[Freelance] You are Mine Chapter 3/NC-17

you are mine

 

 

“Apa yang terjadi? Kenapa sampai saham perusahaan Shin itu bisa anjlok dengan drastis?” Kyuhyun  menatap dengan ngeri Ahra yang sedang duduk di depannya.

“Yang pasti, lelaki brengsek itu berhasil menipu Tuan Shin dengan baik, dan berhasil melobi dewan direksi perusahaan itu, sehingga mau menjual saham mereka padanya. Dan, aku pikir, anjloknya saham perusahaan Shin itu di akibatkan olehnya.”

“Barapa persen saham yang telah di kuasai oleh bedebah itu?”

“Sekitar 38%, dan aku pastikan, jika ia memiliki saham yang 10% lagi, maka ia bisa mengakuisisi perusahaan itu dengan mudah.”

“Kita memiliki saham sebesar 30%, kan nuna? Berarti kita tinggal mencari 10% sisanya. Kau tahu siapa yang memiliki saham 10% itu?” Kyuhyun melunakan tatapannya, mencoba bernegosiasi dengan dirinya sendiri. Setidaknya ia tidak boleh membawa emosi dalam keadaan seperti ini. Dia harus berpikir jernih dan mencoba menemukan jalan keluarnya.

“Aku belum tahu, aku akan mencoba mencari tahunya nanti. Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang, adik?” Ahra memandang Kyuhyun dengan penuh minat.

“Aku akan menghabisi bedebah itu. aku tidak akan membiarkannya lolos karena mencoba bermain-main denganku, nuna.” Kyuhyun menampilkan wajah dinginnya yang terlihat begitu menakutkan. Ahra terdiam, dia rasa Choi Siwon berhasil menyulut kemarahan Kyuhyun sampai ke dalam taraf yang sangat mengerikan. Dan dia bertaruh, lelaki brengsek itu pasti tidak akan bisa lepas dari cengkraman adiknya. “Apa Je Wo sudah tahu tentang hal ini?”

“Aku rasa iya, mengingat berita ini sudah menjadi deadline news hari ini, pasti wanita itu sekarang sudah mengetahuinya.”

“Ck, menyusahkan saja. Aku akan menemui Je Wo sekarang, kau tolong bantu aku untuk mencari informasi hari ini.” Ahra mengangguk patuh dan memandang heran Kyuhyun yang sudah beranjak dari kursinya.

“Kau mau ke mana, adik?”

“Menemui Je Wo, dan kau bisa meminta bantuan Eunhyuk hyung untuk mencari informasi.”

“Ne.”

“Aku pergi, nuna.”  Kyuhyun melangkah meninggalkan tempat itu, menemui Je Wo.

 

***

“Apa yang terjadi, appa?”

“Aku juga tidak tahu, yang ku tahu tadi pagi sudah ada berita itu muncul di surat kabar. Aku sama terkejutnya denganmu, Je Wo-ya.” Terdengar nada frustasi dari suara Tuan Shin.

“Apa yang akan kau lakukan sekarang?” Je Wo bertanya dengan nada yang di buat setenang mungkin. Dia tidak boleh panik dalam keadaan seperti ini atau ayahnya pasti akan ikut merasa cemas. Setidaknya, dai harus bisa membuat ayahnya tenang sekarang.

“Aku belum memikirknnya. Tapi, aku akan berusaha untuk membujuk salah satu pemegang saham terbesar di perusahaan kita, dan mencari pemegang saham sisanya yang bisa kita ajak bekerja sama. Aku tidak akan membiarkan perusahaan kita terpuruk begitu saja.”

“Aku akan membantumu jika kau memerlukan bantuan, appa. Kau pasti bisa menyelamatkan perusahaan kita.”

“Terimakasih. Aku sayang padamu.”

Tuan Shin mematikan sambungan telphonenya. Je Wo menghembuskan napasnya yang terasa berat. Dia memang tidak pernah ikut campur dengan urusan perusahaan ayahnya. Dan dia juga tidak pernah ingin ikut ambil bagaian dalam menyelesaikan masalah perusahan itu. Tapi, kali ini berbeda. Masalahnya dalah menyangkut tentang hidup dan mati perusahaan itu, dan Je Wo tidak bisa menutup matanya untuk masalah ini. Apapun akan dia lakukan untuk membantu ayahnya kali ini. Setidaknya dia harus menggunakan kewajibannya sebagai seorang anak.

“Je Wo-ya!” Je Wo menolehkan kepalanya ketika mendengar suara yang memanggilnya.

“Ada apa?”

“Ada seorang lelaki yang mecarimu, dia menunggumu di lobi.”

“Nugu?” Je Wo mengernyitkan keningnya heran.

“Aku tidak tahu, tapi dia terlihat sangat tampan Je Wo-ya.”  Hye Ra berkata dengan semangat sambil menyunggingkan senyumnya.

“Ck, kau ini. Melihat lelaki tampan saja reaksimu sampai sebegitunya. Kau berlebihan sekali, Hye Ra-ya.” Je Wo mencibir kelakuan teman sekantornya itu.

“Biar saja, lebih baik kau temui saja dia dan kau lihat betapa tampannya tamumu itu.”

“Cih terserah padamu saja.” Je Wo beranjak dari kursinya. Wanita itu berjalan menuju lobi kantornya, dan betapa terkejutnya ia ketika mendapati laki-laki itu sedang berdiri dengan angkuh sambil menatapnya tajam. Cho Kyuhyun, bagaimana bisa laki-laki itu tahu tempat kerjanya?

“Untuk apa kau kemari?”  Je Wo mendekati Kyuhyun dan melipat ke dua tanganya di depan dada sambil menatap Kyuhyun tidak suka.

“Mendiskusikan sesuatu denganmu. Dan kau harus ikut aku sekarang.”  Kyuhyun menyeret lengan Je Wo dengan paksa. Laki-laki itu tidak memerdulikan teriakan Je Wo yang menyuruhnya untuk melepaskan cengkeraman tangannya.

“Diam, bodoh, kau tidak malu menjadi tontonan rekan kerjamu?” Kyuhyun menatap Je Wo dengan pandangan memeringatkan. Je Wo bungkam seketika. Wanita itu melirik sekitarnya dan malu luar biasa ketika menemukan rekan kerjanya memandanginya dan Kyuhyun dengan penuh minat. Je Wo menundukkan kepalanya dan mengumpat kesal.

“Sialan kau.” Kyuhyun tidak memerdulikan umpatan Je Wo. laki-laki itu tetap berjalan dengan masih menyeret lengan Je Wo. Kyuhyun berhenti saat sudah berada di depan mobilnya. Laki-laki itu membuka mobilnya dan dengan paksa menyuruh Je Wo untuk masuk ke dalam.

“Cho Kyuhyun, apa yang sebenarnya ingin kau lakukan?”  Je Wo menatap Kyuhyun dengan pandangan tajamnya, wanita itu mencengkeram pergelangan tangan Kyuhyun saat lelaki itu hendak menutup pintu mobilnya. Kyuhyun menghela napasnya pelan, kemudian menatap Je Wo tanpa ekspresi.

“Kau diamlah! Kau akan tahu nanti.” Kyuhyun menutup pintu mobilnya sesaat setelah melepaskan cengkeraman tangan Je Wo. Dia berjalan memutari mobilnya, kemudian membuka pintu kemudi. Kyuhyun masuk ke dalam mobilnya dan duduk dengan nyaman. Laki-laki itu memasang sabuk pengamannya, tidak memerdulikan Je Wo yang sedang menatapnya dengan sangat tajam.

Kyuhyun menyalakan mobilnya dan menjalankannya, menekan gasnya dengan cepat, membuat mobil itu melaju dengan kecepatan yang sangat tidak wajar. Kyuhyun memakirkan mobilnya ketika memasuki sebuah gedung apartemen.

“Ini di mana?” Je Wo mengamati gedung apartemen yang berdiri dengan megah di depannya.

“Apartemenku.”

“Mwo? Untuk apa kau membawaku kemari, Cho Kyuhyun?”  Je Wo memandang Kyuhyun dengan tajam. Wanita itu benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran Kyuhyun sekarang. Untuk apa lelaki itu membawanya ke apartemen ini? Dia tidak mungkin melakukan hal yang membahayakan bukan?

Seolah membaca pikiran wanita itu Kyuhyun menyunggingkan senyum miringnya dan mencondongkan tubuhnya ke arah Je wo, menyudutkan tubuh wanita itu sampai ke pintu mobil yang tertutup. “Apa yang sedang kau pikirkan, Shin?”

“Apa maksudmu?” Je Wo memandang Kyuhyun datar. Wanita itu tidak boleh merasa terintimidasi dengan posisinya sekarang. Kyuhyun tidak menjawab pertanyaan Je Wo. Laki-laki itu malah terhipnotis dengan bibir wanita itu yang terlihat begitu menggairahkan. Kyuhyun meneguk ludahnya berat. Sial, sekarang malah dirinyalah yang berpikiran macam-macam. Kapan terakhir kali dia mengecap bibir manis itu? Sekitar enam tahun yang lalu bukan? Dan kalau dia tidak salah ingat, enam tahun yang lalu bibir itu terasa begitu manis dan luar biasa enak. Apakah masih sama seperti sekarang? Kyuhyun rasa, dia memang perlu membuktikan pikirannya itu.

Laki-laki itu tanpa berpikir dua kali, menyambar bibir Je Wo, membuat wanita itu terkejut dan berusaha menyingkirkan tubuh Kyuhyun. Laki-laki itu memerangkap ke dua tangan Je Wo pada sisi tubuhnya dan semakin mendesakkan tubuhnya pada wanita itu. Membuat tubuh Je Wo terperangkap dengan sempurna di bawah tubuh Kyuhyun. Laki-laki itu memperdalam ciumannya, mencoba membuka bibir Je Wo yang masih terkatup dengan sempurna. Mencoba melawan gerakan bibir Kyuhyun di atas bibirnya, yang sebenarnya, sungguh membuatnya merasa terbang di udara seketika.

Kyuhyun tidak menyerah, laki-laki itu menggigit bibir bawah Je Wo, membuat wanita itu mengerang dan otomatis membuka bibirnya. Dia tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dan melesakkan lidahnya kedalam mulut Je Wo. lidah Kyuhyun mengeksplorasi seluruh isi mulut Je Wo. Saliva mereka saling bertukar dan rasannya benar-benar manis.

