Love Is Punishment

Broken_heart_by_KaattieMaattie

Wanita itu masih berdiri disana, menatap sepasang kekasih yang tampak tengah menikmati waktu mereka di sebuah sofa. Saling tersenyum dan merangkul satu sama lain, sesekali si pria tampak mengecup lembut dahi sang yeoja. Pemandangan indah itu begitu menyakitkan baginya, menusuk jantungnya hingga dasar yang terdalam. Menahan segalanya sendiri, merasakan segalanya sendiri, ia terlalu lelah untuk itu.

 

Ia menengadahkan wajahnya keatas, mencegah buliran air mata yang sudah tak tahan untuk menetes. Kedua sudut bibirnya terangkat, mencoba tersenyum sebiasa mungkin. “Eonnie aku lapar!” teriaknya seraya mendekati kedua orang yang ada disana. Wanita itu duduk disamping wanita satunya. “Cheonsa Eonnie, aku lapar” rengeknya.

Han Cheonsa melirik malas padanya, “Ck, kau ini, menggangguku saja” rutuknya yang menimbulkan kekehan kecil dari pria yang berada disampinya.

“Bukan Shin Je Wo namanya, jika tidak merepotkan orang lain” ujarnya.

Shin Je Wo mendelik garang padanya, “Diam kau Cho Kyuhyun!” teriaknya.

Kyuhyun dan Cheonsa tertawa bersama, terlebih melihat kedua pipi Je Wo yang menggembung. Sepasang kekasih ini memang terlalu menyukai menganggu Shin Je Wo yang mudah merajuk. Yeoja itu adalah sepupu Cheonsa yang tinggal bersamanya selama Je Wo meneruskan kuliahnya di Seoul.

Cheonsa selalu membawa Je Wo kemanapun ia pergi, bahkan tak jarang ia turut membawa yeoja itu ikut serta dalam kegiatan kencannya bersama Kyuhyun. Yeoja ini teramat menyayangi Dongsaengnya hingga tidak memikirkan segala kemungkinan yang terjadi dengan ulahnya.

Shin Je Wo, ia telah jatuh cinta pada kekasih Eonnienya sendiri, mencintai namja itu tanpa ada yang mengetahuinya. Namja yang kesehariannya selalu merecoki dirinya, namun tanpa namja itu tau, dirinya telah menarik Je Wo masuk dalam lingkaran cintanya.

“Baiklah, tunggu sebentar” ujar Cheonsa seraya bangkit dari tempatnya, melenggang ringan kearah dapur.

“Yah! Sampai kapan kau mau menyusahkan kekasihku? Belajarlah memasak sebelum kau menikah nanti, mana ada pria yang mau pada yeoja yang tidak dapat mengerjakan apa-apa sepertimu” omel Kyuhyun.

“Biar saja, kau pikir aku perduli” balas Je Wo sengit, ia segera meraih remot televisi dan menghidupkannya. “Berhentilah mencampurui urusan orang lain, Cho Kyuhyun sshi” sambung Je Wo.

“Jinja~” goda Kyuhyun. pria itu mengacak rambut Je Wo.

“Yah!” teriak Je Wo tak suka, namun ia bohong. Sejujurnya ia sangat menyukai pria itu mengacak rambutnya, karena dengan seperti itu, setidaknya ia dapat bersentuhan dengan pria itu.

“Jangan merecokinya Kyu! Tidak ada permen saat ini” teriak Cheonsa dari arah dapur.

“Yah Eonnie kau pikir aku anak kecil, hah?!” balas Je Wo berteriak.

Kyuhyun tersenyum lebar melihat adu suara kedua yeoja itu, ia beranjak dari tempatnya dan segera menghampiri Cheonsa. Sementara Je Wo tetap menikmati tayangan yang ia tonton dari televisi.

