FF Contest – Moonlight

image

Judul : MOONLIGHT

Author : Shin Amplie

Genre : Romance & Sad

Ratting: PG-15

 

Shin Je Wo menatap bulan yang bersinar di malam hari. Angin malam yang dingin melewatinya sambil menerbangkan dedaunan pohon yang mulai mengguning dan berguguran meninggalkan pepohonan. Udara dingin itu seolah tak menjadi penghalang untuknya melihat keindahan bulan malam itu, Je Wo duduk termenung diatas ayunan. Mata sayunya juga seakan tak pernah bosan menatap bulan yang besinar utuh saat  itu. Pemandangan itu sangat indah, tapi tak seindah perasaannya saat ini.

“Dia kembali, kenapa dia harus kembali?” Je Wo menatap kearah bulan seolah bertanya pada seseorang. “Aku sudah akan menghapus semua bayangannya tapi kenapa dia harus kembali?” perasaan Je wo benar-benar risau, namja itu telah kembali ke kehidupannya lagi. “kenapa?” pertanyaan itulah yang selalu berputar dibenaknya, semenjak pertemuan pertama kali dengan namja itu. Satu sisi ia amat bahagia bisa kembali melihat namja itu. Tapi, perasaan terluka karena namja itu masih berbekas dihatinya.

Tes… air mata membasahi pipi cantik Shin Je Wo ketika otaknya memutar kembali kenangannya bersama namja itu di masa lalu.

 Je Wo menatap namja yang sendang membaca buku di sampingnya. Tiba-tiba namja itu berbalik dan menatapnya. Je Wo menjadi gugup saat namja itu mendekatkan kepalanya, ia pun refleks menutup matanya dan menunggu tindakan namja itu selanjutnya. Namja itu menatap Je Wo sambil tersenyum dan kemudian ia mengarahkan tanganya untuk mengacak rambut gadisnya itu.

“Hey, apa yang sedang kau pikirkan?” ucap namja itu lembut.

Je Wo terseyum. Pipinya sedikit merah. Ia tersipu malu. “Ah, tidak ada.” Je Wo menyunggingkan senyumnya yang manis dan berusaha menghilangkan rona pipinya.

“Benarkah? Lalu mengapa kau menutup matamu itu?”

Sial namja itu sedang menggodanya.

“Jangan-jangan kau ingi aku menciummu yah?” namja itu menunjukan senyum jahilnya, pipi Je Wo makin memerah.

“Huum!” jawab Je Wo kemudian membuang  mukanya kesamping. Ia tidak akan bisa menang bila namja itu sudah meggodanya. Je Wo kemudian mendengar suara tawa namja itu.

Beberapa menit Je Wo masih melihat kesamping, ia penasaran karena kamar ini kembali  menjadi tenang. Saat matanya melirik ke samping, namja itu sudah terlarut kembali dengan buku yang tadi dibacanya. Je Wo melirik tangan namja itu, dengan sedikit malu ia menautkan jarinya dengan namja iut, namja itu pun menoleh kearahnya.

“Apakah kita akan terus bersama?” tanya Je Wo dengan pipinya yang bersemu merah, namja itu tersenyum lembut kemudian mengacak rambut gadisnya itu kembali tanpa melepas tautan jari mereka.

“Tentu saja kita akan bersama. Kau percaya padaku, kan?”  Je Wo tersenyum dan menganggukan kepalanya kecil. Kemudian menyandarkan kepalanya dibahu namja itu.

 Je Wo memejamkan mata saat penglihatanya semakin kabur. Angin malam berderu dingin, Je Wo menundukan kepalanya. Air matanya merambat melalui pipinya dan jatuh di tanah. Je Wo merasakan sakit ketika hal itu berputar. Ia merasa janjinya dan namja itu tak pernah terwujud. Itu hanya ucapan belaka. Kini janji mereka untuk bersama telah menjadi air mata. Walaupun kini pria itu kembali. Tapi, namja itu telah berubah menjadi sosok yang berbeda, bukan namja yang menatapnya dengan tatapan penuh cinta, tetapi tatapan ingin memiliki. Lebih seperti ambisi.

