Love in The Dark – Two –


Tatapan tajam yang Kyuhyun layangkan pada Je Wo seakan siap untuk mengulitinya. Berani sekali gadis itu mendatangi rumahnya lagi setelah apa yang terjadi pada mereka kemarin. Bukankah Kyuhyun sudah melarang gadis itu menginjakkan kedua kakinya lagi dirumahnya? Lalu mengapa pagi ini Kyuhyun malah mendapati keberadaan Je Wo dirumahnya. Duduk bagaikan seorang Nyonya besar diatas Sofa sambil memandang Kyuhyun tanpa ada rasa takut sedikitpun.

    Kyuhyun masih berdiri tak jauh dari ruang tamu rumahnya, memandangi Je Wo yang juga sedang memandangnya. Pria itu berdiri dengan gaya khasnya yang terlihat menggoda, memakai jeans biru tua dan kemeja putih yang bagian bawahnya tampak menjulur keluar, tetapi tetap terlihat menawan ditubuhnya.

    “Apa yang kau lakukan dirumahku?” Kyuhyun bertanya dengan suara datarnya.

    “Kupikir ada baiknya kalau kau menyapa seorang tamu terlebih dulu sebelum menanyakan apa maksud kedatangannya.”

    “Kau bukan tamuku,” Kyuhyun menganggukkan kepalanya pelan kearah pintu. “Silahkan keluar.”

    Kebencian terlihat jelas dimatanya. Entah mengapa, Je Wo sudah terlihat sangat memuakkan dimatanya. Bahkan tadi malam dia sempat berpikir untuk mengenyahkan gadis itu dari hidupnya dan mengembalikannya lagi pada Choi Siwon. Mengingat semua cara yang sudah dilakukannya untuk menyakiti gadis itu selalu tidak berhasil, bahkan gadis itu semakin berbuat sesuka hati padanya. Bukannya akan bersenang-senang dengan setiap siksaan yang akan dia berikan pada Je Wo, Kyuhyun malah merasa tersiksa sendirian.

    Membuat gadis itu hampir celaka ditangan Heechul saja entah mengapa menimbulkan perasaan bersalah dalam diri Kyuhyun. Tubuh gemetar Je Wo yang ditemukannya setelah pintu lift terbuka mengingatkannya dengan sebuah perasaan yang dulu pernah menghampirinya. Perasaan takut adalah sebuah perasaan yang paling dibenci oleh Kyuhyun. Karena hal itulah Kyuhyun selalu membentengi dirinya dengan penampilan kejam hingga ditakuti banyak orang. Kyuhyun tidak mau lagi perasaan takut itu kembali menghampirinya.

    Tetapi, sejak dia melihat wajah ketakutan Je Wo kali itu, benteng pertahanan Kyuhyun sedikit luluh hingga dia kembali merasakan rasa takut itu.

    “Ada yang ingin kubicarakan denganmu.” Ujar Je Wo setelah menahan kekesalannya karena Kyuhyun mengusirnya seperti tadi.

    Pria itu menggeram, ingin sekali menyeret Je Wo agar segera enyah dari hadapannya. Tapi mengingat kesehatan tubuhnya yang sedikit menurun sejak pertengkarannya dan Je Wo kemarin, Kyuhyun akhirnya memilih berbalik kebelakang untuk meninggalkan gadis itu. Terserah apa yang ingin dibicarakan Je Wo padanya, bagi Kyuhyun menjauhi gadis itu saat ini adalah pilihan terbaik.

    Je Wo tidak tinggal diam saat melihat Kyuhyun berjalan menjauhinya. Matanya melebar sejenak, lalu dengan langkah lebar segera mengejar Kyuhyun. “Cho Kyuhyun, tunggu!”

    Baiklah, kaki pendeknya memang sulit sekali membantunya mengejar langkah lebar pria pemilik kaki yang cukup panjang itu. Belum lagi saat ini Je Wo memakai rok ketat yang membungkus kedua pahanya hingga sulit untuk dibuka lebar.

    Sebenarnya Kyuhyun hanya berjalan dengan ritme biasa, tetapi rasanya Je Wo harus berlari untuk menyusulnya. Beruntung, dia dapat menggapai lengan Kyuhyun hingga tubuh pria itu berbalik kearahnya sambil melepaskan telapak tangan Je Wo yang tadinya menyentuh lengannya dengan cara yang kasar.

    “Siapa yang memberimu ijin untuk menyentuhku?!” Kyuhyun membentaknya murka.

    Je Wo menggeram tertahan, habis sudah kesabarannya pada pria itu. Di cengkramnya kerah kemeja Kyuhyun dengan kedua tangannya, lalu ditariknya tubuh Kyuhyun mendekat hingga wajah pria itu berubah tegang.

    “Aku. Hanya. Ingin. Berbicara.” desisnya ngeri dengan gigi-gigi yang saling bergemeratuk.

    Wajah cantiknya yang dibumbui dengan amarah terlihat sangat menggoda dimata Kyuhyun. Baru kali ini dia menemukan ekspresi yang berbeda dari seorang gadis. Hampir seluruh gadis yang sering berhubungan dengannya akan mengerucutkan bibirnya jika kesal, atau menangis dan merengek padanya. Tetapi, Shin Je Wo tidak.

    Selama mereka saling mengenal, Kyuhyun hanya menemukan tatapan tajam, senyuman sinis dan tawa mencemooh yang ditujukan Je Wo untuknya. Kyuhyun juga menyadari kalau Je Wo tidak pernah terlihat tersenyum. Selalu memasang ekspresi penuh kebencian terhadapnya.

    “Bisakah kau mempermudah segalanya, pria sombong? Kau pikir aku sudi terlalu lama berada diruagan yang sama denganmu? Bahkan untuk menghirup oksigen yang sama denganmu saja aku amat sangat menyesalinya.”

    She’s back. Gerutu Kyuhyun dalam hati setelah mendengar umpatan kasar Je Wo.

    Kyuhyun menyentuh kedua tangan Je Wo yang masih mencengkram kerah kemejanya. Menggenggam punggung tangan itu dengan remasan kuat sementara kedua matanya menatap langsung kedalam manik mata tajam Je Wo yang tak pernah pudar. Entahlah, mungkin memang sudah takdirnya bagi mereka berdua untuk saling bersitegang setiap kali bertemu.

    Dilepaskannya cengkraman itu dengan perlahan, lalu dijatuhkannya kebawah. Anehnya, Je Wo sama sekali tidak melawan semua gerakan yang dilakukan oleh Kyuhyun. Fokusnya hanya satu, kedua mata Kyuhyun. Bola mata coklat itu seperti sedang menahannya disana, memerintahkannya untuk tetap berlama-lama memandangi bola mata ciptaan Tuhan yang paling sempurna itu.

    Dan satu hal baru yang baru saja Je Wo sadari. Kyuhyun memiliki aroma tubuh yang nikmat. Dia tidak tahu aroma apa itu, tetapi saat aroma tubuh pria itu memasuki indra penciumnya, Je Wo merasa begitu menikmatinya.

    “Apa yang ingin kau bicarakan?”

    Je Wo tersentak, kini tubuh mereka yang tadinya hanya memiliki jarak yang minim, telah berubah menjadi sedikit jauh. Entah sejak kapan Kyuhyun melangkah mundur dan membiarkannya mematung ditempatnya dengan wajah seperti itu.

    Seperti orang bodoh, Je Wo melirik sekelilingnya. Ingin memastikan sesuatu meski dia tidak tahu apa itu.

    “Jangan membuang waktuku terlalu lama. Kau sendiri yang baru saja mengatakan tidak sudi berlama-lama bersamaku.”

    Kalimat sinis yang kembali Kyuhyun lontarkan kini telah mengembalikan kesadaran Je Wo sepenuhnya. Gadis itu melipat kedua tangannya dengan gaya angkuh, menatap Kyuhyun serius dan mulai menjelaskan apa maksud kedatangannya.

    “Aku menerima tawaran ketiga temanmu. Yeah, walaupun sebenarnya aku ragu apakah kita dapat bekerja sama atau tidak. Mengingat sikap sombong dan angkuhmu itu saja aku sudah merasa_”

    “Aku tidak peduli.”

    Bibir Je Wo masih belum tertutup rapat setelah Kyuhyun menyela ucapannya. Kyuhyun terlihat tidak tertarik dengan apa yang Je Wo sampaikan. Sepertinya, persetujuannya bergabung bersama ketiga teman Kyuhyun untuk membantunya mendapatkan bukti pembunuhan itu sama sekali tidak penting bagi Kyuhyun. Dan hal itu melukai ego Je Wo.

    Kyuhyun tertawa pelan dan memalingkan wajahnya kesamping. Tawanya terdengar sangat menyebalkan ditelinga Je Wo hingga gadis itu mengepalkan kedua tangannya.

    “Keberadaanmu dalam kelompokku sama sekali tidak akan memberikan efek yang begitu besar. Bisa apa kau rupanya? Kau hanya seorang gadis biasa yang pintar berbicara. Selebihnya,” Kyuhyun tersenyum miring. “Kau bukan apa-apa.”

    “Kau yang bukan apa-apa, Cho Kyuhyun.” deru napas Je Wo tersengal mendengar Kyuhyun merendahkannya seperti itu. “Kau hanya seorang pria manja yang selalu bertingkah sesukamu. Berlindung dibalik nama baik Ayahmu. Sejujurnya, tanpa Ayahmu, kau hanya sampah yang tidak berguna.”

