[Freelance] When I Found You

Untitled-3 copy

Title: When I Found You

Author: Meida R Hapsari

Cast: Cho Kyuhyun, Shin Je Wo.

Ratting: PG-17

When I Found You

 

Katanya mencintai seseorang itu tidak perlu alasan.

 

Katanya cinta itu tidak mengenal perbedaan.

 

Katanya cinta itu manusiawi.

 

Cinta itu sederhana,

 

Sesederhana aku yang begitu mencintaimu.

Seorang wanita berjalan menuju galeri keramik di pinggir kotaSeoul. Wanita cantik dengan badan yang tidak terlalu tinggi, namun tetap terlihat mempesona. Tubuh indahnya yang dibalut kemeja berwarna putih dan celana jins berwarna hitam tetap tidak bisa membohongi siapapun tentang bagaimana mempesonanya wanita itu.

Wanita itu membuka pintu galeri dan tersenyum hangat ketika menemukan orang yang dicarinya. Sesosok laki-laki paruh baya yang berdiri di pojok ruangan  sambil mengamati keramik-keramik yang ia buat dengan tangan kasarnya yang penuh dengan dedikasi.

Wanita tadi berjalan mendekati lelaki paruh baya itu dan memeluknya dari belakang. Menyalurkan rasa hangat tubuhnya untuk lelaki tua tersebut. Berharap dapat sedikit memberi ketenangan kepadanya.

“Aku tidak pernah berfikir untuk kehilangan ibumu secepat ini.” Lelaki itu menyentuh tangan wanita yang melingkari pinggangaya. Wanita itu tetap diam, membiarkan lelaki itu mengeluarkan semua pikirannya. “Dia wanita yang begitu baik, aku bahkan tidak mempunyai kata-kata lain untuk menggambarkannya. Dia wanita yang membuatku mampu menentukan jalan hidupku sendiri, bahkan disaat tersulit dalam hidupku sekalipun, dia tetap ada disampingku.” Laki-laki itu mengambil nafas sejenak sebelum melanjutkan perkataannya.

“Tanpa pernah mengeluh sedikitpun, bahkan dengan segala sikap acuh tak acuhku, dia tetap setia berada disampingku. Dia juga memberikanmu untukku.” Lelaki itu semakin menerawang dalam pemikirannya sendiri dan kembali melanjutkan perkataannya.

“Ini adalah keramik pertama yang kubuat bersama ibumu.” Pria itu menunujuk sebuah keramik dengan model mangkuk yang terlihat biasa saja, wanita itu mengikuti arah pandang lelaki tua itu dan tersenyum kecil. “Waktu itu dia bilang ingin membuat sebuah guci, tapi tangannya yang tidak kreatif itu malah merusak pondasi dasar keramik yang aku buat, dan membuatnya menjadi mangkuk jelek seperti ini.” Lelaki itu tertawa mengingat betapa konyolnya mereka waktu itu.

“Tapi kau tetap mencintainya, kan?”

“Ya.. aku sangat mencintainya, bahkan nyaris menjadi gila karenanya.” Wanita itu tersenyum kembali mendengar jawaban lelaki tua yang sekaligus ayahnya itu.

“Eomma wanita yang beruntung appa.” Wanita itu semakin mepererat pelukannya sebelum melanjutkan perkataannya. “Karena dia dicintai olehmu.”

“Bukan.. aku yang lebih beruntung, karena dicintai wanita seperti dia.”

“Aku tahu appa. Ngomong- ngomong, kau ingin makan siang denganku, tidak?” lelaki itu tersenyum dan membiarkan lengannya diseret oleh putrinya keluar dari galeri, miliknya.

Je wo baru saja keluar dari kelasnya dan berjalan menuju halte bus sesegera mungkin. Menghindari bus yang penuh sesak oleh penumpang pada jam-jam seperti ini. Dia menaiki sebuah bus jurusan gangnam, tempat galeri ayahnya berada.

Mengunjungi ayahnya setelah pulang kuliah merupakan kegiata rutin Shin Je wo saat ini. Sejak ibunya meninggal beberapa bulan yang lalu, ayahnya menjadi sangat senang menghabiskan waktu di galeri keramik miliknya. Berjam-jam membuat keramik hingga melupakan waktunya untuk makan, dan Je wo dengan setianya akan mengantarkan makan siang untuk ayahnya itu.

Je wo turun dari bus, dan mampir sebentar ke restaurant cepat saji untuk membeli beberapa bungkus makanan. Maklum saja, wanita itu amat sangat tidak berbakat untuk urusan dapur, jadi dia harus membeli makanan cepat saji untuk disantap dengan ayahnya. Setelah menerima bungkusan makanannya, Je wo bergegas berjalan menuju galeri ayahnya.

Ketika sampai di galeri ayahnya, Je wo disambut oleh Kim En Sun, sekertaris ayahnya. En Sun tersenyum kepada Je wo dan menghampiri wanita itu.

“Hei, senang melihatmu hari ini.”

“Bukankah setiap hari aku kesini. Memangnya kau tidak bosan melihatku terus?” En Sun tersenyum mendengar jawaban dari putri bosnya itu, dan mengedipkan sebelah matanya.

“Setidaknya, aku tidak perlu repot membujuk bos untuk makan tepat waktu bukan? Karena putri kesayangannya ini sudah berbaik hati untuk mengantarkan makanan satiap harinya, yah.. walaupun hanya makanan cepat saji sih.”

Je wo melotot kepada Kim En Sun dan sedikit mencibirnya. “Cih.. kau sebenarnya berniat memujiku atau mengejekku ahjumma?”

“Yak.. Shin Je wo, berhenti memanggilku seperti itu! Kau tahu? Aku tidak setua pangilanmu itu.” Je wo tertawa keras mendengar ocehan En Sun, wanita ini memang selalu marah, jika ada yang memanggilnya ahjumma, kerena menurutnya sebelum umurnya mencapai 35 tahun, maka ia belum layak dipanggil dengan panggilan laknat itu.

“Hahaha… sudahlah ahjumma, wajahmu itu memang tidak bisa membohongi umurmu yang hampir berkepala tiga.” Kim En Sun cemberut mendengar ledekan Je wo, namun tidak igin melanjutkannya, karena pasti Je wo akan sangat puas jika ia sampai terbawa godaan gadis itu.

“Ngomong-ngomong dimana lelaki tua gila kerja itu?”

“Dia sedang ada di dalam, kedatangan tamu penting.”

“Siapa?” Je wo mengernyitkan dahinya, tidak mampu menyembunyikan rasa penasarannya.

“Seorang pengusaha muda dan sangat… tampan. Putra pelanggan ayahmu. Sepertinya mereka membicarakan bisnis.” En Sun brbicara dengan nada yang amat sangat bersemangat. Membuat Je wo semakin penasaran dengan tamu ayahnya.

“Cih.. giliran laki-laki tampan saja, kau terlihat sangat bersemangat seperti itu. Dasar wanita kesepian.”

“Biar saja, reaksiku memang selalu seperti ini jika bertemu dengan laki-laki tampan.”  Je wo mencibir dengan kelakuan sekertaris ayahnya, tepat saat ia ingin mendebat Kim En Sun pintu ruangan ayahnya membuka dan tepat saat itu ayahnya keluar dari dalam ruangan itu bersama seorang pria yang berjalan di belakangnya. Ayahnya tersenyum ketika mendepati putrinya telah datang sambil menenteng sebuah bungkusan yang ia yakin adalah jatah makan siangnya.

“Hai.. sayang!”

“Hai.. Appa.” Je wo membalas sapaan sayang ayahnya dan sedikit mengerutkan keningnya melihat pria yang berjalan dibelakang ayahnya, sepertinya tuan Shin menyadari pandangan Je wo dan berjalan mendekatinya, bermaksud mengenalkan pria yang berdiri dibelakangnya.

“Perkenalkan, ini Kyuhyun. Cho Kyuhyun, putra teman ayah.”  Tuan Shin menunujuk Kyuhyun.

Je wo membungkuk dan memperkenalkan dirinya. “Anyeong haseyo, Shin Je wo imnida.”

Pria itu tersenyum sekilas dan balas membungkuk untuk memperkenalkan dirinya.

“Anyeong haseyo, Cho Kyuhyun imnida.” Je wo dapat melihat dengan jelas wajah tampan milik lelaki itu. wajahnya yang dingin dan terlihat angkuh, serta tubuhnya yang tinggi tegap, semakin memperparah saja kadar ketampanannya. Dan lelaki jenis ini, pasti adalah lelaki yang mampu menaklukan setiap hati wanita yang dia inginkan.

“Baiklah paman, sepertinya aku harus pergi sekarang.”

“Oh.. kau pasti sangat sibuk hari ini, maafkan aku telah menyita waktumu yang berharga.”

Kyuhyun tersenyum sekilas, kemudian memandang Je wo sejenak. “Tidak apa-apa paman, lagipula aku mendapat bonus dengan bertemu putrimu.”

Tuan Shin tertawa keras mendengar perkataan Kyuhyun sedangkan Je wo, wajahnya sudah merah padam, antara kesal sekaligus malu.

Lelaki itu dengan mudahnya menggoda seorang wanita dihadapan ayahnya sendiri tanpa rasa sungkan. Je wo mengumpat dalam hati, merutuki sikap kurang ajar Kyuhyun yang sangat menyebalkan.

“Baiklah, semoga kita dapat berjumpa lain kali paman.” Kyuhyun tersenyum sekilas kepada Tuan Shin sebelum pergi dari galeri itu, ia sempat melirik Je wo sekilas dan menyunggingkan senyum separonya yang demi Tuhan, terlihat begitu sangat menawan di mata Je wo.

