More Than Friend

 random

 

AUTHOR POV.

Seorang namja tampak berdiri sambil  menghentak-hentakkan kakinya penuh tak sabar. Sesekali melirik kesal ke dua gadis yang masih terlihat berdebat ringan di depan sebuah toko yang memiliki kaca besar. Seorang gadis bertubuh tinggi terlihat sedang merapikan dandanannya dengan cekatan didepan cerimin itu, sementara gadis yang satunya tak henti-hentinya mengeluarkan rutukan penuh kekesalan pada gadis yang sibuk berdandan disana.

“Ck!  Wajahmu itu tidak akan berubaha walaupun kau bercermin hingga kaca itu pecah,  Lee Hye Sun! Jadi cepatlah sedikit sebelum namja itu meneriaki kita!” rutuk yeoja berambut panjang yang semakin mengeluarkan rutukannya,ia membiarkan rambutnya tergerai indah di terpa angin. Tidak peduli sepanas apa pun cuaca Seoul saat ini, dia tidak akan pernah mengikat rambutnya karena itu hal yang paling tidak di sukainya.

“Sebentar lagi… rambutku masih berantakan, Je!” jawab yeoja yang masih sibuk mengatur letak rambutnya.  Yeoja itu terlihat lebih feminim di bandikan yeoja yang satunya. Ia selalu mengutamakan penampilan kapan pun dan dimana pun.

“PALLIWA!!!!” teriak namja yang semakin melirik kesal pada mereka, hingga membuat kedua yeoja itu sedikit berlari-lari kecil di sana, “Kalian ingin kita terlambat masuk kesekolah karena sibuk berdandan, eo?!” sungut namja itu.

“Jangan salahkan aku Cho Kyuhyun! Salahkan saja yeoja manja ini! Dari tadi dia selalu mengulur waktu hanya untuk MEMPERINDAH rambutnya itu.” Ucap Shin Je Wo penuh penekanan sembari mengarahkan jari telunjuknya pada rambut hitam leba milik Hye Sun.

Hye Sun melirik Je Wo dengan cibiran kecil. “Aku hanya tidak ingin tatanan rambutku berantakan, Je. Kau mengerti?”

“Apa peduliku.” Cibirnya dengan kedua bola mata yang memutar malas.

Kyuhyun menggelengkan kepalanya frustasi menghadapi kedua gadis dihadapannya itu, “Ck! Sudah ayo jalan. Kalian benar-benar merepotkan!” namja itu berbalik berjalan lebih dulu meninggalkan kedua yeoja yang masih saling melirik kesal.

“Tunggu aku Hyun-ah!” teriak Hye Sun sambil berlari mengejar Kyuhyun. Ia melingkarkan tangannya pada lengan Kyuhyun kemudian berbalik sebentar untuk menjulurkan lidahnya pada Shin Je Wo.

“Cish…  kekanak-kanakan sekali!” cibir Je Wo, lalu sedikit berlari menyusul mereka.

Cho kyuhyun, Shin Je Wo dan Lee Hye Sun. Ketiganya bersahabat dari kecil. Selalu bersama-sama dalam hal apapun. Namun ketiganya memiliki karakter yang berbeda, Cho Kyuhyun memiliki sikap yang terkesan dingin dan cuek pada sekelilingnya, berbeda dengan Lee Hye Sun yang terkesan manja dan ramah, bahkan gadis itu masih sering menangis di depan Kyuhyun dan Je Wo. Sedangkan Shin Je Wo, dia memiliki sifat yang tidak mudah di tebak. Terkadang sikapnya manis jika dia dalam mood yang baik, namun terkadang dia bisa menjadi sangat menyebalkan jika moodnya sedang buruk. Yeoja itu tidak mau di atur orang lain apalagi menuruti perintah orang lain, maka dari itu dialah yang lebih sering bertengkar dengan kedua sahabatnya itu. Saat ini mereka berada di tahun terakhir mereka di sekolah menengah atas dan akan segera mengikuti ujian akhir.

***

SHIN JE WO POV

Aku melangkahkan kakiku ringan memasuki gerbang sekolahku bersama dua manusia menyebalkan itu, sedari tadi si-manja Hye Sun itu terus saja bergelanyut di lengan Kyuhyun. Terkadang aku tidak habis pikir melihatnya. Umurnya sudah 18 tahun, tapi sikap dan sifatnya masih persis seperti bocah berumur 5 tahun. Untung saja selama ini Kyuhyun yang selalu ia repotkan dan bukan aku, karena aku pasti segera menendangnya jika bermanja-manja seperti itu.

“Sudah! Aku kekelas lebih dulu, ne? Sun-ah… jangan berusaha kabur dari kelas matematika hari ini!” ujar Cho Kyuhyun memberi peringatan padanya.

“Ne… tapi bagaimana kalau tiba-tiba ada ujian mendadak, Hyun-ah?” rengeknya.

Aigo~  aku ingin muntah melihatnya. Yeoja ini benar-benar menyusahkan saja, aku tau dia membenci pelajaran matematika sama sepertiku yang  SANGAT membenci pelajaran akuntansi. Tapi tidak seperti itu juga, kan? Selalu berpura-pura sakit kalau ada pelajaran itu agar bisa membolos.

“Tidak ada ujian apa pun dalam minggu ini,  Sun-ah…” jelas Kyuhyun, lalu ia menoleh padaku, “Kau! Pastikan dia masuk kekelasnya!” perintahnya.

Aku mendelik tajam padanya. “Kau pikir aku baby sitternya?! Kalau kau mau, kau saja yang memastikannya sendiri!” protesku. Kemudian pergi meninggalkan mereka.

Hyun-ah? Sun-ah?  Haisshhh memuak kan! Terkadang aku merasa iri pada mereka. Kami bertiga barsahabat  dari kecil tapi kenapa hanya mereka yang memiliki panggilan spesial seperti itu? Belum lagi, Cho Kyuhyun itu selalu lebih perhatian padanya di bandingkan aku! Hye Sun, Hye Sun dan selalu Hye Sun. Memang benar, diantara kami Hye Sun lah yang lebih lemah. Dulu, dia sering sakit-sakitan hanya karena sedikit saja stres memikirkan sesuatu. Sejak itu, Kyuhyun selalu menempatkan dirinya sebagai sandaran Hye Sun.

Bukannya aku membenci Hye Sun. Gadis itu juga sudah kuanggap seperti adikku sendiri meski kami seumuran. Tapi terkadang dia membuatku merasa tak nyaman dengan sikap manjanya padaku dan Kyuhyun.

***

CHO KYUHYUN POV

Memiliki sahabat seperti mereka berdua ini sangat menyusahkan! Berbeda karakter dan sangat suka berdebat. Seperti saat ini, sepulang sekolah aku ingin meneraktir mereka makan sesuatu dan lagi-lagi mereka berbeda pendapat. Hye Sun ingin makan es krim dan Je Wo ingin makan baso ikan dipinggir jalan. Tidak ada yang ingin mengalah diantara mereka.

“Sudah belum berdebatnya?! Kakiku sudah pegal berdiri di depan toko es krim ini!” keluhku.

“Tapi aku mau es krim Hyun-ah…” rengek Hye Sun sembari menghentak-hentakkan kedua kakinya. Hahhh yeoja ini! Aku selalu tidak bisa melihatnya merengek seperti ini.

“Tapi aku ingin makan baso ikan, Lee Hye Sun!” protes Je Wo.

“Yah yah yah!  Berhenti berdebat. Sudahlah, biar aku yang memutuskan! Kita makan es krim saja hari ini. Dan baso ikan… lain kali masih bisa kan, Je?” tanyaku hati-hati, berharap dia tidak akan marah dan mengamuk.

***

LEE HYE SUN POV

Aku menyuapkan sesendok es krim strawberry kedalam mulutku. Woahhh segarrrr. Panas-panas seperti ini memang paling enak kalau menikmati es krim apalagi bersama mereka berdua. Aku memang sangat beruntung memiliki sahabat seperti Kyuhyun dan Je Wo. Mereka selalu ada untukku. Terlebih Kyuhyun. Tapi Je Wo juga sangat memperhatikanku, dia seperti Eonnie bagiku.

“Berhenti menekuk wajahmu seperti itu, Shin Je Wo.” Ucap Kyuhyun tiba-tiba.

Aku menoleh pada Je Wo yang sama sekali tidak menyentuh es krim coklat yang di pesankan Kyuhyun untuknya tadi. Dia terus menekuk wajahnya. Hahahaha dia pasti masih kesal padaku, “Bukannya Kyuhyun sudah bilang kalau kita akan makan baso ikan lain kali, Je? Kenapa kau masih saja cemberut seperti itu, hem?” ujarku dan seketika mendapat tatapan tajam darinya. “Yah… jangan melototiku seperti itu!” protesku. Sangat mengerikan jika dia sudah mengeluarkan tatapan setajam itu.

“Kau!” jari telunjuknya teracung tepat didepan hidungku, “Sampai kapan kau terus bermanja-manja seperti ini? Selalu saja keinginanmu yang ingin di turuti. Kau itu sudah berumur 18 tahun, Lee Hye Sun! Bersikaplah sewajarnya!” omelnya. Entah kenapa bukannya marah aku malah merasa senang.