    “Kau_”

    “Kau juga hanyalah seorang anak yang tidak tahu rasa terima kasih. Ayahmu bekerja keras demi dirimu, demi memberikan kehidupan yang layak untuk putranya, tapi apa balasan yang kau berikan padanya?” Je Wo tersenyum sinis dan memberikan tatapan mencemo’oh. “Keonaran, rasa malu, rasa lelah dan bahkan apa kau tahu, Cho Kyuhyun, apa yang dilakukan Ayahmu demi melihat kau bekerja diperusahaannya. Demi menghentikan semua tingkah lakumu yang memuakkan itu.”

    Rahang Kyuhyun mengeras begitu saja ketika Je Wo semakin menyentuh dasar emosi dalam dirinya.

    “Ayahmu bersujud dihadapan kekasihku agar mau merelakan aku untukmu.”

    Je Wo melangkah pelan hingga akhirnya kembali berdiri tepat dihadapan Kyuhyun. menatap pria itu penuh intimidasi. Tidak bisa dia pungkiri jika rasa puas mulai menyelimutinya melihat reaksi yang Kyuhyun perlihatkan. Setidaknya, Je Wo mulai mengerti bagaimana cara menaklukan pria itu.

    “Aku tahu kau menyimpan dendam padaku, Cho Kyuhyun. Mengingat bagaimana watak aslimu, sekalipun aku bersujud memohon padamu untuk melepaskanku, kau pasti tetap tidak akan pernah melakukannya. Jadi, mari kita mulai permainan ini. Aku akan tetap menjadi tunanganmu, menerima semua perlakukan buruk yang nanti akan kau berikan. Aku juga tetap akan membantumu mendapatkan barang bukti pembunuhan itu. Aku akan melakukan apapun untukmu.”

    Alis Kyuhyun berjengit setelah mendengar penuturan Je Wo. Kyuhyun yakin gadis itu belum selesai berbicara, dan dia sudah menanti-nanti berita buruknya.

    “Tapi, kau harus berjanji satu hal padaku. Selama kita melewati permainan ini, aku akan mengajarimu beberapa hal.” Je Wo tersenyum kecil. Lalu mengangkat sebelah telapak tangannya dihadapan Kyuhyun. “Maaf, tolong, dan terima kasih.” Tiga jari Je Wo sudah melayang-layang pelan dihadapan wajah Kyuhyun. “Tiga kata yang tidak pernah kau gunakan selama ini. Sekalipun pernah, kau selalu mengucapkannya dengan keterpaksaan.”

    Kyuhyun mendengus kasar. “Apa yang ingin kau lakukan dengan ketiga kata itu?”

    “Aku akan membuatmu mengucapkan kata-kata itu dengan sendirinya dan tanpa keterpaksaan. Kata-kata itu akan keluar sendiri dari perasaanmu.”

    “Omong kosong.”

    “Kalau begitu berjanjilah untuk omong kosong ini. Berjanjilah, jika omong kosong ini benar-benar terjadi, maka kau akan melepasku.”

    Ini adalah point pentingnya. Je Wo sudah memikirkan perjanjian ini sejak semalam suntuk. Hanya ini yang dapat melepasnya dari jerat seorang Cho Kyuhyun. Je Wo yakin, sekalipun dia berlari dan bersembunyi, jika Kyuhyun tidak ingin melepaskannya, maka Je Wo tetap tidak akan terlepas. Untuk itu, Je Wo harus mencari cara bagaimana agar Kyuhyun sendiri yang akan melepaskannya.

    Je Wo merasa was-was saat Kyuhyun menatapnya tanpa ekspresi. Seperti sedang menela’ah seluruh inchi wajahnya tetapi Je Wo sulit untuk membaca apa yang sedang dipikirkan pria itu.

    Sampai pada akhirnya, Kyuhyun tersenyum miring padanya. Je Wo menarik napasnya kuat.

    “Rencanamu sangat mengesankan, Nona. Ingin segera terlepas dariku, ya?”

    Je Wo tertawa hambar. Sial, pikirnya. Kyuhyun dapat membacanya dengan mudah. Bahkan dia hampir semalam suntuk memikirkan rencana ini, tetapi Kyuhyun dapat mengetahuinya dalam waktu kurang dari dua menit. Sialan!

    “Baiklah,” desah Kyuhyun ringan tanpa beban. “Aku berjanji. Kau boleh mencobanya. Tapi, asal kau tahu saja, Shin Je Wo.” Kyuhyun menyeringai kecil. “Aku tidak mudah dikalahkan. Dan kau juga harus berjanji, jika kau tidak berhasil, maka kau tidak boleh kembali merajut hubungan bersama Choi Siwon. Kau harus tetap menjadi mainanku selamanya.”

***

Apa lagi yang bisa membuat Choi Siwon ternganga kalau bukan karena penuturan kekasihnya yang baru saja didengarnya. Je Wo memaksanya pulang tiba-tiba karena gadis itu berada dirumahnya, lalu setibanya di disana, Siwon harus mendengar cerita Je Wo yang hampir membuatnya terkena serangan jantung.

    “Sayang, kau sudah gila.” Gumam Siwon frustasi.

    Je Wo menggigit bibir bawahnya selagi menatap wajah pucat Siwon. “Maaf, tapi menurutku hanya cara itu satu-satunya yang dapat membuat dia melepaskanku.”

    “Kau tidak lupa siapa yang sedang kau hadapi, kan?”

    Je Wo mengangguk kuat. “Cho Kyuhyun, pria sombong, angkuh, dan berengsek itu.”

    “Lalu kenapa tetap membuat perjanjian seperti itu padanya?!” teriak Siwon. Pria itu tidak lagi duduk diatas sofa, melainkan berdiri tegak sambil meluapkan amarahnya. “Bagaimana kalau kau gagal? Apa aku harus rela melihatmu menjadi mainan laki-laki bajingan itu seumur hidupku?! Aku lebih baik mati dari pada harus merelakanmu padanya.”

    Je Wo turut berdiri, menyentuh lengan Siwon dan mengusapnya penuh hati-hati, “Aku tahu, aku tahu,” gumamnya pelan. “Aku mengerti kau takut kalau dia akan memperlakukanku dengan buruk. Aku tahu kau sangat mencintaiku, Oppa. Aku juga sama sepertimu. Lebih baik mati dari pada harus menjadi mainannya diseumur hidupku. Tetapi, matipun tetap tidak akan bisa membawaku kembali bersamamu, kan?”

    Siwon akhirnya menoleh dan menatap Je Wo yang tersenyum kecil padanya.

    “Aku sangat mencintaimu, Oppa. Tidak ada yang lebih membahagiakanku lagi selain hidup bersamamu. Dan jika semua harapanku bersamamu harus musnah hanya karena seorang Cho Kyuhyun, aku tidak akan sudi. Jadi, tolong percaya padaku. Aku butuh dukunganmu untuk melewati semua ini.”

    Masalah yang sedang menimpa hubungan mereka memang sangat rumit. Siwon memang sangat membenci Kyuhyun sejak pria itu meminta kekasihnya. Tetapi, memangnya dia bisa melakukan apa? Untuk memberontakpun Siwon takut. Bukan takut yang ditujukan pada Kyuhyun, tapi pada Ayah pria itu. Cho Yeung Hwan adalah pria mulia baginya dan Siwon tidak mau membuat pria itu kecewa.

    Siwon memeluk Je Wo, menghirup aroma coklat yang terhirup dari tubuh gadisnya. “Aku terlalu takut kehilanganmu, sayang.” bisiknya lirik.

    Je Wo tersenyum haru dalam pelukan itu. Mencintai Choi Siwon adalah hal terindah yang pernah dia alami dalam hidup.

***

Yesung tersenyum lebar sambil membalas lambaian tangan Donghae dan Hyukjae yang kini sudah berada di studio pemotretan yang sama dengannya. Hari ini Yesung akan melakukan sesi prewedding bersama Jung Hyemi, tunangannya. Yesung memang akan segera menikahi gadis itu, mengingat sudah lebih dari dua tahun mereka bertunangan dan baru ditahun ini Yesung dapat merencanakan pernikahan mereka. Yeah, pengusaha sukses sepertinya memang akan sangat sulit untuk mencari waktu meski demi kepentingan pribadinya sendiri.

    Yesung baru saja akan menghampiri mereka saat tiba-tiba Hyemi menahan lengannya. Pria itu melihat bibir Hyemi melengkung kebawah sambil menatapnya.

    “Kenapa?” tanya Yesung.

    Hyemi memutar bola matanya malas, “Kenapa mereka bisa ada disini?” sungutnya.

    Yesung melirik kearah Donghae dan Hyukjae yang sedang berbincang ringan sambil tertawa, lalu pada Kyuhyun yang terlihat baru saja memasuki tempat itu, kemudian kembali memandang calon istrinya. “Ada yang salah?”

    Kedua mata Hyemi terpejam menahan geraman. Lalu saat dia membuka matanya, kalimat luapan penuh kekesalan segera ia lontarkan pada Yesung.

    “Setelah hampir tiga tahun kita bertunangan, baru saat ini kau memiliki waktu untuk menikahiku. Bisakah kau melupakan ketiga temanmu itu sebentar saja? Bahkan disela-sela persiapan pernikahan kita, kau masih saja terus mengurusi masalah teman-temanmu, Oppa! dan sekarang, disaat kita harus melakukan pemotretan, kenapa kau juga membawa mereka kemari?!”