“Demi Tuhan appa, dia terlihat begitu menyebalkan daripada kau. Aku benar-benar akan memakinya saat nanti aku bertemu dengannya lagi.” Je wo memasang wajah kesal dan berjalan mendekati ayahnya, memberikan bungkusan makanan yang sempat ia beli tadi.

“Tapi, dia tampan bukan? Dia juga kaya. Apa kau sama sekali tidak tertarik dengannya?” je wo mendengus mendengar godaan ayahnya, sangat malas untuk menanggapi, karena sudah pasti jawabannya pria itu terlalu mempesona, bahkan sampai kepada taraf yang tidak wajar. Dan dia tidak mungkin memberi tahu ayahnya, bisa-bisa ayahnya itu akan menggodanya habis-habisan.

“Kau lebih tampan daripada dia. Jadi berhenti untuk menggodaku appa, atau aku akan semakin merepotkanmu nanti!” dan terliaht senyum maklum dari Tuan Shin.

Kau terpesona padanya bukan? Aku tahu Je wo-ya, tidak akan ada satupun wanita yang bisa menghindar dari pesonanya itu. dan aku harap, dia juga dapat mempesona dirimu.

 

Kyuhyun baru saja memeriksa seluruh dokumen yang disodorkan kepadanya. Pria itu tampak bernafas lega. Dia menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi dan tersenyum sekilas sebelum menutup matanya. Pria itu teringat akan pertemuannya beberapa hari yang lalu dengan Shin Je Wo, wanita yang begitu cantik dan menarik.Wanita yang hanya menunujukkan wajah kesal dan memerahnya ketika ia goda, dan demi apapun, wanita itu terlihat amat sangat cantik dengan ekspresi seperti itu.

Kyuhyun membuka matanya dan melirik jam yang ada disamping meja kerjanya. Jam dua siang, dan ini sudah melebihi ketentuan jam makan siangnya. Tiba-tiba dia merasa sangat jenuh dan ingin sekali keluar. Mengunjungi galeri Tuan Shin dan bertemu gadis itu lagi.

Dia memutuskan harus bertemu dengan wanita itu sekarang dan menjadikan wanita itu miliknya. Bagaimanapun caranya, lagipula Shin ahjjusi tampak menyukainya, berarti dia tidak perlu susah-susah merebut hati ayah wanita itu. Sekarang tinggal memikirkan cara untuk membuat wanita itu berada dalam pelukannya, dan ketika saat itu tiba, maka dia tidak akan pernah menyi-nyiakan kesempatan itu.

“Demi Tuhan Shin Je wo.. kenapa kau begitu mirip ibumu dalam segala hal? Bahkan tangan tidak kreatifnya itu juga menurun kepadamu? Ckckck…” Tuan Shin hanya dapat menggeleng dengan pasrah ketika melihat hasil karaya putrinya. Shin Je wo memang tidak berbakat dalam hal seni kriya, dan itu dapat dilihat dari guci buatannya, walaupun sebenarnya guci itu tidak layak disebut dengan kata guci, tapi lebih mirip sebuah kuali dengan bentuk yang abstraksi. Karya seni bernilai tinggi, jika itu Je wo sendiri yang menyebutnya.

“Astaga appa, tidak bisakah kau tidak menghina karyaku ini?” je wo bersungut kesal kepada ayahnya. “Setidaknya kau diam atau tidak usah berkata apapun.lagipula, aku tidak berniat membuat apapun tadi.” Je wo sedikit merengut dan memandang ayahnya tidak suka, dan tepat saat itu juga terdengar suara pintu galeri yang dibuka. Je wo sempat kehilangan kesadarannya sesaat sebelum mendapatkannya kembali.

Cho Kyuhyun sedang berdiri dihadapannya dengan setelan jas lengkap dan terlihat amat sangat angkuh sekaligus berbahaya disaat yang bersamaan.

“Anyeong, paman.” Pria itu tersenyum sambil membungkukkan badannya.

“Anyeong Kyuhyun-ah. Apa yang sedang kau lakukan disini?” tuan Shin berjalan menghampiri Kyuhyun.

“Hanya sedang ingin mampir saja, dan berharap juga mendapatkan bonus lagi.” Kyuhyun tersenyum dan melirik Je wo.

“Cih.. tutup mulutmu itu Tuan Cho!” Je Wo setengah mencibir. “Aku sama sekali tidak tertarik denganmu.”

“Benarkah?” kyuhyun bertanya sakratis. “Jangan berkata seperti itu dulu Nona Shin, sebelumnya tidak pernah ada yang menolakku. Lagipula..” kyuhyun memandang Tuan Shin sejenak sebelum melanjutkan ucapannya. “Paman tidak keberatankan jika aku menyukai putrimu?”

“:Sama sekali tidak. Hanya saja.. kau jangan menggodanya seperti itu, karna sepertinya sebentar lagi dia akan meledak.” Tuan Shin menunujuk Je wo yang sudah menampakkan wajah marahnya. Kyuhyun tertawa dan mendekati Je wo, menggenggam tangan Je wo tanpa sungkan membuat pemiliknya membulatkan mata dan memandangnya dengan pandangan tidak terima.

“Apa-apaan kau?” je wo berteriak dan berusaha melepaskan tangannya dari cengkeraman Kyuhyun, tapi percuma saja, sekali wanita tetaplah seorang wanita, dan kodratnya itu memang tidak pernah bisa menyalahi aturan.

“Diamlah! Aku hanya ingin mengajakmu makan siang saja.” Kyuhyun menatap Je wo tajam dan hanya dibalas cibiran dan sumpah serapah oleh wanita itu. “Paman, aku ingin mengajak putrimu jalan-jalan. Kau tidak keberatankan?”

“Tentu saja tidak, asalakan kau tidak berbuat macam-macam padanya dan pastikan dia tidak membuatmu kerepotan.” Je wo mendelik garang kepada ayahnya yang sedang tersenyum ringan pada Kyuhyun. Semudah itukah ayahnya membiarkan dia pergi dengan pria kurang ajar seperti Cho Kyuhyun. Benar-benar tidak bisa dipercaya.

“Terimakasih paman, aku akan segera mengembalikannya padamu.”

Je wo belum sempat membalas perkataan Kyuhyun saat tangannya sudah ditarik secara paksa oleh laki-laki itu. Kyuhyun memaksa Je wo masuk kedalam mobilnya setelah itu dia duduk dengan nyaman di kursi kemudi. Melirik Je wo, yang masih menekuk wajahnya tanda tidak setuju.

“Kau mau kemana?” Kyuhyun bertanya pada Je wo, merasa bodoh karena tidak tahu tempat yang ingin ia tuju.

Je wo menatap Kyuhyun dengan sinis, mencibir kelakuan lelaki itu yang suka seenak perutnya sendiri. “Bukankah tadi kau yang mengajakku?”

kyuhyun menunujukkan cengirannya kepada Je wo. “Itu hanya bentuk spontanitas saja. Tapi, jujur saja tujuanku megunjungi galeri ayahmu memang hanya ingin bertemu denganmu.”

“Cih.. kau pandai merayu rupanya.”

“Hei..kau satu-satunya wanita yang aku rayu nona.” Je wo melirik Kyuhyun dan memberikan pandangan apa-yang-kau-maksud? “Wanita-wanita itu biasanya melemparkan dirinya padaku dengan sukarela, jadi aku tidak perlu susah payah untuk merayu mereka.”

“Tidak diragukan lagi. Pasti mereka adalah wanita-wanita yang selalu memakai sepatu dengan heels yang bisa membuat kakimu patah dan baju kekurangan bahan yang mereka sebut dengan gaun itu.” Kyuhyun tidak dapat menyembunyikan tawa gelinya, dan dengan terang-terangan memperlihatkannya di depan Je wo. “Masih ada yang kurang.” Je wo memandang Kyuhyun sebelum tawanya akhirnya meledak ketika mengetahui maksud pria itu. “Ya… mereka suka berdandan seperti badut dan membanggakan itu didepan laki-laki seperti dirimu Tuan Cho. Wah.. aku benar-benar tidak menyangka, seleramu dalam memilih wanita ternyata sangat buruk sekali.” Kyuhyun berdecak pelan dan menyentil kepala Je wo dengan jarinya. “Yak.. cho Kyuhyun, kau tidak sopan sekali.”

“Wanita itu bukan seleraku. Hanya saja…” Kyuhyun menunujukkan senyum separonya dan mendekatkan dirinya ke arah Je wo, membuat wanita itu harus mundur kebelakang jika tidak ingin terjadi sebuah kecelakan fatal padanya. “Aku membutuhkan mereka untuk bermain-main dan sedikit bersenang-senang.”

“Oh.. astaga Cho Kyuhyun, kau membuatku sangat terkejut. Dan…” je wo melirik Kyuhyun yang berada beberapa senti diatasnya. “Bisakah kau singkirkan wajahmu itu? itu membuatku sangat risih.”

“Wae? Kau gugup?”

“Ani, hanya merasa tidak nyaman saja.”

“Tidak usah mengelak. Wajahmu itu sudah memerah dan aku dapat mendengar debaran jantungmu yang tidak normal itu.” Je Wo membulatkan matanya, tidak menyangka akan reaksi tubuhnya yang dapat diketahui oleh pria itu.

