Statistic

Aku mengetuk-ngetukkan jari ku pada kyeboard laptop di hadapan ku dengan bosan. Memandang layar monitor yang sangat membosankan itu. Yah.. entah kenapa akhir-akhir ini aku selalu merasa bosan dengan rutinitas kuliahku. Bahkan senin kemarin aku terpaksa berohong pada Omma kalau dosen hari itu tidak datang hingga akhirnya aku bisa bermalas-malasan di rumah. Bahkan hari ini, dosen berkepala botak yang mengajar di kelas Pemrograman Visual Basic sama sekali tidak aku hiraukan. Dia mengoceh panjang lebar menjelaskan bagaimana eksekusi Program itu terjadi dan bla bla bla. Intinya! Aku sedang tidak bernafsu untuk belajar. Aku lebih memilih menyumbat kedua telingaku dengan headset agar suara sumbang itu tidak memekak kan telinga ku.

Suara bel kampus yang menembus sumbatan di telingaku membuat senyuman lebar mereka pada bibir ini. “Selesai juga” gumam ku girang. Yeoja yang duduk disampingku segera menyikut lengan ku. “Yah. Dia belum keluar dari kelas. Kecilkan suara girang mu itu” bisik Soo sup Eonnie. Aku hanya tersenyum lebar padanya. Yahhh dia ini memang teman kuliah ku. Namun umurnya terpaut beberapa tahun dari ku dan teman-teman yang lain. Sehingga kami memanggilnya dengan sebutan Eonnie ataupun Noona.

“Cukup sampai disini pertemuan kita pada minggu ini. Minggu depan persiapkan diri kalian untuk mengikuti Quis sebelum UTS. Selamat siang”

“Ne.. sem!” jawab mereka serentak. Hanya mereka, karena aku sudah menyumpahi dia di dalam hati sejak tadi. Quis? Ayolah… sepertinya baru beberapa minggu yang lalu kami semua kembali dari libur panjang. Kenapa sudah mau ujian lagi??!

“Aku pulang lebih dulu Eon” pamitku pada Soo sup Eonnie.

“YAH JANGAN PULANG DULU!!!”

Kaki ku kembali terhenti saat mendengar suara teriakan namja yang sedikit keyeoja-yeojaan itu. Cih.. apa lagi yang ingin di sampaikan komisaris kelas kami ini? Dengan terpaksa aku kembali duduk dan memperhatikan dia yang sudah berdiri di depan kelas. “Ada pengumuman penting hari ini” ujarnya.

“Hari sabtu nanti. Seluruh kelas 3SIB2 harus ikut dalam rencana rekreasi yang kami buat”

Eh? Rekreasi? Ahhhh aku mencium ketidak beresan disini. Kalau namja-namja itu sudah membuat rencana, hasilnya pasti akan menyusahkan kami. “Rekseasi? Kemana?” tanya beberapa murid. Aku sama sekali belum berniat merespon ucapannya.

“Kebun binatang”

“MWO?!”

Apa dia sudah gila? Rekreasi? Ke kebun binatang? Untuk apa pergi menemui para spesies-spesiesnya?

“Yah! Kau mau menemui kembaran mu disana eo? Apa di kota ini semua tempat hiburan sudah tidak ada? Kenapa harus kebun binantang?” semburku. Dan di amini oleh seluruh teman-teman yeoja ku.

“Ck! Ini demi solidaritas pertemanan kita. Tidak boleh menolak. Kalian semua harus ikut. Cukup datang kesana tepat waktu saja. Karena masalah makanan dan yang lainnya. Itu adalah urusan kami” ucapnya singkat. Tepat, padat dan jelas. Kini seluruh isi kelas bersorak ria termasuk aku. Kenapa? Karena jarang sekali namja-namja itu mau mengeluarkan uangnya untuk kami.

“Arraseo… kami akan ikut kalau begitu. Bawa makanan yang banyak ne?” ujar ku.