    “Karena disalah satu foto kita nanti, aku ingin mereka berada disana,” Yesung tersenyum lebar menjawab pertanyaan Hyemi. “Pasti akan mengesankan sekali.”

    “Oppa! Yang akan kunikahi itu kau, bukan mereka!!”

    Suara teriakan frustasi Hyemi berhasil membuat semua orang menatap terkejut pada sepasang calon pengantin itu. Yesung menggaruk belakang kepalanya kaku dan tersenyum kikuk pada semua orang.

    Setelah mereka tidak lagi menjadi sorotan, Yesung cepat-cepat menenangkan Hyemi.

    “Hyemi-ya, aku sudah terlanjur menyuruh mereka datang kemari. Kalau tiba-tiba saja aku menyuruh mereka pulang, mereka pasti akan marah padaku.”

    “Biar saja! Lagi pula apa untungnya mereka bagiku.”

    “Hei, mereka itu teman baikku.”

    “Tapi aku benci mereka. Selalu saja membuatmu jauh dariku.”

    Yesung tersenyum maklum. Di bingkainya wajah Hyemi dengan kedua telapak tangannya dan Hyemi menengadah untuk menatapnya.

    “Aku sangat mencintaimu, Jung Hyemi, sungguh. Tetapi, aku juga sangat menyayangi teman-temanku. Kau dan mereka adalah orang-orang terpenting dalam hidupku. Jika diantara kalian ada yang tidak berada disisiku dihari paling penting dalam hidupku nanti, rasanya tidak akan sempurna.”

    Hyemi mendengus pelan. “Tetap saja aku selalu disama ratakan bersama mereka bertiga. Memangnya aku tidak bisa lebih spesial dari mereka, ya?”

    “Hei,” Yesung menahan tawa gelinya. Calon istrinya ini meski terlihat dewasa, tetapi kerap kali bertingkah kekanakan jika sedang bersamanya. “Tentu saja kau jauh lebih spesial. Karena kau bisa menjadi istriku, sedangkan mereka…” Yesung berpikir sejenak, lalu tiba-tiba saja menggedikkan tubuhnya dengan raut wajah aneh.

    “Oppa, kau kenapa?” tanya Hyemi bingung melihat ekspresi Yesung.

    Yesung melirik ketiga temannya yang sedang menghampirinya, lalu berbisik pelan pada Hyemi. “Tiba-tiba aku merasa mual membayangkan menikahi mereka bertiga.”

    Bibir     Hyemi sontak menganga. Mengapa Yesung tiba-tiba membayangkan hal sebodoh itu? Hyemi mulai terkikik kecil sambil menutupi bibirnya saat ketiga pria itu sudah berada dihadapannya dengan tatapan bingung.

    “Ada apa?” tanya Hyukjae pada Yesung.

    Yesung menggelengkan kepalanya polos lalu mengalihkan pandangannya sambil mengerjap beberapa kali.

    Hyemi semakin tertawa kuat melihat ekspresi Yesung yang sangat lucu dimatanya. Hyukjae dan Donghae semakin memandangi sepasang calon pengantin itu dengan pandangan tidak mengerti. Hanya Kyuhyun saja yang tampak tidak memedulikan sekitarnya, lebih memilih berkutat dengan ponsel yang berada ditangannya.

    “Baiklah, aku mengganti gaunku dulu. Kalian bertiga segera bersiap-siap.” Hyemi mengangkat pangkal gaunnya yang panjang agar dapat berjalan dengan benar dan gaun itu tidak menyeret disepanjang jalan. Tapi baru saja berjalan beberapa langkah, Hyemi kembali berbalik dan tiba-tiba saja menatapi mereka bertiga dengan tatapan tajam. “Jangan melakukan hal-hal konyol selama pemotretan berlangsung atau aku akan menjadikan pemotretan ini sebagai pemotretan terakhir bagi kalian. Mengerti?”

    Donghae melebarkan kedua matanya, Hyukjae menahan tawa, sedangkan Kyuhyun hanya mengangkat wajahnya sebentar untuk memandang Hyemi lalu kembali berkutat dengan ponselnya lagi.

***

Persis seperti dugaan Hyemi, jika keempat pria itu sudah bertemu, maka dia pasti terasingkan. Lihat saja, setelah pemotretannya dan Yesung bersama ketiga pria itu selesai, Yesung malah sibuk berpose bersama ketiga pria itu. Segala macam gaya mereka lakukan demi mencari angle yang bagus.

    Memang benar, Yesung, Kyuhyun dan Donghae tidak perlu menjadi model profesional seperti Hyukjae untuk mendapatkan hasil yang memuaskan dalam urusan berpose. Keempatnya sudah seperti model papan atas yang memesona diseluruh pose yang mereka lakukan.

    Tapi, tetap saja hal itu membuat Hyemi merengut kesal.

    “Lebih spesial? Cih, Yesung Oppa menyebalkan!” rutuknya sambil menghempaskan diri diatas sofa, masih dengan dibaluti gaun pengantin yang cantik.

    “Hyemi sshi?”

    Mendengar ada seseorang yang memanggilnya, Hyemi menoleh keasal suara. Hyemi berjengit melihat seorang gadis yang kira-kira lebih muda darinya, sedang memandangnya dengan tatapan canggung.

    “Ya?”

    “Eum… apa kau adalah tunangan Yesung?”

    “Benar.” Hyemi mengangguk pelan sambil menatap gadis itu secara keseluruhan.

    Gadis itu tersenyum, lalu mendekati Hyemi. “Namaku Shin Je Wo. Yesung tadi meneleponku dan menyuruhku untuk datang menemuimu. Yesung bilang kau ingin bertemu denganku, kalau boleh aku tahu, ada apa sampai kau ingin bertemu denganku?”

    Sekali lagi, mulut Hyemi ternganga mendengar penuturan dari Je Wo. Memangnya kapan dia pernah menyuruh Je Wo datang menemuinya. Dan lagi, dia bahkan sama sekali tidak mengenal siapa gadis bernama Shin Je Wo ini.

    Hyemi tersenyum kaku pada Je Wo, “Tunggu sebentar, ya. Sepertinya ada kesalah pahaman disini.” Setelah mendapatkan anggukan Je Wo, Hyemi menoleh tajam pada keempat pria yang masih asik berpose didepan kamera. Sebenarnya yang akan menikah itu siapa?

    “OPPA!” panggil Hyemi dengan teriakan kuat sampai keempat pria itu menoleh serentak padanya.

    Hyemi mengacungkan telunjuknya kedepan, menggerakkannya dengan penuh intimidasi pada Yesung, agar pria itu segera mendekat.

    Mulanya Yesung tidak mengerti apa maksud Hyemi, tetapi saat melihat sosok Je Wo yang berdiri disamping Hyemi, Yesung segera tersenyum lebar lalu mengajak Kyuhyun, Hyukjae dan Donghae untuk menghampiri mereka.

    Kyuhyun yang tadinya memasang wajah normal saat melakukan sesi pemotretan bersama ketiga temannya, sontak memasang wajah malasnya menemukan keberadaan Je Wo disana. Tapi tetap saja, dia menuruti ajakan Yesung sampai akhirnya kini mereka sudah berada dihadapan Je Wo.

    “Kau sudah datang?” sapa Yesung ramah.

    “Ya.” Jawab Je Wo sekenanya.

    “Oppa, gadis ini bilang kau menyuruhnya kemari karena aku yang meminta. Apa maksudnya itu? Aku, kan_”

    “Ah… Hyemi-ya, cepat bawa Je Wo mengganti pakaiannya. Aku juga ingin melihatnya di foto pernikahan kita nanti.”

    “Apa?!” pekik Je Wo dan Hyemi serentak.

    Yesung tertawa kaku pada Je Wo yang menatapnya penuh peringatan, kemudian berbisik pelan pada Hyemi. “Sayang, dia adalah tunangan Kyuhyun. Mereka sedang bertengkar, aku ingin mendamaikan mereka. Kau bisa membantuku, kan?”

    Hyemi masih sulit mencerna apa yang baru saja dikatakan Yesung padanya. Tapi melihat kedua mata Yesung yang seperti sedang memberi kode, akhirnya Hyemi menurut dan mengajak Je Wo untuk mengganti pakaiannya.

    Sepeninggalan Hyemi dan Je Wo, Yesung sontak meneguk ludah beratnya menerima tatapan murka dari Kyuhyun.

    “Kenapa dia bisa ada disini?” Kyuhyun menekan setiap kata dalam kalimatnya.

    Yesung menampakkan cengiran polosnya. “Hyemi ingin sekali bertemu Je Wo. Dihari pertunangan kalian kemarin, Hyemi tidak bisa hadir, jadi Hyemi sangat penasaran ingin melihat seperti apa wajah Je Wo.”

    Hyukjae dan Donghae yang mulai mengerti kebohongan Yesung segera memalingkan wajahnya untuk menahan tawa geli mereka. Meski terkadang terlihat aneh, Yesung tetap saja memiliki otak yang sangat cerdas dalam urusan mensiasati orang lain. Mereka bangga memiliki Yesung.

    “Kalau begitu aku pulang.” Cetus Kyuhyun.