Kyuhyun masih menatapnya dengan intens dan sedikit mencondongkan wajahnya sehingga hanya tinggal berjarak beberapa senti dari wajah Je wo. Laki-laki itu mmenyentuh wajah Je wo dengan jarinya dan berusaha mengatur nafasnya agar tetap normal, tapi berada terlalu dekat dengan Je wo sunnguh mengacaukan pikirannya, dan wanita itu tidak tahu seberapa parahkah pengaruhnya terhadap Kyuhyun.

Kyuhyun mendesah frustasi sebelum menimbang-nimbang sesuatu dan menempelkan bibirnya diatas bibir Je wo, membuat wanita itu membelalakan matanya. Kyuhyun memegangi kedua tangan Je wo dan mengurung wanita itu diantara tubuhnya, membuat tubuh wanita itu terkunci dan mempersempit kesempatan wanita itu untuk melawan. Dan Kyuhyun tidak dapat menahan diri lagi ketika merasakan wanita itu telah menyerah dan tidak mencoba untuk melawannya lagi, maka yang semulanya Kyuhyun hanya menempelkan bibirnya saja, mulai berani untuk melumat dan melesakkan lidahnya ke dalam ketika bibir wanita itu terbuka. Dan dia bersumpah, bibir wanita itu adalah bibir ternikmat yang pernah ia cicipi.

Kyuhyun melepaskan tautan bibirnya ketika ia merasakan paru-parunya membutuhkan oksigen. Dia memandang Je wo yang sama terengahnya dengan dirinya, bahkan wajah wanita itu tampak merah padam ketika dia menatapnya dengan tajam. Kyuhyun menangkup wajah mungil wanita itu dengan tangannya yang besar dan menempelkan keningnya pada wanita itu.

“Kau tahu? Aku takut jika aku tidak bisa mengendalikan diriku sebelum waktunya, karena berada terlalu dekat denganmu berpotensi membuatku menjadi lelaki kurang ajar.”

Shin Je wo mendesah berkali-kali ketika mengingat kejadian tadi siang yang menimpanya. Wanita itu menyenderkan tubuhnya pada sandaran tempat tidur dan mencoba memejamkan mata, berharap dapat melupakan kejadian tadi siang.

Itu kali pertamanya ia berada terlalu dekat dengan seorang pria, dan itu juga kali pertamanya berciuman. Dan dia amat sangat munafik jika mengatakan bahwa ciuman pria itu biasa saja, karena pada kenyataannya ciuman pria itu adalah hal yang sangat luar biasa yang pernah ia rasakan sampai saat ini. Bibir pria itu yang basah dan menggoda serta bentuknya yang penuh membuat wanita manapun akan menyerah hanya dengan ciumannya.

Astaga Shin Je wo, bagaiman bisa kau berfikiran mesum seperti itu. tidak. Pria itu begitu kurang ajar dengan menciummu secara paksa dan itu sangat menghancurkan harga dirimu sebagai seorang wanita. Dan kau harus membuat perhitungan dengannya jika nanti kau bertemu lagi dengan pria mesum dan kurang ajar itu.

Hujan turun dengan deras saat Je wo keluar dari gedung kampus tempat ia kuliah. Wanita itu dengan santainya berjalan menembus hujan tanpa menggunakan payung atau sejenisnya. Tampak menikmati ketika air-air itu jatuh membasahi tubuhnya dan tidak memerdulikan betapa dingin tubuhnya saat ini.

Hujan selalu begitu tampak ringan untuknya, dia tidak menyukai hujan tapi juga tidak membenci hujan. Dia selalu menanggapi hujan sebagai siklus alamiah bumi, dimana bumi juga memerlukan hujan untuk regenarasi makhluk-makhluk yang ada di dalamnya.

Seorang lelaki tersenyum di balik kaca mobilnya yang berwarna hitam. Memerhatikan tingkah wanita yang menjadi objek perhatiannya. Sesekali tersenyum ketika wanita itu dengan santainya tidak memerdulikan air yang membasahi tubuhnya, dan tetap berjalan tanpa rasa risih sedikitpun.

Ketika biasanya wanita amat sangat menyukai hujan karena alasan tertentu, tapi wanita itu dengan santainya menganggap hujan hanya sebagai suatu kegiatan rutin yang harus dilakukan bumi.

Kyuhyun keluar dari mobilnya dengan memakai sebuah payung dan menenteng satu lagi ditangannya. Dia tidak berniat untuk berbagi payung dengan Je wo, tahu jika wanita itu tidak akan menyukainya. Dan ketika ia sampai dihadapan Je wo, dia tidak terburu-buru untuk memayungi wanita itu, Je wo sedang menikmati hujan yang mengguyurnya, lagipula ia menyukai raut wajah Je wo yang terkejut karena dirinya.

“Kenapa kau ada disini?” je wo melihat Kyuhyun tidak suka.

“Menjemputmu, memangnya apa lagi?” kyuhyun menyerahkan payung yang ada di tangannya. “Pakai ini dan ikut aku!”

Je wo melirik payung yang diberikan Kyuhyun sebelum kemudian menerimanya. “Kau ini memang tidak ada manis-manisnya ya? Aku bahkan harus sampai menekan rasa emosiku karena kelakuanmu yang seenaknya itu.”

“Aku tidak bisa bersikap seperti itu. jika kau mengharapakan seorang pria yang manis dan romantis sepertinya kau harus membuang jauh-jauh keinginanmu itu. tapi maaf saja, aku tidak akan pernah melepaskanmu.”

“Cih.. dasar pemaksa.”

“Memang.”

Kyuhyun meraih tangan Je wo dan menautkan jari-jari mereka. Tersenyum sekilas sebelum mendaratkan sebuah kecupan pada bibir Je wo , membuat wanita itu terkejut luar biasa. Ini kedua kalinya Kyuhyun menciumnya, namun reaksi wanita itu masih tetap sama. Diam membeku dan seperti kehilangan pijakan kakinya di tanah.

“Kau kedinginan. Sebaiknya kita pulang sekarang.” Kyuhyun menarik Je wo menuju mobilnya dan membiarkan wanita itu diam dalam keterkejutannya.

Kyuhyun meletakkan dua buah cangkir berisi coklat panas di hadapan Je wo. Tadi setelah acara hujan-hujan yang membuat tubuh Shin Je wo basah kuyup akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk menyeret Je wo secara paksa ke apartemennya. Dan wanita itu terpaksa mengikuti paksaan Kyuhyun dikarenakan ancaman dari pria itu.

Je wo menganbil cangkir coklatnya dan menyesapnya dengan pelan. Menikmati sensasi hangat sekaligus menenangkan yang di dapat oleh tubuhnya. Coklat memang selalu memperbaiki mood-nya.

Kyuhyun mengamati wanita yang ada di hadapannya itu dengan intens. Mata tajamnya menulusuri seluruh wajah wanita itu dan berhenti di bibirnya. Bibir yang selalu membuatnya kehilangan kendali diri. Kyuhyun menggelengkan kepanya berusaha lepas dari pikiran kotor yang saat ini hinggap dikepalanya yang tampan itu.

Je wo meletakkan kembali cangkirnya diatas meja dan kemudian mengalihkan perhatiannya pada Kyuhyun. Lelaki itu tampak memperhatikannya dengan intens dan tidak merasa canggung sediktpun saat Je wo memergokinya.  Kadang wanita itu berfikir, apa yang ada dibalik kepala pria tampan dihadapannya itu. sikapnya yang selalu berubah-ubah, sekaligus kelakuannya yang suka semaunya sendiri, terkadang membuat Je wo menjadi amat sangat kesal. Namun, pria itu juga dapat menjadi pria baik seperti saat ini. Membuatkan Je wo secangkir coklat hangat untuk menghangatkan tubuhnya, walaupun terkesan biasa saja, namun untuk ukuran seorang Cho Kyuhyun,  itu terlihat begitu manis.

“Kau harus menginap disini malam ini!”

Je Wo melonjak kaget. Apa pria dihadapannya ini tidak waras? Menyuruh seorang wanita menginap di rumah seorang pria, lajang pula. Astaga.. dimana pikiran pria itu?  “Apa  yang baru saja kau katakan Cho Kyuhyun? Menginap? Kau sudah gila hah?”

Kyuhyun menyentuh cangkirnya dan memainkannya.  “Aku sudah memberi tahu ayahmu tadi. Dan beliau sama sekali tidak keberatan.” Je wo menatap kyuhyun setengah terkejut dan tidak percaya. Kyuhyun yang mengerti tatapan wanita itu tersenyum miring dan beranjak dari kursinya mendekati Je Wo. Dia meraih Je wo dengan tangannya yang besar, melingkari pinggang wanita itu dengan posesif. “Kau ingin tahu tidak alasan apa yang kugunakan sehingga ayahmu mengijinkanmu untuk menginap disini?”

“Apa?”

“Aku mengatakan padanya, bahwa putrinya yang cantik ini sedang berada dalam pelukanku dan aku akan segera menikahinya.” Je wo tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya. Wanita itu melotot kepada Kyuhyun dan memberikannya tatapan tajam yang jelas sekali tidak dapat membuat lelaki itu takut sedikitpun.

“Kau berniat menjebakku ya?”

