Love In The Dark – Three –

020315_1420_LoveinTheDa1.jpg

 

Pagi ini cerah. Di Apartementnya, Je Wo tampak sibuk menatap meja makan dengan masakan yang telah di siapkan oleh Eunjin sambil bersenandung riang. Sejak pulang keapartementnya tadi malam, Je Wo memang tampak sangat senang.

              Tak urung kedua gadis yang juga berada di sana merasa aneh pada kelakuan Je Wo. Apa lagi pagi ini, Je Wo bahkan sampai mau merepotkan dirinya menata meja makan untuk mereka bertiga. Padahal selama ini, Je Wo selalu saja datang kemeja makan kalau Eunjin atau Sang Ji sudah mengetuk pintunya berkali-kali.

              “Eonnie,” Sang Ji yang tidak tahan melihat senyuman yang selalu tercetak dibibir Je Wo, akhirnya berani mengeluarkan suaranya. “Kau baik-baik saja?”

              Je Wo mengangguk kuat sambil tersenyum lebar.

              Sang Ji melirik Eunjin, mereka berdua mendesah frustasi. “Kau aneh sekali.” rutuk kedua gadis itu serentak.

              “Aneh bagaimana?” Je Wo bergumam pelan sambil menatap letak sumpit dan gelas di atas meja.

              Mulut Eunjin bergerak-gerak mengeluarkan rutukan tanpa suara karena kalau saja Je Wo mendengarnya, Eunjin yakin sebelah sumpit itu akan mendarat diatas kepalanya.

              “Tadi malam, kau pergi dengan wajah pucat. Tapi saat pulang, kau terlihat sangat bahagia. Bahkan sekarang, lihat saja, bibirmu itu selalu tersenyum.” Ujar Sang Ji.

              Tetapi gadis yang sedang dibicarakan itu hanya menggedikkan bahunya malas dan tidak peduli. Memang benar, tadi malam Je Wo sangat ketakutan akan kembali bertemu dengan Heechul. Tetapi, setelah Heechul sudah terperangkap dalam permainannya, gadis itu merasa sangat senang.

              Sambil mengulum senyumnya, Je Wo melirik kearah jam dinding. Pukul tujuh tiga puluh.

              Ting Tung.

              “Aku saja yang buka.” Sang Ji segera melesat pergi untuk membukakan pintu.

              “Siapa yang datang pagi-pagi begini.” Gumam Eunjin, masakan terakhirnya, yaitu sup ayam, sudah di sajikannya di atas meja.

              Melihat kepulan asap yang bergerak-gerak di atas mangkuk sup, kedua mata Je Wo berbinar. Aroma sup ayam itu begitu terasa lezat baginya. Je Wo menarik kursinya keluar dan mendudukinya. Meraih mangkuknya untuk mengisi tempat itu dengan sup ayam yang menggiurkan.

              “Eo-eonnie…” tiba-tiba saja Eunjin memanggilnya dengan suara yang aneh.

              Je Wo menengadah menatap Eunjin, mengernyitkan dahinya ketika gadis itu menatap kearah lain dengan wajah gugup. Kepala Je Wo berputar kebelakang untuk mengetahui apa yang sedang di perhatikan oleh Eunjin.

              “Kau?!” pekik Je Wo begitu saja.

              Cho Kyuhyun sudah berdiri debelakangnya, memasang ekspresi marah diwajah kusutnya. Sepertinya dia tidak memedulikan penampilannya saat keluar dari rumah, terlihat dari pakaian yang dipakainya, hanya T-shirt hitam dan jeans abu-abu. Untuk pertama kalinya, Je Wo melihat penampilan yang berbeda dari Kyuhyun karena sebelumnya, selama mereka bertemu, Kyuhyun selalu terlihat memakai setelan jas mahalnya. Rambut Kyuhyun juga tidak tertata rapi seperti hari-hari yang lalu. Dan sialnya, Je Wo malah merasa pria itu lebih tampan dalam keadaan seperti ini.

              Dasar bodoh, rutuk Je Wo pada dirinya sendiri. Dia melirik kebelakang tubuh pria itu, ada Sang Ji yang tampak berdiri dengan wajah shock memandangi punggung Kyuhyun.

              Je Wo berdiri dari tempatnya, “Apa yang kau lakukan disini?” desis Je Wo. Apa-apaan pria ini. Datang kerumahnya tanpa memberitahu lebih dulu. Ck, Je Wo tidak percaya kalau Kyuhyun akhirnya menginjakkan kedua kakinya di apartement miliknya.

              “Kenapa kau tidak datang kerumahku bersama mereka tadi malam?” suara Kyuhyun terdengar berat dan juga dingin.

              Dahi Je Wo berkerut cepat hinga membentuk beberapa lipatan di atasnya. “Memangnya kenapa?”

              Kyuhyun menggeram tertahan, menandakan jika dia sedang berusaha menahan amarahnya. “Ya, kau memang seperti ini. Seharusnya aku tahu siapa kau sebenarnya.” Kyuhyun melangkah mendekatinya, menatapnya tajam seperti biasanya. “Kau pikir, karena semua orang menyetujui rencanamu, kau bisa melakukan apa saja sesukamu, huh?!” suara itu nyaris menyerupai bentakan.

              Tarikan napas tercekat dari bibir Eunjin dan Sang Ji terdengar disana. Kedua gadis itu merasa cemas saat Kyuhyun menatap Je Wo seakan-akan dia sangat ingin membunuhnya.

              “Tu-tunggu,” Je Wo membawa kedua telapak tangannya sebatas dada. “Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan.”

              “Persetan denganmu. Tapi jangan sekali-kali kau berani bertemu dengannya hari ini atau aku akan mematahkan kedua kakimu.”

              Je Wo tidak akan merasa terkejut lagi mendengar semua ancaman atau makian yang di lontarkan Kyuhyun padanya, karena memang seperti itulah pria itu di matanya. Hanya saja, kedua gadis yang turut berada di sana, tampak mengangakan kedua mulut mereka setelah mendengar apa yang di ucapkan Kyuhyun padanya.

              Kyuhyun sudah berbalik untuk pergi meninggalkan Je Wo, tetapi Je Wo lebih dulu menahan pergelangan tangannya. “Ikut aku.”

              Je Wo menyeret Kyuhyun yang untung saja tidak melakukan perlawanan seperti biasanya saat dia mulai memaksa pria itu. Tanpa memdulikan tatapan penuh ingin tahu dari Eunjin dan Sang Ji, Je Wo membawa Kyuhyun kedalam kamarnya. Menguncinya terlebih dulu sebelum kembali berhadapan dengan wajah dingin dan tajam milik Kyuhyun.

              “Sekarang, jelaskan maksud kedatanganmu kerumahku.” Tangan Je Wo terlipat didepan dada, punggungnya menyandar pada belakang pintu kamarnya.

              Kyuhyun mendengus malas. “Tidak perlu harus sampai membawaku kedalam kamarmu untuk mendengar penjelasanku.”

              “Oh, tentu saja perlu. Aku tidak mau kedua adikku harus mendengar makian dari mulut kotor pria sepertimu pagi-pagi seperti ini.”

              Kyuhyun tidak memedulikan ocehan gadis itu. Yang dilakukannya adalah berjalan perlahan mendekati Je Wo. Mengurung gadis Itu dengan kedua lengannya yang bertumpu pada pintu kamar.

              Kyuhyun mendekati wajah Je Wo. “Kenapa kau tidak datang kerumahku tadi malam, hm?”

              “Memangnya kenapa? Sudah ada ketiga temanmu yang menjelaskan pembicaraan apa saja yang kulakukan bersama Heechul.” Jawab Je Wo ringan.

