Kyuje’s Room

LPO

Bibir Je Wo menipis, membentuk lengkungan kecil yang manis ketika membaca surat kelulusan Cho Kyuhyun. Pria itu menjemputnya paksa dari Kampus dan menggeretnya memasuki dorm sekaligus kamarnya hanya untuk memamerkan surat kelulusannya. Tentu saja, Je Wo juga bahagia untuknya hingga tidak dapat menyembunyikan senyuman miliknya.

            “Aku lulus dengan nilai memuaskan meski kehadiranku hanya mencapai 90%, tapi aku lebih baik diantara mahasiswa umum lainnya.”

            Kepala Je Wo mengangguk kecil ketika meletakkan surat itu keatas ranjang, “Lalu, kapan kau akan Wisuda?” kepala gadis itu menengadah keatas, menatap Kyuhyun.

            “Besok, kau mau ikut?”

            Senyuman manis Je Wo terlihat, namun kepalanya menggeleng pelan, “Tidak, terima kasih.” Bagaimana mungkin ia menghadiri acara kelulusan kekasihnya besok, bisa-bisa seluruh orang akan mencurigainya saat Kyuhyun dengan sifat tak pedulinya berhambur memeluknya. Pria itu memang tidak akan menyia-nyiakan satu kesempatan pun untuk berjauhan dengan Je Wo ketika mereka bersama. Yeah… meski sejujurnya ia juga ingin menghadiri acar itu.

            “Cih, lagi pula sepertinya aku tidak akan menghadirinya,” cibir Kyuhyun. Ia yang sejak tadi berdiri di depan Je Wo, kini mulai mendudukkan diri disamping kekasihnya. Hari ini bibir pria itu tidak berhenti mengulas senyuman kekanakan yang bahagia. Bahkan saat tangannya kembali mengambil surat kelulusannya, membacanya ulang seperti sebelumnya, bibir sempurna itu kembali tersenyum lebar. “Aku tidak menyangka akhirnya aku berhasil.”

            Shin Je Wo yang sejak tadi memerhatikan gerak-gerik Kyuhyun turut tersenyum. Jika dipikir-pikir, perjuangan Kyuhyun untuk mendapatkan secarik kertas itu sangatlah besar. Dia bukan mahasiswa seperti yang lainnya. Pria ini memiliki segudang kesibukan lainnya di luar sana, tapi meski begitu, ia tetap membagi waktu untuk meneruskan pendidikannya. Tidak peduli meski pulang larut pagi dan harus kembali ke Kampus di pagi hari yang sama, dengan mata sembab dan rasa kantuk yang menghujamnya, ia tetap datang untuk belajar. Maka hanya orang-orang picik yang mencemo’oh cara pria ini melanjutkan pendidikannya.

            “Aku iri padamu.”

            Kepala Kyuhyun bergerak menoleh pada Je Wo, sebelah alis matanya melengkung keatas, mengeluarkan ekspresi tidak mengerti.

            Je Wo tersenyum tipis, memutar letak duduknya menghadap lurus kedepan. Tarikan napas dalamnya terdengar berat, “Kau bisa mencapainya dengan hasil yang memuaskan meski untuk mencapai hasilnya saja kau harus berjuang mati-matian. Waktu dan kesehatanmu selalu kau pertaruhkan untuk itu. Bahkan, setelah ini kudenegar kau akan kembali melanjutkan pendidikanmu lagi,” Shin Je Wo kembali tersenyum, namun kali ini sneyuman itu lebih seperti senyuman sedihnya, “Sedangkan aku… waktuku untuk berusaha begitu banyak, Tuhan juga memberikan kesehatan yang luar biasa baiknya padaku. Tapi… selalu saja aku tidak dapat melakukan apa yang memang harus kulakukan,” Dadanya bergerak ketika ia kembali menarik napas dalam. “Akhir-akhir ini aku merasa terlalu banyak membuang masa-masa berhargaku. Dan entah kenapa… aku takutkembali gagal.”

            Kedua matanya yang selama ini selalu mengeluarkan binar bahagia mulai menyendu, digantikan tatapan sayu ketika ia mulai menatap Kyuhyun.