“Tidak. Bukankah saat ini kau memang sedang berada di dalam pelukanku dan sebentar lagi kau memang akan menjadi milikku?” Kyuhyun mengelus pipi Je wo dengan tangannya dan mendekatkan wajahnya pada wanita itu. “Aku tidak bisa menahan diriku lagi saat ini. Maafkan aku, tapi aku benar-benar akan membuatmu menjadi milikku malam ini.” Dan setelahnya Kyuhyun menyentuhkan bibirnya pada bibir wanita itu, tidak membiarkan wanita itu protes sedikitpun. Kyuhyun melumat bibir Je wo dengan lembut, berusaha membuat Je wo merasa nyaman dengan perlakuannya. Kyuhyun tersenyum senang ketika mendapati bibir wanita itu mulai bergerak membalas ciumannya. Kyuhyun mengakat tubuh wanita itu sehingga berada dalam pelukannya, berjalan kekamarnya tanpa melepas ciuman mereka.

Meletakkan wanita itu di atas ranjangnya dan menindihnya. Mengurungnya di bawah kekuasaannya. Kyuhyun melepaskan ciuman mereka dan memandang Je wo tajam, wanita itu sudah setengah terangsang dengan wajah memerah dan deru nafas yang tidak beraturan, sedangkan Kyuhyun sendiri, bagian bawah tubuhnya yang sudah mengeras juga tidak bisa membohongi gairahnya saat ini.

Kyuhyun mengusap pipi Je wo, membuat rona yang berada di pipi wanita itu tercetak semakin jelas. Betapa cantiknya wanita yang sedang pasrah berada di bawah kekuasaannya ini, wanita itu bagaikan jelmaan Dewi Aprodith yang amat sangat cantik, dan wanita itu sebentar lagi akan menjadi miliknya. Kyuhyun kembali melumat bibir Je wo dengan lumatan yang cepat dan menuntut, kemudian mengalihkan ciumannya pada leher wanita itu, mengecupi dan melumatnya penuh gairah, menghirup dalam-dalam aroma tubuh Je wo yang memabukkan, membuat wanita itu tidak tahan untuk mengeluarkan suara yang mati-matian ia tahan. Dan itu sangat berakibat fatal pada Kyuhyun, lelaki itu tidak bisa menahan gairahnya lagi, Shin Je wo harus segera menjadi miliknya.

Dan malam ini, kedua manusia tersebut sama-sama meluapkan perasaan mereka. Menyatukan kedua tubuh mereka dan sama-sama berusaha unutuk saling memuaskan. Dan malam ini juga, Shin Je wo resmi menjadi wanita milik Cho Kyuhyun.

Pagi harinya Je wo terbangun dengan wajah kebingungan sebelum mendesah karena menyadari kegiatan yang tadi malam ia dan Kyuhyun lakukan. Bagaimana bisa ia menyerahkan keperawanannya begitu saja pada pria mesum itu. Je Wo tersenyum kecut sebelum mencoba untuk berdiri. Namun, saat ia ingin turun dari ranjang, terdapat sepasang tangan yang melingkari pinggang telanjangnya dan sekeika wajah Je wo memerah malu. Cho Kyuhyun, pria itu sudah membuka matanya dan menatap Je wo dengan tajam, tidak menunjukkan ekspresi apapun. Pria itu mengalihkan tangannya pada leher Je wo, terdapat bercak merah pada leher putih wanita itu yang ia yakin adalah hasil perbuatannya tadi malam.

Kyuhyun beranjak dari tidur berbaringnya dan mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh Je wo, lagi-agi menatap wanita itu dengan intens. Je wo sedikit memalingkan wajahnya yang sudah merah padam, tapi Kyuhyun menghalanginya dengan memgang dagu wanita itu. merangkap pandangan wanita itu dengan tatapannya yang tajam.

“Apa kau baik-baik saja? Aku tidak menyakitimu, kan?”

Shin Je wo tertegun melihat sorot khawatir dari mata Kyuhyun. Wanita itu mendesah sebelum akhirnya memutuskan untuk menjawab pertanyaan lelaki itu. “Aku baik-baik saja. Kau tidak usah khawatir seperti itu.”

“Bukan seperti itu. Hanya saja, bukankah yang tadi malam itu adalh pertama kalinya untukmu. Aku takut aku terlalu bergairah sehingga menyakitimu.” Je wo tersenyum, senyum pertamanya untuk laki-laki itu dan membuat Kyuhyun tertegun.

“Lucu sekali melihatmu seperti ini. Tapi wajar saja, kau kan baru saja memperkosa seorang gadis, seharusnya kau bisa dituntun tindak kejahatan pelecehan seksual.” Kyuhyun terkekeh mendengar celotehan Je wo, wanita itu selalu tidak bisa ditebak. Mungkin jika wanita normal lainnya akan berteriak atau memukulinya, wanita ini terkesan santai walaupun agak sedikit panik. Shin Je wo ini, benar-benar wanita yang sungguh menarik.

“Kau ini benar-benar gila.” Kyuhyun menyentil dahi Je wo sebelum mengangkat wanita itu dalam gendongannya. Je wo memekik terkejut dan berusaha melepaskan diri dari gendongan Kyuhyun.

“Yak… apa yang kau lakukan Cho Kyuhyun?”

“Menggendongmu, memang kau pikir apa lagi?”

“Astaga… aku bisa berjalan sendiri tanpa perlu kau gendong seperti ini.”

Kyuhyun melirik Je wo sekilas masih sambil melanjutkan langkahnya menuju kamar mandi.  “Kau pikir aku tidak tahu. Selangkanganmu itu pasti masih sakit jika di gunakan untuk berjalankan? Dan aku tidak mau mengambil resiko kau merasa kesakitan lagi. Cukup aku melihat kau meringis kesakitan ketika aku memasuki tubuhmu tadi malam.”

Je wo menunduk malu mendengar ucapan pria itu. Pria itu benar, ia memang merasa sedikit sakit, dia merasa malu memberitahukannya kepada Kyuhyun, tapi pria itu tanpa berkata apapun langsung mengerti dan begitu memahaminya. Dan itu membuat Je wo agak merasa sedikit tersipu.

Kyuhyun menurunkan Je wo di dalam bathup dan mendekatkan wajahnya untuk mengecup sekilas bibir wanita itu yang tampak sedikit membengkak.  “Kau mandilah, aku akan memesankan sarapan untukmu.”

“Kupikir kau akan memasakkan sesuatu untuk sarapan kita pagi ini.”

“Aku tidak bisa memasak, dari pada aku nati meracunimu lebih aman jika aku memesan makanan saja.”

“Kau ini. Dasar!” Kyuhyun terkekeh pelan dan kembali mengecup bibir Je wo sebelum akhirnya meninggalkan wanita itu di kamar mandi untuk membersihkan badannya.

Je wo baru saja keluar dari kamar mandi. Wanita itu hanya menggunakan jubah mandi kebesaran milik Kyuhyun, terlihat sangat cantik dengan rambut yang tergerai basah. Je wo tersentak kaget saat merasakan sepasang tangan melingkari pinggangnya dari belakang, kemudian mendengus sabal saat mengetahui Kyuhyun lah yang memeluknya.

“Kau harum.” Kyuhyun menempelkan hidungnya pada leher Je wo, membuat wanita itu bergidik kegelian.

“Ck.. kau membuatku geli bodoh.” Je wo berusaha melepaskan diri dari pelukan Kyuhyun, tapi lelaki itu sepertinya tidak peduli, malah semakin mengeratkan pelukannya pada Je wo. Kyuhyun muali mengecupi leher Je wo dan membuat wanita itu harus mati-matian menahan suara desahannya. Damn! Bibir laki-laki itu memang bagaikan kapas, sangat lembut dan begitu menggoda dirinya.

Kyuhyun membalikkan badan Je wo dan mengalihkan bibirnya pada bibir wanita itu. Bibir mereka berpagutan dengan sangat lapar. Tangan Je wo kini sudah berada di rambut laki-laki itu, mengacak-acaknya pelan dan membawanya semakin memperdalam ciuman mereka. Kyuhyun memeluk erat Je wo, mengurung tubuh wanita itu, tangannya ia gunakan unutk mengelus punggung Je wo, mencoba merangsang gairah wanita itu lebih dalam.

Mereka baru melepaskan diri setelah merasa membutuhkan oksigen unutk bernafas. Baik Kyuhyun maupun Je wo sama-sama terengah. Ciuman tadi begitu lama dan intens. Kyuhyun menangkup wajah Je wo dengan kedua tangannya dan mendaratkan ciuman di kening wanita itu. Menempelkan bibirnya agak lama di situ, menikamati moment manis yang baru saja mereka ciptakan. Kyuhyun memandang Je wo setelah melepaskan ciumannya, menikmati rona merah yang tercipta di pipi wanita itu sebelum kemudian tersenyum manis.

“Ayo sarapan! Aku lapar sekali.” Kyuhyun menggenggam tangan Je wo dan menggiring wanita itu menuju meja makan. Menikmati sisa pagi hari mereka yang terasa begitu amat sangat manis.

Je wo tersenyum dalam hati. Laki-laki dihadapannya itu memang tidak manis apalagi romantis, tapi sikap dingin dan seenaknya itu justru memikat hati Je wo. Laki-laki itu tidak suka berpura-pura dan cenderung menjadi dirinya sendiri dihadapannya. Laki-laki yang menunjukkan perasaannya melalui tindakan bukan kata-kata manis yang akan membusuk seiring dengan berjalnnya waktu. Dan dia merasa mulai menyukai laki-laki ini.

Cinta itu sederhana, sesederhana aku yang mulai mencintaimu tanpa tahu alasannya. Bukankah cinta memang seperti itu. sebuah perasaan yang abstraksi dan sulit dijelaskan dengan logika sekalipun. Dan Shin Je wo, wanita itu mulai merasakan perasaan seperti itu sekarang.