              “Cih, bukankah kau yang berjanji padaku akan datang menemuiku di rumah?” cibir Kyuhyun. Je Wo mencoba mengingat-ingat dengan wajahnya yang mengernyit. “Lupakan. Kedatanganku ke sini hanya untuk memastikan kau tidak akan menemui Heechul. Kau tidak tahu sedang berurusan dengan siapa, Shin Je Wo. Jadi hentikan aksi kepahlawananmu.”

              Shin Je Wo memasang wajah datarnya. “Memangnya siapa yang mau menemuinya, huh?”

              wajah menyebalkan yang Je Wo perlihatkan membuat Kyuhyun mengernyit bingung.“Maksudmu?”

              Je Wo melipat kedua tangannya di depan dada, punggungnya menyandar malas di atas pintu. Masih dengan wajah datarnya dia mulai menjelaskan. “Kau pikir aku sebodoh dirimu sampai harus menuruti semua kemauan si berengsek Heechul? Maaf saja, Cho Kyuhyun, aku lebih pintar darimu. Dan rencana selanjutnya yang akan kulakukan adalah membuat Heechul menungguku seperti orang bodoh lalu semakin membuatnya penasaran padaku hingga akhirnya, dia sendiri yang akan menyerahkan dirinya padaku secara sukarela.”

              Kyuhyun masih memandang Je Wo tidak mengerti.

              “Memangnya mereka tidak memberitahukan rencana ini padamu?” tebak Je Wo karena melihat raut wajah Kyuhyun. Kyuhyun menggelengkan kepalanya. “Kalau begitu seharusnya yang kau temui adalah mereka, bukan aku. Mengganggu pagi ceriaku saja.” Rutuk Je Wo semakin menjadi-jadi.

              Selagi dia merutuki Kyuhyun yang datang seenaknya saja kerumahnya dan memarahinya, Kyuhyun malah sibuk mengumpati ketiga temannya dalam hati. Dan mereka berdua masih saja tidak menyadari keadaan tubuh mereka saat ini.

              Je Wo masih berada dalam kurungan lengan Kyuhyun sambil bersedekap. Sampai ketika kedua mata mereka beradu, lalu membuat perasaan canggung di antara mereka hadir, barulah Kyuhyun menarik dirinya sedikit menjauh.

              Kyuhyun mengedarkan pandangannya ke arah lain dan tanpa sengaja matanya bersiborok dengan sebuah foto yang menempel di dinding kamar Je Wo. Foto yang terlihat sangat mesra. Foto Choi Siwon dan Shin Je Wo yang sedang berpelukan.

              Bibir Kyuhyun menyeringai kecil, “Bukankah seharusnya kau melenyapkan foto itu?”

              Je Wo mengikuti kemana arah pandang Kyuhyun dan terperanjat. Dia segera menghalangi pandangan Kyuhyun dengan tubuhnya. “Bukan urusanmu. Kamar ini adalah kamarku dan foto itu milikku. Siapa kau sampai berhak mengaturku?”

              Kyuhyun berjalan mendekatinya dengan wajah serius hingga Je Wo melangkah mundur sekali. Wajahnya semakin mendekati telinga Je Wo untuk berbisik. “Aku adalah tunanganmu, jadi aku berhak menyingkirkan foto itu.” dia berjalan melewati Je Wo dan mengambil foto itu.

              “Hei! Kembalikan itu ketempatnya.” Jerit Je Wo. Dia mencoba merampasnya kembali tapi tidak bisa. “Cho Kyuhyun, kuperintahkan padamu kembalikan foto itu sekarang juga!”

              Kyuhyun tersenyum jengah. “Siapa kau sampai berani memerintahku.”

              “Aku adalah tunanganmu.” Balas Je Wo membalik kata-kata Kyuhyun sebelumnya.

              Kyuhyun malah tersenyum puas. “Kalau begitu, seharusnya kau tahu, sebagai tunanganku kau tidak pantas memasang foto pria lain, apa lagi itu di kamarmu.” Kepalanya menggeleng ironis.

              Je Wo ingin menggigit lidahnya sebagai pelajaran atas kelancangan mulutnya berbicara. Apa dia lupa sedang bicara dengan siapa? Pria sialan bernama Cho Kyuhyun yang sama pintarnya dengan dirinya dalam berkata-kata.

              “Aku akan membuangnya.”

              “Dan aku akan membunuhmu kalau kau berani melakukan.”

              “Oke, kalau begitu perjanjian kita batal.”

              “Mana bisa begitu!”

              “Kenapa tidak bisa? Yang rugi di sini hanya lah kau kalau aku membatalkan perjanjian. Lagi pula pernjanjian yang kau lakukan tidak ada bukti sahnya, bukan?”

              Je Wo menggeram gemas dengan wajah memerah. Dia memandang fotonya dan Siwon yang berada dalam genggaman Kyuhyun. Lihat saja, suatu hari nanti foto itu akan kembali ketempatnya, tekadnya dalam hati.

              “Baiklah, kalau begitu sekarang kau keluar dari kamarku dan segera pergi dari rumahku.” Ucapnya menahan kesal.

              “Pintunya kau kunci, bagaimana aku bisa keluar. Buka kan pintu untukku.” Perintah Kyuhyun tegas.

              Shit! Shit! Shit! Kenapa ada pria seperti Kyuhyun di dunia ini, huh?

              Saat Je Wo berbalik untuk membukakan pintu, sudut bibir Kyuhyun berkedut menahan tawa karena ekspresi Je Wo sejak tadi terlihat menggelikan di matanya.

              Tepat ketika pintu terbuka, mereka berdua di kejutkan dengan jatuhnya tubuh kedua gadis di hadapan mereka.

              Je Wo melebarkan kedua matanya menatap Sang Ji dan Eunjin yang meringis menahan sakit karena terjatuh, sedangkan Kyuhyun hanya menatap mereka berdua tanpa ekspresi.

              “Apa yang kalian lakukan?” desis Je Wo.

              Sang Ji tersenyum hambar dan Eunjin menggaruk belakang kepalanya kaku ketika mereka berusaha berdiri.

              Tanpa mau membuang waktu lebih lama untuk mendengar jawaban dari kedua gadis itu, Kyuhyun segera meninggalkan tempat itu tanpa mengatakan sepatah kata pun. Berpamitan dengan Je Wo pun tidak.

***

“Sungguh, Hyukjae yang melarangku mengatakannya padamu, Kyu. Aku sama sekali tidak berniat mengerjaimu.” Jelas Donghae dengan wajah memelas menatap Kyuhyun dan mobilnya secara bergantian.

              Sedangkan Kyuhyun yang sedang menikmati pekerjaannya mencoret-coret mobil Donghae dengan berbagai warna dari beberapa kaleng piloks tampak tenang tanpa menghiraukan penjelasan Donghae.

              “Ya Tuhan… mobilku…” rengek Donghae frustasi sambil meremas rambutnya.

              Ya, ini adalah balasan untuk Donghae karena telah mengerjainya hingga dia sampai menemui Je Wo ke rumahnya. Oh, tapi Lee Donghae tidak hanya akan menderita seorang diri, karena sebentar lagi dua tersangka yang lain akan segera datang dengan melontarkan rengekan yang sama.

              “CHO KYUHYUN!”

              Kyuhyun tersenyum simpul tanpa menoleh karena sudah tahu siapa pemilik suara-suara itu.

              “Hyukie… Yesung Hyung, lihatlah mobilku, dia mencoretnya seolah-olah mobilku adalah sebuah buku gambar.” Adu Donghae.

              “Diam kau!” umpat Hyukjae. “Yah, kau, Cho Kyuhyun! Apa yang kau lakukan, huh?! Bagaimana bisa ada artikel yang menjelaskan kegemaranku menonton video porno dan juga rahasia tentang hobiku terhadap BDSM?! Alasan pertama aku bisa memakluminya karena itu memang kegemaranku, tapi alasan yang kedua, apa kau sudah gila?! Sejak kapan aku berubah menjadi laki-laki tidak normal?!”

