Let’s Go Swimming

“Satu, dua, tiga!”

“Hup!”

“Hahahaha.”

    Novel yang sejak tadi berada di atas pangkuannya tidak lagi terasa menarik bagi saat Hyunje dan Eunje bermain bersama. Je Wo tersenyum-senyum sendiri melihat Eunje yang melompat dari atas sofa dan di tangkap oleh Hyunje, lalu Hyunje akan berpura-pura jatuh dan mereka tertawa bersama.

    Hari ini Hyunje tidak sekolah karena pagi-pagi tadi dia baru saja pulang dari liburan mendadak bersama Kakek dan Neneknya sejak sabtu sore kemarin. Karena sudah beberapa hari tidak bertemu, kedua bocah itu terlihat sangat akur. Tidak seperti biasanya, Je Wo selalu jengkel mendengar teriakan nyaring Hyunje yang tidak mau diganggu oleh Eunje.

    “Sekali lagi.” Gumam Hyunje disela-sela tawanya. Dia membantu Eunje menaiki sofa, lalu melangkah mundur agar memiliki sedikit jarak. “Rentangkan tanganmu seperti ini, Eunje-ya.” Bocah itu memeragakan kedua tangannya.

    Eunje mengamatinya dalam diam. Mengerjap-erjapkan matanya beberapa kali, lalu bibirnya membentuk bulatan kecil. “Cecawat.” Celetuknya.

    “Hm?” Hyunje mengernyitkan dahinya.

    “Cecawat, cecawat, cecawat.” Tiba-tiba saja Eunje bertepuk tangan dan tertawa geli. Kakinya sesekali berusaha melompat-lompat kecil. “Wusss Wussss.” Gumamnya sambil merentangkan tangan.

    Hyunje meringis pelan. Dia menggaruk belakang kepalanya dan menatap Je Wo. “Omma, dia bilang apa?”

    Je Wo menggelengkan kepalanya pelan sambil terkekeh. “Omma juga tidak tahu. Akhir-akhir ini dia memang selalu mengoceh dengan bahasa alien.”

    Je Wo dan Hyunje tertawa bersamaan.

    “Dia bilang pesawat.”

    Terdengar suara seseorang di antara mereka. Je Wo memutar wajahnya kesamping lalu menemukan Kyuhyun telah berdiri tak jauh dari mereka dengan wajah lusuh.

    “Appaaaaaaaa.” Teriak kedua bocah itu bersamaan.

    Kyuhyun tersenyum kecil mendengar teriakan nyaring kedua putranya. Apa lagi saat mereka berdua mulai saling berlomba berlarian menghampiri Kyuhyun agar mendapatkan pelukan pertama dari Ayah mereka.

    “Kapan kau pulang?” tanya Kyuhyun pada Hyunje. Dia sedikit kesulitan membalas pelukan kedua putranya.

    “Tadi pagi.” Jawab Hyunje dan sedetik memudian wajahnya penuh dengan binaran semangat. “Appa, coba tebak apa yang kubawa dari hasil liburanku?”

    Kyuhyun melirik Je Wo sekilas, wanita itu sedang memandang mereka dengan senyuman tipis dibibirnya. “Memangnya apa?” Hyunje tersenyum lebar padanya. Bocah itu mulai berlari kencang menaiki tangga. “Jangan berlarian di tangga seperti itu, Cho Hyunje! Nanti kau bisa jatuh!!” teriak Kyuhyun.

    Tapi bocah itu sudah menghilang entah kemana. Kyuhyun menghela napasnya. Melirik kebawah, dia mendapati Eunje yang sedang menatap anak tangga sementara kedua tangannya memegangi kaki Kyuhyun.

    Kyuhyun terkekeh pelan kemudian membawa Eunje ke dalam gendongannya dan setelah itu menghampiri Je Wo. “Pagi, Nyonya Cho…” sapanya ramah, menghadiahi kecupan singkat di sebelah pipi Je Wo.

    “Appa, cium.” Pinta Eunje manja.

    Je Wo berjengit menatap Eunje. “Genit.” Desisnya.

    “Kau juga mau? Baiklah…” Kyuhyun mencium wajah Eunje bertubi-tubi sampai bocah itu tertawa geli. Di samping Kyuhyun, Je Wo juga tersenyum mengamati pemandangan di depannya. “Kenapa tidak membangunkanku?” Kyuhyun melirik istrinya.