Kyuhyun mengerang tertahan. Sial, jika seperti ini terus maka ia akan kehilangan kendali diri, dan meniduri wanita itu di sini. Kyuhyun mlepaskan tautan bibir mereka, setelah memberikan satu ciuman kuat pada bibirJe Wo. Kepala laki-laki itu terkulai di bahu Je Wo dengan napas yang sama sekali tidak teratur. Dan sialnya lagi, dia tidak memperhitungkan bau tubuh wanita itu yang tercium sangat kuat di sana, karena helaian rambutnya yang jatuh terurai. Hidung Kyuhyun terasa seperti di tusuk ribuan jarum yang tajam. Berengsek.. dia bahkan sama sekali merasa lemah dengan bau ini.

Hanya bau yang sederhana. Jika kau pernah berkunjung ke padang rumput yang baru saja terguyur hujan, maka kau dapat menyimpulkan bau wanita itu. Ya, bau wanita itu memang seperti padang rumput yang basah. Lembut dan terasa segar. Perpaduan antara tanah yang lembab dan rumput yang basah, serta beberapa bunga liar yang ikut mengiramakan bau itu. Otak laki-laki itu tiba-tiba penuh sesak oleh gambaran wangi wanita itu.

Sedangkan Je Wo. wanita itu masih terkejut dengan kejadian yang baru saja ia alami. Apa yang baru saja ia lakukan? Menjerumuskan dirinya ke dalam dosa? Memerangkap dirinya sendiri dalam jebakan? Menghancurkan semua persepsi yang sudah mati-matian ia bangun selama ini. Hanya dengan satu ciuman dan sentuhan laki-laki itu dapat membuat ia kacau seperti ini. Benar-benar gila. Seharusnya ia tidak mengambil tindakan beresiko seperti ini. Je Wo masih berusaha menetralkan napasnya yang memburu cepat, saat tiba-tiba Kyuhyun membaui lehernya dan mengakibatkan napas hangat lelaki itu langsung menyentuh lehernya yang terasa seperti terbakar sekarang.

Damn! Dia harus segera menyingkir atau ia akan kembali masuk dalam jerat iblis paling mematikan ini. Je Wo mendorong bahu Kyuhyun, menyebabkan lelaki itu menjauh darinya. Je Wo menatap marah Kyuhyun yang kini sedang memandangnya dengan datar. Kyuhyun masih mempertahankan ekspresi seperti itu setelah apa yang barusan ia perbuat? Je Wo benar-benar ingin memenggal kepala laki-laki itu dan melemparkannya pada kerumunan Heina yang kelaparan.

“Apa yang kau lakukan, bodoh?”

“Kita turun.” Kyuhyun memilih mengabaikan pertanyaan Je Wo, karena sejujurnya, ia sendiri tidak tahu apa yang barusan ia lakukan. Hanya naluriah saja. Oke, sekarang kenapa ia terdengar seperti seekor anjing yang mengendus bau daging.

“Tidak. Aku tidak akan ikut denganmu dan menjerumuskan diriku dalam jebakanmu lagi.” Je Wo menolak ajakan Kyuhyun. Wanita itu bersiap akan membuka pintu mobil Kyuhyun,  namun tidak jadi, ketika dengan gerakan cepat tangan Kyuhyun memencet tombol kunci otomatis, membuat semua pintu mobilnya terkunci dengan otomatis.

“Buka kuncinya, bodoh!” Je Wo menggeram marah. wanita itu mengepalkan tangannya yang terasa bersenut antara ingin memukul wajah Kyuhyun dan meninju kaca mobil.

“Tidak akan, sebelum kau sepakat untuk ikut denganku.”  Kyuhyun memandang Je Wo tajam, mencoba mengintimidasi wanita itu dengan tatapan matanya.

“Apa yang ingin kau bicarakan?”

“Perusahaan ayahmu, aku ingin membicarakan tentang perusahaan ayahmu.” Je Wo membeku seketika. Apa yang sedang lelaki ini bicarakan? Perusahaan ayahnya. memang apa hubungan Kyuhyun dengan preusahaan ayahnya? Sebenarnya apa yang lelaki itu ketahui? Kyuhyun yang merasa mendapat tatapan penasaran segera mengambil kesempatan itu untuk membuat wanita itu mau berkompromi dengannya. “Aku akan memberitahumu sesuatu tentang perusahaan itu, dan aku juga akan memberi tahumu seseorang yang sudah membuat perusahaan ayahmu mengalami kemerosotan saham yang sangat drastis.”  Je Wo mecoba mempertimbangkan penawaran Kyuhyun. Tawaran laki-laki itu memang terasa menggiurkan, mengingat ia juga tengah bertekad untuk membantu masalah ayahnya. Kyuhyun tersenyum senang ketika mendapati tatapan pasarah dan terpaksa dari Je Wo.

Laki-laki itu membuka kunci mobilnya dan keluar dari sana. kemudian berjalan memutar dan membuka pintu untuk Je Wo. Kyuhyun dengan seenaknya menggenggam tangan Je Wo, membuat wanita itu berjengit kaget. rasanya sama, sama seperti enam tahun yang lalu. Genggaman tangan wanita itu, hangat dan nyaman. Genggaman tangan yang bisa membuat hatinya seperti di setrika, membuat hatinya yang tadinya kusut menjadi rapi. Kyuhyun tanpa sadar tersenyum lembut, senyum yang jarang sekali ia perlihatkan, dan membuat Je Wo melongo seketika.

Kyuhyun membawa Je Wo memasuki gedung aprtemen itu tanpa  mengindahkan protes wanita itu pada genggaman tangannya. “Lepaskan aku, Cho Kyuhyun!”

“Tidak akan. Kau tahu? Bahkan aku masih merasakan efek yang sama seperti enam tahun yang lalu.” Kyuhyun memandang Je Wo yang masih tidak berekspresi. Wanita itu sepertinya merasakan efek yang sama, seperti yang Kyuhyun rasakan saat ini. laki-laki itu memencet tombol 23 pada lift, lantai tempatnya tinggal. Mereka berdua sama-sama terdiam di dalam lift dengan tangan yang masih saling menggenggam, bukan, lebih tepatnya tangan Kyuhyun yang menggenggam tangan Je Wo.

Kyuhyun kembali menyeret tangan Je Wo ketika pintu lift itu terbuka, memasukkan kombinasi angka aprtemennya dan membawa Je Wo untuk masuk kedalam. Je Wo mengedarkan pndangannya pada sekeliling apartemen Kyuhyun. Apartemen ini besar dengan kesan mewah, dekorasi yang terlihat elegan dan simple, khas hunian lelaki lajang.

“Kau mau minum apa?” Kyuhyun melepaskan genggaman tangannya ketika mencapai ruang tamu apartmennya, kemudian berjalan ke arah dapur dan membuka kulkasnya. Kyuhyun meringis kecil, ketika hanya menemukan minuman bersoda dan air putih di dalamnya.

“Terserah saja.” Je Wo menjawab pertanyaan Kyuhyun dengan acuh. Wanta itu mendudukkan tubuhnya pada sofa milik Kyuhyun yang berwarna pastel dan terasa sangat nyaman. Berapa harga sofa ini? Je Wo ingin sekali bertanya pada Kyuhyun tentang sofa ini, namun segera di urungkannya. Tidak mungkinkan dia bertanya hal tidak penting seperti ini pada Kyuhyun.

Kyuhyun membuka lemari penyimpann winenya dan memilih salah satu botol wine favoritnya. Laki-laki itu membuka segel botolnya dan menuangkan wine tersebut pada gelasnya. Kyuhyun  kemudian menuangkan jus jeruk yang tadi ia temukan di atas meja makannya pada gelas Je Wo, Kyuhyun sangat tahu bahwa wanita itu tidak bisa mengkonsumsi alcohol sama sekali, jadi dia lebih memilih aman dengan menuangkan jus jeruk dalan gelas wanita itu. Kyuhyun membawa ke dua minuman itu dan menyerahkan jus jeruknya pada Je Wo. Wanita itu menerima dengan tatpan dingin gelas yang Kyuhyun acungkan padanya. Je Wo menyesap jus itu perlahan, dan menemukan rasa asam yang masuk ke dalam mulutnya. Wanita itu benci asam, dia lebih bisa mentolelir rasa pedas ketimbang rasa asam.

Je Wo melatakkan gelas yang di pegangnya ke atas meja kaca milik Kyuhyun. Wanita itu kemudian mendongak dan menemukan Kyuhyun yang telah duduk di depannya sambil menyesap winenya dengan nikmat. Laki-laki itu tampak menikmati setiap tetes minuman beralkohol itu yang membasahi tenggorokannya.

“Jangan terpesona padaku!” Je Wo segera mengalihkan wajahnya yang tertangkap basah sedang memandangi Kyuhyun. Dia tidak sadar ketika Kyuhyun telah menurunkan gelasnya. Pipi Je Wo bersemu merah ketika mendengar kekehan Kyuhyun yang terdengar seperti nada mengejek ditelinganya. Oh, bahkan sekarang dia terlihat seperti gadis lugu berusia enam belas tahun. “Kau terlihat sangat menggemaskan dengan ekpresi seperti itu, Shin.”

“Sialan, diam kau!” Je Wo mengumpat pelan, wanita itu benar-benar seperti pencuri yang tengah tertangkap basah,dan harga dirinya sangat tidak menginginkan hal ini. Kyuhyun kembali terkekh, laki-laki itu meletakkan gelas winenya dan menatap Je Wo dengan angkuh. Kaki kanan laki-laki itu di tumpangkan pada kaki kirinya dan tangannya terlipat mejadi dua di depan dada. Dan Je Wo bersumpah, lelaki itu mirip sekali dengan gambaran lelaki berbahaya di sampul majalah fashion. Oh, bahkan Cho Kyuhyun yang berada di depannya lebih terlihat menggoda daripada model lelaki di majalah itu.