Lama ia menikmati tontonanannya, hingga yeoja itu mulai merasa perutnya sudah berteriak minta diisi, ia bangkit dari tempatnya dan berjalan kearah dapur. Namun langkah itu terhenti ketika lagi-lagi menatap pemandangan yang menyayat hatinya.

Disana, tampak Cho Kyuhyun dan Han Cheonsa tengah berpagutan mesra, menikmati kecupan demi kecupan yang mereka ciptakan. Senyuman miris itu terukir lagi dan entah sampai kapan berakhir. Je Wo segera memundurkan langkahnya, kembali menghindar dari kenyataan yang sudah terlalu sering ia terima. Kenyataan mengenai hubungan sepasang kekasih itu, kenyataan jika cintanya hanya sepihak dan kenyataan dirinya sama sekali bukan takdir pria itu.

****

 

Shin Je Wo berdiri menyudut di sebuah halte bis, menatap derasnya curah hujan disana. Sendiri, menyesapi bau hujan yang menyengat. Tatapan yeoja itu sayu, menatap lirih langit mendung. Ia membuang nafas panjang dan menoleh kesamping, terperanjat ketika menemukan pria itu berdiri tak jauh darinya, dengan sebuah payung berwarna putih disebelah tangannya.

“Cho Kyuhyun” gumamnya pelan.

Pria yang mengenakan kemeja hitam dengan lengan yang digulung keatas itu mendekatinya, rambutnya tampak sedikit basah. “Ayo, aku antar pulang” ucap Kyuhyun.

Je Wo menatap Kyuhyun sendu, begitu menyukai wajah itu, begitu menyukai pria itu. Bahkan selalu gagal dalam setiap usahanya untuk melupakan Cho Kyuhyun, kekasih Eonnienya. Pria itu sangat bersinar dimatanya, meskipun sesakit apa hati itu setiap kali melihat Cho Kyuhyun tampak mesra dengan Cheonsa. Ia tidak bisa membencinya, tidak bisa melupakannya.

“Kau, kenapa bisa disini?” tanya Je Wo pelan.

“Cheonsa meneleponku dan menyuruhku untuk menjemputmu. Dia cemas karena diluar hujan sangat deras, mengingat kau yang mudah terserang flu hanya karena setitik hujan” cibir Kyuhyun. Je Wo berpura-pura menggembungkan kedua pipinya. Kyuhyun tersenyum kecil, tangannya mengacak pelan rambut Je Wo. “Aigo~ wajahmu lucu sekali”

“Yah jangan sentuh rambutku!”

 

****

 

“Yang ini saja”

“Tidak, yang ini saja”

“Heish, shireo! Aku mau yang ini saja”

“Yang itu sangat kampungan, bodoh”

Je Wo menatap Kyuhyun dan Cheonsa miris, perdebatan sepasang kekasih namun tampak sangat mesra jika di lihat oleh siapapun. Keduanya tengah memperdebatkan gantungan ponsel couple yang nantinya akan mereka gunakan. Seperti biasa, yeoja itu selalu berada ditengah-tengah mereka, menikmati segala kemesraan itu dengan senyuman. Senyuman bahagia namun terasa sakit didalamnya.

“Hei, menurutmu mana yang lebih bagus?” tanya Kyuhyun mengacungkan dua buah gantungan ponsel pada Je Wo. Yeoja itu menatap Kyuhyun lama sebelum mendesah panjang.

“Yang mana pun, akan tampak bagus. Jika kalian pakai bersama” ujarnya yang diakhiri senyuman tipis yang terkesan rapuh.

“Kalau begitu yang ini saja” Cheonsa menyambar gantungan ponsel yang berada di sebelah tangan kiri Kyuhyun dan segera berjalan ke kasir. Sementara Kyuhyun, pria itu menatap aneh pada Je Wo yang tampak menatap kosong pada deretan pernak-pernik dihadapannya.

Kyuhyun mendekatinya, mengoyang-goyangkan gantungan ponsel yang masih ada ditangannya di depan wajah Je Wo. Menyebabkan yeoja itu melirik aneh padanya. “Wae?” tanya Je Wo.

