam dan mulai membalas ciumannya. Sesaat bunyi kecapan itu mendominasi tempat yang sunyi ini. Mengalun seperti sebuah irama indah yang berkelas.

 

Lidahnya mulai menerobos paksa ke dalam mulutku. Melilitkan lidah kami dalam tautan yang semakin memanas. Dia menganbsen gigiku satu per satu dengan lembut dan perasaan penuh kerinduan. Lama kami bertahan dengan ciuman ini. Aku seperti berubah menjadi monster buas yang kelaparan, merasai setiap inci bibirnya dengan rakus.

 

“ Kris……Ber…henti…..a…ku….butuh oksigen “

 

Dia melepaskan tautannya dan membiarkanku menyedot udara sebanyak-banyaknya. Setelah merasa cukup mengisi paru-paru dengan oksigen dia meraih tanganku dan membawaku menduduki sebuah bangku kosong di samping tempat kami berdiri.

 

“ Apa kau menikmati saat-saat seperti ini bersamaku?”

 

“ Ne……Aku sangat menikmatinya,” jawabku.

 

“ Tak peduli kau menyembunyikanku dari dunia ini sekalipun, aku tak akan menyerah Je-ya “

 

“ Kris……Mianhae….,” sesalku padanya.

 

“ Apa yang perlu ku maafkan darimu, seharusnya aku yang harus meminta maaf pada suamimu karena dengan kesadaranku merebutmu darinya.”

 

Seperti ada sebilah belati yang menancap di sebelah jantungku saa Kris menyebut kata suami. Aku sudah melupakan keluargaku saat memilih menjadi “wanitanya” kembali. Hyunje, putraku sayang maafkan kelakuan bejat Omma Nak. Semuanya sudah terjadi dan Omma tidak bisa berjalan mundur lagi.

 

 

 

 

“ Turunkan aku di sini saja Kris. Aku tak mau mengambil resiko Kyuhyun melihat perselingkuhan kita.”

 

“ Sudah ku katakan bukan, jangan menyebut nama lelaki itu di depanku. Aku tak suka itu!!”

 

“ Ne…..Mianhae….Aku turun dulu”

 

Ku lepas seatbeal yang mengunci tubuhku dan meraih kenop pintu mobil untuk keluar. Tapi lelaki di sampingku ini menahanku sebentar dan memberikan sebuah kecupan ringan sebelum melepaskanku kembali pada keluargaku.

 

“ Baik-baik di jalan dan jangan mencoba untuk menggantikan Michael Schumaccer, ok!!”  titahku padanya.

 

Dia hanya mengangguk dan mulai menstater mobilnya saat aku sudah berada di luar. Perlahan mobilnya berjalan menjauh dan hilang dari pandanganku.

 

 

 

 

KYUHYUN POV

 

 

Belakangan ini aku merasa istriku seperti orang asing. Aku melihatnya bukan sebagai Shin Je Wo  yang mencintaiku. Dia banyak berubah, kadang aku sering menemukannya sedang melamun seorang diri. Perhatiannya terhadap Hyunje juga sedikit berkurang. Apa terjadi sesuatu dengannya? Atau dia sedang menutupi sesuatu dariku.

 

Selama ini Je Wo tak pernah melalaikan kewajibannya sebagai seorang istri. Sesibuk apapun dirinya, wanita yang sudah ku nikahi selama 5 tahun itu bukan orang yang suka melepas tanggung jawab. Perannya sebagai seorang istri dan ibu mampu di lakoninya dengan sempurna.

 

“ Ceklek…..”

 

“ Jam berapa ini? Kenapa baru pulang?”

 

“Kyu……Kau sudah pulang? Bukannya kau bilang hari ini kau pulang larut lagi?”

 

Aku masih diam saat pertanyaanku tidak di jawab. Mencari suatu kebenaran yang dia coba sembunyikan melalui  sorot matanya. Wanitaku sudah pandai berbohong rupannya. Well, aku ikuti permainanmu Shin Je Wo.