            Melihat tatapan itu, Kyuhyun mulai tersenyum kecil. Senyuman yang cukup menenangkan bagi kekasihnya, “Tidak ada satu hari pun yang terbuang sia-sia,” ujarnya memulai, “Apa pun yang kau lakukan setiap hari, pasti akan selalu berharga. Terutama bagi dirimu sendiri. Meski hal itu hanya lah hal kecil yang terlihat sepele, tapi jika kau melakukannya dengan hati yang tulus, semuanya tidak ada yang sia-sia.” Kyuhyun mengangkat sebelah tangannya dan menjatuhkannya diatas kepala Je Wo hingga gadis itu melirik keatasnya. Telapak tangan yang besar itu mengusap pelan disana, menimbulkan rona merah diwajah kekasihnya yang memang terlalu sensitif jika ada yang melakukan hal seperti itu padanya.

            “Meski aku mempertaruhkan masa depanku?”

            “Siapa pun tidak ada yang tahu bagaimana masa depannya. Manusia hanya harus berusaha, selebihnya biar Tuhan yang mengaturnya.”

            “Tapi_”

            “Tapi bukan berarti, kau bisa selalu bersenang-senang dengan duniamu, dan tidak memikirkan masa depanmu,” potong Kyuhyun cepat. Ia sudah terlalu tahu apa yang sedang di pikirkan Je Wo saat ini. Sebelah bibirnya tertarik, membentuk seringaian kecil namun kali ini terlihat manis. “Seperti yang kukatakan, manusia hanya harus berusaha, Shin Je Wo.”

            Wajah Je Wo tampak sedikit meringis ketika Kyuhyun menyebut namanya.

            “Wae?” tanya Kyuhyun saat menyadari raut wajah aneh yang diperlihatkan Je Wo.

            “Aku… sedikit tidak mengerti maksudmu.”

            Decak kesal Kyuhyun terdengar, lalu Je Wo segera memasang wajah Innocent miliknya yang menipu. Sepertinya gadis ini memang cukup sulit mencerna beberapa kalimat saat otaknya tengah memikirkan hal lainnya.

            “Benar-benar,” rutuk Kyuhyun dengan kedua mata menyipit. “Begini saja, kau tidak ingin kembali gagal, kan?”

            Kepala Je Wo mengangguk cepat.

            “Kalau begitu kembali fokus untuk kegiatan perkuliahanmu. Kurangi sedikit duniamu yang lain. Hanya sedikit mengurangi, bukan untuk berhenti.”

            “Aku sudah pernah mencobanya tapi… tidak bisa.”

            “Kalau begitu kau akan kembali gagal.”

            “Yah!”

            Je Wo menggigit bibir bawahnya kuat dan mendelik garang pada Kyuhyun yang tersenyum lebar, “Jika aku gagal aku akan mengakhiri hubungan kita!” ancamnya.

            “Eo, seperti nasib kekasihmu yang dulu?” cibir Kyuhyun.

            Wajah Je Wo kembali memerah. Sialan, ia lupa jika dulu pernah bercerita pada Kyuhyun tentang beberapa mantan kekasihnya. “Benar, kau akan aku tendang dari duniaku, meski kau mengemnis untuk kembali aku akan men_”

            Kedua mata penuh binar jahil yang Kyuhyun tampakkan, dibalas dengan tatapan datar Je Wo ketika kedua bibir mereka bersentuhan, hanya saling bersentuhan. Pria itu memutar wajahnya sedikit miring, lalu menyeringai penuh ciri khas yang ia miliki hingga Je Wo dapat merasakan gerakan bibir Kyuhyun diatas bibirnya.

            Tapi ketika bibir Kyuhyun mulai melumat bibir Je Wo, gadis itu sontak mendorong dada Kyuhyun dengan telapak tangannya.

            “Maaf, kita disini bukan untuk melakukan kegiatan itu.” Ujarnya tajam.

            “Eiy…” cibir Kyuhyun malas, kemudian menarik Je Wo kepelukannya. Meski Je Wo kembali meronta, tapi kali ini ia tetap tidak ingin melepaskannya dan bahkan semakin mengeratkan pelukannya. Umpatan Je Wo terdengar ketika tubuhnya tidak lagi menolak. Diam-diam Kyuhyun tersenyum kecil, lalu dengan seringaian penuh ia melirik leher Je Wo yang sedikit terekspos karena seluruh rambut gadis itu berada di samping lehernya yang lain. Perlahan kepalanya merunduk hingga hidung dan bibirnya tenggelam ditempat itu.