Dia ini tidak pernah melewatkan sehari pun untuk mengomeliku. Tapi aku selalu suka kalau dia mengomel padaku, karena bagiku selama dia masih suka marah-marah padaku. Maka selama itu juga dia masih menyayangiku sebagai sahabatnya.

“Yah, Shin Je Wo! Kenapa kau jadi marah padanya, hah? Ini kan hanya masalah kecil! Jangan melebih-lebihkan!” bela Kyuhyun. Sepertinya sebentar lagi yeoja ini akan mengamuk. Aku sangat tau, Je Wo paling tidak suka kalau Kyuhyun memarahinya.

Dia menggerem, “Ne! Dimatamu itu kan yang benar memang selalu dia dan aku lah yang selalu salah! Kau bela saja dia terus, Cho Kyuhyun.” Tiba-tiba Je Wo berdiri dan pergi meninggalkan kami berdua.

Aku menatap Kyuhyun takut. Kali ini Je pasti benar-benar marah. “Hyun-ah… ottokaeh?  Dia benar-benar marah pada kita.”

Kyuhyun mendesah frustasi, “Arraseo! Sepertinya hari ini aku memang sudah sangat keterlaluan padanya.”

***

CHO KYUHYUN POV

Berkali-kali aku mencoba menghubungi yeoja itu. Tapi tidak ada satu panggilan pun yang di terimanya. Sepertinya dia sangat marah padaku karena masalah tadi siang. Sebenarnya aku sama sekali tidak bermaksud memarahinya, hanya saja kata-katanya tadi siang itu bisa saja membuat Hye Sun sakit hati. Lee Hye Sun mudah sekali tersentuh hatinya. Sedikit saja sakit hati dia pasti akan menangis dan kalau sudah terlalu lama menangis, akhirnya dia akan jatuh sakit. Aku tidak suka melihatnya seperti itu. Melihat gadis kecilku sakit.

            Tapi ketika Je Wo marah padaku dan mengabaikanku. Aku selalu merasa cemas dan bingung. Setiap hari sudah terbiasa mendengar ocehannya, omelannya dan suara berisiknya. Jika tiba-tiba saja dia mendiamiku seperti ini, aku tidak tau harus melakukan apa.

Aku melangkah perlahan menuju jendela kamarku, membukanya lebar hingga angin malam menelisik masuk kedalam kamar. Udara dingin itu menyergap tubuhku hingga aku sedikit bergedik. Angin, dia sangat menyukai angin.

Bibirku tertarik kecil keatas, kedua mataku terpejam.

“Shin Je Wo, kenapa kau suka sekali membuatku cemas?”

***

SHIN JE WO POV

Aku berjalan malas menyusuri arena sekolah. Aku memang sengaja pergi kesekolah sendirian hari ini tanpa Kyuhyun dan Hye Sun. Jujur saja, aku masih sangat kesal pada mereka berdua, terutama Cho Kyuhyun yang menyebalkan itu!  Tapi masalah yang sebenarnya ada pada hatiku. Sudah bertahun-tahun aku bersahabat dengan mereka dan aku sangat menyayangi mereka berdua,walaupun aku sering merasa kesal pada Hye Sun dan sering memarahinya, tapi aku sangat menyayanginya.

Tapi entah kenapa setiap kali melihat Kyuhyun dan dia berdekatan dan terlihat errrr mesra? Molla! Aku seperti tidak suka melihatnya. Apa lagi Kyuhyun selalu mendengar dia dari pada aku. Selalu lebih perhatian padanya dan selalu lebih mementingkan Hyesun di atas segalanya.

Yeahhh walaupun dia lebih sering menelponku sebelum tidur dari pada menelpon Hye Sun dan dia selalu lebih dulu menceritakan padaku  apa saja yang dialaminya setiap. Tapi tetap saja aku merasa iri. Atau jangan-jangan aku sedang cemburu?

Aku menghentikan langkahku begitu saja saat pikiran itu terlintas di kepalaku, “Cemburu?” gumamku, benarkah aku cemburu pada Hye Sun? Tanganku perlahan menyentuh dada, merasa detak jantungku yang tidak berdetak seperti biasanya. Aku menelan ludah berat dan segara menggelengkan kepala kuat, “Yah! Shin Je Wo paboya! Bagaimana bisa kau cemburu pada bocah itu, hah?! Dia itu sahabatmu dan bagaimana bisa kau menyukai Cho Kyuhyun?!” aku mengomeli diriku sendiri.

Tapi memang aku selalu merasa tidak suka jika melihat mereka berdekatan. Apa itu bisa dikatakan jika aku sedang cemburu?

***

AUTHOR POV

Hye Sun me mutar bola matanya, mengelilingi kelas Je Wo. Matanya sibuk mencari keberadaan yeoja itu, “Kenapa tidak ada? Apa dia tidak masuk hari ini?” gumamnya pelan.

“Sedang apa kau disini?”

Terdengar sebuah suara dari belakang tubuhnya sehingga membuatnya refleks berbalik. “Je?! Huwa…” Hye Sun menghambur kepelukan Je Wo dan memeluknya erat.

“Hye-Su-n.. se-s sak…” ucap Je Wo terbata karena sesak akibat pelukan Hye Sun.

“Ahhh mianhae.. mianhae… pelukanku terlalu kuat, ya?” ujar Hye Sun setelah melepaskan pelukannya. Je wo mengatur nafasnya yang sempat terengah akibat pelukan Hye Sun.

“Kau berniat membunuhku, eoh?”

Hye Sun menggeleng polos, “Kenapa berangkat kesekolah sendiri? Tadi kami menjemputmu dan kata ahjuma, kau sudah berangkat lebih dulu.” Ujar Hye Sun.

Je Wo hanya menghela nafas dan masuk kedalam kelasnya di ikuti Hye Sun, “Aku ada urusan penting, jadi aku berangkat lebih dulu.“ Ucapnya berbohong.

“Ahhh kupikir kau masih marah padaku karena masalah kemarin,” gumam Hye Sun kemudian duduk di samping Je Wo, menatap sesal gadis itu, “Mianhae… aku tidak akan seperti itu lagi! Aku tau kemarin kau kesal karena aku, kan? Sebagai gantinya hari ini aku akan meneraktirmu dan Kyuhyun. Kita akan makan baso ikan kesukaanmu.”

Je Wo terkekeh kuat melihat ekspresi Hye Sun. “Yah! Aku tidak marah padamu! Dan kau sudah pasti harus meneraktirku. Tapi jangan sekarang… aku masih ada urusan penting sepulang sekolah nanti” ucapnya berbohong agar sepulang sekolah nanti, ia tidak bertemu Kyuhyun.

“Urusan penting apa? Aku dan kyuhyun ikut, ya?” rengek Hye Sun.

Je Wo menggeleng tegas. Kalau mereka berdua ikut bisa ketahuan kebohongannya nant,  “Ini urusan pribadiku, kau dan namja itu tidak boleh ikut!” ucapnya tegas dan membuat bibir Hye Sun mengerucut sempurna.

***

SHIN JE WO POV

“Bosan…..” teriakku nyaring di depan televisi. Sudah berjam-jam lamanya aku menghabiskan waktu untuk menonton disini. Dan sekarang? Rasanya aku hampir gila karena tidak memiliki kegiatan lain.

“Kalau bosan kenapa tidak pergi keluar dan bermain bersama Kyuhyun dan Hye sun?” tegur Appa yang duduk di sampingku. Aku melirik kesal pada Appa. Cishh bermain dengan bocah itu? Bukannya bermain yang ada aku akan SANGAT ingin melemparkan tubuhnya ketempat sampah. Aku masih sangat kesal padanya.

“Kau bertengkar dengan mereka?”

Aku tersentak mendengar pertanyaan Omma. Dari dulu memang Omma yang selalu tau bagaimana hubunganku dengan mereka. Kugelengkan kepalaku kikuk dengan senyuman kaku pada Omma agar ia tidak mencurigaiku.

TING TUNG

“Ahhh sepertinya ada tamu! Aku buka kan pintu dulu.” Aku berlari kecil ke arah pintu rumah sambil tersenyum sumringah. Hahahaha suara bel ini sangat membantuku untuk menghindar dari pertanyaan omma. Tapi senyumku sirna seketika saat melihat sosok namja yang menjulang tinggi ini berdiri di depan pintu rumahku dengan senyuman polosnya yang menipu.

“Wae?” tanyaku ketus dan sama sekali tidak berniat mempersilahkan dia masuk.

Dia kembali tersenyum, “ayo jalan bersamaku malam ini!” ujarnya.

            Eh? Ada apa dengan sibodoh ini? Apa kepalanya terbentur sesuatu? Kenapa tiba-tiba mengajakku jalan? Tapi… tidak ada salahnya aku menerima. Hahaha aku juga sedang bosan. Kulirik kebalakang tubuhnya, “Mana Hye Sun?” tanyaku.

            Dia mengangkat bahunya ringan, “Dia tidak ikut.” Jawabnya.

            Hei? Kenapa aku jadi ingin tersenyum girang? Hahaha jika Hye Sun tidak ada, itu berarti hanya ada aku dan Kyuhyun malam ini? Yah! Jaga sikapmu, Shin Je Wo. Jangan terlihat sangat gembira dihadapannya. Kau harus masih terlihat kesal.