Kyuhyun tiba-tiba saja beranjak dari duduknya, berjalan ke sebuah pintu yang Je Wo rasa adalah kamar laki-laki itu. Kyuhyun membuka pintu itu dan masuk ke dalamnya. Je Wo mendesah pelan, apa yang sebenarnya lelaki itu rencanakan? Apa yang sebenarnya lelaki itu ingin bicarakan padanya, dan apa sebenarnya yang lelaki itu tahu tentang perusahaannya. Semua pertanyaan itu seperti berputar-putar di kepala Je Wo. Dia kembali tersentak saat Kyuhyun mengacungkan sebuah map di depannya. Je Wo mengerutkan keningnya, merasa bingung dengan map yang Kyuhyun berikan padanya.

“Apa ini?”

“Data tentang perusahaanmu, sekaligus penyebab perusahaanmu mengalami kemerosotan saham.” Kyuhyun menjelaskan isi map itu pada Je Wo. Laki-laki itu sangat menyadari rasa ingin tahu wanita itu yang teramat besar. Ayolah, bukan Shin Je Wo namanya jika tidak di penuhi dengan rasa penasaran yang sangat mengkhawatirkan.

Je Wo menerima map itu. Matanya mengamati dengan seksama sampul map berwarna cokelat dengan segel di depannya. Tangan Je Wo tergerak membuka segel tersebut. kemudian menarik isinya keluar. Isi map itu ternyata berupa beberapa dokumen yang tersusun dengan rapi.

Dokumen pertama berisi tentang hasil penjualan barang Shin Compagnie selama sepuluh tahun terakhir, sebenarnya Je Wo tidak terlalu tahu tentang isinya, wanita itu hanya bisa mengamati gambar grafik yang tersaji di hadapanya. Kemudian, dokumen ke dua, berisi tentang pendapatan yang di peroleh perusahan itu dalam decade satu dasa warsa terakhir. dan Je Wo sedikit tercengang dengan pendapatan milik perusahaannya itu. Ternyata ayahnya itu kaya juga, pikir Je Wo. Dan lembar ketiga berisi sesuatu yang sama sekali tidak Je Wo pahami. wnaita itu mendongak dan menatap Kyuhyun, seperti meminta penjelasan pada laki-laki itu.

“Itu adalah dana yang di peroleh oleh perusahan keluargamu akhir-akhir ini. Dan dana itu berupa dana sumbangan, sedangkan nominal yang tertera di dalamnya sangat tidak wajar untuk sebuah dana sumbangan. Jadi aku menyelidiki dari dana itu berasal. Dan aku menemukan satu keganjilan dalam transaksi itu.”

“Apa? Keganjilan apa yang kau temukan, Cho Kyuhyun?” Je Wo menatap Kyuhyun penuh tuntutan.

“Perusahaan Choi, perusahaan yang menyunting dana perusahaanmu itu ternyata mempunyai maksud lain. Dari penyelidikan yang berhasil aku temukan, perusahaan itu berniat untuk mengakuisisi perusahaanmu, dan perusahaan itu berhasil menguasai saham yang cukup besar di dalam perusahaanmu itu, Shin.”

“Tunggu! Perusahaan Choi, perusahaan milik keluarga Choi itu?” Je Wo menyela dengan cepat perkataan Kyuhyun. Tidak mungkin, pasti informasi yang di berikan oleh Kyuhyun ini salah. Tidak mungkin perusahaan milik Keluarga Choi Minho itu yang ingin menghancurkan perusahaan milik keluarganya. Ini pasti salah.

“Kenapa?”  Kyuhyun memandang Je Wo penuh selidik. Lelaki itu menyadari perubahan ekspresi wajah Je Wo saat dia menyebut perusahan Choi. Dan Kyuhyun amat sangat penasaran dengan isi kepala wanita itu.

“Tidak. Apa kau yakin semua informasi yang kau katakan ini valid?”  Je Wo memandang Kyuhyun sangsi sambil mengacungkan berkas yang berada di tangannya. Kyuhyun berdecak, kemudian menatap Je Wo remeh.

“Kau pikir aku mengada-ada tentang informasi sepenting ini? Lagipula, aku menyewa seorang detektif yang berkompeten untuk menyelidiki kasus ini, dan aku juga sudah membayarnya dengan mahal.”

“Cih, kau sedang menyombongkan uangmu padaku?” Je Wo memandang sinis Kyuhyun. Laki-laki itu hanya menunjukkan smirknya sebagai jawaban. Je Wo mendengus kesal, kemudian wanita itu beranjak dari duduknya, bermaksud untuk meninggalkan Kyuhyun dan keluar dari ruangan itu, namun, langkahnya terhenti ketika merasakan sebuah cekalan di pergelangan tangannya.

“Kau mau ke mana?”Kyuhyun memandang tajam mata Je Wo.

“Keluar dari sini.”Je Wo menjawab pertanyaan Kyuhyun dengan sinis. Wanita itu berusaha melepaskan cengkeraman tangan Kyuhyun pada pergelangan tangannya.

“Aku tidak sebaik itu untuk memberikan informasi geratis padamu.”

“Apa maksudmu?”Je Wo memandang Kyuhyun tidak mengerti. Kyuhyun tersenyum licik.

“Aku bukan orang dermawan yang akan memberikan semua ini secara cuma-cuma.”

“Kau menginginkan imbalan dariku?”Je Wo memicingkan matanya menatap Kyuhyun. Wanita itu memandang tajam retina Kyuhyun. Mendengus kesal saat lelaki itu menyeretnya dengan paksa dan mendudukkannya pada tempatnya semula, menarik berkas yang sedang Je Wo pegang. Kyuhyun duduk dengan angkuh di depan Je Wo.

“Aku akan memberikan sebuah penawaran untukmu.”

“Apa?”Je Wo memandang wajah Kyuhyun curiga. Instingnya menagatakan, bahwa laki-laki itu pasti akan mengajukan syarat yang sangat merugikan untuknya.

“Hiduplah denganku.”Je Wo tersedak ludahnya sendiri. Dia menatap dengan marah wajah Kyuhyun yang terlihat santai. Bibirnya menipis dan dahinya menegang, Je Wo berdiri dari duduknya, menatap sinis ke arah Kyuhyun.

“Kau tidak bisa mempermainkanku seperti wanita murahan, Cho.”Kyuhyun mendongak, menatap penuh kekaguman wanita yang sedang berdiri sambil menatapnya marah itu. Dada Je Wo yang membusung dengan ukuran yang bisa di katakan sangat sempurna serta bibirnya yang menipis dan terlihat menggoda. Kyuhyun seperti di hadapakan dengan dua pilihan. Menyeret wanita itu ke atas ranjangnya atau memilih diam dan duduk dengan tenang di tempatnya.

“Aku hanya memberikan penawaran padamu, setidaknya aku tidak memintamu untuk menikah denganku, tapi hanya memintamu untuk hidup bersama denganku.”

“Kau pikir aku pelacur?”Je Wo berseru marah. Wajahnya sudah memerah dan matanya benar-benar membulat dengan sempurna. Napas wanita itu memburu liar, membuat dadanya naik turun dengan cepat. Kyuhyun benar-beanr merasa akan kehilangan kendali dirinya sebenatar lagi. Dia berdiri dan bergerak mendekati Je Wo yang sekarang menatapnya dengan awas. Tangannya merengkuh dengan cepat pinggang wanita itu, membuat dadanya bergesekan langsung dengan dada milik Je Wo. Kyuhyun merasa tubuhnya yang terbakar dan bagian bawah tubuhnya yang sakit luar biasa. Matanya menatap dengan tajam mata Je Wo yang terlihat sangat marah. Tangan wanita itu hendak memukul wajah Kyuhyun, namun refleks lelaki itu lebih cepat dari gerakan tangan Je Wo.

“Kau benar-benar membuatku kehilangan kendali diriku, Shin.”Kyuhyun menekan setiap perkataannya. Laki-laki itu menekan tubuhnya pada tubuh Je Wo, membuat wanita itu merasakan gairahnya yang sedang di ambang batas sekarang. Je Wo membulatkan matanya. Wanita itu terkejut bukan main. Dia merasakanya, tentu saja.

“Menyingkir dari tubuhku!”

“Tidak, yang ada di kepalaku sekarang hanya cara untuk menyeretmu ke atas ranjangku.”Napasnya terasa berat dan tubuhnya benar-benar terasa sangat panas sekarang. Kyuhyun mengerang frustasi, laki-laki itu mendekap dengan erat tubuh Je Wo yang masih meronta, minta untuk di lepaskan. “Jangan bergerak, atau aku benar-benar akan menidurimu di sini.”Je Wo diam, wanita itu cukup tahu diri untuk tidak mencari masalah dengan laki-laki itu.

“Kau berengsek.”

“Aku tahu.”Suarnya terdengar serak, dan wajahnya terlihat memerah. Kyuhyun sudah berada di ambang rasa frustasi karena gairahnya. Di tambah dengan bau tubuh Je Wo yang seperti menusuk-nusuk hidungnya karena puncak kepala wanita itu yang memang sejajar dengan dagu Kyuhyun. “Aku tidak tahan.”Kyuhyun mengeram. Dia mendorong bahu Je Wo, memandang wajah wanita itu yang terlihat terkejut. Kyuhyun mengerang sekali lagi, sebelum akhirnya menyambar bibir mungil Je Wo. Bibirnya bergerak liar di atas bibir wanita itu. Tangannya mencengkeram dengan erat ke dua bahu Je Wo. Kyuhyun semakin memperdalam ciumannya saat Je Wo meronta, berusaha melepaskan diri dari cengkeraman laki-laki itu. Kyuhyun menjerit tertahan saat paha milik Je Wo menggesek bagian bawah tubuhnya. Shit, gairahnya sudah tidak bisa di tahan-tahan lagi. Kyuhyun mendorong tubuh Je Wo, menyebabkan tubuh wanita itu terjatuh ke atas lantai, dan langsung menindihnya. Pandangan mereka bertemu, pandangan Kyuhyun yang sudah di selimuti gairah yang besar dan pandangan marah dari mata Je Wo.

“Apa kau akan memperkosaku?”Je Wo memandang sinis wajah Kyuhyun.

“Tidak, tapi aku akan membuatmu menyerahkan diri untuk bercinta denganku.”Kyuhyun menjawab pertanyaan Je Wo dengan serak. Matanya memandang dengan penuh kekaguman dada Je Wo yang terlihat sangat menggoda. Je Wo mengikuti arah pandangan Kyuhyun dan mendesis kesal.