      Air mata Je Wo kembali terjatuh, air mata yang berisi kenanganya bersama namja itu. Kenangan manis yang kini memudar dan telah bergantikan dengan air matanya. Ia menangis dan hanya itu yang bisa dilakukannya sekarang

Dengan memikirkan kepergianmu air mataku terjatuh lagi.

Je Wo menatap bulan yang bersinar malam itu dengan tatapan kosong, rasanya sebuah mimpi bisa melihat namja itu kembali. Tapi perasaan sakit hati saat namja itu pergi tanpa alasan yang jelas dan meninggalkan rasa sakit yang amat luar biasa untuk Je Wo. Karena namja itu pula Je Wo tak berani lagi mengharapan sebuah cinta dari namja-namja manapun.

“My heart verry sick, but I miss you.” Je Wo tersenyum miris.

Hatiku sudah tertutup karenamu.

***

Shin Je Wo Pov.

Aku menatap sebuah cangkir coffe didepanku, kini dia sudah duduk dihadapanku. Aku sama sekali tak sanggup menatap wajahnya lebih dari lima detik, karena  rasa  sakit akan kembali datang kepadaku. Namja itu menatapku dengan tajam, aku merasa tatapannya sangat berbeda  dari tatapannya yang  dulu.

“Aku ingin kau kembali bersamaku.”

Aku ingin menangis mendengarkan ucapannya, dengan santainya dia berkata ingin aku kembali. Apa dia fikir aku sebuah layang-layang yang bisa ditarik dan ulur begitu saja. Aku mencoba menatap wajahnya, aku tak ingin dia menggangapku wanita yang lemah.

“Apa yang membuatmu berfikir aku akan melakukan itu?” aku mencoba tersenyum mengejeknya dan berusaha mati-matian menahan air mataku.

“Jangan menantanku, Je. Aku bukan namja yang suka keinginanku dilarang.” ucapnya dengan angkuh.

Dia?! kenapa dia benar-benar berubah? Aku mengepalkan tanganku menahan amarahku, beraninya dia mengaturku.

“Menantangmu? Siapa kau berani mengatakan itu padaku, aku bukan milikmu lagi Cho Kyuhyun, kenapa kau muncul lagi dihadapanku!” Namja itu menatapku datar, pertahanku runtuh. Air mata mulai membasahi pipiku.

“Aku hanya ingin mengambil milikku. Yaitu kau!”

Namja ini benar-benar berengsek! Apa dia tidak memiliki perasaan lagi. Mengambilku apa dia fikir aku sebuah barang.

“Kenapa kau ingin aku kembali, Kyu? Kau yang membuangku. Kau tahu betapa aku tersiksa saat kau pergi meninggalkanku? Menghadapi semuanya seorang diri. Kalau kau ingin aku kembali, kenapa baru sekarang kau mencariku? Kenapa setelah dua tahun kau pergi kau baru menginginkanku kembali? Kenapa tidak dari dulu, hah?!” aku tak peduli kalau kami menjadi pusat perhatian di cafe ini, asal aku bisa mengungkapkan semuanya. Rasa sakit ini!

Kyuhyun hanya menatapku datar. Tatapan itu seolah dia sama sekali tidak peduli dengan kesakitanku selama ini.

“Aku hanya ingin kita seperti dulu. Kau tidak mau?” Kyuhyun berdiri dari kursinya, dan mulai melangkah pergi.

“Kyuhyun, kenapa kau seperti ini, baik bila kau memang mau kita kembali.” Aku menahan tangannya sebelum dia benar-benar pergi. Aku meliriknya yang berdiri disamping kursiku. “Berikan aku alasan.” Aku menundukkan kepalaku,

“Apa maksudmu?”

Aku ingin menanggis mendengar suaranya yang sedingin es, kuangkat kepalaku agar bisa melihat kedua matanya. “Berikan aku alasan, alasan agar aku bisa kembali padamu lagi.” Aku menunggu jawabannya tapi, dia hanya menatapku dingin. Dia lalu membuang pandangannya kedepan dan mulai berjalan, melepaskan gengaman tanganku di tangannya.