“Untukmu” jawab Kyuhyun.

Je Wo tersenyum sinis, “Aku tidak menyukai gantungan ponsel. Terlalu kekanakan” jawabnya dan segera berniat menjauh dari Kyuhyun. Namun pria itu menarik tangannya dan segera menyerahkan gantungan ponsel itu dalam genggaman Je Wo.

“Ambil atau aku akan menghabisimu” ucap Kyuhyun tajam, berpura-pura mengancam yeoja itu. Setelah itu ia segera menghampiri Cheonsa, pria itu melingkarkan lengannya pada pinggang kekasihnya, mengecup singkat ujung rambutnya, Kyuhyun menoleh kebelakang, melirik Je Wo sekilas dan melemparkan senyuman kecilnya.

“Kau semakin menyulitkanku, Cho Kyuhyun” gumam Je Wo.

****

 

 

Shin Je Wo melangkah ringan dengan kedua mata yang terpejam, menghirup udara segar yang tercipta dari pegunungan itu. Yeoja itu kembali ikut dengan sepasang kekasih yang tengah menikmati liburannya disana. Ia lebih memeilih menjauh dari sepasang kekasih itu dari pada harus kembali merasakan sakit dihatinya dengan segala kemesraan mereka.

Yeoja itu membentangkan kedua tangannya, menghirup nafas udara sebanyak-banyaknya, mengisi seluruh ruang roangga paru-parunya. Kedua mata itu mulai terbuka seiring teriakannya yang memekikkan.

“AKU MENCINTAIMU! SANGAT MENCINTAIMU! KAPAN KAU AKAN MERASAKANNYA BODOH?!”

Je Wo berhenti sejenak untuk sekedar menahan nafasnya sebelum ia menengadahkan wajahnya keatas. Menatap penuh amarah pada langit biru. “Kau benar-benar tidak adil Tuhan! Kau sangat tidak adil padaku! Hukumanmu terlalu berat bagiku! Kenapa kau harus menghukumku seperti ini?!” teriaknya, air mata itu kembali mengotori wajahnya. Selama ini tak henti-hentinya ia menyalahkan Tuhan yang menurutnya telah membawa dirinya dalam lingkaran cinta yang salah.

“Bagaimana jika aku tak sanggup menyembunyikannya?! Bagaimana jika aku tak sanggup menahannya?! Apa yang harus aku lakukan?!”

Tubuh itu ambruk diatas rerumputan hijau, ia menangis tersedu disana. Menangisi perasaannya yang tak pernah diketahui siapapun, selalu menyembunyikannya sejauh mana ia bisa. Rasa itu kian menguat disetiap detiknya, semakin mengikis pertahanan dirinya.

****

 

“Je Wo-ya!!!”

Je Wo berjengit bingung saat Cheonsa tiba-tibsa saja berhambur dalam pelukannya, ia yang baru saja pulang dari kampusnya hanya menatap Kyuhyun yang berada di belakang tubuh Cheonsa dengan penuh tanda tanya, namun pria itu hanya tersenyum tipis padanya.

“Eonnie, kau kenapa?” tanya Je Wo bingung.

Han Cheonsa melepas pelukannya, tersenyum lebar pada Je Wo, “Aku ada kabar gembira untukmu” ujar Cheonsa bahagia. “Taraaaa”

Je Wo masih menatap Cheonsa aneh ketika yeoja itu menunjukkan jari manisnya yang dilingkari sebuah cincin emas yang indah. “Apa itu?” tanya Je Wo polos.

Cheonsa berdecak kesal dan memukul pelan kepala Je Wo, “Yah! Ini cincin bodoh” teriak Cheonsa.

“Arraseo, lalu ada apa dengan cincin itu?” tanya Je Wo datar, yeoja itu memang tidak mengerti apa yang dimaksud Cheonsa.