              “Dan apa maksudmu mengirim foto-fotoku dengan banyak gadis kepada Hyemi?! Dia hampir saja membatalkan pernikahan kami! Memangnya kau mau tanggung jawab kalau dia tiba-tiba menghilang di hari pernikahan?” kali ini Yesung turut angkat suara.

              Kyuhyun menghentikan semprotannya dan beralih menggoyang-goyangkan botol piloks ditangannya karena sudah tidak ada cat lagi yang keluar. Dia melakukannya dengan wajah tanpa ekspresi yang berhasil membuat ketiga temannya meradang.

              “Hei kau pria sialan, jawab aku!!!” teriak ketiga orang itu.

              Setelah membuang napas malas, Kyuhyun menatap mereka semua. “Kalian berisik sekali.” Ucapnya tenang.

              Yesung, Hyukjae dan Donghae menggeram tertatahan melihat wajah tidak bersalah Kyuhyun.

              “Lagi pula siapa yang memulainya lebih dulu? Aku hanya membalas apa yang kalian lakukan padaku.” Jawabnya ringan meski sejujurnya di dalam hati dia tertawa puas.

              Kyuhyun memang segera menjalankan rencananya untuk membalas perlakuan mereka setelah keluar dari rumah Je Wo. Dia merasa konyol karena harus menemui gadis itu di rumahnya. Dan semua itu karena ketiga pria di hadapannya ini.

              Hyukjae, Donghae dan Yesung memang sengaja mengerjai Kyuhyun demi melihat wajah cemas temannya itu. Setelah mendengar perintah Kyuhyun pada Je Wo melalui alat pendengar, mereka mulai merasa senang karena Kyuhyun mulai terlihat peduli pada orang lain.

              Tetapi sayangnya, kepedulian Kyuhyun memang hanya terlihat di saat-saat tertentu. Karena kini dia kembali menjadi pria kejam tanpa belas kasih meski terhadap teman-temannya.

***

Wajah Cho Kyuhyun sedikit mengernyit ketika dia baru saja keluar dari mobilnya, sinar matahari di siang hari langsung mengenai wajahnya. Kyuhyun mencebik pelan lalu memasang kacamata hitamnya untuk melindungi matanya dari sinar matahari yang memang tidak dia sukai.

              Kyuhyun berjalan dengan langkah malas memasuki sebuah cafe yang terletak di pinggir jalan. Kalau saja Je Wo tidak meneleponnya berkali-kali dan memaksanya datang, Kyuhyun tidak akan sudi menemui Je Wo di sana.

              Je Wo melambai ke arahnya ketika mata mereka bertemu. Dia duduk di sebuah meja yang terletak di sudut cafe. Kyuhyun menghampirinya, mendorong kursi untuknya dan menduduki kursi itu dengan wajah malasnya.

              “Cepat katakan hal serius apa yang ingin kau katakan padaku,” ketusnya. Kyuhyun tidak mau susah payah membuka kacamata hitamnya terlebih dulu, apa lagi kini banyak mata yang melirik ke arahnya.

              Sudut bibir Je Wo berkedut menahan senyuman sinisnya. Sombong sekali pria ini, pikirnya. Tanpa menunggu lebih lama, dia mengeluarkan secarik ketas dari sebuah amplop coklat persegi yang tergeletak di atas meja. Dia mendorong kertas itu ke arah Kyuhyun dan meletakkan sebuah pena di atasnya.

              “Tanda tangani itu.” perintahnya tegas.

              Kyuhyun menatap Je Wo sejenak sebelum melirik kertas yang di berikan Je Wo. “Apa itu?” tanya Kyuhyun tanpa mau menyentuh kertas itu terlebih dulu. Bahkan kini dia sudah kembali memandang Je Wo.

              “Kau masih punya mata yang bisa di gunakan untuk melihat, kan?” sindir Je Wo sambil bersedekap.

              Bibir Kyuhyun menipis mendengar jawaban sinis Je Wo. Dia melepas kacamatanya, lalu meraih kertas itu dan membacanya. Tapi beberapa detik setelahnya, kekehan jengahnya terdengar dan membuat Je Wo menatapnya tak suka.

              “Tidak ada yang lucu disana.” Ketus Je Wo.

              Kyuhyun menatap Je Wo dan tersenyum menyebalkan hingga Je Wo melenguh samar. “Surat perjanjian, huh?” cibirnya sambil menggoyang-goyangkan kertas itu.

              “Ya. Untuk berjaga-jaga agar mulut kejimu tidak mudah membatalkan kontrak yang kubuat.” Jawab Je Wo tajam.

              “Dan sanksi yang kau berikan mengesankan sekali, Nona.” Kyuhyun kembali menatap kertas itu dan membaca isinya. “Jika salah satu pihak membatalkan perjanjian yang telah di sepakati dengan alasan apa pun, maka pertunangan di anggap batal dan tidak ada tuntutan apa pun lagi setelahnya.”

              Je Wo menelan ludahnya samar ketika Kyuhyun memandanginya lagi. Ugh, jangan katakan kalau Kyuhyun mengetahui niatnya.

              “Mengapa sepertinya semua perjanjian ini hanya akan menguntungkan bagimu saja?” tanya Kyuhyun dengan seringaian kecil di bibirnya.

              Tepat sasaran. Dasar pria berotak licik yang kejam!!!

              “Memangnya sejak kapan ada perjanjian yang merugikan pihak yang bersangkutan.” Balas Je Wo tak kalah menyebalkan.

              “Tapi perjanjian ini jelas sekali akan merugikanku.”

              “Oh, ya? Coba katakan padaku dimana letak kerugianmu? Masih beruntung sanksi yang kuberikan bukanlah menyita habis kekayaanmu.”

              “Akan lebih baik bagiku kehilangan semua kekayaanku dari pada harus kehilanganmu.”

              Mata Je Wo mengerjap cepat detik itu juga. Kyuhyun baru saja bilang apa?!

              Sedangkan Kyuhyun sendiri sudah melebarkan kedua matanya saat menyadari ucapan konyolnya. “Maksudku… sebagai mainanku. Ya, aku tidak akan melewatkan kesempatanku untuk menjadikan gadis sialan sepertimu sebagai mainanku yang sangat berharga.” Ralat Kyuhyun cepat. Dia tidak mau Je Wo sampai menyangka hal yang tidak-tidak tentangnya.

              Je Wo mendengus kuat dan tertawa hambar. Meski sejujurnya dia sedang menentramkan degupan jantungnya yang tiba-tiba menguat saat mendengar jawaban Kyuhyun sebelumnya. “Kau tidak akan bisa mempermainkanku selama aku masih menjadi bagian terpenting dalam hidupmu.”

              Kyuhyun mengernyitkan dahinya.

              “Kim Heechul. Kau masih membutuhkanku untuk menendangnya dari hidupmu. Jadi, jika kau masih membutuhkan bantuanku, sebaiknya bersikap manis lah padaku mulai detik ini. Atau aku akan…”

              “Apa? Atau kau akan apa?” Kyuhyun mencondongkan tubuhnya kedepan. “Kau tidak bisa melakukan apa pun padaku, Shin Je Wo.” Bisiknya dengan suara berbahaya.

              “Aku bisa.” Desis Je Wo. “Bahkan kalau kau memaksaku, aku bisa menemui Heechul detik ini juga, dan bergabung bersamanya lalu menghancurkanmu. Kau lupa kelemahanmu ada di tangan siapa?”

              Wajah Kyuhyun mengeras. Gadis didepannya ini mempunyai beribu cara untuk mengintimidasinya. Sial! Kyuhyun tidak sudi di kalahkan olehnya.

