FF Contest – Not Me But It’s She

image

Author  : Zachun Cho

Judul  : Not Me, But It’s She

Genre  : Romance

Shin Je Wo menggerutu panjang pendek dengan muka yang tertekuk masam. Hilanglah sudah Minggu tenangnya, padahal ia sudah menyusun banyak hal yang akan ia lakukan di hari Minggu yang cerah ini. Ia ingin bangun siang, lalu bermalas-malasan menghabiskan tumpukan novel yang baru dibelinya kemarin.

Di sore harinya ia berniat pergi jalan-jalan bersama dengan teman-temannya. Mereka akan berbelanja, pergi ke bioskop dan banyak hal lainnya yang pasti lebih menyenangkan dibandingkan hanya harus duduk menunggu seseorang yang terasa sangat membosankan. Semua ini salah namja yang bernama CHO KYUHYUN.

Namja sialan itu memaksa Je Wo untuk menemuinya di lokasi pemotretan koleksi terbaru SPAO untuk musim panas ini. Semua rencana weekend Je Wo gagal total, karena Kyuhyun terus memaksanya bahkan mengancamnya dengan berbagai ocehan yang telah dilupakan Je Wo karena ia terlalu kesal saat Kyuhyun mulai menunjukkan sifat manjanya yang luar biasa menyebalkan untuk Je Wo.

Untuk yang kesekian kalinya Je Wo menghentakkan sepatu ketsnya dengan gemas. Matanya sudah menunjukkan bahwa ia kesal, ia bosan terus menunggu Kyuhyun menyelesaikan pemotretannya. Ini sudah satu jam lebih ia menunggu diruang rias ini sendirian. Catat, sendiri seperti orang bodoh!!!

Je Wo menolehkan kepalanya saat mendengar pintu berderit terbuka, setelah melihat rombongan Super Junior-lah yang muncul, ia langsung memicingkan mata memandang siapapun dengan tatapannya yang mengerikan.

“Woahhh….tatapan apa itu? Kenapa menatapku seperti itu? Memangnya apa salahku?” Donghae bertanya bertubi-tubi setelah melihat Je Wo yang memandangnya dengan tatapan yang mengerikan. Sialnya, kenapa harus seorang Lee Donghae yang pertama kali membuka pintu. Seharusnya Cho Kyuhyun-lah yang berdiri paling depan dan membuka pintunya, tatapan Je Wo pasti tidak akan salah sasaran seperti ini.

“Yak!!! Lee Donghae, kenapa berhenti di depan pintu? Semua lelah, ingin segera masuk! Jangan berdiri diam seperti itu, Bodoh!!” maki Heechul yang sudah sangat ingin mendudukkan badannya yang sudah menjerit ingin istirahat.

“Hati-hati Hyung, akan ada bom yang sebentar lagi akan meledak.” ucap Donghae sambil berjalan menjauh dari pintu. Anggota Super Junior satu per satu mulai masuk ke ruang rias dan menatap Je Wo dengan tatapan terkejut, mereka ingin bertanya mengapa Je Wo disini, tapi semuanya mengurungkan niat itu melihat Je Wo dengan muka memerah dan tatapan membunuhnya. Benar kata Lee Donghae, akan ada bom yang meledak. Menunggu waktu saja, sampai orang itu muncul.

Kyuhyun yang mendengar bisikan-bisikan hyungnya mengerjit bingung. Memangnya ada apa di dalam? Apakah Je Wo sudah datang? Tapi saat ia melangkahkan kakiknya sebatas ambang pintu, sebuah bantal sofa melayang dan mendarat didepan wajahnya. Tepat di depan wajahnya, tidak meleset sedikitpun. Tentu saja itu membuatnya kaget. Siapa yang berani-berani melemparnya seperti ini? Belum juga Kyuhyun mengeluarkan satu kata protesnya, badannya sudah dipukuli dengan sebuah tas.

“Akhh..akh…. aduh… apa-apaan ini?” Seru Kyuhyun sambil berusaha melindungi kepalanya dari serangan tas yang bertubi-tubi.

“Kau menyebalkan Cho, kau menyebalkan!” lengking Je Wo dengan tangan yang masih aktif memukulkan tas selempangnya kearah Kyuhyun. Ia benar-benar jengkel dengan Kyuhyun dan inilah cara yang terpikirkan untuk melampiaskan kesalnya pada makhluk bermarga Cho itu.

Para anggota Super Junior yang lain hanya mendesah pasrah melihat sang Magnae habis dipukuli oleh kekasihnya sendiri. Mereka tak sampai hati sebenarnya, tapi melawan Shin Je Wo yang sedang kalap seperti itu maaf saja, mereka lebih mementingkan keselamatan diri mereka sendiri. Lagi pula, pasti Kyuhyun yang sudah melakukan sesuatu yang membuat Je Wo kesal bukan main seperti ini.

“Yak!!! Shin Je Wo, hentikan!!!” teriak Kyuhyun sambil mengambil paksa tas yang memukulinya tadi. Ia memandang Je Wo kesal.

Dipandang seperti itu oleh Kyuhyun tak lantas membuat Je Wo takut. Ia justru berkacak pinggang dengan mata melotot ke arah Kyuhyun “Apa?? Kau mau marah padaku? Seharusnya aku yang marah padamu!!” teriak Je Wo kesal

“Memangnya apa salahku?” balas Kyuhyun sambil mengelus kepalanya yang berdenyut-denyut karena keganasan seorang Shin Je Wo. Salahkan saja dirinya yang begitu tergila-gila pada gadis bermarga Shin itu, sehingga dia tidak bisa marah meskipun dianiaya seperti ini.

“KAU…!!” tunjuk Je Wo dengan nada yang menggeram “Apa maksudmu membuatku menunggu seperti orang bodoh disini sendiri hah? Dan kenapa kau mengambil ponselku huh?”

Kyuhyun hanya terkekeh mendengar omelan Je Wo. Kemarin ia datang ke apartemen Je Wo dan meminta gadis itu datang ke lokasi pemotretan, tapi Je Wo bilang ia sudah punya acara. Kesal karena Je Wo menolak permintaannya, Kyuhyun mengambil dan menyembunyikan ponsel Je Wo. Dia akan mengembalikan ponsel itu jika Je Wo datang dan menemaninya di lokasi pemotretan. Otak liciknya benar-benar bisa diandalkan jika harus menghadapi keras kepala seorang Shin Je Wo

“Ahhh senangnya ditemani kekasih saat bekerja” goda Kyuhyun dengan suara yang sengaja dibuat manis. Suara yang membuat Je Wo ingin menghantamkan bukan hanya tas selempangnya tapi sepatunya ke wajah polos setan satu ini.

_____

“Shin Je Wo, belikan aku minum, aku sangat haus!”

Cih, dia kira aku asistennya? Sepanjang jalan menuju gedung pemotretan Je Wo tidak berhenti merutuki sikap Kyuhyun yang dengan seenaknya menyuruhnya membeli minuman.

Je Wo berjalan mendekati tempat pemotretan yang sudah penuh dengan para staf yang hilir mudik menyiapkan berbagai alat untuk sesi pemotretan selanjutnya. Bisa dilihat anggota Super Junior sudah siap di sisi kanan dengan pakaian yang entah mengapa menurut Je Wo sangat cocok untuk mereka. Yah, kalau tidak cocok, tidak mungkin mereka selalu menjadi model langganan untuk koleksi terbaru dari SPAO. Di pinggir kiri, terlihat para member SNSD yang juga terlibat dalam pemotretan ini.

Dari tempatnya berdiri, Je Wo bisa melihat proses pengambilan gambar dengan leluasa. Kadang ia tersenyum kecil melihat Kyuhyun yang sedang berpose di depan kamera. Bahkan ia tertawa keras saat melihat pengarah gaya membantu anggota Super Junior untuk membetulkan pose yang kadang-kadang kaku. Tak selang lama, suara desisan Je Wo terdengar saat sesi berikutnya anggota Super Junior harus difoto berpasangan dengan anggota SNSD. Tidakkah ada yang berinisiatif untuk memisahkan Kyuhyun dan Seohyun? Kenapa mereka harus selalu berpasangan? Ini membuat Je Wo jengkel. Ataukah ini untuk meningkatkan penjualan? Atau ini keinginan sang fotografer? Ide yang terakhir membuat Je Wo langsung menyipitkan mata melihat sang fotografer. Ia hanya bisa melihat punggung tegap fotografer itu. Lama sekali Je Wo mengamati sang fotografer saat tiba-tiba fotografer itu membalik badan dengan kepala menunduk untuk melihat hasil fotonya.

Je Wo merasa gestur tubuh itu tidak asing untuknya. Ia terus mengamati dengan rasa penasaran menggerogotinya. Ia yakin pernah melihat orang itu, tapi dimana? Saat sedang serius berpikir dimana ia pernah bertemu dengan orang itu, orang yang dimaksud justru mengangkat kepala dan matanya bersirobok dengan mata Je Wo.

Saat mata mereka bertemu, sekujur tubuh Je Wo langsung menengang. Jantungnya berdengup sangat kencang. Tangannya yang memengang ice cappucino Kyuhyun tiba-tiba mencengkeram keras gelas ice itu. Matanya melebar terkejut. Orang dihadapannya juga menampakkan ekspresi yang sama. Matanya melebar seolah tak percaya apa yang sedang dihadapannya ini.