            Saat tubuh Je Wo menengang, bibirnya malah tersenyum lebar dan ia menahan tawanya sekuat tenaga. Ia tahu hal seperti apa yang sebentar lagi akan terjadi…

            “Yah!” pekik Je Wo kuat. Kedua tangannya kembali berusaha mendorong tubuh Kyuhyun.

            Kini tawa pria itu meledak seketika meski tetap tidak melepaskan pelukannya. Bahkan, ia memulai kembali kegiatan favoritnya; menghujami leher jenjang Je Wo dengan kecupan kupu-kupu yang memabukkan, meski niatnya memang hanya untuk mengjahili Je Wo yang tidak terlalu suka dengan kegiatan itu.

            “Setan mesum, lepas kan aku! Yah, jangan mencari kesempatan.”

            “Shireo.”

            “Aku akan mengadu pada Omma.”

            “Lakukan saja.”

            “Jinja… aku bersumpah dia akan membunuhmu.”

            “Tidak mungkin.”

            “Tidak mungkin kepalamu! Yah, lepas kan. Geli sekali.”

            Kyuhyun berhenti sejenak, lalu bibirnya mendekati telinga Je Wo untuk berbisik. “Ibumu tidak akan marah jika tahu yang melakukannya adalah calon suamimu.”

            “Calon suami mwoya?! Memangnya siapa yang mau menikah dengamu?”

            “Tentu saja aku.” Jawab Kyuhyun ringan, lalu kembali melanjutkan aksinya.

            “Enak saja kau! Aku tidak mau dan tidak akan menikah denganmu.”

            “Kau sudah pernah menerima lamaranku.”

            Dahi Je Wo berkerut cepat. Menerima lamarannya? Kapan aku melakukannya? Batin gadis ini. Merasa perlu mendapat penjelasan, dengan sekuat tenanga, Je Wo mendorong tubuh Kyuhyun kuat dengan kedua telapak tangannya hingga pria itu terdorong cukup jauh darinya. Dadanya sedikit bergemuru, “Kapan aku menerima lamaranmu, eo? Jangan mengada-ada!” bentaknya.

            Bibir Kyuhyun menipis kesal. Mendengar pertanyaan gadis bodoh itu ia yakin jika Shin Je Wo benar-benar lupa akan hari yang menurut Kyuhyun selalu membuatnya senang ketika mengingatnya kembali, “Di apartementmu, ingat?” jawabnya dengan rutukan kecil.

            Dahi Je Wo kembali berkerut. Ia mencoba mengingatnya tapi sayangnya ia benar-benar lupa saat ini, “Aku sama sekali tidak ingat.” Gumamnya pelan dengan wajah polos.

            “Shin Je Wo, kau sudah gila?! Aku sudah meruntuhkan harga diriku saat aku melamarmu, mengeluarkan kata-kata menjijikkan yang demi Tuhan sampai mati pun aku tidak akan mau kembali mengatakannya. Dan sekarang, kau bilang jika kau tidak mengingatnya, eo?!” teriaknya.

            “Yah, aku memang tidak mengingatnya. Mungkin saja kau salah melamar orang dan yang kau lamar itu bukan aku. Lagi pula… aku tidak berniat untuk menikah dengan pria sepertimu. Yang benar saja, seperti tidak ada pria lain saja…”

            Kyuhyun menggeram kesal, kedua tangannya meremas kuat rambut kepalanya. Matanya menatap Je Wo frustasi meski Je Wo hanya mengeluarkan wajah tidak pedulinya, seperti biasa. Gadis ini benar-benar tahu bagaimana cara menghancurkan mood baiknya.

            Setelah berpikir cukup lama, akhirnya Kyuhyun meraih ponselnya dalam saku celana. Pria itu tampak menghubungi seseorang meski kedua matanya tak lepas dari wajah Je Wo yang mengamatinya.

            “Yeoboseo, Noona.”

            Kedua mata Je Wo membelalak lebar ketika tahu jika Kyuhyun menelepon Cho Ahra. Jika sudah berhubungan dengan gadis itu, maka Je Wo selalu tertimpa nasib sial. Cho Ahra memiliki sifat yang tidak jauh beda dari adiknya, bahkan ia lebih mengerikan dibandingkan Kyuhyun. Je Wo selalu tidak dapat berkutik dibawah perintahnya.