“Yah Shin je wo. Makanan saja yang kau tau”

Aku terkekeh kuat dan kembali melanjutkan niat ku untuk keluar dari kelas ini. “Hahhh sabtu ini aku rasa cukup menyenangkan” gumam ku sendiri. Seringaian khas yang aku pelajari dari seseorang muncul ketika melihat sosok kecil berjalan didepan ku. Ku percepat jalan ku mendekatinya. Dan segera ku lingkarkan tangan ku pada lehernya. “So.. where are we going to day?” bisik ku padanya.

Yeoja yang bernama Choi je rim ini menatap malas padaku. Menepis lenganku yang melingkari lehernya. “Pulang! Memangnya kau mau kemana lagi? Karaoke? Nonton? Berbelanja dan menghabiskan uang sakumu minggu ini?” ujarnya panjang lebar. Aku terkekeh pelan dan mulai menyetarakan langkah kami. Menuruni satu persatu anak tangga yang terkadang membuatku kesal ketika aku terlambat datang. Hahaha dia sudah terlalu hapal dengan kebiasaan ku. Salah satunya menghabiskan uang saku ku selam seminggu sehingga Appa sering mengomel karena harus memberikan uang saku secara double padaku. Memangnya mau bagaimana lagi? Keperluanku sangat banyak.

“Annio.. aku hanya bercanda. Lagi pula aku ingin cepat-cepat pulang hari ini” ujarku dan di balas dengusan kesal darinya. Aku dan dia memang sudah sangat dekat. Bukan hanya dengannya saja memang. Ada ketiga teman ku lagi yang dekat dengan kami. Tapi aku tidak tau mereka dimana sekarang. Dan kalian tau? Aku paling menyukai teman ku yang satu ini. Dia selalu bisa di andalkan. Apalagi kalau aku belum selesai mengerjakan tugas. Choi je rim selalu ada di barisan pertama untuk membantu ku.

“Baiklah. Aku pulang lebih dulu. Annyeong!” pamitku.

“Cham!”

Aku yang tadinya saudah berjalan mendahuluinya. Kini kembali memutar tubuhku menghadapnya. “Wae?” tanyaku.

“Besok ada tugas”

“Tugas? Tugas apa?”

Dia menyeringai ngeri padaku. Cih.. aku sudah terlalu sering melihat seringaian seperti ini. bahkan lebih parah dari ini juga sudah ku lihat.

“Statistik”

“MWO?!”

Ya Tuhan! Apalagi ini? Tugas statistik? Besok? Kenapa aku tidak tau?

“Yah! Memangnya kita di beri tugas oleh si angka sepuluh itu?” tanya ku tidak percaya. Je rim mendelik ngeri padaku. Hahaha memangnya salah yang aku katakan? Wajah Dosen mata kuliah Statistik itu mirip dengan angka sepuluh. Aku tidak berbohong. Percayalah!

“Memangnya kau ada dimana saat ia memberikan tugas itu padamu?”

“Aku? Ada di kelas”

“Lalu kenapa kau tidak tau?”

“Aku memang di kelas. Tapi saat itu aku tertidur pulas”

“Yah!!”

“Wae? Jangan menyalahkan ku. Salahkan saja si angka sepuluh itu. Dia ingin melihatku mati muda karena mendengarkan penjelasannya yang sama sekali tidak ku mengerti”

Je rim menggelengkan kepalanya frustasi padaku. Hei! Ini saatnya mengeluarkan wajah Cinderella butuh Ibu peri padanya. “Je rim-ah..” panggil ku lembut.

“Shireo! Kau kerjakan sendiri” potongnya cepat dan segera meninggalkan ku.

“Yah! Choi je rim!!!” teriak ku kuat. Tidak ku pedulikan lagi tatapa membunuh dari orang-orang sekitarku. Mana aku peduli. Yang penting yeoja itu kembali berbalik padaku. Dan hei! Aku berhasil.

