Cho Hyunje Brithday

AUTHOR POV

06 SEPTEMBER 2012

08.00 am

 

Hyunje duduk manis di tempatnya menunggu Je wo memberikan semangkuk sereal padanya. Bocah itu mengayun-ayunkan kedua kakinya yang menggantung di bawah meja. Sebuah senyuman manis sedari tadi selalu menghiasi bibirnya. Sesekali bocah itu bersenandung kecil saat menopang dagu dengan sebelah tangannya. Seperti sedang melamunkan sesuatu yang sangat menarik baginya.

CHUP

“Pagi!”

“APPA!!”

 

Kyuhyun tertawa kuat melihat raut wajah anaknya yang terlihat kesal. Hyunje memang tidak terlalu suka jika terlalu dimanjakan. Terkadang hal itulah yang membuat Kyuhyun sedikit kesal padanya. Saat ia ingin memanjakan bocah itu, Hyunje akan lebih memilih bertanding Game dengannya dan tentu saja itu akan mereka lakukan. “Nyonya Cho! Mana sarapanku” teriak Kyuhyun. Je wo yang mendengar itu segera mempercepat kerjanya membuatkan 2 mangkuk sereal. Yeoja itu memberikan semangkuk kecil sereal untuk Kyuhyun dan semangkuk sereal besar untuk Hyunje. “Yah! Kenapa milikku sedikit sekali?” protes Kyuhyun.

“Serealnya tinggal sedikit. Aku lupa membelinya tadi malam” jawab Je wo yang menyambar roti dihadapannya kemudian duduk ditempatnya untuk menikmati roti itu. Je wo sama sekali tidak menyukai sereal. Dia akan lebih memilih memakan roti setiap hari dari pada harus memakan makanan yang berbentuk hampir mirip dengan bubur itu.

Kyuhyun melirik mangkuk milik Hyunje. “Lalu kenapa mangkuk Hyunje sangat besar? Kenapa tidak dibagi rata saja?” protesnya lagi.

Je wo menghentikan kunyahannya dan melirik kesal pada Kyuhyun. “Yang sedang dalam masa pertumbuhan itu anakmu Cho kyuhyun. Jadi mengalahlah sedikit. Lagi pula kau kan bisa membeli makanan diluar. Sudah beruntung aku mau membuatkan sarapan untukmu” ujarnya sebelum melanjutkan kembali rotinya.

Kyuhyun mendesis kesal melihat sikap istrinya. Terkadang ia merasa tidak diperdulikan jika sudah menyangkut tentang anaknya. “Appa! Kalau kau mau ambil saja milikku. Igeo” Hyunje mendorong mangkuk serealnya pada Kyuhyun. Namja itu mengerjap pelan seketika. Begitu juga dengan Je wo. Ia bahkan hampir tersedak saat meminum susu coklatnya. Suami istri itu saling bertatap bingung. Sejak kapan seorang Cho hyunje mau beramah tamah pada orang lain. Bukankah biasanya dia akan lebih memilih menertawakan Kyuhyun dan bahkan meledek Appanya itu.

“Hyunje-ah.. kau sedang tidak sakit kan?”

“Tidak”

“Jinja?”

Hyunje mengangguk polos dan tersenyum. Kemudian menarik mangkuk sereal milik Kyuhyun dan mulai memakannya. “Anni-anni. Kau makan punyamu saja” Kyuhyun mengembalikan mangkuk milik anaknya itu kemudian berdiri dan menarik tangan Je wo dan membawanya kearah dapur.

“Yah! Kenapa mengajakku kesini?” tanya Je wo kesal. Kyuhyun tidak menjawab, ia sibuk mengintip Hyunje dari balik dinding dapur. “Yah!” teriak Je wo.

“Haish! Diam dulu” ucap Kyuhyun yang menempelkan telapak tangannya di mulut istrinya. “Kau tidak merasa ada yang aneh dengan bocah itu?” tanya Kyuhyun dengan suara yang pelan. Je wo menatap Kyuhyun polos sebelum memiringkan kepalanya memperhatikan anaknya yang sedang menikmati sarapan paginya.

“Eum. Dia lebih… menjadi penurut pagi ini” gumam Je wo. Kyuhyun mengangguk setuju dan ikut mengintip Hyunje dari sana.

“Dia bahkan mau memberikan sereal miliknya padaku. Ini benar-benar mencurigakan” ujar Kyuhyun dengan nada yang sedang mencurigai.

****

 

11.00 am

 

“Ahjuma!!”

Hyunje berlari kecil kearah Ahra yang mengernyit bingung melihat keponakannya. Hari ini Je wo pergi menemui kedua mertuanya. Bocah itu memeluk kedua kaki Ahra yang saat itu dalam posisi berdiri. Noona dari Cho kyuhyun itu menatap Je wo dengan tatapan ada-apa dengan-anak-mu? Tentu saja ia shock! Selama ini Hyunje bahkan jarang sekali mau ia peluk tapi kali ini kenapa bocah itu yang tiba-tiba memeluknya? Namun Je wo hanya bisa mengangkat pelan kedua bahunya.

“Hei! Bocah tengil. Ada apa denganmu? Kenapa tiba-tiba kau berubah manis seperti ini?” tanya Ahra seperti menyelidik.

“Annio… Halmeoni mana?” tanya Hyunje.

“Ada didalam” jawab Ahra yang masih menatapnya curiga. Hyunje segera berlari masuk kedalam rumah kakek dan neneknya. “Benar dia anakmu?” tanya Ahra.

“Eonnie.. apa maksudmu? Tentu saja dia anakku”

“Tapi ada apa dengan sikapnya?”

“Mollayo~ sejak tadi pagi dia sudah bertingkah seperti itu”

Ahra masih menatap Je wo dengan tatapan bingung. “Eonnie. Kau sedang sibuk tidak?” tanya Je wo manis. Mendengar itu Ahra bergedik ngeri seketika.

“Wae?” tanya-nya ketus. Ahra semakin mendesis kesal melihat senyuman manis dari yeoja itu. Ia sudah tau kalau sebentar lagi adik iparnya pasti akan meminta sesuatu yang akan menyulitkannya. Bukankah itu adalah ciri khas dari keluarga mereka?

“Bantu aku menjaga Hyunje hari ini ne?”

“Mwo? Memangnya kau mau kemana?”

“Tidak kemana-mana. Aku hanya ingin membaca novel yang baru saja ku beli beberapa hari yang lalu”

Ahra menggeleng pelan pada Je wo. Dugaannya memang benar. Adik iparnya itu pasti akan meminta hal yang akan merepotkannya. “Kenapa tidak kau baca dirumah saja?” sungut Ahra.

Je wo menggeleng dengan mirisnya. “Tidak akan bisa. Jika aku membaca di malam hari, maka dongsaeng mu itu pasti akan menggangguku. Dia akan menggunakan segala macam cara agar aku tidak bisa membaca novel. Dan jika aku membacanya disiang hari, maka keponakanmu yang akan merecoki ku” jelasnya berapi-api. Ahra menahan tawanya yang hampir saja meledak mendengar aduan Je wo. Sebegitu mirisnyakah kehidupan yeoja itu hidup bersama manusia yang memiliki darah dari keluarga Cho? Batin Ahra.

***

“Ahujuma..” panggil Hyunje pada Ahra yang sedang menonton TV dengan posisi berbaring di atas sofa. Sedari tadi dia memang sedang menjaga Hyunje yang terlihat asik dengan psp-nya. Sedangkan Je wo? Yeoja itu sedang menikmati waktu bebasnya di kamar Kyuhyun dengan novel yang berada di kedua tangannya.

“Wae?” tanya Ahra malas. Hyunje meletakkan psp-nya dan beranjak mendekati Ahra. Dia duduk di lantai menghadap Ahjuma-nya.

