Relationship

1779545_803648692995047_1698370187_n

Shin Je Wo berlari kencang di sepanjang koridor kampus. Tas ransel di punggungnya bergoyang-goyang. Begitu juga dengan rambutnya yang tergerai. Dia sedang dalam masalah besar! Kemarin dia sudah membuat janji dengan dosen pembimbingnya untuk melakukan bimbingan pukul sembilan pagi hari ini. Tapi sialnya, dia terlambat bangun dan sekarag sudah pukul setengah sepuluh.

            Belum lagi tadi dia harus berteriak frustasi karena melihat lemari pakaiannya yang hampir kosong karena seluruh pakaiannya belum di setrika. Tapi karena tergesa-gesa, akhirnya dia menarik asal pakaian apa saja yang bisa di pakai. Jadi lah dia hanya memakai jeans usang berwarna biru dan kaus kebesaran berwarna coklat.

            “Je Wo-ya!” seseorang meneriaki namanya.

            “Nanti, aku sedang buru-buru!” teriaknya di sepanjang koridor hingga suaranya terdengar menggema. Mata Je Wo tampak menajam ketika menangkap sebuah pintu kaca berwarna hitam. Pintu ruangan dosen pembimbingnya. Dia mengulurkan tangannya ke depan, bersiap-siap untuk membukanya tetapi tiba-tiba saja pintu itu di buka dari dalam dan keluarlah sosok pria dengan rambut penuh uban sedang membawa sebuah tas di tangannya.

            Je Wo menghentikan larinya dan mulai berlajan melambat menghampiri Dosennya. “Selamat pagi, Pak… saya Shin Je Wo, mahasiswa yang membuat janji bertemu hari ini.” sapanya dengan satu tarikan napas. Setelah itu, dia tampak berdiri dengan napas tersengal dan keringat bercucuran di wajahnya.

            Pria tua itu melirik padanya, menatapnya dengan tatapan menilai. Kemudian kepalanya menggeleng berat. “Kau membuat janji denganku pukul berapa?” suara tajam pria itu membuat Je Wo meneguk luduhnya berat.

            “Pukul sembilan.” Jawabnya pelan.

            “Sekarang sudah pukul berapa?” tanya pria itu lagi, kali ini di tambahi kesan sinisnya.

            “Setengah sepuluh.” Ringis Je Wo, memperlihatkan wajah bersalahnya.

            “Jadi kenapa masih berani menemuiku? Kau pikir waktuku hanya untuk menunggu mahasiswa yang senang terlambat sepertimu. Tidak di dalam kelas maupun bimbingan selalu saja terlambat. Belum lagi pakaianmu yang urakan itu. Lain kali kalau mau bimbingan denganku, harap perhatikan waktu dan pakaianmu.” Selesai mengatakan rentetan kalimat ketus itu, dia segera melangkah pergi meninggalkan Je Wo.

            Sementara Je Wo mulai mengepalkan kedua tangannya di depan dada sambil menggeretakkan giginya. “Dasar pria tua menyebalkan! Aku hanya terlambat setengah jam kenapa dia harus memarahiku seperti ini?! Membawa-bawa kelakuanku di kelasnya, mengomentari pakaianku. Haish! Memangnya dia tidak pernah melakukan kesalahan? Bahkan kemarin dia membuatku menunggunya berjam-jam tapi akhirnya membatalkan janji dan aku sama sekali tidak mengomelinya seperti dia mengomeliku.” Je Wo menendang-nendang dinding dengan sebelah kakinya demi melampiaskan kekesalannya.

            Sial. Dia benar-benar tertimpa nasib sial mendapati dosen pembimbing yang mempunyai dendam pribadi padanya. Baiklah, memang dia sering kali datang terlambat di kelas pria tua menyebalkan itu, dan kerap kali tidak memedulikan segala ancamannya. Tapi Je Wo tidak menyangka kalau dia akan membalas Je Wo dengan cara seperti ini.

            “Je!”

            “Apa?!” Je Wo memutar tubuhnya kebelakang untuk membentak seseorang yang baru saja memanggilnya.