 

“Kyu, aku ingin minta ijin darimu. Lusa aku harus ke luar kota untuk bertemu dengan seorang klien penting. Dia ingin sekali memakai jasaku di hari istimewannya.”

 

“ Berapa hari kau pergi? Dan dengan siapa kau mengerjakan projectmu?”

 

“ Hanya tiga hari. Hyera yang akan menemaniku, bolehkan?”

 

“ Baiklah….”

 

Aku ingin melihat sejauh mana kau berencana untuk membohongiku Shin Je Wo. Apakah pengaruh laki-laki itu akhirnya mampu menyulapmu menjadi seorang wanita pendosa. Ku eratkan kepalan tangan, hingga membuat kuku-kuku jariku hampir mengoyak telapak tangan. Ku berikan kau waktu untuk memuaskan kelakuan bobrokmu. Dan bila masa itu tiba jangan salahkan aku bila akhirnya aku benar-benar menjelma menjadi seorang Lucifer yang kejam dan tak berhati.

 

 

 

~~~XXX~~~

 

 

 

Tidak ada yang tahu alasan sesungguhnya kepergian Je Wo selama tiga hari ke luar kota. Tak lain tak bukan sebenarnya hanya untuk memenuhi keegoisan bisa menikmati waktu berdua dengan pria “ keduanya “. Dosa itu memang nikmat. Jadi jangan sekali-kali menghampiri. Sekali kau terkena ujung tombaknya sulit bisa mencabut dan meleburkan bekas tancapannya.

 

Kebenaran bahwa wanita itu pergi juga dengan keadaan tidak tenang. Kemanapun dia pergi bersama lelaki “ keduanya “, di benaknya selalu terbayang sebuah lubang ancaman. Begitu besar dan menakutkan, siap menelannya hidup-hidup. Dia sadar, di mata Tuhan dia tak lebih dari seonggok daging yang hanya pantas untuk di rajam. Sekalipun begitu, kalau mati dia tetap menginginkan tempat terbaik.

 

Keinginannya untuk kembali menyesap harum cinta masa lalu dengan pria yang bukan “ suaminya “ memuncak ketika kadar gula dalam darahnya mencapai titik yang belum pernah tercapai. Dia semakin sering merenung dan serempak bertambah rasa ngilu seluruh persendian tubuhnya saat dia yakin dosa besar sudah tak mampu lagi di tampiknya.

 

Sadar atau tidak Shin Je Wo sedang menggali lubang kuburnya sendiri. Dia merusak apa yang sudah di milikinya dengan mengejar sesuatu yang semu. Kelak, di masa depan banyak hati yang akan mati teracuni oleh kebodohannya. Hanya tinggal menunggu waktu dan hasil yang akan di petiknya akibat kebodohannya.

 

 

 

KRIS POV

 

 

Aku berhasil membujuk Je Wo untuk menemaniku menghabiskan dua hari ini di Pulau Jeju. Entah alasan apa yang di berikannya pada pria itu, aku benar-benar tak peduli dan tak ingin tahu. Hasratku yang terlalu tinggi untuk memilikinya semakin hari semakin mengrogoti fungsi kerja otakku.

 

Kami baru sampai beberapa jam yang lalu. Menbiarkannya mengistirahatka tubuh ringkihnya sebelum menjelajahi Pulau ini dengan hobiku. Aku sengaja memesan satu kamar untuk kami tinggali bersama. Sudah terlanjur masuk dalam kubangan dosa jadi tanggung kalau berhenti di tengah jalan.

 

Aku masih berdiri di sisi kanan balkon hotel. Mengamati hamparan biru yang menyejukkan mata. Tak bisa mewujudkan bulan madu indah dengannya tak lantas melunturkan impianku. Dengan cara apapun itu aku secara diam-diam sedang menyeret paksa hati dan pikirannya untuk bercinta denganku.

 

Angin Pantai Jeju sangat berbeda dengan pantai-pantai yang ada di Seoul. Meski sama-sama menampung jutaan bahkan milyaran kubik air, Jeju tetap yang terbaik.

 

“ Eughh………,” Sepertinya “ wanitaku “ sudah bangun.

 

Terkumpul nyawanya yang berkelana saat matanya terpejam, dia bangkit dan tersenyum ke arahku. Dengan gaun santai musim semi yang di dominasi dengan warna cerah bunga-bunga, dia nampak bersilau di mataku.

 

“ Kenapa tak membangunkanku?”

 