            Aku bedehem pelan, “Tunggu sebentar.” Jawabku masih dengan nada ketusku.

CHO KYUHYUN POV

Je masih memandang bingung kearahku walaupun saat ini kami sudah berada di tempat pembelian tiket bioskop. Malam ini aku sengaja mengajaknya kesini.  Sebenarnya ini adalah alasan utamaku untuk membujuknya agar berhenti mendiamiku. Aku tau yeoja ini sangat tergila-gila pada film Hollywood.

“Cho Kyuhyun…” panggilnya.

“Eum?”

“Kau sedang tidak sakit kan, Cho Kyuhyun?”

Aku tersenyum simpul, “Anni! Wae?” tanyaku balik.

“Kenapa kau tiba-tiba mengajakku nonoton?”

Aku menghela nafas dan manatapnya malas, “Agar kau berhenti menghindariku! Pergi sekolah sendiri, pulang sekolah sendiri tidak membalas pesanku bahkan tidak mau menjawab panggilanku! Sebenci itu kah kau padaku, eo?”  ucapku sinis.

Dia terkekeh puas dan tersenyum. “Ne! Aku sangat membencimu! Akhir-akhir ini kau sedikit… emmm menyebalkan!  Tapi tidak apa apa. Tiket ini sudah sangat membantu untukku menerima perminta maafanmu!” ucapnya percaya diri.

“Cish..”  desisku. Kemudian dia melingkarkan tangannya pada lenganku dan menarikku masuk ke gedung bioskop. Benar, kan? Dia pasti akan luluh dengan ini.

“Sudah lama aku tidak pergi menonton film.” Gumaman kecilnya terdengar olehku saat ia menyecahkan diri diatas bangkunya. Aku menoleh padanya, memperhatikan wajah girangnya. Perlahan aku turut tersenyum memandangnya. Sebenarnya, aku sangat menyukai senyuman gadis ini yang selalu tampak seperti bocah. Sangat polos dan damai.

“Hei.” Panggilku.

“Eum?” dia menoleh padaku.

“Lain kali, jangan cepat marah padaku hanya karena masalah kecil.”

Wajahnya merengut masam, “Kalau begitu jangan pernah membuatku kesal.” Sungutnya.

Aku tertawa, “Kau selalu mencela Hye Sun yang terlihat kekanakan. Lalu apa bedanya denganmu?” cibirku.

Dia hanya mengangkat bahu acuh, “Aku berbeda.” Jawabnya ringan. Lalu mengambil Popcorn dari tanganku.

***

SHIN JE WO POV

Rasa senangku yang menggebu-gebu sebelumnya hilang sudah karena melihat namja yang duduk di sampingku ini terus saja berkirim pesan entah pada siapa. Bahkan aku sudah tidak terlalu fokus pada film yang sedang di tayangkan di layar besar yang ada di hadapanku saat ini.

Kulirik layar ponselnya dan hatiku mencelos saat mengetahui kalau ternyata dia sedang berkirim pesan dengan Hye Sun. Bahkan senyuman selalu terkembang sempurna di bibirnya. Walaupun tidak ada hyesun disini tapi tetap saja dia selalu mengingatnya. Apa sebenarnya dia dan Hye Sun telah berpacaran? Jika benar, lalu….

Haishhh kau menyebalkan Cho kyuhyun. Aku segera berdiri dan keluar dari gedung theater ini. Tidak mempedulikan teriakannya yang awalnya pelan karena tidak mau di marahi oleh penonton yang lain hingga teriakannya yang menguat saat kami sudah keluar.

“Kau kenapa?!” bentaknya padaku saat berhasil menahan siku lenganku.

Aku menatapnya tajam, “Aku ingin pulang.” Jawabku ketus.

Dia mengacak rambutnya frustasi, “Jinja, Shin Je Wo! Kau benar-benar aneh akhir-akhir ini. Aku bahkan tidak tau apa salahku malam ini padamu. Sebenarnya kau kenapa? Kalau aku ada salah padamu cepat katakan!” teriaknya.

            Aku mendengus kasar padanya, “Kau ingin tau apa kesalahanmu?! Kau itu selalu menomor dua kan aku setelah Hye Sun! bahkan saat sedang bersamaku pun kau masih saja memikirkannya!” umpatku.

“Memangnya kenapa?! Dia itu sahabatku juga! Kenapa kau jadi seperti ini?!” Dia balas menatapku tajam dan itu semakin membuat moodku memburuk.

Rasanya emosiki benar-benar memuncak saat ini, “Lalu bagaimana jika dia menyukaimu?!” bentakku padanya. Bisa ku lihat Kyuhyun tercengang mendengar pertanyaanku.

“Apa kau sudah gila?! Kenapa dia harus menyukaiku?! Jangan mengkambing hitamkan orang lain!”

Aku menghempaskan tangannya pada lenganku. “Lihat kan! Kau masih saja membelanya!” teriakku.

CHO KYUHYUN POV

Aku mengantarkan Je pulang. Hari ini dia benar-benar aneh, sepanjang jalan tadi dia terus saja berdiam diri. Aku benar-benar tidak tau harus berbuat apa. Jujur saja! Diantara Je Wo dan Hye Sun, dialah yang paling aku cemaskan jika sudah marah padaku. Aku tidak pernah dapat menebak perasaan gadis ini. Maka itu, tidak mudah bagiku untuk memahaminya dan dia selalu berhasil membuatku harus banyak bersabar menghadapinya.

            Aku membuka pintu mobil untuknya, dia keluar dari sana dengan kedua mata yang menghindariku.

“Aku masuk.” Ucapnya dingin dan membalikkan tubuhnya.

Tanganku bergerak cepat menahan kembali lengannya, memaksanya menghadap padaku, “Jangan seperti ini,” bisikku pelan, “Aku tidak suka melihatmu seperti ini, katakan apa salahku agar aku bisa memperbaikinya.” ucapku pelan.

Dia menatapku sayu. Dan entah kenapa tatapannya membuat hatiku berdesir.

“Cho Kyuhyun…” panggilnya pelan, kedua matanya mulai menatapku kembali, “Bagaimana jika aku menyukaimu?”

DEG

Jantungku seperti berhenti berdetak saat mendengar ucapan itu darinya. “A-apa maksudmu?” tanyaku terbata. Dia tidak menjawab dan lebih memilih memandang rerumputan di halaman rumahnya yang bergoyang. Kenapa dia bertanya seperti ini? Ada apa dengannya?

“Jawab saja Kyu…” desahnya lirih.

Kerongkonganku serasa mengering, sulit sekali untuk sekedar mengeluarkan sebuah suara dari sana. Ya Tuhan, sebenarnya apa yang terjadi? Bagaimana bisa dia…

“Aku, emm kau,”  aku tidak tau harus menjawab apa. Ini semua benar-benar membuatku bingung.  Kutarik nafasku panjang, berharap keadaanku segera membaik dan dapat menjawab pertanyaan gadis ini, “Je…” panggilku pelan, “Kau sahabatku, Hye Sun juga sahabatku jadi_”

“Arraseo!” potongnya cepat, dia tersenyum padaku. Senyumannya sangat berbeda, seperti senyuman yang di paksakan. “Kita adalah sahabat.” Sambungnya.

Aku menatapnya lirih.

“Aku masuk, Kyu. Jaljayo…”

***

 

 

 

 

AUTHOR POV

Je Wo dan Hye Sun duduk bersebelahan di kantin sekolah saat jam istirahat. Keduanya terlihat tidak bersemangat. Je Wo terus memikirkan masalahnya dn kyuhyun karena sampai saat ini namja itu tidak menhubunginya sama sekali. Setelah kejadian beberapa malam yang lalu. Ia mulai beranggapan jika Kyuhyun merasa tidak nyaman dengannya setelah pertanyaan yang ia lontarkan kala itu.

“Hahhh membosankan!” gerutu Hye Sun.

Je Wo menoleh padanya. “Wae?”

“Tidak ada Kyuhyun.” Jawab Hye Sun dengan wajah murung.

Je Wo tersenyum miris kemudian meneguk minumannya. Sejak kejadian malam itu, dia semakin yakin jika kyuhyun memang hanya menganggapnya sebagai sahabat. Tidak lebih. Kyuhyun juga mengatakan jika ia menganggap Hye Sun sebagai sahabatnya.

Tiba-tiba sebuah ide melintas di otaknya, “Hye sun-ah…” panggilnya hati-hati. Hye Sun menoleh padanya sembari meminum minuman kaleng miliknya, “Apa kau… tidak pernah menyukai Kyuhyun?”  tanya Je Wo pelan dan berhasil membuat Hye Sun yang sedang minum tersedak.

“Ke-kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?”  tanya Hye Sun gugup, wajahnya tampak memerah.

“Annio. Hanya ingin bertanya saja.”

Hye sun menelan ludah gugup dan menggeleng, “Tidak. Aku tidak menyukainya. Kita kan bersahabat, jadi mana mungkin aku menyukainya” ujarnya beralasan.

Je Wo tersenyum lega dan menepuk pelan pundak Hye Sun, “Eiyyy aku hanya bercanda.” Kekehnya. Namun tidak dapat menyembunyikan raut wajah bahagianyanya atas jawaban yang Hye Sun berikan.