Choi Je Rim berlari tergopoh-gopoh ke arahnya. “Bagaimana bimbinganmu?” tanya Je Rim.

“Tidak ada bimbingan. Tua bangka itu malah mengomeliku karena terlambat.” Cibirnya. Je Rim mengangguk sekali. Lalu, entah mengapa gadis itu terlihat aneh memandang Je Wo. Ada keresahan dalam tatapannya dan Je Wo menyadari keanehan itu. “Kau kenapa?” tanya Je Wo curiga.

            Je Rim melirik sekelilingnya. “Kau belum tahu, ya?”

            Dahi Je Wo mengernyit, dia turut melakukan apa yang Je Rim lakukan, melirik sekelilingnya dan menemukan beberapa orang berbisik-bisik kecil menatap ke arah mereka. “Eh, kenapa mereka menatap kita seperti itu? Apa suaraku memaki tua bangka itu sangat kuat sampai mereka mendengarnya?” bisik Je Wo.

            Je Rim menggeleng. Dia tampak meringis saat memberikan ponselnya pada Je Wo. “Lihatlah.” Katanya.

            Dengan kedua alis saling bertaut, Je Wo mengambil ponsel Je Rim dan melihat ke dalam layarnya. Sontak kedua matanya melebar cepat, mulutnya ternganga dan dia nyaris menjatuhkan ponsel Je Rim kalau saja si pemilik ponsel tidak menangkap ponselnya.

            “Ap, apa-apaan ini!” rutuk Je Wo tertahan. Di raihnya lagi ponsel Je Rim untuk memastikan apa yang dia lihat. Dan benar saja, kini beberapa foto dirinya dan Kyuhyun tersebar luas di Twitter.

            “Pagi tadi berita ini mulai menyebar. Mungkin seisi kampus juga sudah menyadarinya, karena itu mereka menatapmu seperti tadi.” Bisik Je Ri,

            Je Wo sungguh kehilangan seluruh kata-katanya. Dia tidak menyangka kalau beberapa foto kebersamaannya dan Kyuhyun bisa tersebar luas seperti ini.

            Mata Je Wo bergerak liar memerhatikan beberapa ocehan orang-orang di akun Twitternya.

IMG_20296785811596

@Juhee: Siapa gadis ini T.T

@Daera106: mereka tampak serasi. Oppa, apakah dia pacarmu?

@GaemKyu: aku benci gadis ini! Hei, kau! Menjauh dari Kyuhyun Oppa!

IMG_12712782127521

“Bagaimana bisa kau membenciku hanya karena aku berfoto dengannya.” Umpat Je Wo kesal, sedangkan jemarinya semakin aktif bergerak mencari seluruh komentar orang-orang tentangnya.

@Heenele: Dia juga mengenal Eunhyuk Oppa? Sudah pasti kalau gadis ini kekasih Kyu Oppa.

@DenyHan: gadis ini adalah @ShinJeWo dia kuliah di Universitas Kyunghee, sama seperti Kyuhyun Oppa.

            @KimKim: Wajahnya pasti palsu. Aku tidak menyukainya. @GaemGyu Oppa, tolong katakan kalau dia bukan pacarmu.

image002.jpg

@Song23: Kupikir dia adalah salah satu staf SM. Aku sudah lama menemukan foto ini tapi tidak berpikir kalau dia memiliki hubungan khusus dengan @GaemGyu

@Jiyeon: Jangan dekati @GaemGyu Oppa. Kau dalah Bitc*es @ShinJeWo

@2856Dong: Walaupun tidak rela, tapi kakui kalau dia sangat cantik. @ShinJeWo Apa kau kekasih Kyu Oppa? Kalau benar, kuharap kau menjaganya.

            “Choi Je Rim.” Je Wo menatap Je Rim dengan tatapan memelas. “Apa wajahku terlihat berasal dari pelastik, huh? Kenapa mereka seenaknya saja menuduhku seperti itu.”

Je Rim mendesah lirih, lalu menepuk-nepuk pelan bahu Je Wo. “Tidak usah di dengarkan. Sekarang, lebih baik temui Kyuhyun dan selesaikan masalah ini bersamanya. Aku yakin dia sudah tahu tentang berita ini.”