Terlihat dua pria berbeda generasi duduk bersama sambil menyesap kopinya masing-masing. Pria –pria itu adalah Kyuhyun dan Tuan Shin.

Kyuhyun meletakkan cangkir kopinya, kemudian menatap Tuan Shin.

“Terimakasih sudah mau menyempatkan waktumu untuk bertemu denganku paman.” Tuan Shin terseyum pada Kyuhyun dan meletakkan cangkir kopinya di meja.

“Ada apa sampai kau meluangkan waktu dari jadwal kerjamu yang menggila itu?”

“Ada hal penting yang harus aku bicarakan padamu.” Kyuhyun mengatur nafasnya sejenak sebelum melanjutkan perkataannya.  “Aku mencintai putrimu paman.” Tuan Shin menatap Kyuhyun dengan lembut, melihat mata pria itu yang tampak bersungguh-sungguh.

“Kau mencintai putriku, Cho Kyuhyun? Lalu?”

“Aku ingin menikahinya.” Tuan Shin tersenyum kecil dan menatap Kyuhyun dengan pandangan menggoda.

“Kau tidak bermaksud untuk mengatakan bahwa putriku sudah hamilkan?” kyuhyun terkekeh kecil, tidak bermaksud untuk menampik perkataan Tuan Shin.

“Kuharap dia segera hamil paman, agar dia tidak bisa lari dariku.”

“Astaga Cho Kyuhyun. Kau ini benar-benar pemberani ya? Kau melamar putriku dan tidak sungkan untuk menagatakan bahwa kau telah menidurinya. Seharusnya aku memukulmu sekarang.”

“Kau tidak akan tega melakukan itu paman.”

Tuan Shin tersenyum dan menatap serius ke arah Kyuhyun. “Aku mengijinkanmu Cho Kyuhyun.” Kyuhyun tersenyum lebar, tidak bisa menutupi rasa bahagianya. “Aku menitipkan putriku padamu. Jagalah dia dengan lebih baik daripada aku.”

“Dia mungkin terlihat seperti wanita yang tegar dan acuh terhadap orang lain. Tapi sebenarnya dia adalah wanita yang rapuh dan manja. Kau harus sabar menghadapinya. Aku percaya padamu Cho Kyuhyun.”

“Pasti paman. Aku tidak akan pernah mengecewakanmu. Karena bagiku wanita itu adalah alasanku untuk tetap menjalani hidupku seperti ini.”

Tuan Shin tersenyum dalam hati kecilnya. Dia percaya pada Cho Kyuhyun. Laki-laki itu benar-benar mencintai putrinya dan dia amat sangat bersyukur untuk itu. Tinggal selangkah lagi, tugasnya sebai seorang ayah akan sangat sempurna. Menikahkan putrinya dengan laki-laki yang baik dan bertanggung jawab.

Shin Je wo mengerucutkan bibirnya saat  Cho Kyuhyun menyeretnya dengan paksa untuk menemui orang tua lelaki itu. dia merasa belum siap dan dengan seenaknya laki-laki itu malah memaksanya.  Je wo memandang ke arah kaca jendela mobil pria itu, diam seribu bahasa sebagai bentuk protesnya kepada Kyuhyun. Kyuhyun menoleh kepada Je wo dan mendesah berat. Dia memang memaksa wanita itu untuk menemui orangtuanya, namun itu dikarenakan desakan dari orang tua Kyuhyun sendiri.

Lagipula, dia memang harus segera menikahi wanita itukan? Setelah malam pertama mereka waktu itu Kyuhyun tidak pernah melewatkan malamnya sedikitpun tanpa menyentuh Shin Je wo, dan ini sudah menginjak bulan ke tiga lelaki itu bersama  Je wo. Dan jika dugaannya tidak meleset, saat ini wanita itu sedang hamil, mengandung anaknya. Mengingat emosi wanita itu yang akhir-akhir ini cenderung labil.

“Kau jangan cemberut seperti itu! Aku hanya ingin mempertemukanmu dengan eomma, appa dan nunaku saja, kenapa wajahmu bisa menjadi setegang itu?”

Je Wo melirik Kyuhyun sinis, mencibir kelakuan lelaki itu. “Aku belum siap bodoh. Kita baru bersama selama tiga bulan, dan kau langsung ingin memperkenalkanku pada kedua orangtuamu? Dimana otakmu Cho Kyuhyun?”

“Bukan begitu, hanya saja, apa kau tidak merasakan perubahan pada tubuhmu?” je wo mengernyitkan keningnya dan memandang Kyuhyun dengan pandangan tidak mengerti. “Hah.. astaga Shin Je wo.. kau ini sebenarnya wanita atau bukan sih?”

je wo semakin memandang Kyuhyun dengan pandangan menuntut. “Sebenarnya apa yang kau maksud Cho Kyuhyun?”

Kyuhyun menepikan mobilnya, memutar tubuhnya ke arah Je wo dan memperhatikan wanita itu dengan intens. Menyadari bentuk wajah Je wo yang berubah, terutama dibagian pipi wanita itu. dan itu membuatnya semakin terlihat menggoda.

“Kau tahu kan, selama ini aku tidak pernah menggunakan pengaman saat bercinta denganmu.” Wajah Je wo bersemu merah saat mendengar perkataan Kyuhyun. Selama ini memang Kyuhyun tidak pernah menggunakan pengaman saat bercinta dengannya. Dan pria itu hampir setiap malam menyentuhnya, dan Je wo baru menyadari, bahwa dia sudah tidak kedatangan tamu bulananya sejak dua bulan yang lalu.

“Aku sudah mengkonsultasikan ini dengan nunaku, dan kalau prediksiku tidak salah, maka sekarang ini kau sedang mengandung anakku.” Mata Je wo membulat mendengar ucapan Kyuhyun. Wanita itu benar-benar terkejut. Saat ini dia sedang mengandung anak lelaki itu. Astaga… bagaimana bisa dia sebodoh ini.

“Maka dari itu eomma ingin segera bertemu denganmu. Dia sangat senang sekali ketika Ahra nuna menceritakan hal ini. Dan dia ingin sekali bertemu denganmu.”

“Kenapa aku bisa sebodoh ini? Tapi bagaimana jika aku tidak benar-benar hamil?” kyuhyun tersenyum dan membelai pipi wanita itu yang berwarna merah merona. Kyuhyun mengecup bibir wanita itu kilat kemudian memandang wanita itu dengan mata yang penuh keyakinan.

“Kau pasti hamil, karena aku dapat merasakan dia di dalam perutmu.”

“Astaga sayang, kau ternyata cantik sekali.” Nyonya Cho merangkul Je wo dan membawanya masuk keruang keluarga. Kyuhyun tersenyum kecil melihat tingkah ibunya itu.

“Ah.. aku sampai lupa menanyakan sesuatu.” Ibu Kyuhyun tampak tersenyum menggoda kemudia melempar pandangannya ke arah putranya yang berada di samping Je wo.  “Kudengar putraku ini berhasil memberikanku seorang cucu.” Je wo tertunduk malu, wajahnya sekarang pasti sudah seperti kepiting rebus. Ibu dan anak ternyata sama saja, sama-sama jahil dan suka menggodanya.

“Aku rasa begitu eomma, tapi kami akan memastikannya besok saat aku membawa Je wo ke Dokter.” Kyuhyun menggenggam tangan Je wo hangat membuat nyonya Cho tersenyum bahagia.

Dia tidak pernah melihat putranya seserius ini dengan seorang wanita, dan dia bahagia akhirnya putra kesayangannya itu dapat menemukan sorang wanita yang tepat untuknya. Dan itu amat sangat membahagiakan untuk dirinya.

“Aaaaa….. adik ipar.” Tiba-tiba terdengar teriakan nyaring dari arah pintu. Ahra datang sambil tergopoh-gopoh dan terlihat begitu bahagia. Kyuhyun mendengus sebal melihat kelakuan kakak perempuannya itu.

“Aigoo nuna, suaramu itu berpotensi memecahkan gendang telingaku.” Ahra mendelik sangar kepada Kyuhyun. Dosaengnya itu, terkadang memang bersikap sangat menyebalkan kepadanya.

“Diam kau Cho Kyuhyun!” Ahra berjalan mendekati Je wo dan duduk dengan sembarangan diantara Kyuhyun dan Je wo. Kyuhyun mendengus sebal melihat kelakuan kakaknya itu, sedangkan Je wo hanya tersenyum geli melihat ulah kakak beradik yang ada dihadapannya.

“Adik ipar, bagaimana kabarmu?”

“Aku baik eonni.”

“Syukurlah.”

“Apa maksudmu nuna?” kyuhyun memandang kakaknya tidak suka.

“Tidak, aku hanya takut adik iparku ini sudah kehabisan mental sebelum menikah denganmu, mengingat sikapmu yang suka seenaknya itu.”

“Nuna…” kyuhyun memandang Ahra dengan tatapan memperingatkan.

“Ok, ok, yang penting kau sudah membawa pulang adik iparku ini dan kapan kalian akan menikah?” ahra tampak girang ketika membahas pernikahan adiknya itu.

Tuan Cho yang sedari tadi hanya menjadi penonton-pun ikut menyela. “Benar kata Ahra, kapan kalian akan menikah?” kyuhyun tersenyum dan merangkul Je wo dengan mesra, menimbulkan cibiran dari mulut kakak perempuanya.

“Kami akan menikah besok. Aku akan menikah di catatan sipil dulu, lalu setelah bayi kami lahir, baru aku akan mengadakan upacara pernikahan dan semua tetek bengeknya itu.” Kyuhyun mengulum senyum saat mengutarakan rencananya.