            Melihat wajah tegang Je Wo, Kyuhyun mulai kembali menyeringai penuh.

            “Besok, kumpulkan seluruh keluarga besar kita di rumah. Aku ingin mengumumkan sesuatu.”

            Napas Je Wo tercekat saat tatapan tajam Kyuhyun mengeluarkan kesungguhannya. Ia tidak ingin pria itu berbuat hal konyol kali ini. Jika pikiran sialannya kali ini benar, maka tamat lah riwayatnya. Je Wo menggeleng pelan, berusaha mencari-cari cara agar terbebas. Pria ini marah karena ia tidak mengingat menganai lamaran yang ia sendiri tidak tahu kapan itu.

            Lamaran… lamaran… pria ini melamaraku kapan?! Kenapa aku tidak tahu?! Lagi pula mana mungkin aku menerimanya begitu saja?! Tunggu, lamaran… dahi penuh keringat dingin itu semakin berkerut ketika ia mengingat sesuatu.

            “Ne, aku ingin seluruh keluarga hadir karena nanti aku akan memperkenalkan pada mereka siapa_”

            “Arraeo, arraeo!” potong Je Wo cepat dengan teriakan nyaringnya. Kedua matanya melebar dengan guratan kecemasan konyolnya. “Aku ingat! Kau pernah melamarku di apartemetku, diatas sofa, tanpa bunga dan cincin. Lalu aku menerima lamaranmu, iya, kan?”

            Mendengar penuturan Je Wo, Kyuhyun semakin menyeringai ngeri. Sedangkan Je Wo mulai dapat sedikit bernapas lega karena telah mengingatnya. Tapi sialnya, tawa besar Ahra melalui ponsel terdengar oleh Je Wo hingga gadis itu kembali menatap awas pada Kyuhyun.

            “Kau dengarkan, Noona?” Kyuhyun menyipitkan kedua matanya. “Jadi, cepat lakukan perintahku. Aku ingin secepatnya mengenalkan pada mereka siapa calon adik iparmu.”

            “Cho Kyuhyun!!” teriak Je Wo kuat. Ia merampas ponsel pria itu dan membuangnya keatas ranjang. Lalu kedua kakinya terangkat, menendang-nendang paha Kyuhyun yang terjangkau olehnya. “Sialan, kubunuh kau. Siapa yang ingin menikah denganmu, hah? Aku masih ingin melanjutkan pendidikanku, tapi kenapa kau seenaknya saja!” rutuknya yang terus menendang.

            Kyuhyun tertawa terbahak-bahak, tendangan dari kedua kaki Je Wo sama sekali tidak terasa sakit olehnya, “Kita bisa tetap melanjutkannya walaupun sudah menikah.” Sahut Kyuhyun menggoda.

            “Menikah mwoya?! Pergi saja menikah dengan gadis lain. Sialan, menyebalkan, bodoh, huwaaaaaa.” Merasa sama sekali tidak puas, Je Wo memajukan wajahnya dan mengarahkan gigi-gigi tajamnya pada bahu Kyuhyun yang tertutupi oleh T-shirt hitam yang ia kenakan. Ia menancapkan giginya disana, lalu menggigit keras bahu Kyuhyun.

            “ARRGGHHHHH!” teriak Kyuhyun kesakitan dengan kedua mata terpejam.

            Puas menancapkan taringnya disana, Je Wo kembali menarik wajahnya dengan seringaian puas, “Mati kau!” umpatnya dengan dada bergemuruh, lalu ia menarik napas panjang dan…  “Oppadeul!!! Kyuhyun terus memaksaku untuk menciumnya! Dia mesum sekali!”

            Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk membuat para member berbondong-bondong masuk kedalam kamar Kyuhyun karena teriakan gadis itu. Je Wo segera menutup bibirnya dengan telapak tangan,  berpura-pura memasang wajah mengenaskannya.

            “Yah, ada apa ini?!” bentak Sungmin yang telah mengeluarkan tatapan mematikannya pada Kyuhyun.

            Kini Kyuhyun mendelik terkejut melihat Sungmin dan Ryeowook yang saat ini memang berada di Dorm telah berdiri di ambang pintu kamarnya, “Ck, jangan percaya padanya.” Rutuknya.