“Apa yang kau lihat?”Kyuhyun masih memerhatikan dada Je Wo, mengabaikan geraman marah dari mulut wanita itu.

“Dadamu bahkan terlihat sangat mengagumkan.”Kyuhyun menelan ludahnya berat. Matanya meremang, seperti kehilangan titik fokusnya.

“Berengsek.”Je Wo menjerit marah saat tangan Kyuhyun bergerak menyentuh dadanya. dia menggigit bibir bawahnya, menahan sebisa mungkin gairah yang sudah melingkupinya. Tangan Kyuhyun meremas, memijat dan mendampa bentuk dada Je Wo yang sangat indah, mengirimkan beribu volt aliran listrik pada tubuh wanita itu. Bibirnya menjangkau kembali bibir Je Wo. Rasa lembut langsung menghantam dirinya. Jika saja ia tahu bahwa ia tidak akan pernah bisa bertahan dari wanita itu lebih dari pertahanan diri yang ia punya selama ini, mungkin ia akan memilih untuk tidak pernah bertemu dengan Je Wo. Tapi, jika ia tidak bertemu dengan Je Wo, mungkin ia tidak akan pernah bisa merasakan gairah seperti ini. Gairah yang benar-benar membuat otaknya merasa seperti meledak, membuat aliran darahnya seperti berhenti, dan membuat saraf-saraf di tubuhnya seperti kaku. Hanya Shin Je Wo saja, wanita yang bisa membuatnya seperti seorang laki-laki gila menjurus pada idiot.

“Apa yang harus aku lakukan padamu?”Kyuhyun bertanya dengan nada putus asa. Tangannya masih bergerak aktif dan bibirnya beralih untuk menjangkau rahang Je Wo, mengecupinya dengan bibir tebal nan basah miliknya, meninggalkan jejak-jejak basah yang akan berubah menjadi panas sebentar lagi. Pusat tubuhnya sudah mulai memberontak, menyuruh naluri primitifnya untuk meniduri wanita itu sekarang juga.

“Lepaskan, berengsek.”Je Wo menjawab dengan sama frustasinya. Tubuhnya seperti tidak mau diajak untuk berkompromi. Keringat sudah mengucur deras dari dahinya, matanya terpejam dan bibir yang sudah membengkak merah, dengan mulut yang terbuka. Menggoda, sekaligus tersiksa. Kyuhyun mengangkat kepalanya, menatap dengan intens wanita yang terperangkap di bawah tubuhnya. Matanya menatap jeli, dan bibirnya menipis, hampir terlihat mengeras. Sial, biarpun dunia runtuh hari ini, dia benar-benar tidak bisa menghentikannya.

“Walaupun kau memohon dan menangis sekarang, aku tetap tidak akan bisa menghentikan ini, Shin.”Kyuhyun berbisik dengan dingin di teliga Je Wo. Tangannya bergerak memebuka kancing kemeja yang Je Wo kenakan, hampir merenggut semua kancing dari tempatnya. Matanya menatap penuh pesona bagian atas tubuh Je Wo. Meraba dengan jemarinya yang panjang. Mengusap dan meremas, membuat otaknya semakin gila. Tubuh wanita itu yang terpahat dengan sempurna dan suhunya yang hangat, membuat Kyuhyun ingin mendekap dengan erat tubuh itu.”Aku menginginkanmu.”Je Wo membuka matanya, menatap langsung mata gelap milik Kyuhyun yang terlihat benar-benar bergairah. Wanita itu meneliti dengan cermat setiap inci wajah Kyuhyun. Menyadari bahwa dirinya benar-benar terjebak dengan lelaki itu. Matanya membulat terkejut saat merasakan tubuh Kyuhyun yang bergerak memasuki tubuhnya. Dia mengumpat, mengumpat akan kelemahan yang ia miliki. Harga dirinya memberontak, jika begini akhirnya dia lebih memilih untuk menggelamkan tubuhnya ke dalam air laut.

Napas yang tersengal dan tubuh yang penuh dengan keringat. Mungkin itu adalah penggambaran yang pas dari dua anak manusia yang telah merenggut sebuah kenikamatan dari percintaan mereka barusan. Tubuh Kyuhyun masih berada di atas tubuh Je Wo, dengan baju atas yang terlihat masih lengkap. Mereka berdua masih berusaha untuk menormalkan napasnya masing-masing. Kyuhyun beranjak menyingkir dari tubuh Je Wo, menaikkan celananya dan mengancingkannya kembali. Kyuhyun melepas kemejanya, dan memakaikannya pada tubuh Je Wo. Wanita itu terlihat mengamati semuanya dalam diam. Otaknya seolah-olah sudah tidak berfungsi, dia terlalu terkejut dengan apa yang barusan ia alami. Bahkan ia masih tetap diam saat Kyuhyun mengangkat tubuhnya dan memangkunya di sofa. Lelaki itu mendekap dengan erat tubuh Je Wo yang hanya terbalut dengan kemeja putihnya. Kepala Je Wo tenggelam pada leher Kyuhyun dan kepala Kyuhyun tenggelam pada leher Je Wo. Benar-benar terlihat seperti sebuah patung yang di pahat oleh tangan seniman kelas dunia. Kyuhyun mengecup ringan leher Je Wo, membaui aroma tubuh wanita itu yang membuatnya sakit kepala. Laki-laki itu mengangkat kepalanya, menjaga jarak agar gairahnya tidak meledak lagi.

“Kau membuatu terlihat seperti pelacur.”Je Wo tersenyum miris di balik lekukan leher Kyuhyun. Tangannya mencengkeram erat sisi kemeja yang ia gunakan. Perasaanya kacau saat ini. Antara ingin marah pada Kyuhyun atau marah pada dirinya sendiri.Semuanya serasa berputar-putar dengan tidak teratur di kepalanya.

“Jangan menyebut dirimu dengan kata-kata menjijikkan itu, aku bahkan berani bertaruh, bahwa kau tidak pernah bercinta dengan laki-laki lain selain aku.”Kyuhyun mengatakannya dengan geraman tertahan. Dia tidak pernah menyukai kata-kata yang barusan Je Wo ucapkan. Baginya wanita itu tidaklah seperti itu. Wanita itu terlalu baik, dan dia sangat tahu tentang hal itu.

“Tapi, aku mau bercinta denganmu.”Je Wo masih bertanya dengan nada dingin.

“Karena kau masih mencintaiku. Tubuhmu menerimaku dan tubuhku menginginkanmu, lebih dari itu perasaan kitalah yang berperan besar dalam hal ini. Kau milikku, dari awal sampai akhir, kau akan tetap menjadi milikku, Shin.”Kyuhyun berkata dengan penuh penekanan. Tangannya semakin erat mendekap tubuh Je Wo, merasakan suhu hangat tubuh Je Wo yang menempel erat pada tubuhnya.

“Bagimana kau tahu, aku tidak pernah bercinta dengan lelaki lain?”Je Wo setengah mengantuk saat mengatakannya. Entahlah, mungkin tubuhnya yang terlalu lelah atau memang pikirannya yang lelah?

“Karena masih sama seperti saat pertama kali aku menyuntuhmu?Kau melahirkan dengan jalan operasi?”Kyuhyun bertanya dengan nada penasaran. Dia tidak bohong saat mengatakan bahwa rasanya masih sama seperti saat ia pertama kali menyentuh tubuh Je Wo yang masih perawan. Tapi, yang membuatnya bingung adalah, tidak ada luka bedah atau operasi di perut wanita itu, layaknya bekas melahirkan secara cesar. Je Wo mengangguk pelan, membenarkan ucapan Kyuhyun.

“Aku memang melahirkan secara cesar. Waktu itu aku melahirkan tiga minggu lebih cepat dari perkiraan dokter. Hyunje lahir di bulan September, di awal musim gugur,der Herbs, saat daun-daun mapel berwarna merah berguguran dari pohonnya, dan membuat jalan-jalan di kota Munchen berwarna merah dan terlihat indah. Seperti Hyunje, bayi merah yang aku lahirkan dengan wajah yang benar-benar terlihat indah. Kening yang indah, hidung mancung yang menawan, bibir tebal yang terlihat hangat dan mata bulat dengan iris berwarna hitam gelap, sepertimu.”Je Wo mengakhiri perkataannya dengan lirih, mata wanita itu benar-benar tidak bisa di ajak untuk berkompromi, dan menutup dengan sendirinya. Kyuhyun terdiam, membeku dan tidak bisa mengucapkan apapun. Lidahnya terasa seperti terkena es, kaku dan beku. Dia merasa seperti seorang ayah yang sangat jahat. Bagaimana perasaannya sekarang?Sedih, kecewa dan marah. Itu sudah pasti. Matanya mengabur, merasakan air mata yang mendesak di pelupuk matanya. Bagaimana ia bisa sekejam ini pada Je Wo dan Hyunje?Kyuhyun mencium puncak kepala Je Wo lama,  menyalurkan semua perasaannya pada wanita itu.

“Aku akan menebus semuanya nanti, entah bagaimana caranya. Tapi aku akan membuatmu dan Hyunje bahagia, Ini bukan janji, tapi tujuan hidupku, Shin.”

***

Je Wo membuka matanya yang terasa sedikit berat. Matanya masih berusaha menemukan titik focus dan masih berusaha untuk mengumpulkan kesadarannya kembali.

“Kau sudah bangun?”Je Wo menoleh kaget ke samping kepalanya, dan menemukan wajah Kyuhyun yang hanya berjerak beberapa centi darinya dan menatapanya dengan intens. Dia tidak menjawab, tapi membalas tatapan mata Kyuhyun dengan sama intensnya. “Cepatlah sadar, dan segera bersihkan dirimu. Kita akan pergi ke rumah orang tuamu sebentar lagi untuk menjemput Hyunje.”

“Apa?”Je Wo menjerit kaget. Matanya membelalak lebar, dan tubuh wanita itu langsung terduduk dengan kaku dikuti dengan Kyuhyun yang terkekeh kecil, merasa sangat lucu dengan keadaan mereka sekarang.

“Wae?”

“Kau gila. Tidak, aku bahkan belum menyetujui tawaranmu itu.”Je Wo memandang Kyuhyun sengit.