“Aku sangat menyukai sepatu akhir-akhir ini. Bahkan aku sangat suka yang berwarna merah” ujar Hyunje pada Ahra. Mendengar itu Ahra hanya bergumam kecil dan kembali menikmati tontonannya. “Tapi warna putih juga lumayan. Terkesan bersih” sambung Hyunje.

“Arraseo..” jawab Ahra masih tidak memperdulikan.

“Kuning juga sangat unik Ahjuma” kini Ahra memutar kedua bola matanya menatap sosok bocah yang sedari tadi mengganggu konsentrasinya menonton dengan hal yang sama sekali tidak penting baginya.

“Yah! Aku ini bukan penjual sepatu. Jadi jangan mengatakan ini itu padaku mengenai warna favorit sepatu mu”

“Ck! Aku hanya memberi tau mu agar kau tidak salah pilih nanti”

“Mwo? Salah pilih mwoya?”

Hyunje menggeleng polos dan segera berlari masuk kedalam kamar Kyuhyun. Ia meloncat kuat keatas ranjang dan naik kepangkuan Je wo. “Haish! Kenapa kau kesini? Bukannya sedang bermain dengan Ahjuma?” rutuk Je wo kesal. Habis sudah waktu tenangnya jika bocah itu berada di dekatnya.

“Aku ingin bersama Omma” ucap Hyunje dan segera berbaring di samping Je wo. Yeoja itu mengernyitkan dahinya. Semakin merasa bingung melihat perubahan sikap Hyunje. Bukankah bocah itu selama ini selalu suka mengerjainya? Kenapa hari ini dia terlihat sangat penurut dan manis?

“Kenapa Omma diam saja? Sudah lanjutkan membacanya. Aku tidak akan mengganggu” ucapanya yang melihat Je wo sedang memperhatikannya dengan kening berkerut. Je wo semakin merasa ada yang aneh melihat anaknya. Ia tersenyum kaku pada Hyunje sebelum turun dari ranjang dan meraih ponselnya. Berjalan pelan keluar dari kamar.

“Ini benar-benar sangat aneh” gumamnya yang sibuk mengotak-atik ponselnya.

“Yeoboseo? Cho kyuhyun..” rengeknya pada namja yang baru saja ia hubungi.

“Waeo? Kenapa merengek seperti itu? Bukankah tadi malam aku baru saja memberikan uang cash padamu? Apa uangnya sudah habis? Aigo~ kenapa akhir-akhir ini kau boros sekali hah?”

Je wo melirik layar ponselnya kesal. Namja itu terus berbicara tanpa jeda. Padahal bukan itu yang ingin ia katakan. “Berhenti bicara atau malam ini kau akan menginap di drom mu!” ancam Je wo sadis. Terkadang suaminya memang selalu suka berbicara sembarangan dan membuatnya kesal.

“Ada hal yang lebih penting dari itu bodoh!”

“Apa?”

“Anakmu! Aku rasa kita harus segera membawanya kerumah sakit”

“Mwo? Hyunje sakit? Bukankah tadi pagi dia masih baik-baik saja?”

“Ck! Annio. Dia tidak sakit, tapi menurut ku jiwanya sedang terganggu seperti kau!”

Je wo menjauhkan ponsel itu dari telinganya ketika mendengar teriakan Kyuhyun. Ia mendesah pelan sebelum kembali mendekatkan ponsel itu ke telinganya. “Bisakah kau mendengarkan aku dulu? Kenapa dari tadi selalu menyela?” sungut Je wo kesal. Well, sebenarnya dia lah yang membuat Kyuhyun terus menyela ucapannya.

“Sikap bocah itu semakin membuatku merinding. Dia sangat manis dan penurut hari ini. Apa yang harus kulakukan?” dan kali ini lagi-lagi Cho kyuhyun semakin membuat Je wo ingin membuang ponselnya detik itu juga. Namja itu malah tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan istrinya.

“Aigo~ jadi bocah itu masih seperti itu juga? Yah! Dengarkan aku, awalnya aku memang sangat khawatir melihatnya seperti itu tadi pagi. Tapi setelah ku pikir-pikir itu sangat baik untuk kita”

“Apa maksud mu? Bicaralah yang jelas bodoh!”

“Hahaha setidaknya kita tidak perlu merasa kesal lagi melihat ulah nakalnya kan? Mungkin saja saat ini dia sedang menjalani proses pendewasaan diri Nyonya Cho..”

 

Je wo mengangakan mulutnya mendengar jawaban Kyuhyun. Ia sama sekali tidak habis pikir dengan jawaban suaminya. “Proses pendewasaan? Kau sudah gila? Mana ada bocah yang berumur 5 tahun menjalani proses pendewasaan. Haish! Tidak ada gunanya bicara padamu” Je wo segera mematikan panggilannya. Mengadu pada Kyuhyun memang bukanlah hal yang tepat. Mengingat kelakuan namja itu tidak jauh beda dari Hyunje. “Haruskah aku membawa mereka berdua ke psikiater?” gumamnya.

****

Je wo berdiri di depan cermin, memperhatikan setiap inchi permukaan wajahnya. Mencari sebuah pengganggu sekecil apapun disana. Yeah! Yeoja itu memang sangat anti pada jerawat, komedo dan semacam pengganggu lain pada wajahnya. Tapi walaupun begitu, dia bukanlah type yeoja yang menyukai benda-benda aneh yang dinamakan Cosmetik untuk menyentuh wajahnya. Ia hanya mamakai benda itu jika memang sedang perlu saja.

“Aigo~ bukankah jadwal datang bulanku masih lama? Kenapa jerawat sialan ini sudah ada di wajahku? Ck! Jinja..” sungutnya kesal. Ia menatap miris jerawat yang mengganggu pemandangan di wajahnya.

“Cish, hanya jerawat saja kenapa kau sampai sehisteris itu?” Je wo melirik garang dari cermin pada namja yang sedang duduk menyandar di dinding ranjang sambil berkutat dengan psp-nya.

“Sebaiknya kau jangan mencampuri urusan orang lain Tuan Cho” ucap Je wo sinis dan di balas kekehan ringan oleh Kyuhyun. Tidak perlu merasa terkejut dengan pasangan suami istri yang sedikit.. errr tidak waras mungkin? Karena memang seperti itulah cara mereka menyampaikan perasaan cinta. Terdengar gila bukan?

Kyuhyun meletakkan psp-nya ke atas meja yang berada di sebelah ranjangnya. Namja itu mulai memfokuskan pandangannya pada yeoja yang masih sibuk bergumam dan sedikit berdecak kesal karena jerawatnya. Terkadang tersenyum kecil melihat tingkah istrinya yang kekanakan. Membesarkan hal kecil yang tidak semestinya memanglah keahlian Shin je wo. Merasa sedang di perhatikan, Je wo melirik Kyuhyun dari cermin. Mengangkat sebelah alisnya saat melihat namja itu tersenyum padanya.

“Apa yang kau lihat? Sudah cepat tidur” ucapnya garang. Namun dibalas gelengan polos, plus senyuman bocah oleh suaminya, Kyuhyun menepuk-nepuk ranjang di sebelahnya. Je wo memutar kedua bola matanya malas, ia kembali menatap wajahnya di cermin, menepuk kedua pipinya pelan sebelum mulai naik keatas ranjangnya. Dan tentu saja disambut girang oleh namja yang sedang duduk manis disana.

“Jadi.. bisa kita mulai sekarang?” tanya Kyuhyun dengan nada menggoda. Namja itu bahkan sudah memposisikan tubuhnya di atas tubuh Je wo.

“Ck! Tidak bisa Cho kyuhyun” ucap Je wo berusaha mengelak.