    “No, no, no,” cegah Donghae. Pria itu sudah menahan lengan Kyuhyun. “Kau sudah berjanji akan melakukan apa saja untuk pernikahan Yesung yang menurut Hyukjae tidak hanya akan terjadi sekali didalam hidupnya.”

    “Ya! Aku hanya akan menikah sekali, Lee Donghae!” protes Yesung.

    Hyukjae menggeleng pelan dengan penuh khitmat. Terkadang, Hyukjae memang sering memiliki insting sesuka hatinya.

    “Tapi aku benci kalau harus bertatap muka dengannya.” Kyuhyun mengumpat pelan saat melihat Hyemi dan Je Wo berjalan menghampiri mereka.

    Berbeda dengan bibirnya, jantung Kyuhyun malah sedikit berdebar ketika melihat penampilan Je Wo saat ini. Je Wo memakai gaun sebatas lutut berwarna putih, bagian bawah gaunnya sedikit mengembang, tetapi bagian atas gaunnya begitu pas membungkus tubuhnya. Gaun putih tanpa lengan dan hanya menutupi tubuhnya dimulai dari pangkal atas dadanya itu membuatnya semakin terlihat cantik.

    Meski berjalan dengan wajah kesal, Kyuhyun tetap dapat melihat kecantikan yang terpancar dari wajah Je Wo. Rambutnya yang tergerai melewati bahunya terurai ketika dia berjalan. Samar-samar, Kyuhyun meneguk ludahnya gugup dan memalingkan wajahnya.

    Donghae bersiul girang, Hyukjae adalah orang pertama yang menyambut kedatangan Je Wo dan merangkulnya meski Je Wo cepat-cepat menepis lengan Hyukjae.

    “Sekarang apa lagi? Apa kau juga sudah mempersiapkan calon pengantin pria untukku?” cibir Je Wo pada Yesung yang sontak tertawa pelan.

    Gadis ini sudah tahu kalau Yesung membohonginya setelah berhasil membujuk Hyemi untuk berkata jujur. Beruntung, Hyemi dan dia cepat akrab selama diruang ganti tadi.

    “Tenang saja, kami sudah menyiapkan bagian yang satu itu.” gumam Hyukjae, lalu mengerling sekali pada Yesung.

    Yesung merangkul Kyuhyun sambil berpura-pura mendesah bersalah. “Cho Kyuhyun, bagaimana kalau_”

    “Leluconmu sangat buruk, Hyung. Aku pulang.”

    Belum sampai Kyuhyun melangkah, suara Hyemi yang menginterupsi berhasil menghentikannya.

    “Awas saja kalau kau berani pulang sebelum pemotretan selesai. Aku akan melarang Yesung Oppa berteman denganmu lagi.”

    Kyuhyun kembali berbalik untuk menatap Hyemi malas, “Lakukan saja. Tidak ada untungnya bagiku berteman dengan kekasihmu.” Ucapnya tidak peduli, tetapi sekilas sempat melirik Je Wo.

    Kyuhyun sudah melangkah beberapa kali sampai akhirnya dia mendengar Je Wo bersorak girang.

    “Baiklah! Sudah tidak ada pengganggu lagi, mari kita melanjutkan kegiatannya. Yah, Lee Hyukjae, aku sudah secantik ini, jadi kau harus mengerahkan seluruh pesonamu untuk berpose denganku. Yeah… hitung-hitung aku dapat memamerkannya dengan beberapa temanku.”

    Tanpa dikomando, langkah Kyuhyun terhenti. Mendengar suara ceria Je Wo membuat telinganya panas. Apa-apaan gadis itu? Kenapa dia berbicara seolah-olah Kyuhyun adalah pengganggu disana. Padahal kedatangannya yang membuat Kyuhyun merasa tidak suka.

    Harga diri Kyuhyun selalu berada diatas segalanya. Dan Kyuhyun tidak sudi jika harga dirinya diinjak-injak oleh Je Wo begitu saja. Untuk itu, dia segera kembali menghampiri teman-temannya dan melihat senyuman lebar Je Wo lenyap begitu saja.

    “Kenapa kembali? Sudah, sana pulang! Membuat moodku buruk saja.” Usir Je Wo ketus.

    Kyuhyun tersenyum miring. “Setelah kupikir-pikir, kenapa harus aku yang pergi. Yang menjadi pengganggu disini adalah kau. Jadi, Nona, kau tahu dimana pintu keluarnya, kan?”

    Melihat Je Wo dan Kyuhyun saling bertatapan sengit, ketiga pria itu menyeringai. Donghae berbisik pelan pada Hyukjae. “Mau bertaruh? Kyuhyun pasti akan menang dan Je Wo akan segera pergi dari sini.”

    Hyukjae menggeleng tegas. “Aku mengira hal yang sebaliknya. Je Wo itu lebih keras kepala dibandingkan Kyuhyun.”

    “Tapi Kyuhyun tidak mungkin mau mengalah pada Je Wo.” sahut Yesung.

    Hyemi mendesah pelan lalu berujar. “Percayalah, tidak akan ada yang pergi dari sini diantara mereka berdua.” Kepala ketiga pria itu menoleh serentak pada Hyemi. “Lihat saja bagaimana cara mereka memandang satu sama lain. Sama-sama tidak ada yang mau mengalah.”


***

“Satu, dua, tiga.”

    Clik.

    “Bagus,” gumam sang fotografer. “Sekarang berganti pose.”

    Yesung menggelengkan kepalanya. “Silahkan ambil foto mereka berempat.”

    Yesung membantu Hyemi berdiri dan membawanya pergi meninggalkan yang lainnya. Kini tinggal Donghae, Hyukjae, Kyuhyun dan Je Wo. Tadinya, mereka berdiri dibelakang sofa yang ditempati oleh Yesung beserta Hyemi. Tetapi setelah mereka pergi, keempatnya saling berpandangan, menanti siapa yang akan duduk diatas sofa itu.

    “Apa?” tanya Donghae menjawab tatapan Je Wo. “Tidak mungkin aku dan Hyukjae yang duduk disitu, kan? Bisa-bisa fansku akan menangis semalaman mengira aku akan menikahi Hyukjae.”

    “Cih, sutradara sepertimu memangnya mempunyai fans, huh? Menggelikan.” Cibir Je Wo.

    Donghae tertawa hambar. “Hyukie, katakan padanya.” perintahnya dengan gaya angkuh.

    Hyukjae hanya mendesah malas, lalu tiba-tiba meraih pergelangan tangan Je Wo yang saat ini memang berdiri disampingnya, membawa Je Wo duduk bersama diatas sofa. “Kau tidak keberatan duduk bersamaku, kan?”

    Melihat Hyukjae mengerlingkan matanya, Je Wo tertawa geli. Hanya Kyuhyun yang berdiri malas dibalik sofa sambil menggerutu pelan. Waktunya terbuang sia-sia hanya untuk meladeni gadis itu.

    Clik.

    Sang fotografer tersenyum puas melihat hasil jepretannya. Bahkan yang sangat mengejutkan, kini semua orang sudah berkumpul dan mengelilingi tempat pemotretan itu sambil mengarahkan ponsel mereka masing-masing. Semua staf sepertinya lebih memilih mengambil gambar keempat orang itu dari pada harus melakukan pekerjaan mereka.

    “Eh, kenapa semua orang jadi berkumpul seperti ini?” bisik Je Wo.

    “Tidak mungkin karena reputasiku sebagai sutradara semakin meningkat.” Gumam Donghae percaya diri.

    Kyuhyun melirik kesal padanya.

    “Ah, aku tahu!” Hyukjae menepuk dahinya pelan. Kemudian memutar kepalanya kebelakang, “Hae! Ayo kita pergi. Semua orang pasti ingin mengabadikan foto mereka berdua. Kau tahu, kan, akhir-akhir ini mereka sering menjadi bahan perbincangan netizen?”

    “Bahan perbincangan netizen?” ulang Je Wo terkejut.

    Hyukjae mengangguk, lalu beranjak pergi bersama Donghae tanpa memedulikan teriakan Je Wo.

    “Foto mereka berdua saja.” Ujar Donghae pada sang Fotografer.

    Kedua mata Je Wo dan Kyuhyun melotot bersamaan. Kenapa jadi mereka yang harus di foto? Je Wo ingin sekali memaki Donghae dan Hyukjae kalau saja ditempat itu tidak sedang banyak orang. Dan lagi, apa maksudnya mereka sering dibicarakan netizen? Memangnya sejak kapan Je Wo beralih profesi menjadi seorang artis?

    “Kyuhyun sshi, bisakah kau duduk disamping tunanganmu?” pinta fotografer itu.

    Bola mata Je Wo semakin melotot mendengarnya. Apa-apaan mereka semua? Lalu kenapa fotograer itu tahu kalau mereka sudah bertunangan? Atau jangan-jangan… Je Wo melirik sekumpulan orang yang tersenyum-senyum dan masih mengarahkan ponsel kearah mereka berdua.

    Ya, ya, ya, seharusnya aku tahu kalau pria sialan ini sangat terkenal dan oh, bodohnya aku! Tentu saja mereka tahu aku adalah tunangannya. Yaiks! Aku tidak sudi!

    Selagi Je Wo mengumpat tiada henti didalam hatinya, tiba-tiba saja Kyuhyun sudah duduk disampingnya. Mereka berdua saling bertatapan sengit satu sama lain, kemudian sama-sama menggeser letak duduk mereka kesudut sofa. Yang benar saja! Jelas-jelas mereka berdua saling membenci satu sama lain, bagaimana bisa semua orang ingin sekali melihat mereka berdua dalam satu momen.