Je Wo tak bisa mengalihkan pandangannya dari sang fotografer yang terus menatapnya tajam. Je Wo ingin pergi dari tempat ini, ia ingin lari pergi dari sini. Ia ingin pergi kemanapun asal tidak disini. Tapi jangankan untuk berlari, melangkahkan kakinya pun, Je Wo tidak bisa. Kakinya seolah berubah menjadi agar-agar yang sangat lunak dan tidak mampu menopang berat tubuhnya.

Je Wo berjalan mundur sedikit demi sedikit, kakinya gemetar. Ia merasakan ada seseorang yang menyenggol tubuhnya. Orang itu meminta maaf meskipun seharusnya Je Wo-lah yang harus minta maaf, tapi saat ini ia tidak memiliki kekuatan untuk mengucapkan apapun. Je Wo berbalik dengan kaku seperti robot, ia menyerahkan ice yang sedang dipengangnya kepada seorang wanita di depannya, entah itu siapa.

“To..tolong berikan ini pada Kyu..Kyuhyun” ucap Je Wo terpatah-patah dengan sekujur tubuh yang menengang kaku.

Tanpa memedulikan apapun lagi, Je Wo langsung pergi dengan langkah cepat, secepat yang bisa dilakukan oleh seorang gadis yang tengah syok, kaget, atau… takut?

_____

Kyuhyun menekan bel apartemen Je Wo, ia menunggu selama beberapa menit tapi pintu didepannya tidak kunjung terbuka. Ia membunyikan lagi, tapi tetap nihil. Kesal, Kyuhyun akhirnya menekan kombinasi pin untuk membuka pintu di depannya itu. Niatnya ingin bersikap sopan dengan membunyikan bel meskipun ia sudah hapal di luar kepala kombinasi pin apartemen Je Wo.

Kyuhyun melangkah masuk dan memakai sandal rumah yang sudah ada. Ia bisa mendengar suara spongebob yang nyaring. Astaga, jangan bilang kalau Je Wo sedang memelototi kartun yang tidak layak untuk usianya sekarang. Kyuhyun menggeleng-geleng prihatin, selera gadisnya sangat childish.

Kyuhyun langsung menuju ruang santai Je Wo yang kecil tapi sangat nyaman dengan sofanya yang empuk atau dengan karpet merah tebalnya yang lembut. Gadis itu sedang duduk di sofa dengan tangannya yang memeluk kakinya yang tertekuk. Kyuhyun heran kenapa Je Wo diam saja, padahal tatapannya mengarah ketelevisi tapi ia tetap diam meskipun adengan di tv sedang lucu.

Kyuhyun menghampiri Je Wo, meletakkan kantong plastik dengan label sebuah restoran mie terkenal di Korea Selatan itu diatas meja kecil. Ia meletakkkan telapak tangannya di depan mata Je Wo dan menggerakkannya. Tapi Je Wo bahkan tidak berkedip. Apa sih yang sedang dipikirkan gadis ini?

“Shin Je Wo…” panggil Kyuhyun sambil menyentuh pundak Je Wo lembut yang langsung membuat Je Wo tersentak kaget. Dia langsung menoleh menatap Kyuhyun dengan bingung. Matanya mengerjap-ngerjap seolah-olah mengumpulkan kesadarannya.

“Kyu?” panggil Je Wo ragu

“Memangnya kau kira siapa? Ada apa sih denganmu?” balas Kyuhyun heran, sepanjang Kyuhyun mengenal Je Wo, baru kali ini Je Wo terlihat begitu bingung saat melihatnya.

Kyuhyun duduk didekat Je Wo dan menatapnya lekat. Je Wo bergerak gelisah dan ini membuat Kyuhyun semakin bingung. Ada yang aneh dari gadisnya.

“Kenapa kemari?” tanya Je Wo mencairkan suasana yang terasa canggung

Kyuhyun hanya mendengus lalu menyandarkan punggungnya ke sofa “Harusnya aku yang bertanya, kenapa kemarin tiba-tiba pergi begitu saja? Ada janji kencan lain? Mau membuatku cemas, eo?” ucapan Kyuhyun terdengar sinis

Mendengar pertanyaan Kyuhyun tiba-tiba tubuh Je Wo kembali kaku. Ia menatap Kyuhyun yang kebetulan juga sedang menatapnya dengan mata menyipit.

“Aku bosan, bodoh! Lagi pula kau keliahatannya sedang sibuk dengan kegiatan tebar pesonamu. Mau menggoda siapa, eoh? Seohyun?” sindir Je Wo yang langsung membuat Kyuhyun mendesis sinis. Tadinya ia khawatir melihat Je Wo yang terlihat sangat bingung, tapi setelah mendengar umpatan dan sindiran Je Wo, rasa khawatirnya lenyap entah kemana.

“Ahhh…aku tahu, kau cemburu, eoh?” goda Kyuhyun

Je Wo memutar bola matanya malas “Cih, dalam mimpimu, Tuan Cho!”

“Ck, masih saja tidak mau mengaku” Kyuhyun menggelengkan kepalanya prihatin.

“Diam saja kau!” balas Je Wo

“Hahaha….mukamu memerah!”

“Yakk!!!”

_____

Musim panas selalu membangkitkan semangat semua orang untuk bergembira. Mereka menyusun banyak acara dengan orang-orang terdekatnya. Pergi ke pantai, atau melakukan kegiatan apapun yang menyenangkan.

Je Wo menyandarkankan punggungnya di sandaran kursi yang ada di taman kampusnya. Matanya terpejam menikmati sinar matahari yang bersinar cerah. Ia mengangkat tangannya dan meletakkan tepat dimana jantungnya sedang berdegup. Akhir-akhir ini kerja jantungnya tidak seperi biasanya. Ia juga merasa tidak seperti biasanya. Lebih pendiam, lebih menyendiri, Je Wo merasakan perubahan pada dirinya. Akhir-akhir ini ia lebih senang sendiri. Ia menolak banyak ajakan temannya untuk pergi menikmati suasa musim panas atau sekedar duduk-duduk di kafe tempat favoritnya menghabiskan waktu.

Sejak ia datang ke pemotretan Kyuhyun saat itu, sejak ia melihat laki-laki itu, semuanya terasa berbeda. Ia merasa kembali ke Shin Je Wo di masa lalu.

Je Wo menghela napasnya panjang. Apa yang harus dilakukannya? Ia tidak ingin merusak apa yang ia bangun selama ini hanya karena satu kejadian itu. Tidak, ia tidak boleh kembali menjadi Shin Je Wo yang dulu. Tidak boleh, karena Shin Je Wo yang dulu dan sekarang sangat berbeda.

_____

Ryu Kim membuka sebuah folder yang tersimpan rapi di dalam laptopnya. Folder yang sudah ada sejak lima tahun lalu. Folder yang tidak pernah ia buka lagi. Dengan perlahan ia membuka folder itu. Di dalam folder itu ada dua buah folder lagi. Ia membuka salah satu folder dan muncul puluhan bahkan ratusan foto seorang gadis dengan senyum cerahnya.

Ryu tersenyum lembut menatap satu persatu foto gadis itu. Tak jarang ia menggunakan jemarinya untuk meraba foto itu seolah-olah gadis di dalam foto itu berdiri dihadapannya.

Dibeberapa foto terakhir didalam folder itu tidak hanya berisi seorang gadis saja, tetapi dua orang gadis. Dua orang gadis yang hampir mirip. Dua orang gadis yang menatap lensa kamera dengan senyum yang menawan.

Melihat foto itu, senyum dibibir Ryu perlahan menghilang. Ia terdiam lama, tidak melakukan apapun. Ia hanya menatap foto didepannya dalam diam.

Setelah beberapa saat, ia mulai menggerakkan tangannya untuk menggerakkan kursor laptopnya. Ia kembali pada folder awal, ia mulai membuka sebuah folder yang belum dibukanya tadi.

Melihat foto-foto didalam folder itu, ada sesuatu yang aneh dalam diri seorang Ryu Kim. Ia melihat satu per satu foto yang juga menampilkan seorang gadis. Bukan gadis yang ada di folder sebelumnya, tapi sosok gadis lain. Gadis lain yang terlihat tersenyum tapi senyum itu tidak sampai dimatanya. Ada rasa sakit dimatanya. Foto itu membuat hati Ryu Kim ikut merasa sakit.

____

“Ayolah Je Wo-ya, ikut saja, hitung-hitung kita liburan bersama. Inikan musim panas, akan ada banyak pantai” rengekan Jung Ha Won terus terdengar sejak pertama kali Je Wo menghenyakkan tubuhnya di sofa yang ada di dorm. Rengekannya tidak jauh beda dengan kekasihnya, Lee Donghae. Rengekan yang tidak akan usai jika apa yang diinginkannya tidak terpenuhi. Lagi-lagi kenapa Je Wo harus rela dirinya diseret secara paksa oleh Kyuhyun untuk mengunjungi dormnya. Ck..laki-laki itu benar-benar pemaksa.

Je Wo menghela napas panjang dan menatap Ha Won datar “Eonni, mereka ke Jeju untuk kerja. Kenapa pula aku harus ikut?” ucap Je Wo mencoba bersabar.

“Tapi kami juga akan berlibur disana. Pernah dengar istilah sekali dayung satu dua pulau terlampaui? Anggaplah seperti itu” ujar Kim Heechul sambil lalu. Ia mengambil beberapa cemilan dan membawanya ke ruang tamu.

Je Wo mendesah keras “Aku tidak bisa ikut”

“Kenapa?”