Dan dia pun pergi.

Sekali lagi, sekali lagi dia meninggalkanku begitu saja, aku menghapus air mataku.

Tidak! Tidak boleh, aku tak boleh lagi menanggisinya. Beberapa menit kemudian ku alihkan pandanganku kearah luar jendela kaca cafe ini.

 Hujan. Mungkinkan Tuhan sedang melihatku? Dan ikut menanggisi kisah cintaku bersama namja itu? Aku berjalan keluar dari kafe itu menuju air yang turun membasahi bumi. Hujan mulai membasahi tubuhku, tapi aku tak peduli, aku merentangkan tanganku kemudian menutup mataku dan menikmati derasnya air yang mulai membasahiku, mungkin air mataku saat ini tidak lagi akan terlihat karena sudah bercampur dengan air hujan. Hanya beberapa menit kurasakan air itu menbasahi tubuhku, tapi kemudian air itu sudah tak membasahiku lagi. Ketika ku buka kedua mataku, sebuah payung hitam sudah berada diatasku. Seketika itu juga aku merasakan seseorang sedang berada di belakangku. Aku berbalik diantara rasa percaya dan tidak percaya, aku tersenyum getir kearah orang yang sedang menatapku dengan tatapan tidak sukanya.

“Apa yang sedang kau lakukan, Shin Je Wo?” dia seperti menahan emosinya, aku menundukan kepalaku. Cho Kyuhyun, kenapa kau kembali. “Hanya menikmati hujan.” aku tak berani melihat matanya, beberapa saat kemudian aku merasakan kain menempel di bajuku yang basah. Ternyata dia telah melepaskan jasnya untukku, lalu ia membawaku ke sebuah mobil yang tak jauh dari tempat kami tadi. Seorang pria keluar dari mobil itu, kemudian membukakan pintu mobil untuk namja itu. Ia pun membawaku masuk kedalam mobil itu.

***

Aku percaya kehangatanmu masih ada untukku.

Mobil itu memasuki halaman sebuah bangunan megah bak istana. Setelah mobil itu berhenti, beberapa orang datang untuk menyambut tuan rumah istana itu. Seseorang maju guna membukakan pintu mobil bagi tuannya tersebut. Namja itu keluar dengan angkuhnya.

“Cepat keluar!” suruh Kyuhyun  pada Je Wo.

Je Wo pun keluar dari mobil itu. Keadaan diluar masih hujan. Je Wo mengedarkan pandangannya pada rumah tersebut. Tempat ini terasa asing,  ia sama sekali tidak tahu bahwa namja itu punya tempat seperti ini. Mungkin namja itu memiliki tempat ini setelah mereka berpisah.

“Ikut aku.” suara bass namja itu membuyarkan lamunan Je Wo, ia pun kemudian menyusul namja itu masuk kedalam rumah.

Rumah ini sangat besar, ucap Je Wo dalam hati. Bahkan ini lebih besar dari rumah yang pernah dirinya huni bersama Kyuhyun. Je Wo terkagum-kagum melihat ruangan yang ada didalam rumah itu, ini bagaikan rumah impiannya selama ini. Je Wo terus mengikuti Kyuhyun sampai ke lantai dua. Merekapun berhenti didepan sebuah pintu yang sangat elegan. Kyuhyun kemudian masuk, ternyata itu adalah sebuah kamar tidur yang begitu menawan. Sangat megah dan mewah, Je Wo hanya bisa terkagum-kagum melihat kamar itu. Ia juga lupa kenapa dia mau dibawa oleh Kyuhyun

“Disana kamar mandi.” Kyuhyun  menunjuk sebuah pintu yang ada dipojok ruangan “Dan itu ruang pakaian, pilihlah salah satu pakaian disana.” Namja itu juga menunjuk pintu yang ada di depan pintu kamar mandi tadi. Kemudian Kyuhyun  mengamati Je Wo dari ujung kaki sampai kepala. “Jangan pernah mencoba bermain hujan lagi, aku tidak suka.” sekali lagi tatapan mengintimidasi dari namja itu muncul lagi. Je Wo hanya bisa menundukan kepalanya

“Tiga puluh menit lagi aku akan kembali, kau akan mendapat masalah bila belum selesai mengganti pakainmu.” Kyuhyun lalu pergi dari ruangan itu.