Kyuhyun mengerutkan dahinya pada Je wo. “Wae?” tanya-nya pelan sambil mengusap lembut sudut bibir Je wo dengan ibu jarinya dan tentu saja itu dia lakukan untuk merobohkan pertahanan istrinya yang pasti akan menolaknya. Tapi Je wo yang sudah sangat hapal dengan setiap perlakuan Kyuhyun segera menepis tangan namja itu dari wajahnya.

“Aku sedang datang bulan” ucapnya asal.

Kyuhyun tersenyum tipis dan menyentil dahi Je wo pelan. “Memangnya siapa yang tadi mengatakan jika jadwal datang bulannya masih lama eo?” balas Kyuhyun. Je wo tersenyum lebar padanya. Sedikit menertawakan kebodohannya. Dia memang sudah terlalu sering menggunakan alasan itu.

“Tapi.. aku sedang lelah hari ini, besok saja bagaimana?” tanya Je wo mencoba bernegosiasi. Tapi di balas gelengan ringan oleh Kyuhyun.

Namja itu mulai menjelajahi jari-jarinya pada permukaan wajah istrinya. “Besok atau pun sekarang sama saja kan?” ucap Kyuhyun menggoda.

“Tentu saja ber_”

CHUP

“Yah!” pekik Je wo saat Kyuhyun mengecup bibirnya singkat. Ia mencoba mendorong tubuh Kyuhyun dari tubuhnya, namun sepertinya sia-sia saja. “Cho kyuhyun. Jika seperti ini, kau seperti namja yang sedang berusaha memperkosa seorang gadis” ucap Je wo sinis.

“Mwoya? Yah! Siapa yang ingin memperkosamu? Lagi pula kau lupa hah? Kau itu sudah bukan gadis lagi”

PLETAKK

“Berhenti berbicara hal yang vulgar di hadapanku”

“Kau yang memancingku mengatakannya”

“Kau bodoh!”

“Kau terlihat manis jika sedang marah”

“Menjijikkan!”

“Tapi kau menyukainya kan?”

Je wo tersenyum geli dengan perdebatannya dan Kyuhyun. Ia memukul pelan lengan suaminya yang juga sedang tersenyum sepertinya. Terkadang ia memang selalu tidak bisa marah jika Kyuhyun mulai mengeluarkan rayuan bodohnya. “Kau tau? Kau adalah satu-satunya yeoja teraneh diseluruh dunia. Semua yeoja pasti akan sangat senang jika suaminya bersikap romantis padanya. Tapi kau?” Kyuhyun berdecak-decak miris menatap Je wo.

“Lalu kenapa tidak kau nikahi saja yeoja-yeoja itu? Kenapa malah menikahiku?” tanya Je wo ringan.

“Kau lupa kalau aku sudah terlanjur di jodohkan denganmu?” tantang Kyuhyun mencoba memancing kekesalan Je wo.

“Ahh begitu? Jadi kau terpaksa menikahi ku Cho kyuhyun-sshi?” balas Je wo sengit.

“Begitulah” jawab Kyuhyun sambil mengusapkan telapak tangannya pada leher Je wo, namun dengan cepat di tepis oleh istrinya.

“Kalau begitu kenapa tidak kau cari saja lagi yeoja yang mau beromantis ria dengan mu? Song Victoria mungkin?” Kyuhyun mengulum senyumnya. Dia yakin kalau kekesalan Je wo mulai terpancing. Namja itu mengangguk pelan dengan ekspresi seserius mungkin. Semakin berniat untuk menggoda istrinya

”Yeah.. akan aku pikirkan” gumamnya ringan.

“Ck! Kau menyabalkan! Cepat menyingkir dari tubuhku”

“Hahaha kenapa kau kesal? Bukannya kau yang memancingku lebih dulu”

“Diam kau bodoh!”

BRAKKKKK

“Omma! App_  oops… mianhae”

Je wo dan Kyuhyun menoleh pada pintu kamar mereka yang tiba-tiba saja terbuka. Kedua mata mereka berdua melebar saat melihat Cho hyunje tersenyum lebar pada mereka. Dengan cepat Je wo mendorong tubuh Kyuhyun yang masih berada di atas tubuhnya. Menegakkan tubuhnya hingga terduduk dan tersenyum kaku. “K-kau, sedang apa?” tanya Je wo gugup. Wajahnya memanas menahan malu pada anaknya sendiri. Sesekali dia melirik Kyuhyun yang sudah menekuk wajahnya kesal.

“Yah! Ini sudah malam, cepat kembali kekamar mu” perintah Kyuhyun yang merasa terganggu. Padahal baru saja dia melakukan sedikit permainan kecil dengan istrinya. Tapi anak itu kembali mengganggunya.

“Hehehe mianhae. Aku hanya ingin mengucapkan selamat malam pada kalian” ucap Hyunje tersenyum manis. Je wo dan Kyuhyun kembali saling bertatap bingung. Terlebih saat Hyunje naik keatas ranjang mereka. Mencium pipi Je wo dan Kyuhyun bergantian. “Jaljayo Omma” ucapnya pelan.

Shin je wo tidak dapat menahan senyum-nya melihat sikap manis Hyunje malam ini. Ia membalas ciuman Hyunje dan memeluk bocah itu sebentar. “Jalja.. mimpi yang indah” Hyunje tersenyum lebar dan mengangguk patuh, ia melirik Kyuhyun sekilas hingga membuat Appa-nya terkekeh kecil.

“Kemari” panggil Kyuhyun.

“Aku tidak tau ada apa dengan sikap mu hari ini” ucap Kyuhyun setelah Hyunje berada di pangkuannya. “Tapi sikap mu sangat manis seharian ini. Dan sebagai balasannya. Besok Appa akan membelikan mu kaset game terbaru”

“Andwe! Kenapa harus kaset game?”

“Memangnya kenapa? Itu adalah benda yang paling diinginkan semua orang”

“Hanya kau Cho kyuhyun! bukan semua orang”

“Gumanhe-gumanhe” lerai Hyunje pada kedua orang tuanya. “Jangan berkelahi karena masalah kecil seperti ini.. lebih baik pikirkan saja apa yang akan kalian lakukan besok” ucapnya antusias.

“Besok?” tanya Kyuhyun tidak mengerti. Hyunje mengangguk ringan dan segera melompat turun dari ranjang. Berlari keluar kamar orang tuanya. “Aneh sekali dia” gumam Kyuhyun.

“Tapi dia sangat manis” sambung Je wo. Kyuhyun kembali menatap Je wo dengan tatapan nakal. Membuat yeoja itu melayangkan sebuah bantal kearah wajah namja itu. “Aku sudah lelah berdebat dengan mu. Sebaiknya kita tidur” ucapnya yang berniat tidur.

“Baiklah.. kita tidur!” ujar Kyuhyun penekanan. Tapi yang dilakukannya malah menarik selimut mereka dan segera menutup kedua tubuh mereka hingga Shin je wo tertawa geli dibuatnya.

*****

KRINGGGG KRINGGGGGG

Hyunje membuka kedua matanya dengan cepat. Segera duduk di atas ranjangnya dan menoleh pada sebuah alarm di samping tempat tidurnya. “Akhirnya tiba juga waktunya. Happy birthday Cho hyunje” ucapnya girang. Bocah itu segera meloncat dari ranjangnya. Meraih handuk birunya dan melesat cepat kedalam kamar mandi. Bibirnya tak henti-hentinya menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Pikirannya sudah mulai menjelajahi angan-angan tertinggi. Membayangakan Surprise Party apa yang akan di berikan oleh orang-orang terdekatnya nanti.

Setelah memakai pakaiannya, bocah itu segera berlari menuju ruang TV. Memusatkan pandangannya pada meja yang ada disana. “Eo? Tidak ada?” gumamnya dengan sedikit kekecewaan. Tapi setelah seperkian detik, senyumnya kembali tersungging. Ia berlari lagi menuju meja dapur. Menaiki sebuah kursi agar ia bisa melihat apa yang ada di atas meja dapur itu. Namun lagi-lagi ia kembali mendesah kecewa. “Kenapa sama sekali tidak ada?” gumamnya pelan.