Je Wo menatap datar Kyuhyun yang bertanya dengan polosnya, bahkan ia tidak mengangkat kepalanya sedikitpun, pandangan mesranya terus saja ia curahkan pada PSP kesayangannya. Kalau akan lagi-lagi diacuhkan gara-gara sebuah PSP, lebih baik Je Wo tidak usah ikut ke dorm saja.

“Ini Gratis….” promosi Eunhyuk “Kapan lagi kau bisa pergi berlibur gratis plus ditemani superstar yang tampan” ucap Eunhyuk dengan wajahnya yang amat sangat percaya diri itu.

“Cih, bicara saja dengan tembok itu, Oppa!! Kata-katamu membuatku ingin muntah saja.” cibir Je Wo

“Yak!!!”

______

Je Wo memandang hamparan pantai biru dihadapannya seorang diri. Semua rombongan yang ikut ke Jeju sedang beristirahat di villa yang sengaja telah disewa oleh pihak menejemen. Sebuah villa besar yang bisa menampung seluruh rombongan. Gila saja, kenapa ia terbujuk rayuan Jung Han Won untuk ikut ke sini padahal para member SNSD ikut juga. Saat di bandara tadi saja rasanya ia sudah muak melihat Seohyun yang menempel terus pada Kyuhyun.

Karena terlalu menikmati keindahan pantai, tanpa disadari sejak tadi Ryu Kim selalu memperhatikan Je Wo. Dari jarak yang cukup dekat, Ryu mengangkat kameranya dan membidik sosok Shin Je Wo yang duduk tenang menatap hamparan biru laut. Beberapa bidikan, dan setelah puas dengan gambar yang diperolehnya ia berjalan mendekati Je Wo dan ikut duduk dipasir seperti yang Je Wo lakukan.

Hanya ada suara debur ombak dan angin yang bertiup kencang yang terdengar diantara mereka. Meskipun duduk bersebelahan, tapi jarak diantara mereka cukup jauh. Mereka berdua hanya duduk menikmati suasana alam dalam diam.

“Long time no see…” ucap Ryu lirih

_____

Dimata rekan kerjanya, Ryu Kim adalah seorang fotografer yang perfeksionis. Dia tidak banyak bicara bahkan terkesan dingin. Tapi lewat sentuhan tangannya, semua gambar yang dihasilkan kameranya terlihat menakjubkan.

Sudah lama Park Hye Jin mengagumi sosok dingin Ryu Kim. Rasanya sangat senang sekali ketika dia telibat proyek yang sama dengan Ryu. Seorang fotografer dan desainer bukankah itu sangat cocok? Mereka mengisi satu sama lain. Meskipun bisa dibilang beberapa tahun ini mereka sudah sangat dekat, tapi terkadang Hye Jin merasa ada kalanya Ryu bersikap dingin. Orang yang melihat kedekatan mereka selalu menyangka mereka adalah sepasang kekasih, Ryu sangat baik dalam memperlakukannya. Ia sabar, penuh perhatian dan segala hal yang membuat Hye Jin nyaman disampingnya, tapi sampai saat ini belum ada kepastian dalam hubungan mereka. Hye Jin selalu setia menunggu sebuah pengakuan dari Ryu, tapi hingga detik ini pengakuan itu tidak pernah terucap dari bibir seorang Ryu Kim yang dicintainya.

_____

“Beach, i’m coming….”

Disinilah mereka sekarang, bermain air sepuasnya. Kyuhyun, Siwon, Leeteuk, Kangin dan beberapa member SNSD bermain volly pantai. Yang lainnya ada yang sedang berenang atau sekedar bermain air. Donghae dan Ha Won dengan mesranya menaiki sepeda dengan Ha Won berdiri dibelakang Donghae. Ia berteriak dengan senangnya. Je Wo balas melambai ke arah Ha Won dengan senyum merekah di wajahnya.

Berbeda dengan yang lainnya tampak senang bermain air, Je Wo hanya duduk dipasir menatap teman-temannya yang tertawa lepas.

“Tidak berenang?” tanya Hye Jin mengagetkan Je Wo

“Oh, eonni…. tidak, aku tidak bisa berenang. Eonni sendiri?” jawab Je Wo

“Aku sedang menunggu Ryu. Aku ingin mengajaknya naik banana boat, tapi lihatlah sendiri, dia justru lebih sibuk dengan kameranya.” Hye Jin menunjuk Ryu yang sedang sibuk membidik objek yang menurutnya menarik. Je Wo melihat He Jin yang menatap Ryu Kim dengan mata yang berbinar. Senyum di bibirnya tidak pernah hilang saat ia memangdang Ryu.

Ada yang mengganjal di hati Je Wo saat melihat tatapan Hye Jin itu. “Eonni menyukainya?” tiba-tiba Je Wo melontarkan pertanyaan yang membuat dirinya sendiri terkejut. Kenapa pertanyaan bodoh itu harus terlontar dari bibirnya.

Hye Jin mengalihkan pandangannya dan menatap Je Wo dengan tatapan lembut “Aku sudah bersamanya sejak lama. Mmm… lima tahun? Dia laki-laki yang mengagumkan. Aku suka caranya tersenyum meskipun itu sangat jarang sekali ia perlihatkan, aku suka saat ia konsentrasi membidik objek fotonya. Aku suka semua yang ada dalam dirinya. Aku sudah lama menyukainya.” kenang Hye Jin dengan suara yang penuh kelembutan saat menceritakan pujaan hatinya. Caranya bercerita, caranya menatap selalu penuh kelembutan dan kasih sayang bahkan senyum dibibirnya tak pernah surut untuk seorang Ryu Kim.

Mendengar semua itu hati Je Wo tiba-tiba terasa sesak. Gemuruh di dadanya terasa sangat menyakitkan. Pikirannya kosong, yang terngiang-ngiang hanya perkataan penuh cinta Hye Jin. Matanya terasa sangat panas.

Je Wo menyentuh dadanya yang terasa sesak, ia menundukkan kepala. Lalu ia tiba-tiba merasakan hantaman yang cukup keras dikepalanya dan semuanya dunia Shin Je Wo berubah menjadi gelap.

______

“Oppa, apa yang terjadi? Kenapa semuanya menangis?”

“Dia sudah pergi, dia pergi”

“Apa maksudmu Oppa, siapa yang sudah pergi? Oppa katakan padaku, apa yang terjadi?”

Laki-laki itu menatap gadis didepannya dengan mata memerah, isakkan kecil terdengar dari bibirnya. Air mata terus terus membasahi kedua pipinya.

“Oppa, kenapa Oppa menangis? Ada apa?” gadis itu mencoba meraih jemari laki-laki itu tapi segera ditepis dengan keras.

“Op..Oppa”

“Aku pergi, maaf.”

Je Wo merasakan ada sesorang yang menyentuh lembut pipinya. Ia bisa merasakan ada yang memanggil namanya, tapi Je Wo tidak bisa menjawab. Ia tidak bisa bersuara. Dadanya terlalu sakit.

“Shin Je Wo… kau mendengar suaraku?” Kyuhyun bertanya dengan cemas, pasalnya sudah hampir 15 menit Je Wo belum juga bangun. Ia pingsan karena terkena hantaman bola volly. Kyuhyun merasa lebih cemas ketika tiba-tiba saja Je Wo menangis. Air mata terus mengalir dan Je Wo terus menggumamkan kata jangan.

“Kyu, apa sebaiknya kita panggil dokter. Mungkin saja dia gagar otak.” ujar Donghae yang semakin melantur, ia ikut cemas melihat keadaan Je Wo

“Eiyy, jangan bicara asal, Hae!” tegur Eunhyuk

“Shin Je Wo… bangun… bangun…” ucap Kyuhyun lembut sambil menepuk pelan pipi Je Wo

Akhirnya Je Wo membuka matanya dan terkesiap bangun. Ia menatap Kyuhyun yang sedang menatapnya dengan cemas. Tangan hangat Kyuhyun masih menempel dipipinya.

“Kau baik-baik saja?” kata Kyuhyun lembut

Je Wo mengerjap pelan dan tiba-tiba menghambur memeluk Kyuhyun sambil terisak pelan.

“Shin Je Wo…” Kyuhyun yang kaget karena Je Wo memeluknya tiba-tiba menjadi bertambah cemas saat merasakan bajunya basah karena air mata Je Wo. Apakah Je Wo sedang ada masalah? Kenapa dia menangis? Je Wo adalah wanita yang sangat tegar yang pernah dikenal Kyuhyun. Bahkan Kyuhyun sangsi pernah melihat Je Wo menangis. Ini kali pertama setelah dua tahun lebih mengenal Je Wo dan melihat gadis itu menangis.

Kyuhyun tidak mengatakan apapun, ia hanya mengeratkan pelukannya dan mengusap lembut punggung Je Wo, berharap itu bisa membuat gadisnya menjadi lebih tenang.

______

“Ryu..?” panggil Hye Jin sambil membuka pintu kamar Ryu. Hye Jin memandang seisi kamar tapi orang yang dicarinya tidak ada di kamar itu. Hye Jin menutup pintu dan melangkah menghampiri meja yang diatasnya terletak laptop Ryu yang sedang menyala.

Hye Jin duduk dikursi dan menengakkan layar laptop. Dan betapa kagetnya Hye Jin melihat sebuah foto yang memenuhi layar laptop itu. Foto seorang gadis yang dikenalnya. Shin Je Wo.