“Aku tidak perlu persetujuanmu, bodoh. Karena kau pasti akan sangat membutuhkan bantuanku. Percaya padaku, kau akan sangat rugi jika menolak penawaranku.”Kyuhyun menampakkan senyum smirknya.

“Apa maksudmu?”Je Wo menatap Kyuhyun tidak mengerti. Kyuhyun memeluk pinggang Je Wo menggesekkan hidungnya pada pipi wanita itu.

“Karena aku memegang semua kuci dalam perusahaanmu. Aku akan menjatuhkan Choi Siwon itu untukmu, Shin.”

“Jangan menyuntuhku seenakmu.”Je Wo mendorong bahu Kyuhyun, melepaskan diri dari dekapan lelaki itu. Sejujurnya Je Wo agak sedikit terpesona dengan pernyataan Kyuhyun barusan, dan itu membuatnya agak sedikit merasa kikuk.

“Aku menyentuh wanitaku, bodoh.”Kyuhyun mendorong pelipis Je Wo pelan, dia kemudian beranjak turun dari ranjangnya dan berjalan menuju lemari pakaian. Kyuhyun membuka lemari pakaian yang menempel pada dinding kamarnya itu, dan memilih sebuah kemeja berwarna biru, kemudian menyerahkan kemeja itu pada Je Wo.

“Untuk apa ini?”Je Wo mengernyit heran melihat kemeja yang Kyuhyun berikan padanya.

“Untuk mengganti pakaianmu sementara, aku akan memesankan pakaian untukmu nanti, sementara itu kau bisa menggunakan kemeja ini untuk mengganti pakaianmu.”Je Wo menerima kemeja yang Kyuhyun berikan, wanita itu kemudian beranjak dari ranjangnya dan berjalan pelan menuju kamar mandi. Baru tersadar bahwa ia hanya menggunakan kemeja berwarna putih milik Kyuhyun. Sementara itu, Kyuhyun memandang punggung Je Wo dalam diam. Laki-laki itu sedikit mengutuk kemeja yang di pakai oleh Je Wo. Kemeja itu hanya menutup sebatas paha wanita itu, dengan ukuran yang terlalu besar, membuat tubuh Je Wo teggelam, dan tampak sangat menggoda di mata Kyuhyun. Diapun akhirnya memilih untuk meninggalkan kamarnya, berjalan ke arah ruang tamu, memunguti pakaian Je Wo yang sudah tidak berbentuk lagi dan memesankan pakain untuk wanita itu.

“Yeoboseyo,”

“Ada yang bisa kami bantu?”

“Ya, tolong kau kirimkan baju wanita untukku, lengkap dengan pakaian dalamnya. Aku akan mengirim pesan untuk ukurannya.”

“Baiklah.”

Jemari lelaki itu bergerak mengetikkan ukuran dan jenis baju yang ia pesan untuk Je Wo, kemudian mengirimkan sms itu ke butik milik Ahra,nunanya. Kyuhyun menyimpan ponselnya ke dalam saku celana.  Dia berjalan menuju dapur, mencoba menyiapkan makanan untuknya dan Je Wo. Meletakkan pakaian Je Wo ke salah satu kursi di dapur itu, kemudian berjalan ke arah lemari es. Kyuhyun mengamati isi lemari es itu, menimbang-nimbang sesuatu, sebelum akhirnya memilih untuk mengeluarkan telur, keju dan sosis dari sana. Ia tidak bisa memasak, bahkan tidak pernah terpikir sama sekali di benaknya untuk bersinggungan dengan segala sesuatu yang berada di dalam dapur. Tapi, kali ini dia ingin mencobanya, entah bagaimana nanti hasilnya.

Kyuhyun masih sibuk berkutat dengan penggorengan saat Je Wo menginjakkan kakinya di dapur itu. Ia agak sedikit mengernyit heran, melihat punggung Kyuhyun yang terlihat sibuk. Matanya masih mengawasi dengan jeli semua gerak-gerik Kyuhyun. Punggung yang terlihat kokoh, dengan kemeja yang agak sedikit ketat membalut tubuh tegap Kyuhyun, terlihat begitu memesona. Kyuhyun membalikkan badan dan mendapati Je Wo yang sedang menatapnya. Laki-laki itu tersenyum kecil, kemudian melangkahkan kakinya mendekati Je Wo. Merangkul pinggang wanita itu dan mengecup pipinya sekilas. Je Wo mendelik terkejut, dan menatap Kyuhyun tidak suka.

“Bukankah sudah kubilang untuk tidak menyentuhku sembarangan?”

“Bukankah juga sudah kubilang, bahwa aku tidak peduli dengan itu.”Kyuhyun menampakkan senyum acuhnya. Matanya memandang baju yang dikenakan oleh Je Wo, menilik baju itu, dan menemukan sesuatu yang menarik di sana. Matanya berkilat-kilat menggoda dengan senyum smirk yang ia perlihatkan. Je Wo memutar bola matanya jengah saat menyadari apa yang sedang diperhatikan oleh Kyuhyun. Tangannya mendorong dengan kuat dada laki-laki itu, membuat jarak diantara mereka.

“Kurang ajar, hentikan pikiran  mesummu itu, bodoh!”Je Wo mendengus kesal, kemudian berjalan ke arah meja makan. Kemeja yang hanya menutupi sebagian pahanya dan kaki jenjang yang telanjang, membuat wanita itu benar-benar nampak sangat menggairahkan. Kyuhyun menggelengkan kepalanya pelan. Tidak, dia tidak boleh terpancing lagi, masih banyak waktu yang tersisa untuk menyalurkan gairahnya pada wanita itu.

“Apa yang kau masak?”Je Wo mengarahkan pandangannya pada dapur Kyuhyun yang hanya berjarak beberapa langkah dari tempat ia duduk sekarang. Kyuhyun mengikuti arah pandang Je Wo, dan tersenyum kecil saat melihat kekacauan yang berhasil ia buat di dapur rumahnya.

“Awalnya aku ingin membuat omlet, tapi sepertinya aku memang tidak mempunyai keahlian apapun di bidang memasak.”

“Ya, jika dilihat dari hasilnya, sepertinya memang begitu.”Je Wo menganggukkan kepalnya pelan, tidak menyadari sama sekali nada bicaranya yang terlihat santai.

“Tapi, setidaknya itu bisa di makan.”Kyuhyun berjalan kearah dapurnya dan menilik isi wajan penggorengan. Dia mengangkat wajan itu dan memerlihatkan isinya pada Je Wo. Je Wo trsenyum geli, di dalamnya hanya terdapat dua omlet dengan bentuk yang tidak beraturan yang terlihat meragukan untuk di makan. Tapi, setidaknya omlet itu tidak gosong.

“Kita bisa memakannya.”Kyuhyun memutuskan mengambil dua buah piring dari rak penyimpanan dan meletakkan omlet itu diatasnya. dia mengangsurkan satu piring pada Je Wo dan meletakkan piringanya di mejanya. Mereka duduk saling berhadap-hadapan.

“Kau yakin aku tidak akan keracunan saat memakan ini?”Je Wo menatap omlet di hadapannya sangsi.

“Kita tidak akan tahu, jika tidak mencobanya.”

“Aku tidak mau mencobanya, kau saja dulu! Aku dulu pernah mencoba masakanmu dan membuat lidahku menjadi terasa aneh.”Kyuhyun mendengus kecil. Laki-laki itu memotong omletnya cuh dan menyuapkannya ke dalam mulutnya. Satu detik, dua detik, dan, Kyuhyun langsung berlari ke wastafel,  memuntahkan omlet yang tadi ia makan.

“Sudah ku bilang bahwa ini tidak bisa di makan bukan?”Je Wo menatap Kyuhyun mengejek. Dia berdiri dari duduknya dan berjalan dengan santai menuju ruang tamu tengah. Kyuhyun berdecak kesal, kemudian mengikuti langkah Je Wo menuju ruang tengah. Kyuhyun mengerang frustasi saat melihat Je Wo yang duduk dengan santai tanpa memerdulikan kemejanya yang hampi tersingkap, dan mengekspos paha putihnya.

“Kau sedang memancingku untuk menyeretmu kembali keatas ranjang?”Kyuhyun memandang Je Wo tajam. Matanya setajam elang, dan segelap tinta berwarna hitam. Je Wo menolehkan kepalnya dan menatap Kyuhyun tidak kalah tajamnya.

“Jika kau berani melakukan itu, kau tak ubahnya seperti bajingan berengsek yang meyetubuhi wanita yang masih perawan secara paksa. Aku memang hanya bercinta denganmu selama aku hidup, tapi kau tidak bisa memerlakukanku seperti wanita jalang, Cho.”

“Aku bilang jangan katakan hal itu lagi! Kau bukan jalang ataupun pelacur. Kau wanitaku, Shin, dan selamanya akan seperti itu.”Kyuhyun menatap ngeri Je Wo.

“Ya, dan seharusnya kau memerlakukanku seperti wanita terhormat, bukan malah memaksaku bercinta denganmu.”

“Kau! Aku bilang diam!”Kyuhyun berjalan mendekati Je Wo dengan wajah datar dan langkah yang terasa mengerikan. Laki-laki itu menyambar dengan cepat tengkuk Je Wo dan mengangkat tubuh Je Wo hingga menempel pada tubuhnya. Kyuhyun mencengkeram dengan erat tengkuk Je Wo, membuat kepala wanita itu  mendongak menatapnya.

“Sudah kukatakan berulang kali. Aku tidak suka bantahan.”Je Wo menatap sinis Kyuhyun.

“Kau tidak bisa bertindak seenaknya padaku.”

“Benarkah?”Kyuhyun mengulas senyum smirknya, dan tanpa aba-aba langsung menggempur bibir Je Wo tanpa ampun dengan lumatan-lumatan menuntut. Sebelah tangan Kyuhyun yang bebas di gunakannya untuk memerangkap tubuh Je Wo ke dalam pelukannya. Tubuh Je Wo meronta, namun tidak bisa, tenaganya kalah telah dibanding tenaga Kyuhyun. Kyuhyun melepaskan ciumannya dan menatap Je Wo yang tengah menatapnya tajam. Bibir wanita itu tampak memerah bengkak dengan napas yang tersengal. Kyuhyun mengusap ibu jarinya pada bibir Je Wo. “Jangan membantahuku, oke!”