“Ya Tuhan” gumam Cheonsa pada gadis itu.

“Hahahaha” tawa Kyuhyun kuat, “Seharusnya kau menjelaskan pada gadis bodoh itu dengan lebih jelas, Chonie..”

“Yah sebenarnya ada apa? Aku tidak mengerti!” teriak Je Wo kesal.

Kyuhyun mendekati Cheonsa, memeluk tubuh itu dari belakang. “Sebentar lagi aku akan menjadi kakak iparmu” jawab Kyuhyun ringan, Cheonsa menoleh padanya, tersenyum manis sebelum mengecup pipi kekasihnya singkat.

Tubuh Je Wo membeku, tatapannya mendadak kosong. Debaran jantungnya berdetak dengan tidak normal. Pernyataan Cheonsa bagaikan sebuah petir yang menyambar dirinya. “Kalian, akan menikah?” gumamnya.

“Eum, Kyuhyun baru saja melamarku” jawab Cheonsa girang.

Nyawa itu seakan dirampas paksa dari tubuhnya, mengosongkan raga yang telah teramat lelah. Segalanya terasa sakit dan perih, menyiptakan beribu luka di semua tempat. Je Wo mencoba tersenyum sebisa mungkin, meskipun hatinya serasa tercabik-cabik. “Jinja? Woah! Chukkae Eonnie” teriaknya dan segera berhambur kepelukan Cheonsa, ia memeluk erat tubuh Cheonsa sembari menggigit kuat bibir bawahnya.Kebahagian Han Cheonsa seakan menjadi penderitaan baginya, mereka akan segera menikah dan itu artinya semakin menyulitkan Je Wo disana.

 

****

 

“Pulang?”

Je Wo mengangguk singkat pada Cheonsa, ia melirik Kyuhyun sekilas sebelum membuka suaranya lagi. “Omma sedang membutuhkanku” gumamnya lirih.

“Mwo? Kau ingin pulang disaat pernikahanku hanya tinggal menghitung hari, Shin Je Wo?!” pekik Cheonsa marah. Ia menatap yeoja itu dengan tatapan kesal, Je Wo memutuskan akan kembali pulang kerumah orang tuanya di saat dirinya dan Kyuhyun sebentar lagi akan menikah.

Je Wo tersenyum kecil, “Mianhae Eonnie” gumamnya.

“Tidak, aku tidak mengijinkannya. Kau boleh pulang setelah aku dan Kyuhyun menikah” ucapnya tegas.

Je Wo meringis kecil mendengarnya, sejujurnya ia sengaja melakukan itu agar tidak melihat bagaimana bahagianya kedua orang itu menikah, mengikat janji suci dengan bersumpah di hadapan Tuhan, sementara ia harus terperuk sendirian disana.

“Tunggulah sampai kami melakukan upacara pernikahan, selama ini kau yang selalu berada disamping kami bahkan jika bisa dikatakan. Kau lah saksi dari kisah hidupku dan Cheonsa, jika tidak ada kau maka pernikahan itu akan terasa kosong” ujar Kyuhyun.

Je Wo tersenyum kecut mendengar Kyuhyun menyebut dirinya sebagai saksi hidupnya dan Cheonsa. Benar, dia telah menjadi saksi hidup keduanya, menjadi satu-satunya orang yang selalu tersenyum ketika mereka bermesraan sedangkan hatinya menjerit sakit. Dia memang selalu memaksakan dirinya untuk tetap berada ditengah keduanya walaupun tersiksa. Karena baginya, asalkan ia tetap dapat menatap Kyuhyun dari sana, menatap Kyuhyun dari tempatnya yang sama sekali tidak dapat diketahui orang lain. Itu cukup mengobati sara sakitnya.