Sesaat, suasana kembali hening sampai tiba-tiba Hye Sun memulai kembali pembicaraan, “Aku berbohong, Je.” Ucapnya parau.

Je wo menoleh padanya yang sudah menunduk, bahunya terlihat bergetar. “W-wae? Kau kenapa, hem?” Je Wo mengusap lembut punggung Hye Sun.

Hye sun mengangkat kepalanya dan Je Wo bisa melihat jika gadis itu tengah menangis, ia terhenyak melihatnya. “Aku menyukai Kyuhyun. Aku bahkan nyaris gila karena terus memikirkannya.” Isakan Hye Sun membuat hati Je Wo mencelos sekaligus sakit. Benar dugaannya selama ini jika Hye Sun memiliki perasaan khusus pada kyuhyun, “Bukan hanya menyukai nya, tapi aku sangat mencintainya. Aku takut…”  isaknya lagi.

“T-takut? Apa yang kau takutkan?” tanya Je Wo nanar. Tubuhnya sudah membeku sempurna.

“Aku takut perasaanku padanya bisa membuat hubungan persahabatan kita hancur. Aku takut kau membenciku kalau kau tau aku mencintai Kyuhyun. Aku tidak mau kehilangan kalian berdua… aku tidak mau..”

Je wo tersenyum miris. Dia telah menyadari satu hal, yaitu Hye Sun memang lebih baik darinya. Selama ini dia selalu memikirkan bagaimana perasaannya pada kyuhyun. Tapi tidak memikirkan bagaimana perasaan Hye Sun. Sedangkan yeoja itu? Sebesar apapun perasaannya pada kyuhyun dia tetap memikirkan persahabatan mereka.

Dia sama sekali tidak egois.

Je Wo memeluk tubuh Hye Sun yang bergetar karena menangis. “Kenapa harus takut, hem? Kalau kau mencintainya katakanlah padanya. Aku tidak akan marah… “  ucapnya lembut. Walaupun sebenarnya ia harus menahan mati-matian rasa sakit di hatinya.

Hye Sun melepas pelukannya dan menatap Je Wo. “T-tapi bagaimana denganmu?”

Je Wo tersenyum dan mengacak pelan rambut sahabatnya itu. “Aku? Aku akan tetap menjadi sahabatmu dan Kyuhyun,” jawabnya dengan senyuman lebar. Ia mengelus kepala Hye Sun penuh sayang,  “Pergi katakan padanya. Aku rasa… dia juga menyukaimu.” Ucapnya dengan senyuman miris.

CHO KYUHYUN POV

“Hyun-ah!” Hye Sun melambaikan tangannya padaku dan sedikit berlari kecil kearahku, “Ayo pulang!” ajaknya yang sudah menggandeng lenganku. Aku mengangguk dan tersenyum kemudian menoleh ke belakang memastikan keberadaan yeoja yang sudah membuatku nyaris gila karena pertanyaannya beberapa hari yang lalu.

“Je sudah pulang.” Ujar Hye Sun yang sepertinya mengerti dengan tatapanku.

Aku mengangguk mengerti. Kemudian kami mulai melangkah pergi meninggalkan gedung sekolah. Disepanjang jalan, baik aku maupun Hye Sun tidak ada yang mengeluarkan suara. Aku terlalu sibuk dengan pikiranku.

“Kyu…” kudengar Hye Sun memanggilku pelan.

“Hem?”

“Ada yang ingin ku katakan.”

Aku menoleh padanya. Saat ini kami sedang berada di sebuah taman di pinggir kota. “Apa?” tanyaku.  Kulihat dia menghembus kan nafas gusar seperti ragu ingin mengatakannya.

Dia menggigit bibir bawahnya pelan. Wajahnya terlihat begitu gusar, ia menundukkan kepalanya gusar. “Aku… sepertinya aku menyukaimu.”

            Tubuhku menegang seketika. Kenapa seperti ini lagi? Ya Tuhan, apa yang yang sebenarnya terjadi. Kemarin Je Wo dan sekarang Hye Sun? Kenapa mereka berdua bisa menyukaiku seperti ini?

“Sun-ah… aku_”

“Aku tidak memaksamu menjawabnya. Karena aku memang hanya ingin mengatakan itu saja padamu.” Ucapnya yang masih terus menunduk. Bisa kurasakan tubuh yeoja ini gemetar. Dia pasti mengumpulkan semua keberaniannya untuk mengatakan ini padaku, perlahan kugenggam tangannya untuk membuatnya tenang.

“Aku masih ingin kita bertiga menjadi sahabat. Tapi, terima kasih karena kau telah menyukaiku.” Ucapku berusaha menenangkannya.

Dia mengangkat wajahnya, tersenyum dan cukup membuatku lega.

“Hah…” desahnya penuh kelegaan, aku turut tersenyum melihatnya, “Pinjamkan ponselmu!”  aku mengerutkan dahi bingung ketika ia menengadahkan telapak tangannya padaku.

“Untuk apa?” tanyaku takut. Jangan-jangan dia kesal dan ingin membuangnya.

“Aku ingin menelpon Je Wo. Ponselku mati.”

Aku mendengus pelan dan menyerahkan ponselku padanya “Memangnya kau ingin mengatakan apa padanya?”

Dia tersenyum lebar, “Aku ingin bilang kalau aku sudah mengutarakan perasaanku padamu dan sekarang, semunya telah baik-baik saja.”

Entah kenapa tubuhku menegang mendengarnya. Yeoja itu…

“Je Wo sudah tau?” tanyaku memastikan.

            “Eum.” Dia bergumam kecil dan mulai mengutak atik ponselku.

“Dia tau kalau kau menyukaiku?”

“Eo! Dia tau… bahkan dia yang menyuruhku mengatakannya padamu.”

            Sial! Kenapa perasaanku tidak tenang seperti ini. Bagaimana bisa dia menyuruh Hye Sun mengutarakan perasaannya pada sementara waktu itu dia terlihat marah setiap kali menyinggung Hye Sun. Dan bukankah dia juga…

            Heish! Molla. Shin Je Wo kau sangat membingungkan.

***

SHIN JE WO POV

Aku memandang layar ponselku miris.

Cho Kyuhyun calling.

Hye Sun sudah mengatakan padaku kalau dia sudah menyatakan perasaannya pada namja ini. Walaupun namja ini belum menjawabnya, tapi hatiku tetap saja terasa sangat sakit. Saat aku bertanya bagaimana jika aku menyukainya, dia menjawab dengan tegas jika dia hanya menganggap aku sebagai sahabatnya. Tapi, saat Hye Sun mengutarakan perasaannya, Kyuhyun mengucapkan terima kasih. Ya, aku sudah tau. Kau memang menyukainya, kan?

“Yeoboseo?” jawabku sewajar mungkin.

“Yeoboseo. Sudah tidur?”

Lihatlah? Hanya dua kata darinya saja sudah membuat hatiku bergetar. Tuhan? Apa aku bisa menahan perasaanku padanya? Apa aku masih bisa bersikap seperti biasa di depannya dan Hye Sun?

“Je, kau masih disana?” 

“Ah, ne. Wae, Kyu?”

“Annio. Hanya ingin menelponmu saja. Tidak boleh?”

Hei? Kenapa kami jadi saling canggung seperti ini?

Kami masih saja terus saling diam dalam 10 menit terakhir ini. Hanya helaan nafas saja yang terdengar darinya. Aku tidak tau kenapa aku mendadak menjadi pendiam seperti ini, padahal selama ini kalau dia sudah menelponku malam-malam begini aku lah yang paling bersemangat berbicara.

“Kalau tidak ada yang mau di bicarakan, aku matikan saja, ya?” tanyaku.

“Ne? Ah… kau sudah mengantuk?  Baiklah, Aku tutup.”

“Eum.” Balasku.

Aku masih menunggunya menutup sambungan telpon lebih dulu, tapi tetap saja dia masih terlihat enggan mematikannya.

“Kyu?”

“Ne. Aku, aku ingin menanyakan sesuatu.” Ucapnya tiba-tiba.

“Mwo?”

“Apa kau tau kalau Hye Sun..”

“Arra.”

“Dan kau juga yang menyuruhnya untuk mengatakan itu padaku?”

Aku menutup kedua mataku kuat agar tidak menangis, “Hem.” Gumamku.

“Wae?”

“Apanya yang kenapa?”

Bisa kudengar Kyuhyun menghela nafas panjang.

“Kau. Bukannya kau juga menyukaiku?”

 Aku meremas kuat sprei yang kududuki. Kenapa? Kenapa dia harus mengungkit hal itu?  “Hahaha, kapan aku bilang kalau aku menyukaimu, hem? Eiyy jangan salah paham, Cho Kyuhyun! Waktu itu yang aku katakan bagaimana jika aku menyukaimu bukan aku menyukaimu! Kau tidak bisa membedakan mana pertanyaan dan mana pernyataan, ya?” ujarku berpura-pura tertawa. Aku tidak mungkin mengakuinya. Aku tau dia juga menyukai Hye Sun tapi dia juga tidak ingin menyakitiku.

“Arraseo! Jaljayo~”

KLIK!

