The Chosen

The Chosen

 

 

 

 

 

Shin Je Wo berdiri mematung ketika baru saja menyecahkan kakinya di dorm Super Junior. Siang ini, untuk pertama kalinya Kyuhyun memintanya datang kesana setelah cukup lama pria itu melarangnya menginjakkan kaki disana. Ya, dengan segala skandal yang ia lalakukan bersama seorang pria yang tak lain adalah Hyung kekasihnya sendiri. Tapi, sialnya orang yang pertama kali ia temukan disana adalah Eunhyuk. Pria itu sedang duduk nyaman didepan televisi yang menyala.

Bibir Je Wo terbuka dan terkatup tak menentu. Pria itu memang belum menyadari kedatangannya, namun debaran jantung menggila miliknya sama sekali tidak dapat membuat ia mengeluarkan satu suara pun. Antara rindu, canggung dan takut, ia berkali-kali menepisnya namun gagal.

“Kenapa hanya berdiri disana?”

Je Wo tersentak saat mendengar suara seseorang. Ia memutar kepala keasal suara itu, menemukan Kyuhyun yang berdiri di depan kamarnya dengan tatapan tidak berekspresi.

Saat itu Eunhyuk juga terlonjak, tapi bukan karena suara milik Kyuhyun, melainkan keberadaan gadis yang masih berdiri mematung disana. Rasa rindu yang memang selalu ia tekan dalam dirinya seketika membuncah. Jika saja Kyuhyun tidak berada disana, mungkin saja ia sudah berlari kehadapan gadis itu untuk memeluknya. Tapi sayang, lagi-lagi itu hanya sekedar angan.

“Hei!” tegur Kyuhyun lagi pada Je Wo yang tampak tak fokus. Berkali-kali ia melemparkan tatapannya secara bergantian pada kedua pria itu.

“Eum? Oh, aku baru saja datang,” ujarnya, ia menelan ludahnya berat ketika memberanikan menatap Eunhyuk di hadapan Kyuhyun, “Hai, Eunhyuk Oppa. Lama tidak bertemu.” Sapanya dengan suara bergetar menahan cangggung.

Eunhyuk tau apa yang dirasakan gadis itu, ia hanya memilih mengangguk sekali dan menyunggingkan senyuman kecil. “Ya, kenapa jarang main kesini?” jawabnya berbasa-basi. Ia sempat melirik Kyuhyun yang masih tidak berekspresi.

“Aku, aku sibuk akhir-akhir ini.” Jawabnya bohong, dan tentu saja Eunhyuk tau. Je Wo sudah mengatakan pada Eunhyuk jika selama ini Kyuhyun melarangnya untuk datang kesana karena tidak ingin melihatnya bertemu dengan Eunhyuk.

“Oh..” gumam Eunhyuk ringan.

Kyuhyun berdehem, melangkah mendekati Je Wo yang masih tampak kaku, “Ayo.” Ajaknya, ia menautkan kedua jemari mereka. Membawa gadisnya masuk kedalam kamarnya tanpa menoleh pada Eunhyuk yang menatap sendu sepasang kekasih itu.

Eunhyuk tersenyum miris ketika pintu kamar Kyuhyun sudah tertutup rapat, hatinya terasa ngilu melihat gadis yang selama ini diam-diam telah menjadi miliknya kini bersama pria lain. Rasa sakit itu memang selalu menghujami jantungnya setiap kali Kyuhyun bercerita pada semua Hyung-Hyungnya bagaimana senangnya ia jika menghabiskan waktu bersama gadis itu.

Berbeda dengannya, yang selalu mencuri-curi waktu untuk bertemu dengan gadis itu. Selalu mengatur tempat dan waktu untuk mendapatkan satu momen kebersamaan mereka. Miris dan menyakitkan baginya walaupun hanya melihat jemari itu berada dalam genggaman jemari lainnya.