Tapi kini tidak, tempat itu sudah ia musnahkan saat ia memutuskan untuk pulang. Pria itu tidak akan bisa lagi ia pandangi dari tempatnya, tidak bisa lagi mengobati rasa sakitnya. Ia menyerah, merelakan pria itu pada takdirnya, mencoba menerima hukum Tuhan padanya. Karena Cho Kyuhyun, memang bukanlah takdirnya.

“Mianhae, tapi aku tidak bisa” gumamnya lirih.

“Wae? Hanya sampai upacara pernikahan kami selesai dan setelah itu kau boleh pergi Je Wo-ya. Apa permintaanku sangat sulit, eo?” mohon Cheonsa.

Je Wo menggeleng pelan, “Tidak, itu sama sekali tidak sulit” gumamnya. Jika saja aku tidak mencintai calon suamimu, Eonni. “Tapi saat ini, Omma sedang sakit dan membutuhkanku” sambungnya.

Kini kedua orang yang sedari tadi membujuknya terdiam, jika alasannya karena Ibu gadis itu yang sedang sakit maka akan sangat tidak adil jika mereka tetap memaksa gadis itu disana, sekalipun mereka teramat menginginkannya.

“Maaf Eonnie”

Cheonsa mendesah, ia menatap Je Wo nanar. “Arraseo, aku tidak akan memaksamu lagi” gumamnya.

Je Wo tersenyum kecil, kedua tangannya segera meraih bahu Cheonsa dan memeluknya erat. “Meskipun aku tidak ada disana, tapi aku akan mendoakan kalian. Hiduplah bahagia bersama Cho Kyuhyun” bisik Je Wo terisak. Cheonsa membalas pelukan Dongsaengnya, menangis terisak bersama gadis itu.

 

****

 

 

“Sampai kan salamku pada Ahjuma, aku akan menjenguknya setelah pernikahan kami” ujar Cheonsa.

Je Wo mengangguk singkat padanya, “Ne, aku akan menyampaikannya. Eonnie, nanti jangan lupa simpankan bunga pernikahanmu untukku. Hahaha siapa tau saja setelah kau memberikannya padaku, aku akan segera mendapatkan calon suamiku” candanya, mencoba mengobati kesedihan hatinya.

“Jika kau mau, kau harus mengambilnya sendiri” balas Cheonsa sadis.

“Heish, sampai kapan kalian akan mengobrol seperti itu? Yah Shin Je Wo, kau ingin keteinggalan kereta, eo? Palli!” teriak Kyuhyu dari dalam mobilnya. Pria itu memang akan mengantarkan Je Wo ke stasiun kereta api sedangkan Cheonsa tidak dapat mengantarkan gadis itu karena harus mengurus gaun pengantinnya.

“Arraseo!” teriak Je Wo, “Lihatlah, calon suamimu itu cerewet sekali. Mudah-mudahan saja kau betah menjadi istrinya” bisik Je Wo. Kedua gadis itu tertawa satu sama lain.

“Baiklah Eonnie, aku berangkat ne? Jaga dirimu” Je Wo memeluk Cheonsa lama, merasa sedih akan meninggalkan gadis itu.

“Aku masih berharap kau datang di hari pernikahanku” bisik Cheonsa penuh harap.

 

****

 

 

Je Wo terus saja menatap kesamping, tidak menoleh sedikitpun pada Kyuhyun yang tengah menyetir disampingnya. Hal itu cukup membuat Cho Kyuhyun merasa heran, gadis yang selalu suka bicara tanpa henti itu, kini mendadak menjadi gadis pendiam. Dan hal yang membuat Kyuhyun semakin bingung, gadis itu sama sekali tidak mau bicara padanya sedari tadi.

“Kau kenapa? Tidak biasanya kau sependiam ini?” tegur Kyuhyun, pria itu diam sejenak untuk sekedar menunggu jawaban Je Wo. Namun sayang, Shin Je Wo terus saja bungkam.