Puluhan pertanyaan muncul di kepala Hye Jin. Kenapa ada foto Je Wo didalam laptop Ryu? Karena penasaran, Hye Jin melihat satu per satu foto Je Wo. Beberapa foto itu diambil saat mereka di sini. Foto Je Wo sedang menatap laut, Je Wo yang sedang tertawa, Je Wo yang sedang cemberut menatap Kyuhyun. Ada banyak foto Je Wo yang diambil Ryu saat disini. Lalu foto selanjutnya Hye Jin yakin ini diambil beberapa tahun lalu. Kenapa dia tahu? Karena di foto itu, Je Wo terlihat lebih kurus, rambutnya pendek, dan tidak setinggi sekarang. Dan di foto itu Je Wo terlihat lebih pucat meski ia tetap tersenyum.

Di dua foto terakhir terlihat dua gadis yang salah satunya adalah Shin Je Wo dengan senyum lebarnya. Foto itu diambil disebuah taman bermainkah? Je Wo duduk disebuah ayunan dan gadis satunya berdiri di belakang Je Wo sambil memegangan tali ayunan. Mereka terlihat sangat cantik dan terlihat sangat bahagia.

Hye Jin terhenyak di kursinya. Ia ingin menangis melihat foto itu. Kenapa ada banyak foto Je Wo dimasa lalu? Apakah sebenarnya mereka saling mengenal? Siapa wanita yang bersama Je Wo itu?

Hye Jin mengusap air matanya. Hye Jin tahu foto itu diambil oleh Ryu dengan penuh perasaan. Hye Jin sangat mengenal bagaimana sifat Ryu. Ryu tidak akan memotret seperti ini kalau ia tidak menyukainya.

Hye Jin teringat ketika Je Wo tadi pingsan. Ryu langsung berlari dan menghampiri Je Wo. Ia terlihat sangat cemas, bahkan ialah yang membawa Je Wo ke villa. Bukan Kyuhyun yang membawanya tapi Ryu. Apakah ada sesuatu diantara mereka? Tapi bukankah Je Wo sudah memiliki Kyuhyun? Rasanya kepala Hye Jin ingin meledak memikirkan semua kemungkinan yang ada di kepalanya. Tapi satu hal yang memebuatnya sangat cemas dan takut. Mungkinkah…mungkin ini alasan Ryu tidak pernah menyatakan perasaan padanya? Mungkinkah ini alasan mengapa terkadang Ryu memperlakukannya dengan dingin? Mungkinkah semua ini karena Shin Je Wo?

_____

 “Woahhhh….. aku lapaaaar.” teriak Kim Heechul sambil mengusap perutnya dengan tingkahnya yang berlebihan.

“Yah, Hyungg!!! Kenapa dari tadi kau hanya memerintah dan berteriak lapar saja. Bantulah sesuatu agar semua cepat selesai.” omel Siwon jengkel. Dari tadi Heechul hanya bisa memerintah ini itu tanpa membantu sama sekali.

“Yah Cho Kyuhyun!!! Berhenti bermain PSP-mu itu, bantu aku memanggang daging dan ikan ini!!!” teriak Kangin yang sudah capek.

Kyuhyun menghela napas malas dan beranjak mendekati Siwon dan Kangin yang sedang memanggang ikan dan daging. Terlihat Lee Donghae, Ha Won, Eunhyuk sedang mengupas buah-buahan. Disisi lain Ryewook dan kekasihnya Ye Kyung sedang sibuk membuat sesuatu dengan penggorengannya. Leeteuk dan Sungmin menata meja untuk makan malam.

Je Wo berjalan mendekati mereka dan duduk disamping Eunhyuk yang sedang mengupas apel. “Apa yang bisa aku bantu, Oppa?” tanya Je Wo dengan suara malas.

“Kau bisa membersihkan sendok dan garpu itu.” tunjuk Eunhyuk. “Hhhh, sayang sekali member SNSD harus pulang ke Seoul lebih dulu. Pasti akan lebih ramai kalau mereka ada disini.” kata Eunhyuk kecewa.

“Kau ingin menggoda siapa lagi, Oppa”? sindir Je Wo.

“Yah, Shin Je Wo. Saat sedang sakitpun lidahmu itu tetap saja pedas.” dumel Eunhyuk.

“Siapa bilang aku sakit!” jawab Je Wo dengan angkuhnya, padahal tadi tubuhnya terasa sangat lemas tapi ia tidak ingin menunjukkan bahwa dirinya dalam keadaan lemah.

“Hey, Ryu Kim itu tampan ya eonni.” tiba-tiba Eunji duduk di sebelah Ha Won. Ia menatap Ryu Kim yang sedang membantu Siwon, Kangin dan Kyuhyun didepan pemanggangan.

“Hanya orang buta yang mengganggapnya jelek.” balas Ha Won.

“Yah, Jung Ha Won, apa katamu?” seru Donghae tidak terima. “Kau juga Eunji, Siwon akan mencincangmu kalau mendengar ucapanmu itu!”

“Eiyyy… aku kan  hanya berkomentar Oppa.” jawab Eunji datar.

“Bagaimana menurutmu Eonni?” tanya Eunji kepada Je Wo.

“Dia sudah punya Hye Jin eonni.” jawab Je Wo datar.

“Jinja?”

Je Wo hanya mengangguk ringan.

“Shin Je Wo, bisa kita bicara sebentar?” Hye Jin menghampiri Je Wo.

Serentak semua orang yang mendengar ucapan dingin Hye Jin menoleh menatapnya dengan bingung.

“Aku mendengarkan.” jawab Je Wo acuh, dia tetap melanjutkan membersihkan sendok dan garpu tanpa memandang sedikitpun ke arah Hye Jin.

Melihat Je Wo yang tidak peduli membuat kemarahan Hye Jin yang disimpannya dari tadi meledak seketika. Ia melemparkan beberapa lembar foto kearah Je Wo. Semua yang melihat itu menahan napas kaget. Mereka bisa merasakan aura kemarahan Hye Jin.

“Yah!!!” teriak Kyuhyun. Ia melangkah cepat menghampiri tempat Hye Jin dan Je Wo yang sedang bersitegang

“Hye Jin, ada apa ini?” ucap Ryu datar. Ia memandang Hye Jin tajam.

“Seharusnya aku yang tanya ada apa Ryu, sebenarnya ada hubungan apa antara kau dengan Je Wo? Kenapa kau menyimpan banyak sekali fotonya? Bahkan foto Je Wo ditahun-tahun lalu!! Kenapa kau mengambil fotonya seperti itu? Kenapa kau menatapnya seperti itu?Apakah dimasa lalu kau menjalin hubungan dengannya?” kata Hye Jin dengan suaranya yang bergetar menahan marah dan tangis bersamaan.

Kyuhyun meraih foto yang ada didepannya. Matanya melebar terkejut melihat foto ditangannya. Semuanya berisi gambaran Je Wo yang belum pernah dilihatnya. Je Wo yang berbeda dari Je Wo-nya sekarang. Di foto itu Je Wo terlihat sangat feminim dengan rambut sebahunya. Wajahnya lebih pucat dan tirus tapi senyum cerahnya selalu merekah dibibirnya. Dan yang membuatnya lebih kaget, ada beberapa foto Je Wo bersama dengan seorang wanita dan Ryu Kim. Di foto terakhir yang Kyuhyun lihat, Je Wo tengah memeluk leher Ryu yang sedang duduk disebuah ayunan dari belakang. Melihat foto itu, dada Kyuhyun berdetak lebih kencang. Siapa sebenarnya Ryu Kim ini mengapa mereka begitu dekat di foto itu? Bahkan hanya melihat senyum dan pancaran mata Je Wo pun Kyuhyun tahu, Ryu Kim adalah orang yang berarti bagi Je Wo.

Kyuhyun memandang Je Wo dengan penuh tanya. Tapi Je Wo hanya diam dan menunduk. Ia masih memegang kain yang digunakannya untuk membersihkan sendok dan garpu.

Sementara semuanya yang melihat ketegangan yang terjadi hanya diam tidak berani mengucapkan sepatah katapun. Mereka silih berganti menatap Je Wo, Ryu, Hye Jin dan Kyuhyun. Apakah Je Wo berselingkuh dengan Ryu Kim?

Setelah beberapa saat berlalu dalam diam, akhirnya Je Wo menghela napasnya lelah. Ia meletakkan kain yang dipegangnya dan berdiri dari kursinya. Ia menatap Hye Jin datar.

“Bukankah dari foto itu sudah menjelaskan semuanya?” Je Wo balik bertanya tanpa berniat memberi jawaban yang lebih jelas.

“Ap…” bahkan Donghae yang ingin bertanya pun tidak bisa menyelesaikan pertanyaannya karena Hye Jin bertanya terlebih dahulu.

“Apa maksudmu, kalian memang sedang menjalin hubungan?” tanya Hye Jin sinis

“Kami pernah mengenal dimasa lalu tapi tidak dimasa depan.” jawab Je Wo singkat.

Mendengar jawaban Je Wo, Hye Jin langsung terdiam dan menatap Je Wo dengan tidak mengerti. Kyuhyun tidak pernah mengalihkan pandangannya dari mata Je Wo. Ada yang berbeda dari sorot mata Je Wo. Mata itu sedang terlukakah?

“Apa maksudmu?” tiba-tiba keheningan dipecahkan oleh suara Ryu yang terdengar sangat dingin.