“Kenapa kau tidak meminta bantuan dari.. Kau-tau-siapa-nama-nya itu?”

Kedua mataku membulat saat ia kembali berusaha mengeluarkan mulut tajamnya. Dia memang sudah tau mengenai hubungan ku dengan Kau-tau-siapa-nama-nya. Hahaha aku memang melarang mereka-keempat temanku- untuk menyebutkan nama si bodoh itu disini. Ayolah… aku tidak ingin mati konyol ditangan Sparkyu.

“Bukannya dia ahli dalam bidang itu?”

****

“Pensil, penghapus, penggaris dan eum.. dimana dia?”

Aku mengitari pandanganku ke sekeliling meja. “Aha! Kalkulator” pekik ku.

Percaya atau tidak. Aku sedang mempersiapkan alat-alat tulisku untuk mengerjakan tugas statistik ini. sudah kuputuskan akan aku kerjakan sendiri soal-soal dari si angka sepuluh itu. “La la la la. Aku rasa ini tidak sulit” gumam ku ringan.

Aku mencoba membaca dengan teliti soal-soal yang ada di buku ku. Sesekali mengangguk ringan dan sesekali mengerutkan dahi. Ada lima soal. Satu soal memiliki anak yang juga harus di kerjakan dan selebihnya soal tunggal. Ternyata materi Frekwensi. Bukankah materi ini juga ada saat aku sekolah menengah atas dulu?

“Mengelompokkan Class dan mencari Frekwensinya? Itu saja? Cih.. apa sulitnya?”

Dengan bangga hati aku mengerjakan soal pertama dengan mudah tanpa kendala. Hohoho sepertinya aku akan membuat keempat yeoja itu ternganga besok. Tentu saja!

“Soal kedua!” pekik ku girang.

“Menghitung Class mark, Class boundries dan Class interval” gumam ku.

Eh? Class mark? Itu apa?

Keningku mulai berkerut menatap soal kedua ini. Aku tidak paham dengan soal yang ini. Bagaimana ini??

“Ah! Buku catatan ku”

Aku berlari-lari kecil memasuki kamarku. Membongkar susunan buku yang sama sekali tidak tersusun rapi. Kenapa? Karena menurutku, serapi apa aku membuatnya. Susunan itu akan kembali berantakan lagi nantinya. Jadi.. tidak ada gunanya bukan?

Setelah menemukannya. Aku kembali keruang Tv dimana aku mengerjakan tugas laknat itu. Aku benci metematika.

Ku buka lembar demi lembar buku catatan ku. Mencari materi yang sejenis dengan soal ini. Dan…

“Dapat!” seruku.

Dengan teliti aku membaca ulang catatan ku. Ternyata soalnya sama persis dengan contoh yang diberikan si angka sepuluh itu. Hahaha sekali lagi aku yakin akan membuat teman-teman ku menganga besok. Jadi hanya membagi dua  sama besar satu kelas? Hanya itu? Aku rasa anak kecil juga bisa mengerjakannya.

Class mark dan Class boundries dapat ku kerjakan dengan mudah. Yahh setidaknya ada kalkulator yang setia menemaniku kan? Ck! Hidup ini terlalu indah.. hahaha

“Oke! Sekarang Class interval” ku buka lembar selanjutnya pada catatanku. Dan seketika mataku melebar. Apa kalian tau? Halaman itu sangat bersih. Amat sangat bersih. Lebih tepatnya tidak ada satu catatan pun disana. “Wae? Kenapa tidak ada? Bagaimana aku mengerjakan soal selanjutnya?” gerutuku masih setia membolak-balik catatan ku. Kenapa catatannya hanya setengah? Kemana yang lainnya? Apa Dosen itu lupa memberi catatan selanjutnya?

“Atau mungkin… aku yang lupa mencatatnya?” gumam ku mengingat-ingat.