    Je Wo melihat Donghae menggigit lengan Hyukjae frustasi sampai pria itu memukul kepalanya. Ya, mungkin sebagai sutradara yang handal, Donghae merasa adegan yang tersaji dihadapannya tidak sesuai harapan.

    Berbeda dari kedua pria itu, Yesung dan Hyemi malah tertawa geli melihat Je Wo dan Kyuhyun.

    “Wah, aku tidak bisa mengambil angle yang bagus kalau jarak kalian sejauh itu.” ujar Fotografer itu.

    Je Wo tersenyum kaku padanya.

    “Memangnya siapa yang memintamu mengambil fotoku? Yang akan menikah bukan aku, tapi dia,” dagu Kyuhyun mengarah pada Yesung. Lalu kembali menatap tajam pada sang Fotografer. “Jadi jangan pernah mengaturku lagi atau_” Kyuhyun tersentak kuat saat tiba-tiba saja lengannya ditarik paksa oleh Je Wo hingga akhirnya mereka berdua sudah duduk saling berdampingan.

    “Kuharap kau bisa melakukannya dengan cepat.” Ujar Je Wo sopan pada si fotografer.

    Kyuhyun mendesis kuat sambil berusaha melepaskan lengan Je Wo dari lengannya. “Apa-apaan kau, huh?”

    “Diam dan turuti saja kemuan mereka. Kau tidak lihat semua orang sedang memerhatikan, kita, huh? Bersikap hormatlah sedikit pada orang lain. Fotografer itu juga sedang menyelesaikan pekerjaannya.” Umpat Je Wo pelan tapi tidak mau menatap Kyuhyun dan lebih memilih menatap pada lensa kamera. Oh, Tuhan… biarkan waktu berjalan cepat saat ini. Berada disamping Kyuhyun terlalu lama bisa membuatku semakin cepat bertemu denganmu di Surga, batin Je Wo memelas.

    “Huh!” Kyuhyun mendengus kasar. “Bilang saja kau sengaja mencari kesempatan.”

    “Tutup mulutmu.”

    “Jangan kau pikir aku akan luluh begitu saja. Kau salah besar.”

    “Oh, Tuhan. Menggelikan.”

    “Dasar gadis payah!”

    “YAH!”

    Clik.


***

Memalukan! Je Wo berkali-kali merutuki dirinya. Semua orang pasti sedang membicarakannya setelah apa yang dia perbuat beberapa menit yang lalu. Je Wo sudah kembali memakai pakaiannya saat mendatangi studio, berdiri seperti orang bodoh diluar sambil meratapi kelakuannya sendiri.

    Studio itu hampir saja menjadi arena tinju antara Kyuhyun dan dirinya. Bahkan, kalau saja orang-orang tidak berusaha melerai mereka, mungkin saja polisi sudah memenuhi tempat itu. Je Wo tidak menyangka kalau Kyuhyun sama sekali tidak terpengaruh dengan puluhan orang-orang yang mengelilingi mereka tadi untuk tetap meladeni Je Wo.

    Segala umpatan dan sumpah serapah masing-masing terdengar dari bibir mereka berdua. Dan hal itu pula yang membuat Je Wo ingin sekali menenggelamkan dirinya kedasar lautan atau menceburkan dirinya kedalam neraka. Holy shit!!

    Je Wo mengacak-acak rambutnya gusar, bibirnya mengeluarkan umpatan kekesalan pada dirinyanya sendiri. Sampai ketika kedua matanya menangkap sosok pria yang berdiri diseberang jalan, sedang memandanginya serius, barulah dia menghentikan rutukannya.

    Pria itu terasa sangat familiar dimatanya. Rambut panjang serta gaya urakan pria itu memuat Je Wo langsung mengenalinya. Tiba-tiba saja jantung Je Wo berdegup kencang, ia nyaris ingin berlari saat melihat senyuman menakutkan yang disunggingkan pria itu sebelum dia pergi menaiki mobilnya.

    “Apa yang dilakukannya disini?” gumam Je Wo. Tanpa sadar, tubuhnya mulai gemetar dan wajahnya sedikit pucat.

    “Hei,” Je Wo tersentak merasakan sebuah tepukan di bahunya. “Apa yang kau lihat? Serius sekali.” gumam Hyukjae padanya.

    Dibelakang tubuh pria itu, ada Yesung dan Hyemi, lalu Donghae. kemudian, Je Wo melihat Kyuhyun berjalan lambat menuju mereka dengan wajah marahnya.

    Tapi bukan itu yang dipedulikan Je Wo saat ini. Ada yang lebih penting dan dia merasa harus bertanya pada salah satu diantara mereka.

    “Je, kau baik-baik saja?” tegur Yesung ketika tidak mendapatkan jawaban apapun dari Je Wo.

    Je Wo memandangi mereka satu persatu, “Apa… apakah Heechul tinggal di daerah ini?” tanya Je Wo pelan, hampir menyerupai bisikan.

    “Heechul?” ulang Kyuhyun. Pria itu sudah berdiri disamping Je Wo dan memandangi gadis itu dengan pandangan awas.

    Je Wo mengangguk kuat. Wajahnya terlihat semakin pucat.

    Keempat pria itu saling berpandangan tidak mengerti.

    Yesung menggelengkan kepalanya. “Tidak. Kenapa kau tiba-tiba membicarakan Heechul?”

    Kedua mata Je Wo kembali memandang keseberang jalan, dimana tadi dia sempat melihat Kim Heechul berdiri disana dan memandanginya dengan cara yang menakutkan. “Aku baru saja melihatnya berdiri disana, dia sedang memandangiku.”

    Semua orang membeku ditempatnya setelah mendengar penjelasan Je Wo. Hanya Hyemi memasang wajah tidak mengerti, memandangi mereka satu persatu.

    Kyuhyun menyentak lengan Je Wo kearahnya. “Kau yakin? Apa kau tidak salah mengenali orang?”

    “Aku yakin. Aku benar-benar melihatnya. Dan sepertinya, dia memang sudah cukup lama mengamatiku.”

    Tanpa sadar, Kyuhyun meremas cekalan tangannya pada lengan Je Wo hingga gadis itu sedikit meringis. Kim Heechul, pria itu sudah mulai memata-matai Shin Je Wo.

    “Apa Heechul tahu kita juga berada disini?” Hyukjae menggumam pelan.

    “Tapi selama ini Heechul tidak pernah memata-matai siapapun diantara kita.” Timpal Yesung.

    Je Wo semakin merasa ketakutan saat wajah pria-pria itu menggambarkan kecemasan yang mendalam. Apa keberadaan Heechul memang semengerikan itu?

    “Kyu, sebaiknya bawa Je Wo pergi dari sini. Kita akan berkumpul dirumahmu untuk membicarakannya.” Ujar Donghae.

    Kyuhyun mengangguk singkat, lalu segera menarik Je Wo ikut bersamanya, berjalan dengan langkah lebar menuju mobilnya. Meski lengannya terasa sakit, lalu Kyuhyun memaksanya masuk kedalam mobilnya dengan cara yang sedikit kasar, Je Wo berusaha menahan erangan protesnya. Bukan waktu yang tepat untuk mulai beradu argumen dengan pria itu.

    Saat mobil Kyuhyun mulai melaju, Je Wo sempat melirik Hyukjae, Donghae dan Yesung memasuki mobilnya masing-masing. Mobil ketiga pria itu seperti sedang mengawal mobil Kyuhyun.

    Kyuhyun semakin menambah kecepatannya dan Je Wo tergagap menarik seltbeltnya. Gadis itu berusaha mengatur napasnya yang terasa memburu karena menahan rasa takut dan cemas. Hanya karena seorang Heechul, mereka semua bisa menjadi seperti ini.

    Diam-diam, Je Wo melirik kesampingnya. Mengamati wajah serius Kyuhyun yang penuh ketegasan dan juga kemarahan. Kedua tangannya mencengkram kemudi mobil, matanya yang menyala-nyala menatap lurus kedepan hingga Je Wo nyaris merasa takut dibuatnya.

    Apa emosi seperti ini tidak berbahaya baginya? Penyakit gangguan mental memang akan sangat sensitif dengan kenaikan emosinya meski dia telah dinyatakan sembuh, kan? Batin Je Wo. Entah kenapa, dia malah mulai memikirkan cara untuk mengurangi kadar emosi yang sedang melanda Kyuhyun saat ini.

    Mungkin sebaiknya aku mengajaknya bicara agar dia sedikit rileks.

    “Cho Kyuhyun, apa Heechul benar-benar semengerikan itu?” Je Wo bertanya pelan, sementara tangannya yang masih memegang seltblet semakin mencengkram benda itu.

    “Apa dia terlihat sangat jinak saat ingin memperkosamu kemarin?”

    Glek.

    Je Wo menelan ludahnya susah payah. Bahkan Kyuhyun sama sekali tidak berpikir dua kali untuk menjawab pertanyaannya, meliriknya pun juga tidak. Jelas sekali cara ini gagal, karena Je Wo masih bisa melihat kemarahan diwajah Kyuhyun.

    Baiklah, mungkin dia harus lebih bekerja keras.