“Tidak, kau tidak bisa melakukan itu padaku.”Je Wo menatap Kyuhyun menantang, mencoba mengintimidasi Kyuhyun dengan tatapannya.

“Shin!!!”Kyuhyun mendesisi tertahan, sebelum akhirnya menjatuhkan tubuh Je Wo keatas sofa dan menindihnya. “Jika aku menyentakkan kemeja ini sedikit saja, maka tubuh polosmu itu akan terekspos dengan sangat jelas.”Kyuhyun menggerayangi tubuh Je Wo dengan jari-jari panjangnya. Membuka kancing kemeja yang di kenakan Je Wo dari bawah. Tubuh Je Wo terasa menegang, dan wajahnya tampak merah menahan marah. Kyuhyun menatap dingin wajah Je Wo dan masih menjalankan jari-jarinya membuka kancing kemeja wanita itu. Kyuhyun menenggelamkan kepalanya pada leher Je Wo saat telah berhasil membuka seluruh kancing kemeja Je Wo. Menghirup dalam-dalam aroma tubuh Je Wo yang telah bercampur dengan wangi sabun miliknya. “Aku hanya perlu membuka celanaku dan menenggelamkan tubuhku pada tubuhmu, Shin, dan kau pasti tidak akan bisa menolaknya.”

“Apa kau akan melakukannya?”Je Wo menjawab sinis ancaman Kyuhyun. Kyuhyun mengecup ringan leher jenjang Je Wo,kemudian menagangkat kepalanya dan memandang wajah Je Wo yang terlihat dingin dan datar.

“Apa aku harus melakukannya?”Kyuhyun mencoba menantang Je Wo. Jari panjangnya bergerak menyentuh dada Je Wo yang tidak terhalang apapun. Mengusapnya perlahan, tanpa melakukan remasan. Tangan Je Wo terkepal di sisi tubuhnya. Wanita itu menatap penuh amarah Kyuhyun yang memandangnya tajam. Bibirnya menipis, justru membuat Kyuhyun semakin mengerang frustasi. Harga dirinya seperti di injak-injak oleh Kyuhyun. Je Wo dengan secara mengejutkan mendorong dada Kyuhyun kuat, membuat lelaki itu terjerembab ke belakang dan melihat seluruh tubuh Je Wo dengan jelas. Kyuhyun tidak bisa mengedipkan matanya sama sekali, napas Je Wo yang memburu karena amarahnya membuat dadanya naik turun dengan ritme yang tidak teratur.

“Kau benar-benar berengsek.”

“Dan kau yang membuatku seperti ini.”

“AKU BUKAN PELACUR, CHO.”Je Wo bereriak marah pada Kyuhyun. Emosinya sudah berada tepat di ubun-ubun dan siap meledak sekarang.

“SIALAN KAU!!”Kyuhyun membalas teriakan marah Je Wo dengan teriakan frustasinya. Kyuhyun lansung menyambar bibir Je Wo kembali dan menindih tubuh wanita itu tanpa ampun. Je Wo kali ini melawan dengan sengit. Kakinya mencoba menendang kaki Kyuhyun yang membelitnya, dan kepalanya berusaha menghindar dari ciuman rakus Kyuhyun. “Diam!”Kyuhyun mendesisi kuat saat menyadari gerakan kaki Je Wo yang berhasil membuat bagian tubuh bawahnya bangun. Kyuhyun mencengkeran kuat rahang Je Wo dan mengarahkan bibir wanita itu tapat di bawah bibirnya. Kyuhyun masih melumat bibir Je Wo tanpa ampun, menutup telinganya rapat-rapat dari jeritan teredam milik Je Wo.

Kyuhyun mengerang frustasi saat merasakan cengekraman kuat di sisi kemejanya dan tubuh Je Wo yang terasa menegang dingin. Laki-laki itu langsung beranjak berdiri dari tubuh Je Wo, dan menutup matanya rapat-rapat. Mencengkeram rambutnya dan mengeluarkan umpatan yang lebih ,mirip geraman frustasi. Dia tidak pernah merasakan ini sebelumnya. Tadi itu dia hanya perlu menurukan celananya dan langsung menenggelamkan kejantanannya pada tubuh Je Wo, dan semauanya pasti akan selesai.

Tapi, melihat reaksi tubuh Je Wo yang tidak seperti tadi saat ia bercinta dengannya membuat pikiran Kyuhyun kacau. Dia tidak mungkin memaksa wanita itu untuk bercinta dengannya dengan keadaan seperti itu. Dia sudah berjanji untuk memerlakukan wanita itu secara hormat. Kyuhyun membalikkan badannya dan menatap Je Wo yang tampak terpaku dengan kemeja yang masih terbuka. Kyuhyun berjalan mendekati Je Wo, duduk di sisi sofa dan tanpa berkata apapun langsung mengkancingkan kemeja Je Wo yang terbuka. Dia memandang Je Wo lama sebelum akhirnya memilih untuk merengkuh wanita itu dalam pelukannya.

“Maafkan aku. Maaf, aku memang lelaki berengsek, Shin.”Kyuhyun mengecupi bahu Je Wo sambil terus menggumankan kata maaf. Laki-laki itu benar-benar menyesal, dia tidak bermaksud memerlakukan Je Wo seperti itu, hanya saja dorongan napsu primitifnya dan rasa marah yang kuat lebih mendominasi daripada pikiran warasnya.

“Kenapa kau memerlakukanku seperti ini?”

“Karena aku mencintaimu.”Tubuh Je Wo menegang seketika. “Karena aku mencintaimu, mengalahkan pikiran warasku. Aku tidak pernah bisa mengendalikan diriku jika sudah berada di dekatmu.”Kyuhyun berkata dengan nada yang terdengar serak. Je Wo masih diam, dia benar-benar bingung. Jika sudah menyangkut perasaan mungkin ia bisa menjawab dengan mudah, tapi ini juga melibatkan harga dirinya. Dia tidak mungkin menerima Kyuhyun semudah itu, terlebih lagi Kyuhyun sudah bertindak seenaknya dengan mengajaknya untuk hidup bersama. Ia mungkin masih memerlukan waktu lagi untuk bisa menerima Kyuhyun. Tapi, tawaran lelaki itu memang sangat menggiurkan untuknya. Kyuhyun menarik dirinya dan menatap wajah Je Wo yang terlihat masih diam, tangannya bergerak menyentuh pipi Je Wo yang halus, meresapi setiap rasa yang terdeteksi oleh kulitnya. Wanita itu terlihat indah, dan dia tidak akan mungkin tega untuk menyakitinya. Mereka sama-sama terdiam hingga bel apartemen berbunyi nyaring dan menyadarkan mereka.

“Itu mungkin pakaianmu.”Kyuhyun berdiri dan meninggalkan Je Wo begitu saja. Kakinya melangkah menuju pintu apartemennya dan menundukkan kepalanya untuk memeriksa intercom. Kyuhyun mengangguk pelan saat melihat kurir yang mengacungkan sebuah gaun yang terbungkus plastic ke arah intercom. Kyuhyun membuka pintu dan menerima gaun itu, menandatangani tanda terima dan mengucapkan terimakasih, setelah itu kembali masuk ke dalam.

Kyuhyun berjalan menuju Je Wo kembali yang masih duduk dengan diam di atas sofa. Laki-laki itu menghela napasnya pelan, sebelum menyerahkan gaun itu pada Je Wo. “Ige! Aku juga sudah memesankan pakaian dalammu.”Kyuhyun menyerahakan gaun itu pada Je Wo. Wanita itu menerimanya dalam diam, berdiri dan melangkah begitu saja meninggalkan Kyuhyun yang menatapnya sendu. Kyuhyun memilih untuk duduk di sofa itu dan menayalakan televisinya. Tangannya bergerak lincah mencari saluran televisi yang ia inginkan. Gerakannya terhenti saat menemukan saluran yang menayangkan acara baseball. Kyuhyun terlarut sejenak dalam acara itu, wajahnya nampak serius memerhatikan pemain yang sedang mengayunkan tongkayt baseballnya dan sepertinya akan mencetak home run. Kyuhyun mendesis pelan saat menatap bola yang melayang di luar perkiraannya.

Kriet

Kyuhyun menolehkan kepalanya saat mendengar suara pintu terbuka. Bibirnya menganga lebar dan hampir dipastikan tidak dapat terkatup saat melihat Je Wo yang keluar dari balik pintu..Tubuh wanita itu terbalut dengan gaun hitam yang memeliki lengan di atas siku, dengan aksen garis berwarna putih yang melingkari perut sebatas pinggangnya. Je Wo berjalan perahan degan langkah anggund an ekspresi wajah yang terlihat masih dingin. Langkahnya terhenti tepat di hadapan Kyuhyun. Kyuhyun berdehem pelan dan berusaha menormalkan raut wajahnya. Dia memasang wajah dinginnya dan tatapan tajamnya kembali.

Kyuhyun berdiri dan meraih pinggang Je Wo hingga menempel pada tubuhnya. Mengecup kembali pipi wanita itu sebelum akhirnya memilih untuk menautkan jemarinya pada jemari Je Wo. “Ayo kita pergi ke rumah orang tuamu.”Kyuhyun menyeret Je Wo yang tampak tidak melawan. Laki-laki itu tahu bahwa Je Wo pasti sedang marah padanya, dan dia lebih memilih untuk tidak menanyakan pendapat wanita itu. Mereka memasuki lift dengan keadaan yang masih sama, diam. Jemari mereka masih saling menaut, namun pikiran mereka melayang entah ke mana. Kyuhyun masih memikirkan tentang rencana apa yang harus ia lakukan saat nanti sampai di rumah Je Wo, sementara Je Wo sibuk memikirkan semua hal yang terjadi padanya hari ini. Dimulai dari penawaran Kyuhyun, percintaan panas mereka yang penuh dengan paksaan dan umpatan kasar, hingga pernyataan cinta Kyuhyun tadi padanya. Semua seperti terasa berputar-putar, membingungkan dan membuat kepalanya sakit.

“Apa yang kau pikirkan?”

Je Wo menoleh ke samping saat mendengar suara bass Kyuhyun yang menegurnya. Kyuhyun menataplurus ke depan dengan wajah sedingin esnya. Je Wo mendengus malas dan memalingkan wajahnya kembali. “Tidak ada.”