“Haish! Aku bisa gila kalau seperti ini”

Hyunje memutar kepalanya kebelakang. Melihat Ommanya keluar dari kamar dengan tergesa-gesa. Bahkan ia masih menggunakan baju tidurnya yang terlihat sangat berantakan. “Pagi Omma!” sapa Hyunje girang.

“Pagi”

wajah bocah itu berubah murung saat Je wo hanya membalas sapaannya dengan singkat.

“Cham!” gumam Je wo, ia kembali memundurkan langkahnya dan  memperhatikan Hyunje. “Kau.. sudah mandi?” tanya Je wo. Hyunje mengangguk kuat sambil tersenyum. Sedikit berharap jika Ommanya menyadari sesuatu. “Ahh baguslah” desah Je wo lega.

“Nyonya Cho!! Dimana kaus kaki ku?!”

Anak dan Ibu itu serentak menoleh pada pintu kamar yang tertutup rapat. “Ck! Selalu saja merepotkan ku kalau sudah terlambat seperti ini” sungutnya. “Ada di lemari mu bodoh!” teriak Je wo. Yeoja itu kembali melanjutkan langkahnya menuju dapur untuk membuatkan sarapan pagi. Pagi ini sepertinya pasangan suami itu terlambat bangun.

Hyunje menatap punggung Ommanya lirih. Merasa sedikit kesal karena Ommanya tidak mengingat ulang tahunnya. Dia duduk di atas kursi dengan wajah datar. Masih sedikit berharap jika Cho kyuhyun mungkin akan mengingat hari ulang tahunnya. “Apa sarapannya sudah siap?” tanya Kyuhyun yang terlihat tergesa-gesa. Je wo menghampirinya dengan wajah yang sedikit kaku. “Eung.. aku lupa membeli susu Cho kyuhyun. Ottokaeh?” tanya-nya polos. Kyuhyun mendelik kesal mendengarnya.

“Yah! Kenapa kau bisa lupa? Lalu bagaimana dengan sarapan pagi ku? Haish kalau begini mana mungkin aku sempat sarapan pagi” gerutunya panjang lebar.

“Kenapa kau menyalahkan ku? Bukankah ini semua salahmu? Kau yang membuat aku bangun kesiangan. Jadi berhenti menyalahkan orang lain”

“Arraseo-arraseo. Aku makan diluar saja” ucapnya mengalah. Dia tidak akan bisa pergi dengan cepat jika melanjutkan perdebatannya dengan Je wo. “Aku pergi” Kyuhyun mengecup dahi Je wo singkat, kemudian mendekati Hyunje. “Appa pergi ne! Annyeong” ucapnya setelah mengacak pelan rambur Hyunje. Bocah itu semakin merasa kesal melihat kedua orang tuanya. Hilang sudah semua angan-angannya mengenai hari ulang tahunnya. Bahkan kedua orang tuanya saja tidak ingat sama sekali.

“Bagaimana jika kita juga makan diluar?” tawar Je wo padanya.

“Omma saja! Aku sedang tidak ingin makan” Hyunje turun dari kursinya denga lesu. Berjalan gontai memasuki kamarnya. Je wo yang melihat itu lagilagi merasa bingung.

“Kenapa sikapnya kembali seperti semula?” gumamnya.

****

“Benar kau tidak mau makan? Omma sudah memesan makanan kesukaan mu” bujuk Je wo pada Hyunje. Bocah itu telah mengurung dirinya sejak tadi pagi. Ia bahkan tidak mau memakan apapun yang di tawarkan Je wo padanya. Padahal ini sudah waktunya jam makan siang. Je wo mulai mencemaskan keadaan anaknya. Hyunje tidak pernah bersikap seperti ini sebelumnya.

“Hyunje-ya.. kau belum memakan apapun sejak tadi pagi. Bagaimana jika kau sakit?” bujuk Je wo lagi. Namun bocah itu masih saja tidak mau bicara. Ia bahkan tidak mau melakukan apapun. Ia hanya duduk meringkuk di sudut ranjangnya. Bahkan psp-nya pun tidak tersentuh seharian ini. Ia selalu menunduk dalam, lebih memilih meperhatikan kuku-kuku kakinya dari pada lawan bicaranya.

“Atau kau mau kita pergi makan siang bersama Appa? Eo?” Je wo kembali mendesah berat karena Hyunje tidak mau juga bicara. “Arraseo. Kau diam berarti Ya”

Mendengar itu Hyunje segera mengangkat kepalanya. “Shireo!!” bentaknya kuat. Je wo sangat terkejut mendengar bentakan Hyunje. Entah kenapa dia sangat yakin jika terjadi sesuatu pada anaknya. Ia menghembuskan nafas berat sebelum keluar dari kamar Hyunje. Membiarkan Hyunje menenangkan dirinya.

Je wo bergerak-gerak gelisah di tempatnya. Ia melirik pintu apartemennya dengan gelisah. Menunggu seseorang yang dipaksanya untuk pulang saking cemasnya melihat perubahan anaknya. Dan yeoja itu sedikit menghembuskan nafas lega saat melihat orang yang sejak tadi di tunggunya telah tiba.

“Waeo? Kenapa kau secemas ini?” tanya Kyuhyun yang segera mengampiri Je wo. Wajahnya turut cemas melihat raut wajah istrinya.

“Aku tidak tau apa yang terjadi dengannya hari ini. Tapi dia terlihat sangat aneh” ucap Je wo khawatir. Kyuhyun yang tidak mengerti maksud Je wo segera menarik yeoja itu kembali duduk. Mengusap pelan lengannya agar sedikit tenang.

“Bicaralah dengan perlahan. Siapa yang kau maksud sangat aneh hem?” tanya Kyuhyun lembut.

“Hyunje. Dia terus mengurung dirinya di kamar, Cho kyuhyun. Tidak mau melakukan apapun. Ia bahkan belum makan sejak tadi pagi. Dia tidak pernah seperti ini sebelumnya”

“Hyunje?” tanya Kyuhyun. Je wo mengangguk lemah padanya.

Setelah berbicara cukup lama. Akhirnya Kyuhyun memutuskan menemui bocah itu di kamarnya. “Appa boleh masuk?” tanya Kyuhyun pelan. Hyunje mengangkat kepalanya sejenak dan setelah itu kembali menunduk. Kyuhyun mendekati Hyunje. Duduk di pinggiran ranjang bocah yang masih enggan untuk menatap kearahnya. “Kata Omma.. kau tidak mau makan? Waeo?” tanyanya pelan.

Bocah itu masih diam dan sama sekali tidak bergeming. “Appa kau sedang ada masalah? Ayo ceritakan pada Appa” bujuk Kyuhyun lagi. Bocah itu melirik Kyuhyun dengan sinis sehingga namja itu melebarkan kedua matanya. Bocah itu belum pernah menatap dirinya penuh benci seperti saat ini.

“Eung.. atau mungkin. Kau ingin kita makan bersama? Kalau be_”

“Shireo!! Aku tidak mau makan bersama kalian!!”

Je wo yang mendengar itu dari luar, segera berlari menghampiri mereka berdua. “Waeo?” tanya-nya cemas. Kyuhyun menoleh padanya dan menggeleng pelan. Ia kembali menyuruh Je wo keluar dan yeoja itu menurut padanya.

“Kau lihat? Omma sangat mengkhawatirkan mu. Kau tidak kasihan padanya?” tanya Kyuhyun. Namun tetap saja di acuhkan oleh Hyunje.

“Arra.. kau sedang tidak ingin bicara saat ini. Tapi jika kau lapar, kau harus segera makan ne? Minta belikan apa saja yang kau inginkan pada Omma. Appa harus kembali bekerja” ucap Kyuhyun. Dia dapat mendengar desisan tertahan dari anaknya.