Dia memang tidak berhak, mengingat pria itulah yang memiliki status sebagai kekasih gadis-nya. Hanya saja, ia tetap membutakan kedua matanya, menulikan kedua telinganya hanya untuk memiliki gadis itu dalam wilayahnya yang tidak dapat di jangkau dan diketahui oleh siapapun.

 

****

 

“Jadi, karena hari ini kau sedang tidak enak badan. Kau baru menyuruhku datang kesini?”

Kepala Kyuhyun yang berada diatas pangkuan Je Wo mengangguk pelan. Kedua matanya terpejam ketika tangan gadis itu mengelus permukaan wajahnya. Pria itu memang merasa tidak sehat akhir-akhir ini, terlebih dengan segala jadwal gilanya. Dan mengingat dia memang sudah jarang bertemu dengan kekasihnya, akhirnya ia memilih menyuruh Je Wo datang kesana meskipun ia cukup tidak nyaman.

“Bagus sekali.” Cibir Je Wo dengan nada sinisnya.

“Orang sakit tidak boleh dimarahi.” Gumam Kyuhyun ringan.

“Siapa yang membuat peraturan seperti itu?”

“Aku.”

Kyuhyun terkekeh pelan ketika tangan Je Wo mencubit kedua pipinya geram. Momen seperti ini memang sudah lama ia rindukan.

Sesaat, keduanya sama-sama tidak mengatakan apapun. Sibuk dengan segala pikiran mereka. Je Wo bahkan sempat berpikir mengenai keadaan Eunhyuk, apa pria itu juga kelelahan seperti Kyuhyun?

“Apa kalian tidak bisa meminta pengurangan jadwal? Kalau begini terus kalian bisa mati karena kelelahan.” Gumam Je Wo spontan.

Kedua mata Kyuhyun terbuka, bersamaan dengan wajah Je Wo yang menunduk menghadap pada Kyuhyun. “Kalian?” ulang Kyuhyun. “Kalian itu, siapa maksudmu?”

Je Wo mengerjap pelan, merasakan tatapan menyelidik Kyuhyun padanya. Sial, pria itu memang terlalu peka dengan setiap kalimat yang terlontar darinya. Bahkan ia juga tau kalau kata kalian itu adalah dirinya dan Eunhyuk.

“Eung? Ah.. kau dan Oppadeul.” Jawab Je Wo gugup. Ia membuang wajahnya kearah lain. Matanya memerah menahan takut, Kyuhyun memang lebih sensitif dari sebelumnya setelah mereka kembali bersama.

Kyuhyun menghela nafas panjang, meraih wajah Je Wo dengan sebelah tangannya agar gadis itu kembali menatapnya. Ibu jarinya mengelus pipi Je Wo, “Boleh aku bertanya sesuatu?” tanya Kyuhyun pelan menyerupai bisikan.

Kepala Je Wo mengangguk ragu.

“Apa Eunhyuk Hyung masih berarti bagimu?”

Kedua mata Je Wo menggelap, “Cho Kyuhyun.” Geramnya memperingati. Ia memang sudah mengatakan pada Kyuhyun untuk tidak mengungkit masalah itu lagi. Karena sejujurnya, rasa bersalah itu akan kembali menggerogoti hatinya, mengingat ia yang detik ini masih menjalin hubungan khusus dengan Eunhyuk.

“Aku hanya ingin memastikan.”

“Kita sudah membahas ini sebelumnya.”

“Dan sialnya hingga detik ini tatapanmu padanya sama sekali tidak berubah.”

Je Wo memejamkan kedua matanya, merutuki kebodohan reaksi semua indra tubuhnya jika berhadapan dengan Eunhyuk, “Aku tidak suka membahas masalah ini.” Gumamnya dengan suara serak.

“Kenapa?” tanya Kyuhyun, suara tegas itu mulai terdengar meskipun ia masih betah menempatkan kepalanya diatas pangkuan gadis itu.