“Kenapa tidak sekalian saja?” ahra mengeryit bingung dengan rencana Kyuhyun, tampak tidak sependapat dengan rencana dosaengnya itu.

“Aku tidak ingin Je wo lelah. Menilik dari sifat kau dan eomma, kalian pasti akan memaksa Je wo ini, itu, untuk upacara pernikahan kami. Dan aku sebisa mungkin menghindari hal itu.”

Je wo memandang Kyuhyun takjub. Lelaki ini sengguh memahaminya walaupun mereka baru kenal selama tiga bulan. Dia gembira, tentu saja sangat gembira, mendapatkan lelaki itu berarti membuat ia harus hidup dalam kekangan, karena sikap over protective Kyuhyun. Namun dia tidak menyangkal, bahwa dia juga menikmati itu. menikmati rasanya dicintai oleh seorang pria, dan menikmati bagaimana cara pria itu memerlakukannya. Dan dia rasa, hidup bersama Kyuhyun merupakan keputusan yang tepat.

Je wo memandang ke seluruh kamar Kyuhyun. Setelah perbincangan mereka tadi, ibu Kyuhyun memaksanya untuk menginap di sini. Je wo mendekati ranjang Kyuhyun dan menjatuhkan tubuhnya. Bahkan ranjang laki-laki itu memiliki bau yang sama dengan tubuhnya. Bau maskulin yang segar. Je wo memejamkan matanya sebelum akhirnya terlelap masuk kedalam alam mimpi.

Ketika ia terbangun, ia merasakan sebuah sentuhan di lehernya. Je wo membuka matanya dan menemukan kepala Kyuhyun di yang terbenam di lehernya. astaga.. pria mesum ini.

“Kyuhyun-ah.. apa yang kau lakukan?” kyuhyun mengangkat kepalanya dan menunjukkan cengiran bocahnya. Je wo mendengus kesal, kemudian mendorong tubuh Kyuhyun agar menjauh darinya. Tapi, tubuh lelaki itu terasa kaku diatasnya.

“Kau cantik.” Kyuhyun membelai pipi Je wo, laki-laki itu tidak memperdulikan gerakan tidak nyaman dari wanita itu. Tiba-tiba saja Je wo membekap bibirnya dan berusaha melepaskan diri dari Kyuhyun. Kyuhyun menatap Je wo tidak mengerti, kemudian melepaskan tubuh wanita itu, setelah melintas sebuah pemahaman pada kepalanya.

Je wo langsung berlari menuju kamar mandi, mencoba memuntahkan semua isi perutnya. Kyuhyun mengikuti dari belakang. Memerhatikan wanita itu sejenak sebelum memutuskan untuk mendekati wanita itu dan mengelus tengkuknya. Anaknya sedang berulah sepertinya. Kyuhyun tersenyum sendiri, tidak pernah ia membayangkan akan mengalami kejadian ini. Tapi, ia bahagia. Tentu saja, menanamkan benihnya pada rahim wanita itu adalah sebuah kebanggaan tersendiri untuknya.

“Kau baik-baik saja?” Je wo membalikkan badannya dan mendesah frustasi, ia tidak mengerti kenapa perutnya bisa membuat ulah tadi. Rasanya seperti ada yang mengoyak dan memutar-mutar isi perutnya.

“Tidak, perutku seperti ada yang mengaduk-aduk.” Kyuhyun tersenyum lembut, kemudian mengarahkan tangannya pada perut Je wo. Je wo memandang tangan kyuhyun yang ada diatas perutnya, mengernyit heran dengan kelakuan lelaki itu. “Kau sedang apa? Kenapa kau menaruh tanganmu dia perutku? Dasar aneh.” Kyuhyun tidak memerdulikan Je wo dan malah mengusap-usap perut wanita itu.

“Dia sedang menyapa kita.” Je wo memandang Kyuhyun tidak mengerti.  “Ck.. dasar bodoh.” Kyuhyun mendecak sebal dengan kebodohan wanita itu. “Kuharap dia tidak bodoh sepertimu.”

“Yakk.. apa maksudmu?”

“Uri aegi, dia sedang menyapa kita.” Je wo semakin mengernyitkan keningnya tidak mengerti. Kyuhyun menyentil pelan kening wanita itu, dan membawa tubuh Je wo dalam pelukannya, kemudian berbisik tepat ditelinga wanita itu. “Kau tahu, kenapa kau tadi mual-mual seperti itu?” je wo menggelengkan kepalanya. “Itu karena tadi uri aegi ingin menyapamu. Dia ingin menyapa kita Shin Je wo.” Kyuhyun tidak menutupi rasa bangga dalam nada bicaranya.

Laki-laki itu bahagia. Je wo dapat melihat dari nada bicara laki-laki itu. Dan tiba-tiba perasaan hangat membuncah dalam dadanya. Sebentar lagi dia akan menjadi ibu, dengan anak dari Kyuhyun. Apalagi yang lebih membahagiakan dari itu?

“Setelah ini kita ke dokter. Aku ingin memastikan keadaan bayiku dan dirimu.”

“Kyu…” laki-laki itu menundukkan kepalanya menghadap Je wo.

“Aku bahagia. Terimakasih.”

Kyuhyun tersenyum. “Sama-sama.” Kyuhyun mengecup bibir Je wo hangat sebagai luapan atas kebahagiaannya kini. Menemukan wanita itu, dan menyeretnya dalam kehidupannya, serta memilikinya kini. Semua itu mungkin berlangsung secara sepontan dan tiba-tiba. Dia tidak pernah merencanakan itu. Tuhan begitu baik padanya, dan dia bersyukur untuk itu.

Kyuhyun mengajak Je wo berjalan-jalan di sebuah taman pinggiran kota. Setelah dia membawa Je wo ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungan wanita itu, dia memutuskan untuk mengajak Je wo berjalan-jalan. Hitung-hitung kencan pertama mereka.

Mereka belum pernah berkencan? Tentu saja. Kyuhyun begitu sibuk dengan urusan kantornya, sedangkan Je wo juga sibuk dengan kuliahnya. Mereka hanya punya waktu bertemu di malam hari, lalu menghabiskan waktu berdua di dalam kamar hingga pagi. Dan pagi harinya mereka akan sarapan bersama sambil mengobrol ringan, kemudian Kyuhyun akan mengantar Je wo ke kampusnya, sedangkan ia akan berangkat ke kantor. Siang harinya, mereka akan makan bersama di galeri milik ayah Je wo, setelah itu Kyuhyun akan langsung kembali lagi ke kantornya. Hari minggu, mereka memilih untuk menghabiskan waktu berdua di apartement Kyuhyun. Laki-laki itu akan mengurungnya seharian dan tidak akan membiarkannya pergi.

Mereka duduk di kursi panjang berwarna coklat pudar. Je wo memandang daun-daun yang mulai gugur dari pohonnya. Menikmati warna merah yang dimiliki daun itu. Kyuhyun menggenggam erat tangan wanita itu. Sejak dari rumah sakit tadi, ia tidak pernah melepaskan genggaman tangannya.

“Kau tahu Kyuhyun-ah? Aku tidak menyangka akan mengalami seperti ini.” Kyuhyun menoleh ke arah Je wo. Wanita itu sedang tersenyum, menambah kecantikan yang terpatri pada wajahnya.

“Aku juga.”

“Hah.. ini seperti film saja. Pertama aku melihatmu, aku merasa muak dan sangat sebal padamu.”

“Aku tahu.”

“Saat itu kau menggodaku didepan ayahku. Dan lebih menyebalkannya lagi, ayahku seperti tidak keberatan dengan itu.”

“Hahaha… dan saat itu wajahmu merah sekali.” Kyuhyun tertawa, kejadian itu memang lucu, dan dia menyukai wajah Je wo dengan ekspresi seperti itu.

“Tsk.. kau ini memang sangat menyebalkan.” Je wo mengerucutkan bibirnya sebal.

“Hei..hei.. jangan mengerucutkan bibirmu seperti itu!”

“Aku tidak peduli.”

“Tapi aku peduli bodoh.” Kyuhyun menyeret pinggang Je wo hingga menabrak tubuhnya, kemudian menangkup wajah wanita itu dengan sebelah tangannya yang besar.  “Kau membuatku tergoda.” Je wo membulatkan matanya. Kapan sih laki-laki itu tidak berpikiran mesum?

“Mesum.”

Kyuhyun terkekeh pelan, kemudian mendaratkan bibirnya pada bibir lembut wanita itu. Melumatnya dengan intens sebelum melesakkan ke dalam mulut Je wo, yang memang sudah terbuka sejak awal ciuman mereka. Lidah lelaki itu dengan ahli menelusuri lidah Je wo, menukarkan saliva mereka dan menyecap rasa manis pada bibir Je wo, sebelum akhirnya menyerah dengan membelitkan lidah mereka. Kyuhyun memutar kepalanya ke samping saat menyadari wanita itu membutuhkan udara untuk bernafas. Dia semakin memperdalam ciumannya dan menaikkan tempo ciuman mereka. Kyuhyun melepas ciuman mereka dengan nafas yang sama-sama terengah. Memperhatikan wajah Je wo yang merah padam. Wajah yang selalu bisa membuatnya lupa diri, wajah yang akan ia lihat nanti saat ia bangun di pagi hari atau saat ia akan beranjak tidur. Wajah yang akan menyambutnya nanti saat ia pulang dar kantor.

