Happy Mother’s Day

happy-mothers-day-from-bollywood

Shin Je Wo menggeliat pelan dalam tidurnya, mulai merasa risih di kedua pipinya yang terasa sedang di sentuh entah oleh siapa. Wanita itu mulai merasa kesal kala sentuhan-sentuhan itu mengganggu tidur nyenyaknya. Ia ingin sekali meneriaki siapa pelaku itu, namun kedua matanya masih sangat sulit untuk sekedar terbuka. Rasa kantuk itu lebih mendominasi dirinya, namun gangguan di wajahnya juga semakin membuat ia tak dapat menikmati tidur nyenyaknya.

           

            “Ck” decaknya dengan kedua mata yang masih tertutup rapat. Dan setelah decakan itu, gangguan dari wajahnya tak lagi terasa, membuat ia tersenyum kecil dan mulai berlari kembali dalam mimpi indahnya. Sayangnya, itu sama sekali tidak lama terjadi karena sesudah itu, Je Wo mendapatkan teriakan kuat di kedua telinganya.

 

            “Nyonya Cho!!”

 

            Wanita itu terduduk dengan cepat kala suara itu hampir saja berhasil memekakkan telinganya. “Ada apa?” tanya terkejut dan masih tampak linglung. Terang saja, ia terpaksa bangun dari tidur lelapnya karena suara yang memekakkan itu.

 

            Je Wo menatap kedua pria yang berada di sebelah kanan dan kirinya. Tertawa terpingkal-pingkal sembari memegangi perut mereka masing-masing. Je Wo mengerutkan dahinya bingung dan menatap mereka dengan dahi berkerut. “Ada apa?” ulangnya lagi dengan wajah bodoh.

 

            Cho Kyuhyun dan Cho Hyunje, membekap mulut mereka masing-masing yang masih saja tak ingin berhenti tertawa. Melihat bagaimana ekspresi bodohnya Je Wo di pagi hari seakan membuat anak dan Ayah itu merasa terpuaskan. Selama ini, meraka berdualah yang selalu menjadi bahan keusilan Je Wo sesukanya dan pagi ini mereka sangat senang dapat membalasnya.

 

            Lama Je Wo menatap mereka berdua hingga kesadarannya mulai membaik, mengingat lagi mengapa ia sudah bangun di pagi hari libur seperti ini. Mengingat ia selalu akan bangun diatas pukul delapan pagi di hari libur. Kedua matanya mulai menatap suami dan anaknya geram kala menyadari siapa yang telah mengganggu mimpinya yang tengah bermesraan bersama Edward Cullen, pria yang hingga detik ini masih selalu ia gilai dengan ketampanannya yang memukau.

 

            “Ka-li-an” geramnya penuh penekanan. “Ini masih teramat pagi dan kalian sudah membangunkanku?!” teriaknya murka. Ia sudah bersiap mengambil guling di sampingnya untuk melempari siapa saja yang mengganggu mimpi indahnya. Namun gerakan itu segera terhenti kala Kyuhyun dengan cepat mengambil sebuah Cake yang tadi ia letakkan di atas meja di samping ranjang. Membuat Je Wo menghentikan kedua tangannya di udara dan menatap Cake itu dengan aneh.

 

            “Cake?” gumamnya.

 

            Hyunje mengelus dadanya lega, melirik Kyuhyun yang juga mengeluarkan ekspresi yang sama. “Omma, jangan salahkan kami yang harus memaksamu bangun dengan cara seperti itu. Kau tidur persis seperti kerbau. Bahkan kami hampir lelah mencium pipimu agar kau terbangun, hahhh merepotkan” cibir Hyunje sinis.

 

            Je Wo melebarkan kedua matanya ngeri pada Hyunje, membuat bocah itu berpura-pura mengeluarkan senyuman manisnya.

 

            “Heish, sudahlah! Seharusnya kau itu senang karena pagi ini kami sedang membuatkan pesta kejutan untukmu” sela Kyuhyun. Ia mendekati Je Wo dengan kedua tangan yang masih membawa sebuah cake berukuran kecil.