              Je Wo mengangguk ke arah kertasnya lagi dengan gaya angkuh. “Tanda tangani itu.”

              Mata Kyuhyun masih memandangi Je Wo dengan tatapan tak terbaca. Kini Kyuhyun menyadari satu hal, Shin Je Wo memang mempunyai paras yang cantik, tapi kecantikannya tertutupi oleh sikap keras dan tangguhnya. Dan Kyuhyun sangat tidak sabar untuk meruntuhkan kedua sikap gadis itu.

              Kyuhyun meraih pena yang di berikan Je Wo dan mulai menandatanganinya. Kemudian kertas itu dia dorong kembali ke arah Je Wo yang kini sedang tersenyum puas kepadanya. “Ada lagi yang kau inginkan dariku?”

              Kepala Je Wo menggeleng cepat, “Kau boleh pergi.” Usirnya tanpa mau menatap Kyuhyun karena sekarang dia sedang memandangi kertas perjanjian mereka dengan wajah yang terlihat sangat bahagia. Tapi karena merasa Kyuhyun tidak bergerak juga dari tempatnya, Je Wo akhirnya melirik pria itu lagi. “Apa lagi yang kutunggu?”

              “Kau.” Jawab Kyuhyun cepat.

              “Aku?” ulang Je Wo.

              “Hm, aku ingin kau ikut denganku.”

              “Kemana?”

              “Nanti kau akan tahu.”

              “Aku tidak mau. Silahkan kau pergi sendiri saja.” Je Wo memasukkan kembali kertas itu kedalam amplop coklat dan bersiap-siap pergi.

              “Bukan hanya kau saja yang menjadi bagian terpenting dalam kehidupanku, tapi aku juga bagian terpenting dalam kehidupanmu.” Gumam Kyuhyun ringan dan berhasil menghentikan langkah Je Wo yang kini berdiri tepat di sampingnya.

              Je Wo menatap Kyuhyun tajam dengan kedua mata indahnya. “Apa maksudmu?”

              “Choi Siwon,” tepat setelah menyebut nama itu, Kyuhyun menoleh pada Je Wo dengan seringaian liciknya. “Aku ingin tahu bagaimana perasaanmu saat melihatnya hidup di jalanan tanpa rumah, mobil, pakaian dan segala kemewahan yang kumiliki.”

              Kedua tangan Je Wo mulai terkepal di sisi-sisi tubuhnya. Amplop coklat yang masih berada dalam genggamannya berkerut karena remasan tangannya. “Semua itu dia dapatkan dari hasil jerih payahnya. Jaga ucapanmu, Cho Kyuhyun.”

              Kyuhyun terkekeh pelan. Sebuah kekehan yang sarat dengan penghinaan ketika terdengar oleh Je Wo. Kyuhyun berdiri sejajar di hadapan Je Wo kemudian berbisik. “Kini kau tahu kan, kalau bukan hanya kau yang bisa memegang kendali. Masih ada aku yang memegang kendali lebih besar darimu, Shin Je Wo.” Kemudian di cengkramnya pergelangan tangan Je Wo. “Ikut aku.”

***

“Mau apa kau membawaku kemari?” tanya Je Wo gusar. Kedua tangannya saling meremas setelah menyadari tempat yang mereka datangi.

              “Aku hanya sering merasa kesepian ketika bekerja seorang diri di ruanganku. Jadi kupikir tidak ada salahnya kalau sesekali tunanganku menemaniku bekerja.” Jawab Kyuhyun dengan senyuman manisnya yang membuat Je Wo ingin sekali melayangkan tinjunya ke wajah menyebalkan milik Kyuhyun.

              Jangan dia pikir Je Wo tidak tahu rencana busuknya. Ugh, ini akan menyulitkannya! Choi Siwon juga bekerja di perusahaan itu dan sekarang Kyuhyun sengaja membawanya kesana. Je Wo tahu apa yang sedang di pikirkan Kyuhyun.

              “Kenapa tidak kau bawa saja salah satu perempuan jalangmu kemari?” umpat Je Wo kasar.

              “Bukankah aku sedang melakukannya?” balas Kyuhyun tak kalah kasar.

              Mata Je Wo melebar sempurna. “KAU!”

              “Kyuhyun,” sebuah teguran dari seseorang yang menghampiri mereka berhasil menghentikan pertengkaran yang hampir saja terjadi di antara mereka berdua. “Oh, kau membawa Je Wo kemari.”

              Je Wo tersenyum salah tingkah mendapati keberadaan Yeung Hwan di sana. Bagaimana bisa Ayah Kyuhyun ada di sana ketika mereka hampir saja bertengkar.

              “Ya.” Jawab Kyuhyun singkat dan kini wajahnya mulai tampak mendingin.

              “Bagaimana kabarmu?” tanya Yeung Hwan ramah pada Je Wo.

              Je Wo tersenyum canggung, “O-oh, aku…”

              “Banyak pekerjaan yang harus kulakukan, kami pergi lebih dulu.” Sela Kyuhyun. Dia menarik pergelangan tangan Je Wo untuk mengikutinya. Menyeret Je Wo dengan langkah lebarnya dan sama sekali tidak peduli dengan langkah Je Wo yang terseok-seok karena mengikutinya.

              “Hei! Bisakah kau melepas tanganku? Aku tidak bisa berjalan dengan langkah lebar sepertimu!” umpat Je Wo. Meski saat ini dia sedang memakai rok yang bagian bawahnya mengembang, tetapi tetap saja dia kesulitan menyamai langkah Kyuhyun.

              Kyuhyun menurutinya. Je Wo mengumpat tanpa suara. Diliriknya bekas genggaman Kyuhyun disekitar pergelangan tangannya.

              Kyuhyun menatap malas pada Je Wo, namun ketika matanya menangkap sosok yang sedang menjadi targetnya kali ini, senyuman liciknya mengembang. Di raihnya pergelangan tangan Je Wo yang tampak sedikit memerah, kemudian ibu jarinya mengusap-usap lembut disana.

              “Sakit?” Kyuhyun bertanya dengan suara rendah.

              Meski tidak memandang Je Wo dan tidak ada kelembutan dari suaranya, tapi Je Wo tetap saja terkejut mendengarnya. Dia malah menatap wajah Kyuhyun dengan dahi mengernyit dalam diamnya. Je Wo semakin terperangah saat tiba-tiba saja Kyuhyun menarik tangannya mendekati bibir dan menghembus-hembusnya.

              Mata gadis itu mengerjap beberapa kali. Rasanya dia sama sekali tidak bisa memercayai apa yang baru saja dilihatnya. Je Wo menggelengkan kepalanya beberapa kali dan cepat-cepat menarik tangannya. Kemudian dia berjalan cepat menuju lift sambil menggerutu pelan.

              Sementara itu dibelakang Je Wo, Kyuhyun menyeringai puas menatap Choi Siwon yang sedang menatap mereka berdua.

              Kyuhyun membawa Je Wo keruangannya. Tanpa memedulikan Je Wo, Kyuhyun menyibukkan dirinya dengan pekerjaan, seolah-olah menganggap kalau diruangan itu tidak ada siapapun selain dirinya.

              Hal itu membuat Je Wo kesal bukan main. Dia sudah lelah hanya duduk diam sambil memainkan ponselnya. Terkadang dia berjalan kesana kemari, atau mengamati jejeran buku-buku aneh yang tersusun rapi di dua buah rak buku dan kembali duduk ditempatnya setelah tidak menemukan satu buku pun yang dapat dia baca diantara puluhan buku-buku itu.