“Semuanya sudah berakhir saat dia pergi. Saat dia pergi, kau juga pergi. Dialah alasanmu tetap ada disisiku. Jadi, sebernarnya tidak ada alasan lagi untuk kita bertemu di masa depan. Saat bertemu denganmu dalam keadaan yang tidak pernah terpikirkan olehku, aku berpikir kalau itu kebetulan saja.” jawab Je Wo datar tanpa menatap Ryu. Je Wo mencoba untuk tidak menatap siapapun. Ia tahu semuanya sedang menatapnya. Ia tahu Kyuhyun juga menatapnya. Ia tidak ingin pertahanan yang telah dibangunnya selama ini hancur hanya karena melihat tatapan Kyuhyun atau Ryu. Kedua tatapan lelaki itu mampu membuat Shin Je Wo kehilangan kekuatannya.

“Kebetulan”?

“Ya, aku menganggap ini hanya sebuah kebetulan. Kau hanya akan berjalan melewatiku dan kemudian melangkah menjauh pergi. Seperti itu, sesederhana itu.”

“Tidakkah kau memikirkan alasan lain dari alasan konyolmu?” kata Ryu dengan kata-kata yang mengandung arti sebuah kemarahan

“Apa? Ataukah kau masih mengganggapku membunuhnya? Masihkah kau menganggap akulah yang harus pergi dan dia lah yang seharusnya tetap disisimu? Apakah kau ingin menyalahkanku lagi seperti semuanya?” ucap Je Wo dengan suaranya yang terdengar gemetar tapi dengan susah payah ia tutupi.

Semuanya yang mendengar penuturan Je Wo tersentak keget. Ada apa ini sebenarnya? Kenapa pembicaraan mereka melibatkan kata ‘membunuh’ dan ada banyak kata’pergi’?

“Shin Je Wo……” ucap Ryu lemah. Tatapan matanya terlihat tersiksa. Ia terluka. Terluka melihat sikap Je Wo yang begitu dingin dan terlihat begitu membencinya.

“Ini bukan kebetulan. Ini adalah sebuah kesengajaan. Aku sengaja kembali ke Korea untuk bertemu denganmu. Aku…..aku ingin minta maaf atas semua yang terjadi. Semuanya.”

“Jangan berpura-pura lagi Oppa, aku sudah muak.” jawab Je Wo sinis. Setelah mengatakan itu, Je Wo mulai melangkahkan kakinya berniat untuk pergi. Tapi belum juga genap tiga langkah, ada seseorang yang mencekal lengannya.

Je Wo menatap lengannya yang dicekal Ryu, ia mengangkat kepalanya dan menatap mata terluka laki-laki itu dengan lirih. Je Wo menghempaskan tangan Ryu dan berbalik berjalan menuju pantai.

_____

Kyuhyun berlari menyusuri pantai dengan khawatir, ia bolak-balik mencari Je Wo tapi belum juga ketemu. Ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling pantai. Kyuhyun merasa sangat khawatir dengan keadaan Je Wo, meskipun ia masih belum paham apa yang terjadi antara Je Wo dan Ryu, tapi ia tidak bisa melihat tatapan Je Wo yang sangat terluka. Meskipun tidak mengucapkannya secara gamblang, tapi Kyuhyun tahu Je Wo sedang terluka. Ia tahu hanya dengan menatap mata coklat Shin Je Wo.

“Shin Je Wo…” teriak Kyuhyun diantara deburan ombak dan angin pantai. Kyuhyun mulai berjalan lagi untuk mencari Je Wo, langkah Kyuhyun berhenti mendadak ketika 50 meter didepannya ia melihat gadis itu tengah menatap hambaran laut dengan tangannya yang memeluk lutut.

Kyuhyun berjalan mendekat dan semakin ia mendekat, ia bisa mendengar isak tangis gadis itu. Rasanya hati Kyuhyun sakit sekali mendengar gadis yang dicintainya menangis pilu. Perlahan Kyuhyun duduk disamping Je Wo dan menyampirkan jaket yang tadi dibawanya ke bahu Je Wo. Kyuhyun menyampirkan lengan kirinya untuk merengkuh Je Wo agar bersandar pada tubuhnya.

Selama beberapa menit Kyuhyun tidak mengeluarkan satupun kata. Ia hanya diam tanpa mengalihkan pandangannya dari sosok Je Wo. Kyuhyun dengan teratur mengusap lembut lengan Je Wo, ia berusaha untuk menenangkan Je Wo dan memberi sedikit kehangatan mengingat angin pantai yang cukup kencang. Ia tidak mau Je Wo kedinginan, ia tidak mau Je Wo lebih tersakiti.

Kyuhyun berpikir hanya inilah yang bisa ia lakukan untuk saat ini. Kyuhyun tidak akan memaksa Je Wo untuk bercerita. Kyuhyun yakin jika Je Wo sudah siap, gadis itu akan membagi ceritanya pada Kyuhyun dengan sendirinya. Yang terpenting bagi Kyuhyun saat ini adalah ia bisa menjadi sandaran untuk Je Wo. Ia hanya ingin terus bersama Je Wo dan tidak akan membiarkan Je Wo merasa sendiri dalam menghadapi masalah apapun yang sedang ia hadapi. Je Wo tidak akan sendiri, ia memiliki Kyuhyun disampingnya.

_____

Je Wo merasa dadanya sangat sakit sekali. Rasa sakit itu terus menderanya tanpa ampun sampi Je Wo memukul dadanya sendiri dengan tangannya sambil menangis terisak. Angin pantai yang cukup dingin tidak dirasa tubuh Je Wo. Tubuhnya terasa kebas, yang terasa hanya sakit didadanya yang membuatnya terus menangis.

Je Wo memeluk kedua kakinya dan semakin air matanya semakin deras. Bisa ia rasakan Kyuhyun memeluknya dengan sangat erat. Namja itu menjadi sandarannya dan ia tahu kalau Kyuhyun berusaha menghangatkan tubuhnya yang dingin. Dengan sabar Kyuhyun mengusap lengannya dengan lembut. Dari beberapa menit yang lalu Kyuhyun tidak mengatakan apapun dan itu membuat Je Wo lebih tenang. Ia belum siap menjawab pertanyaan apapun. Yang ingin ia lakukan saat ini hanya menangis. Biarlah untuk saat ini saja ia menangis meluapkan rasa sakit dihatinya itu, ia janji kalau besok ia akan kembali kuat dan ia akan menghadapi masa lalunya.

_____

Kyuhyun memperbaiki posisi Je Wo yang ada dipunggungnya. Ia berjalan pelan disepanjang pantai dengan Je Wo digendongannya. Je Wo sudah tidak menangis lagi, ia hanya diam sama seperti Kyuhyun.

“Kyu…” panggil Je Wo pelan.

“Hm.”

“Dulu aku memiliki seorang kakak perempuan yang usianya satu tahun lebih tua darimu. Namanya Shin Joon Hee. Dia gadis yang cantik, ceria, dan mudah bergaul. Dulu kami sangat dekat sekali.” cerita Je Wo pelan.

Kyuhyun hanya diam saja. Ia akan menjadi pendengar yang baik, ia akan mendengarkan apapun yang akan Je Wo katakan.

“Dia memiliki banyak sekali teman, tapi diantara temannya yang banyak itu, hanya Ryu Kim-lah yang menjadi orang spesial baginya.” lanjut Je Wo. Je Wo mengambil napas panjang sebelum ia kembali bercerita. “Ryu sering sekali berkunjung bahkan kami bertiga sering sekali pergi bersama. Dari dulu Ryu Oppa sudah sangat menggemari fotografi. Aku dan Joon Hee eonni-lah yang sering menjadi objeknya. Itulah kenapa Ryu Oppa memiliki banyak sekali foto kami.

“Saat itu aku hanya merasa bahwa Ryu Oppa adalah kakak yang baik. Ia sangat perhatian dan membuatku nyaman. Hanya sebatas itu. Tapi suatu hari aku tidak bisa lagi ikut mereka untuk bepergian kesana-sini. Dokter bilang aku tidak boleh terlalu capek lagi, aku harus membatasi kegiatanku.”

Je Wo menghela napasnya pelan “Kau tahu apa yang terjadi padaku, Kyu?” tanya Je Wo

Kyuhyun menggeleng pelan, “Tidak.” jawabnya pelan. Sejujurnya ia mungkin bisa menebak bagaiman akhir cerita Je Wo sejak dari awal Je Wo bercerita. Tapi ada sebagian darinya yang ragu bahwa tebakannya benar.

“Dokter bilang semakin hari kondisi jantungku semakin melemah. Itu adalah penyakit yang diturunkan oleh nenek dari pihak ayahku.” Kyuhyun yang mendengar ucapan Je Wo tersentak kaget bahkan ia berhenti berjalan. Kyuhyun diam, jantungnya berdetak lebih cepat. Je Wo menderita sakit jantung? Itu tidak mungkin. Gagasan itu membuat Kyuhyun amat sangat membuat takut. Bagaimana jika Je Wo… bagaimana kalau? Akhhh… bahkan Kyuhyun tidak ingin memikirkan suatu hal buruk pun tentang keadaan Je Wo.

“Tidak usah kaget begitu, Cho!!” cibir Je Wo. Nah, saat Kyuhyun merasa sangat ketakutan, Je Wo justru masih bisa bercanda. Kemana gadis yang tadi menganis pilu? Benar-benar Shin Je Wo ini. “Aku baik-baik saja sekarang.” ucap Je Wo menenangkan Kyuhyun. Kyuhyun hanya mendengus dan kembali berjalan.