Dia memelukku dari belakang, mentransfer energi cinta yang di milikinya untuk ragaku. Hangat sentuhannya benar-benar membuatku mabuk dan meleyang ke langit tujuh.

 

“ Hanya tak ingin mengganggu istirahatmu, kau kelihatan lelah beberapa hari ini.”

 

“ Banyak project yang harus ku tangani, masalah pencurian hasil karyaku juga membuat kepalaku ingin pecah.”

 

“ Ingin keluar jalan-jalan?” Tawarku padanya.

 

“ Not bad……Bawa aku ke tempat-tempat indah di Pulau ini.”

 

“ Everything for U My Lady…….”

 

“Cuihh…….Sejak kapan kau pandai merangkai kata-kata menjijikkan itu?”

 

“ Kekekekekekee…….Kau tetap tak berubah, masih sama seperti dulu.”

 

Aku terkekeh pelan mendengar ucapannya. Sudah ku bilang bukan bahwa “ wanitaku “ ini beda dengan perempuan lainnya. Dia tak suka di rayu, di puji atau di manja. Gadis langka yang eksistensinya hampir punah dan perlu di lindungi jenisnya.

 

 

 

 

 

@ JEJU ISLAND

 

 

Hanya dua hari aku akan menikmati keindahan Jeju bersama Je Wo. Aku harus bisa memanfaatkan kebersamaan ini dengan baik . Aku sudah menyiapkan sebuah kejuta di malam terakhir kami berlibur di sini. Hanya  menunggu hari itu dan ku pastikan dia tidak akan menyesal kembali ke pelukannku.

 

Siang ini kami memutuskan untuk mengelilingi Pulau Jeju. Menikmati angin segar musim semi dengan bunga-bunga yang mulai bermekaran. Sesekali angin nakal itu menyentuh rambut panjang Je Wo. Menjadikannya terlihat seperti titisan Dewi-Dewi Yunani kuno.

 

Tautan kami tak pernah lepas sepanjang menyusuri bibir pantai. Kami bak remaja usia belasan tahun yang baru menikmati masa-masa pubertas. Seperti dua anak belia yang baru pertama kali mengecap manisnya cinta.

 

Dengan iseng aku mengerjainya. Mencipratkan air asin itu ke bagian depan tubuhnya hingga menyisakan sedikit basah di ujung dress yang ia kenakan. Dia seperti anak kecil yang selalu memonyongkan bibirnya saat dalam taraf tinggi tingat kejengkelannya. Baru hari ini aku melihat daun mapleku sedikit merajuk manja karena ulah jailku.

 

Bukannya merasa bersalah aku malah semakin menjadi jadi mengerjainya. Tanpa sepengetahuan Je Wo  ku raih tubuhnya dalam gendonganku. Membawanya lebih jauh lagi ke tengah pantai dan menjatuhkannya dalam genangan air yang sedikit dalam dari bibir pantai.

 

Setelah itu aku berlari meninggalkannya. See, dua tanduk andalannya sudah keluar dari tempat persembunyian. Shin Je Wo ku sudah kembali ke habitatnya. Aku amat sangat menyukai itu.

 

 

 

 

“ Tok…..tok….tok……”

 

“ Masuk…….”

 

“Sajangnim ini yang anda butuhkan, semua bukti mengarah pada dugaan anda selama ini.”

 

“ Terima kasih Ahjjusi, letakkan saja benda itu di atas meja.”

 

“ Ne…..Sajangnim. Kalau begitu saya permisi dulu.”

 

“ Ne, silahkan…..dan Ahjjusi tolong jangan katakan pada siapapun tentang semua ini. Aku akan menyelesaikannya sendiri.”

 

“ Ne, Sajangnim….Anda tidak usah khawatir semua rahasia ini saya pegang sampai mati. Saya permisi dulu.”

 

Kim Ahjjusi adalah kaki tangan dan orang kepercayaanku. Dia selalu membimbingku dari awal aku memegang perusahaan ini sampai sekarang.

 

Ku buka amplop besar berwarna cokelat itu. Menilik benda yang ada di dalamnya. Mengamati satu persatu melodrama apa yang sedang di jalani “ wanita “ku. Rahangku mengatup, membuat gigi atas dan bawahku saling bersentuhan. Emosi yang sudah ada di ubun-ubun seperti membakar tubuhku. Jadi ini yang kau lakukan di belakangku Shin Je Wo. Kau benar-benar ingin mati di tanganku, rupanya.

 

 

 

 