              Je Wo menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa, matanya menatap lurus kedepan, menatap Kyuhyun yang masih tampak sibuk dengan pekerjaanya. Bibir Je Wo mengerucut kedepan, kedua matanya menyipit kesal. Entah apa maunya Kyuhyun membawanya kemari padahal jelas-jelas Kyuhyun sangat sibuk.

              Mulanya Je Wo hanya memandangi Kyuhyun sambil mengumpat puas didalam hati. Namun semakin lama umpatannya berganti dengan kekaguman akan wajah Kyuhyun yang terpahat sempurna dimatanya. Wajah serius Kyuhyun saat bekerja terlihat menawan, apa lagi saat dia melarikan tangannya kebelakang leher entah untuk mengusap lehernya atau memijat pelan lehernya.

              Je Wo menggigit bibir bawahnya pelan. Ya Tuhan, andai saja Kyuhyun bukan pria berengsek, mungkin saja dirinya akan jatuh cinta pada Kyuhyun.

              Namun ketika Kyuhyun tiba-tiba meliriknya, Je Wo terperanjat dan cepat-cepat menatap kearah lain sambil mengerjapkan kedua matanya. salah satu ciri khasnya jika sedang gugup. Je Wo kembali memerhatikan Kyuhyun setelah memastikan Kyuhyun kembali fokus pada pekerjaannya.

              Kali ini Je Wo mengamati bibir merah Kyuhyun yang bagian bawahnya sedikit tebal namun terlihat seksi. Ck, kenapa sejak tadi dia selalu menyebut-nyebut kata seksi saat mengagumi wajah Kyuhyun. Je Wo menggelengkan kepalanya kuat-kuat.

              “Aku tahu semua gadis mudah sekali jatuh cinta padaku, tapi khusus untukmu tolong jangan bermimpi terlalu tinggi. Aku tidak sudi jika kau menyukaiku.” Gumaman Kyuhyun membuat Je Wo menatap tajam padanya yang tetap terlihat sibuk bekerja.

              Je Wo mendengus. “Maaf saja, ya, aku hanya bisa jatuh cinta pada manusia.”

              Ekor mata Kyuhyun melirik Je Wo. “Jadi maksudmu aku bukan manusia?”

              “Oh, apa kau baru menyadarinya?” Je Wo berpura-pura terkejut dengan wajah menyebalkan. Dia tersenyum puas saat Kyuhyun menggeram pelan. Dan saat matanya menangkap sebuah laptop diatas meja kerja Kyuhyun, Je Wo langsung beranjak dari tempatnya untuk menghampiri laptop itu.

              “Mau apa kau?” tanya Kyuhyun ketus saat tangan Je Wo hampir menyentuh laptopnya.

              “Aku bosan. Kau tidak memakai laptop ini, kan? Aku pinjam sebentar.” Belum sempat Kyuhyun menjawab, Je Wo sudah mengambilnya dan membawanya.

              Kyuhyun memerhatikan Je Wo yang duduk di atas sofa dengan kedua kaki bersila. Dia memangku laptop dilipatan kedua kakinya. Je Wo mengambil sebuah flashdisk dari dalam tasnya. Kemudian Je Wo sudah larut dengan kegiatannya yang entah apa itu.

              Kyuhyun sudah tidak lagi fokus pada pekerjaan. Yang dia lakukan adalah memandangi Je Wo dari tempatnya sambil menyandarkan punggungnya di punggung kursi. Kyuhyun mengusap bibirnya dengan telunjuk sementara kedua matanya semakin menikmati objek pandangnya.

              Terkadang dia melihat Je Wo mengerutkan dahi, lalu tersenyum lebar, tertawa pelan, meringis dan tiba-tiba saja mimik wajahnya berubah seperti ingin menangis.

              Kyuhyun yang kini sudah menopang dagunya dengan tangan di atas meja menjadi penasaran. Apa yang sedang dilakukan Je Wo sampai-sampai begitu banyak ekspresi yang berubah-ubah diwajahnya.

              Sambil mengumlum senyum, Kyuhyun beranjak dari kursinya dan duduk disebelah Je Wo. Dan anehnya Je Wo tidak menyadari keberadaan Kyuhyun. Hal itu Kyuhyun gunakan untuk mengintip ke layar laptop. Dia membaca tanpa suara sepotong paragraf yang tertulis di sana.

              Pandangan matanya yang kosong tampak sedang mencari-cari sesuatu. Saat angin menghembus tubuhnya, dia mulai memejamkan matanya erat. Membayangkan dirinya benar-benar berada di tengah lautan biru, terbenam ke dasar lautan hingga dia menghilang dari kehidupannya. Sekali saja, atau sedetik, dia benar-benar ingin menghilang dari kehidupannya untuk mencari ketenangan.

              “Apa kau sedang menulis sebuah novel?” tanya Kyuhyun dengan wajah bingung.

              Je Wo terkejut dan menatap Kyuhyun dengan mata terbelalak. “Kenapa kau ada disini?!” bentaknya. Sejak kapan Kyuhyun duduk di sampingnya, batin Je Wo.

              Tapi bukannya menjawab pertanyaan Je Wo, Kyuhyun malah memindahkan laptop dari pangkuan Je Wo keatas pangkuannya. Dengan wajah serius Kyuhyun tampak membaca apa yang tertulis di layar.

              Je Wo masih terlalu terkejut untuk menyadari apa yang baru saja Kyuhyun lakukan. Karena itu dia hanya terdiam dan menatap Kyuhyun dengan kedua mata melebar.

              Kepala Kyuhyun menggeleng pelan saat tawa keluar dari mulutnya. “Tidak bisa dipercaya. Gadis kasar sepertimu bisa membuat cerita seromantis ini. Benar-benar tidak bisa dipercaya.”

              Kyuhyun tertawa terpingkal-pingkal sambil memegangi perutnya. Dan itu sangat mengganggu Je Wo. Dengan cepat dirampasnya kembali laptop itu, lalu menyimpan file naskahnya sebelum mencabut kembali flasdisk miliknya.

              “Hanya kau orang bodoh yang tidak percaya kalau seorang penulis bisa membuat cerita romantis.” Balas Je Wo sengit.

              “Memangnya kau penulis?”

              “Untuk apa kau mau tahu?”

              “Aku serius, apa kau benar-benar penulis.”

              Je Wo tertawa malas, matanya melirik Kyuhyun dengan cara yang paling menyebalkan. “Kalau kau mau tahu, cari tahu saja sendiri.” Dia berdiri dan bergegas pergi.

              Sebelum dia mencapai knop pintu, dia mendengar suara Kyuhyun berteriak. “Hei, kau mau kemana?!”

              “Toilet.” Balasnya berteriak tanpa menoleh dan bahkan dengan sengaja menghempaskan pintu kuat-kuat.

              Di luar, Je Wo berjalan menuju toilet dengan bibir yang tidak berhenti memaki Kyuhyun tanpa suara. Dia kesal sekali, kenapa tadi Kyuhyun bisa duduk si sampingnya? Dan kenapa tadi dia sama sekali tidak sadar? Dasar sial.

              Je Wo sedang mencuci tangannya dengan wajah yang memberenggut saat ada seorang gadis yang menghampirinya dan tersenyum ramah. “Bukankah anda tunangannya Direktur?”

              “Direktur? Direktur siapa maksudmu?” dengan kepala yang sedikit memiring Je Wo menatap gadis asing itu tidak mengerti.

              “Direktur Cho Kyuhyun.”

              “Bukan.”

              “Bukan?” Gadis asing itu memandang Je Wo tidak mengerti.

              “Oh, maksudku benar,” Je Wo tersenyum salah tingkah. Dasar mulut bodoh, biasakan status sialan itu saat ini! makinya dalam hati.

              “Wah… anda cantik sekali Nona. Pantas saja Direktur memilih anda sebagai tunangannya.” Puji gadis asing itu. Ketulusan terlihat di wajahnya.