“Bagaimana? Apa dia mau makan? Aku buatkan sekarang ya?”

Kyuhyun menahan lengan Je wo yang berniat membuatkan makanan untuk Hyunje. Dia menatap lirih Je wo yang terlihat sangat mengkhawatirkan anaknya. “Dia belum ingin makan. Bahkan tidak merespon apapun yang aku katakan” ucapnya lemah dan menambah kecemasan istrinya.

“Lalu bagaimana? Dia bisa sakit kalau seperti itu seharian ini. Lalukan sesuatu Cho kyuhyun!” desak Je wo.

“Aku harus melakukan apa? Dia tidak mau makan untuk saat ini”

“Lalu kau akan membiarkannya begitu saja?! Kau tidak memikirkan kesehatannya? Ini sudah siang Cho kyuhyun, dan dia belum memakan apapun”

“Aku tau, tapi apa yang bisa kulakukan kalau dia tetap menolak untuk makan? Lagi pula aku harus kembali bekerja”

“Mwo?” geram Je wo, ia menatap tajam suaminya. “Mudah sekali kau mengatakan itu, apa pekerjaanmu itu jauh lebih penting dari pada dia? Kau sama sekali tidak mencemaskannya, eo?” pekiknya. Kecemasannya menguap menjadi emosi saat merasa Kyuhyun lebih mementingkan pekerjaannya di bandingkan anaknya sendiri.

“Bukan seperti itu maksudku, aku hanya_”

“Baiklah, sekarang kau bisa pergi melanjutkan segala pekerjaan mu. Tidak usah memperdulikannya lagi” usir Je wo, ia berniat meninggalkan Kyuhyun yang masih berdiri di depan pintu kamar Hyunje. Namun Kyuhyun kembali menahan lengannya.

“Aku tidak bermaksud seperti itu” lirihnya, “Aku juga mencemaskannya, hanya saja kau tau bagaimana pekerjaan ku kan?” bujuknya, Je wo masih belum bergeming dan membuat Kyuhyun mendesah gusar. Ia tau bagaiamana kerasnya hati yeoja itu, apalagi kini menyangkut anak kesayangannya.

“Nyonya Cho..” panggilnya lembut. “Baiklah, aku akan menelpon manager Hyung dulu, mungkin saja dia bisa mengcancel beberapa jadwalku agar aku bisa membujuk Hyunje” Kyuhyun merogoh saku celananya, berniat menghubungi managernya untuk meminta ijin.

“Tidak usah” ucap Je wo pelan, “Kau kembali saja bekerja. Maaf, aku terbawa emosi tadi” ia menatap Kyuhyun sayu, beribu perasaan tak tenang tampak dalam mata indah itu. Mungkin saja selama ini ia tampak sangat kesal dengan segala kenakalan anaknya, namun sejujurnya dialah satu-satunya orang yang akan merasa terluka jika melihat anaknya seperti itu.

“Gwencanha, aku tau kau sedang mencemaskannya. Aku juga sama sepertimu, aku berjanji akan pulang secepatnya malam ini. kau cobalah lagi membujuknya agar ia mau makan, nanti aku akan menghubungi Omma dan Ahra Noona untuk membantumu”

Je wo mengangguk lemah, meskipun tidak terlalu suka dengan usul Cho kyuhyun, karena baginya kehadiran pria itulah yang paling membantu saat ini. Kyuhyun memeluk istrinya sebentar, kemudian mengecup lembut ujung kepalanya. “Semua akan baik-baik saja, percayalah” bisiknya.

****

“Bukankah kemarin dia masih baik-baik saja? Kenapa tiba-tiba jadi seperti ini?” tanya Ahra tidak mengerti, saat ia dan kedua orang tuanya mencoba membujuk Hyunje, Bocah itu malah membentak mereka dengan kuat. Menatap ketiga orang yang lebih tua darinya itu dengan tatapan sinis.

Je wo kembali mendesah frustasi, ini sudah pukul lima sore dan anaknya masih juga belum mau memakan apapun, perasaannya semakin cemas tak karuan. “Mollayo Eonnie, aku sudah tidak tau lagi harus melakukan apa padanya” ujarnya pasrah.

“Kalian pasti melakukan sesuatu yang membuat dia seperti itu, aku benar-benar tidak habis pikir dengan kalian berdua” ujar  Cho Yeung Hwan dengan intonasi sedikit meninggi. Ia melepas kaca mata bening yang sedari tadi menemaninya. “Aku selama ini memang selalu khawatir dengan cara kalian mendidik Hyunje, kalian berdua terlalu bebas berbicara tanpa aturan dihadapannya, jadi seperti inilah akhirnya” ucapnya panjang lebar.

“Bukan seperti itu, Abeonim” kilah Je wo dengan suara pelan.

“Lalu seperti apa? Anak itu masih sangat muda dan sudah biasa mengucapkan kata-kata yang tidak seharusnya ia katakan, bahkan saat ini, ia sangat berani membentak orang tuanya. Sebenarnya apa yang selama ini kalian ajarkan padanya?”

“Appa!” tegur Ahra, ia menatap kesal pada Ayahnya yang semakin memperburuk keadaan.

“Yeobo-ya, kau ini bicara apa, eo? Kenapa malah menyalahkan menantu” sambung Kim hana.

“Aku bukannya menyalahkan, tapi memang itulah yang kulihat dengan mata kepalaku sendiri. Mau jadi apa nantinya anak itu jika terus dibesarkan dengan cara yang salah seperti yang mereka ajarkan”

“Kami tidak pernah mengajarkan sesuatu yang menyalahi aturan pada Hyunje”

Semua orang yang berada di ruang televisi itu, sontak menoleh pada Kyuhyun yang entah sejak kapan berdiri tak jauh dari sana. Pria itu menatap marah pada Ayahnya, merasa tidak suka dengan kalimat yang baru saja dilontarkan Ayahnya. Apalagi mendengar jika istrinya disalahkan, itu adalah hal yang palig tidak disukai oleh pria itu.

“Cukup kami berdua saja yang mengerti bagaimana cara membesarkannya. Hyunje anak kami dan hanya kami yang paling mengerti dirinya. Jadi Appa tidak perlu terlalu ikut campur dalam masalah ini”

“Cho kyuhyun” desis Je wo, ia melirik Ayah mertuanya yang tampak memperlihatkan wajah tak sukanya pada ucapan Kyuhyun.

“Je wo sudah cukup cemas memikirkan masalah Hyunje, jadi jangan menambah pikirannya saat ini. Aku menyuruh kalian datang kesini agar bisa menemaninya dan membantunya membujuk Hyunje. Bukan malah memojokkannya dengan segala tuduhan yang tidak-tidak seperti itu” geram Kyuhyun.

“Yah! Kenapa kau jadi ikut marah seperti Appa? Heish, aku benar-benar tidak tahan lagi melihat tingkah kalian berdua. Omma, kita pulang saja. Dan kau Je wo-ya, masuklah kekamarmu dan biarkan kedua pria ini berkelahi sepuas hati. Membuang waktu saja” perintah Ahra, yeoja itu memang selalu kesal setiap kali melihat Ayah dan Dongsaengnya mulai beradu mulut.

“Sudahlah, yeobo-ya. Sebaiknya kita pulang, kau ini semakin membuat mereka pusing saja” omel Kim hana pada suaminya. Cho Yeung Hwan mendesis pelan sembari menatap tajam anaknya, akhirnya lebih memilih meninggalkan apartement itu dari pada harus kembali berdebat dengan anaknya.

“Kau seharusnya tidak bicara sekasar itu pada Abeonim” tegur Je wo pelan.