Shin Je wo, wanita yang akan bertanggung jawab penuh atas hidupnya, dan wanita yang akan menjadi tanggungjawabnya selamanya.

Kyuhyun memakirkan mobilnya di depan kampus Je wo. Mereka baru saja pulang dari catatan sipil untuk mendaftarkan pernikahan mereka. Hari ini Shin Je wo resmi berlabel Nyonya Cho, dan itu pasti sangat membahgiakan untuk Kyuhyun.

“Sampai.” Kyuhyun menengok ke arah Je wo yang sudah bersiap untuk turun dari mobilnya. Kyuhyun memgang pergelangan tangan Je wo, membuat wanita itu menegokkan kepalanya menghadap Kyuhyun.

“Wae?”

“Kau tidak ingin memberikan ciuman untuk suamimu ini?”

Je wo memandang Kyuhyun sinis. “Ck.. aku sudah terlambat Tuan Cho.”

“Tidak akan lebih terlambat lagi jika kau segera memberikanku ciuman nyonya Cho.”

“Ayolah Cho Kyuhyun, jangan bersikap seperti anak kecil begini.”

“Aku tidak akan melepaskan tanganmu, jika kau tidak segera menciumku.” Kyuhyun menatap Je wo tajam, dan Je wo tahu, jika pria pemaksa dihadapannya itu tidak akan pernah menyerah sebelum keinginannya terlaksana. Je wo mendengus kasar, sebelum akhirnya mendekatkan bibirnya pada bibir laki-laki itu dan mengecupnya sekilas, yang tidak akan disia-siakan oleh lelaki itu dengan menahan tengkuk wanitanya ,melumat bibir Je wo dan melesakkan lidahnya ke dalam mulut Je wo. Je wo segera mendorong tubuh Kyuhyun, sebelum bibirnya membengkak parah karena ciuman laki-laki itu.

“Aku pergi.” Je wo hendak membuka pintu mobil, sebelum Kyuhyun menahan tangannya kembali. “Wae? Apa lagi?”

Kyuhyun memandang Je wo tajam sebelum mengatakan sesuatu. “Jangan pulang terlambat! Aku menunggumu.”

Pertama kali dalam hidupnya, ada yang menunggunya pulang. Bukan lagi orang tuanya, tapi suaminya. Dan itu membuat perasaan hangat menyeruak di dada wanita itu. Suaminya menunggunya pulang, dan dia pasti akan menurutinya.

“Shin Je wo!” je wo memutar tubuhnya ke belakang, menemukan seorang namja yang sedang berlari kearahnya. Namja itu berhenti tepat dihadapannya dengan nafas terengah dan wajah yang kusut. Je wo memicingkan matanya memandang namja itu.

“Cho Minho, kau kenapa?” minho tampak berusaha mengatur nafasnya, dan memandang Je wo dengan pandangan bertanya.

“Siapa laki-laki yang mengantarmu tadi?”

“Suamiku, wae?” minho membulatkan matanya yang besar dan memandang Je wo tidak percaya.

“Kau jangan bercanda Shin Je wo!”

“Ck.. kau pikir aku bercanda Choi Minho.” Je wo membalikkan badannya dan melangkah menjauhi minho.

“Yak.. shin Je wo, kau mau kemana?” je wo melambaikkan tangannya dan memilih untuk tidak memerdulikan kelakuan Minho yang cukup menjengkelkannya pagi ini.

“Haishh.. wanita itu memang tidak ada peka-pekanya sama sekali.” Minho mengumpat kesal sebelum memutuskan untuk mengejar Je wo ke kelasnya.

Pagi ini Kyuhyun berangkat ke kantor dengan suasana hati yang baik. Tentu saja, hari ini dia sudah resmi membuat Je wo menjadi Nyonya Cho, mengantarkan wanita itu ke kampus dengan menyandang marganya. Dan itu sangat berpengaruh kepada mood nya pagi ini di kantor. Semua pekerjaannya ia laksanakan dengan cepat, melaksanakan meeting kantor dengan baik, dan berhasil memenangkan sebuah proyek dalam sekala besar. Dan itu mencuri minat Tuan Cho, yang sedari tadi sibuk memerhatikan anaknya yang seperti orang tidak waras itu.

“Kyuhyun-ah.. sepertinya kau bersemangat sekali hari ini?” kyuhyun tersenyum lebar kepada ayahnya, membuat tuan Cho tidak bisa menyembunyikan tawa senyum gelinya.

“Appa seperti tidak pernah menjadi pengantin baru saja.”

“Ya.. aku pernah mengalaminya, tapi aku tidak menjadi gila seperti dirimu.”

“Biarkan saja, aku terlalu senang hari ini. Ngomong-ngomong..” kyuhyun memandang Tuan Cho penuh harap, membuat appanya itu bergidik ngeri sekaligus geli.

“Mwo?”

“Bolehkah aku pulang cepat hari ini appa? Aku butuh melihat istriku lebih cepat hari ini.”

“Ya.. baiklah, aku akan memberikanmu libur hari ini” kyuhyun tersenyum senang dan berlari memeluk ayahnya.

“Gomawo appa.” Kyuhyun segera melesat meninggalkan kantornya menuju kampus Je wo, menjemput wanita itu. Terkadang ia sendiri sampai tidak habis pikir, kenapa wanita itu seperti candu baginya, dan ia benar-benar tidak bisa lepas dari ketergantungan terhadap wanita itu.

Je wo sedang berjalan beriringan dengan Minho ketika Kyuhyun sampai di kampusnya. Laki-laki itu menggeram tertahan saat melihat wanita itu. Dia tidak suka melihat Je wo dengan laki-laki lain. Wanita itu hanya miliknya dan dia tidak suka jika ada seorang laki-laki yang berusaha mendekati wanitanya itu. Bukankah dia sudah pernah bilang, ketika Je wo resmi berlabel Nyonya Cho, jangan harap ada seorang lelaki yang akan mendekatinya, karena Kyuhyun selamnya akan memenjarakan wanita itu dalam kurungannya.

Itu tidak jahat, lagipula wanita itu kini memang sudah menjadi istrinya dan tidak ada alasan apapun bahwa Kyuhyun tidak boleh bersikap posesif terhadap wanita itu. Toh, dia memang harus melakukan itu, mengingat betapa menariknya wanita itu di mata lelaki, dan Kyuhyun sudah merasakannya sendiri.

Kyuhyun keluar dari mobilnya dan berjalan mendekati Je wo dengan langkah yang bisa dikatakan sangat keren untuk seorang lelaki, mengabaikan pandangan banyak wanita yang melihatnya dengan pandangan kagum yang tidak ditutup-tutupi, mengingat ini parkiran kampus, bertepatan pula dengan jam pergantian kelas.

“Nyonya Cho.” Je wo membulatkan matanya terkejut saat mendapati Kyuhyun yang sedang berdiri dihadapannya dengan sorot mata yang terlihat sangat menakutkan.

“Tuan Cho, apa yang kau lakukan disini? Bukankah hari ini kau ada banyak rapat? Jangan bilang kau sedang membolos?” je wo memandang Kyuhyun dengan pandangan menuduh, membuat pria yang berada di hadapannya itu mendengus sebal.

“Ck.. tidak bisakah kau berpikiran baik tentangku? Appa mengijinkanku untuk pulang lebih awal, jadi aku bisa menghabiskan waktuku denganmu.” Je wo memandang Kyuhyun geli, laki-laki itu ternyata bisa bersikap kekanakan juga ya.

“Ehm..”  minho berdehem, merasa diabaikan oleh Je wo. Kyuhyun memandang lelaki itu tidak suka, merasa sebal dengan kedekatan lelaki itu dengan istrinya. Je wo yang merasakan hawa tidak menyenangkan dari Kyuhyun, segera merangkul lengan lelaki itu, memperingatkan Minho untuk tidak berlaku macam-macam, demi keselamtan nyawanya.

Minho melirik sinis lengan Kyuhyun yang dirangkul Je wo, membuat Kyuhyun tersenyum puas dengan tindakan yang dilakukan istrinya.

“Baiklah Minho-ya, sepertinya aku harus pulang sekarang.”

“Yak.. kenapa terburu-buru, kau bahkan belum mengenalkan suamimu padaku.” Je wo mendelik jengkel pada Minho, apa laki-laki itu tidak tahu, bahwa Je wo berusaha mati-matian untuk meredam emosi Kyuhyun, mengingat mereka sekarang sedang berada di area kampus. Tapi sepertinya Minho tidak memerdulikan pandangan Je wo, laki-laki itu menoleh ke Kyuhyun dan mengulurkan tangannya, bermaksud berkenalan dengan Kyuhyun.

“Choi Minho.. senang bertemu denganmu Kyuhyun-ssi.” Kyuhyun memerhatikan sejenak tangan Minho, tidak berniat untuk membalas uluran tangannya.

“Dengar Minho-ssi. Jangan coba-coba kau mendekati istriku atau wajah menyebalkanmu itu akan aku rusak dengan tanganku sendiri.” Kyuhyun menatap Minho tajam, mengintimidasi pria itu agar tidak macam-macam dengan apa yang menjadi miliknya.

“Sudah Tuan Cho.. sebaiknya kita pulang saja!” je wo menyeret lengan Kyuhyun, namun laki-laki itu menahannya dan kembali menatap Minho tidak suka.