Sambungan itu terputus begitu saja. Aku menatap ponselku nanar. Mulai memikirkan bagaimana hubungan persahabatan kami setelah ini. Bagiku tidak mungkin jika aku dapat bersikap seperti biasa pada mereka. Ya Tuhan, tolong kuatkan aku.

***

AUTHOR POV

Setelah kejadian itu, hubungan mereka tampak masih baik-baik saja. Mereka masih sering bersama-sama walaupun Je Wo sedikit menjaga jarak dengan Kyuhyun. Tapi namja itu tau kalau Je Wo sengaja menjaga jarak dengannya. Namun untuk saat ini, dia sedang tidak ingin membahasnya.

Saat ini adalah hari terakhir mereka ujian akhir sekolah. Kyuhyun memandang intens wajah Hye Sun yang sedang berada di depannya. Saat ini mereka berada di belakang sekolah yang cukup sepi berdua.

“Kau kenapa? Je dimana?” tanya Kyuhyun.

Namun yeoja itu tidak menjawab dan lebih memilih menyandarkan dirinya pada sebuah dinding.  “Aku tidak tau je dimana. Tapi aku sudah menyuruhnya agar segera kesini.  Huwaaaa  ujian matematika tadi benar-benar berniat membunu ku!” rengeknya.

Kyuhyun tersenyum geli dan mengacak pelan rambut yeoja itu. “Setelah ini kau akan terbebas dari matematika untuk sementara waktu.” Ujarnya. Hye Sun masih merengut lucu, “Lalu kau akan meneruskan sekolahmu dimana?”

Hye Sun tersenyum polos, “Universitas yang sama denganmu dan juga Je Wo.”  Jawabnya semangat.

“Lagi?” tanya Kyuhyun dengan wajah malas.

Hye Sun mengangguk semangat. “Aku mana bisa tidak berada di tempat yang sama denganmu.”

Sontak wajah Kyuhyun berubah suram. Ia kembali teringat jika Hye Sun menyukainya. Gadis ini memiliki perasaan lebih padanya dan mungkin saja memiliki harapan besar untuk berada disisinya. Sedang Kyuhyun sendiri sama sekali tidak mengerti dengan perasaannya. Ia sangat menyayangi Hye Sun, tidka ingin gadis itu terluka. Tapi jika harus dihadapi dengan perasaan cinta, ia sama sekali tidak dapat menjawab. Belum lagi di satu sisi, perubahan sikap Je Wo padanya. Ia yakin, gadis itu juga memiliki perasaan yang sama seperti Hye Sun. Meski Je Wo menyangkal, namun Kyuhyun tau bagaimana perasaan gadis itu.

Kyuhyun juga sejujurnya memiliki ketertarikan tersendiri pada Je Wo. Selama ini hanya gadis itu yang bisa mengerti dirinya. Mendengarkan semua keluh kesahnya sebelum tidur meski setelah itu ia akan mendengarkan omelan panjang Je Wo yang terdengar menyakitkan ditelinganya. Tapi yang ia tau saat ini. Saat gadis itu menjauhinya, tidak lagi bisa bertemu dnegannya seperti biasa, ia sangat merasa kehilangan. Hampa.

 “Sun-ah…” panggil Kyuhyun lembut.

“Ne?”

Kyuhyun menarik nafas panjang, “Kemari. Aku ingin memelukmu.” Ujarnya pelan.

Mata Hye Sun melebar sempurna ketika ucapan itu terlontar dari bibir Kyuhyun. Belum lagi gadis itu sempat menjawab atau pun sekedar bergerak, Kyuhyun sudah lebih dulu menariknya. Memeluknya lembut dan erat, menyandarkan wajah Hye Sun dalam dadanya.

            Kyuhyun memejamkan matanya. Mencoba meresapi perasaan apa yang saat ini ia rasakan. Jantungku masih berdetak normal, tidak ada desiran aneh apa pun. Perlahan sudut bibirnya terangkat sempurna.

“Lee Hye Sun.”

“Ne?”

“Kau memang gadis kecilku.”

Hye Sun melepaskan pelukan Kyuhyun dan menggembungkan kedua pipinya kesal. “Berhenti memanggilku gadis kecil! Aku ini sudah dewasa.” Protesnya.

“Hahaha tapi kau masih terlihat seperti gadis kecil bagiku.” Goda Kyuhyun. Ia masih tertawa, ada terbesit rasa lega dama hatinya setelah bisa mengatahui bagaimana perasaanya pada Hye Sun. Namun, pria ini tidak menyadari ucapannya berhasil membuat perubahan raut wajah Hye Sun di depannya.

 “Wae?” tanya Kyuhyun setelah tawanya mulai mereda dan menemukan wajah berbeda Hye Sun.

Namun bukan sebuah jawaban yang ia dapatkan, melainkan reaksi tubuh Hye Sun yang mambuatnya terkejut. Gadis itu berjenjijit, lalu menarik kerah bajunya kebawah hingga pada akhirnya, bibirnya menyentuh tepat diatas permukaan bibir Hye Sun yang terasa lembut. Kedua mata Kyuhyun melebar schok. Tidak percaya atas apa yang Hye Sun lakukan. Saat ia berniat menari diri dengan mendorong pinggang Hye Sun, gadis itu malah semakin melingkarkan lengannya pada leher Kyuhyun hingga mau tak mau, Kyuhyun melingkarkan sebelah tangannya pada pinggang Hye Sun.

Keringat dingin mulai mmebanjiri wajahnya. Ia tidak bisa berpikir apa pun saat ini. Ingin menolak tapi tubuhnya tak bisa untuk sekedar bergerak. Namun ketika ada sebuah suara seperti benda yang terjatuh keatas lantai disekitar mereka. Tubuh mereka sontak saling melepaskan diri bersamaan. Menoleh kesamping, mereka dapat melihat Je Wo menatap shock keduanya dengan dua kaleng minuman soda yang telah jatuh keatas lantai.

“J-je…” gumam Hye Sun, wajahnya memucat dan menatap takut Je Wo.

Kyuhyun tidak bisa membuka mulutnya ketika tatapan Je Wo terpaku padanya. Ia dapat melihat goresa luka diwajah itu. Kyuhyun tidak hentinya mengutuk dirinya sendiri karena telah melakukan hal gila seperti ini dan sialnya, Je Wo telah menyaksikannya.

“M-maaf…” ujar Je Wo. Suaranya tercekat, ia berusaha tersenyum pada Hye Sun, “Ah, aku tidak tau jika kalian… heish! Maaf, sepertinya aku mengganggu, ya? Tadi aku hanya…” tatapn mata Je Wo terlihat tidak fokus. Terkadang menatap Kyuhyun, lalu Hyesun dan terkadang menatap dua kaleng minuman yang telah berserakan dibawah kakinya.

“A-annio… tadi kami hanya…” Hye Sun melirik Kyuhyun yang masih tak bergerak, berharap pria itu mampu menolongnya untuk memberikan alasan agar suasana kikuk ini segera menghilang.

“Gwencanha,” sela Je Wo. Dia mencoba tersenyum tulus pada Hye Sun, “Aku tidak mempermasalahkan hal ini. Hahaha, ya sudah. Aku pergi dulu, maaf mengganggu.” Tubuh Je Wo segera berbalik dan melangkah cepat meninggalkan Kyuhyun mau pun Hye Sun.

Hye Sun menatap bersalah punggung itu, lalu beralih pada Kyuhyun yang tetap tidak bergerak, “Hyun-ah… ottokaeh?” gumamnya.

CHO KYUHYUN POV.

“Hyun-ah… ottokaeh?”

            Kupejamkan kedua mataku erat. Ini benar-benar memusingkan, “Pulanglah, Lee Hye Sun. Ada yang harus aku katakan pada Je Wo.” Jawabku. Lalu aku pergi meninggalkannya tanpa menatap dirinya. Sejujurnya aku sangat marah. Kenapa dia harus melakukan hal itu dan membuat keadaan menjadi sekacau ini.

            Bagaimana dengan gadis itu? Akhir-akhir ini hubunganku dengannya sudah memburuk, lalu ditambah dengan masalah ini. Dia melihatku dan Hye Sun berciuman, apa lagi yang sudah pasti ia pikirkan kalau bukan aku telah menerima Hye Sun. Sial! Kenapa gadis itu selalu bisa membuatku cemas?

            Langkahku sempat terhenti saat melihat gadis itu duduk berdiam diri sendirian di halte yang berada tak jauh dari sekolah. Dia menatap lurus kedepan dengan tatapan kosong. Hatiku mencelos melihatnya, dia terlihat begitu menyedihkan dan aku tidak suka itu. Kupercepat langkahku mendekatinya, berdiri didepannya hingga ia mengakat wajahnya keatas dan menatapku.

            “Sedang apa kau disini?” tanyaku pelan.

            Ada jeda beberapa detik sebelum ia menjawab, “Menunggu Bis.” Lalu kepala itu menoleh pada objeck lainnya. Berusaha menghindari tatapanku.