“Kau, sedih karena harus pulang? Tenang saja, nanti aku dan Cheonsa akan sering mengun_”

“Menyetir saja yang benar, Cho Kyuhyun sshi”

Kyuhyun menatap gadis itu dengan kening yang berkerut. Belum pernah gadis itu menggunakan nada bicara sedingin itu padanya, meskipun selama ini mereka sering terlibat perdebatan kecil. Ia merasa ada yang aneh pada gadis itu.

Kini mobil Kyuhyun telah sampai di stasiun yang mereka tuju, Kyuhyun menatap Je Wo setelah memarkirkan mobilnya. Gadis itu masih belum bergeming, pikirannya terlalu rumit saat ini memikirkan perpisahan diantara keduanya, yang sebentar lagi akan terjadi.

“Sudah sampai, ayo kita masuk kedalam” ucap Kyuhyun.

Je Wo berdehem pelan sembari membenarkan letak pakaiannya. “Terima kasih telah mengantarku, aku akan masuk kedalam sendirian, kau pulanglah” ujarnya tanpa menoleh sedikitpun pada Kyuhyun.

“Wae?” tanya Kyuhyun bingung.

Je Wo tidak menjawab, gadis itu segera keluar dari mobil Kyuhyun tanpa memperdulikan tatapan bingung pria itu. Berjalan dengan tatapan kosong, ia tengah melawan perasaannya saat ini, perasaan yang terus memerintah dirinya untuk kembali pada pria itu, mengatakan segala isi hatinya.

Je Wo menghempaskan tubuhnya di sebuah bangku panjang, menunggu kereta yang akan ia tumpangi. Perlahan air mata itu kembali mengalir, membasahi wajahnya. Hatinya begitu tidak rela meninggalkan pria itu namun keadaan harus memaksanya untuk melakukan itu. Tangisan itu tak kunjung henti meskipun ia dapat merasakan kehadiran seseorang disampinya. Kehadiran pria yang tengah ditangisinya. Ia tau pria itu tengah menatap dirinya disana dengan beribu pertanyaan.

“Apa terjadi sesuatu?” tanya Kyuhyun pelan, “Katakanlah padaku jika ada yang mengganggu pikiranmu”

Je Wo tak bergeming, air matanya masih mengalir deras. Tidak perduli tanggapan pria itu padanya. Dia hanya ingin menangis, melampiaskan segala perasaan sesaknya yang tak tertahankan, karena setelah ini, ia akan bersumpah untuk tidak akan lagi mengeluarkan sebutir air mata pun untuk pria itu.

“Kau membuatku cemas, Shin Je Wo. Ada apa?” tanya Kyuhyun lagi. Pria itu memiringkan tubuhnya kearah Je Wo, menatap wajah gadis yang sudah ia anggap sebagai adiknya sendiri.

Kereta yang akan membawa Je Wo kembali kerumahnya telah datang, berhenti tepat di hadapan kedua orang itu. Je Wo mengangkat wajahnya, menatap kereta itu dengan tatapan lirih. Kereta itu, kereta itu yang nantinya akan segera membawanya terlepas dari Cho Kyuhyun. Tangannya terkepal meremas ujung-ujung kemeja yang ia kenakan. Hembusan nafas berat terdengar oleh Kyuhyun sebelum ia melihat Je Wo menarik kopernya, melangkah pelan meninggalkannya.

Kyuhyun berdiri dari duduknya, menatap punggung yang tampak bergetar itu semakin menjauh. Hatinya tak tenang, perasaannya mengatakan ada sesuatu yang terjadi pada gadis itu. Namun ia tak tau harus berbuat apa. Hingga akhirnya tubuh itu berhenti sesaat, memutar kehadapannya. Kedua matanya menatap cemas wajah gadis itu yang tampak kacau, mulutnya terbuka dan tertutup ingin mengatakan sesuatu, namun lagi-lagi tak juga bisa.