Rabu kemarin.. saat ia menjelaskan materi ini. Aku mencatat apa yang ia tulis di papan tulis. Lalu.. setelah itu.

“Ck! Aku lupa kalau aku tertidur di kelasnya. Haish… pantas saja catatan ku hanya setengah” sungutku.

“Sekali bodoh tetap saja bodoh”

Eh? Sepertinya ada suara?

Ku putar kepalaku kebelakang dan mendapati seorang namja telah duduk dengan nyaman di atas sofa. Ia melipat kedua kakinya keatas. Kedua tangan yang selalu setia menggenggam barang laknat yang bernama psp itu. “Yah! Sejak kapan kau ada disini?!” teriak ku terkejut. Aigo~ mengagetkan ku saja.

“Sejak kau dengan bangganya akan membuat keempat mulut teman mu ternganga melihat kebodohan mu besok”

“MWO?”

Benar-benar tamu tidak di undang. Merusak mood dan kebahagian ku saja. Kenapa dia bisa masuk keapartemen ku?

“Siapa yang mengijinkan mu masuk kesini? Kenapa tidak menekan bel dulu?” pertanyaan bodoh Shin je wo. Memangnya untuk apa dia menekan bel kalau dia sudah hapal di luar kepala Password apartemen mu. Seharusnya aku segera mengganti password yang baru, agar si bodoh ini tidak bisa masuk seenaknya.

Dia tidak merespon pertanyaan ku. Malah menyudahi permainnanya dan melirik kertas jawaban ku. Dengan cepat ku peluk kertas itu di dadaku. Menjauhkannya dari mata si Kyuhyun bodoh ini. “Mau apa kau?” desis ku tajam.

“Coba lihat jawaban mu” dia menyodorkan telapak tangannya kehadapan ku. Seperti pengemis saja. Hahaha.

“Tidak usah. Memangnya mau kau apakan kertas jawaban ku?”

“Aku ingin memeriksanya. Siapa tau saja jawaban mu salah. Kau itu kan sangat bodoh dalam berhitung”

“Mwo?!”

“Cepat berikan. Nanti ku bantu mengerjakan bagian mana yang sulit”

Eiyy sudah menghinaku, lalu berniat menjadi pahlawan untuk ku? Eo? Maaf saja Cho kyuhyun. Aku tidak butuh bantuan mu. Ku tepis tangan lebarnya yang masih mengacung kehadapan ku. “Shireo! Aku bisa mengerjakannya sendiri. Lagi pula aku tidak butuh bantuan dari mu. Lalu tadi kau bilang apa?” tanya ku tajam.

“Aku bodoh dalam berhitung? Yang bodoh itu kau. Lihat ya! 1+1=2. 2+2=4. Nah.. aku tidak bodoh kan?”

“Tidak! Tapi kau idiot”

Dengan tanpa rasa sungkan aku melayangkan penggaris ku kewajah tampan milik magnae Super Junior itu. Maaf aku ralat! Wajah setan, bukan wajah tampan. Untung saja dia menutupi wajahnya dengan bantal sofa. Kalau tidak dia pasti akan menambah koleksi goresan di wajahnya. Hemmm selain jerawat bodohnya itu.

“Selain bodoh ternyata kau sangat kriminal. Yah! Kau ingin merusak wajah ku?”

“Jika aku mau aku juga akan memutilasi mu”

Kami saling bertatap tajam sebelum dia yang mengalah membuang wajahnya kesamping. Ahhh rusak sudah nafsu besar ku untuk mengerjakan tugas ini. Dan itu karena dia!!

“Sudah sana pulang! Aku ingin belajar” usir ku. Jujur saja, mana bisa aku mengerjakan tugas ini kalau dia masih berada di delakang ku. Risih dan… serasa aku terlihat bodoh di matanya. Seperti yang kalian tau, dia itu sangat ahli dalam bidang ini. Walaupun aku sedikit meragukannya.