            Aku turut duduk disampingnya, menemani keheningan yang menjelma disekitar kami. Jika di pikir-pikir, aku sama sekali tidak tahu apa yang harus kulakukan saat ini. Meminta maaf? Tapi bukankah aku sama sekali tidak bersalah. Menjelaskan tentang kejadian beberapa waktu yang lalu? Untuk alasan apa? Kemarin, dia membantah pertanyaanku mengenai perasaannya, jika benar dia tidak menyukaiku seperti Hye Sun, maka dia tidak akan seperti ini.

            “Kenapa Hye Sun tidak bersamamu?”

            Aku tersentak, kutolehkan wajahku cepat kearahnya. Dia masih menatap lurus kedepan dengan tatapan kosong. Demi Tuhan, gadis ini benar-benar membuatku frustasi.

            “Shin Je Wo,” panggilku putus asa. “Sekarang jawab aku dengan jujur, kau menyukaiku atau tidak?”

            Kini ia melakukan hal serupa yang aku lakukan sebelumnya. Menoleh cepat kearahku dengan kedua alis bertaut. “Apa maksudmu?”

            Ringisanku tak dapat lagi tertahan, “Kau benar-benar membuatku bingung, Je. Sebelumnya kau selalu marah setiap kali aku berdekatan terlalu lama bersama Hye Sun. Saat kita di Bioskop beberapa hari yang lalu, kau bertingkah aneh seakan-akan kau begitu cemburu dengan kedekatan kami. Lalu akhir-akhir ini, setelah kau mengetahui Hye Sun menyukaiku, kau menjauh begitu saja dariku. Sebenarnya apa yang kau ingin, kan!” bentakku.

            Dadaku bergemuruh kuat. Entah apa yang terjadi padaku saat ini. Tapi begitu banyak kecemasan yang sedang menggelayutiku. Dan kecemasan itu selalu tertuju padanya. Tapi sialnya, ekspresinya saat ini sama sekali tak terbaca olehku. Selama ini, aku selalu dapat membaca semua ekspresi yang ia tunjukan, membuat aku dapat memahami keinginannya tanpa harus ia ucapkan padaku.

            “Hye Sun menyukaimu, kau juga menyukainya. Aku hanya ingin… melihat kalian berdua bahagia.”

            Itu sama sekali bukan jawaban yang kuinginkan!

SHIN JE WO POV

Aku mengaduk malas makanan yang ada di depanku. Sama sekali tidak berniat menelan makanan ini sejak setengah jam yang lalu. aSudah dua minggu aku terus berada di rumah dan tidak menemui siapa-siapa termasuk Kyuhyun dan Hye Sun. Terlebih Kyuhyun. Setelah kejadian itu, dimana aku telah melihatnya dan Hye Sun tengah berciuman, lalu dia mengantarku pulang setelah kami sempat berbicara sebentar di Halte bis. Dia sama sekali tidak pernah menghubungiku.

            Sejak Hye Sun mengakui perasaannya. Aku seperti tidak memiliki harapan apa pun untuk mengakui perasaanku terhadap Kyuhyun. Hanya dengan sekali pandang saja, aku sudah tahu jika mereka memang di takdirkan untuk bersama. Sedangkan aku, hanyalah seorang gadis pengganggu yang selalu membuat Kyuhyun bingung dengan segala sikapku.

            Aku tidak seberani Hye Sun yang dapat mengutarakan seluruh perasaannya. Aku tidak semanis Hye Sun yang selalu dapat membuat Kyuhyun tertawa hanya karena melihat senyumannya. Aku hanya gadis biasa, yang hanya dapat mengomeli mereka meski aku sedang merasa bahagia.

            Cih… kenapa aku baru sadar, jika aku begitu menyedihkan.

“Kau kenapa, Je? Sejak tadi terus melamun?”

Aku tersentak dari lamunanku ketika mendengar suara Omma yang menegurku. Kulayangkan senyum tipisku padanya, “Tidak apa-apa.” Jawabku sekedar.

“Akhir-akhir ini, kau sering terlihat murung.” Timpal Appa.

Lagi-lagi aku hanya tersenyum tipis menanggapi pernyataan Appa, “Hanya sedikit pusing karena memikirkan mengenai pendidikanku.” Jawabku.

“Kenapa?”

“Aku bingung harus melanjutkan kuliahku dimana, Appa.”

Omma tersenyum hangat padaku. Sebuah senyuman yang menenangkan, “Pilih lah sesuai keinginanmu, sayang. Appa dan Omma akan selalu mendukungmu.” Ujarnya.

Ya, satu-satunya yang aku inginkan saat ini adalah menjauh dari kehidupan Kyuhyun dan Hye Sun. Aku ingin bebas dari bayang-bayang mereka yang semakin hari akan semakin berpengaruh besar terhadapku. Aku dapat menjelma menjadi setan yang mengerikan jika terus melihat kedekatan mereka.

Lalu apa yang harus kulakukan? Haruskah aku pergi?

Kupandang kedua orang tuaku yang telah kembali melanjutkan kegiatan makan mereka. Mungkin, memang pergi adalah jalan terbaik untukku.

“Omma, Appa,” panggilku pelan. Mereka serentak menoleh padaku. “Aku ingin melanjutkan pendidikanku di London.”

 

AUTHOR POV

Je wo terlihat sibuk mengemasi barang-barangnya. Memindahkan satu persatu pakaiannya kedalam koper. Malam ini ia akan segera berangkat ke London, setelah cukup lama membicarakan keputusannya bersama kedua orang tuanya. Akhirnya, ia mendapatkan ijin untuk pergi meninggalkan negaranya. Dan sampai sekarang, dia tidak memberitahu Kyuhyun dan Hye Hun mengenai keberangkatannya.

            Gadis ini ingin pergi tanpa sepengetahuan kedua orang itu. Ia berniat pergi dengan ketenangan setelah hampir satu bulan dapat menenangkan kegisaran hatinya.

“Taraaa, sudah selesai. Hoh, benar-benar melelahkan!” ujarnya sembari melihat koper miliknya. Je Wo sengaja hanya mengemasi barang-barang pentingnya saja. Menyadarai keahliannya dalam melipat pakaian begitu buruk, ia tidak ingin kesulitam jika harus melipat pakaiannya seorang diri setelah sampai di London nanti.

“Je, kau mau kemana?”

            Mendengar ada sebuah suara yang memannggilnya, Je Wo segera menoleh keambang pintu kamarnya dan mendelik shock ketika menemukan keberadaan Hye Sun disana dengan kedua mata memerah. Mengapa gadis itu ada disini?

“H-Hye Sun-ah..” ucapnya gugup. Je Womenelan ludah berat memandang yeoja yang masih berdiri mematung disana, “Masuk lah…”  ujarnya lirih.

Hye sun menurut, melangkah masuk dengan langkah bingungnya ke dalam kamar Je Wo dengan fokus mata yang tak lepas dari koper itu.

“Mau kuambilkan minum?” tanya Je Wo berbasa-basi.

Hye Sun menggeleng pelan, “Kau mau kemana? Kenapa ada koper disini? Dan kenapa selama satu bulan ini kau tidak memberi kabar padaku dan Kyuhyun?”  rentetan pertanyaan yang Hye Sun ajukan membuat Je Wo harus menahan napas saat mendengarnya.

“Yah! Pertanyaanmu banyak sekali… bagaimana bisa aku menjawabnya?” protesnya berpura-pura dengan tawa palsunya.

“Jangan bercanda, cepat jawab aku!”  bentak Hye Sun. Sebenarnya, tidak perlu menunggu jawaban Je Wo, Hye Sun sendiri sudah mengeri apa yang sedang terjadi. Untuk itu, kedua matanya sudah hampir menumpahkan tangisan kuat.

Je Wo menyerah, ia tidak mungkin lagi berpura-pura. Kepala gadis ini menunduk dalam, “Aku akan meneruskan sekolahku di London. Malam ini, pukul 9 malam nanti aku akan berangkat.”  Jelasnya yang masih tidak berani memandang Hye Sun.

“Mwo? London?” tanya Hye Sun terkejut.

Je Wo berusaha menyunggingkan senyum lebarnya ketika mengangguk.

“Kenapa kau tidak mengatakan pada kami kalau kau akan pergi ke London?! Kau tidak menganggap kami sahabatmu?! Kenapa kau jahat sekali, Je?!”  bentak Hye Sun. Gadis itu sudah mulai menangis terisak di depan Je Wo.

“Annio… bukan begitu! Aku berniat akan memberitahu kalian jika aku sudah sampai disana.”  Jelas Je Wo yang memang berniat akan memberitahu kedua sahabatnya mengenai kepergiannya jika ia telah berada di negara itu.

“Jadi, kau akan memberitahu kami jika kau sudah sampai disana dan tidak mengijin kan kami untuk mengantarmu ke bandara sekaligus mengucapkan kata perpisahan, begitu?”  cecar Hye Sun histeris. Kali ini isakannya lebih kuat dari sebelumnya hingga membuat Je Wo sedikit bingung karena ia tidak tahu harus berbuat apa.

Ia mengerti, Hye Sun pasti merasa kecewa padanya. Pergi tanpa berpamitan pada mereka yang selama ini telah menjadi bagian hidupnya, bahkan salah satu yang terpenting. Tapi, itu semua ia lakukan demi kebaikan metreka semua.

“Aku akan memberitahu Kyuhyun.” Cetus Hye Sun.