Je Wo mengangkat wajahnya sambil melihat punggung namja itu. “Kyu.” panggil Je Wo, namja itu menghentikan langkahnya tapi tak membalikan badannya untu menatap Je Wo.

“Kenapa?” sahut Kyuhyun

“Kenapa kau membawaku kesini?” tanya Je Wo lirih.

“Cepat ganti pakaianmu.” kyuhyun lalu keluar dari tempat itu.

Perasaan sedih kembali mengisi hatinya. Kenapa? Orang itu pernah menyakitinya. Tapi kenapa Je Wo sama sekali tak berani melawannya.

“Hey jangan bermain hujan nanti eomma dan appamu akan marah.” Je Wo memperingatkan namja yang sedang merentangkan tangannya di tengah hujan itu. Mendengar suara Je Wo, namja itu pun tersenyum lalu menghampiri gadis itu di teras rumah. Namja itu pun menarik gadis itu agar ikut menikmati hujan bersamanya.

“Yah! Apa yang kau lakukan. Kita bisa sakit, pabo!” protes Je Wo dengan apa yang dilakukan namja itu terhadapnya. Tapi namja itu hanya tersenyum kerahnya

“Hey, ini menyenagkan bukan, coba rentangkan kedua tanganmu seperti ini! Ini menyenangkan!” namja itu pun kembali merentangkan kedua tangannya. Je Wo pun mengikuti apa yang namja itu lakukan. Benar, ini memang menyenangkan.

Je Wo kembali menundukkan kepalanya, dia memang bukan orang sama seperti dulu lagi.

Semuannya memang berubah, tapi semakin kau menunjukan perubahanmu. Semakin aku sadar bahwa perasaan ini tak pernah berubah untukmu.

Je Wo duduk didepan sebuah cermin besar dikamar itu. Hari sudah petang, tapi Kyuhyun masih belum kembali kekamar itu. Ia sudah mandi dan mengganti pakaiannya, awalanya dia binggung harus menggunakan apa mengingat bajunya sudah basah. Tapi, setelah ia membuka ruang pakaian yang kyuhyun tunjukan tadi, ia benar-benar tak percaya, isi ruangan itu adalah pakaian-pakaian kyuhyun dan beberapa pakaian wanita.

     Saat pertama kali melihat pakaian-pakaian itu, Je Wo sempat sedih. Apakah ini pakaian-pakaian milik wanita-wanita yang bersama Kyuhyun saat mereka berdua berpisah. Tapi, Je Wo menepis pikiran itu. Dengan ragu ia mengenakan salah satu pakaian yang ada disitu, sebuah baju tidur, tapi lebih mirip sebuah long dress berwarna merah muda. Je Wo terlihat begitu  anggun saat dirinya mengenakan baju itu. Ia menatap dirinya didepan cermin.

“Aku harus pergi dari sini.” ucapnya pada dirinya sendiri. “Tapi…” perasaan ragu kembali menyelimuti hatinya. “Apakah dia akan kembali melepasku begitu saja saat aku pergi?” Je Wo sangat ragu dengan keputusannya, dia ingin kembali bersama Kyuhyun tapi dia takut Kyuhyun akan meninggalkannya lagi.

Je Wo menyapukan pandangannya keseluruh ruangan itu. Kini matanya tertuju pada sebuah pintu kaca, Je Wo berjalan menuju pintu itu. Setelah membukannya, teryata itu pintu balkon ruangan itu. Pemandangan dari balkon itu benar-benar menakjudkan. Dari sana ia bisa melihat taman bunga rumah itu yang kebanyakan ditanami oleh bunga mawar, bunga kesukaannya. Dan dari sana bisa melihat keindahan langit malam, walaupun langit pada petang itu masih menyisahkan sedikit awan hujan, tapi cahaya bulan dan  bintang-bintang masih terlihat dari sana.