            Shin Je Wo meraih tasnya dengan cepat, lalu sedikit berlari menghampiri Ryeowook dan Sungmin, “Oppa…” rengeknya palsu, “Igo,” tunjuknya pada bibir bawahnya. “Bibirku membengkak karena ulahnya. Dia memaksaku terus menerus…”

            Kim Ryeowook menganga lebar, lalu melayangkan tatapan murkanya pada Kyuhyun, “Apa-apaan kau ini?! Kenapa berbuat sekasar itu, Kyuhyun-ah!” bentaknya.

            Je Wo mengulum senyum ketika kedua pria itu memasang badan di depannya. Ia menyeringai penuh pada Kyuhyun yang memebalalak tak percaya padanya.

            “Yah, siapa yang memaksanya! Jangan mau mendengar omong kosongnya. Shin Je Wo, kuhabisi kau!” kakinya bergerak kedepan, berniat menghampiri Je Wo.

            Tapi sayangnya, Ryeowook mulai melangkah untuk menghadang hingga Je Wo memegangi perutnya menahan tawa, “Berani mendekatinya, aku akan memukulmu!” ancam Kim Ryeowook.

            “Eo, kau harus aku adukan pada Leeteuk Hyung. Kelakukanmu semakin menjadi saja, Kyu.”

            Merasa semakin puas, Je Wo memutuskan untuk pergi dari sana, meninggalkan Kyuhyun yang akan segera terlibat masalah besar oleh ulah usilnya dan teriakan pria itu yang begitu mengerikan. Namun sebelumnya, ia tidak lupa menjulurkan lidahnya mengejek pada pria yang hampir mengeluarkan asap tebal dari kedua telinganya.

            “Yah, yah, yah, Shin Je Wo, jangan lari kau! Aku benar-benar akan memaksa menciummu lebih parah dilain waktu!”

            “Omona… kau ini benar-benar.”

            “Akh, Hyung, sakit! Jangan memukuliku.”

THE END

Ngahahaha, maap yak… ini FF rada ngolor ngidul.

Aku punya sedikit pengumuman penting, ekhm-ekh…

Mungkin, sebentar lagi aku rada hiatus😀 setelah Wedding Fake part 3 keluar, aku bakalan jarang ngepost FF lagi atau bahkan tidak ngepost FF untuk sementara waktu. Ada banyak kegiatan yang sedang menunggu, jadi mohon pengertiannya ya….

Buat si Tuyul Ulya… ini aku buatnya Cuma bentaran abis baca smsmu tadi pagi. Udah ye… jangan request2 lagi -_- ngahahaha.

Shin Je Wo.

97 thoughts on “Kyuje’s Room

  1. Kyu sih jd orang sukanya usil , jd skrang kena sendiri diusilin sama yeojachingunya sendiri hahahah😀

    yng sabar ya kyu , makanya jangan suka usil :p

  2. Annyeong eonni ^^
    Aku readers baru.

    Baru baca ffnya, ini bikin ngakak.
    Kyuhyunnya mesum banget >< Shin Je Wo karakternya gadis ceria dan juga jahil kkkk suka liat Kyuhyun dipukulin #ketawasetan

  3. Ping-balik: Library | Shin Je Wo

  4. ahahahahaaa pasangan aneh mulai berulah-____-
    aneh bgt pas adegan di kamar kyuhyun di dorm, mentang2 berdua dikamr sm je wo kyuhyun seenaknya aja berbuat mesum(?) .-.v
    kasian amt kyu, dijebak sm je wo wkwkwkwk

  5. Lucu, je wo jahil. Coba aq jadi je wo, langsung mau mau mau. Kkkk. Oh ya ada typo kak. Yg je wo blg “memangnya siapa yg mau menikah dgn mu?” terus kyu jwbnya “tentu saja aku”. Masa kyu nikah ama dirinya sendiri. .

  6. Waaah… Meskipun aku dah pernah membaca ini tp ternyta membaca ulang lebih menarik…
    Kyuhyun-ssi apakah sehebat itu kmu d.dunia nyata?? Maksud.q dlam hal pendidikan.. #keep writting🙂

  7. Ahahah koplak awal bahagia² an tengah rada haru² an ekh ending.a evil² an . Lucu deh serius . Halo thor reader nyasar numpang menjelajah kawasan author . Makasih *bow

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s