“Sejak saat itu, aku tidak lagi menjalani aktivitasku seperti biasa. Bahkan aku tidak lagi pergi ke sekolah. Rumah sakit seperti rumahku sendiri. Aku kehilangan teman-temanku dan aku merasa tidak berguna. Aku hanya merepotkan orang tuaku saja.” Je Wo menghela napasnya lagi. Setiap membicarakan masa lalunya membuatnya kembali sedih.

“Saat orang tuaku merasa lelah dengan keadaanku, saat aku merasa iri dengan eonni yang memiliki kehidupan yang sempurna, ada satu orang yang selalu mau menjadi temanku. Dia selalu datang mengunjungiku di rumah sakit, ia selalu menghiburku. Dan saat aku bosan, dia selalu mengajakku jalan-jalan meskipun kami harus diam-diam agar pihak rumah sakit tidak tahu. Dia lah yang memperlakukanku seperti Shin Je Wo yang seperti biasanya. Dia tidak memandangku dengan kasihan, dia membuatku merasa sanggup bertahan. Saat itulah aku tahu kalau aku mencintai Ryu Kim. Ryu Kim kekasih eonniku sendiri.” Je Wo mengucapkan kalimat yang terakhir dengan sangat pelan. Tapi sepelan apapun itu tetap membuat jantung Kyuhyun kembali berdegup kencang. Sialan Shin Je Wo, sampai kapan dia mengontrol cara kerja jantungnya seperti ini.

“Aku tahu aku tidak boleh memiliki perasaan seperti itu. Tapi bagaimanapun aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri. Lalu aku mulai berpikir, bagaimana jika waktuku tidak banyak? Bagaimana jika besok tidak akan melihatnya lagi? Kau tahu, keadaanku saat itu sudah parah. Dokter bilang cara satu-satunya untuk menyelamatkanku adalah dengan donor jantung. Tapi mencari pendonorlah yang sangat sulit. Jadi aku tidak memiliki rasa optimis lagi untuk kesembuhanku. Lagi pula untuk apa aku bertahan hidup jika aku hanya menjadi sebuah beban….” sebelum Je Wo menyelesaikan kalimatnya, ia mendengar Kyuhyun mendesis panjang tapi Je Wo menghiraukannya.

“Jadi aku memutuskan untuk menyatakan perasaanku sebelum semuanya terlambat. Dan kau tahu, Cho? Saat aku menyatakan perasaanku, Ryu Oppa hanya diam, dia hanya menatapku dengan pandangan yang sulit diartikan. Rasanya saat itu aku sangat takut sekali kalau dia akan membentakku. Tapi kemudian dia hanya tersenyum lembut dan mengusap pelan kepalaku. Dia berkata, jangan dipikirkan, aku harus sembuh. Jawaban apa itu? Aku tidak bisa mengartikannya.” keluh Je Wo.

Kyuhyun tidak berkomentar apapun. Dia hanya diam dan mendengar. Bahkan kalaupun ia ingin berkomentar, ia tidak tahu apa yang ingin dikatakannya. Rasanya tubuhnya panas dingin mendengar cerita Je Wo.

“Yang terburuk…” Je Wo mengambil napas dan membuangnya pelan. “Eonni tahu saat aku menyatakan perasaanku. Aku tidak tahu bagaimana, tapi dalam perjalanan pulang dari rumah sakit, kakakku mengalami kecelakaan.” kini suara Je Wo tidak hanya pelan, bahkan ia seperti berbisik. Kyuhyun harus benar—benar memasang telinganya agar tidak ketinggalan apapun. Dan astaga apa yang baru saja Je Wo katakan? Kakaknya kecelakaan? Kyuhyun merasa cerita Je Wo akan semakin memilukan.

“Mereka bilang kondisi eonni kritis. Mendengar itu, sakit didadaku kembali datang dan aku jatuh pingsan. Saat aku bangun, orang tuaku menatapku dengan pandangan yang aneh. Mereka terkesan… menghindariku. aku sangat bingung apa yang terjadi. Bahkan saat Ryu Oppa datang menemuiku, dia tidak mau memangdangku sama sekali. Ia menangis dan mengatakan banyak kata. Dia pergi. Semua hal yang terjadi membuatku bingung, jadi aku bertanya pada dokter apa yang terjadi.” Kyuhyun yakin apa yang akan dikatakan Je Wo adalah suatu yang buruk karena ada jeda yang cukup lama saat Je Wo kembali berbicara.

“Eonni meninggal karena kecelakaan itu sangat parah, organ vitalnya banyak yang sudah tidak berfungsi. Sebelum eonni meninggal, ia ingin mendonorkan jantungnya padaku. Aku bisa bertemu denganmu karena menerima donor jantung itu, tapi sejak saat itu aku tidak memiliki hubungan yang baik dengan orang tuaku. Dan itulah terakhir kalinya aku bertemu dengan Ryu Oppa.” ucap Je Wo dengan air mata yang kembali menetes.

Je Wo kembali menangis meskipun tidak terisak dan Kyuhyun hanya kembali diam. Astaga, apakah ini cerita nyata? Kenapa Je Wo harus melalui hal menyakitkan seperti itu, batin Kyuhyun.

“Mereka membenciku, mereka tidak lagi mau memandangku, mereka meninggalkanku. Ak..Aku..” ucapan Je Wo tersendat-sendat karena tangis

“Jangan diteruskan lagi, aku sudah tahu.” ucap Kyuhyun pelan. Ia tidak ingin Je Wo membangkitkan lebih banyak lagi kenangan menyakitkan dalam hidupnya. Ia tidak ingin Je Wo terluka lagi.

“Jadi, setelah keadaanku membaik aku lebih memilih tinggal sendiri. Aku belum bisa melihat ibu yang saat melihatku akan langsung menangis karena kembali mengingat eonni.”

“Jangan berpikir semua meninggalkanmu, karena aku akan selalu ada disampingmu. Aku…aku tidak akan pernah melakukan hal seperti itu padamu. Tidak akan.” hanya kata-kata itu yang bisa diucapkan Kyuhyun.

______

Dua minggu kemudian

 Kyuhyun terlihat sibuk mengutak-atik ponselnya. Wajahnya terlihat sangat serius, terkadang terlihat gurat di dahinya. Tak jarang pula erangan kesal keluar dari mulutnya. Tak berapa lama ia menempelkan ponsel itu ke telinganya tapi setelah terdengar nada sambung beberapa kali, akhirnya ia menurunkan lagi ponsel itu dengan wajah kesal.

“Akhh…kemana gadis itu?” gerutunya kesal

Para member super junior yang baru memasuki ruang ganti mengerjit bingung melihat tingkah dongsaengnya yang seperti cacing kepanasan sambil memelototi handphonenya. Sejak detik pertama selesai mengisi acara di sebuah acara televisi, Kyuhyun langsung melesat ke ruang ganti dan dengan cepat menyambar ponselnya.

“Kau itu kenapa?” tanya Donghae sambil duduk disamping Kyuhyun. Pria itu mengambil botol air mineral dan langsung mengahabiskan isinya.

“Dia tidak mengangkat telponku.”

“Siapa? Je Wo?”

Kyuhyun hanya mengangguk pelan sambil menekan tombol diponselnya dengan kasar.

“Mungkin dia sedang sibuk.” usul Ryeowook

‘Tapi dia juga tidak membalas pesanku.” keluh Kyuhyun

“Tunggulah sebentar lagi, mungkin dia sedang keluar dan tidak membawa handphonenya.” hibur Siwon yang tidak tega juga melihat Kyuhyun yang seminggu terakhir ini terlihat uring-uringan mengkhawatirkan Je Wo.

“Dia baik-baik saja, kan?” tanya Eunhyuk ragu, dia menjadi ikut khawatir setelah mendengar cerita Kyuhyun tentang masa lalu Je Wo.

“Hm… tapi sesekali aku masih melihat Je Wo terdiam dengan pandangan kosong. Aku rasa dia masih memikirkan banyak hal tentang masa lalunya.” ujar Kyuhyun.

“Semuanya pasti baik-baik saja.” kata Leeteuk sambil menepuk pelan bahu Kyuhyun.

_____

“Yah! Kemana kau tiga hari ini, eoh?” Kyuhyun langsung menodong Je Wo saat gadis itu baru saja membuka pintu apartemennya.

Kyuhyun yang sangat khawatir karena sudah tiga hari belakangan ini Je Wo tidak memberi satupun kabar padanya, hari ini setelah jadwalnya kosong ia langsung pergi ke aparetemen Je Wo. Bersyukurlah Je Wo ada di dalam, kalau tidak, mungkin Kyuhyun akan lebih uring-uringan lagi karena tidak tahu harus kemana mencari keberadaan Je Wo.

“Manis sekali caramu bertamu.” sindir Je Wo

“KAU!!!!” tunjuk Kyuhyun dengan telunjuknya yang membuat Je Wo mundur satu langkah dengan pandangan bingung.

“Apa?”

“Kemana kau selama ini? Kau tidak tahu kalau aku sudah hampir gila menghubungimu? Kau tidak mengangkat semua panggilanku, tidak membalas puluan smsku, aku ingin menemuimu tapi karena jadwal sialan yang sangat padat aku tidak bisa melakukan itu. Kau tidak tahu bagaimana khawatirnya aku?” ucap Kyuhyun dengan nata tinggi karena dikuasai emosinya. Ia sangat khawatirkan terjadi sesuatu yang buruk pada Je Wo. Bahkan semua hyungnya yang tidak bersalah menjadi sasaran omelannya.