    “Dia lumayan sedikit jinak. Apa lagi setelah aku berhasil menendang bagian tubuh terpentingnya. Dia sama sekali tidak bisa berkutik dan aku bebas memukulinya sebelum kabur.”

    Je Wo menggigit bibir bawahnya, masih mengamati setiap ekspresi yang terbaca olehnya dari wajah Kyuhyun. Pria itu memang tidak membalas perkataannya, tetapi sedikit demi sedikit, kemarahan yang tadi terpancar berangsur hilang. Digantikan dengan ekspresi berpikirnya.

    Samar-samar Je Wo mendesah lega. Sukurlah.

    Sisa perjalanan pulang itu, dilewati mereka dengan saling berdiam diri. Begitu juga saat mereka sudah sampai dirumah, Kyuhyun hanya membiarkan Je Wo duduk mematung seorang diri diatas sofa sedangkan dia berlalu memasuki dapur.

    Selang beberapa menit, Yesung, Hyemi, Hyukjae dan Donghae sampai. Je Wo mendesah lega melihat kedatangan mereka, setidaknya dia sudah memiliki teman berbicara karena Kyuhyun masih belum terlihat kembali dari dapur.

    “Dimana Kyuhyun?” tanya Yesung pada Je Wo. Hampir saja gadis itu membuka mulutnya, tetapi suara Kyuhyun lebih dulu mengintrupsi.

    “Aku disini.” Dia berjalan cepat menghampiri yang lain, duduk diatas sofa tunggal sambil membawa segelas air dingin ditangannya.

    “Je,” Yesung memaggil Je Wo dengan suara tegasnya. “Sekali lagi kami bertanya padamu. Apa kau yakin orang yang sedang mengamatimu sejak tadi adalah Heechul?”

    Hembusan napas berat lolos dari mulut Je Wo. “Oppa, aku sangat yakin. Aku masih hapal senyuman sialan miliknya itu. Sungguh, aku benar-benar melihatnya.”

    Yesung melemparkan tatapan penuh artinya pada Hyukjae dan Donghae yang serentak mendesah berat. Kemudian, menatap Kyuhyun yang kali ini tampak memegang gelasnya dengan lebih erat.

    “Sepertinya dia tertarik pada Je Wo.” gumam Yesung. Je Wo mlebarkan kedua matanya mendengar penuturan Yesung. “Heechul tidak akan puas sebelum mendapatkan apa yang diinginkannya. Mungkin awalnya dia memang hanya berniat mempersulit Kyuhyun dengan meminta Je Wo. Tapi, seperti yang kita tahu, Je Wo dapat lolos darinya, hal yang sebelumnya tidak pernah terjadi padanya. Kupikir, berhasilnya Je Wo meloloskan diri darinya semakin membuatnya merasa tertarik untuk mendapatkan Je Wo.”

    “Pria sialan!” maki Je Wo seketika.

    Hyemi yang sejak tadi masih terus berusaha mencerna pembicaraan mereka semua, semakin tidak mengerti kemana arah pembicaraan mereka. “Sebenarnya apa yang sedang kalian bicarakan? Siapa Heechul? Dan apa hubungannya dengan Je Wo?”

    Yesung menatap lurus kedalam mata Kyuhyun yang sedang menatapnya. “Heechul pernah berusaha melakukan pemerkosaan pada Je Wo.”

    “Oh, Tuhan.” Hyemi menutup mulutnya dengan sebelah telapak tangan, menatap Je Wo dengan tatapan lirihnya.

    Mengerti maksud tatapan yang diberikan Yesung padanya, Kyuhyun hanya bisa membuang wajahnya. Ya, semua ini memang kesalahannya. Kalau saja saat itu dia tidak menyerahkan Je Wo pada Heechul, mungkin saja masalahnya tidak akan serumit ini.

    “Aku akan menemui Heechul besok.” Ucap Kyuhyun setenang mungkin meski semua orang tahu kalau dia tidak setenang yang terlihat.

    “Untuk apa?” sahut Donghae.

    “Apa lagi yang bisa kulakukan selain menuruti semua keinginannya seperti biasa,” Kyuhyun menggedikkan bahunya malas. “Setelah itu memintanya untuk berhenti mengganggu Je Wo.”

    “Terus saja menjadi boneka bodoh milik Kim Heechul.” Je Wo mencibir tiba-tiba hingga Kyuhyun menatap tajam padanya.

    “Kyu, kau tahu itu bukan jalan keluarnya.” Balas Hyukjae sambil mendesah lelah.

    “Lalu, kau ingin aku diam saja, membiarkan Heechul menangkapmu dan benar-benar memperkosamu, hm?” tanya Kyuhyun dengan senyuman culasnya yang tertuju pada Je Wo. “Kalau memang itu yang kau mau, baguslah. Kami semua tidak perlu bersusah payah untuk menolongmu.”

    “Mereka memang tidak perlau bersusah payah menolongku, karena kau yang menciptakan semua masalah ini. Kuharap kau tidak lupa siapa yang sudah menjualku padanya, Cho Kyuhyun.” balas Je Wo melemparkan tudingannya.

    Kyuhyun mengatupkan bibirnya rapat.

    “Tunggu,” Hyemi menyela cepat. Menatap Kyuhyun dengan tatapan tak percaya. “Jadi… yang menjualnya pada Heechul adalah kau?”

    “Ironis sekali, kan, Eonnie.” Sela Je Wo diiringi tawa hambarnya.

    “Kau sudah gila, hah?!” Hyemi menyemburkan kemarahannya hingga tubuhnya berdiri tegak.

    “Sayang, sudahlah. Jangan semakin memperumit keadaan.” Yesung mencoba menengkan Hyemi sambil menarik lengan gadis itu agar kembali duduk disampingnya.

    “Tapi, Oppa_”

    “Biarkan Heechul mendapatkanku.” Sela Je Wo tiba-tiba.

    Semua orang sontak menatapnya terkejut.

    Je Wo mengerti arti tatapan mereka semua, untuk itu dia kembali melanjutkan kalimatnya. “Bukankah kita juga mempunyai misi pada Heechul? Kita harus mendapatkan rekaman Video itu. Jadi, aku akan melakukan dua pekerjaan.”

    “Apa itu?” tanya Hyukjae tak sabar.

    Je Wo menarik napas panjang. “Mendekati Heechul dan menjebaknya dalam permainan kita, lalu mengambil rekaman Video itu. Dan menjebloskannya kedalam penjara.”

    “Ini gila!” umpat Donghae. “Apa kau pikir semudah itu menghadapi Heechul?”

    “Kami saja tidak pernah berhasil menghentikannya, apa lagi kau, Je.” Kini Hyukjae turut berbicara.

    Hyemi mengangguk setuju. “Lagi pula kalau kau mendekatinya, Heechul bisa saja kembali berniat memperkosamu.”

    “Memang itu yang kurencanakan.” Gumam Je Wo ragu.

    “APA?!” pekik mereka semua serentak, selain Kyuhyun yang hanya memandangi Je Wo dengan tatapan tenangnya.


***

Exhale. Inhael. Exhale. Inhale.

    Je Wo berkali-kali melakukan hal itu sejak mobil Kyuhyun berhenti didepan sebuah klub malam sekitar lima menit yang lalu. Gadis ini merasa sangat gugup dan takut sekarang. Malam ini, dia akan melakukan sebuah misi disana. Menjebak Kim Heechul untuk masuk dalam permainan mereka.

    Sebenarnya, Je Wo sendiri ragu dengan rencana yang telah dibuatnya. Dia saja tidak mengenal watak Heechul dengan baik, hanya mengenalnya dari kilasan cerita Yesung dan kedua temannya. Tapi lagi-lagi, ada sesuatu dalam diri Je Wo yang selalu menyemangatinya untuk melakukan pekerjaan berbahaya ini.

    “Lupakan saja rencana ini dan aku akan segera mengantarmu pulang.”

    Gumaman yang terkesan dingin itu membuat Je Wo berhenti melakukan aktifitasnya dan menoleh cepat pada Kyuhyun. Matanya menyipit tajam.”Jika kau tidak berniat membantu, setidaknya jangan mempersulitku dengan omong kosongmu.”

    “Kau tidak tahu Heechul adalah pria seperti apa.” Gumam Kyuhyun dengan gaya tenangnya seperti biasa, tetapi sebenarnya pria itu sedang berusaha menekan perasaan gusarnya.

    Je Wo memutar bola matanya malas. Rasanya percuma saja jika malam ini dia harus meladeni perdebatan Kyuhyun. Setelah merapikan pakaiannya, Je Wo berniat segera keluar dari mobil Kyuhyun. Tetapi, Kyuhyun menahan lengan Je Wo hingga gadis itu berbalik lagi kearahnya.

    “Apa?” tanya Je Wo ketus.

    Kyuhyun menatapnya sejenak, lalu menghela napas pendek dan tiba-tiba saja mendekatkan wajahnya kearah dada Je Wo hingga gadis itu menarik napas tercekat.

    “Kalian sudah bersiap-siap?” Kyuhyun berbicara pelan.

    Dibalik blazer hitam yang dipakai oleh Je Wo, ada sebuah microphone kecil. Alat itu sengaja Yesung berikan pada Je Wo agar nanti mereka dapat memantau apa saja pembicaraan yang terjadi antara Heechul dan Je Wo, Yesung juga tidak lupa memasang alat pendengar ditelinga Je Wo agar mereka mudah memberikan intruksi pada Je Wo.