“Kalau mau belajar ya belajar saja. Aku tidak akan mengganggu mu”

“Tapi risih jika kau berada di belakang ku”

“Wae? Seperti ini kali pertama saja aku duduk di belakang mu. Bahkan kau saja sudah terlalu sering duduk di pangkuanku”

Kalau tadi penggaris, kali ini penghapus yang aku layangkan ke wajahnya. Setan mesum, untuk apa mengatakan hal vulgar seperti itu di hadapan ku. Walaupun itu benar setidaknya dia tidak perlu mengingatkan ku akan hal itu kan? Kekehan ringan darinya membuat aku menggembungkan pipi ku kesal. Ck! Rusak sudah hari ku. Baiklah Shin je wo, konsentrasi! Anggap saja dia tidak ada. Kau harus mengerjakan sisa soal yang tertinggal.

Dengan bersungguh-sungguh aku kembali fokus pada buku ini. Mencoba memahami maksud dari soal ini. Tapi jika di pikir-pikir, bagaimana aku bisa paham jika pengertiannya saja aku tidak tau. Sepertinya tidur di kelas saat Dosen menerangkan itu tidak baik. Kenapa aku baru tau?

“Kau bisa menggunakan internet untuk mengerjakannya. Kau pandangi hingga buku itu terbakar pun kau tetap tidak dapat mengerjakannya”

Aku kembali memutar kepalaku kebelakang. Dan si bodoh itu sudah kembali larut dengan psp-nya. “Kau bisa menutup mulut mu. Ikut campur pada masalah orang lain itu tidak baik” ucapku sinis.

“Aku tidak ikut campur pada masalah orang lain. Hanya memberikan solusi pada kekasihku saja” Bingo! Kalau sudah seperti ini aku tidak bisa berkutik lagi kan? Kenapa kata-kata kekasih itu terdengar sangat sensitif di telinga ku. Dan itu mempengaruhi wajah ku. Dengan malas aku melangkahkan kaki ku masuk kedalam kamar. Mengambil laptop ku dan mengikuti ajaran si bodoh itu. Sial! Kenapa harus dia yang aku dengarkan?!

“Cara mencarinya bagaimana?” tanyaku setelah cukup lama kebingungan mencari jawaban ini.

“Kau bilang tidak butuh bantuan ku. Kau kerjakan saja sendiri. Lagi pula aku sudah mau merepotkan diri memberi saran padamu Nona Shin. Kenapa kau menuntut hal lainnya padaku? Itu tidak baik” wajah miris yang sengaja ia buat-buat di hadapan ku itu. Kembali membuat aku mencari sesuatu untuk aku lemparkan kewajahnya. Sial! Hanya tinggal pensil dan kalkulator saja. Benda ini masih aku butuhkan. Sayang sekali jika harus mendarat di wajah bodohnya itu.

Baiklah! Aku bisa mengerjakannya sendiri.

5 menit.

10 menit.

15 menit.

20 menit.

Ku tatap datar kertas jawaban ku. Apa mukjizat itu memang ada? Bisakah seseorang menamparku sekarang??

“Se-le-sai?” gumam ku terbata. Benar ini sudah selesai? Kenapa cepat sekali?

Tunggu! Jangan terlalu percaya diri Shin je wo. Seumur hidup kau belum pernah mengerjakan soal matematika dengan benar. Mana mungkin kau bisa mengerjakannya dengan sempurna hari ini. Kau butuh seseorang untuk mengeceknya. Siapa tau saja jawaban mu ini salah semua. Tapi… siapa orang yang mau berniat baik mengecek jawaban ku ini.

Seringaian setan mulai terukir di bibir ku. Hohoho bukanya saat ini namja yang sok pintar itu sedang duduk manis di belakang ku? Sepertinya dia bisa diandalkan. Ku putar kepalaku kebelakang, tentu saja tidak lupa menyunggingkan senyuman termanis yang aku punya. “Cho kyuhyun…” panggilku manja.