    “Tidurmu pulas sekali. Kau juga baru pulang pukul tiga malam. Aku tidak tega membangunkanmu.” Jawab Je Wo. Dia mengulurkan tangannya untuk mencubiti pipi Eunje sambil terkekeh puas karena putranya mengomel dengan bahasa aliennya.

    “Aku sampai tidak tahu Hyunje sudah pulang. Siapa yang mengantarnya?”

    “Ayah dan Ibumu.”

    “Berapa lama mereka di sini?”

    “Tidak lama, hanya mengobrol denganku sebentar dan menyapa Eunje lalu mereka pulang.”

    “Mereka tidak membawakan apa pun dari liburan mereka untukmu?”

    Je Wo menarik kembali tangannya. Menatap suaminya dengan tatapan datar khasnya. “Kenapa sepertinya semakin lama kau semakin cerewet saja, Tuan Cho. Jangan menanyaiku lagi.” Sungutnya.

    Kyuhyun mencebik, dia memajukan wajahnya dan menggigit telinga Je Wo sampai wanita itu mengaduh dan memukuli lengannya. Tapi Kyuhyun malah tertawa senang sambil menghalau pukulan Je Wo. Eunje yang berada di atas pangkuannya tersenyum-senyum memerhatikan orangtuanya.

    “Iron Man datang!!!”

    Kyuhyun, Je Wo, dan Eunje serentak menoleh ke arah tangga dimana Hyunje sedang berlarian menuruni tangga dengan memakai kostum Iron Man lengkap dengan segala peralatannya. Hyunje berdiri di depan mereka. Dia mengacungkan telapak tangannya seolah-olah sebuah laser keluar dari sana, dan itu di tujukan pada Eunje.

    “Hyung!” Eunje bersorak girang. Matanya berbinar memandangi kostum yang di pakai Hyunje.

    Hyunje tertawa bangga. Dengan dada membusung dia memamerkan kostum Iron Man-nya pada Eunje. “Lihat, aku bisa menjadi Iron Man, kan? Kostum ini Harabe dan Halmeoni yang membelikannya untukku.”

    “Akhirnya dia mendapatkannya juga.” Rutuk Kyuhyun pelan namun mampu terdengar oleh Je Wo. Istrinya hanya mengulum senyum. Mengingat Kyuhyun selalu mengatakan tidak setiap kali Hyunje meminta di belikan kostum itu, pasti sekarang bocah itu sedang berada di atas angin.

    Bukannya tidak ingin membelikan apa yang di minta putranya, tapi menurut Kyuhyun Hyunje sudah tidak pantas lagi bermain dengan mainan seperti itu. Dan lagi, kebiasaan buruk bocah itu adalah selalu tidak mau melepaskan diri dengan mainan barunya. Jadi bayangkan saja kalau setelah ini dia akan berkeliaran di rumah dengan memakai kostum Iron Man.

    “Appa… mau itu.” Eunje menarik-narik baju Kyuhyun sambil menunjuk-nunjuk ke arah Hyunje. Rengekannya mulai terdengar.

    “Kau mau ini? Oh, oh, oh, tidak bisa. Kostum seperti ini tidak mudah di beli di sembarang tempat Eunje-ya… lagi pula kau terlalu kecil kalau aku harus meminjamkannya kepadamu.” Telunjuk Hyunje bergoyang-goyang di depan wajahnya untuk menegaskan kalau adiknya tidak bisa meminjam kostum itu darinya.

    “Appa juga tidak berniat membelikannya pakaian seaneh itu.” Cibir Kyuhyun. “Eunje-ya… nanti kita beli mainan yang lain saja, eo?”

    Eunje menggeleng kuat. “Mau itu!” pintanya bersikeras.

    “Tapi pakaian itu jelek sekali.”

    “Mau itu, Appa…”

    “Mobil-mobilan saja bagaimana?”

    “Shilo!”

    “Robot-robotan?”

    “Shilo!”

    “Boneka?”

    “Eunje mau itu!!!!”

    Dan terdegarlah lengkingan suara Eunje yang selalu memekakan. Kyuhyun sampai memejamkan matanya erat karena lengkingan suara itu seperti berdengung-dengung di telinganya. Satu-satunya cara untuk menghentikan suara Eunje yang memekakan hanyalah menyerahkannya pada Je Wo.

    “Nyonya Cho…” ringis Kyuhyun menatap Je Wo.