Je Wo membuka kedua matanya, menunduk kebawah untuk menatap wajah Kyuhyun. Wajah itu terlihat menunggu dengan garis-garis wajah tegasnya. Ia tidak tau harus menjawab apa, jika ini diteruskan maka akan berakhir dengan pertengkaran, “Aku hanya tidak ingin kita kembali bertengkar karena masalah yang sama.” Elaknya.

“Kita tidak akan bertengkar,” sahut Kyuhyun. “Tidak jika kau mau jujur padaku. Aku tidak ingin nantinya menyiksamu karena kau memaksakan dirimu berada disisiku.”

“Aku tidak pernah memaksakan diri.”

“Kalau begitu jauhi dia.”

“Apa selama ini kau melihatku bersamanya?”

Suara Je Wo mulai meninggi, dadanya memburu menahan rasa kesal sekaligus takut.

“Dua minggu yang lalu, Eunhyuk Hyung pergi menemuimu di apartement.”

Kedua mata Je Wo melebar. Bagaimana dia bisa tau? Batinnya.

“Tidak usah cemas, aku tidak akan bertanya kenapa dan bagaimana. Aku tidak akan bertanya apapun.” Kyuhyun mengangkat kepalanya, mengambil posisi duduk berhadapan dengan Je Wo yang hanya berdiam kaku.

Wajahnya tampak pucat dan ketakutan itu kian menguat. Perasaan cemasnya mengenai hubungannya bersama Kyuhyun yang akan segera berakhir menggelayuti dirinya. Namun, saat rasa hangat di sekitar wajahnya yang berasal dari rengkuhan kedua telapak tangan Kyuhyun, membuat rasa tenang mengisi rongga dadanya.

“Kau mencintaiku, tidak?” tanya Kyuhyun lembut. Je Wo mengangguk dalam rengkuhannya. “Benar-benar mencintaiku?” tanya Kyuhyun memastikan. Kepala itu kembali mengangguk meski kedua matanya tampak berkaca-kaca. “Kalau begitu, aku akan menunggumu. Aku akan menunggu kapan kau siap menceritakan segalanya padaku. segalanya, tanpa terkecuali. Termasuk hubungan apa yang kalian jalani saat ini.”

Je Wo merasakan jantungnya berdenyut perih. Pria itu tau tapi tetap menampakkan ketenangannya.

“Aku tidak akan marah, karena sejujurnya aku sudah tidak punya kekuatan apapun lagi untuk marah padamu.”

Je Wo mengangkat wajahnya, menemukan wajah lelah Kyuhyun yang menatapnya.

“Tapi tidak apa-apa, aku akan mencoba mengerti dirimu. Mungkin, saat ini kau memang sedang bingung. Iya, kan?”

“Eum.” Angguk Je Wo.

Kyuhyun tersenyum miris, satu anggukan dan jawaban sekecil itu sudah cukup menjelaskan segalanya. Gadis itu, memang masih memiliki hubungan khusus dengan Hyung-nya. Selama ini dia memang sudah mengatahuinya, namun tetap berusaha tidak tau apa-apa demi menjaga hubungan mereka.

“Cho Kyuhyun…” Panggil Je Wo ragu. Ia meremas kedua tangannya, salah satu kebiasaannya jika sedang merasa takut.

Kyuhyun tersenyum kecil, ia meraih jemari Je Wo dan menggenggamnya. “Ya?”

Je Wo masih menunduk, tidak berani menatap ataupun sekedar melirik pria itu. “Apapun yang terjadi nanti, tolong jangan lepaskan genggaman tanganmu.”

Wajah Kyuhyun terperangah, kalimat itu melenyapkan segala rasa sakita hatinya atas hubungan gelap yang dilakukan gadis itu dan Hyungnya sendiri. Ia tidak dapat menyembunyikan rona wajah lega disana, “Ya, tidak akan pernah.” Bisiknya sebelu memeluk tubuh kekasihnya.

 

****

 

“Apa yang kalian lakukan di dalam sana?” tanya Yesung dengan kedua mata menyipit.