Je Wo berdiri di ujung balkon sambil menatap bulan yang bersinar di malam hari. Angin malam menerbangkan beberapa helai rambutnya.

“Putus.”  kata itu muncul begitu saja dari bibir namja itu.

“Kyu, kau kenapa? Kenapa tiba-tiba kau berubah?” tanya yeoja itu, namja itu masih membelakanginya, tak ingin melihat wajah yeoja yang sudah dari kecil bersama dengannya.

“Sekarang aku sadar bahwa kita memang tidak bisa bersama.” namja itu berbalik  menatap yeoja yang wajahnya sudah berlumuran air mata.

“Tapi kenapa, kyu? Kita sudah berjanji akan terus bersama.” yeoja itu benar-benar tak sanggup menahan air matanya.

“Itu hanya janji anak kecil, Shin Je Wo, tidak ada gunanya. Sekarang, kita putus.” namja itu pergi begitu saja tanpa menoleh kearah yeoja itu.

Hancur itulah yang dirasakan yeoja itu. Bagaimana tidak, hanya Kyuhyun lah satu-satunya orang yang ia miliki didunia ini. Setelah orang tuannya meninggal, Je Wo tinggal bersama orang tua Cho Kyuhyun. Dari kecil mereka selalu bersama-sama sampai mereka saling jatuh cinta. Tapi, semuanya berubah saat kematian orang tua Kyuhyun. Mulai dari sana kyuhyun berubah. Tapi Je Wo pura-pura buta dengan perubahan sikapnya. Dan inilah puncak perubahan sikap kyuhyun.

Entah sudah berapa lama Je Wo berdiri dibalkon ruangan itu, sampai ia merasakan sebuah tangan melingkar di perutnya dan seseorang menyandarkan kepalanya di bahu Je Wo. Ia pun langsung menoleh kearah belakang.

DEG!

Jantungnya seolah berhenti berdetak, Kyuhyun sedang memeluknya dari belakang. Je Wo berusaha melepaskan tangan Kyuhyun yang melingkar diperutnya. Tapi Kyuhyun tak mau melepaskan tangannya.

“Jangan, biarkan seperti ini.” ucap Kyuhyun halus.

“Hanya sebentar, aku mohon, hanya sebentar.” ucap Kyuhyun lagi, Je Wo mendengar nada sedih dari suara Kyuhyun. Dan beberapa detik setelah itu Je Wo merasakan Kyuhyun mulai menghirup nafas di lehernya. “Nan jeomal bogoshipo…”

Je Wo memejamkan matanya, meresapi kalimat yang baru saja Kyuhyun lontarkan kepadanya. Jantung Je Wo serasa ingin meledak. Kalimat itu begitu indah untuknya walaupun Kyuhyun mengucapkannya dengan nada sedih.

       Tanpa sadar, Je Wo meletakan tangannya diatas tangan Kyuhyun yang sedang memeluknya dari belakang. Pelukan ini adalah pelukan yang paling dirindukannya selama dua tahun belakangan ini. Hanya Kyuhyun yang bisa memberikan kesan pelukan yang hangat tetapi dengan kesan ingin menjaga. Cukup lama mereka bertahan dengan posisi itu sambil menatap sinar bulan yang dikelilingi oleh bintang-bintang. Dan kini awan mendung sudah mengilang meninggalkan bulan dan bintang yang bersinar terang malam itu.

       Je Wo tiba-tiba tersadar. Tidak, dia tidak boleh seperti ini. Walaupun dia begitu menginginkan Kyuhyun tapi dia masih takut kalau Kyuhyun kembali mencampakanya.

“Kyu, aku ingin pulang.” suara Je Wo begitu lembut.

“Jangan, kau tidak boleh pergi lagi.” kyuhyun mengeratkan pelukannya kepada Je Wo.