    Wanita itu menatapnya malas, “Harus berapa kali kukatakan padamu, jangan terlalu sering membelikannya boneka! Eunje itu anak laki-laki.” Omelnya. Dia mulai risih melihat tumpukan boneka milik Eunje.

    “Aku tidak membelikannya, semua boneka itu kudapat dari fans, dorm sudah sangat sempit, aku tidak tega memenuhi tempat itu dengan barang-barangku. Jadi kuberikan saja pada Eunje.” belanya.

    “Appa!!!!!” Eunje semakin keras menjerit karena melihat Hyunje yang memamerkan kostumnya dengan wajah mengejek.

    Kyuhyun memejamkan matanya kesal, “Ya!” omelnya menatap Hyunje, tapi bocah itu malah tertawa kuat dan melompat-lompat kesana kemari. Sedangkan untuk mengomeli Eunje, Kyuhyun selalu merasa tidak tega.

    “Ganti pakaianmu, Hyunje-ya.” Desah Je Wo dengan suara malas. Padahal baru saja mereka terlihat akur, sekarang sudah saling merecoki lagi.

    “Tidak mau.” Bantah Hyunje yang semakin senang membuat adiknya merajuk karena iri.

    Je Wo mengambil Eunje dari atas pangkuan Kyuhyun, “Eunje-ya, biar kan saja Hyung bermain sendirian seperti orang gila. Kita berenang di kolam renang saja bagaimana?” Je Wo melirik Hyunje sekilas, kini bocah itu sudah berhenti melompat-lompat karena mendengar ucapannya.

    “Belenang?” ulang Eunje dengan kedua mata yang mengerjap-erjap.

    “Be-re-nang. Bukan belenang. Coba sebutkan.” Ucap Je Wo membenarkan. Dia memang tidak suka kalau mendengar Eunje salah menyebutkan kata. Meskipun dia masih kecil, tapi kalau di biasakan mengucapkan kata yang tidak benar, Je Wo tidak menyukainya.

    “Be-le-nang.”

    “No. Be-re-nang. Berenang.”

    “Belenang.”

    “Berenang.”

    Bibir Kyuhyun sedikit ternganga melihat Je Wo yang sibuk mengajari putranya berbicara. Dia memukul pelan kepala Je Wo dan menatapnya tak percaya, “Dasar bodoh, dia masih kecil, mana mungkin bisa menyebut huruf dengan sempurna.” Meski yang di katakan suaminya benar, tapi Je Wo tetap memelototinya. “Aku tahu matamu memang indah, sayang. Tapi tidak perlu memelototiku seperti itu.”

    “Belenang… ayo belenang, Omma…” Eunje kembali merengek, kali ini rengekannya sudah beralih dengan hal lainnya. Dia sudah melupakan kostum Hyunje.

    “Oke.” Ucap Je Wo antusias. Dia melirik Hyunje yang memasih memandangi mereka, Je Wo menyunggingkan senyuman mengejeknya. “Bermainlah sepuasmu dengan pakaian itu, Cho Hyunje.”

    “Aku juga mau berenang, Omma…” pintanya. Wajah Hyunje terlihat memelas.

    “Bagaimana caramu berenang dengan memakai pakaian seperti itu, huh?” cibir Kyuhyun.

    Hyunje memerhatikan pakaiannya. Memang tidak mungkin dia bisa masuk ke dalam kolam renang dengan pakaian seperti itu. Tapi dia masih teramat senang memakainya.
Je Wo mengulum senyumnya. “Hyunje tidak akan mau mengganti pakaiannya, Tuan Cho. Lebih baik kita pergi saja.”

    “TUNGGU!” teriaknya histeris. “Aku ganti pakaian sebentar, Omma.” Dan dia kembali berlarian di anak tangga dengan tergesa-gesa. Je Wo dan Kyuhyun terkekeh bersama melihat Hyunje. Memang begitu cara menjinakkan putra mereka yang satu itu.

    “Kau juga ganti pakaianmu. Aku titip Eunje, gantikan pakaiannya juga.” Je Wo kembali menyerahkan Eunje ke atas pangkuan Kyuhyun.

    “Memangnya kau mau kemana?”

    “Menyiapkan cemilan. Nanti aku menyusul ke kolam renang.”

    “Kau tidak ganti pakaian?”

    “Untuk?”

    “Ikut berenang.”