“Aku merinding mendengarnya. Tidak usah merayuku” ucapnya datar. Aku mengumpat kesal dalam hati, jika bukan karena aku membutuhkan bantuannya. Aku juga tidak akan sudi bermanis-manis ria dengannya. Terkadang aku berpikir, benar kami ini pasangan kekasih? Tapi kenapa tidak ada manis-manisnya? Bahkan setiap bertemu pasti akan bertengkar. Anehnya kalian semua menyukainya bukan?? *Readers yang aneh!*

Aku beranjak mendekatinya. Menempatkan tubuhku duduk bersebelahan dengannya. Mencondongkan tubuhku lebih dekat dengannya. “Bantu aku ne?” rayu ku. Dia tidak bergeming dan masih sibuk dengan benda laknat itu. Ck! Bukankah aku lebih mempesona di bandingkan benda itu? Hahaha -_- menjijikkan.

“Ayolah.. aku tidak tau tugasku ini benar atau tidak. Jika salah aku bisa memperbaikinya Cho kyuhyun. Kau itu kan pintar. Tampan, baik hati dan…” kenapa rasanya perutku mual saat mengatakannya. Ini benar-benar fitnah!!

“Wae? Kau tidak sanggup memujiku lagi? Eo? Hanya seperti itu kemampuan mu dalam merayu? Kemana pujian-pujian menjijikkan yang selalu ku dengar saat kau melihat Kai menari? Lala decak kagum yang kau berikan saat mendengar Kris berbicara menggunakan bahasa Inggris. Hem?”

Apa hubungannya? Aku memuji mereka karena mereka memang pantas di puji. Lalu dia.. eum.. sepertinya cukup aku saja yang tau bagaimana caranya memuji ketampanannya. Karena apa? Karena itu bukan sesuatu untuk menjadi konsumsi public. Hahaha.

“Jika kau bisa merayu ku hingga aku tergoda. Maka akan ku periksa jawaban mu itu” aku memundurkan wajah ku kebelakang saat ia memajukan wajahnya kedepanku. Tunggu! Sepertinya ada aroma yang berbau mesum disini. Ck! Dia mau mencoba menantangku? Baiklah… akan aku ladeni kau bodoh.

Aku mendesis pelan sebelum mencoba tersenyum manis. Kau harus tergoda dengan ku Cho kyuhyun bodoh.

“Cho kyuhyun… akhir-akhir ini kau terlihat tampan. Kau tau saat kau mengupload foto mu yang sedang bertelanjang dada kemarin di Yunani? Woahh aku hampir meneteskan air liur saat melihatnya” bohong! Karena sejujurnya aku tertawa terpingkal-pingkal saat melihatnya. Kalian tau kenapa? Karena ekspresi wajahnya yang sama sekali tidak.. sexy. Hahaha wajahnya terlihat bodoh. Seharusnya jika berfoto seperti itu dia mengeluarkan ekspresi yang menggoda agar semua orang yang melihatnya akan berdecak kagum. Tapi? Senyuman anehnya itu telah berhasil membuat aku tertawa seharian.

“Aku tau! Sudah terlalu banyak orang yang mengatakan itu padaku. Dan kau adalah orang terakhir yang mengatakannya” jawabnya bangga. Benar! Itu karena mata mereka semua sedang rusak. Apa kalian termasuk dalam kategori itu? Aku harap tidak! Ck, sepertinya dia memang sangat berniat menang dari ku. Lihat saja! Aku tidak akan kalah.

“Kau tau tidak aku sangat menyukai mu?” Ya Tuhan. Maaf kan aku karena terlalu banyak berbohong hari ini.

“Apa lagi saat kau baru saja pulang dari liburan pribadimu di Spanyol” sindirku. Dia sangat kejam! Tidak mengajak ku berlibur saat itu. Padahal aku kan juga ingin ikut…..