Shin Je Wo menatap sendu wajah Kyuhyun, untuk terakhir kalinya, batin gadis itu. Bibirnya mulai terbuka, berusaha mengatakan sesuatu meski sangat sulit. Air matanya semakin mengalir deras ketika merasakan tatapan cemas pria itu. “Cho Kyuhyun” panggilnya pelan, teramat pelan.

“Maaf. Aku, mencintaimu” ucapnya pelan namun terdengar teramat jelas ditelinga Cho Kyuhyun.

Kyuhyun membatu, kedua kakinya seakan kaku mendengar pernyataan itu. Shin Je Wo, sepupu kekasihnya, gadis yang selama ini ia anggap sebagai saudaranya sendiri, baru saja menyatakan perasaannya. Kedua matanya tampak tak fokus, wajah kacau gadis itu terlalu mengganggu pikirannya. Ia tau perasaan gadis itu salah, karena ia tidak akan pernah mencintainya. Tapi melihat gadis itu menangis, dan itu karena dirinya, ia begitu merasa hancur.

Ini kah alasannya ia kembali pulan? Tidak dapat  melihat pernikahannya dan Cheonsa? Batin Kyuhyun tak menentu.

 Shin Je Wo tak mampu jika harus menatap wajah pria itu lebih lama lagi, ia mencoba untuk tersenyum, senyuman seorang Shin Je Wo yang selama ini ia tunjukkan. Aku sudah mengatakannya dan itu cukup, setelah ini semuanya akan baik-baik saja, batinnya. Ia kembali berbalik, menyeret langkahnya pasti meski tak ingin, membiarkan tatapan bingung pria yang ada dibelakangnya, berjalan lurus kedepan, memasuki pintu kereta api tanpa menoleh sekalipun lagi.

 

Selamat tinggal, Cho Kyuhyun. Aku harap kau akan selamanya bahagia bersama Cheonsa Eonnie. Kalian adalah takdir Tuhan, sementara cintaku adalah hukuman Tuhan. Aku menyayangi kalian.

 

 

FIN

 

 

 

 

Sad ending pertama, yeayyyyy.

Walaupun rada gagal tapi.. cukup seneng. Bye Bye Cho Kyuhyun.. *tendang Kyuhyun ke Ailla Omma* Saya lagi galau jadi bisa nerusin FF sedih-sedih begini. Yah! Omma, aku baik kan?? Aku rela loh kasih Kyuhyun ke situ, #Diinjek.

 

Yaudah, selamat menikmati.

Maaf kalau rada gk enak alurnya, ini lagi belajar buat sad ending dan sekali lagi, TYPO masih beredar. #seret Eunhyuk.

 

 

Shin Je Wo

142 thoughts on “Love Is Punishment

  1. huaaa ini NYESEK BANGET BACANYA. T_____T tapi bagus banget ffnya sayang kalo ga dibaca T-T bingung mau komen apa. syudah ini aja deh, mau baca yg lain dulu /plak/

  2. Sad anding yya..
    Sebenarnya rada ndk suka sama sad ending, cuma entah kenapa jadi suka ceritanya..
    Feelnya dapet, sampe bikin nangis, dan itu cukup buat kesuksesan first story eonni yg bergenre sad ending..😀

  3. emang lagi buat yg partnya sad ending ya???
    dapet banget ini mah…

    miris nian nasibmu je wo…
    disini cintamu hanya sepihak adja ya…
    bahkan kyu jga cuma nganggep je wo cma sbgai adik…
    *poor je wo
    #lempar enhyuk ke pelukan je wo

  4. Ping-balik: Library | Shin Je Wo

  5. Cerita2 kyk begini memang menguras air mata kak, tragis bgt nasibnya je wo. Aku jadi ikutan sakit hati bacanya. Feel nya dpt bgt lho. Kyk ngrasain aq jadi je wo. ., T_T

  6. huaaaaa sad ending….kenapa ya kebanyakan klo baca ff ttg Kyu Pasti Cewenya yg menderita kenapa gk kyuhyun? *ngarep bnget kyuhyun menderita* hahhahahah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s