              Je Wo menanggapinya dengan senyuman palsu. Andai saja gadis itu tahu alasan Kyuhyun bertunangan dengannya, pasti dia akan meralat pujiannya. Apa karyawan di perusahaan ini tidak mengenal siapa Direktur mereka? Apa lagi sifat kejam dan angkuhnya itu.

              Selesai berbincang penuh basa-basi, Je Wo keluar lebih dulu dari toilet dan bertepatan dengan itu, dia melihat Siwon yang baru saja keluar dari toilet pria.

              “Oppa!” wajah Je Wo berseri-seri memanggil Siwon.

              “Oh, kau masih di sini?”

              Je Wo mengangguk kuat, seperti kebiasaanya yang sudah-sudah, dia segera memeluk lengan Siwon sambil tersenyum lebar. “Bagaimana kabarmu hari ini?”

              Siwon terkekeh pelan, tadinya dia berniat menyentuh tangan Je Wo yang memeluk lengannya, namun saat melihat pandangan beberapa orang yang lewat membuatnya tersadar. Siwon cepat-cepat melepaskan pelukan Je Wo sampai gadis itu memberenggut.

              “Banyak orang yang melihat.” Bisik Siwon sepelan mungkin.

              Je Wo melirik sekelilingnya dan melemparkan tatapan galaknya kesemua orang yang memerhatikan mereka. “Mengganggu saja!”

              “Kenapa kau datang ke perusahaan? Kyuhyun yang mengajakmu?” tanya Siwon.

              “Hm, pria sialan itu memaksaku ikut dengannya kemari dan berniat mempersulit kita.”

              “Mempersulit kita?”

              “Iya. Dia tahu kalau aku masih mencintaimu sampai detik ini, maka itu sengaja membawaku kemari agar kau melihat aku bersamanya. Tapi dasar bodoh, dia pikir kau akan cemburu melihatku bersamanya.”

              “Aku memang cemburu.” Siwon tersenyum kecil saat wajah Je Wo tampak terkejut. “Tadi aku melihat kalian di depan lift dan dia seperti sedang menciummu. Apa itu benar?”

              “Menciumku?” mata Je Wo berkedip berkali-kali sebelum dia menggeleng tegas. “Tidak! Tadi dia hanya mengusap-usap pergelangan tanganku yang memerah akibat ulahnya. Aku juga tidak tahu kenapa dia tiba-tiba…” kedua mata Je Wo membulat sektika. “Holy shit! Dia sengaja melakukannya karena tahu kau sedang memerhatikan kami?”

              Mereka berdua saling berpandangan hingga tiba-tiba tertawa serentak.

              “Dasar bodoh.” Gumam Siwon.

              “Ya, dan juga kekanakan.” Sambung Je Wo.

              Untuk sepasang kekasih ini, cemburu bukanlah sifat yang mendominasi di hubungan mereka. Bahkan masalah seperti itu tidak pernah terjadi selama mereka berpacaran. Siwon yang dewasa dan juga Je Wo yang bukan gadis pemilik hati sensitif selalu bisa menjaga sikap mereka.

***

“Kemana dia?” gumam Kyuhyun geram setelah memeriksa toilet dan tidak menemukan Je Wo. Sudah hampir dua puluh menit berlalu setelah Je Wo keluar dari ruangannya tapi dia masih belum kembali lagi.

              Kyuhyun mulai berjalan menyisiri tempat-tempat di sekitar lantai tujuh, dimana dia bekerja. Sikap sombongnya membuat dia sama sekali enggan bertanya pada siapa pun. Dia hanya memilih mencari keberadaan Je Wo dengan kedua matanya.

              Kekesalan terpancar jelas di wajahnya saat sesuatu terlintas di kepalanya. Tubuhnya segera berbalik dan berjalan cepat menuju satu ruangan yang dia yakini Shin Je Wo ada di dalamnya.

              Tanpa mengetuk lebih dulu, Kyuhyun membuka lebar pintu ruangan itu, lalu memerhatikan sekelilingnya. Dia melihat Siwon yang tiba-tiba berdiri tegak dari balik sofa, menatapnya terkejut.

              Mata tajam Kyuhyun jatuh pada sofa berwarna coklat tua itu. Kakinya melangkah lebar dan berhenti saat melihat tubuh Je Wo yang berbaring nyaman di atas sofa, dia tertidur pulas. Dan itu artinya, Siwon baru saja melukan apa pun yang terlintas di kepalanya selama Je Wo tidur.

              Siwon gelisah di tempatnya. “Kyu,”

              “Diam.” Selanya. Perlahan tubuh Kyuhyun membungkuk hingga berjongkok di depan sofa. Matanya menyusuri wajah damai Je Wo, kemudian tangannya menyusul untuk membelai wajah itu. Dia mendengar satu tarikan suara tercekat milik Siwon. “Kau tahu, Choi Siwon? Aku sangat tidak suka jika ada orang yang menyentuh milikku.”

              “Aku tidak…”

              “Apa lagi berusaha merebutnya.” Lagi-lagi Kyuhyun menyela. Dia tersenyum miring sebelum meraih tubuh Je Wo ke dalam gendongannya. Dia memberi waktu sebentar untuk menunggu reaksi Je Wo, apakah Je Wo akan bangun atau tidak. Tapi saat menemukan Je Wo malah menggeliat mencari posisi ternyaman untuk wajahnya di atas dada Kyuhyun, Kyuhyun akhirnya berbalik dan menatap Siwon tajam.

              “Dia milikku. Cara apa pun yang kalian gunakan untuk melepas kepemilikanku, itu tidak akan pernah berhasil. Jadi, Choi Siwon, menyingkir lah dari kehidupannya sebelum aku yang menyingkirkanmu dengan cara yang tidak pernah terbayangkan oleh kepala bodohmu.”

              Kyuhyun tersenyum dingin, lalu melangkah cepat meninggalkan Siwon yang terpaku ditempatnya. Siwon harus segera di singkirkan, batin Kyuhyun.

***

Yesung masih setia menatap datar pria di hadapannya yang masih saja tertawa terpingkal-pingkal sambil membaca sebuah novel. Kedatangannya kemari untuk mengajari sesuatu yang tidak Kyuhyun mengerti mengenai bisnis, bahkan Kyuhyun yang tadi malam menyuruhnya untuk datang ke perusahaannya. Tapi saat dia sudah datang, Kyuhyun malah menyuruhnya menunggu sebentar dan meneruskan tawanya.

              “Aku tidak mengerti dimana letak kelucuan di novel itu.” Yesung menggumam malas.

              Kyuhyun menurunkan novelnya, bibirnya masih tersenyum lebar sedangkan wajahnya memerah karena tertawa. “Kau tahu tidak siapa penulis novel ini?”

              “Je Wo.”

              “Oh, dari mana kau tahu?”

              Yesung menguap lebar. “Sejak kau memutuskan bertunangan dengannya, aku segera memeriksa latar belakang Je Wo. Dia penulis, karena itu aku membeli semua novelnya.”

              Bulatan kecil tercipta di bibir Kyuhyun. “Kau sudah membacanya?” Yesung mengangguk. “Semua?”

              Dia mengangguk lagi. “Dan novel yang kau pegang, bukankah novel itu menceritakan seorang gadis yang di tinggal mati oleh kekasihnya?”

              “Benar.”

              “Setahuku cerita itu adalah cerita sedih, jadi kenapa sejak tadi kau tertawa, bodoh?”

              Kyuhyun terkekeh pelan, dia menutup novel itu dan meletakkannya di atas meja. “Karena aku membayangkan gadis itu adalah dia dan kekasihnya adalah aku.”

              Kali ini ucapan Kyuhyun berhasil membuat kedua mata Yesung membulat takjub.