“Kyuhyun?” ulang Je Wo. Kemudian dia menepuk dahinya pelan karena tersadar sesuatu. “Aku lupa menghidupkan ponselku sejak tadi malam.” Rutuknya. Je Wo cepat-cepat menyalakan ponlsenya dan dalam hitungan detik setelah ponselnya kembali aktif, begitu banyak notifikasi yang masuk ke dalam ponselnya. Dia meringis. Ingin memeriksa seluruh notifikasi itu tetapi takut. Hingga akhirnya ponselnya bergetar karena sebuah panggilan masuk dari Kyuhyun.

Je Wo cepat-cepat menggeser layarnya yang berwarna hijau. “Cho Kyuhyun…” rengeknya seperti bocah.

Kau di mana?

“Di kampus. Apa kau sudah tahu kalau…”

Aku tahu. Sekarang, apa kau bisa pulang ke apartement?

“Apartement? Untuk apa?”

Aku sedang di sini bersama Kangin Hyung.

Je Wo mengernyitkan dahinya. “Untuk apa Kangin Oppa ke apartementku?” tanyanya menyelidik.

Ya, bisa tidak jangan banyak bertanya. Kau tidak tahu apa yang sedang kita hadapi saat ini?

Bibir Je Wo tersenyum lebar dengan polosnya hingga Je Rim mendesah malas. Temannya ini memang sedikit memprihatinkan. “Oke. Aku pulang sekarang.”

***

Sesampainya di apartement, Kyuhyun dan Kangin segera menyuruh Je Wo duduk di atas sofa sedangkan mereka berdua berdiri di hadapan gadis itu dengan tatapan penuh selidik. Di tatap seperti itu, Je Wo hanya bisa menatap kedua pria itu secara bergantian.

            “Jawab pertanyaanku dengan jujur.” Ucap Kangin dan Je Wo mengangguk patuh. “Kau pernah memposting foto-foto itu di akun sosial mediamu?”

            “Tidak, tidak pernah.” Je Wo menggeleng kuat.

            “Atau kau pernah meminjamkan ponselmu kepada temanmu dan dia tidak sengaja menemukan foto-foto kita?” Kyuhyun turut bertanya.

            “Cho Kyuhyun, tidak satu pun di antara foto-foto itu ada di dalam ponselku. Jelas-jelas foto itu di ambil oleh orang lain. Sungguh, aku tidak pernah memposting hal apapun menyangkut tentangmu.” Jelasnya bersungguh-sungguh. “Tapi, tunggu!” Je Wo memeriksa akun Twitternya tergesa-gesa. Lalu dengan senyuman polos, dia menunjukkan layar ponselnya pada Kangin dan juga Kyuhyun.

            “Empat hari yang lalu aku memposting foto ini.” Gumamnya dengan ringisan pelan. “Tapi kupikir tidak akan ada yang tahu kalau itu kau karena wajahmu tidak terlihat.”

            Kyuhyun mengambil ponsel Je Wo lalu memerhatikan sebuah foto yang dia ketahui adalah dirinya. Kyuhyun membaca beberapa kalimat di atas fotonya.

image004

            @ShinJeWo: Tidur yang nyenyak, Tuan pemarah yang tampan :*

            Kyuhyun tertegun sejenak, kemudian mengangkat wajahnya kedepan untuk memandang Je Wo. Gadis itu tampak salah tingkah di tempatnya. “Kapan kau mengambil foto itu?” tanya Kyuhyun.

            “Hm? Oh… itu saat terakhir kali kau datang ke apartement. Waktu itu kau tertidur di meja makan saat menungguku membuat ramen untukmu.” Jawab Je Wo menahan rasa malunya. Tentu saja dia malu. Bukan karena kalimat ataupun foto itu, tetapi pada emotion yang dia sisipkan di sana. Astaga… dia tidak akan pernah mengulanginya lagi.