    Je Wo memasang wajah datarnya. “Aku tidak bisa berenang, bodoh.” Umpatnya.

    Kyuhyun mendesah malas. “Aku tahu. Tapi kan kita berenang bersama anak-anak, kedalaman airnya pasti tidak seperti bayanganmu. Kau ikut berenang saja.”

    “Tidak mau.” Tolaknya. Je Wo sudah berniat berdiri dan meninggalkan mereka tetapi Kyuhyun menarik lengannya lagi sampai dia kembali ketempatnya semula. Tadinya dia mau protes, tapi saat jemari Kyuhyun menarik dagunya mendekat dan mengecup bibirnya, Je Wo membiarkannya saja. Kyuhyun mengecup bibirnya sekali tetapi dalam waktu yang cukup panjang.

    “Morning kiss.” Bisiknya ketika bibir mereka terlepas meski jaraknya masih teramat dekat. Kyuhyun tersenyum miring menatap Je Wo yang tetap mempertahankan wajah datarnya.

    “Kiss.” Celoteh Eunje tiba-tiba. Kyuhyun dan Je Wo menatapnya serentak, lalu tiba-tiba Eunje memaju-majukan bibirnya sendiri seolah-olah sedang meniru apa yang baru saja dia lihat sebelumnya. “Muach, muach, muach.”

    “Oh,” gumam Kyuhyun terkejut. Sedangkan Je Wo sudah tertawa terpingkal-pingkal di sampingnya. “Ck, kenapa kau malah tertawa. Kau tidak lihat Eunje baru saja meniru apa yang kita lakukan.” Rutuknya.

    “Lalu aku harus apa? Memangnya yang menciumku lebih dulu siapa? Dan yang senang berbuat mesum di depan anak-anak siapa? Itu kau, Tuan Cho…” gumam Je Wo tidak peduli dengan wajah polos sebelum meninggalkan Kyuhyun yang masih menatap putranya tidak percaya.

***

Kyuhyun tampak senang berada di dalam kolam renang dengan ketinggian air yang hanya mencapai pinggangnya saja. Dia hanya memakai celana pendek sebatas lutut dan memperlihatkan tubuh bagian atasnya yang polos. Kyuhyun sedang menjaga Eunje yang mengambang di dalam air dengan sebuah pelampung yang terpasang di tubuhnya dan di kedua lengannya. Bocah itu hanya memukul-mukul air sejak tadi sambil tertawa-tawa. Terkadang Kyuhyun mencipratkan air ke wajah Eunje dan bocah itu terkekeh geli.

    Berbeda dengan Eunje, Hyunje yang sudah mahir berenang malah lebih sering melompat dari pinggir kolam berkali-kali. Bibirnya masih saja mengeluarkan protesan karena ketinggian airnya terlalu rendah menurutnya. Tapi Kyuhyun hanya berpura-pura tidak mendengar dan membiarkan Hyunje berbuat sesukanya. Belum lagi terkadang Hyunje sengaja melompat ke arah Eunje sampai tubuh adiknya bergerak menjauh dari Kyuhyun dan dia mulai menangis ketakutan. Kalau sudah seperti itu Hyunje pasti tertawa kuat dan baru akan diam kalau Je Wo yang hanya duduk di bangku santainya yang terletak di pinggir kolam sudah menegurnya.

    Mereka berada di kolam renang milik mereka sendiri. Tempat yang akhir-akhir ini sering mereka pakai karena sebelumnya bagian rumah mereka yang satu itu lebih sering terlihat sepi.

    “Omma!” Eunje memanggil-manggil Je Wo sambil melambaikan tangannya, dia tersenyum lebar menandakan kebahagiaannya.

    “Sudah selesai?” tanya Je Wo dengan wajah manisnya.

    Senyuman Eunje lenyap dan dia segera membuang mukanya kearah lain. Kyuhyun menertawakan Je Wo yang memberenggut. Wanita itu memang sangat malas menemani kegiatan mereka yang satu ini. Berenang. Ugh… dia tidak pernah bisa melakukannya.

    “Kemarilah, kau tidak akan tenggelam, sayang.” Bujuk Kyuhyun.

    Je Wo tersenyum malas dan segera menutupi wajahnya lagi dengan sebuah novel yang sejak tadi menemaninya. Biarkan saja Kyuhyun basah seorang diri karena menemani mereka, lagi pula kapan lagi bisa menyuruh Kyuhyun menggantikan pekerjaannya menemani anak-anak. Hari ini pria itu akan berada di rumah seharian dan Je Wo sudah menyusun rencana untuk bermalasan seharian ini pula.