    Kyuhyun sedikit menengadahkan wajahnya hingga kini wajah mereka sejajar dan rona merah diwajah Je Wo mulai terlihat, “Kau mendengar suara mereka?” bisik Kyuhyun pelan padanya untuk memastikan kalau-kalau alat itu ternyata rusak.

    Je Wo mengangguk gugup. Tidak sanggup memberi jawaban karena tiba-tiba saja perasaan canggung dan gugup menyelimutinya. Ya, dia mendengar suara Yesung ditelinganya. Tetapi, mereka terlalu dekat saat ini dan lagi-lagi Je Wo merasa sangat tertarik pada aroma tubuh Kyuhyun yang terasa nikmat baginya. Parfum apa yang digunakan pria ini sampai-sampai Je Wo sangat ingin menghirup dan memejamkan matanya untuk menikmati aroma yang digilainya ini.

    Mata Kyuhyun menatap langsung dalam kedua matanya. Seperti sangat ingin memastikan sesuatu.

    Kyuhyun akhirnya menarik tubuhnya sedikit lebih jauh hingga tanpa sadar Je Wo menghembuskan napas leganya. Je Wo takut kalau pengaruh aroma tubuh pria ini mempengaruhinya dan malah membuatnya menjadi gadis tidak waras karena tiba-tiba menerkam Kyuhyun.

    Je Wo akan menenggelamkan dirinya sendiri jika saja dia melakukan itu.

    “Jangan melakukan kontak fisik dengannya. Usahakan berada dalam jarak yang cukup jauh darinya. Jika dia menawarkan minuman padamu, jangan sekalipun pernah meminumnya. Yesung, Hyukjae dan Donghae tidak boleh berada terlalu jauh darimu. Tetap perhatikan sekeliling karena didalam sana terlalu banyak anak buah Heechul yang berjaga.” Urai Kyuhyun dengan wajah serius dan tegas.

    Mata Je Wo mengerjap cepat setelah mendengar semua penuturan Kyuhyun untuknya. Tidak peduli tawa renyah yang terdengar dari telinganya, Je Wo tetap merasa takjub dengan apa yang baru saja dikatan Kyuhyun padanya.

    Dia… sedang mencemaskanku, ya?

    Kali ini, Kyuhyun benar-benar memperlihatkan sisi lemahnya. Kecemasan. Dia benar-benar memperlihatkan perasaan itu secara gamblang dihadapan Je Wo. Tangannya terulur kedepan, menyentuh kerah Blazer Je Wo dan lagi-lagi gadis itu menahan napasnya.

    Kyuhyun membenarkan letak Blazer itu, mengupayakan microphone kecil yang terpasang dibaliknya tidak terlihat. Kemudian, Kyuhyun menyentuh rambut Je Wo, membenarkan letak tatanan rambut Je Wo yang sengaja digerai untuk menutupi alat pendengar yang terpasang ditelinganya.

    “Heechul tidak boleh tahu rencana ini. Kalau saja dia lebih dulu mengetahuinya sebelum kau keluar dari dalam sana, aku ragu kau akan selamat.” Ujarnya tegas, tetapi jemarinya bukan hanya mebernarkan letak rambut Je Wo. Melainkan, mengurai-urai helaian rambut kecoklatan itu dan sesekali memilin-milinnya.

    “Ada ketiga temanmu didalam sana.” Gumam Je Wo hampir menyerupai bisikan. Tetapi Je Wo tetap membiarkan apa yang dilakukan Kyuhyun pada rambutnya.

    “Mereka hanya bertiga, sedangkan Heechul memiliki anak buah yang berjumlah empat kali lipat dari mereka. Menurutmu, apa kau bisa diselamatkan, hm?”

    Ya, Cho Kyuhyun sedang mencemaskanku.

    Mendapati kenyataan seperti itu, Je Wo mengulas senyuman sederhananya yang mampu menghentikan gerakan jemari Kyuhyun dalam helaian rambut Je Wo. Setidaknya, dia mulai yakin kalau pria itu masih memiliki sisi manusiawi dalam hatinya. Kalau tidak, mengapa dia harus terlihat secemas ini pada orang yang tampak sangat dibenci olehnya. Tiba-tiba saja rasa optimis untuk membantu Kyuhyun keluar dari sosok mengerikan itu bangkit dalam dirinya. Gadis itu meraih jemari Kyuhyun yang bersandar kaku dihelaian rambutnya, membawa keatas pangkuannya sambil menggenggamnya erat.

    “Percaya padaku, kau akan mendapatiku dalam keadaan baik-baik saja setelah ini. Aku dan ketiga temanmu akan segera menemuimu dirumah. Jadi, santai saja, Cho Kyuhyun.” Ujar Je Wo meyakinkan.

    “Sekarang, sebaiknya kau pulang. Jangan sampai salah satu anak buah pria itu tahu keberadaanmu. Kami tidak akan lama.” sambungnya lagi. Melihat Kyuhyun tidak terlihat akan menjawabnya, Je Wo akhirnya memilih keluar dari dalam mobil dan berjalan penuh tekad memasuki Club malam itu.


***

Tempat itu terasa penuh sesak dengan seluruh pengunjungnya. Ditambah dengan musik yang dimainkan oleh DJ dan juga suara merdu Usher yang menyanyikan DJ Got Us Falling In Love Again miliknya semakin memadukan suasana yang panas.

    Je Wo telah berada dibalik meja bar, berusaha sebaik mungkin memerankan sandiwaranya sebagai gadis yang tampak sangat kacau. Sejak Je Wo memasuki tempat itu, yang dilakukannya hanyalah duduk diam memerhatikan isi gelasnya, sama sekali tampak tidak peduli dengan keadaan sekitarnya. Tapi dibalik semua itu, Je Wo masih setia mendengar semua intruksi yang diberikan Yesung padanya.

    Kami berada dibelakangmu, jangan cemas. Tetap berdiam diri seperti itu, Je. Karena sepertinya Heechul mulai memerhatikanmu.

    Tarikan napas tercekat itu tidak dapat dicegah oleh Je Wo. Heechul sedang merhatikannya, itu berarti sebentar lagi pria itu akan mendekatinya. Hal yang paling ditakuti oleh Je Wo tentunya.

    Je Wo menarik gelasnya yang hanya berisi minuman Cola. Dia meneguk minumannya berkali-kali hingga habis. Mendesah gugup sambil menghentakkan gelas itu keatas meja bar.

    “Kau ingin menambah minumanmu, Nona?” seorang Bartender menawarkan sesuatu padanya.

    He’s coming.

    “God.” Gumam Je Wo begitu saja setelah mendengar suara Yesung ditelinganya. Je Wo kembali menarik napasnya kuat, bersiap-siap meneruskan perannya meski saat ini dia masih menatap Bartender itu tanpa mau menjawab pertanyaannya.

    “Berikan dia segelas Wishky.”

    Je Wo menoleh dengan gerakan lambat kesampingnya. Disanalah Heechul berdiri, memandangnya dengan senyuman culas yang menjijikkan. Je Wo melebarkan matanya, menatap Heechul seakan-akan pria itu adalah seorang Iblis pecabut nyawa.

    Je Wo bergerak dari tempatnya, melangkah mundur untuk menjauhi Heechul. Tapi sesuai perkiraannya, Heechul segera mencekal pergelangan tangannya.

    “Lepaskan tanganku.” Desis Je Wo tajam. Bagian ini bukanlah hal yang sengaja dibuat-buatnya, karena Je Wo memang merasa jijik jika Heechul menyentuhnya.

    Heechul tertawa renyah. “Santai, baby. Aku tidak berniat menyakitimu.”

    “Aku bilang, lepaskan, tanganmu!” Je Wo menekan setiap kata dalam kalimatnya.

    Heechul akhirnya melepas cekalan tangannya, mengangkat kedua telapak tangannya setara dengan sisi kepalanya sambil terkekeh. “Sudah kulepaskan.”

    Je Wo mendengus jengah, tatapan bencinya pada Heechul benar-benar tidak terelakkan. Dia masih ingat bagaimana saat Heechul mendorong tubuhnya keatas ranjang ketika di Hotel kemarin. Lalu membuka seluruh kancing bajunya dengan paksa. Sampai matipun, Je Wo tidak akan membiarkan pria ini bebas begitu saja setelah apa yang pernah dilakukannya.

    “Pria sialan!” tanpa dapat dicegah, umpatan itu lolos begitu saja dari bibirnya.

    Jaga emosimu, Je. Ingat rencana kita.

    Benar, rencana itu, gumamnya dalam hati. Je Wo harus tetap berada dalam kendali dirinya. Untuk itu, dia mulai menatap Heechul tanpa ekspresi, berharap Heechul tidak dapat membaca pikirannya.

    “Menjauh dariku,” perintah Je Wo dingin. “Aku tidak suka didekati pria sepertimu.”

    “Pria sepertiku?” Heechul tertawa hambar. “Ayolah, aku bahkan belum seberengsek tunanganmu itu, Baby.”

    “Cho Kyuhyun?”

    “U-huh.”

    “Cih, bukankah kau dan dia tidak ada bedanya? Kalian berdua sama-sama pria bajingan yang hanya bisa menyakiti orang lain.”