              “Membayangkan dia menangisi kematianku sampai separah itu membuatku merasa lucu. Dia hampir menjadi gila dan melakukan beberapa kali percobaan bunuh diri. Ah… dia pasti sangat tersiksa.”

              “Heol,” Yesung tidak percaya Kyuhyun bisa memikirkan hal setolol itu. “Jika kau membayangkan kekasihnya itu adalah kau, berarti kau baik-baik saja dengan kematiannya?”

              “Memangnya kenapa? Setelah kematianku, aku bisa menyiksa Je Wo sampai seperti itu. Ck, itu adalah poin pentingnya.” Kyuhyun tertawa puas.

              Yesung menggelengkan kepalanya tidak percaya. Kyuhyun benar-benar sudah gila! Tapi kini Yesung malah memikirkan sesuatu. “Apa kau tahu kalau ada pria lain yang akan membuat gadis itu melupakan kematian kekasihnya?”

              Tawa Kyuhyun terhenti, “Pria lain?”

              Ye Sung terkekeh pelan dan berdiri sambil memasukkan sebelah tangannya kedalam saku celana. “Kalau kau menganggap gadis itu adalah Je Wo dan kekasihnya adalah kau, maka aku akan menganggap pria lain itu adalah Siwon. Saat Je Wo terpuruk karena kematianmu, Siwon datang dan menyelamatkannya. Lalu seiring berjalannya waktu, Je Wo akhirnya jatuh cinta pada Siwon yang ternyata juga memiliki perasaan yang sama. Kau bisa menebak bagaimana akhirnya?”

              Kyuhyun tampak tergagap di tempatnya.

              “Sayang sekali itu bukan cerita horor, jadi kau tidak mungkin kembali hidup dan menggagalkan rencana pernikahan mereka yang setelah itu akan menghasilkan dua orang putra yang lucu.” Yesung menahan tawa gelinya melihat wajah terkejut Kyuhyun yang lucu. “Aku pulang.” Pamitnya.

              “Hyung, tapi…” Kyuhyun menggeram karena Yesung sudah lebih dulu menghilang di balik pintu. Dia menunduk dan menatap kesal Novel itu. “Novel sialan!”

***

Sungguh sial. Sudah tidak sadar ketika Kyuhyun menggendongnya sampai kerumah, sekarang dia malah harus menerima omelan dari Kang Hyun Ji, editornya yang cerewet. Sejak tadi Hyun Ji mengomelinya panjang lebar tentang pentingnya menyelesaikan naskah sesuai deadline, tapi yang ada di kepala Je Wo adalah betapa malunya dia jika bertemu Kyuhyun setelah ini.

              Tadi pagi, saat Eunjin dan Sang Ji memberondonginya dengan pertanyaan tentang mengapa Kyuhyun bisa menggendongnya dan mengantarnya sampai ke apartement, kepala Je Wo mendadak kosong. Dia juga lupa dimana menyimpan flashdisknya sampai harus berbohong kepada Hyun Ji kalau dia belum menyelesaikan naskahnya, padahal dia bahkan sudah memulai satu judul baru untuk project selanjutnya.

              “Mengerti?” tanya Hyun Ji.

              Je Wo menatapnya dengan dahi berkerut. Mengerti apa? Pikirnya. Tapi saat melihat tanda-tanda kemurkaan di wajah Hyun Ji, Je Wo cepat-cepat mengangguk. “Oke, kau tenang saja. Secepatnya naskah itu aku serahkan padamu.”

              Je Wo tidak mau terlalu lama membuang waktunya di sana, setelah berpamitan dia bergegas pergi sambil memikirkan dimana flashdisk itu berada. Kalau flashdisk itu sampai hilang, maka tamatlah riwayatnya.

              “Tunggu, mungkin saja Kyuhyun yang menyimpannya. Bukankah terakhir kali aku memakai fkasdisk saat di ruangannya?” Je Wo menepuk dahinya pelan. “Benar, pasti masih tertinggal disana.”

              Sambil terburu-buru Je Wo merogoh isi tasnya untuk mencari ponsel, tapi setelah mendapatkannya, dia malah terlihat ragu untuk menelepon Kyuhyun. “Bagaimana kalau dia malah membahas tentang hal itu?” ringisnya.

              Ditengah keraguannya, ponselnya bergetar dan memperlihatkan nama Siwon di layarnya. “Ya, Oppa? Oh, flasdisk-ku ada padamu? Ah… syukurlah. Aku pikir sudah hilang, Hyun Ji sejak tadi mengomeliku karena seharusnya aku sudah memberikan naskah finalku hari ini.” Je Wo mendengar siwon menyuruhnya datang ke rumahnya untuk mengambil flashdisk itu. “Oke, sepuluh menit lagi aku akan sampai.”

              Dia menghela napas lega. Satu masalah terselesaikan, pikirnya. Saat Je Wo hendak melanjutkan langkahnya menuju halte, langkah kakinya terhenti begitu saja, di susul dengan tubuhnya yang menegang.

              Tidak jauh di depannya, ada Heechul yang berdiri dengan kedua tangan yang terbelenggu di dalam saku celana. Bibir Heechul membentuk satu garis simestris yang berbahaya.

              Je Wo melangkah mundur, namun Heechul bergegas menghampirinya sampai Je Wo tidak bisa melakukan apa pun selain berdiri kaku di tempatnya. Tenang, saat ini kau berada di tempat umum, Shin Je Wo. Ada banyak orang di sekelilingmu, dia tidak mungkin berani macam-macam, sugesti Je Wo pada dirinya sendiri.

              “Hai, Shin Je Wo.” Sapa Heechul ramah. Je Wo tidak membalas sapaannya, hanya menatapnya datar. Heechul terkekeh pelan mendapati wajah datar Je Wo. “Apa kau sudah bertemu dengan editormu? Kapan Novel barumu akan terbit?”

              Je Wo tidak terkejut lagi mendapati Heechul yang mengetahui segala hal tentangnya. Heechul mempunyai banyak kaki tangan dan bisa mengorek informasi dari manapun.

              “Itu bukan urusanmu.” Ketus Je Wo, dia berjalan melalui Heechul namun tiba-tiba saja Heechul menarik lengannya secara paksa sampai dia memekik.

              “Makan siang denganku.” Bisik Heechul tepat ditelinganya. desah napas menjijikkan itu menyapu telinga Je Wo sampai dia memejamkan matanya geram.

              Dia tidak bisa melakukan apapun ketika Heechul menarik pergelangan tangannya, membawanya ke sebuah cafe yang tidak jauh dari tempatnya berdiri. Lagi-lagi Je Wo masih merasa aman karena saat ini di sana terdapat beberapa pengunjung. Meski tidak ramai, tapi itu cukup membantu Je Wo kalau-kalau Heechul melakukan hal yang tidak-tidak padanya.

              “Kau mau pesan apa?” tanya Heechul selagi dia memerhatikan buku menu.

              “Aku tidak lapar.” Je Wo merasakan getaran dari dalam tasnya. Ponsel. Astaga… kenapa dia bisa lupa kalau dia mempunyai benda penting itu dan bisa menghubungi siapa saja untuk meminta pertolongan.

              “Bukankah tadi aku sudah mengatakan ingin mengajakmu makan siang? Kau tahu apa itu artinya, Shin Je Wo?” Heechul tersenyum manis padanya. Namun terlihat memuakkan di mata Je Wo. “Kita makan bersama. Lapar ataupun tidak, kau harus makan bersamaku. Aku tidak suka di bantah.” Heechul kembali menunduk, menatap buku menu di tangannya.

              “Kalau begitu samakan saja denganmu.” Putus Je Wo mengalah, tapi sesjujurnya saat ini tangannya sedang meraih ponsel dari dalam tasnya yang berada di bawah meja. Dia melirik kebawah dan melirik Heechul secara bergantian.