“Biar saja, aku sangat benci melihat orang seperti itu. Appa sama sekali tidak tau bagaimana keluarga kita tapi kenapa bisa mengambil kesimpulan seperti itu? Memangnya hal buruk apa yang aku ajarkan pada anakku sehingga dia bisa mengatakan ucapan seperti itu? Aku bahkan jauh lebih baik dari pada dia, setidaknya aku tidak pernah memaksakan kehendakku pada Hyunje, tidak seperti dia” ucapnya emosi. Ingatannya mengenai beberapa tahun yang lalu kembali muncul, bagaimana kerasnya Appanya memaksa Kyuhyun untuk mendalami bidang pengacara sebagai tujuan hidupnya. Sayangnya, Kyuhyun bukanlah type pria yang mau menurut kehendak orang tuanya begitu saja.

****

Je wo sama sekali tidak dapat memejamkan matanya, sedari tadi ia telah mencoba menutup matanya rapat-rapat agar dapat tertidur. Namun sayangnya, ucapan Ayah mertuanya selalu menghantui dirinya, ucapan itu seakan terasa benar olehnya, ia merasa mungkin sikap aneh Hyunje saat ini dikarenakan kesalahannya mendidik anak itu.

Je wo menoleh kebelakang punggungnya, mendapati suaminya yang ternyata belum juga tertidur, Kyuhyun hanya menerawang pada langit-langit kamarnya, sebelah tangannya ia jadikan sebagai alas kepalanya. Ia sama dengan Je wo, memikirkan apa yang sebenarnya terjadi pada anaknya.

“Belum tidur?” tanya Je wo sembari menghadap kearah Kyuhyun, pria itu menoleh padanya dan tersenyum tipis, menggeleng pelan kemudian memiringkan tubuhnya menghadap pada Je wo.

“Kenapa kau juga belum tidur?” tanya Kyuhyun.

“Aku memikirkan Hyunje” gumam Je wo yang diselingi desahan gusarnya. “Cho kyuhyun, aku rasa… Abeonim memang benar” sambungnya lagi.

“Cara kita mendidik Hyunje memang salah, selama ini kita terlalu bebas bertengkar dihadapannya, saling membentak dan bahkan tidak jarang dia melihat aku menendangmu. Meskipun saat itu kita hanya bercanda tapi tetap saja itu seharusnya tidak boleh ia lihat” jelasnya.

Kyuhyun menggeleng tidak setuju dengan apa yang baru saja diucapkan istrinya, ia mengusap wajah Je wo lembut sembari tersenyum kecil. “Dengar, hal seperti itu sama sekali tidak masalah untuk Hyunje, selama ini dia masih baik-baik saja bukan? Apa kau baru satu dua hari membesarkannya? Kenapa harus merasa terusik dengan ucapan Appa sore ini?”

“Kita orang tuanya, maka kita yang lebih tau mana yang baik dan mana yang buruk untuknya. Ku akui, mungkin Hyunje memang sedikit berbeda dari anak yang seumuran dengannya, Hyunje terbilang lebih cerdas dan cepat tanggap pada hal disekelilingnya. Tapi itu bukanlah masalah, melainkan sebuah keberuntungan yang ia dapatkan dari tuhan. Dan kita, sebagai orang tuanya harus mensyukuri itu”

Je wo terpaku mendengar penjelasan dari suaminya, bisa dibilang ini pertama kalinya Kyuhyun mengucapkan sesuatu yang paling berkesan selama menjadi seorang Ayah. “Tuan Cho” panggilnya.

“Eung?”

“Aku mencintaimu” ucapnya sembari tersenyum lebar. “Yah! Bagaimana bisa kau mengatakan kata-kata yang  cukup sulit bagimu seperti itu? Kau belajar dari siapa? Woah… tidak kusangka kau bisa mengatakan hal-hal yang berguna seperti itu” puji Je wo.

Kyuhyun mengerang kesal sembari memukul pelan kepala istrinya, “Aku sudah sangat mencemaskanmu tapi kau malah bercanda seperti itu, heish! Kau dan Hyunje sama saja, seharian ini aku bahkan tidak dapat melakukan apapun dengan benar saking cemasnya pada kalian berdua” keluhnya.

Je wo hanya tersenyum polos menanggapinya, “Tapi, bagaimanapun besok kita harus membuat Hyunje agar mau memakan sesuatu, aku khawatir kesehatannya memburuk” sambung Kyuhyun.

“Ne, kau benar. Hah… entah apa yang terjadi pada anak itu, bahkan dia masih terlihat baik-baik saja kemarin, malah sikapnya sangat manis pada kita” ujar Je wo, ia merapatkan dirinya pada Kyuhyun dan melingkarkan kedua tangannya pada pinggang suaminya.

“Eum” gumam Kyuhyun, “Aku masih ingat kemarin malam, saat ia mengucapkan selamat malam pada kita. Dia tampak sangat baik. Bahkan aku sempat menjanjikannya sebuah kaset game terbaru karena sikap penurutnya seharian itu” keduanya tampak larut dalam pikiran masing-masing, memikirkan apa yang sebenarnya terjadi pada Hyunje. “Apa dia marah karena aku lupa membelikannya kaset game itu?” gumam Kyuhyun lagi.

“Aku rasa bukan itu, dia tidak pernah marah jika kau lupa membelikannya sesuatu yang sudah kau janjikan, kecuali itu hadiah ulang tahunnya” sanggah Je wo.

“Benar, lagi pula bukankah ulang tahunnya masih_” ucapan Kyuhyun terhenti begitu saja saat menyadari sesuatu. “Nyonya Cho” panggilnya ragu.

“Hem?”

“Ini tanggal berapa?”

“7”

“Bulan?”

“September”

Je wo menatap wajah Kyuhyun tidak mengerti, namun segera menyadari apa yang membuat wajah Kyuhyun setegang itu. “Tidak mungkin” gumamnya bersamaan dengan Kyuhyun. Keduanya segera meloncat dari atas ranjang, meraih kelander yang tergeletak indah di atas meja. Menatap shock pada sebuah tanggal yang terdapat lingkaran merah disekelilingnya.

“Hari ini.. hari ulang tahunnya?”

“Dan kita melupakan hari penting itu”

Je wo dan Kyuhyun bertatapan satu sala lain. “Kyaaaa bagaimana ini?!!” teriak mereka.

****

“Bagianmu adalah Oppadeul, keluargamu, Hye kyung dan juga Eunjin” perintah Je wo pada Kyuhyun.

“Lalu kau?” tanya Kyuhyun bingung.

“Karena kita sudah melupakan hari penting bagi Hyunje, aku rasa kali ini kejutan ulang tahunnya harus lebih fanfstic dari sebelumnya, jadi..” ucapnya mengantung, ia tersenyum lebar pada Kyuhyun dan membuat pria itu menatap curiga padanya.

“Aku rasa mengundang member EXO sama sekali tidak buruk”

“YAH!!” bentak Kyuhyun. Ia menggigit bibirnya kesal pada Je wo, dengan mudahnya yeoja itu menyuruhnya untuk menghubungi beberapa orang yang akan mereka undang dalam pesta kejutan untuk Hyunje, sementara Je wo lebih memilih menguhubungi pria-pria yang paling menyebalkan bagi Cho kyuhyun. “Hyunje sama sekali tidak mengenal mereka, jadi tidak perlu diundang! Awas saja jika aku melihat batang hidung Kai besok pagi” ancam Kyuhyun, mengingat sifat nekat istrinya.

“Kalau Kris?” tanya Je wo pelan.

Dan Kyuhyun kembali menatap tajam padanya. “Dia sedang berada di China, Bodoh! Mana mungkin dia akan datang” timpalnya geram.

“Eo? Tapi aku dengar beberapa hari yang lalu dia sedang berada di korea untuk sebuah kegiatan_”

“Nyonya Cho…” desis Kyuhyun emosi. “Jika kau berani membawa satu orang saja dari pria-pria ingusan itu, maka hari ulang tahun anakmu akan berubah menjadi hari pemakan bagi pria itu” ancamnya sadis.

