[Drabble] REMORSE

Rintik hujuan yang cukup deras tengah mengguyur kota Seoul. Membuat pepohonan dan juga dedaunan mengalunkan lagu-lagu indah. Tapi tidak dengan sorang yeoja yang tengah duduk di depan jendela kamarnya. Ia menekuk kedua lutunya. Merebahkan kepalanya disana sambil menatap jendela yang mulai mengembun. Ia mendaratkan jari telunjuknya di jendela yang berembun itu. Menuliskan sebuah nama disana. Sebuah nama yang akhir-akhir ini hampir membuatnyagila. Helaan nafas gusar meluncur sempurna darinya seiiring telapak tangannya yang menyapu habis nama yang tadi sempat ia ukir disana.

Ia mulai memejamkan matanya erat. Mencoba mengingat kembali wajah seseorang yang memiliki nama yang sempat terukir pada jendela kaca itu. Dan sekelebat memori mulai memenuhi pikirannya.

“Berhentilah bersikap bodoh seperti ini. Apa kau tidak merasa sangat egois?”

 

“Jika aku egois maka kau cukup pergi meninggalkan ku”

 

“Cih.. aku muak mendengar kata itu dari mu”

 

“Lalu apa lagi yang kau tunggu? Sudah berapa kali aku menyuruh mu untuk pergi jika kau muak padaku”

 

“Inikah yang selalu kau mau? Menuruti setiap keinginan mu. Kau suruh pergi maka aku harus pergi. Kau suruh kembali makan aku harus kembali. Aku ini bukan boneka?!”

 

“KALAU BEGITU CEPATLAH ENYAH DARI HADAPANKU!”

Yeoja itu menggigit bibir bawahnya hingga menimbulkan rasa perih yang teramat sakit. Ia tidak peduli meskipun itu akan melukai bibirnya. Asalkan rasa sakit itu bisa menghilangkan rasa sakit pada hatinya, ia akan dengan senang hati melakukannya.

“Jangan putus asa. Kau bisa kembali mencobanya kan? Jika kau mau aku akan membantu mu”

 

“Tidak usah mengasihaniku”

 

“Aku bukan mengasihani mu. Tapi aku peduli padamu. Kau harus tau jika aku akan selalu ada untuk mu”

 

“Aku tidak perlu bantuan mu. Apa kau pikir kegagalan ku ini penyebabnya bukan karena kau?”

 

“Mwo? Aku?”

 

“Aku seperti ini karena kau! Karena kau selalu muncul dan merusak semua yang aku punya. Kau membuat aku mengenyampingkan segala hal dan memfokuskan segalanya padamu”

 

“Aku sama sekali tidak mengerti maksudmu”

 

“Putus. Aku ingin kita putus”

Buliran air mata mulai membasahi wajahnya. Isakan kecil tidak lagi mampu ia redam. Terlalu sakit rasanya jika harus kembali mengingat kenangan itu. Kenangan yang menciptakan sebuah sayatan pada hatinya dan itu di lakukan oleh dirinya sendiri.

“Kau mengkambing hitamkan aku atas kegagalan mu?”

“Ya!”

 

“Kesalahan apa yang aku lakukan padamu? Selama ini aku selalu menginginkan yang terbaik untuk mu. Bagaimana bisa kau mengatakan itu?”

 

“Cih.. omong kosong!”

 

“Tidak bisakah kita mencobanya dari awal. Aku.. sangat mencintai mu. Aku tidak ingin kehilangan dirimu”

 

“Sayangnya dari awal aku sama sekali tidak merasakan hal yang sama. Kau! Hanya aku jadikan sebagai mainan ku. Kau selalu menuruti apa yang ku mau. Sekali pun aku sudah berkali-kali mengusir mu. Jadi.. aku rasa aku sudah bosan dengan mu. Maaf!”

Kini isakan kecil itu berubah menjadi erangan kuat. Yeoja itu menangis tersedu disana. Berkali-kali menggigit punggung tangannya untuk sekedar meredam suaranya. Namun hal itu sia-sia. Rasa sakit itu sudah terlampau menggerogoti hatinya. Dan tidak akan mudah untuk di sembuhkan hanya dengan berjalannya waktu.

“Aku tau ini semua kesalahan ku. Aku terlalu tidak tau diri selalu mencintai mu meskipun kau sama sekali tidak mencintai ku. Kau benar! Aku memang harus pergi. Maaf telah membuat mu seperti ini. Tapi aku ingin kau tau, aku tidak pernah sekali pun ingin melihat kau gagal. Aku selalu ingin kau mendapatkan yang terbaik. Hubungan kita.. kita akhiri sampai disini. Katakan padaku jika kau membutuhkan bantuan ku. Aku masih ada untuk mu, sekali pun kau sudah membuat ku hancur dengan perkataan mu kemarin”

 

“Semoga kau mendapatkan pria yang jauh lebih baik dari ku. Seperti yang selalu kau impikan. Aku pergi, jaga dirimu”

Yeoja itu menyeka kedua pipinya pelan. Berjalan kearah meja riasnya. Meraih sebuah bingkai foto yang terpajang indah disana. Sebuah foto masa lalu dan kenangannya bersama seorang namja. Namja yang telah ia buang dengan sangat hina. Namun kini, disaat ia kembali menginginkan namja itu. Ia tidaklah bisa meraihnya lagi seperti dulu. Tidak bisa menarik dan membuang namja itu lagi sesuka hatinya.

Karena sekarang, namja itu bukanlah lagi miliknya. Bukan lagi boneka yang bisa menghiasi hidupnya seperti dulu. Dan yang lebih mengerikan baginya. Namja itu tidak lagi mencintainya. Sudah ada seorang yeoja yang berada disisinya. Yeoja yang mungkin saja lebih dalam segala hal darinya. Dan yang pasti mencintainya seperti dia mencintai yeoja itu.

“Kenapa harus sekarang? Kenapa disaat kau sudah tidak dapat kembali ku raih, perasaan itu baru muncul? Kenapa harus seperti ini?” sesalnya dalam.

Namun sebesar apapun penyesalannya. Boneka itu tidak lah lagi bisa ia raih. Kini yang tertinggal hanya kenangan dan penyesalan yang dalam baginya….

Remorse always comes to late

hahaha I miss someone right now …..
someone who has disappeared from my sight
hey you! I want you to know if at this point I really miss you

68 thoughts on “[Drabble] REMORSE

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s