~~~@ LAST NIGHT in JEJU~~~

 

 

 

JE WO POV

 

 

“ Aku ingin bersamamu………”

 

Suara Kris mamasuki pendengaranku. Temaram lilin menerangi wajah kami berdua di tengah pelataran Restoran ini. Meja permukaam bulat di antara kami sudah terisi makanan yang siap di santap dan tentunya wine berkualitas terbaik. Ada perhiasan kuntum-kuntum bunga mawar putih yang tersebar di atas kain penutup meja berwarna cokelat.

 

Pandangan tajam Kris langsung terarah pada ke dua manik mataku. Ide makan malam di luar ini memang romantis. Namun nyatanya angin dingin yang menderu membuatku agak sedikit kedinginan. Dibawah meja, tanganku saling bertautan dan jari-jarinya saling meremas. Setengah karena kedinginan sisanya karena sebuah penawaran gila dari Kris memintaku untuk mengakhiri ikatanku dengan Kyuhyun.

 

“ Aku sungguh-sungguh ingin bersamamu Je “

 

Ada desir halus mengisi dadaku. Semua perempuan yang ada di posisiku pasti tak akan berpikir panjang untuk menerima lamaran Kris. Apalagi dengan sebuah makan malam di bawah bintang-bintang berpendar bersama wine berkualitas terbaik dan bunga bunga yang memancarkan harum wewangian.

 

Tapi aku di posisi yang sulit. Aku bukan seorang yang single yang bisa bebas menentukan jalan hidup. Aku seorang wanita bersuami. Aku sudah terikat.

 

Kris kembali menyunggingkan senyum untuk mencairkan keheningan yang muncul.Dia mengulurkan tangannya dan berharap aku akan menyambutnya, mataku mengekori tangan Kris. Ada bagian yang menyuruhku untuk meraih telapak tangan itu. Tapi sebagian yang lainnya memberontak memintaku tetap diam dan menolak tawaran Kris. Ini seperti sebuah pertarungan hidup dan matiku. Jadi, apa yang harus ku pilih.

 

 

 

 

TBC

 

 