“Cih, arraseo! Kau menyebalkan sekali” rutuk Je wo.

****

Cho hyunje menggosok kedua matanya, merasa tenggorokannya mengering dan butuh dialiri beberapa tegukan air. Bocah itu melirik jam dinding yang menunjukkan pukul 6 pagi. Dengan langkah gontai ia turun dari ranjangnya, menarik konp pintu dan seketika terkesiap dengan apa yang ia lihat.

“Saengil Chukkae!!”

Kedua mata yang masih enggan untuk terbuka sempurna itu mengerjap pelan, matanya menyusuri barisan rapi yang berjejer dihadapannya. Dimulai dari member Super Junior, Kakek, Nenek dan Ahjumanya. Kemudian Song victoria yang tampak sedikit berdiri oleng karena kedua yeoja yang berada disampingnya sengaja menolak-nolaknya, Shin hye kyung dan Choi eunjin, awalnya tempat itu adalah tempat incaran mereka, namun sayangnya pasangan suami istri itu lebih memilih Victoria yang berada disana.

“I-ige mwoya?” gumamnya kaku.

saeng il chuk ha ham ni da

saeng il chuk ha ham ni da

sarang ha neun uri Hyunje

saeng il chuk ha ham ni da

barisan itu membelah menjadi dua bagian saat Kyuhyun dan Je wo menyanyikan lagu ulang tahun untuk bocah itu sembari membawa sebuah Cake ulang tahun untuknya.

“Hyunje-ya, saengil Chukkae. Mianhae, Omma dan Appa sedikit melupakan hari ulang tahunmu. Err.. kami sedikit sibuk akhir-akhir ini” kilah Kyuhyun.

“Gotjimal” desis Ahra yang saat itu juga segera mendapat tatapn tajam dari Dongsaengnya.

Sementara itu, bocah yang masih berdiri kaku ditempatnya masih belum bereaksi. Ia menatap kedua orang tuanya tanpa ekspresi apapun hingga membuat orang-orang yang memperhatikannya merasa bingung.

“Hyunje-ya, kenapa kau masih diam saja? Cepat tiup lilinnya, setelah itu berikan aku potongan kue pertama” ujar Eunhyuk tak sabar.

“Heish, monyet gunung kau rakus sekali” timpal kangin.

Kyuhyun dan Je wo masih menunggu reaksi Hyunje, saling bertatap aneh saat bocah itu belum juga tampak bereaksi. Akhirnya Je wo dan Kyuhyun memutuskan mendekatinya, mensejajarkan tubuh mereka pada Hyunje. “Waeo? Kau tidak menyukai pesta kejutan yang kami berikan?” tanya Je wo lembut.

Hyunje menggeleng pelan, namun kedua matanya tampak berkaca-kaca.

“Aku_ aku, huweeeeeee” Hyunje menangis kuat dihadapan kedua orang tuanya, membuat Je wo dan Kyuhyun semakin kebingungan.

“Omo? Kenapa dia menangis?” tanya Hye kyung.

“Yah, kenapa menangis? Eo? Kau marah pada kami?” tanya Kyuhyun lembut. Hyunje mengangguk kuat dan menatap Kyuhyun garang.

“Ne! Kalian semua menyebalkan! Kenapa bisa melupakan hari ulang tahunku?! Padahal aku sudah bersikap manis sebelum hari ulang tahun ku tiba. Huwaaa kalian semua memang bodoh!” teriak Hyunje kesal.

Je wo tersenyum simpul dan memeluk Hyunje, mengecupi kepala bocah itu. Rasanya dia begitu merindukan teriakan anaknya yang merengek-rengek seperti itu. “Mianhae, lain kali Omma tidak akan melupakannya. Yaksokhae” ucapnya pelan.

Hyunje mengangguk ditengah sesenggukannya, ia melepaskan pelukan Je wo dan menatap Kyuhyun dnegan tatapan membunuh. “Ini semua karena Appa kan?” tuduhnya.

“M-mwo?”

“Kalau bukan karena Appa yang membuat Omma bangun kesiangan, Omma pasti tidak akan melupakan hari ulang tahunku” sambungnya yang membuat semua orang yang mendengarnya terkejut.

“Ba-bangun kesiangan?” tanya mereka serentak.

“Eum” angguk Hyunje. “Entah apa yang mereka lakukan dimalam hari hingga terlambat bangun, aku sempat masuk kedalam kamar mereka dan melihat Appa sedang menin_ mfhh bhfh”

Dengan cepat Kyuhyun segera membekap mulut tajam Hyunje, ia dan Je wo tersenyum simpul pada orang-orang yang menatap shock pada mereka berdua. “Hahaha dia hanya bercanda” kilah Kyuhyun.

“Memangnya.. apa yang kalian lakukan hingga terlambat bangun pagi?” tanya Ryeowook polos.

Semua orang menepuk dahinya masing-masing menanggapi kepolosan pria bertubuh kecil itu. “Oppa, nanti kau akan tau jika sudah menikahi Hye kyung”  ujar Eunjin.

“Yah! Kenapa membawa-bawa ku?” sungut Hye kyung tidak terima.

****

“Hyunje-ya, apa Cakenya enak? Mianhae, Ahujussi hanya mampu membuat cake seperti itu untuk mu, Appamu baru menelponku jam 3 pagi dan menyuruhku membuatkan cake untukmu. Jadi.. hanya cake seperti itu saja yang dapat Ahjussi buat” ucap Ryeowook  sembari menggaruk belakang kepalanya.

“Mwo? Ini Ahjussi yang buat? Woah.. Daebak! Ini bahkan sangat enak Ahjussi” puji Hyunje yang menikmati cake ulang tauhunnya tanpa bantuan Eunhyuk yang menatapnya kesal. Pria itu sama sekali tidak ia ijinkan untuk menyentuh cake miliknya. Dan hal itu membuat semua orang yang diundang oleh Je wo dan Kyuhyun menertawakan sikap kekanakan Eunhyuk.

“Cih.. pandai sekali kau memuji” sindir Kyuhyun.

“Ck, tidak usah ikut campur Appa” balas Hyunje garang, ia masih sangat kesal pada Kyuhyun.

“Kau ingin makan apa lagi setelah ini?” tanya Je wo, ia mengelap sisi-sisi wajah Hyunje yang penuh dengan kream cake itu dengan tissue basah. “Kau pasti sangat lapar, iya kan? Seharian tidak menyentuh makanan apapun pasti membuatmu ingin memakan apa saja yang ada” sindir Je wo.

“Lain kali kau tidak boleh seperti itu Hyunje-ya. Kasihan Ommamu, dia sangat mengkhawatirkanmu” ucap Cho  Cho Yeung Hwan menasehati cucunya, bagaimanapun ia turut senang dengan perubahan sikap Hyunje.

“Arraseo, tapi Harabeoji juga jangan seperti itu lain kali” ucap Hyunje ringan, ia bahkan masih terlihat sangat menikmati cake buatan Kim ryeowook itu.

“Yah, kau itu bicara apa?” desis Je wo. Ia merasa tidak enak dengan Ayah mertuanya. Takut jika  Cho Yeung Hwan akan kembali berpikiran seperti kemarin terhadap mereka.

“Harabe, Ommaku itu sangat hebat membesarkanku, lihatlah bagaimana tampannya aku saat ini. Mana ada anak kecil  yang setampan aku kalau bukan karena dibesarkan oleh Omma” jelasnya. “Akh! Aku haus, Omma ambilkan aku air” perintahnya. Je wo yang masih terlihat shock dengan ucapan Hyunje belum mampu merespon perintah anaknya.

“Omma~” rengeknya.

“Eo? Air? Ne, tunggu sebentar” ucapnya sebelum pergi mengambil air drai dapur.