 

            “Kejutan? Untuk apa? Ulang tahunku bahkan masih beberapa bulan lagi” ujar Je Wo tak mengerti. membuat Ayah dan Anak itu mendengus malas.

 

            Kyuhyun melirik Hyunje dan memberikan kode pada anak itu dengan menggedikkan kepalanya dan di sambut Hyunje dengan senyuman lebar.

 

            “Omma” panggil Hyunje, “Selamat hari Ibu” ujarnya tulus.

 

            Je Wo mengerjapkan kedua matanya menatap Hyunje dan Kyuhyun bergantian. Baru saja bangun dari tidurnya, membuat proses kerja otaknya sangat lambat. “Ini, hari Ibu?” tanya Je Wo polos dan di jawab anggukan semangat oleh Hyunje dan Kyuhyun. “Ah.. begitu” jawabnya ringan. Kemudian melirik jam dinding dan menggeleng miris. “Memangnya kalian tidak bisa mengucapkannya setelah aku bangun nanti, eo? Ini benar-benar mengganggu mimpi indahku bersamanya” desahnya kecewa.

 

            “Yah! Kau ini, kami sudah bersusah payah membuatkan kejutan untukmu dan kau malah mengucapkan perkataan seperti itu, eo?!” teriak Kyuhyun.

 

            Je Wo tersenyum lebar, “Hahaha aku hanya bercanda” kilahnya mengibas-ngibaskan kedua tangannya. Lalu menatap Hyunje dengan senyuman menggoda. “Lalu, di hari Ibu seperti ini. Kau ingin mengucapkan apa padaku, eo?” tantang Je Wo. Ia sangat tau  jika Hyunje pastilah tidak akan mau mengucapkan kalimat-kalimat yang cukup menjijikkan baginya.

 

            Namun, bocah itu malah tersenyum lembut padanya. Senyuman yang teramat jarang ia nampakkan di setiap harinya. “Omma” panggilnya lembut dan membuat Je Wo terkesiap. “Kau tau? Meskipun aku selalu membantah segala ucapanmu, sering mengerjaimu dan membuat onar sehingga kau merasa kesal padaku. Aku selalu menyayangimu, mencintaimu setulus hatiku” ucapnya lembut.

 

            Wajah Je Wo berubah sendu kala bocah itu berujar.

 

            “Kau tau, bukan? Aku selalu tidak dapat menunjukkan bagaimana rasa sayangku pada orang lain. Tapi, sejujurnya kau adalah satu-satunya orang yang teramat aku sayangi. Aku bersukur memiliki Omma sepertimu, kau yang mengerti bagaimana aku dan cara membesarkanku, Omma. Kau selalu tau apa yang terjadi padaku dan kau orang pertama yang menjadi tempat pengaduanku”

 

            “Omma, terima kasih telah melahirkan dan membesarkan ku. Maaf kan aku karena selama ini belum bisa menjadi anak yang baik untukmu. Saranghae”

 

            Kedua mata Je Wo tampak tak percaya mendengar penuturan Hyunje. Entah apa yang terjadi pada bocah itu, sehingga pagi ini ia tampak menjadi anak yang lembut dan manis. “Kemari” panggil Je Wo. Ia menarik Hyunje ke pangkuannya dan menatap bocah itu lembut. “Kau tau? Aku bahkan lebih bersukur karena memiliki anak sepertimu” ucapnya lembut. Ia mengecup pipi Hyunje lama dan membuat bibir Hyunje merekah lebar. “Nado saranghae” bisik Je Wo.

 

            Cho Hyunje segera memeluk Je Wo erat, merasa sangat senang dengan apa yang ia lakukan hari ini. Bocah itu, memang selalu tampak keras dan tak perduli pada sekelilingnya. Selalu enggan untuk menunjukkan perasaannya pada orang lain. Namun Hyunje sama dengan anak-anak lainnya, menyayangi Ibunya setulus hati.