    “Sudah lah, Appa. Jangan menyuruh Omma ikut bergabung dengan kita lagi. Omma kan seperti kambing yang takut dengan air.” Ledek Hyunje yang seketika membuat Je Wo menurunkan novelnya dan memandang Hyunje tajam. Hyunje berpura-pura memasang wajah polosnya sebelum kembali berenang.

    “Kambing?” ulang Je Wo yang sudah memasang wajah menyeramkan.

    Tapi seperti tidak memedulikannya, Hyunje malah mengangguk semangat. “Sam pernah bercerita pada kami tentang kambing yang selalu menangis ketika Ibunya menyuruhnya mandi. Kambing itu sangat takut dengan air. Sama seperti Omma, kan?”

    Kyuhyun sudah tetawa terpingkal-pingkal mendengar celotehan Hyunje. Apa lagi melihat wajah merah Je Wo menahan kesal. Hyunje patut diberi penghargaan karena berani menyamakan Je Wo dengan kambing.

    Tidak ingin membiarkan Hyunje menang begitu saja, Je Wo memutar otaknya dengan cepat. Dan sebuah ide dia dapatkan ketika menemukan selang air yang masih terhubung dengan sebuah kran air. Seringaian samar Je Wo mengembang. Dia meletakkan novelnya di atas kursi dan beranjak mengambil selang itu kemudian berjalan mendekati kolam.

    “Hyunje-ya?” panggil Je Wo dengan suara yang manis. Hyunje yang baru saja berdiri di pinggir kolam untuk melompat lagi menoleh pada Je Wo. “Mari kita buktikan siapa yang takut dengan air.” Dan setelah itu air segera menyembur dari rongga selang dan menghujami wajah Hyunje hingga bocah itu tergagap dan tercebur ke dalam kolam tanpa persiapan.

    “Omma!” teriaknya.

    Je Wo dan Kyuhyun tertawa geli melihat wajah terkejut Hyunje. Apa lagi dia berusaha menghalau air dengan kedua tangannya sedangkan Je Wo selalu mencari celah untuk menyentuh wajahnya.

    “Omma, yah!” teriaknya lagi. terkadang dia terbatuk-batuk dan terkadang dia merengek hampir menangis.

***

“Sudah.” Je Wo menarik sebuah handuk yang berada di atas kepala Eunje setelah mengeringkan rambut Eunje. Kemudian dia mengambil handuk yang lain untuk dililitkan di pinggang bocah itu. Kini penampilan Eunje sama persis dengan penampilan Hyunje yang sudah Je Wo selesaikan lebih dulu. “Ahjumma, tolong pakaikan pakaian Eunje.” pinta Je Wo pada Kim Ahjumma yang sudah berdiri tidak jauh dari mereka.

    “Baik, Nona. Ayo, Eunje, Hyunje, kita ke kamar.” Kim Ahjumma ingin menggendong Eunje namun Hyunje menepisnya.

    “Eunje jalan denganku saja, Ahjumma.” Ujarnya.

    “Nanti dia bisa jatuh di tangga, Hyunje-ya.” Sahut Kyuhyun dibelakang mereka.

    “Tidak, Appa. Aku akan menjaganya. Iya, kan, Eunje-ya?” Eunje mengangguk setuju padanya. Hyunje tersenyum menang, kemudian meraih jemari Eunje dan mulai berjalan beriringan dengan adiknya sambil bergenggaman tangan.

    Kim Ahjumma, Je Wo dan Kyuhyun tersenyum geli memandang mereka.

    “Ahjumma, tolong perhatikan mereka. Aku takut mereka akan bertengkar di atas tangga dan aku terpaksa harus melarikan salah satu dari mereka ke rumah sakit.” Pinta Je Wo masih dengan kekehan gelinya.

    “Baik lah. Tapi, Nona, tidakkah menurut anda mereka berdua sangat manis jika terlihat akur?” tanya Kim Ahjumma.

    “Hm, memang manis. Tapi sayang sekali hal itu tidak akan berlangsung lama.” Cibir Je Wo dan mereka semua tertawa lagi.

    Sepeninggalan Kim Ahjumma, Kyuhyun melirik Je Wo yang saat itu juga sedang menatapnya. Kyuhyun tersenyum kecil, lalu berlutut di depan Je Wo yang masih duduk di kursinya.