Je Wo mendengus malas, “Kedua matamu itu sudah menyipit sejak lahir, Oppa. jadi tidak usah di perburuk lagi. Kau mau kedua matamu benar-benar akan hilang?” cecar Je Wo.

Yesung mendesis kesal dan berpura-pura melotot meskipun gagal. Sementara Shindong, Sungmin dan Ryeowook hanya tertawa melihat tingkah laku Yesung.

“Ngomong-ngomong, kami sudah harus pergi melakukan jadwal selanjutnya. Kau bagaimana?” tanya Ryeowook.

“Eung? Bagaimana apa? Tentu saja aku akan pulang.” Jawab Je Wo.

“Berangkat sekarang?” tanya Eunhyuk yang baru saja keluar dari kamarnya. Ia melirik beberapa dari mereka, namun sama sekali tidak menoleh pada Je Wo dan Kyuhyun.

“Yup.” Jawab Sungmin.

Kyuhyun melirik Eunhyuk sekilas, sebelum menggenggam lembut jemari Je Wo. “Aku akan mengantar Je Wo dulu, setelah itu baru menyusul.” Ujarnya ringan dan segera membawa Je Wo pergi dari sana.

“Yah, kita keluar bersama!” teriak Yesung.

 

 

 

Ketujuh orang itu tampak menunggu pintu lift yang masih tertutup rapat. Tidak ada suara yang terdengar disana. Eunhyuk memilih diam meskipun dirinya berada disamping Je Wo saat ini.

TING.

Pintu lift terbuka dan mereka melangkah masuk. Sialnya, tidak hanya mereka yang ingin menaiki lift itu. Ada beberapa orang lagi yang mendesak masuk hingga Kyuhyun, Je Wo dan Eunhyuk terdorong kebelakang lift bersamaan. Lift itu penuh seketika, Eunhyuk dan Kyuhyun dapat mendengar decitan kesal Je Wo yang berada tepat ditengah-tengah mereka berdua.

“Kenapa?” bisik Kyuhyun pelan, mengingat disana tidak hanya ada mereka.

“Sempit.” Sungut Je Wo.

“Ini lift milik umum, kalau tidak ingin sempit buat saja lift pribadi untukmu.” Balas Kyuhyun.

Je Wo melirik garang pada Kyuhyun yang menyengir lebar. “Kalau itu aku juga tau, bodoh!” rutuknya. Je Wo mendengus kesamping dan sialnya, ia malah mendapatkan wajah keruh Eunhyuk disana. Pria itu menatapnya dalam penuh makna, ada terbisit rasa kesal pada pria itu mendengar gurauan ringan gadis itu bersama Kyuhyun.

Dan tubuh Je Wo menegang kaku saat merasa sesuatu yang hangat melingkari pinggangnya. Ia tertarik kesamping, kesisi Kyuhyun hingga tubuhnya merapat erat pada pria itu, “Y-yah!” bisik Je Wo gugup. Namun kedua matanya tak berhenti melirik wajah Eunhyuk yang mengeras. “Bagaimana jika ada yang melihat?”

“Biar saja.” Jawab Kyuhyun acuh dengan suara sedikit lebih keras yang ia tujukan pada Eunhyuk.

Je Wo cepat-cepat melirik sekelilingnya, memastikan jika tidak ada yang mendengar suara Kyuhyun. Memang tidak ada yang mendengar suara Kyuhyun disana, kecuali Eunhyuk. Je Wo tau jika Kyuhyun melakukan itu karena ada Eunhyuk disampingnya. Ia merutuki situasi tak mengenakkan ini pada mereka.

Belum lagi kecemasannya mereda, kini ia merasakan sebelah tangannya digenggam oleh seseorang. Ia menunduk kebawah, melirik tangan sebelah kirinya yang berada dalam genggaman Eunhyuk. Jika saja bisa, ia ingin segera berteriak keras dan berlari keluar dari sana. Keluar dari situasi yang menyulitkannya. Tapi sayangnya, ia tidak bisa. Kedua kakinya melemas dan tak kuat untuk sekedar berdiri. Untung saja saat itu Kyuhyun merangkul pinggangnya. Suaranya tercekat diambang tenggorokan dan tidak mampu untuk sekedar berdehem. Keringat dingin mulai membanjiri wajahnya.