 

            “Cih, sejak kapan kalian terlihat akur seperti ini” cibir Kyuhyun berpura-pura. Ia bahkan sedari tadi tak dapat menahan senyuman lebarnya. Pagi ini, adalah pagi yang teramat menyenangkan baginya, melihat anak dan istrinya saling mengasihi satu sama lain. “Sudah, sekarang mau di apakan kue ini?” tegur Kyuhyun.

 

            “Tentu saja dimakan, kau bodoh?” balas Je Wo.

            “Yah! Kau tidak bisa bersikap manis seperti Hyunje, hari ini?” teriak Kyuhyun.

 

            Je Wo mencolek krim coklat ku itu dan menyodorkannya pada Hyunje tanpa memperdulikan ucapan Kyuhyun. Bocah itu segera membuka mulutnya dan menerimanya dengan senang hati, mengingat ia sangat tergila-gila pada sebuah kue. Kyuhyun tersenyum kecil dan meletakkan kue itu di atas ranjang, menatap Je Wo dengan tatapan lembutnya.

 

            “Apa?” tanya Je Wo, “Kau juga ingin mengucapkan selamat hari Ibu padaku? Tidak usah, Cho Kyuhyun. Aku ini bukan Ibumu” tolak Je Wo.

 

            “Hahaha” tawa Hyunje sembari beranjak mendekati kue yang tergeletak indah disana. Mulai melayangkan aksinya untuk segera melahap kue itu.

 

            “Cih” desis Kyuhyun, ia mengulurkan sebelah tangannya pada pipi putih itu. Mengelusnya perlahan dan mengamati wajah wanita itu yang masih tampak sembab di karenakan baru saja bangun dari tidrunya. “Meskipun kau terlalu suka menyiksaku dan Hyunje, meneriaki kami tanpa rasa bersalah dan tidak memiliki sikap manis seperti seorang Ibu dan istri pada umumnya”

 

            “Kau sedang mengajakku berkelahi?” desis Je Wo dan lagi-lagi mengundang tawa Hyunje.

 

            “Hahaha, tidak-tidak” sanggah Kyuhyun. “Aku hanya ingin berterima kasih padamu. Karena kau telah menjadi Ibu yang baik bagi anakku, istri yang sempurna bagiku dan wanita yang telah melengkapi kehidupanku dan Hyunje” ucapnya lembut. “Nyonya Cho, aku mencintaimu”

 

            Je Wo tersenyum kecil kala Kyuhyun menarik wajahnya mendekat. Menyapukan kecupan singkat di bibirnya dan memeluk ia dengan lembut. Momen yang teramat jarang terjadi namun selalu menimbulkan keadaan yang teramat manis baginya. “Gomapta” bisik Je Wo dalam pelukan Kyuhyun.

 

            Lama mereka berpelukan, menikmati perasaan masing-masing yang meluap. Sementara Hyunje tampak sangat bahagian dengan kue yang telah habis setengah olehnya. Hingga tiba-tiba saja, Kyuhyun melepaskan pelukannya dan menatap Je Wo yang menengadahkan wajah ke arahnya.

 

            “Tadi, memangnya kau mimpi bersama siapa?” tanya Kyuhyun yang teringat akan ucapan Je Wo sebelumnya.

 

            Kedua mata Je Wo tampak berbinar, ia menjentikkan jarinya dan membenarkan letak duduknya. “Kau tau? Tadi itu aku baru saja bermimpi bersama Edward Cullen dan yang lebih menyenangkan, aku adalah Bella Swan. Huwaaa mimpi itu benar-benar menakjubkan” ujarnya bersemangat.

 

            ‘Sebentar lagi, pasti akan ada peperangan. Lebih baik aku mengamankan kue ini dengan selamat dalam perutku di luar saja’ batin Hyunje dan segera mengendep-endap keluar dari kamar itu.

 

            Sedangkan Kyuhyun, ia telah menatap Je Wo dengan tatapan membunuh. “Edward Cullen?” ulangnya tajam.