    “Apa?” tanya Je Wo tidak mengerti.

    Kyuhyun mengambil salah satu handuk dan meletakkannya di atas kepala. “Keringkan rambutku seperti yang kau lakukan pada mereka tadi.” Pintanya.

    “Memangnya kau tidak bisa mengeringkannya sendiri?” rutuk Je Wo, Kyuhyun menggelengkan kepalanya dengan memasang wajah polos yang membuat Je Wo terkekeh sambil mendorong dahinya dengan ujung telunjuk. Je Wo mulai mengeringkan rambut Kyuhyun. Pria itu tersenyum-senyum memandangnya.

    Handuk ditangan Je Wo meluncur pelan di permukaan kulit Kyuhyun. Sampai ketika handuk itu menyentuh bagian lengan Kyuhyun, tangan Je Wo mendadak berhenti begitu saja.

Je Wo mengerutkan dahinya, menarik handuk dari tubuh Kyuhyun dan meletakkannya diatas kursi. Kemudian Je Wo sedikit memuendurkan tubuhnya agar bisa mengamati tubuh Kyuhyun dengan seksama.

    “Kenapa?” tanya Kyuhyun tidak mengerti.

    Masih dengan dahi berkerut Je Wo menjawab, “Seingatku baru tiga hari yang lalu kita bercinta dan lenganmu masih seperti biasa saat itu. Tapi kenapa sekarang… lenganmu mempunyai bisep?” kedua mata Je Wo mengerjap beberapa kali.

    Mendengar itu dahi Kyuhyun turut berkerut dan dia juga mulai memerhatikan lengannya.

    Je Wo mengulurkan kedua tangannya untuk menyentuh masing-masing bisep yang Kyuhyun miliki. Tidak terlalu terlihat tetapi Je Wo tahu perbedaannya dan perbedaan itu membuat tubuh Kyuhyun terlihat lebih seksi. Bibir Je Wo mulai tertarik membentuk senyuman manis. “Kau jadi terlihat sedikit seksi, Tuan Cho.”

    “Sedikit?” ulang Kyuhyun.

    “U-huh.”

    “Lalu selama ini?”

    “Selama ini kau terlihat seperti guling kesayanganku.”

    Kyuhyun menggeretakkan giginya sampai Je Wo tertawa geli. Dia hampir saja membalas hinaan Je Wo tapi terhenti saat tiba-tiba saja Je Wo mengecup sebelah lengannya hingga Kyuhyun merasakan sebuah sengatan ditubuhnya.

    “Aku suka.” Ucap Je Wo masih dengan senyuman manisnya. Tangannya menepuk-nepuk pelan kedua lengan Kyuhyun.

    Kyuhyun tersenyum miring, lalu menyentuh pinggang Je Wo dan meariknya mendekat, “Apa pujian itu sebuah undangan untukku?” bisiknya.

    Sebelah alis Je Wo terangkat menantang. “Sejak kapan pujian bisa diartikan sebagai sebuah undangan?”

    Kyuhyun mendengus, kemudian hidungnya sudah bergerak lihai mengendus sepanjang leher Je Wo yang beraroma choklat vanilla. Aroma parfum Je Wo yang selalu membuat Kyuhyun ingin memakan istrinya itu sepanjang hari.

    Je Wo menggelinjang diiringi kekehannya. Tangannya menarik kepala Kyuhyun yang tampak nyaman di lekukan lehernya. “Maaf sekali, Tuan Cho. Undangan yang kau maksud itu untuk nanti malam. Tidak untuk sekarang karena hari ini adalah hari khusus dimana kau harus menjaga anak-anak sedangkan aku akan menikmati waktu berhargaku di kamar sepanjang hari.” Je Wo memajukan wajahnya kedepan. “Sendirian.” Lagi-lagi dia terkekeh geli melihat wajah bodoh Kyuhyun. Je Wo menghadiahi pipi Kyuhyun dengan sebuah kecupan ringan sebelum melesat pergi meninggalkan Kyuhyun yang masih berlutut ditempatnya dengan wajah bodoh.

Fin.

159 thoughts on “Let’s Go Swimming

  1. Kangen… Karena blom ada ff yang baru aku baca baca ff yang lama deh
    Tetap suka sama ff yang lama
    Tatap masih menghibur
    Suka ><

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s