    “Kalau begitu…” Heechul menjilat bibir bawahnya penuh sensual hingga Je Wo ingin sekali melempar gelasnya pada wajah Heechul. “Kenapa kau masih saja betah berada disisinya? Bahkan kemarin, kau dan dia tampak mesra berfoto bersama.”

    Nah, ternyata benar. Dia menguntitku. Rutuk Je Wo dalam hati.

    Je Wo tersenyum miring. Sebuah senyuman yang berhasil dipelajarinya dari seseorang. “Aku harus selalu berada didekatnya agar dapat menusuknya selagi dia lengah. Setelah apa yang pernah dilakukannya padaku, sampai matipun, aku tidak akan pernah melepaskannya.”

    Senyuman culas yang sejak tadi terukir dibibir Heechul sirna begitu saja. Sekarang, pria itu hanya memandangi Je Wo dengan wajah seriusnya yang baru kali itu dilihat oleh Je Wo.

    Menyeramkan.

    Melihat reaksi yang diberikan oleh Heechul, Je Wo merasa awas. Apa lagi, saat pria itu tiba-tiba melirik sekelilingnya. Membuat Je Wo mulai takut kalau pria itu sudah menyadari rencananya dan juga tahu kalau Yesung, Hyukjae dan Donghae berada disana. Kedua telapak tangan Je Wo mendadak basah oleh keringat dinginnya.

    Jangan terlihat gugup didepannya.

    Yesung memberikan intruksi.

    Bahu Je Wo yang tadinya menegang, kini mulai merosot perlahan saat gadis itu mulai menenangkan dirinya.

    “Menarik.”

    Satu kata yang diucapkan Heechul lagi-lagi membuat Je Wo tercekat.

    Pria itu kembali menyeringai padanya. “Kau bertemu dengan orang yang tepat, Nona.”

    Bagus. Bagus, Je. Sekarang, mulailah permainanmu.

    Je Wo tersenyum samar, “Kau?” dia mencibir jengah.

    Heechul mengangguk sekali. Ujung sikunya bertumpu pada pinggir meja bar. “Kita memiliki tujuan yang hampir sama. Kau ingin menghancurkannya, sedangkan aku… bisa memberikan jalan kehancuran itu untukmu.”

    “Jalan kehancuran?” tanya Je Wo dengan suara ragunya.

    Heechul bergerak mendekatinya.

    Dan Je Wo berusaha mencegah kedua kakinya untuk tidak berlari menjauhi pria itu. Dia tidak boleh mundur. Sedikit lagi, sedikit lagi permainan ini akan dimulai.

    Heechul berdiri tepat didepannya. Menatap kedua matanya dengan tatapan penuh damba. Seakan-akan Je Wo adalah sesuatu yang memang harus dia dapatkan. Heechul mengulurkan tangannya kedepan, merambat masuk melalui celah leher Je Wo lalu menarik tengkuk gadis itu mendekat padanya.

    Je Wo menahan napas tercekatnya dengan kedua tangan terkepal. Dia akan melakukan apa?! Teriaknya dalam hati.

    “Bekerja sama denganku, maka dia akan segera menjadi boneka mainanmu, baby.”

    Bisikan Heechul ditelinga kanannya membuat bulu roma Je Wo merinding serentak. Terpaan napas pria itu yang mengenai telinganya membuat Je Wo benar-benar merasa jijik. Tetapi, disamping itu, hatinya bersorak girang. Heechul sudah masuk kedalam perangkapnya.

    Je Wo mendorong cepat tubuh Heechul hingga pria itu terhuyung kebelakang sambil tertawa puas. Terlalu lama berdekatan dengan pria itu membuat Je Wo merasa mual.

    “Aku bukan gadis bodoh yang mudah kau kelabui, Kim Heechul.” Sudut bibirnya terangkat sedikit keatas. “Kau pikir, aku akan tertarik dengan tawaranmu itu? Sudah kubilang, kau dan dia itu sama. Jika dia saja bisa membohongiku dan menjualku padamu, lalu mengapa kau tidak, hm?”

    “Aku tidak sebodoh tunanganmu yang dungu itu, sayang.” cibir Heechul.

    Kau yang dungu! Pekik Je Wo dalam hati.

    Bola mata Je Wo berputar malas. “Sudahlah, aku muak mendengar ocehanmu.” Kemudian, Je Wo memutar tubuhnya dan bersiap-siap untuk pergi.

    “Apa kau tahu mengapa Kyuhyun selalu menuruti semua keinginanku termasuk memberikan tunangannya sendiri padaku?”

    Langkah Je Wo terhenti. Tetapi dia tetap memunggungi Heechul.

    “Itu semua karena kelemahan Cho Kyuhyun ada padaku.”

    Kau hanya butuh melakukan sentuhan terakhirmu, Je.

    Je Wo mengangguk pelan pada intruksi yang diberikan Yesung padanya. akhirnya, Je Wo kembali berbalik untuk menatap Heechul yang kemudian tersenyum menang.

    “Apa itu?” tanya Je Wo masih tetap memasang wajah datarnya.

    Heechul melipat kedua tangannya didepan dada sambil tertawa. “Jawabannya akan kau temukan besok. Pukul sepuluh pagi, Bar Novotel Ambassador Gangnam. Tempat dimana kita pernah bertemu sebelumnya.”

TBC

181 thoughts on “Love in The Dark – Two –

  1. Si heechul tuh beneran gak tau rencana je wo? Masa heechul mudah banget ditipu, pakai bisik bisik lagi, ahh greget.
    Je wo dah mulai terpesona ya sama kyuhyun, kyuhyun nya dah khawatir khawatir haha tapi kyuhyun dingin banget
    konfliknya keren, Je wo berani lagi langsung deketin heechul.
    Ditunggu next part nya..

  2. Hah. Kurang deg2an ny . Kurang greget eoon. But good job.
    Tulisan yg bagus eoon meskipun msih ad yg kurg hurf atau salah huruf.
    Ditunggu part selanjutnya🙂

  3. Heeeish heechul serem amat sih! Jadi ikutan jijik ama dia… apa heechul dulunya juga ada sangkut pautnya sama changmin selain sebagai perekam tindakan kyuhyun dulu? Penasaraaaaaan~ ditunggu kelanjutannya yow

  4. Ahh bikin penasaran,,,
    Kyuhyun mulai khawatir pada je wo

    Kyyaa, aku makin suka padamu kyuhyun.

    Eonni jangan lama2 updatenya, ff ini bikin aku ketagihan dan selalu semangat dalam berkaya ^¡^

  5. AHHHh~ rasanya tuh pen teriak yg kenceng pasa liat tulisan TBC. Kenapaa harud ada tbc 😂 chemistrynya dapet bangett eonniii, dibikin greget ama setiap adegan di ff ini. Kyuhyun, oh my babe your so percfect 😍*gilanyakumat xD . AH ya, kak ami maaf yah aku langsung lompat kesini tanpa meninggalkan comment di part 1 😚 emang deh kak ami yang paling top buat kita greget gakjelas dan menunggu harpan yang tak kunjung datang 😄 udh ah komennya kasian yg baca :v top bgt dah buat kak ami lope lope diudara ❤❤ ditunggu part senjutnya, entah sampai kapan .-. Kita masih bersedia kok di phpin demi ff itu xD

  6. Part 1 salah tangkap aku fikir Yesung yang gila ternyata Changmin toh , Heecul bener bener menyeramkan dia seperti Psychopat kasian Kyu kaya boneka gara-gara video itu , aish Je Wo gila setiap berinteraksi sama Kyu cuman kata-kata kasar yang keluar tapi kalo lagi sama Siwon beh langsung jadi wanita anggun menyebalkan_- , semoga nanti Je Wo bisa tergila-gila sama Kyu dan ninggalin Siwon:D

  7. Aku lupa pernah baca efef part ini atau belum soalnya waktu itu eonni keburu hiatus jadi aku pikir lanjutannya bakalan nanti2 kalau udah lama hehe
    Meskipun udah rada lupa sama kisah awalnya tapi sambil dibaca sambil diinget juga asal mula kenapa nya ahahaha
    Keren eon, aku selalu suka efef disini selalu dapetin fell yg bacanya jadi serasa masuk ke dunia fiksi dari ceritanya, good job eonni!!

  8. Heechul emang bener bener licik r
    Uuui je wo padahal masih trauma sama apa yang udah dilakuin heechul , tpi tetep aja masih berani deketin heechul , hebakk je wo ,
    Paling enggak kyuhyun masih bisa merasakan yang namanya kawatir sama seseorang

  9. menegangkan,mendebarkan pkonya bkin dag dig dug…
    jewo ini emang unik, salut banget sama keberanian dia…huhhh tapi masalahnya kali ini jewo berhadapan langsung sama seorang heechul…duhh ngeri deh bayanginnya
    kalau liat gimna cemasnya kyuhyun wktu jewo mau masuk keclub itu, berasa liat sisi lain dari cho kyuhyun yg biasanya datar”aja…wkwk

    aku kok kepikiran kalau heechul itu sebenernya udah tahu sama siasat kyuhyun dkk. cuma heechul kyak main” aja gitu. jadi khawatir deh sama jewo…huhu

  10. shin je wo berjuang lah untuk menghadapi heechul. cho kyuhyun udh mulai menunjukkan rasa ketertarikannya nih sama je wo
    oh ya… heechul itu siapa sih… ko dia punya banyak anak buah. apa dia bekerja di dunia gelap juga atau dia bos mafia???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s