“Wae?” tanyanya dengan wajah datar. Sudahlah! Aku tau sebenarnya kau ingin tertawa girang.

“Saat kau sedang menunggu jemputan mu di Bandara. Kau itu terlihat sangat tampan. Berjalan seorang diri disana dengan segala bawaan mu. Lalu duduk di bangku kayu itu sendirian seperti orang bodoh. Hem… tapi walaupun terlihat bodoh, kau sangat terlihat tampan dimata ku. Seperti seorang bocah yang sedang menunggu jemputan Omma-nya”

Benar! Saat aku melihat beberapa foto dan videonya, aku tidak henti-hentinya tersenyum.

“Tapi selain itu. Aku juga menyukai senyum innocent mu. Kau terlihat manis kalau tersenyum seperti itu. Seperti melihat senyuman seorang bocah yang menggemaskan. Lalu… jika fans-nya Donghae dan Eunhyuk Oppa menyukai mereka saat mengenakan kemeja putih. Maka aku sangat menyukaimu jika kau mengenakan kemeja hitam berlengan panjang yang kau gulung ke atas. Hahaha kau terlihat lebih dewasa disana”

Aku mulai mengingat video yang kulihat kemarin saat ia bernyanyi di Tainan International Music Festival. Walaupun saat itu wajahnya di penuhi keringat. Tapi tetap saja di terlihat sangat tampan. Walaupun aku tidak mengerti dengan lagu yang ia bawakan. Aku tetap menikmatinya. Lebih tepatnya menikmati lengan putihnya yang sangat terekspos. Uwoooo.

“Dan saat kau menyentuhkan lidahmu keatas bibir agar tidak terlalu kering. Itu juga salah satu bagian favoritku. Apalagi melihat bibir mu yang_”

Cham! Apa-apaan aku ini? Kenapa aku jadi curhat padanya? ku beranikan diriku melirik wajahnya dan dia?! Sudah tersenyum-senyum seperti orang gila. Matilah kau Shin je wo!! Huwaaaa mulut sialan. Bodoh! Kenapa aku mengatakan semua rahasiaku padanya??? Mau ditaruh dimana wajahku?!!

“Jadi.. selama ini kau sangat mengagumi ketampanan ku?” akh! Nada menggoda yang terdengar dari mulutnya ingin sekali aku lemparkan ke Antartika. Inilah alasannya kenapa aku tidak mau memujinya. Dia akan menjadi namja yang merasa paling sempurna di dunia. Tapi kalau tidak salah, seingatku! Percakapan yang terakhir kali aku katakan padanya adalah… bibir?! Bibir?! Omona~ kenapa aku mesum sekali???

“Nona Shin. Sepertinya kau berhasil menggodaku” bisiknya.

“M-mwo? Ji-jinja? Hahaha berarti kau harus… eum.. harus memeriksa kertas jawabanku. Igo!” ku sodorkan kertasku di hadapannya. Aku benar-benar gugup… huwaaa bagaimana ini??!!

Dia mengambil kertas itu dan membuangnya kebelakang. Yah! Apa dia tidak tau aku sudah mengerjakannya dengan susah payah?!! “Kenapa kau buang?! Kau harus memerik_” kedua mataku melebar saat ia mendekatkan wajahnya kehadapan ku. Membuat aku mau tidak mau memundurkan tubuhku kebelakang. Namja sialan ini terus saja mendekatiku hingga aku setengah berbaring di sudut sofa. Ya Tuhan…. Aku tidak bisa bernafas. “Y-yah! M-mau apa kau? Jangan macam-macam. Kau harus menepati janji mu” ucapku tajam. Demi apa-pun. Wajahnya yang saat ini amat sangat dekat dengan ku membuat nafas ku tercekat.

“Tidak perlu. Semua jawaban mu sudah benar”

“Mwo? Dari mana kau tau?”