“Tapi Kyu, kau tidak punya alasan agar aku bisa kembali bersamamu.”

“Haruskah aku menjawabnya?” Je Wo kembali mencoba melepaskan tangan Kyuhyun. Tapi kyuhyun kembali mengeratkan pelukannya.

Je Wo menjadi bimbang tapi dia mengguatkan dirinya. Walaupun kini dia memiliki alasan untuk kembali pada Kyuhyun. Tapi, Kyuhyun masih tidak memberikannya alasan agar dia tetap bersama Kyuhyun. Entah kekuatan dari mana Je Wo berhasil melepaskan pelukan Kyuhyun.

“Cukup, kyu. Aku tak ingin kembali menangis dan sakit hati, cukup dua tahun lalu aku merasakannya. Bila kau memang tak memiliki alasan agar aku kembali kesisimu. Maka aku tak akan pernah kembali padamu lagi.” ucap Je Wo sambil berjalan meninggalkan Kyuhyun.

Tapi baru dua langkah Je Wo pergi, Kyuhyun sudah menariknya kedalam pelukannya lagi.

“Kyu, kumohon…” Je Wo memohon, tapi dalam hatinya ia memohon, bukan memohon Kyuhyun melepaskannya, tapi memohon agar kyuhyun berhenti mempermaikannya.

Kyuhyun melepaskan pelukannya agar bisa melihat wajah Je Wo yang sudah menangis. “Kau ingin aku memberikan alasan?” tanya Kyuhyun sambil menghapus air mata dipipi Je Wo “Cinta.” jawab  Kyuhyun seraya memeluk Je Wo. “Alasanku agar kau kembali padaku adalah Cinta. Walaupun aku tahu aku tak pantas kembali mendapatkan cinta darimu. Tapi, hanya itu alasan yang bisa kuberikan kepadamu agar kau kembali padaku. Aku mohon jangan pergi lagi, sudah cukup karena kebodohanku aku tak bisa melindungimu dan  kau pun pergi meninggalkanku, karena harga diriku dulu aku tak bisa menahan kepergianmu. Setiap  malam aku bermimpi kau datang kearahku dan tersenyum kembali untukku. Aku mohon,jangan pergi.”

Tes…

Air mata kembali membasahi pipi Je Wo, tapi bukan air mata kesedihan. Melainkan air mata kebahagiaan, ucapan Kyuhyun padanya benar-benar membahagiakan untuknya. Akhiranya ia mendapatkan alasan untuk tetap disisi Kyuhyun. Ia pun membalas pelukan Kyuhyun. Hangat itulah yang dirasakannya saat ini. Pelukan paling hangat yang pernah ia rasakan selama ini.

Cinta adalah alasan terindah untuk bersamamu.

Kyuhyun menundukan kepalanya melihat Je Wo yang tersenyum kepadanya. Cantik, gadis ini memang selalu cantik, gumamnya dalam hati. Kyuhyun pun menempelkan bibirnya pada bibir gadis ini dan melumatnya pelan, gadis ini, gadis  yang amat sangat dirindukannya. Perasaannya pada gadis ini tidak pernah berubah dari dulu sampai sekarang, perasaan untuk gadis ini masih sama.

Kyuhyun melepaskan tautan bibir mereka, lalu kembali memeluk gadis ini kembali, “Jadi kau akan tetap disisiku?” tanya Kyunyun sambil mengecup puncak kepala gadisnya itu. Je Wo hanya bisa menganggukan kepalanya. Kyuhyun tersenyum lalu menatap bulan yang bersinar indah.

Biarlah hanya itu yang bisa dia ungkapkan kepada gadisnya itu sekarang, suatu saat nanti dia akan memberitahu alasan kenapa ia harus meninggalkan gadis ini selama dua tahun. Yang terpenting adalah dia bisa membawa gadis ini ke pelukannya kembali dan tak akan dia biarkan seorangpun melukainnya. Sama seperti yang mereka lakukan pada keluarganya. Untuk saat ini cukup seperti ini. Cukup gadis itu kembali kepelukannya.