“Aku bukan sekedar mengancammu, aku tidak suka ada yang mengganggu milikku, terutama Shin Je wo. Jadi, berpikirlah ulang sebelum kau berani mendekatinya atau kau akan mati ditanganku.” Kyuhyun menyeret tangan Je wo pergi dari tempat itu. Ok.. baru kali ini Je wo melihat Kyuhyun semarah itu dan ia bersumpah lelaki itu mirip sekali dengan seorang jagal yang siap menguliti korbannya. Dan itu terlihat amat sangat mengerikan.

Minho masih terpaku di tempatnya, menyaksikan kepergian Kyuhyun dengan Je wo, merasa terintimidasi sekaligus merasa sebal. Dia tidak pernah bisa melakukan hal itu untuk Je wo, dan sekarang ia melihat laki-laki lain begitu mempertahankan wanita itu, betapa hatinya sekarang merasa sesak, tapi, mau bagaimana lagi, wanita itu sudah menjadi milik orang lain dan ia tidak mungkin merusak kebahagiaan wanita itu sekarang.

‘Shin Je wo, aku berharap kau menemukan kebahagiaan dengan keputusanmu itu.’

“Aku tidak suka dengan sikapmu itu Tuan Cho.” Je wo memandang Kyuhyun sebal, sedangkan laki-laki itu tampak biasa saja.

“Kau sudah tahukan, aku tidak suka melihatmu bersama orang lain. Terserah kau mengatakan apa, sekali lagi kutegaskan, setelah kau berlabel istriku, maka aku tidak akan membiarkan laki-laki manapun mendekatimu.” Kyuhyun melangkah mendekati kulkas membukanya dan mengambil sebotol air dingin sebelum meneguknya.

“Cho Kyuhyun, kau benar-benar menakutkan.” Kyuhyun melewati Je wo begitu saja dan mendudukkan bokongnya pada kursi. Je wo merengut kesal kemudian berkacak pinggang di hadapan Kyuhyun. Lelaki itu mendongak, melihat betapa istrinya terlihat begitu seksi jika berpose seperti.

Ok.. sepertinya radar mesum di otaknya kembali bergetar. Kyuhyun menarik Je wo ke pangkuannya, membuat wanita itu memekik tidak terima.

“Yakkk… Tuan Cho, kau mau apa hah?” Kyuhyun mengecup sekilas biir Je wo, membuat wanita itu mendelik garang ke arahnya.  “Aku sedang marah padamu Cho Kyuhyun, dan aku tidak berniat untuk kau cium.”

“Tapi aku tidak bisa menahan diri untuk tidak menciummu.”

“Astaga… dasar pria mesum.”

Kyuhyun terkekeh pelan, mengeratkan pelukannya pada wanita itu.  “Aku memang selalu bereaksi seperti ini jika berada di dekatmu.” Kyuhyun mengecupi bahu Je wo, membuat wanita itu menggelinjang geli. Bibir laki-laki itu memang selembut beludru dan itu selalu membuat Je wo merasa ketagihan.

“Cho Kyuhyun, singkirkan bibirmu dari bahuku.”

“Hm..” kyuhyun hanya mengguman tidak jelas, laki-laki itu masih menikmati aktivitasnya mengecupi bahu Je wo, melumatnya sehingga menimbulkan bercak berwarna merah di sana, dan wanita itu harus menahan suara menjijikkan yang keluar dari bibirnya.

Kyuhyun mengalihkan bibirnya pada bibir Je wo, melumatnya dengan cepat. Membuat wanita itu kualahan untuk membalasnya. Kyuhyun melesakkan lidahnya ke dalam, membelitkan lidahnya pada lidah Je wo, mencicipi rasa manis pada rongga mulut wanita itu. Ciuman bersama wanita itu memang selalu menggairahkan untuknya.

Kyuhyun menyelipkan tangannya ke dalam kemeja yang di pakai Je wo, membuat wanita itu seketika terkesikap. Je wo mendorong dada Kyuhyun, melepaskan ciuman mereka.

“Kau mau apa?”

“Ck.. tentu saja bercinta denganmu, memang kau pikir apa lagi?”

“Di sini Tuan Cho?”

Kyuhyun menyeringai geli, sebelum menyatukan bibir mereka dalam ciuman yang memabukkan. Laki-laki itu mengangkat Je wo ke atas meja makan tanpa melepaskan ciuman mereka.

Sepertinya bercinta di mana saja tidak akan bermasalah untuk Kyuhyun, selagi dia bercinta dengan istrinya.

Sinar matahari pagi masuk ke celah-celah jendela kamar, seperti sapaan pagi hari untuk penghuni kamar tersebut. Shin Je wo, wanita itu menggeliat pelan dan berusaha membuka matanya, menyesuaikan diri dengan cahaya matahari yang menerpa wajahnya. Wanita itu terdiam sejenak, kemudian mengarahkan pandangannya pada perutnya yang masih dilingkari oleh lengan Kyuhyun. Lelaki itu selalu memeluknya dengan posesif saat sedang tidur.

Je wo berusaha melepaskan lengan Kyuhyun, namun sepertinya lelaki itu enggan untuk melepaskannya. Je wo mendesah gusar, sebelum akhirnya memutuskan untuk membangunkan laki-laki itu.

“Cho Kyuhyun.. bangun.” Je wo mengguncang bahu Kyuhyun yang hanya di balas dengan erangan malas dari bibir laki-laki itu.

“Cho Kyuhyun……” je wo berteriak di telinga Kyuhyun, membuat laki-laki itu secara spontan langsung membuka matanya. Kyuhyun memandang Je wo dengan sebal sebelum akhirnya memutuskan untuk  menarik Je wo berbaring bersamanya.

“Haish.. tuan Cho, aku menyuruhmu untuk bangun, bukan malah menarikku untuk berbaring bersamamu.”

“Berisik.” Kyuhyun mempererat pelukannya pada Je wo, merasakan suhu hangat dari tubuh wanita itu meletakkan dagunya pada puncak kepala Je wo, sebelum akhirnya menghirup wanginya dalam-dalam.

Harum wanita itu selalu bisa menenangkan sistem saraf ditubuhnya. Kyuhyun tersenyum pelan, sebelum menunduk untuk menatap wajah wanita itu. Wajah yang akan selalu ia temui dalam perjalanan hidupnya.

“Kau tahu? Tidak adalah hal yang lebih menyenangkan selain memilikimu. Kau seperti coklat lumer di dalam cangkir yang mengundangku untuk mencicipinya. Dan saat tegukan pertama, coklat itu berhasil menenangkan segala sistem sarafku yang kaku.” Je wo memandang suaminya tidak mengerti.

“Shin Je wo, menjalani hidup seperti ini denganmu membuatku seperti menggenggam seluruh isi dunia. Aku tidak memerlukan hal lain lagi dalam hidupku. Cukup melihatmu bahagia di dalam dekapanku dan aku tidak akan menuntut lebih pada Tuhan”

“Terima kasih.” Je wo menenggelamkan kepalanya pada dada bidang milik suaminya. Menikmati moment indah yang mereka ciptakan pagi ini.

Hidup bersama Cho Kyuhyun, bernafas karena dan bertahan hidup untuk dia, sesederhana itu. Maka Je wo akan melakukannya dengan senang hati.

“Cho Kyuhyun..”

“Hm..”

“Tetaplah bernafas untukku!”

FIN

 

Shin Je Wo note’s::

Ekhm-ekmh, okeh! Ini FF buatan temenku Meida R Hapsari. *Nama FB-nya*

Sempat kaget pas dia kirim FF walaupun kemarin udah nanya tentang FF freelance di BLOG. Hehehe ini cerita Fresh… suka sama karakter Kyuhyun yang mesum-mesum gidik-gidik kekekeke. Tapi ada beberapa kata yang rancu didalamnya, jadi aku ubah dikit, gk apa-apa, kan? Tapi sama sekali gk merubah alur cerita kamu kog. Terus sebenarnya tulisan kamu udah bagus loh, kalau ada niat pengen terus nulis lanjutin ajah.

And makasih ya….

Dan buat Readers, tolong kasih saran dan kritik yang membangun buat Authornya ya….

Dan buat siapa ajah yang pengen kirim FF kesini, masih ditunggu. Tapi ya itu… cast harus KyuJe wkwkwkwk #Plakk

Shin Je Wo

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

167 thoughts on “[Freelance] When I Found You

  1. Gara-gara cinta, Kyu bisa jadi “gila”, baru juga kenal udah bikin anak orang hamil hehehe
    Suka sama sikap jantannya yang ngomong langsung ke Appa Je Wo klo ia ingin menikahi Je Wo..
    Suka juga sama sikap over protective dan cemburuan Kyu, bikin gemes..
    Keren banget deh, perpaduan sikap mereka bener-bener bikin larut dalam ceritanya, gak bikin bosen bacanya..

  2. OMOna kyu you make me crazy /Sok inggris banget gw /
    suka suka deh am karakter kyu disini bener” mesum” gemesin gtu , wkwkwkwkwk
    eyy jinja kyu rajin banget nidurin anak org sampe hamil bgono , dasar kyuDong , hahahhha
    kata” mu kyu gombal tpi bikin melayang *eeaaaaaa

  3. Aigo aq nemu lg ff yg sweet, pngn bngt jd je wo ya allah tolong sisain 1 pria seperti cho kyuhyun untk qu …..
    hehehehe
    daebak2 smoga cerita yang laen’a lebh daebak ,,,,

  4. keren. suka sama ffnya, apalagi sifat kyuhyun yang pemaksa dan momen mereka /jadi ngefly sendiri akunya(?)/ . bahasa yang digunakan juga bagus kak, ringan, mudah dimengerti.
    fighting buat ff selanjutnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s