Je Wo tersenyum kecil. Ia tahu Kyuhyun sangat mengkhawatirkannya “Aku baik-baik saja.” ucapnya dengan nada sambil lalu.

Kyuhyun membelalakkan matanya saat melihat Je Wo mengatakan hal itu dengan sangat mudahnya bahkan kini Je Wo berjalan masuk ke kamarnya. Tidak sampai satu menit, Je Wo keluar dengan membawa tas selempangnya.

“Mau ikut aku?” ajak Je Wo melihat Kyuhyun yang masih berkacak pinggang dengan wajah kesal.

“Apa? Kau mau kemana lagi?” bentak Kyuhyun

Je Wo mengerjitkan keningnya “Tidak usah berteriak, ayo ikut aku.” Je Wo mengamit lengan Kyuhyun dan keluar dari apartemennya menghiraukan seruan kesal Kyuhyun.

_____

Kyuhyun dan Je Wo duduk berdampingan disebuah kursi kayu. Mereka diam merasakan hembusan angin sore yang sangat menenangkan. Hanya ada mereka berdua ditempat ini. Tempat yang sangat tenang ditengah keadaaan Seoul yang selalu bising. Tempat itu terletak disebuah bukit kecil dengan banyak pepohonan dan menyuguhkan pemandangan Seoul yang terlihat tampak kecil.

“Kenapa kesini?” tanya Kyuhyun mengawali obrolan mereka. Ia sudah tidak tahan sejak tadi hanya diam saja. Dikepalanya sudah tersusun rapi banyak pertanyaan untuk Je Wo jawab. Tapi sejak keluar dari apartemennya, Je Wo tidak berkata apapun. Dia hanya diam dengan wajah datarnya itu.

“Hm… hanya ingin bicara ditempat yang tenang. Setidaknya kalau kau akan berteriak lagi, tidak ada orang yang mendengarnya dan aku tidak perlu malu dengan ulahmu.” jawab Je Wo datar sekaligus menyindir Kyuhyun.

 “Eiyyy, kau ini!!!” geram Kyuhyun. Entah harus bagaimana lagi ia mengahadapi Je Wo yang akhh… terkadang sangat menyebalkan.

“Aku ke Busan.” ucap Je Wo yang sontak membuat Kyuhyun langsung menoleh menatap gadis itu. Tapi Je Wo tetap mengarahkan pandangannya ke depan.  “Aku menemui kedua orang tuaku. Aku….” ucapan Je Wo terputus saat gadis itu mengambil napas sejenak. “Aku, ingin berdamai dengan masa laluku. Aku ingin memperbaiki hubunganku dengan orang tuaku sendiri. Selama ini, aku sangat tersiksa dengan keadaaan seperti itu. Aku ingin semuanya kembali seperti semula, meskipun ada hal-hal tertentu yang tidak akan pernah bisa kembali. Seperti kakakku.” ucap Je Wo lirih dengan suaranya yang sendu.

“Lalu apa yang terjadi?” tanya Kyuhyun ikut menatap kedepan. Semakin lama ia menatap Je Wo, semakin ia merasa bersalah karena tadi membentak Je Wo.

Je Wo menggigit bibir bawahnya. “Awalnya aku ragu, aku…aku takut menemui mereka. Sudah hampir tiga tahun kami tidak pernah bertemu. Tapi kupikir aku harus berani menghadapi masa laluku yang selama ini selalu kuhindari. Jadi aku membulatkan tekad.” Sebuah senyum mulai terukir dibibir Je Wo. “Kau tahu?” tanya Je Wo sambil menatap Kyuhyun. Kyuhyun ikut menoleh menatap Je Wo “Semuanya tidak seburuk yang selalu kupikirkan. Ketika semuanya dibicarakan dengan baik, semuanya kembali baik-baik saja. Aku berpikir orang tuaku butuh waktu untuk menerima kenyataan ini. Dan orang tuaku berpikir aku juga butuh waktu untuk semuanya.” Je Wo kembali menghela napas. Helaan napasnya ini terdengar ringan tanpa beban.

“Intinya, semua kembali baik-baik saja, Cho Kyuhyun. Jadi jangan khawatirkan aku lagi.” ucap Je Wo sambil menyubit kedua pipi Kyuhyun.

Kyuhyun merasa sangat lega melihat gadisnya kembali tersenyum tulus seperti itu. Kyuhyun mengulurkan tangannya untuk meraih tubuh Je Wo kedalam dekapannya.

“Tapi kenapa kau tidak pernah bercerita apapun padaku?” tanya Kyuhyun heran. Memang kalau dipikir-pikir lagi, selama mereka bersama Je Wo sangat jarang sekali bercerita tentang keluarganya.

“Dari dulu bisa dibilang kalau eonni lebih memiliki segalanya dibanding aku. Orang lain lebih mengenal eonni daripada aku. Tapi itu buka suatu masalah untukku, asalkan orang lain tetap menatapku sebagai Shin Je Wo seperti apa adanya aku. Dan semenjak kejadian itu, orang-orang selalu menatapku berbeda. Bukan lagi menatapku sebagai Shin Je Wo. Dan itu sangat menggangguku. Itu membuatku tidak nyaman dan tertekan. Jadi, saat aku menetap di Seoul aku memutuskan untuk membuka lembar baru dan mulai bergaul dengan orang yang tidak mengetahui masa laluku. Hhh, intinya aku hanya ingin orang memandangku seperti aku, bukan seperti orang lain.” jelas Je Wo panjang lebar. Kyuhyun hanya mengangguk-angguk mengerti. Memang tidak nyaman jika kau dipandang seperti orang lain padahal kau nyaman dengan dirimu yang apa adanya.

“Aku tahu kau lebih kuat dari semua gadis yang aku kenal. Aku tahu kau bisa melalui semuanya dan aku nyaman didekatmu karena kau adalah Shin Je Wo. Aku tidak pernah memnyamakan kau dengan Shindong Hyung, kan?” ucap Kyuhyun sambil mengecup puncak kepala Je Wo.

Keduanya saling menatap dan tertawa kecil. “Sialan kau, Cho! Mana bisa kau menyamakan aku dengan Shindong Oppa. Setidaknya perbandinganmu haruslah yang masuk akal!” gumam Je Wo sambil tertawa pelan yang dijawab Kyuhyun dengan tawanya yang merdu.

“Jangan pernah merasa kalau setiap orang memiliki pandangan yang sama. Ada banyak orang yang memiliki pandangan luas. Yang perlu kau lakukan adalah percaya pada dirimu sendiri.” nasehat Kyuhyun

“Hm.” Je Wo merasa sangat nyaman didalam dekapan Kyuhyun seperti ini. Keberadaan Kyuhyun selalu membuatnya nyaman. Meskipun tingkah Kyuhyun sangat terkadang sangat menyebalkan.

 Kyuhyun melepas pelukannya dan menatap Je Wo dalam, ia teringat satu hal yang sangat mengganggu pikirannya. “Bagaimana… dengan… dengan Ryu Kim?” tanya Kyuhyun ragu.

Je Wo mengerucutkan bibirnya mendengar pertanyaan Kyuhyun. Melihat reaksi Je Wo, Kyuhyun semakin bertambah takut. Bagaimana kalau Je Wo masih mencintai laki-laki itu? Bagaimana dengan dirinya?

“Hei, bagaimana?” desaknya.

“Apanya yang bagaimana?”

“Hubunganmu dengan Ryu Kim!!” ucap Kyuhyun tidak sabar.

“Itu… itu sedikit rumit.” desah Je Wo.

“Yah!! Rumit bagaimana?” Je Wo benar-benar membuat jantung Kyuhyun berdegup dengan kencang. Bukankah Kyuhyun sudah sering membuat pengakuan bahwa Je Wo saaaaaangat berpengaruh dengan cara kerja jantung Kyuhyun. Bukankah itu sangat mengerikan?

Melihat tingkah Kyuhyun yang sudah jelas sekali sedang cemburu dengan laki-laki dimasa lalunya itu, membuat Je Wo mendesah malas.

“Ini rumit Kyu, aku tidak akan menyangkal kalau ada sebagian perasaanku untuknya.” aku Je Wo yang membuat Kyuhyun sontak melotot kaget

“Yah!!”

“Dengarkan aku dulu!” sela Je Wo sebelum Kyuhyun kembali mengomel tidak jelas. Kyuhyun akan mengomel kesana-sini dan apa yang dikatakannya sangat sulit dipahami, dia seperti meracau tanpa henti.

“Kau tau kalau dulu aku mencintainya. Dia cinta pertamaku. Lalu semua hal buruk itu terjadi, aku memilih melupakan cintaku itu. Aku berusaha sangat keras untuk melupakannya. Dan jujur saja dengan kehadiranmu, semua itu lebih mudah. Tapi setelah semuanya yang terjadi, kau mungkin tidak percaya dengan apa yang akan kukatakan.” Je Wo berhenti berkata dan menatap Kyuhyun ragu. Mungkin apa yang akan dikatakannya terdengar sangat mustahil dan gila.

Kyuhyun mengerjitkan keningnya bingung “Lanjutkan.” pintanya. Jika Je Wo akan membuat pengakuan yang akan membuat hatinya komat-kamit galau, akan lebih baik jika hari ini ia mengetahui semuanya jadi dia bisa galau seutuhnya. Hah…

“Kau tahu jantung ini, jantung seorang wanita yang sangat mencintai seorang Ryu Kim.” ucap Je Wo sembari menyentuh dadanya. Tempat dimana jantung yang kadang membuatnya tersiksa. Ia tidak mau melukai Kyuhyun, Je Wo ingin hanya melihat Kyuhyun dihidupnya. Tapi ada kalanya jantung ini kembali membuatnya melihat Ryu.