“Bila sebuah kebohongan bisa membuatmu aman dan tak terluka, aku akan melakukan kebohongan itu setiap saat walaupun aku harus menanggung kebencianmu dan  terluka untukmu.” Batin Cho Kyuhyun.

END

50 thoughts on “FF Contest – Moonlight

  1. apa cuma gue doang yang pengen ff ini ada sequel nya?? uuu lanjutin seru nih ngegantung bikin penasaran :3 shin je wo strong bgt. ituuuu batin kyuhyun parahh berartii dia bohong gitu? gaa real? wah mainin bgt -_-

  2. Apa cerita ini ada sequelnya. Soalnya bagian akhir terkesan ada sequelnya. Dan masih banyak misteri yg blm terungkap di ff ini.
    Tp cukup senenglah mereka bisa balikan lagi.

  3. Daebakk…
    tadinya aku kirain bakalan sad ending. Tapi masih kurang jelas sihh kalo menurut akku. Gag di jelasin kenapa kyuhyun ninggalin je wo?? Apa emang kemauan kyuhyun karena merasa bosan?? Di tunggu ff selanjutnya yaa..😉

  4. Anyeonghaseyo.. Mianhae aku ngga pernah coment or like eonni.soanlya aku belum pnya wp jdi ngga bisa.dan tentang kiriman di email ku .aku jrang buka. Maaf bukan maksudku untuk jdi siders .aku ingin jdi readers tpi belum sempat bikin blog.

    Aku baru baca ff yang contest ini. Bagus ff’a.alur’a. Dan bahasanya jga bagus.pkoknya baguuuusss bgeeeet ceritanya.semoga bisa jdi novel ya.

    Hwaitttttiiingg..

    Terkirim dari Samsung Mobile

  5. alasannya apaan kyuhyun ninggalin je wo dulu?? ahh masih ngerasa kurang panjang aja soalny jalan ceritany bagus kok..
    cuma d sini je wo gampang bgt nerima kyuhyun kembali terlepas dr apa penyebab sebenarnya dia ninggalin je wo

  6. Huwaaa,,kenapa gantung chingu,,,ughh apa yg sebenarnya dulu tjd sampai kyu mutusin jewo,,dan skrang kyu ingin jewo kembali,,,kebohongan apa emgnya???agr jewo aman???wae????
    huwaaa hrs ada sequelnya ini,,,,,

  7. Ceritanya bgus pi mnrt q msih ngegntung.kyu jga blum ngungkapin alsanny ninggalin je wo.klo ad sequelny mungkin lbih bgus lg ceritany.

  8. Gantuuunngg!! Butuh sequell.. uhh klo agak panjang keren banget!! Aduh paksa andai2 lah lanjutannya.. ni beneran keren.. (y)

  9. ini cerita kenapa gantung gitu yaa? alasan kyuhyun ninggalin dia jg blm dijelasin, terus masalah keluarganya? ada apa dengan keluarganya? terus kalau dibuat scene flashback kyuhyun putusin jewo pasti keren tuh.. sama butuh scene pertama kali kyuhyun ketemu jewo setelah hilang 2 tahun gimana reaksi mereka? apa gak sengaja ketemu atau semua kyuhyun yg atur? plsss butuh cerita yg dari kyuhyun pov nya…
    jadi inti dari semuanya “Sequel pls” wkwkwk

  10. masih abu abu… alasan kyuhyun pergi dari je wo…. apa ada kaitannya sama kematian orang tuanya kyuhyun… argh… penasaran….. keren ceritanya… penuh teka teki… mari kita berandai andai apa gerangan di balik semua sikap kyuhyun selama 2thn ini…wkwk…

  11. waaaah contest apaa ini ,,, ceritanya kok bagus yaa hahaha aku suka walau contest tetap harus dilanjutkan yaa ngegantung abisss hahaha ceritanya menguras emosi seperti ada tekan dalam cinta mereka,, hebat ini yng ku cari semangat dan lanjutkan

  12. Dari awal gw bingung dan sampe akhir pun gw bingung,,
    awal mula masalah nya apa? Alasan pergi 2 tahun lalu apa?
    Semudah itukah memaafkan??