Kedua mata Je Wo membulat, “Andwe!” cegahnya.

“Wae?” tanya Hye Sun tidak mengerti.

Je Wo memalingkan wajahnya ke arah lain, berniat menghilangkan kontak matanya pada Hye Sun, “Jangan beritahu dia sampai aku sudah berada di sana.” Jawabnya lirih.

Hye Sun memandangnya lama, “Kau mencintai Kyuhyun, kan?”

            Wajah Je Wo menoleh cepat, tersentak menatap Hye Sun yang baru saja mengatakan sesuatu yang membuatnya terkejut. Kedua matanya membulat lebar, “A-apa yang kau katakan?” kilahnya.

Kali ini, tatapan Hye Sun menajam. Belum pernah selama ini ia menatap Je Wo seperti itu. Kedua bola matanya menghitam sedangkan tatapannya terlihat siap menguliti Je Wo “Aku tahu, Je. Kau mencintai Kyuhyun seperti aku mencintainya. Kau pergi ke London, hanya karena ingin menjauhinya, kan?”

            Shin Je Wo mematung. Seluruh tebakan Hye Sun benar. Kali ini ia tidak dapat mengelak lagi. Kini, gadis itu mengetahui rahasia terbesarnya. Begitu malunya ia harus tertangkap basah oleh gadis yang Kyuhyun cintai.

            “Apakah karena aku, karena aku yang menyatakan perasaanku pada Kyuhyun, karena aku yang telah menciumnya saat itu, kau ingin berlari menjauhi kami?”

“Kyuhyun juga mencintaimu.”

            Untuk kali ini, Hye Sun yang tersentak kuat mendengat penuturan Je Wo.

Je Wo menatap Hye Sun lembut dengan senyuman sendunya, “Kyuhyun mencintaimu. Aku tahu itu. Aku pergi memang karena ingin menjauhinya. Aku ingin kembali seperti dulu, menjadi Shin Je Wo yang tidak akan pernah terusik dengan kedekatan kalian berdua.” Je Wo meraih jemari Hye Sun dan menggenggamnya erat. “Aku ingin bisa melihat kalian saling berpegangan tangan sambil tersenyum tanpa rasa iri atau pun cemburu. Aku tidak ingin menjadi gadis jahat yang berpikiran picik ketika melihat kalian bersama, Hye Sun-ah.. aku juga tidak ingin Kyuhyun harus menahan perasaannya padamu hanya karena ingin menjaga perasaanku.”

            Kini air mata yang sejak satu bulan terakhir selalu ia tahan mengalir deras di permukaaan wajahnya. Ia menangis, terisak, dihadapan Hye Sun yang memandangnya lirih. Kedua gadis ini, gadis yang sama-sama mencintai Kyuhyun haruskah berakhir seperti ini?

“Tapi, bagaimana ka_”

“Aku mohon… biarkan aku pergi.. hanya untuk sementara, Hye Sun-ah.” Pinta Je Wo dengan wajah memelas.

Hye sun segera memeluknya erat. Keduanyaterisak bersama. Mulai membenci diri masing-masing karena harus memiliki perasaan yang sama terhadap satu pria yang bahkan hingg detik ini, tidak ada yang benar-benar tahu bagaimana perasaannya.

SHIN JE WO POV

Aku masih duduk berdiam diri di bangku panjang ini. Pesawatku akan berangkat sebentar lagi. Aku memang sengaja menyuruh Omma dan Appa tidak mengantarku ke bandara karena aku tidak ingin  langkahku semakin berat saat melihat mereka menangis. Sejujurnya, aku benar-benar tidak rela harus meninggalkan negara, keluarga dan… kedua orang itu. Rasanya bagaikan nyawaku telah direnggut paksa.

            Tapi mau bagaimana lagi, aku harus melakukannya demi persahabatan kami. Aku ingin yang terbaik untuk Hye Sun dan Kyuhyun. Yah… mudah-mudahan saja, disana nanti aku akan bertemu dengan pria yang mungkin dapat mengalihkan perasaanku dari seorang Cho Kyuhyun bodoh itu.

            “Pria bodoh!” umpatku pelan.

Terdengar suara informan jika sudah saatnya bagiku untuk memasuki pesawat yang aku tumpangi nanti. Aku berdiri dan mengambil napas panjang, kemudian menghembuskannya perlahan. Mataku masih saja terus menatap pintu masuk itu. Entah kenapa aku sangat ingin melihat bocah itu berada disini. Entah untuk mencegahku pergi atau pun mengucapkan selamat tinggal padaku.

“Dia tidak akan datang. Untuk apa kau masih menunggunya?”  gumamku miris pada diri sendiri. Aku tarik napasku sekali lagi sebelum melangkahkan kakiku penuh tekad. Aku sadar, kali ini langkahku semakin menguat dan kini aku telah berada di depan petugas bandara yang akan memeriksa Paspotku.

Wanita itu tersenyum ramah padaku yang membalasnya dengan senyuman yang sama. Kurogoh isi tasku untuk mencari benda itu. Namun tubuhku terlonjak dan terhuyung kebelakang dengan tiba-tiba ketika sebuah tangan menarik lenganku kuat.

Mataku mengerjap cepat ketika menemukan sosok yang sejak tadi kunanti akan keberadaannya telah berdiri didepanku dengan napas memburu. “Ch-Cho Kyuhyun?”

“KAU SUDAH GILA?!! INGIN PERGI KE LONDON DAN TIDAK MEMBERIKU KABAR?! KAU SAMA SEKALI TIDAK MENGGAP KU ADA, SHIN JE WO?!”

Mataku mengerjap cepat. Teriakannya masih terlalu mendengung ditelingaku. Bagaimana bisa dia berada disini dan sekarang… dia sedang meneriakiku? Kulirik sekitarku dan Ya Tuhan… seluruh orang sedang memerhatikan kami? Sialan!

DUAK!

“Akh, yah! Kenapa kau menendang kakiku.”

Kulayangkan tatapan murkaku padanya. Apa-apaan dia, ingin membuatku malu di depan semua orang, hah? Sekali pun aku memang sedang menunggu kehadirannya, bukan berarti dia harus berteriak seperti itu, kan? Memalukan!

 “Kau ingin mempermalukan aku, Cho Kyuhyun?! Untuk apa kau berteriak seperti orang gila dan membuat kita menjadi pusat perhatian disini, hah!”  geramku emosi.

            Dan sialnya, dia malah mencengkram lenganku lalu menyeretku pergi dari sana.

 

AUTHOR POV

Kyuhyun masih terus memandang Je Wo tajam hingga membuat gadis itu berdiri salah tingkah didepannya. Setelah Hye Sun memberitahunya tentang keberangkatan Je Wo beberapa waktu lalu, pria itu segera pergi kebandara untuk mencegah kepergian gadis itu. Mungkin, Kyuhyun harus berterima kasih pada Lee Hye Sun yang telah membuatnya menyadari bagaimana perasaanya terhadap Je Wo. jika Tidak, mungkin saja saat ini ia masih tidak mengetahui kepergian Je Wo.

            Shin Je Wo melirik arlojinya dan mendesah gusar. Menengadah keatas, ia masih menemukan raut wajah Kyuhyun seperti sebelumnya. Ia sudah memilih sebelumnya, akan meninggalkan Kyuhyun bersama Hye Sun dan kali ini, ia tidak akan mengubah keputusannya.

            “Aku harus pergi.” Ujarnya pelan.

            “Kau yakin?” balas Kyuhyun.

            Kepalanya mengangguk kuat meski kembali tertunduk.

            Kyuhyun tidak menyahut beberapa saat hingga akhirnya, helaan napas panjang terdengar beserta jawabannya yang mengejutkan. “Kalau begitu pergilah.”

            Je Wo tersenyum kecut, lalu menatap Kyuhyun sendu. “Jaga dirimu.”

            “Hem, kau juga.”

            “Kau juga harus menjaga Hye Sun dengan baik.”

            “Itu sudah pasti.”

DEG

Je Wo mengepal kuat kedua tangannya. Menahan air matanya agar tidak lolos begitu saja di hadapan Kyuhyun meski sejujurnya, ia benar-benar merasa hancur dan patah patah hati. Ia mencoba tersenyum manis, “Aku pergi.” Je Wo pergi melangkahkan kakinya meninggalkan Kyuhyun. Berusaha kuat menyeret kakinya yang mulai melemas. Hingga akhirnya, langkah itu terhenti seiring tangisannya yang pecah. Kyuhyun benar-benar tidak pernah menginginkannya, terbukti dari ucapan pria itu padanya. Ia bahkan tidak mencoba mencegah Je Wo.

Sepasang kaki telah berdiri didepan tubuh Je Wo yang bergetar karena isakan kuatnya. “Kau tidak bisa pergi, kan?”

Je Wo menatap Kyuhyun yang sudah berada tepat di depannya dengan tatapan marah,  “Bukan urusanmu!” bentaknys terisak.

Kyuhyun mengulum senyumnya, “Kau tidak bisa pergi, karena kau terlalu mencintaiku, Je.” Bisiknya pelan dan teramat lembut hingga tangisan Je Wo berhenti begitu saja. Kemudian , detik berikutnya, Kyuhyun telah menarik tubuh Je Wo kedalam pelukannya. Membuat Je Wo harus kembali menangis terisak,  “Jangan pergi, aku membutuhkanmu.” Ucap Kyuhyun lembut.