 

            “Eum”

            “Dan kau menjadi Bella Swan?”

            “Ne”

 

            “Lalu, apa saja yang di lakukan Drakula itu padamu?” taja Kyuhyun tajam.

 

            “Drakula kepalamu, dia itu vampir”

            “Apa bedanya? Dan kau belum menjawab pertanyaanku. Apa saja yang dia lakukan padamu, hah?!

 

            Je Wo menengadahkan wajahnya ke langit-langit kamar, berusaha mengingat-ingat mimpi indahnya tadi. “Yang aku ingat, aku dan dia pergi bersama-sama ke tempat dimana dia pergi bebulan madu saat Breaking Down Part satu” jawab Je Wo tanpa rasa bersalah.

 

            Kedua mata Kyuhyun membulat. “Bulan madu?! Yah lalu kau bermimpi yang tidak-tidak bersamanya?! Shin Je Wo, bagaimana bisa mimpimu semesum itu?!” teriaknya.

 

            Je Wo menatap Kyuhyun datar. “Memangnya aku mengatakan kalau aku pergi berbulan madu bersamanya? Aku hanya mengatakan aku dan dia baru saja mendatangi tempat itu dan aku terpaksa terbangun karena mendengar suara kalian! Aku jadi tidak dapat memimpikan berciuman dengannya. Ck, menyebalkan sekali” rutuk Je Wo dengan pipi menggembung.

 

            Kyuhyun sudah bersiap-siap ingin meneriaki istrinya, melihat bagaimana tanpa rasa bersalahnya Je Wo menuturkan keinginannya untuk berciuman bersama tokoh vampir itu. Namun, sebuah ide melintas di pikirannya, membuat ia menyunggingkan senyuman khas milik Cho Kyuhyun. “Memangnya, sehebat apa ciuman drakula itu?” tanya Kyuhyun.

           

            “Vampir, Cho Kyuhyun. Vampir, bukn drakula”

            “Apapun, karena intinya dia juga meminum darah manusia”

            “Tidak, Edward sama sekali tidk_”

            “Sudah jawab saja pertanyaanku”

 

            Je Wi menggigit bibir bawahnya sembari mendelik garang pada Kyuhyun. Kemudian mulai berdehem pelan dan menceritakan bagaimana hebatnya seorang Edward Cullen berciuman. “Ciumannya itu, sangat manis meskipun tampak panas” ujarnya mulai menerwang. “Tidak menunjukkan kesan vulgar dan menimbulkan kesan romantis. Dan wajahnya itu…” Je Wo menghentikan ucapannya dan menatap Kyuhyun dengan dahi berkerut. “Kenapa kau mau tau sekali bagaimana ciuman pria tampan itu? Kau tidak sedang berniat untuk mencium pria seperti dia, kan?” tanya Je Wo dengan tatapan Shocknya.

 

            Kyuhyun menyeringai, menunjukkan wajah sadisnya. Dan itu cukup membuat Je Wo meneguk ludahnya berat. “Tidak, tentu saja. Aku sama sekali tidak tertarik pada pria seperti itu. Karena aku lebih tertarik pada wanita yang menggilai pria berwajah pucat sepertinya”

 

            “Mwo?” gumam Je Wo terkejut.

 

            “Nyonya Cho” bisik Kyuhyun deduktif. “Aku akan menunjukkan padamu, bagaimana hebatnya ciumanku. Bahkan lebih hebat dari ciuman Drakula itu” ujarnya dengan seringaian ngeri dan segera menyambar bibir Je Wo. Membuat wanita itu tak mampu untuk sekedar memejamkan kedua matanya.

 

 

            FIN

 

Muahahaha, cerita apa ini??? judulnya hari Ibu napa endingnya jadi mesum??? Hahaiiiii

Beginilah kalau saya lagi tergila-gila sama cowo kece badai, kekekekekekek

 

Selamat hari Ibu……

Ffnya sedikit, ye? Emang. Wong ngerjainnya dari jam 8 pagi tadi.