              Satu pesan masuk. Dari Lee Donghae.

              Tenang saja. Aku ada di sini dan memerhatikan kalian. Bersikaplah sesantai mungkin. Ingat, kita masih mempunyai misi.

              God, akhirnya Je Wo benar-benar bisa bernapas lega. Dia cepat-cepat menyimpan ponselnya lagi, kali ini tubuhnya lebih rileks dari sebelumnya. Bahkan dia bisa duduk menyandar sambil bersedekap dan membalas tatapan binal Heechul dengan tatapan angkuhnya.

              “Aku tidak tahu kalau ternyata kau senang mempermainkan orang lain.” Heechul tersenyum sedikit masam.

              Dan Je Wo mengetahui maksud ucapan dan senyuman Heechul. “Sebenarnya tidak, tapi khusus untuk orang-orang sepertimu dan Kyuhyun, aku adalah ahlinya.”

              “Oh, ya? Sayang sekali, kau masih belum tahu siapa aku.”

              “Kim Heechul, pria berengsek yang mendapatkan kekayaan dengan cara memeras dan mengancam orang-orang yang memiliki kelemahan di hidupnya.” Je Wo tersenyum pada seorang pelayan yang mengantarkan minuman kemeja mereka. Kemudian dia meraih gelasnya dan meneguk minumannya dengan santai di bawah tatapan intens Heechul.

              “Hanya itu?” cemo’oh Heechul.

              Je Wo meletakkan kembali gelasnya, mata angkuhnya berbinar saat dia mengucapkan poin penting dalam kalimatnya. “Kau memiliki rekaman asli saat Kyuhyun membunuh seseorang beberapa tahun lalu yang selama ini kau gunakan untuk memerasnya. Bahkan semua kekayaanmu berasal dari Kyuhyun.” Je Wo tersenyum puas melihat keterkejutan di wajah Heechul.

              “Kyuhyun yang memberitahumu?” tanyanya.

              Je Wo tertawa, seolah-olah sedang menertawai kegusaran yang di rasakan Heechul. “Kalian berdua ternyata sama bodohnya. Yang satu terlalu bodoh karena mau menceritakan semua masalahnya padaku, dan yang satunya malah menawariku berbagi satu-satunya kunci kekayaan yang dia miliki.” Dia memajukan tubuhnya kedepan dan berbisik angkuh. “Tapi sejujurnya… aku berniat mempertimbangkan kalian berdua. Siapa yang paling menguntungkan bagiku, maka dialah yang akan kupilih.”

 

TBC

FYI, Yang mau nanya tentang masalah Novel email ke chairun.najmi92@gmail.com ya….

79 thoughts on “Love In The Dark – Three –

  1. yeeaayyy eonnie updateee! kekeke~ rindu eon sm KyuJe :*🙂
    aku suka scene nya pas kyuhyun gendong jewo hiihihi. senyum-senyum sendiri jadinya😉
    tetep bertahan ya kyuhyun, jewo, jangan mau kalah sm heechul
    eonni-ya, fighting! i love youu, kekeke

  2. Ini pas pertama baca rada lupa2 gitu sama alurnya, soalnya lama banget lanjutnya hehe
    Tapi gapapa kok kak yang penting jan stop ditengah jalan kek authors yg lain.

    Ih kyuhyun udah mulai peka ya sama jewo. Udah mulai nampak posesifnya hm bikin greget. Kalo bisa kak banyakin romancenya dong, gemes banget liat mereka adu mulut mulu tanpa ada bau2 romance.
    Dan greget bnget si heechul, akhir2 ini dia sering banget jd orang ketiga yang jahatnya minta ampun, jadi ngeri sendiri akunya.
    Udah ah segitu aja cuap2nya, udah mentok hehe.
    Next chap ditunggu ya kak. Semangat^^

  3. Kyaaaaa , yeayyy suer kangen berat sama kyujeee . Akhrnya comeback juga . Sayangnya kamu eonni :*:*:* . Karyamu memeng mempesonaa eonniii :* lanjutkan eon ,fightinggg

  4. aku pikir setelah kyuhyun tau novelnya jewo dia bakal punya ide buat bunuh siwon😀
    ditunggu lanjutannya, udah penasaran banget🙂
    semangat😀

  5. Wuuaaahhhhhh q baru maen lagi nih kesini . Hehehe😀
    Udah ada yg dilnjut nih ff.nya

    Kyuhyun Emng cocok yh kalo karakter kejam,kasar,si ceo yg berkuasa.. :-*

    Je wo keren (y) bisa ngelawan omongan heechul.

    Sebenernya q gak lupa sama part sebelumnya .. Hehehe ‘V’😉

  6. Waduh..telat bacanya tapi seneng akhirnya kk update juga
    hwaaa..lucu liat tingkah euhhaewon nya yg di kerjain kyu abis2an kompak banget sih mereka dan makanya jangan macem2 sama si evil kyu

    kyuje nya kalo udah debat bikin gereget deh

    hwaiting eonni buat nextnya di tunggu

  7. Wkwkwk lucuuu, kyuhyun kalo panik lucu tapi juga gemesin pas ngerjain eunhae
    Kangen eon, kangen banget efef disini tapi akhirnya kangennya bisa terobati lagi hehe

  8. Yeeeaaayyyy akhirnya dilanjut jugaa hihi oh oh kyu ternyata udah jtuh hati k je wo yaaa 😄 lucuuu wktu kyu bayangin dia kekasih je wo yg mati.. 😀 wkwk je wo pinter akting yah daebak.. 😊

  9. God , je wo emang keren dia bisa menghadapi kyuhyun sama heechul ,
    Yaaa mesti kalo sama heechul dia masih trauma sih , paling tidak kalo dia merasa aman dia akan bersikap biasa aja ,
    Hihihi ,
    Kayaknua cho kyuhyun ngekode berat nih sama si won ,
    Kayaknya beneran deh mau misahin mereka berdua ,
    Hohoho di part ini adegan paling konyol itu waktu kyuhyun bales dendam sama ketiga sahabatnya itu , ada ada aja kyuhyun ngasih pelajaran sama ketiga sahabatnya itu

  10. ini kisah kayaknya bakalan panjang ya…
    soalnya sejauh ini kyuhyun sama jewo masih aja perang”an…wkwk
    kpan mereka berdua mulai ada rasa?? atau malah gak bkalan ada rasa diantara mereka berdua??hehe
    jewo kan udah punya siwon, blom lagi berbagai masalah yg kyyhyun hadapi. kyaknya emang bkalan sulit…
    waktu kyuhyun mengklaim jewo sbg miliknya, itu karena ada siwon atau malah sebenernya kyuhyun emang berniat jadiin jewo milik dia?…hoho

  11. Keren…..
    Mulai asik part 3 ini.
    Selalu di tunggu kelanjutan KyuJe,
    Ff nya makin seru, dan salut sama author yg selalu konsisten pada karakter KyuJe…
    Di tunggu kelanjutan semua ff, khususnya Perfect Princess….#Senyumgaring udah 1 tahun, semoga ide yg kemaren merantau, kini kembali pulang.. Hahahaahaha…
    Makasih….

  12. Baru buka blog nya kakak,,
    wah bnyak up date an baru..
    hehhhe

    makin suka ma critanya ini,,
    makin seru,,

    sepertinya kyuhyun bneran deh suka je wo…
    jadi penasaran ma kelanjutannya,,,🙂

    semangat terus kakak
    dan Sehat selalu yah🙂

  13. Annyeong eonn.. Aku pendatang baru salam kenal.

    Eonn jujur waktu baca di part pertama cerita udah bagus bnget.. ditunggu kelanjutannya. mian telat hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s