“Harabe” panggil Hyunje lagi. Kini semua orang yang berada disana semakin merasa was-was menunggu apa yang akan dikatakan bocah bermulut tajam yang sangat berani menasehai kakeknya sendiri. “Jangan memarahi Ommaku lagi, ne? Aku akan marah padamu jika kau memarahinya lagi”

Cho kyuhyun dan Cho ahra, mati-matian menahan tawa mereka. Merasa puas sekaligus terkejut dengan ucapan bocah itu, bagaimana beraninya ia menasehati dan memperingati pria paruh baya yang selama ini selalu dihormati oleh mereka, bahkan Kyuhyun saja belum tentu bisa mengatakan hal itu. Sementara itu, Cho Yeung Hwan hanya dapat tersenyum kecil melihat sikap cucu satu-satunya itu.

“Kau ini, baiklah aku tidak akan memarahi Ommamu lagi” ucapnya mengalah.

“Nah, begitu lebih baik” balas Hyunje.

“Ya Tuhan! Oppa, bagaimana bisa anakmu itu berani mengatakan hal seperti itu pada Kakeknya? Pasti kau yang mengajarinya, iya kan?” tuduh Eunjin.

“Mwoya? Mana mungkin aku mengajarinya seperti itu”

“Lalu kenapa dia bisa berbicara seperti itu, Kyunie?” sindir Victoria.

“Appa tidak mengajariku seperti itu, Ahjuma. Hanya saja aku pernah mendengarnya mengatakan hal yang hampir sama dengan yang aku katakan tadi pada Harabe. Eum.. kalau tidak salah kemarin malam, iya kan Appa?”

Kyuhyun mengerutkan dahinya, mencoba mengingat-ingat kembali. “Ah.. saat mereka datang kesini?” tanya Kyuhyun memastikan.

“Ne”

Kyuhyun mengangguk mengerti namun beberapa saat setelah itu terkesiap kaget. “Yah! Bagaimana kau tau kalau aku berdebat bersama Kakekmu. Bukankah saat itu kau sedang tidur?” tanya Kyuhyun curiga.

Hyunje tersenyum lebar dan menggeleng polos. “Saat itu aku sama sekali tidak tidur, aku sedang menyelinap masuk kedapur untuk mengambil minum, coklat yang aku makan sangat manis dan sedikit membuatku mual memakannya” jelas Hyunje.

“Coklat? Minum?” tanya Kyuhyun tak percaya.

“Eum”

“Berarti.. kau sama sekali tidak mogok makan?” bentak Kyuhyun.

“Mogok makan? Cih, mana mungkin aku melakukan hal bodoh itu. Sebenarnya, aku hanya mengerjai kalian saja. Aku tetap makan di dalam kamar saat Omma berada diluar dan sesekali mengambil makanan dari kulkas, setelah itu aku membuang sampahnya di bawah tempat tidur agar tidak ketahuan oleh Omma. Hahaha aku pintar bukan?”

Kyuhyun dan yang lainnya mengangakan mulut masing-masing, tidak percaya bagaimana liciknya bocah itu mempermainkan orang-orang yang hampir mati karena mencemaskan dirinya. Bahkan Je wo dan Kyuhyun hampir saja bertengkar karena itu.

“Jadi.. kau hanya mengerjai ku?”

Tubuh Hyunje menegang saat suara berat milik Je wo terdengar tepat dari balik punggungnya.

“Ups..” gumamnya kecil.

‘Sepertinya ulang tahun kali ini akan menjadi ulang tahun tersial bagiku. Mulut bodoh! Omma~ jangan hukum aku!!!’

 

 

 

FIN

 

 

 

7 september, dan aku baru nyadar kalau Cho hyunje ulang tahun, huwaaaa Omma seperti apa diriku ini???

 

Hahaha Annyeong!!! Adakah yang merindukan kehadiaran ku? *kibas rambut* okeh! Shin je wo balik lagi… setelah lama meninggalkan Blog yang ternyata udah banyak sarang laba-labanya, akhirnya aku kembali.. dan mudah2an ini cukup sebagai FF pembuka kehadiranku #plakk

 

Makasih buat semua reder yang masih rela  nungguin FF abal-abal yang gk jelas seperti ini, n maaf klo banyak typo. Males ngedittttt

 

 

See u later!

 

Shin je wo

186 thoughts on “Cho Hyunje Brithday

  1. ortunya aja sama evilnya apalagi anaknya eumhh lebih lebih kakeknya sendiri diceramahin *ckckckck
    ffmu emang selalu kerennnn

  2. hyunje siap2 menerima amukan teedahsyat daru eommamu kekekeke….
    hyunje bener2 duplikat kyuhyun, mulutnya sama sama tajem, tapi dia tetep imut… aduh jadu pengen punya anak kaya hyunje kekeke

  3. aigoo … ternyata hyunje ngambek karena ultah nya di lupain hehehehe
    tapi salut jg ya sama hyunje … nakal nakal … dia tetap sayang sama eomma nya … :
    “Kalau bukan karena Appa yang membuat Omma bangun kesiangan, Omma pasti tidak akan melupakan hari ulang tahunku Entah apa yang mereka lakukan dimalam hari hingga terlambat bangun, aku sempat masuk kedalam kamar mereka dan melihat Appa sedang menin_ mfhh bhfh”
    “Harabeoji juga jangan seperti itu lain kali – Harabe, Ommaku itu sangat hebat membesarkanku, lihatlah bagaimana tampannya aku saat ini. Mana ada anak kecil yang setampan aku kalau bukan karena dibesarkan oleh Omma – Jangan memarahi Ommaku lagi, ne? Aku akan marah padamu jika kau memarahinya lagi” ( co cweet nya little evil ini )

    Happy BDAY hyunje

  4. ya ampun si hyunje pinter banget..
    kirain mogok makan beneran ternyata..
    diam2 makan di kamarnya..
    ffnya bener2 keren..
    suka deh ma keluarga ini..

  5. aduhhh hyunje nakalnya ga ketulungan dehh yg lain pd mencemaskan eh ternyata malah ngerjain org jinjaaa…. tp kata kata hyunje keren berani marahi harabe nya hahaha

  6. Hiyaa….. Hyunje… Kamu itu yaa bkin org panik kelimpungan tp trnyata kmu cerdik jg hihihi

    Happy birthday yaa… *meski telat* semoga tmbh pinter, tmbh evil, bikin klwrga kyu je jd tmbh rame hahhaahhaa

  7. Aigoo…hyunjae bnr2 bocah ajaib,,,mulut dn klicikannya setara dgn appanya,,,padahal smua sdh cemas dy bnr2 mogok makan,,,trnyata cman bo’onk….pi biar bgtu dy ttp ngegemesin….good job!!

  8. hahaha gk tau mau berkata kata kyak gmna, hyunjee mkin hari mkin bikin gemess. uhh manisnya juga dia ngebelain eommanya dan malah nasehatin haraboejinya. beneran ngukuk :v

  9. aduh hyunje sampai segitunya, bersikap manis sama semua orang supaya dapat hadih yg bagus. tapi semuanya pada lupa ultahnya. kasian deh kamu. pakai acara mogok makan lagi padahal bwa makanan ke kamar saat jewo lengah. hyunje bener bocah cerdik.

  10. Haha Gokil tuh,,,cho kyuhyun ma je wo..masa Ul-tah Anak ny Bis Lupa!!! Anehnya Cho hyunjae dh Ksh Kode kn,, Berubh jdi Sopan dn Manis khas Anak2 ttp jn kaga Ngeh,, kasian hyunjae ?? { »,« }

  11. awalnya aku senang aja hyunje berubah tp ternyata di balik perubahan pasti ada kemauan tersembunyi #Apaini
    hyunje pinter banget saking pinternya tuh mulut kalau bicara, siap2 deh di kasih hadiah ‘kasih sayang’ dari eommamu,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s