            Kyuhyun tersenyum tipis, memandangi postingan itu lama. Tetapi tiba-tiba saja Kangin menyambar ponsel Je Wo dan menghapus foto itu dari sana. “Ya, Hyung! Kenapa kau hapus?” protes Kyuhyun.

            “Kau mau semua orang semakin menemukan banyak bukti tentang hubungan kalian berdua?”

            “Ck, tidak apa-apa kalau foto itu saja. Lagi pula di hapus sekalipun semua orang pasti sudah melihat bahkan menyimpannya di ponsel mereka masing-masing.”

            “Tetap saja tidak boleh!”

            Kyuhyun mencebik. Padahal postingan itu sangat membuatnya merasa terharu. Jarang sekali kan Je Wo terlihat manis seperti itu. Memotretnya diam-diam lalu mempostingnya di Twitter.

            “Je Wo-ya, ada lagi foto yang berhubungan dengan Kyuhyun di Twittermu?” Kangin kembali bertanya.

            Je Wo berpikir sejenak, kemudian meminta ponselnya. Dia memeriksanya dan kembali memperlihatkan sebuah foto pada mereka berdua. Kali ini, hanya foto dirinya saja. “Ini, Oppa.” Ujarnya.

            “Itu kan hanya fotomu.” Sela Kyuhyun.

            “Iya, tapi… coba baca kalimatnya.” Lagi-lagi Je Wo menyerahkan ponselnya pada Kyuhyun.

image002 (1)

@ShinJeWo: Menunggu dengan bosan. Mr. Chu, cepat selesaikan rekemanmu. Aku mau pulang!!!

“Ini saat kau menemaniku rekaman, kan?” tanya Kyuhyun antusias. Je Wo mengangguk. Belum lagi Kyuhyun menyelesaikan senyuman, ponsel itu lagi-lagi di ambil oleh Kangin dan dia menghapusnya. Kyuhyun mendelik garang padanya. “Kenapa kau menghapusnya lagi?! Di situ tidak ada aku, Hyung!”

            “Tapi ada kata Mr. Chu dan rekaman. Orang-orang sudah pasti menebak itu kau.” Jelas Kangin. “Ada lagi, Je Wo-ya?”

            “Tidak ada, Oppa.” Je Wo menggelengkan kepalanya.

            Kangin memijat dahinya sebentar, dia duduk di samping Je Wo sambil memikirkan sesuatu. Kepalanya bisa pecah kalau seperti ini, kalau saja Leeteuk sedang ada di Korea pasti dia tidak akan mau merepotkan diri untuk menyelesaikan masalah sepasang kekasih ini. Heechul sama sekali tidak mau ikut campur karena menurutnya masalah ini terlalu sepele untuknya.

            Sepele bagaimana? Jelas sekali masalah ini bisa membuat kekacauan yang sama seperti tahun lalu saat salah satu member menikah. Mereka memang tidak mempermasalahkannya, tapi penggemar mereka tentu saja akan membuat keadaan menjadi siaga satu.

            “Kau butuh minuman dingin, Oppa?”

Kangin hanya mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan Je Wo. Pria itu masih memejamkan mata dengan ibu jari dan telunjuknya yang memijat pangkal hidungnya selagi dia berpikir.

            “Ini, Oppa.”

            Kangin membuka matanya sambil mengulurkan tangan, tapi seteah dilihatnya yang di suguhkan Je Wo hanyalag segelas air putih yang berasal dari dalam kulkas, pria itu melirik keatas dan menemukan cengiran lebar Je Wo.

            “Hanya itu minuman yang ada di kulkas. Aku belum punya uang untuk belanja. Yeah… kau tahulah kebutuhan mahasiswa sepertiku ini. Aku tidak seperti kalian yang…”

            Cepat-cepat Kangin mengambil gelas dari tangan Je Wo dan menatap Kyuhyun tajam yang berdiri tidak jauh dari mereka. “Kau tidak semiskin itu kan? Memenuhi kebutuhan gadismu saja tidak bisa!”

            “Hei… kenapa Kyuhyun harus memenuhi kebutuhanku?” Je Wo menyela.

            “Tentu saja karena dia kekasihmu.”