“Aku selalu memperhatikan mu saat sedang mengerjakannya”

“Ne?! Jadi ka_”

“Sshut! Tutup saja mulutmu agar ini bisa selesai lebih cepat. Waktu ku terbuang sia-sia karena harus menemani mu belajar”

Aku mengernyitkan dahi bingung mendengarnya. Apa maksudnya? Tapi aku segera tau apa maksud pria mesum ini saat ia kembali memajukan tubuhnya padaku. Bibir ku….

FIN

Hahahaha

 

Maaf-maaf! Ini adalah hasil iseng-iseng aku di sela-sela ngerjain tugas Statistik tadi malam. Lagi enak-enaknya ngerjain tugas eh.. malah kepikiran bang evil *maaf rahma Eonnie.. panggilan kesayangan mu aku pakek bentar* bener! Disaat lagi runyam2nya ini otak ngerjain tugas yang sebenarnya mudah tapi amat sangat sulit bagi saya. Entah kenapa kepikiran kalau si Kyuhyun ada pasti itu tugas udah selsai.

 

Curhat dikit yaaa

 

AKU HAMPIR GILA ADA DUA MATERI BERBAU MATEMATIKA DI SEMESTER 3!!

 

*Hahhhh legaaaa*

 

Maaf kalau ceritanya garing. Sebenarnya ada beberapa cerita di bagian atas yang memang aku alami. Haghaghag dan sepertinya ending kali ini terlalu mesum. Em! Masalah kekaguman aku sama Kyuhyun diatas… baiklah! Aku jujur. Itu isi hati yang paling dalam.

 

Aku cengo sendiri waktu liat dia pakek kemeja hitam. Uwooo kece badaiiiii

 

Udah ah! Kagak mau banyak ngomong. Aku kan orangnya pendiam.

*duduk cantik*

 

Happy reading semua…

 

Shin je wo

88 thoughts on “Statistic

  1. Eiiiiiy pingin deh ngerjain tugas di belakangnya Kyu🙂

    Eonnie .. Aku mau nanya donk … PW gimna yah eon ?? Aku cari twitt eonn tp gak ada ..

  2. Ige mwoya eonni blng kmi readers yg aneh..*hiks ngis d pojokan..
    Eon fto kyu kren badai…ckck
    gmna nsib je wo apakh hbs d tngn kyu oppa😀

  3. Wkwkwkwk
    kyuhyun mahh pke apa” aja tetep pntes :* pke bju buat ke sawah aj juga pntes xD *piss
    FF nya ketjehhh :*
    knpa endingnya gk sekalian yadong aja .-. #kyaaaaaa

  4. oaaaa knp qcara mesumx g d lnjutin hihi *plak*
    aq lbh sk kyupa pke kaos item terlihat lbh gemuk….dan aq g nyangka knp kyupa ganteng bgt ketika pke topi dgn wajah cemberut aiggooo nemu jjoa…
    nah gt donk sekali2 je wo jujur …gpp donk muji namjax sendri hihi

  5. Ping-balik: Library | Shin Je Wo

  6. Waa apa itu yg trjadi, knpa terpotong. Bibir? Bibirnya knpa itu? Statistik pelajaran yg plg kubenci, dan akutansi, hampir mirip sma je wo hahaha tp kalo je wo galak , kalau mulut tjam nya sma kali ya, jadi ngerasa brdosa*ngm0ng apa sih. Yah wlwpun singkat tp brkesan.

  7. Gw balik lg jd mahasiswa gpp deh asal ngerjain tugas statistik di temenin kyuyun wkwkwkw abis ngerjain tugas dapet kissing wkwkwk duh mesum gw kumat

  8. Pas bngt bca ini w bru aja ngerjain statistika td, ugh ngebul otak gue ,,,, curhat
    ff’a keren jga, kren jga inspirasi’a statistika 👍

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s