Kedua tangan Je Wo mendorong pelan dada Kyuhyun hingga pelukan itu terlepas. Kepalanya menggeleng pelan dengan lirih. Sebelah punggung tangannya menyeka wajahnya yang sudah teramat basah karena air mata, “Aku harus pergi. Kau sudah memiliki Hye Sun. Aku hanya akan menjadi pengganggung hubunganmu dengannya. Aku tahu,” ucapannya terhenti ketika isakannya semakin pilu. “Kau juga menyukainya. Selama ini kau selalu menyembunyikan perasaanmu karena_”

Ucapan Je Wo terhenti begitu saja saat bibir Kyuhyun mendarat sempurna pada bibirnya. Melumatnya pelan dan menarik tubuh Je Wo lebih mendekat padanya. Sebuah ciuman tiba-tiba yang membuat Je Wo tidak tahu harus melakukan apa selain menutup kedua matanya erat. Namun ketika Kyuhyun menarik kedua lengannya agar melingkari leher pria itu, Je Wo harus sedikit berjinjit untuk menyamakan tinggi tubuh mereka yang berbeda.

“Apakah sekarang kau sudah mengerti?” tanya Kyuhyun setelah melepaskan ciumannya.

Je Wo yang masih terlihat shock hanya bisa menggeleng polos. “Kalau begitu akan aku ulangi.”

“Andwe!!” Je Wo mendorong pelan tubuh Kyuhyun yang mulai mendekat. “Kau tidak lihat kalau semua orang sedang memerhatikan kita?”

Kyuhyun terkekeh pelan kemudian mengecup lembut dahi Je Wo. Membuat pipi gadis itu bersemu merah, “Aku dan Hye Sun tidak memiliki hubungan apa-apa, mengerti?”  nasihat Kyuhyun.

Kepala Je Wo mengangguk begitu saja seakan terkena hipnotis Kyuhyun yang mematikan. “Eum.”

“Ayo pulang!”

Kyuhyun mengambil koper yang ada pada Je Wo dan menggenggam erat tangan gadis itu kemudian menariknya keluar.

“T-tapi, Kyu… aku harus pergi!” Ucap Je Wo yang terus mengikuti langkah besar Kyuhyun.

“Sku tidak mengijinkanmu pergi. Tetap disini dan jangan penah berniat untuk kabur dariku, arraseo?!” perintah Kyuhyun padanya.

“Omma dan Appa pasti memarahiku jika mereka tahu aku tidak jadi pergi kesana… kau tahu sudah berapa banyak uang yang mereka keluarkan untuk membeli tiket ini?” rengek Je Wo pada Kyuhyun. Benar, ia suah membuat keluarganya harus mengeluarkan banyak uang demi pendidikannya, jika tiba-tiba saja ia kembali pulang dengan alasan yang begitu konyol. Bagaimana reaksi kedua orang tuanya nanti?

Kyuhyun menghentikan langkahnya ketika sampai pada pintu utama bandara, “Kalau itu masalahmu sendiri, Nona Shin! Siapa suruh kau membuat keputusan sesuka hatimu? Jadi masalah itu kau urus saja sendiri!” tegas Kyuhyun taja,.

Je Wo menghempaskan genggaman tangan Kyuhyun kuat. Menatap tajam pria itu hingga kini mereka berdua saling bertatapan sengit, “Kau yang menyuruhku jangan pergi! Tapi kenapa harus aku yang bertanggung jawab sendiri?! Benar-benar keterlaluan… yah! Aku akan pergi kalau begitu!!” ancamnya.

Kyuhyun tersenyum smirk dan menyerahkan koper Je Wo yang tadi di bawanya,  “Baik! Pergilah.. ayo sana pergi… aku tidak akan mencegahmu.” Suruhnya.

Je Wo mengerang tertahan melihat sikap Kyuhyun yang sesuka hatinya saja. Ia mengambil kopernya dan menyeret kembali koper itu setelah menatap garang pada Cho Kyuhyun. Namun lagi-lagi langkahnya tertahan saat suara nyaring milik pria itu terdengar olehnya.

“SHIN JE WO!! JIKA KAU BENAR-BENAR PERGI KESANA, AKU BERSUMPAH AKAN SEGERA MENYERETMU KEMBALI PULANG!!!”

Lengkungan indah terukir pada bibir Je Wo, ia tahu jika pria itu sangat tidak ingin melihatnya pergi dan tentu saja, kenyataan itu membuatnya merasa amat sangat senang. Ternyata… semua prasangkanya selama ini salah. Kyuhyun memilihnya…

Perlahan ia berbalik dengan senyuman manis, “Wae? Tidak bisa jauh dariku, hem, Cho Kyuhyun-sshi?”

Kyuhyun mendengus kesal dan tersenyum simpul, lalu mengulurkan telapak tangannya, menunggu Je Wo yang saat itu berada sedikit jauh darinya agar segera menerima uluran tangannya. Gadis itu masih tersenyum manis ditempatnya hingga akhirnya mulai berlari kecil meninggalkan koper yang ia bawa. Menerima uluran tangan Kyuhyun dan kembali memasuki pelukan hangat pria itu.

Saat Kyuhyun mengecup ujung kepalanya, hatinya berdesir girang.

“Jangan pergi.” Bisik Kyuhyun ditelinganya.

“Tidak akan, aku pasti sudah ketinggalan pesawat.”

“Baguslah…”

THE END.

 

 

Hai hai….

I’m back! *Senyum manis*

Setelah cukup lama mengunci rapat rumahku, membiarkan kalian melanglang buana diluar sana tanpa arah #Plakk *Lebay mode on* Shin Je Wo is back!

 

Okeh, FF ini Cuma FF lama yang dulu pernah aku post di note FB Cuma aku privat😀 jadi maklum lah ya kalau rada gaje dan bahasanya ancur-ancuran apa lagi TYPO yang pasti bakal kalian temuin disepanjang jalan kenangan mwehehehehe.

 

Gimana penampilan Blog sekarang, kece, kah? Ngahahahah *Biasa ajah tuh* udah aku sediain kotak chat, yang pada mau chat sama aku monggo… mwehehehe. Untuk malam ini, aku memang belum mau kasih FF yang sudah ditunggu-tunggu. Belum saatnya keknya *Penonton kecewa*

 

Selamat bermain kembali di rumahku…

 

Shin Je Wo.

239 thoughts on “More Than Friend

  1. yaaaah sebenarnya ini cerita sering bgt dipake ya/? tapi nggak tau kenapa kamu bisa bikin beda eon😀 hyesun yg nggak masalahin kyu sm je wo dan cinta kyu je wo yg gk bertepuk sebelah tangan/? bagus sumpah deh😀

  2. klo kyuhyun sma jewo , hyesun single dong,,
    tapi sempet beat heart baca ending2 nya, aku kira kyuhyun emg akan bener2 ga tau atau malah ngebiarin jewo pergi, abisnya perasaannya kyuhyun dicerita ini masih abu2 sih, tapi tetaplah yah kyuhyun tetap bersama jewo,,
    good job,

  3. Hehe. Banyak trjadi di kehidupan nyata sahabat jadi cinta. Bagus bgt ceritanya, tarik ulur hati kyk di drama2 korea itu, cinta tp blg gak cinta, kesalah pahaman. Cm aq agak aneh ttg endingnya kak, yg kyu mencegah je di bandara. Drama bgt dan menurutku sedikit lebay. Ya itu doanx sih, habis itu seru kog critanya, ,

  4. Kenapa setiap ff dsini bagus” ya? Mampu ngurek” emosi yg terdalam.. *jiahbahasague
    Cinta segitiga antar sahabat yg udh mainstream bgt,, namun bikin hati meleleh
    Bruntung bgt si epil direbutin dua cewek.. Tp dy cukup adil sih.. Memilih..

  5. maniiis bgt sih endingnya …
    hye sun hebat .. di balik sikap anak” nya.. ternyata dia lebih dewasa dlm trima knyataan ….

  6. yach butuh sequel thor,. >.< wkwkwkwk😀
    pngen lihat mereka bertiga kuliah,.😀 trus gmna perasaannya hye sun??? :O

  7. Shin je wo,, km melakukan pemborosan,,,, tiket pesawat ke london sia” .. Astagaaa
    Wkwkkwkwkwkwkwkkwkw
    Tp gpp demi cinta.. *asekk ,,,
    Kerennn authorr,,,,😀

  8. nemu satu lagi blog kyuhyun ff :”)
    duh genre school romance kyuhyun emg gada matinya hm ttg persahabatan 1cwo 2cwe emg gada ga murni pasti ada rasa lebih dan itu fakta awal sempet kesel juga bingung sama perasaan kyuhyun dia masih ragu2 dan frustasi nerima ungkapan suka dari kedua sahabatnya /nah loh
    tapi untung kan dia cepet sadar siapa yg bener2 dia sukai

  9. masalah typo bisa dilupakan karena cerita yang disuguhkan sangat keren..
    so sweet banget endingnya..
    pasangan muda yang labil..
    penasaran ma cerita selanjutnya..
    apakah ada sequelnya?..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s