Kyuhyun tampak  tidak menyahut. Suara lift yang terbuka berdenting dan tangan Je Wo langsung di seret kembali oleh Kyuhyun. Mereka berjalan ke arah parkiran mobil dan menuju pada sebuah mobil Audy berwarna hitam milik Kyuhyun. Kyuhyun membuka pintu mobil itu dan memersilahkan Je Wo untuk masuk ke dalamnya.

“Masuklah!”Setelah memastikan Je Wo masuk ke dalam mobil dan duduk dengan nyaman, barulah Kyuhyun mengitari mobil itu dan masuk ke dalamnya. Menduduki bangku kemudi dan mulai menyalakan mesinnya. Suasana di mobil itu masih sama diamnya. Mereka berdua sepertinya enggan untuk memulai pembicaraan. Kyuhyun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, membelah jalanan kotaSeoul yang sedikit lengang. Laki-laki itu tidak perlu menanyakan arah rumah orangtua Je Wo, karena dia sendiri sudah sangat hapal letak rumah itu.

Dulu, waktu ia masih berpacaran dengan Je Wo, Kyuhyun sering sekali mengantar wanita itu pulang ke rumah, walaupun hanya sampai depan rumahnya saja. Je Wo akan menolak tegas jika Kyuhyun berniat masuk ke dalam rumahnya. Mengingat ia anak satu-satunya dari keluarga Shin, membuat ayah Je Wo sangat protective pada putrinya.

Mobil Kyuhyun berhenti tepat di depan sebuah rumah dengan cat berwarna putih cerah. Kyuhyun mematikan mesin mobilnya, mengamati sekilas keadaan rumah itu kemudian menoleh pada Je Wo yang terlihat juga sedang mengamati rumah orangtuanya.

“Ayo turun!”Kyuhyun membuka sabuk pengamannya kemudian turun dari mobil, memutari mobil itu dan membukakan pintu untuk Je Wo. Je Wo turun dari mobil itu dengan anggun, kemudian menatap Kyuhyun dingin yang masih berdiri di sebelahnya dengan tatapan tajam seperti biasanya.

“Apa yang akan kau katakan pada orangtuaku di dalam nanti?”Je Wo menatap Kyuhyun dengan sedikit cemas. Wanita itu bukan cemas dengan keadaan Kyuhyun nanti, namun lebih pada reaksi kedua orangtuanya. Kyuhyun mengedikkan bahunya acuh.

“Aku juga tidak tahu, tapi mungkin orangtuamu akan langsung tahu kalau aku ini ayah Hyunje, mengingat wajahku dan Hyunje yang memang sama persis.”Je Wo mengangguk pelan, membenarkan ucapan Kyuhyun. Setiap orang yang bertemu dengan Kyuhyun dan Hyunje pasti akan langsung menyadari kemiripan diantara keduanya. Wajah yang sama persis serta kelakuan yang tidak jauh berbeda, akan langsung mengindikasikan bahwa kedua orang itu adalah manusia dengan aliran darah yang sama.

“Baiklah, ayo kita masuk ke dalam!”Je Wo berjalan pelan diiringi Kyuhyun di sampingnya.

“Aku akan membahas masalah perusahaanmu pada ayahmu.”

“Aku rasa sekarang bukan waktu ayang tepat.”

“Wae?”Je Wo menghembuskan napasnya pelan sebelum menjawab pertanyaan Kyuhyun.

“Karena aku ingin menyelesaikan masalah ini sendiri, tanpa melibatkan appa, dia sudah terlalu tua untuk mengurusi masalah ini.”Kyuhyun berhenti, menahan pergelangan tangan Je Wo agar juga ikut berhenti bersamanya. Je Wo menolehkan kepalanya kearah Kyuhyun, tidak mengerti dengan sikap lelaki itu.

“Kenapa berhenti?”

Kyuhyun diam dan memandang Je Wo dengan sangat intens. Tangannya secara tiba-tiba mnenyeret Je Wo hingga berada tepat di depannya. “Aku sudah pernah bilang padamu, Shin,”Kyuhyun mengelus permukaan pipi Je Wo dengan sebelah tangannya. “Kau tidak akan menyelesaikan ini sendirian, tapi aku yang akan menyelesaikannya. Bukankah sudah ku bilang, kalau kau hanya cukup mengikuti aturan mainku dan semuanya biar aku yang mengurus.”

“Tapi,”

Kyuhyun memandang Je Wo dengan tatapan memeringatkan ketika wanita itu hendak menyela. “Aku sudah pernah mengatakan bahwa aku tidak suka bantahan bukan?”

“Tapi, aku juga tidak suka kau bertindak seenakmu sendiri padaku.”

“Shin!!”Kyuhyun menggeleng pelan menatap Je Wo. “Aku hanya berusaha menebus semuanya, bukan hanya kesalahanku, tapi aku juga sedang berusaha untuk membahagiakanmu.”Je Wo tertegun. Sorot mata itu terlihat begitu meyakinkan, tidak ada keraguan di dalamnya. Laki-laki dihadapannya, Cho Kyuhyun, lagi-lagi membuat hatinya serasa di terbangkan ke tempat yang tinggi. Je Wo seperti kehilangan keseimbangan tubuhnya. Wanita itu menatap dingin Kyuhyun, namun hatinya seperti mulai di jalari oleh perasaan yang hangat. Kyuhyun, sedikit demi sedikit mampu mencairkan hatinya, menghangatkan dengan semua kesungguhan dan tindakan laki-laki itu. Je Wo goyah, dia seperti ragu untuk menggenggam konsep hidup yang ia yakini selama ini.

“Ayo masuk, Hyunje sudah menunggu kita di dalam.”Je Wo berkata dengan pelan, seperti angin yang menggelitik telinga Kyuhyun. Kyuhyun mengangguk, menggandeng tangan Je Wo Berjalan bersama menuju rumah keluarga Shin.

***

“Ahjussi!!!:Hyunje memekik antusias melihat Kyuhyun yang datang bersama Je Wo. Anak itu mengancungkan psp-nya dan berlari kearah Kyuhyun yang tengah tersenyum padanya. “Aku baru saja memenangkan permainan gameku.”Hyunje bercerita dengan penuh antusias. Anak itu merentangkan kedua tangannya, meminta di gendong oleh Kyuhyun. Membuat semua orang yang berada di sana merasa heran. Kyuhyun mengambil Hyunje dan membawanya dalam gendongannya.

“Bagus, kau sangat pintar eo?”Kyuhyun mengacak ranmut Je Wo pelan. Tuan dan nyonya Shin yang menyaksikan semua itu hanya diam dengan wajah yang terlihat terkejut. Je Wo meremas jemarinya, seperti kata Kyuhyun tadi,  sepertinya ke dua orangtuanya mulai menaruh curiga pada Kyuhyun.

“Ehem.”Tuan Shin berdehem pelan, membuat Kyuhyun dan Hyunje yang sedang asik bercengkrama menolehkan kepalanya. “Bisa kita bisa bicara sebentar?”Tuan Shin memandang Kyuhyun dengan ekspresi yang tidak bisa di baca. Kyuhyun mengangguk pelan dan menurunkan Hyunje dari gendongannya.

“Ne.”

“Silahkan duduk anak muda!”Tuan Shin memersilahkan Kyuhyun duduk di depannya. Kyuhyun menurut, mengambil langkah dan duduk di hadapan Tuan Shin. “Je Wo-ya, bisa kau ikut duduk di sini, dan kau istriku,”Tuan Shin menatap istrinya yang duduk tepat di sebelahnya. “Tolong ajak Hyunje masuk ke dalam.” Nyonya Shin menurut, dan berjalan menghampiri Hyunje yang tampak bingung.

“Harabae! Kenapa aku harus masuk ke dalam?”Hyunje menatap Tuan Shin tidak mengerti.

“Karena aku perlu berbicara pada ibumu dan temannya.”

“Tapi, harabae,”

“Istriku!!!”Tuan Shin menatap nyonya Shin tajam, wanita paruh baya itu mengangguk dan menggandeng Hyunje untuk pergi dari ruangan itu.

“Ayo Hyunje-ya, kau tidak ingin melihat harabae marah, kan?”

“Ck, dasar menyebalkan.”Hyunje merutuk kesal, tapi tetap mengikuti ajakan neneknya untuk meninggalkan ruangan itu. Tuan Shin kembali menatap Kyuhyun dan Je Wo yang duduk bersebelahan. Laki-laki paruh baya itu tampak menghela napasnya pelan, sebelum menatap mereka berdua dengan serius.

“Ada yang ingin kau jelaskan padaku anak muda?”Tuan Shin menatap Kyuhyun dingin.

“Misalnya?”Kyuhyun menjawab pertanyaan Tuan Shin dengan tenang. Bohong jika ia tidak merasa cemas sekarang, tapi dia memang harus tenang dalam keadaan seperti ini, terlebih ada Je Wo di sisinya.

“Hubunganmu dengan putriku.”Tuan Shin masih belum mengeluarkan ekspresi apapun. Kyuhyun menatap dalam mata laki-laki paruh baya itu, tanpa sadar dia menggenggam jemari Je Wo dengan erat, membuat Je Wo seketika terkesikap dan menolehkan pandangannya ke arah Kyuhyun yang masih menatap Tuan Shin.

“Menurut anda hubungan seperti apa yang kami jalani?”Rahang Tuan Shin terlihat mengeras, membuat Je Wo merasa sedikit takut. Dia sangat tahu, bahwa ayahnya sudah mulai tidak sabar dengan pembicaraan ini, terlebih lagi Kyuhyun yang terlihat menikmati alur yang dijalankan oleh Tuan Shin.

“Apa dia adalah ayah Hyunje, Je Wo-ya?”Je Wo membulatkan matanya. Tubuh wanita itu mendingin dan jemarinya berkeringat. Dia tidak tahu harus mengatakan apa. Pikirannya kacau, dia belum menyiapkan apapun untuk ini. Semuanya terlalu tiba-tiba. Kyuhyun mengeratkan genggamannya, sedikit berusaha untuk menenangkan Je Wo.

“Appa,”Je Wo belum menyelesaikan kalimatnya saat Kyuhyun tiba-tiba menyela.

“Atas dasar apa anda mengatakan bahwa saya adalah ayah Hyunje?”