            “Hanya karena dia kekasihku bukan berarti dia harus memenuhi kebutuhanku, kan?”

            “Dasar bodoh, lalu apa gunanya kau menjadi kekasihnya.”

            “Justru karena aku ini tidak bodoh, makanya aku tidak mau berhutang budi padanya.” Je Wo mencebik. “Dia memang bisa saja memenuhi kebutuhanku, tapi sebagai balasannya dia pasti juga meminta aku untuk memenuhi kebutuhannya. Dan kau juga pasti tahu, Oppa, kebutuhan lelaki selalu merugikan semua wanita. Jadi aku tidak sudi menjadi gadis bodoh yang sering kalian temui di luar sana.”

            Kangin menggeram pelan dan kembali melirik Kyuhyun yang kini tersenyum-senyum memandangi kekasihnya seolah-olah mengatakan That’s my girl dengan penuh kebanggaan.

***

Keesokan harinya…

Setelah baru-baru ini beberapa foto yang menggambarkan kedekatan Super Junior Kyuhyun bersama seorang gadis yang diketahui bernama Shin Je Wo, Netizen lagi-lagi menemukan beberapa bukti kedekatan Super Junior Kyuhyun dan Shin Je Wo.

                   Seperti beberapa benda-benda Couple dan postingan di media sosial keduanya yang sering berkaitan. Salah seorang netizen juga pernah melihat keduanya di pulau Jeju beberapa waktu lalu. Saat itu ada salah seorang teman satu agensi Cho Kyuhyun yang menemani mereka. Menurut sumber, Cho Kyuhyun dan Shin Je Wo terlihat mesra di beberapa momen. 

IMG_20160501_193416

IMG_20160501_202736

IMG_20160501_193422

10152714_461511363981900_629864534_n

            Je Wo meremas rambutnya kuat-kuat. “APA-APAAN INI?!!!” teriaknya keras. Dia baru saja bangun di pagi hari yang cerah. Tapi kecerahan pagi ini meredup di matanya saat notifikasi kembali memenuhi ponselnya. Netizen memang luar bisa.

FIN

73 thoughts on “Relationship

  1. Jewo ga tau pasal seorang dosen kah? Pasal 1 dosen selalu benar, pasal 2 jika dosen salah, balik ke pasal satu. Itu harus hafallll, mereka cute bangetttt.
    Thor up nya jangan lama nama😂

  2. KYUJE Bogoshipeo banget sma mereka berdua 😊😊
    Akhirnya akhirnya tak apalah hubungan mereka smpe terbongkar 😭😭😭 smoga aja fans ny nerima wkwkk
    Sabar ya Kangin appa ngadepin couple macam KyuJe hahah

  3. hahaha bener2 deh itu yg benda2 couple nemu aja sihhhh yg samaaan kaya gitu hihi lucu bgt diintrogasinyaaaaa gemesin entahlah kyuhyun ga marah atau apa jd lucu aja gitu santai hahah

  4. YEAYYYYYY akhirnya akhirnya keluarga paling kece udah come back . huff makasih kak ami ,udh nunggu lama banget dan jajangggg akhirnya di post juga … kangennnnn. aku suka semua karyamu :* udh terlambat bgt sih tau nya sempet nyesel juga baru tau sekarang . huuhu udh lama nggak baca ff jadi kangen . sekali lagi makasi ya kak ami .. #amilovers hihihihihiihih

  5. Unni, aq sampe berasa tua, nunggu postingan blog ini..tapi makasih unni udah posting lagi🙂
    Ampe kangen,,
    Tapi, ngmong” tu barang couple beneran nggak ya?? Dapet dari mn ftonya unni😮

  6. netizen luar biasa atau netizen yang kurang kerjaan hahaha. keren banget ffnya, tapi sayang kyuje momentnya ga banyak, kangen couple ini kak, cepet update ff yang lain ya, yang belum pada selesai hihihi

  7. Akhirnya kyuje muncul lagi. Setelah sekian lama menunggu.Mau tanya affair masih buka po nggak? Ditunggu kisah kyuje lainnya.. Tetap semangat buat terus berkarya keep writing and fighting

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s