 

~~~S esuai permintaanmu Je, Part ini full romance loe ama si Cina Singkek. Walau gw ngetik dengan hati tersayat-sayat karena udah nistain Kyu. Tapi tenang aja Bang, next part gw bikin bini loe sengsara dunia akhirat. Selamat menikmati suguhan penuh dosa ini~~~~~

 

 

Shin je wo note:

 

Hahahah ini adegan saya kece bgt sama Kris.. uwoooooo ciumannya amat sangat HOT. Yaelah eon.. aku sih bacanya rela2 ajah klo si kyu cerein aku. Wkwkwk itu ada beberapa kalimat yang aku tebelin, sumpah demi apa itu kalimat yg bisa bikin aku melayang. Kiyaaaaa co cweet amay sih itu abang china??

 

Tapi apa itu maksudnya mau nyikasa saya sengsara dunia akhirat?!! Ayolah! Selingkuh itu kagak di larang agama pan? *ditabok ulama* ck! Aku pikir ini udah langsung end. Berarti harus nunggu lagi nie?? Tapi eon… jangan buat aku entar ngemis2 sama si kyuhyun yeeee. Aku rada kagak rela!! Sumpah! Kekkekk

 

Okeh! My beloved readers.. selamat menikmati adegan nista saya sama laki kedua!!

 

Paii paiii

 

Shin je wo

 

99 thoughts on “[FF Project] POLARIS ROMANCE [ WE MEET AGAIN ]

  1. Yah oen, jgn slingkuh doooooong..
    Ksian kn bang kyu & hyunje.
    Jd trlupakan, g terurus.
    Huhuhuhu..
    Tar nyesel lhoh diakhirny.
    Wakakakakakakakaka

  2. yang selingkuh sih enak-enak aja tapi yang diselingkuhin yang gak enak noh kyu kasian banget jelas aku pilih kyu lah dibanding kris. ayo dong dilanjut lagi udah lama banget semenjak dipost sampe sekarang tapi belum ada lanjutannya juga udah nanggung penasaran

  3. D part 1 gak bsa coment krna gak tw knpa tulisany yg muncul cma sbelah,jd agak gak ngrti jalan critanya..jd ff yg crtanya je wo slingkuh ada dua ya..kesian kyunie ku..hu..hu

  4. Apa kurangnya kyu??
    Sumpah…hatiku sakit bgt lihat kyu di selingkuhin…
    Plis…jgn buat kyu nangis…*jiwa sparkyu membara*

  5. Je wo tega sekali kpd Kyu oppa dan Hyunje, wlpn i sebal dgn Kyu oppa tp setidaknya ingat Hyunje.. Kyu oppa hrs bertindak tegas dan sgr mengembalikan Je Wo ke jalan yg benar

  6. kmrn malem nangis sesenggukan gr2 baca affairblove ttg selungkuhan kyuhyun sekarang aku baca tentang selingkuhan je wo…bahhhhhhh ne couple penuh dengan adegan perselingkuhan. .hahaaaa…
    tapi keren lah keren!! kata2nyabitu lo..co cweeeeeeeeer bgt..titisan dewa yunani..bahhhhhhhh g bsa ngebayangin…hahaaaaa

  7. niee authourx beda yaa… qu pnsaran bgtz dgn crita nie.. gegara pngen bca ff yg ktax je wo berslingkuhh.. omg~~~ nie nmax mank bner2 slingkuhh… ohhww mris bgtz,, tpi ambil sisi positifx tiap mnusia pzti pux kslahan trbesar dlam hidupx.. n je wo lgi d uji dgn cinta pertamax?? *mgkin…
    ffx krenn… dpat bgtz feelx je wo,, scra gag lngsung qu jg prnah nglamin sprti nie.. hax sja wktu itu qu msih tunangan.. tpi qu ttep nyerah dgn slingkuhan qu.. n ttep mmlih tunangan qu yg skrg jdi suami ku.. okk knpa jdi ikutan curhat.. hahhaha

  8. astaga je wo selingkuh :O
    selingkuhannya lebih ganteng dr kyuhyun wkwkwkwk._.v
    tiati2 nanti malah jatuh ke lubang je saking ngikutin arus selingkuh sm kris.-.v
    baru baca ff ini sumpah -.-v

  9. Saya benci peselingkuh! Gak peduli jae woo,kyu atau siapapun. Kepercayaan wehhhh
    kyaaaa jambak rambut jae woo please ;(
    mian agak frontal tapi bener ini ff bikin reader esmos😦 kereeen

  10. Aq gak suka yg namany perselingkuhan siapapun itu. Aq udh baca ff ini kyu diselingkuhi je wo ma kris, ndk ff satunya mereka kyu je akhirnya balikan aq harap ndk sini gak😊

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s