“Orang idiot juga tahu kemiripan wajah kalian. Apa kau akan menyangkal hal itu?”

“Tidak.”Kyuhyun menjawab tegas, membuat raut wajah Tuan Shin tiba-tiba berubah menjadi merah, marah.

“Jadi kau laki-laki itu?”Tuan Shin tampak meninggikan nada bicaranya.

“Ya.”Kyuhyun sama sekali tidak mengurangi nada bicaranya. Dia sudah tahu bahwa akhirnya akan seperti ini, dan dia sudah mempersiapkan mentalnya untuk ini.

“BERANINYA KAU, BERANINYA KAU MUNCUL DI HADAPANKU.”Tuan Shin berteriak marah. Dia memandang Kyuhyun murka. Tangannya bergerak mencengkeram kerah kemeja yang Kyuhyun gunakan, menarik laki-laki itu untuk berdiri. “Kau tahu, bagaimana menderitanya putriku selama ini?Mengandung dan membesarkan Hyunje seorang diri, menerima cemooh dari banyak orang, dan kau sekarang dengan gagahnya berdiri di hadapanku tanpa rasa malu. Dasar bajingan.”Tuan Shin menghempaskan tubuh Kyuhyun kasar, menghembuskan napasnya yang terasa sesak. Kyuhyun tidak membantah, dia memang seperti bajingan yang tidak tahu malu. Laki-laki itu berdiri dengan kaki yang terasa sakit, sakit karena dirinya sendiri.

“Ya, dan bajingan ini sekarang sedang meminta pada putrimu untuk menebus semua dosanya.”

“Dengan apa kau akan menebus dosamu pada putriku?”Tuan Shin memandang Kyuhyun sinis.

“Dengan apapun itu, yang pasti aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama dua kali.”

“Apa yang sedang kau lakukan?”

“Memperbaiki semuanya.”Kyuhyun menatap Tuan Shin yakin.

“Aku tidak yakin dengan ‘memperbaiki semuanya’, kau mengatakannya dengan begitu mudah. Jika aku mengukur dengan beban yang harus putriku tanggung dengan sangat berat karena dirimu, maka aku akan menagih yang kau katakan dengan ‘memperbaiki semuanya’ dengan sangat mahal.”

“Aku mencoba membayar semuanya dengan harga yang pantas.”

“Benarkah?”Lagi, Tuan Shin memandang Kyuhyun sinis.

“Ya.”

“Aku tidak akan mempermudahmu dalam hal ini, anak muda.”Tuan Shin memasang wajah datarnya, melangkah pergi meninggalkan Kyuhyun dan Je Wo begitu saja.

“Kau menantang maut, Cho.”

Kyuhyun memandang Je Wo yang tampak menghembuskan napasnya berat.  “Kenapa?” Kyuhyun memandang Je Wo tidak mengerti, wanita itu seperti enggan menjelaskan dan malah memilih untuk melangkah meninggalkan Kyuhyun. Kyuhyun mengekori Je Wo dari belakang tanpa membuka suarnya, membiarkan Je Wo membimbingnya untuk memasuki sebuah ruangan. Terlihat Hyunje yang sepertinya sudah terlelap tidur di atas ranjang berseprai cokelat muda.

“Apa ini kamarmu?”

“Ya.”Je Wo menjawab singkat sebelum masuk ke dalam kamar mandi.

Kyuhyun mendekati ranjang, duduk di pinggir ranjang sambil memerhatikan Hyunje. Wajah anak itu ketika tertidur apakah akan sama dengan wajahnya ketika ia sedang tidur?Kyuhyun tersenyum kecil, ikut merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Menggeser rubuhnya agar dekat dengan Hyunje, mendekap tubuh bocah itu posesif dalam pelukannya. Memberi kehangatan yang selama ini tidak ia berikan. Kyuhyun menempelkan hidungnya pada rambut Hunje, menghirup dalam-dalam salah satu aroma tubuh yang dapat membuatnya tenang.

Kyuhyun akan terlelap, ketika merasakan ranjang itu sedikit bergoyang. Dia membuka sedikit matanya dan menemukan Je Wo yang sedang berusaha untuk menaikan selimut, menyelimutinya dan Hyunje. Kyuhyun membuka sedikit bibirnya, membisikkan sesuatu yang terdengar lirih. Tapi, ia yakin Je Wo mendengarnya, karena ia dapat melihat mata wanita itu yang terkejut dan bibir yang terlihat menegang.

“Shin Je Wo, bagaimana wajahku ketika tertidur?Apakah mirip dengan Hyunje?”

Je Wo memilih diam. Jawabannya sudah pasti, dan dia tidak ingin menjawabnya. Je Wo kemabali menaikkan selimut untuk menyelimuti tubuh Kyuhyun, Hyunje dan dirinya, kemudian ikut merebahkan tubuhnya. Memilih untuk memunggungi Kyuhyun dan Hyunje, tenggelam dalam pemikirannya sendiri yang cenderung rumit.

Cho Kyuhyun, bagaimana laki-laki itu bisa memporak-porandakan semuanya begitu cepat, membuat perasaannya menjadi kacau. Membuat semuanya menjadi terasa rumit, sekaligus membuat semuanya menjadi terasa mudah.

Membuatnya mendapatkan dua pilihan, seperti berada di persimpangan jalan antara lurus atau berbelok. Mmebiarkan dirinya memilih sendiri dengan kadar pertimbangan yang terlalu membuatnya pusing. Perusahaannya, anaknya, keluarganya dan terakhir adalah perasaannya Bagaiaman ia harus memutuskan? Bagaimana ia harus memisahkan itu semua dann mejauhkannya dari kata yang ia sebut cinta dan egoisme. Bagaiaman ia harus berpikir dan memutuskan?Je Wo mendesah pelan dan memilih untuk menutup matanya. Melupakan masalahnya sejenak dan memikirkannya esok. Mungkin tidur akan membawanya masuk ke dalam sebuah perjalanan yang akan memberikan sedikit jawaban dan pendapat. Ya, mungkin saja begitu.

***

 

TBC

 

Maaf lama.. Sebenarnya mau aku share beberapa hari yang lalu, tapi jadwal sekolahku yang kayak kamfreet itu berhasil mengacaukan semuanya.. wkwkwk Dan maaf juga kalau part yang ini kurang panjang, tadinya mau aku lebihin, tapi pasti bakal makan waktu yang agak lama, mengingat inboxku yang setiap hari penuh nanyain ff ini, yang aku rasa malah agak sedikit gelap dan membingungkan, jadi aku percepat aja. Dan, ini mungkin juga baru awal dari semua penyelesaian yang bakal aku kasih.

 

Aku nggak pernah nuntut komen, tapi, kalau ada yang mau ngasih saran sama kritik, aku terima dengan senang hati. Aku selalu wellcome dengan saran yang selalu kalian kasih, aku ini juga lagi dalam proses belajar kog#abaikan, lebay mode on..  Untuk part selanjutnya, aku nggak janji bakal cepet, mengingat jadwal sekolahku yang padet merayap kayak jalanan ibu kota wkwkwkwk Dan aku mungkin juga bakal berhenti sementara untuk nulis ff, mengingat diriku yang udah kelas tiga dan lagi ngejar target buat masuk universitas.. jadi waktuku buat seneng2 akan aku abaikan sementara waktu. Dan yang terakhir, hati-hati typo, dia selalu nyempil dengan alasan yang aku sendiri juga nggak paham :v

 

 

 

235 thoughts on “[Freelance] You are Mine Chapter 3/NC-17

  1. next,next,next chingu .ceritanya seru banget.feelnya jg dpt .tp sku bcnya krg nyaman krena d sn pangglnnya cho dan shin.biasanyakan mereka menggunakan nama bkn marga

  2. Smakin sukakkk dengan jalan ceritanya eonnie…shin perlahan udh kebuka hatinya buat kyu mudah2an next part mreka bisa bersatuuu amiinnnn

  3. huftt nc nya bikin panas beuh hehehe detail banget sampe gak kuat bacanya hehehe.. bagus padahal aku lgsng baca part 2 nya . ditunggu kelanjutannya. ijin baca part 1 ya ?

  4. Haha.
    Kyu keren xD
    Cuma mau kasih saran sedikit.
    Saat kyu sama je wo mau adegan yadong. Tadinya kan dilantai trs berubah jadi di kamar. — tapi gak dijelasin disana.
    Jadi bingung aku bacanya. Coba lebih detail lagi dlm menjelaskannya

  5. ASLI BGT Gue Baca Nie FF mpe Panas Dingin saking gue menghayati,, TEGANG TERUS CUYY,,, Pokoknya Salut 2 JempOL dah buat Authornya,,, tenyata Choi swiwon dalang dari(akan) bangkrutnya perusahan sin comphany,, ckckck walaupun kyuhyun bersalah tapi dy akan menolong perusahaan mantan calon mertuanya untuk menebus Dosa masa lalu bagaimna caranya untukmerebut kembali?? Ikut terus chapter Selanjut nya di tunggu ya thor Gommawo buat PW FF nya tqu,,Gommawo,,,

  6. thor kapan ni ff di lanjut,,gua pengen tau gua penasaran,,semoga aja mereka cepet bersatu,gak cuma hidup bersama tapi juga langsung nikah,ahaayyy!!!😀

  7. Aaaaa Kyu dasar laki-laki mesum , Pemaksa , Kejam , Licik, kasar , brengsek dan tukang mengintimidasi tapi aku tetep Cinta kamu Kyu Oppa :* , yeaay Kelicikan Kyu muncul buat dapetin Je Wo:D , hihi Je Wo kalah sama sentuhan Kyu akhirnya dia mulai luluh juga :v , K sebel banget ama Siwon kenapa dia serakah banget sih ayo Kyu hancurkan Siwon😀

  8. Haa,,, cho family,, suka banget sama karakternya,, hyun jae sama persis kayak kyu evil juga,, maniak game,,, penasaran banggeett sama part selanjutnya eonni

  9. Astaga c kyu ini ngejengkelin bgt dah.
    Ngomong sm bpkx je wo malah kyk main2 gt.
    Wajar c bpkx je wo marah bgt ma kyu krn g bertanggung jwb.
    Setelah 6thn br dy dtg .
    Hedeh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s