“Saat melihatnya, jantung ini selalu berdetak lebih kencang. Apakah kau bisa memahaminya Kyu? Eonni mencintai Ryu Oppa dengan seluruh hidupnya dan kini sebagian hidupnya itu ada di dalam tubuhku. Di dalam tubuhku yang dulu juga memiliki perasaan pada Ryu Oppa. Bisakah kau merasakan apa yang kurasakan? Kadang aku sendiripun tidak bisa mengendalikan perasaan itu.” ucap Je Wo memelas. Ia ingin Kyuhyun memahami keadaannya. Ia tidak ingin kehilangan Kyuhyun.

“Kombinasi yang sangat sempurna.” ucap Kyuhyun antara takjub, kaget, dan kesal. Kenapa semuanya begitu akh….menyebalkan?

Mendengar perkataan Kyuhyun dengan ekspresi ambigunya membuat Je Wo tertawa keras. Ia tahu Kyuhyun berusaha memahaminya, tapi di lain sisi Kyuhyun sangat kesal dengan pengakuan bahwa kekasihnya sendiri masih memiliki perasaan spesial dengan laki-laki lain.

“Jangan memasang muka seperti itu, Tuan Cho. Kau terlihat… sangat lucu. Hahahaha… aduh perutku. Bagaimanapun yang dicintai Ryu Oppa adalah eonniku, bukan aku.”  tawa Je Wo sampai perutnya terasa sakit.

“Oh, masih cinta bertepuk sebelah tangan, eoh? Terus saja tertawa… Disampingmu sudah pasti ada yang membalas cintamu tapi kenapa masih saja mengenang cinta tak berbalasmu. Buka matamu lebar-lebar nona, tadi bahkan kau sendiri yang bilang ‘Bagaimanapun yang dicintai Ryu Oppa adalah eonniku, bukan aku.” gerutu Kyuhyun

“Oh ya? Memangnya siapa yang selalu membalas cintaku?” goda Je Wo berpura-pura terkejut

“AKU!!!”

“Jadi kau mencintaiku, Kyu?” Je Wo kembali tertawa terpingkal-pingkal. Kyuhyun dan kenarsisan tidak pernah bisa dipisahkan.

“Mana yang lebih kau sayangi, aku atau dia?” tanya Kyuhyun kemudian.

“Hm… aku sangat sulit memutuskan.” goda Je Wo dengan wajah berpikir keras. Kyuhyun menunggu jawaban Je Wo dengan gugup. “Dia…” jawab Je Wo mengantung

Kyuhyun langsung tertunduk lemas. Bagaiman ini? Je Wo lebih menyayanginya.

Melihat ekspresi Kyuhyun, Je Wo tertawa kecil. Dia berdiri dan melangkah lambat menjauh dari Kyuhyun.

“Sekarang ini, aku lebih menyayanginya sebagai seorang kakak. Tapi aku lebih menyayangimu sebagai kekasihku.” teriak Je Wo sambil berlari kecil. Ia sangat malu mengakuinya di depan Kyuhyun.

“MWOOO?!” teriak Kyuhyun kaget. Dia langsung berdiri dan mengejar Je Wo. “Yak!! Bicara yang jelas!! Kau lebih mencintainya atau aku?”

“Kau.”

“Jeongmal?” tanya Kyuhyun memastikan. Wajahnya langsung sumringah mendengar pengakuan Je Wo. Ia meraih pinggang Je Wo, mengangkatnya, dan memutarnya ke udara. Rasanya ia sangat bahagia sekali, meskipun masih butuh waktu untuk Je Wo melupakan seutuhnya laki-laki itu, ia akan tetap menunggu dan memastikan selalu ada untuk gadis yang dicintainya ini.

“Yah, Kyu!!! Turunkan aku!” teriak Je Wo diiringi gelak tawanya.

“Mana yang lebih tampan, aku atau dia?” tanya Kyuhyun lagi dengan tawa yang berderai.

“Kau jelek, Tuan Cho!”

“Eiy…. tidak mungkin. Pasti aku lebih tampan, kau saja yang malu mengakuinya!”

END

44 thoughts on “FF Contest – Not Me But It’s She

  1. kukira jewo akan memilih ryu kim
    eh ternyata dya lebih memilih kyuhyun
    d.tunggu kelanjutan semua FFnya kak
    dan d.tunggu novelnya
    semangat kak

  2. Annyeong eonnie, salam kenal ya
    Aku sampe mewek baca ff ini eon
    Aku kira sad ending, EH ternyata happy ending
    Sempet dag dig dug nungguin jawaban jewo, tapi syukurlah akhirnya dia milih kyuhyun.
    Tapi eonnie, gimana nasib ryu kim? penasaran.. lanjut terus ya. fighting🙂😀

  3. Huhhhh… romantis banget endingnya. Kyuhyun oppa kalo di dunia ff selalu romantis. Selalu jadi pria idaman lahh pokoknya.. haha😉

  4. Cie cie, keren juga ini ff nya. Wlaupun mnurt aku msh ada satu scene yg gantung, gimana ryu? Dia sbnrnya suka ga coba ama Je wo? Nah loh, gatau shelly kalo itu, wktu je wo nyatain prasaan ke ryu, ryu blg dgn kalimat yg -agk mumetin- trus wktu kepergok di hotel lg masak” itu, ryu keknya jg ngomong ssuatu yg -agk sulit dipahami- tp jalan ceritanya bner” beda kok dr ff” yg udh aku baca, keren aja lah😘

  5. Ska ma ceritanya,konflikny jga gk trllu berat.
    Ahirny je wo lbih mmilih kyu dr pd ryukim,smoga psgan abnormal ini ttap langgeng,,,
    d tunggu ff lainya oeni…

  6. Kisah pilu Jewo dimasa lalu emang menyentuh banget, tapi untungnya Jewo bisa mengatasinya dengan baik. Hufft, untung aja dia milik Kyuhyun. Nggak ngebayangin gimana nasibnya Kyuhyun nanti kalau dia ditinggalin Jewo, haha.

  7. Eitsh gue mau jadi je wo dong yang diangkat angkat. wkwkwkwks~ kalo menurut gue konfliknya kurang greget thor, tapi tetep keren. ohoooo

  8. ternyata je wo punya masa lalu yg sedikit menyedihkan kyuhyun pun ga tau..
    suka lihat kyuhyun d sini lebih berpikiran positif thdp je wo yg pasti je wo lebih cinta kyuhyun dari pd ryu

  9. oh co cweet banget,, suka sama kata” je wo yang atas “aku pernah mengenalnya si masa lalu tapi tidak di masa depan”

  10. hihihi endingnya maniiiiss ..yah kasian sama jewo waktu keluarga sama ryu terkesan menyalahkan dia ..dia kan juga nggak minta ada kejadian seperti itu ..jangan2 kakaknya jewo sengaja kecelakaan biar dia bisa donorin jantungnya ke jewo ..saking sayangnya joonhee ke jewo gitu maksudnya ..untung kyuhyun nggak ikut menghakimi jewo ya ..pacar yang baik🙂

  11. Koreksi dikit ya
    acuh = peduli
    acuh tak acuh / tak acuh = tak peduli

    sempet shock tadi pas jewo liat ryu, kukira dulu diapain, eh ternyata ._.

    Selain itu semuanya bagus kok thor. Good job (y)

  12. uaaa romantisnya ini couple, masa lalu yang cukup rumit dan miris yg di jalani je wo terbayar dengan masa depan yg indah dengan kyuhyunn, sweet banget

  13. kirain ryu kim itu mantan kekasihnya ehhh gk tahunya kekasih kakaknya
    dan karna dimasa lalu semua orang menyalahkan je wo makanya dia jadi sedikit tertekan

    baguslah kehadiran kyuhyun bisa jadi obat yang manjur buat hati je wo

    keren ih ffnya

  14. ternyata seperti itu….ku kira kl ryu kim sama je wo itu mantan kekasih… ryu selingkuh ninggalin je eo ga taunya ryu pacar kakaknya je wo yg udah meninggal…

  15. gua sesak nafas bacanya,tpi bersyukur untuk endingnya😮 knpa dua ff yg ku baca di sini bikin sport jantung semua, hhhh😮

    tpi sungguh gua kurang suka ama karakter kyuhyunya,klo menurut aku dia lebih cocok jdi org ke tiga ketimbang cast utama,tpi tetep kecehhh kkok ffnya,😀 cuma klo bisa karakternya kyuhyun di perjelas jgn cuma jdi selingan doang,,dan feelnya ngenak bgt🙂

  16. Rumit bnget msa lalu nya Je wo, ksian pas jewo lg drop kyak gtu eonni nya meninggal kecelakaan, eh ortu nya ngndarin jewo, Ryu jga prgi ninggalin jewo nyesek binggo jd jewo. untng aja skrang udh ad kyu ^^

  17. oh my god. so sweet.
    mengharukan. nyesek bgt pas tau pengakuan je wo. nga nyangka kehidupan bya sulit bgt.
    cerita yg indah. DAEBAK…!!!

  18. Hmm so sweeeetttt :-* :-*
    sayangnya OS
    Kalo aja chapter pasti makin seru😉😀 :-*
    ceritanya udah bagus. Masing2 karakternya q suka😉 :-*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s