  13. Huaaaaa,, ffnya kereeen .
    Daebakk author😀
    feelnya dpt banget ..
    sequel please,, penasaran banget alasan kyuhyun ninggalin je wo ..

  14. ooow jadi sebenernya kyuhyun kemana selama 2 taun itu ?apa keluarganya meninggal nggak wajar ?dia sengaja ninggalin jewo biar jewo nggak mengalami nasib yang sama kayak orangtuanya kyuhyun ?

  15. Trlalu pendekk ff nyaa,,,apkah ad sequel nya,,,ng’gantungg bgtt soalnya,,,tpii secara kseluruhann sukaa critanyaa authorrr,,,
    Emankk seorang shin je wo tdk pernah bisa lepass dr cho kyuhyun,,bgtuu juga sebaliknyaa mskipunn merekaa saling menyakti tpi pda akhirnyaa pasti kembaliiiii,,,,

  16. Pendek iwh, tp feel-nya dpt banget, kena banget, aku nyesek sendiri bacanya. Butuh sequel ini, gantung gitu. Kyu boong maslah apa blm tau lo, alsan dia ninggalin je wo juga.

  17. alasan apa yg mmbuat kyu meninggalkan ji wo dulu?dan kbohongan apa yg saat ini kyu lakukan untuk bersama ji wo ?hhmmm kepo jadix,berharap ada sequelx ne ff

  18. eh kata2 kyuhyun diakhir itu.. jgn2 kyuhyun bohong yah??? apa yg kyuhyun sembunyikan dr jaewo kok dia blg kebohongan gtuu???
    Hhm ada sequelnya kah karna bgi aku msh gantung & masih banyak pertanyaan aku tentang kyuhyun. ditungguuuu

  19. mungkinkah keluarga kyuhyun yang udah bikin keluarga je wo hancur
    makanya kyuhyun ngrasa bertanggung jawab
    aku butuh sequel asli masih penasaran kan alasan sebenarnya

  20. Baru baca ff ini…. dan yg ingin aku tanyakan adakah sequelnya? Pls ini bagus bgt kalo masih ada lanjutannya trs dijelasin dan btw disini si jewonya terlalu gampang ah ngasih chance ke kyunya hrsnya biarkan kyunya lebih berjuang lg utk ‘mengambil’ jewo kkk hanya opiniku huehehe

  21. lanjutin…ngantung ni….alesan napa orang yua jyuhyun mati aj kenapa?kenapa kyuhyun ngomong seakan ada musuh di blakang dia?? 2th ini dy ngapain????kemana?

  22. Menurut aku sih *kayaknya ya* sebenernya ada seseorg yang mw bunuh org org yg deket ama kyu .. ortu nya kyu udah dibunuh … kyu sadar,akhirnya dia putusin si jewo supaya jewo gak dibunuh juga *maafkan kesotoyan ku :v*

  23. akhirnya masih gantung ka🙂
    kalo boleh mah ada squelnya gitu😀 kira2 kyu bohong apa ke jewoo? bohong akan cintanya ke jewoo apa bohong untuk kebaikan jewoo? terus ada apa dengan keluarganya? masih banyak tanda tanya ka. tapi over all ini baguss kerennn🙂

  24. woww kerenn… jd mgk kyu bohong sm je wo untuk menyelamatkan je wo???endingnya gantung nie….ada apa dengan keluarga kyu???mgp kyu meninggalka je wo tiba2???haehhh sptnya mau minta sequel niehh…hehehehe

  25. Gegara suka main tebakan tebakan berhadiah mungkin kali yah selma baca ff-ini banyak banget tebakan ngasal kyak ” mereka dah nikah?” “Shin je won punya anaknya kyu?” ” Ahhh… Si kyu tuh punya obsesi mungkin trus karena udh kesampean makanya minta je wo balik ”
    Nemuin maslah tapi gak tau solusinya!! Alasannya si kyu ituloh yg pengen ditau, gereget bgt soalnya😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s