 

Ekhm, nyempilin curahan hati dikit yeee

 

Meskipun aku gk akan pernah ngucapin ucapan ‘Selamat Hari Ibu’ ke ibuk. Mengingat bagaimana sifat keluarga kita yang gk menganut acara kasih sayang dengan ucapan yang.. ekhm terlalu menjijikkan bagi keluarga kita mwehehehe.

 

Oke, Ibuk.. aku Cuma mau bilang. Aku sayang sama ibuk. Walaupun kita selalu terlibat percekcokan kecil. Walaupun aku selalu ngebantah apa ajah yang ibuk bilang, aku selalu sayang kog sama ibuk. Aku tau, di antara anak yang lain aku yang paling sering nyakitin ibuk dengan ucapan aku. Aku yang selalu gk bisa di atur. Ibuk bilang A aku selalu bilang B. Ucapan aku memang lebih kasar dari yang lainnya, tapi aku sama sekali gk niat kog buat kasarin ibuk.

 

aku sadar, belom jadi anak yang sempurna. Yang bisa banggain orang tuanya, tapi sekarang aku lagi masuk ke tahap itu kog. Aku juga punya cita-cita suatu saat nanti, ibuk ataupun Ayah bisa bilang keorang-orang dengan bangga. Ini loh, anak aku… aku juga pengen suatu hari nanti, bahagiain keluarga dengan usahaku sendiri. Pokoknya, gimanapun kerasnya aku bersikap, aku selalu sayang kog sama Ibuk.

 

Saranghae!!!!!

 

Wkwkwk saya jadi curhat pemirsahhh soalnya kagak bakalan bisa buat ngucapin ini ke Ibuk, entar dia malah bilang. “Lagi kesambet setan mana, mi?” wkwkwkkw aneh memang… Cuma keluarga aku memang gitu. Kagak hoby dengan acara manis2an yang cium pipi kanan kiri, errrrrr.

 

Okelah… semoga FF kali ini yang rada bedaaaa dari karakter Cho’s family bisa hibur readers.

 

 

Shin Je Wo

114 thoughts on “Happy Mother’s Day

  1. Hahahaha ternyata cemburu am edward cullen , hahahaha
    aigoo aigoo hyunje ya bener” cute bnget kl lgy manis gtu , kkkkk
    Aq agak susah dan bingung biar dapet pw nya , hhehehe
    jd aq baca yg gg di pw aja deh😀

  2. “Selamat hari Ibu”
    “Omma … Kau tau? Meskipun aku selalu membantah segala ucapanmu, sering mengerjaimu dan membuat onar sehingga kau merasa kesal padaku. Aku selalu menyayangimu, mencintaimu setulus hatiku ….. Kau tau, bukan? Aku selalu tidak dapat menunjukkan bagaimana rasa sayangku pada orang lain. Tapi, sejujurnya kau adalah satu-satunya orang yang teramat aku sayangi. Aku bersukur memiliki Omma sepertimu, kau yang mengerti bagaimana aku dan cara membesarkanku, Omma. Kau selalu tau apa yang terjadi padaku dan kau orang pertama yang menjadi tempat pengaduanku ………. Omma, terima kasih telah melahirkan dan membesarkan ku. Maaf kan aku karena selama ini belum bisa menjadi anak yang baik untukmu. Saranghae” ( hiks hiks nado eomma saranghae )

    “Aku hanya ingin berterima kasih padamu. Karena kau telah menjadi Ibu yang baik bagi anakku, istri yang sempurna bagiku dan wanita yang telah melengkapi kehidupanku dan Hyunje … Nyonya Cho, aku mencintaimu” ( nah itu baru good nampyeon )

    HAPPY MOTHER DAY

  3. udah di kasih surprise (ini bener tulisannya) eh dia malah ngomongin mimpinya gak tanggung2 lg mimpiin edward cullen ekhm, gak EXO nih #EmangMimpiBisaMilih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s