“Ada apa?” tanya Kyuhyun yang merasakan tubuh Je Wo yang bergerak gelisah.

Je Wo cepat-cepat menggeleng, “Tidak apa-apa.” Elakknya.

Ia melihat Kyuhyun mengangguk kecil dan kembali menatap kedepan. Disaat itulah, ia dapat memejamkan kedua matanya ketika merasakan Eunhyuk mengelus punggung tangannya pelan. Menimbulkan sensasi mengerikan padanya. mungkin, jika saja ia tidak berada dalam rangkulan kekasihnya. Ia akan segera merapatkan diri pada pria itu. Pria yang selalu bisa menggoda ketertarikan dirinya daam situasi apapun.

Pria itu, memang selalu terlihat menggoda dihadapannya. Membuat perasaannya kembali goyah. Godaan itu selalu berhasil membuatnya melupakan kekasihnya untuk waktu yang lama. Dan kali ini, gadis itu harus melakukan sesuatu. Memilih diantara kedua pria yang berada di sisinya. Satu pekerjaan sulit tapi tetap harus ia lakukan.

 

 

FIN

 

Hasil kebosenanku hari ini, hahaha dua jam lebih ngabisin waktu buat cerita odong-dong kayak begini. Ya, dinikmatin ajah ye…. Wkwkwk. Maklum saya memang suka EROR kalau lagi bosen. Dan Lee Jaera, tunggu kehadiranmu selanjutnya disini hahahaha.

 

 

Shin Je Wo.

167 thoughts on “The Chosen

  1. je wo beruntung banget diperebutin sm 2org yg sm2 slg mencintai dan hrs milih siapa diantara 2 itu :O
    astaga eunhyuk nekat bgt genggam tangan je wo , bersamaan kyuhyun yg rangkul je wo-____-
    aisshh sm2 ganteng jd je wo bingung mau milih yg mana-____-

  2. Tumben kyu ngenes sih disini, biasanya selalu menang. Kkkk. Kog gantung gni ya kak, terus lanjutan nya apa nih. Kalo boleh jujur ya aq lbih suka yg ada hyunje nya, habisnya lucu kalo ada bocah tengil itu. Kalo di cerita ini bwa,anya tegang bca,a. Brarti bgus donx ya dpt feel nya. Berasa jd je wo, kekeke😀

  3. hwaaaaa parah je wo parah dia berselingkuh dengan eunhyuk??? Aigooo benar” malapetaka,.
    kasihan kyu,. pasti hatinya sakit bnget diselingkuhi sma kekasihnya,. je wo harus mentukan mna yg akn dipilih,. agar kedua pria itu tidak tersakiti,. >.< hohhohoho

  4. sampai kpn je eonni akan nyakitin kyukyu.. aku gk tga kyukyu selalu skit hti.. monyet oppa hntikan semua ini.. kasian dongsaeng mu..
    eonni foghting keep writing

  5. Aq gak suka banget ma je wo, kasian kyupil disakiti je wo ngajak balikan tp ttp berhubungan ma eunhyuk. Trus dy gak mau kyuhyun ningalin dy, tp juga gak mau ditinggal eunhyuk. Egois. Sequel dong
    Tp aq berharap kyu ketemu cewek lainya aja biar lah je wo thu rasanya kehilangan. Bosen dech kalu kyu ttp ma je wo padahal je wo udh selingkuhin kyuhyunm sakiti kyuhyun terus
    Semoga author mendengar kan permintaan q😊

  6. Astaga udah jadi kekasih pulaa 😅
    OMG jangan lah mereka sama sama mutusin untuk pergi dari hadapan je wo ..
    Je wo – yaa .. pilih aja salah satu .. ntar satunya lagi buat orang sinii #nunjukdirisendiri :v

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s